Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↓ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1670776 #7423 ANALISIS KELAYAKAN USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA PRODUK BLACK GARLIC (STUDI KASUS UD RINJANI SEJAHTERA DESA SEMBALUN BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN) Isnaini, Novita
Prasetyowati, Rini Endang
Danasari, Idiatul Fitri
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha produk black garlic yang sedang berkembang di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan menjelaskan fenomena dan kejadian yang terjadi. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara kepada pelaku usaha yaitu UD. Rinjani Sejahtera. Metode analisis yang digunakan yaitu secara kualitatif untuk menggambarkan objek penelitian dan kuantitatif untuk memperhitungkan kelayakan usaha. Berdasarkan penelitian dan analisis yang dilakukan bahwa kegiatan usaha produk black garlic yang dilakukan oleh UD. Rinjani Sejahtera dikatakan layak untuk diusahakan. Hal ini dibuktikan dengan nilai R/C ratio > 1 yaitu sebesar Rp. 5,30 dan nilai NPV > 0 sebesar Rp. 108.316.178.Kata kunci: bawang putih, black garlic, kelayakan usaha, sembalunAbstractThis study aims to analyze the business feasibility of black garlic products in Sembalun District, East Lombok Regency. This research method was descriptive by explaining the phenomena and events that occur. The research was carried out deliberately by conducting interviews with business actors, UD. Rinjani Sejahtera. Business feasibility analysis was carried out using R/C ratio and Net Present Value analysis. Based on the research and analysis, the black garlic product business activities of UD. Rinjani Sejahtera is feasible. It evidenced by the value of the R/C ratio > 1, which is Rp. 5.30 and the NPV value > 0 is Rp. 108,316,178.Keywords: black garlic, feasibility, garlic, sembalun
2024-02-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43064 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v8i2.43064
1670775 #7423 PEMBIAYAAN PERTANIAN DAN UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI: ANALISA DATA MAKRO Feryanto, Feryanto
ABSTRAK Anggaran di sektor pertanian menunjukkan kenaikan yang relatif signifikan tahun 2004-2014, namun demikian peningkatan anggaran ini tidak diikuti dengan adanya perbaikan yang mendasar terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikator kesejahteraan petani menunjukkan bahwa kesejahteraan petani hanya berada pada kisaran 105. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan dari pembiayaan di sektor pertanian terhadap kesejahteraan petani. Data yang digunakan ini adalah data sekunder periode tahun 2004-2014 (month to month) dan metode analisis menggunakan regresi berganda dengan pendekatan ordinary least square (OLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan pertanian memiliki peran untuk meningkatkan kesejahteraan petani, adapun komponen pembiayaan yang mempengaruhi kesejahteraan petani tersebut adalah kredit, subsidi pupuk, subsidi benih, dan PMA, sedangkan PMDN tidak berpengaruh signifikan. Kata kunci: Pembiayaan Pertaian, Kesejahteran Petani, NTP ABSTRACT Budget in the agricultural sector showed a significant relative increase in the period 2004-2014, however, the budget increase is not accompanied by an improvement in fundamental to improving the welfare of farmers. Term of trade of farmers (NTP) as an indicator of the welfare of farmers indicate that the welfare only in the range of 105. Therefore, the aimed of study to analyze the role of finance in the agricultural sector to the welfare of farmers. The data used are secondary data in the 2004-2014 periods (month to month), and analytical methods used are multiple regression with ordinary least square (OLS) approach. The results of this study indicate that agricultural financing has a role to improve the welfare of farmers, while the financial component that affects the welfare of farmers is a credit, fertilizer subsidies, seed subsidies, and FDI, whereas no significant effect on domestic investment. Keywords: Financing of Agriculture, Farmers Welfare, NTP
2019-12-03 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15145 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i2.15145
1670774 #7423 PERSEPSI KONSUMEN TOKO SANJAI ANNA MENGENAI PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS YANG DIMEDIASI OLEH KEPUASAN KONSUMEN Chaniago, Yona
Candra, Delni Alek
Afrizal, Roni
AbstrakBanyaknya UMKM sejenis dalam satu kawasan di Payakumbuh, khususnya di sektor makanan khas seperti Toko Sanjai Anna, menciptakan persaingan yang ketat. Dalam situasi ini, kualitas pelayanan menjadi pembeda penting untuk membangun kepuasan dan loyalitas konsumen. Namun, temuan penelitian sebelumnya terkait peran kepuasan sebagai mediator masih belum konsisten, sehingga perlu diteliti lebih lanjut keterkaitan kualitas pelayanan, kepuasan, dan loyalitas konsumen.Analisis ini bertujuan mengevaluasi bagaimana persepsi konsumen Toko Sanjai Anna terhadap loyalitas yang dapat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan, di mana kepuasan konsumen berfungsi sebagai variabel yang memediasi. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan Kuesioner berfungsi sebagai instrumen pokok dalam proses pengumpulan data.Pengambilan sampel mengimplementasikan teknik simpel random sampling dengan melibatkan 100 responden dan metodologi SEM-PLS untuk menganalisis keterkaitan antar variabel. Analisis ini menunjukkan loyalitas konsumen dipengaruhi oleh kualitas pelayanan, dan itu terjadi secara langsung dan juga melalui peran mediasi kepuasan konsumen ditandai dengan nilai T-statistik 5.271 dan nilai p 0.000. Dari hasil ini di harapkan Toko Sanjai Anna perlu meningkatkan kualitas pelayanan untuk mendorong kepuasan yang berdampak pada loyalitas konsumen. Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan juga dapat mendukung UMKM oleh-oleh melalui pelatihan dan kebijakan yang memperkuat layanan berbasis kepuasan pelanggan.Kata Kunci : kualitas pelayanan, loyalitas konsumen, kepuasan konsumen, mediasiAbstractThe large number of similar MSMEs in one area in Payakumbuh, especially in the specialty food sector such as Toko Sanjai Anna, creates tight competition. In this situation, service quality becomes an important differentiator to build customer satisfaction and loyalty. However, previous research findings related to the role of satisfaction as a mediator are still inconsistent, so it is necessary to further study the relationship between service quality, satisfaction, and customer loyalty. This analysis aims to evaluate how Toko Sanjai Anna consumers' perceptions of loyalty can be influenced by service quality, where customer satisfaction functions as a mediating variable. By using a quantitative approach and Questionnaires function as the main instruments in the data collection process. Sampling implements a simple random sampling technique involving 100 respondents and the SEM-PLS methodology to analyze the relationship between variables. This analysis shows that customer loyalty is influenced by service quality, and it occurs directly and also through the mediating role of customer satisfaction marked by a T-statistic value of 5.271 and a p-value of 0.000. From these results, it is expected that Toko Sanjai Anna needs to improve service quality to encourage satisfaction that has an impact on customer loyalty. On the other hand, local governments are also expected to support souvenir MSMEs through training and policies that strengthen customer satisfaction-based services Keywords : service quality, consumer loyalty, consumer satisfaction, mediation
Sosial Ekonomi Pertanian, manajemen, ekonomi pertanian 2025-07-02 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63145 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.63145
1670773 #7423 DESKRIPSI PENGEMBANGAN PADI LOKAL (Studi Kasus Padi Pandanwangi Cianjur) Supyandi, Dika
Sukayat, Yayat
Nugraha, Adi
ABSTRAKMenghadapi era kompetitif saat ini, hanya mereka yang dinamis, responsif, inovatif dan kompetitif yang akan bertahan. Karena itu, idealnya daya saing harus didorong oleh inovasi dan kreativitas. Upaya paling mendasar untuk dapat bersaing adalah mengupayakan realisasi penggunaan sumber daya yang efisien. Ini berarti bahwa penggunaan sumber daya harus difokuskan untuk menghasilkan produk yang memberikan hasil terbaik, dalam arti menghasilkan jumlah produk yang optimal dan kualitas terbaik, dengan biaya serendah mungkin. Salah satu langkah yang dapat diambil untuk mendapatkan produk yang kompetitif adalah menghasilkan produk yang unik dan berbeda dari produk lainnya. Dalam keragaman kekayaan alam Indonesia, hal ini dapat dilakukan dengan memproduksi produk-produk lokal dengan keunggulan spesifik yang dimiliki. Kajian ini bertujuan untuk membentuk model pengembangan padi lokal (padi pandanwangi) yang adaptif terhadap berbagai perubahan, baik perubahan sosial, ekonomi maupun lingkungan.. Makalah ini mendeskripsikan kondisi obyektif, terutama terkait dengan potensi dan masalah dalam pengembangan beras pandanwangi saat ini dengan pendekatan soft system methodology. Juga diidentifikasi pengembangan sistem agribisnis untuk beras pandanwangi di lokasi penelitian, yang terkait dengan berbagai kelembagaan yang terlibat baik perangkat keras maupun lunak, serta para pelaku dan kegiatan dalam pengembangan beras pandanwangi.Kata kunci: padi lokal, soft system methodology, CianjurABSTRACTFacing the current competitive era, only those who are dynamic, responsive, innovative and competitive will survive. Therefore, competitiveness must ideally be driven by innovation and creativity. The most basic effort to be able to compete is to strive for the realization of efficient use of resources. This means that the use of resources must be focused on producing products that provide the best output, in the sense of producing the optimal quantity of products at the best quality, with the lowest possible cost. A step can be taken to obtain a competitive product is to produce a unique product that is distinctive, different from the others. In the diversity of Indonesia's natural wealth, it can be done by producing local products with specific advantages possessed. This study aims to form a model of local rice development that is adaptive to various changes, both social, economic and environmental. This paper aims to obtain a description of the objective conditions, especially related to the potential and problems in the development of Pandanwangi rice employing soft system methodology approach. In addition, it is also identified the development of agribusiness systems for pandanwangi rice at the research sites, related to various institutions involved, both hard and soft, the actors and activities in the development of pandanwangi rice.Keywords : local rice, soft system methodology, Cianjur
2018-12-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20879 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i2.20879
1670772 #7423 ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L) DI KECAMATAN LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Veriandesky, Findho
Leovita, Angelia
Dermawan, Alvindo
AbstrakUsahatani mentimun di Kecamatan Lubuk Alung mengalami penurunan produktivitas dari tahun ke tahun diduga mempengaruhi tingkat pendapatan petani, rendahnya produktivitas disebabkan oleh berbagai faktor dalam usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani mentimun dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani mentimun di Kecamatan Lubuk Alung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yaitu non probability sampling dengan metode sampling incidental, sampel yang diambil sebanyak 30 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis.pendapatan, fungsi.produksi cobb-douglass, uji t (parsial), uji f (simultan) dan keofisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pendapatan total usahatani mentimun di Kecamatan Lubuk Alung sebesar Rp 13.289.772 dan usahatani mentimun layak…diusahakan.dengan nilai R/C 1,51. Faktor faktor yang mempengaruhi produksi usahatani di Kecamatan Lubuk Alung adalah benih dan pupuk berpengaruh secara nyata terhadap produksi sedangkan luas lahan, pestisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi. Kata kunci: fungsi produksi cobb-douglass, mentimun, pendapatan, usahatani.AbstrakCucumber farming in Lubuk Alung district has decreased productivity from year to year, which is thought to affect farmers income levels, low productivity is caused by varius factors in farming. The purpose of this study was to analyze the income of cucumber farming and the factors that influence the production of cucumber farming in Lubuk Alung District. The method used in this study was quantitative with a sampling technique, namely non-probability sampling with incidental sampling method. The sample was taken as many as 30 respondents. The data analysis technique used is the income analysis of the cobb-douglass production function, t test (partial), f test (simultaneous) and the coefficient of determination. Based on the results of the study, it was found that the total income of cucumber farming in Lubuk Alung District was 13.289.772,00 and cucumber farming was feasible with an R/C value of 1.51. The factors that influence farm production in Lubuk Alung sub-district are seed and fertilizer, which significantly affect production, while land area, pesticides and labor have no significant effect on production.Keywords: cobb-douglass production function, cucumber, income.
2022-02-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35950 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v6i2.35950
1670771 #7423 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT GENERASI Z DALAM MEMBELI JAMU MADURA (Studi Kasus Pada Masyarakat Kabupaten Pamekasan) Ibrohim, Bob Sandi
Nugroho, Taufik Rizal Dwi Adi
AbstrakPerkembangan zaman membuat minat masyarakat dalam mengkonsumsi jamu tradisional mulai menurun, terutama pada generasi Z. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik generasi Z dan menganalisis faktor–faktor yang memengaruhi minat beli generasi Z terhadap jamu tradisional Madura. Regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari 100 responden. Sampel penelitian ditentukan  menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan generasi Z konsumen jamu tradisional Madura di dominasi oleh perempuan dengan usia 21–25 tahun, tingkat pendidikan SMA/K yang belum menikah dengan penghasilan  <Rp.500.000 per bulan. Faktor yang berpengaruh terhadap minat beli jamu tradisional Madura generasi Z adalah faktor pengetahuan, harga, lokasi, dan pelayanan. Beberapa hal yang perlu dilakukan produsen jamu tradisional Madura yaitu memberikan informasi yang jelas tentang karakteristik, manfaat, dan kepuasan yang diperoleh konsumen dari jamu tradisional Madura. Selain itu, harga yang terjangkau, lokasi yang mudah dijangkau dan terlihat, serta pelayanan yang baik seperti fasilitas lengkap dan kehandalan pelayanan menjadi faktor penting untuk diperhatikan.Kata kunci: generasi z, jamu tradisional, pamekasan, minat beliAbstractThe evolving times have contributed to the decline of people’s interest in consuming traditional medicine, particularly among generation Z. This study aims to identify the characteristics of generation Z and analyze the factors that influence their purchasing interest in Madurese traditional medicine. Multiple linear regression were used to analyze the data from 100 respondents. The research sample was selected using a purposive sampling method. The results indicate that generation Z consumers of Madurese traditional medicine were dominated by women aged 21–25 years, unmarried, high school education level, and a monthly income <Rp. 500,000. Knowledge, price, location, and service were identified as factors that influence the purchasing interest of Madurese traditional medicine in generation Z. Producers of Madurese traditional medicine should undertake several measures, such as providing comprehensive information about the characteristics, benefits, and satisfaction that consumers get from Madurese traditional medicine. Keywords: Generation Z, Pamekasan, Purchasing interest, Traditional Herbal Remedies
Agribisnis, Manajemen Agribisnis, Entrepreneurship 2024-08-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48422 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v9i1.48422
1670770 #7423 PENERAPAN TEKNOLOGI PENGEMASAN DAN INOVASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN MUTU PRODUK PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH BERBASIS OLAHAN PANGAN DI DESA CIKUDA KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Putri, Selly Harnesa
Ardiansah, Irfan
Rahmah, Devi Maulida
ABSTRAK Desa Cikuda merupakan desa yang bersebelahan dengan kampus Unpad Jatinangor berjarak sekitar 2,7 KM. Kurang sejahteranya masyarakat secara mandiri ditambah dengan jumlah angka pengangguran memunculkan peluang baru untuk beralih kepada pembentukan industry rumah tangga. Keberadaannya mampu memberikan ruang bagi banyak orang untuk tidak tergantung pada kerasnya persaingan dunia kerja. Permasalahan yang terdapat pada industry rumah tangga di desa tersebut adalah kualitas produk yang masih rendah, serta penampilan produk yang kurang menarik sehingga tidak berdampak pada kesejahteraan pelaku usaha. Perbaikan mutu produk dapat melalui penerapan teknologi pengemasan dan inovasi produk. Dengan adanya transfer pengetahuan pada masyarakat yang menjadi mitra dalam program ini yaitu pelaku IKM olahan pangan Desa Cikuda dapat menerapkan teknologi pengemasan dan inovasi produk, serta mendukung program pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Kata kunci: teknologi pengemasan, inovasi produk, IKM ABSTRACT Cikuda is a village near to Unpad campus in Jatinangor is about 2.7 KM. The lack of prosperity of the community independently coupled with the number of unemployed numbers raises new opportunities to shift to the establishment of the household industry. Its existence is able to provide space for many people not to depend on the rigors of the work world competition. Problems in the household industry is the product quality was still low, and the appearance of the product that is less attractive so as not to affect the welfare of business actors. Improvement of product quality can be through application of packaging technology and product innovation. Transfer knowledge to the community that is a partner in this program is the perpetrator of IKM at Cikuda can apply packaging technology and product innovation, and support the government program in improving the economy of the community. Keywords: packaging technology, product innovation, Small Medium Enterprise
2019-12-03 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15874 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i2.15874
1670769 #7423 PENDAPATAN DAN RISIKO USAHATANI MELON DENGAN SISTEM HIDROPONIK Kusumayanti, Ni Made Mega
Arisena, Gede Mekse Korri
AbstrakUsahatani melon (Curcumis melo L.) merupakan usaha hortikultura komersial yang memiliki peluang keuntungan besar, terutama dengan metode hidroponik. Namun, produksi melon mengalami fluktuasi tahunan akibat faktor cuaca, hama, penyakit, pasar, dan manusia, yang dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, analisis pendapatan dan risiko dalam usahatani melon hidroponik menjadi penting. Budidaya melon hidroponik bertujuan mengurangi risiko yang mempengaruhi pendapatan petani. Setiap varietas melon memiliki karakteristik serupa, sehingga sumber risiko juga cenderung sama. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan data dari berbagai literatur seperti buku dan jurnal. Usahatani melon di Indonesia menunjukkan prospek yang menjanjikan dengan tingkat keuntungan yang cukup baik. Hidroponik menawarkan efisiensi lahan dan hasil lebih cepat, tetapi tetap menghadapi tantangan risiko. Meskipun risiko tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, dapat diminimalkan dengan pemanfaatan teknologi, penanganan intensif, serta penggunaan input berkualitas seperti benih unggul dan pestisida. Upaya mengatasi risiko meliputi: (1) diversifikasi produk untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis tanaman, (2) manajemen risiko dengan strategi pencegahan, dan (3) dukungan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur dan kebijakan.Kata kunci: Pendapatan, risiko, melon, hidroponik.AbstractMelon farming (Curcumis melo L.) is a commercial horticultural business that has great profit potential, especially with the hydroponic method. However, melon production experiences annual fluctuations due to weather, pests, diseases, markets, and human factors, which can affect business sustainability. Therefore, income and risk analysis in hydroponic melon farming is important. Hydroponic melon cultivation aims to reduce risks that affect farmers' income. Each melon variety has similar characteristics, so the sources of risk also tend to be the same. This study uses a literature study method by collecting, processing, and concluding data from various literature such as books and journals. Melon production in Indonesia continues to increase, providing profit opportunities for farmers. Hydroponics offers land efficiency and faster results, but still faces risk challenges. Although risks cannot be completely eliminated, they can be minimized by utilizing technology, intensive handling, and the use of quality inputs such as superior seeds and pesticides. Efforts to overcome risks include: (1) product diversification to reduce dependence on one type of crop, (2) risk management with prevention strategies, and (3) government support in providing infrastructure and policies.Keywords: Income, risk, melon, hydroponic.
2025-07-02 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/62109 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.62109
1670768 #7423 ANALISIS KOLABORASI PADA PENGEMBANGAN KEMITRAAN USAHATANI MANGGA DI KABUPATEN MAJALENGKA Andayani, Sri Ayu
Sulistyowati, Lies
Azizah, Siti Nur
Jawa Barat merupakan salah satu sentra mangga di Indonesia dan Kabupaten Majalengka termasuk didalamnya. Potensinya cukup besar, namun belum didukung dengan kemitraan yang berkelanjutan.Melalui kemitraan diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas pasokan. Padakenyataanya, kemitraan yang terjadi belum memberikan kepastian pasar dan kepercayaan antar pihakyang terlibat. Penelitian ini bertujuan mengkaji kolaborasi dalam kemitraan mangga dan memberikanupaya dalam mengatasi konflik yang terjadi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari petani manggadan PD.Dunia Buah (bandar besar). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik studikasus dan teknik analisis deskriptif dengan bantuan alat analisis model teori drama. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kolaborasi antar pelaku kemitraan mangga belum terlaksana dengan baik, karenamasing-masing pelaku belum dapat berperan sesuai fungsinya masing-masing, sehingga konflik dandilema masih terjadi. Kemitraan masih diwarnai konflik, dilema dan ancaman, terutama terkaitstandar kualitas, tenggang waktu pembayaran dan bantuan modal. Melalui kerangka pikir bersama(petani mangga dengan perusahaan mitra), maka dihasilkan resolusi/kesepakatan untuk keberlanjutankemitraan. Dengan demikian, masing-masing pihak tidak merasa dirugikan (terutama menyangkutkepastian pasar), sehingga akan memotivasi petani dalam meningkatkan produksi.Kata kunci: Mangga, kemitraan, teori drama
2016-07-23 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22685 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v1i1.22685
1670767 #7423 ANALISIS PEMASARAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens.L) DI KELURAHAN TERITIP KECAMATAN BALIKPAPAN TIMUR KOTA BALIKPAPAN Sagita, Anjely Rahma
Maryam, Syarifah
Mariyah, Mariyah
Abstrak Harga cabai rawit yang fluktuatif menimbulkan ketidakpastian dalam pendapatan yang diterima oleh petani. Kelurahan Teritip merupakan salah satu daerah pengembangan tanaman hortikultura di Kota Balikpapan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, marjin pemasaran, farmers’ share, menganalisis keuntungan lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran, dan menganalisis efisiensi pemasaran cabai rawit.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember tahun 2024 di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Penentuan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling dan snowball sampling. Penelitian ini melibatkan 37 responden, termasuk 15 petani cabai rawit, 7 pengumpul, dan 15 pengecer. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran di Kelurahan Teritip adalah saluran dua Tingkat (Petani-Pedagang Pengumpul-Pedagang Pengecer-Konsumen). Margin sebesar Rp 15.000,00 per kilogram, dengan bagian harga yang diterima petani sebesar 57% dari harga tersebut.  Rata-rata keuntungan pemasaran di Tingkat pedagang pengumpul adalah Rp 4.311,00 per kilogram per responden, sedangkan pengecer memperoleh rata-rata Rp 7.191,00 per kilogram per responden. Pengumpul mencapai tingkat efisiensi 3%, sedangkan pengecer mencapai 8%. Pemasaran cabai rawit termasuk kategori efisien.Kata Kunci: Cabai Rawit, Fluktuasi Harga, Hortikultura, Marjin, Pemasaran.AbstractCayenne pepper prices are subject to fluctuations, which result in farmers experiencing income uncertainty.  This research aims to determine the efficiency of cayenne pepper marketing in Teritip Village, East Balikpapan District, Balikpapan City, as well as the marketing margins, portion received by farmers, and profits earned by each marketing institution.  Teritip Village, Balikpapan Timur Subdistrict, Balikpapan City, was the site of this investigation from November to December 2024.  The sampling methods employed were purposive sampling and snowball sampling.  A total of 37 respondents participated in the study, which included 15 chili pepper farmers, 7 collectors, and 15 retailers.  The analysis methodologies implemented included descriptive analysis and marketing efficiency analysis.  The study's findings suggest that the chili pepper marketing channel in Teritip Village is a two-level marketing channel (producer-collectors-retailers-consumer).  Farmers receive 57% of the total marketing margin, which is Rp 15,000.00 per kilogram.   The average marketing profit of collectors is Rp 4,311.00 per kilogram per respondent, while the average profit of retailers is Rp 7,191.00 per kilogram per respondent.  Retailers attain an efficiency level of 8%, while collectors attain a percentage of 3%. Marketing of cayenne peppers is efficient.Keywords: Cayenne Peppers, Price Fluctuations, Horticulture, Margin, Marketing.
Sosial Ekonomi Pertanian, Agribisnis 2025-12-22 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65686 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.65686
1670766 #7423 Karakteristik Petani dan Kelayakan Usahatani Cabai Besar (Capsiccum Annum L) dan Cabai Rawit (Capsiccum Frutescens L) di Sumatera Utara Cahya, Arifah Astining
Br Bangun, Rita Herawaty
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan menganalisis kelayakan usahatani cabai besar dan cabai rawit di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Karakteristik rumah tangga usaha tani cabai besar dan cabai rawit menunjukkan bahwa umur petani cabai besar dan cabai rawit sebagian besar berada di usia yang produktif, sebagian besar pendidikan petani masih rendah, pembiayaan modal berasal dari modal sendiri dan sebagian besar usahatani cabai besar dan cabai rawit tidak mendapatkan bimbingan atau penyuluhan. Analisis data dilakukan untuk melihat kelayakan usahatani cabai besar dan cabai rawit menggunakan analisis R/C (Return Cost Ratio) dan B/C (Benefit Cost Ratio). Berdasar hasil penghitungan pada usahatani cabai besar diperoleh nilai R/C>1 sebesar 1,56 dan B/C>0 sebesar 0,56. Penghitungan pada usahatani cabai rawit diperoleh nilai R/C>1 sebesar 1,93 dan B/C>0 sebesar 0,93. Dari hasil analisis usahatani cabai besar dan cabai rawit dapat disimpulkan bahwa usahatani ini layak dan menguntungkan secara ekonomi untuk diusahakan.Kata kunci: cabai, karakteristik, kelayakan usahataniAbstract This study aims to determine characteristics  and analyze the feasibility of chili pepper (Capsicum annuum L) and cayenne pepper (Capsicum frutescent L) farming in Sumatera Utara . This research uses descriptive analysis. The data used in this study is secondary data. Household characteristics of chili pepper and cayenne pepper farming show that the age of farmers of chili pepper and cayenne pepper are mostly in productive age; most of the farmers' education is still low; capital financing comes from their capital and most of the chili pepper and cayenne pepper farming is not get guidance or counseling. Data analysis was carried out to see the feasibility of chili pepper and cayenne pepper farming using R / C (Revenue Cost Ratio) and B / C (Benefit Cost Ratio) analysis. Based on the results of calculations on chili pepper farming obtained R/C value 1,56 and B/C value 0,56. Calculation of the cayenne farming obtained R/C value 1,93 and B/C value 0,93. From the results of the analysis of chili pepper and cayenne pepper farming, it can be concluded that this farming is feasible and economically profitable to be cultivated..Keywords: business feasibility, characteristics, chili
2020-08-03 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27139 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v5i1.27139
1670765 #7423 ANALISIS INDEKS KEBERLANJUTAN USAHA PEMBESARAN LOBSTER DI PULAU LOMBOK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Susanti, Ervin Nora
Oktaviani, Rina
Hartoyo, Sri
Priyarsono, Dominicus Savio
ABSTRAKKeberhasilan implementasi pertanian berkelanjutan tidak hanya terkait pada keamanan ketersediaanpangan secara nasional, tetapi juga terkait dengan peran penting sektor pertanian dalamperekonomian nasional. Unit-unit kegiatan usahatani yang berorientasi pada keberlanjutan usahaakan menjadi penggerak bagi perekonomian. Usaha pembesaran lobster merupakan salah satu unitkegiatan sektor perikanan yang memiliki kontribusi bagi perekonomian. Keberhasilan usahapembesaran lobster yang berkelanjutan dipengaruhi oleh keterlibatan beberapa pihak termasukpetani. Petani merupakan subjek yang terlibat langsung dalam pelaksanaan konsep pembangunanpertanian berkelanjutan dilapangan. Persepsi petani terhadap keberlanjutan usaha bisa menjadi tolokukur keberhasilan pertanian berkelanjutan di tingkat usahatani. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis tingkat keberlanjutan menggunakan indeks komposit dari data skala likert persepsipetani terhadap keberlanjutan usaha pembesaran lobster. Data skala likert yang merupakan skalaordinal ditransformasikan ke dalam skala interval menggunakan pendekatan Method of SuccesiveInterval (MSI). Pengumpulan data dilakukan melalui survey kepada 106 petani lobster di PulauLombok Provinsi Nusa Tenggara Barat menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa nilai indeks persepsi keberlanjutan untuk dimensi ekonomi, sosial danlingkungan masing-masing masuk pada katagori keberlanjutan “sedang” dengan nilai rata-rataadalah 0.58; 0.56 dan 0.54. Indeks gabungan yang merupakan interaksi antara ketiga dimensimemiliki rata-rata 0.56 juga masuk pada katagori “sedang”.Kata kunci : pertanian berkelanjutan, indeks keberlanjutan, persepsi petani, budidaya lobsterABSTRACTThe successful of sustainable farming implementation is not only related to the security of foodsupply, but also to the contribution to national economy. Sustainability oriented farming will becomea motor for the economy. One of contributing unit is lobster farming. The success of sustainablelobster farming is affected by the involvement of multiple parties, including the farmers. Farmers arethe subject who directly involved in implementing the concept of sustainable agriculturaldevelopment. The farmers’s perception of sustainability is a benchmark of successful sustainableagriculture at the farm level. This study aimed to analyze sustainability level by using the compositeindex of the likert scale data on the perception of farmers towards farming sustainability. Likertordinal scale data is transformed into interval scale using Method of Successive Interval (MSI).Data collected through a survey to 106 farmers in Lombok Island, West Nusa Tenggara provinceusing a structured questionnaire. The results suggest that the value of the index of sustainabilityperception for the economic, social and environment each fall into”moderate” category with theaverage value is 0.58, 0.56 and 0.54 respectively. The Composite index, interaction between aspects,have an average of 0.56 is also fall into the “moderate” category.Keywords: sustainable agriculture, sustainability index, farmers perception, lobster farming
2019-07-23 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15049 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i1.15049
1670764 #7423 ANALISIS KEBERLANJUTAN PERKEBUNAN TEH UNIT MALABAR DI PTPN VIII PANGALENGAN JAWA BARAT Larasati, Farah
Tangim, Ernah
Syamsiyah, Nur
Yudha, Eka Purna
AbstrakTeh merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan Indonesia yang dijadikan sebagai penghasil devisa negara. Tanaman teh dilestarikan mulai dari pemeliharaan hingga pengolahannya menjadi produk berdaya saing. Unit Malabar merupakan perusahaan agroindustri yang mengupayakan tanaman teh dengan berbagai aspek pendukung didalamnya, seperti aspek lingkungan, aspek ekonomi, dan aspek sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dan menganalisis status keberlanjutan perkebunan teh Unit Malabar yang terletak di Pangalengan Jawa Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode Multidimensional Scalling (MDS) Rap. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengisian kuesioner yang didukung oleh 4 informan kunci dan 30 responden sebagai pelengkap sumber data yang ditentukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut-atribut dalam aspek lingkungan dinilai cukup berkelanjutan dengan indeks sebesar 74,63%. Atribut-atribut dalam aspek ekonomi dinilai berkelanjutan dengan indeks sebesar 77,68%. Sedangkan atribut-atribut dalam aspek sosial dinilai kurang berkelanjutan dengan indeks sebesar 57,23% pada skala 0-100. Berdasarkan status keberlanjutannya, terdapat 2 atribut sensitif pada masing-masing aspek yang berpengaruh secara positif terhadap perkebunan teh.Kata kunci: Perkebunan teh, MDS Rap, Kebun Malabar, keberlanjutan.AbstractTea is one of Indonesia's leading plantation commodities which is used as a foreign exchange earner. Tea plants are preserved from maintenance to processing into competitive products. Malabar Unit is an agro-industrial company that cultivates tea plants with various supporting aspects in them, such as environmental aspects, economic aspects, and social aspects. This study was conducted to evaluate and analyze the sustainability status of the Malabar Unit tea plantation located in Pangalengan, West Java. The research design used is qualitative with the Multidimensional Scaling (MDS) Rap method. The data used are primary data and secondary data. Primary data was obtained through observation, interviews, documentation, and filling out questionnaires supported by 4 key informants and 30 respondents as complementary data sources determined purposively. The results of the study showed that the attributes in the environmental aspect were considered quite sustainable with an index of 74.63%. The attributes in the economic aspect were considered sustainable with an index of 77.68%. While the attributes in the social aspect were considered less sustainable with an index of 57.23% on a scale of 0-100. Based on its sustainability status, there are 2 sensitive attributes in each aspect that have a positive influence on tea plantations.Keywords: Tea plantation, MDS Rap, Malabar Garden, sustainability.
Ekonomi Pertanian 2025-02-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/58148 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v9i2.58148
1670763 #7423 ANALISIS EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI SEMANGKA MERAH DAN SEMANGKA KUNING DI GAPOKTAN NGUDI SANTOSO KABUPATEN PATI Aprilia, Indri
Prasetyo, Edy
Mulyatno, Bambang S.
ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi lahan, benih, pupuk Phonska, pupuk Za, pestisida, dan tenaga kerja terhadap hasil produksi usahatani semangka merah dan semangka kuning, serta untuk menganalisis tingkat efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani semangka merah dan usahatani semangka kuning. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2017 di Gapoktan Ngudi Santoso Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan jumlah responden dilakukan dengan metode slovin, kemudian dari hasil tersebut ditetapkan sebagai kuota dengan metode quota sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari responden dengan wawancara menggunakan panduan kuesioner. Data sekunder diambil dari sumber atau instansi-instansi terkait serta dari pustaka lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Analisis data menggunakan fungsi produksi model Cobb-Douglas, analisis regresi linier berganda dan independent sample t-test. Hasil dari penelitian yaitu penggunaan faktor-faktor produksi luas lahan, benih, pupuk Phonska, pupuk ZA, pestisida dan tenaga kerja secara serempak berpengaruh terhadap produksi semangka merah dan semangka kuning. Nilai signifikansi t-test efisiensi ekonomi lahan, benih, pupuk Phonska, pupuk ZA, pestisida, dan tenaga kerja usahatani semangka merah dan semangka kuning berturut-turut adalah 0,001; 0,002; 0,000; 0,000; 0,000; dan 0,000. Berdasarkan nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan.Kata Kunci: efisiensi ekonomi, faktor-faktor produksi, semangka merah, semangka kuning.ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the influence of the use of factors of land production, seeds, Phonska fertilizer, Za fertilizer, pesticides, and labor on the production of red watermelon and yellow watermelon farming, and to analyze the level of economic efficiency using the factors of red watermelon farming production. and yellow watermelon farming. The study was conducted in November 2017 at Ngudi Santoso Gapoktan Bakalan Village, Dukuhseti District, Pati Regency. The research method used is the survey method. Determination of the number of respondents is done by the Slovin method, then the results are determined as quota with the quota sampling method. The data used are primary data and secondary data. Primary data was obtained from respondents by interview using a questionnaire guide. Secondary data is taken from sources or related agencies as well as from other literature related to this research. Data analysis used the Cobb-Douglas model production function, multiple linear regression analysis and independent sample t-test. The results of the study, namely the use of factors of production of land area, seeds, Phonska fertilizer, ZA fertilizer, pesticides and labor simultaneously affect the production of red watermelon and yellow watermelon. The significance value of the t-test is the economic efficiency of land, seeds, Phonska fertilizer, ZA fertilizer, pesticides, and red watermelon and yellow watermelon farming labor. successively is 0.001; 0.002; 0,000; 0,000; 0,000; and 0,000. Based on these values indicate that there are significant differences.Keywords: economic efficiency, production factors, red watermelon, yellow watermelon
2019-12-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/18166 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i1.18166
1670762 #7423 STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BAWANG MERAH DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI DI DESA ELLAK LAOK KECAMATAN LENTENG KABUPATEN SUMENEP Suprapti, Isdiana
Putri, Maduri Dian
AbstrakPengembangan agribisnis bawang merah menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani di pedesaan. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan strategi yang tepat guna mendorong peningkatan produksi bawang merah di Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Para petani di wilayah ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya adopsi teknologi, ketergantungan pada pengairan tadah hujan, hingga harga pasar yang tidak stabil. Dengan pendekatan kualitatif eksploratif berbasis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 13 informan yang dipilih secara purposif, mencakup petani berpengalaman dan pemangku kepentingan lokal. Analisis dilakukan dengan metode SWOT dan QSPM untuk mengidentifikasi faktor kunci dan menyusun strategi prioritas. Hasil studi menunjukkan bahwa kekuatan utama petani terletak pada kepemilikan lahan sendiri dan penggunaan benih lokal bersertifikat, sementara peluang eksternal terbesar adalah kemudahan akses input produksi. Strategi utama yang direkomendasikan adalah pemanfaatan demonstration plot melalui dukungan penyuluh, agar petani lebih terbuka terhadap inovasi teknologi. Untuk mendukung implementasi strategi ini, diperlukan penguatan penyuluhan yang sistematis serta peran aktif pemerintah dalam penyediaan alat dan akses pembiayaan.Kata kunci:Agribisnis, Bawang merah, Strategi pengembangan, SWOT, QSPM.AbstractShallot is one of the horticultural commodities which high economic value, including in Ellak Laok Village, Lenteng District, Sumenep Regency. This study aimed (1) to identify the internal and external factors of shallot farming, and (2) Analyze an alternative strategy and an appropriate strategic priority in determining shallot agribusiness development in Ellak Laok Village. In analyzing the data obtained, this study employed IFE, EFE, IE Matrix, SWOT Matrix, and QSPM analysis. The results showed that the internal factors that had the highest scores were the status of land ownership and the use of certified local seeds with a score of 0.463. While the external factor is the availability of accessible production inputs (seeds, fertilizers, pesticides) with a score of 0.358. The priority for the shallot farming development strategy is to utilize the support of agricultural extension agents through demonstration plots regarding the characteristics and relative advantages of using technological innovations to provide maximum production results. Therefore, motivation and awareness of the shallot farmers are needed to be able to adopt technological innovations provided by agricultural extension agents.Keywords: Strategy, development, shallots, SWOT, QSPM.
Agribisnis 2025-07-02 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63563 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.63563
1670761 #7423 DINAMIKA PRODUKTIVITAS PADI DITINJAU DARI FLUKTUASI SUSUT HASIL SERTA FAKTOR SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA YANG MEMPENGARUHINYA Rasmikayati, Elly
Faisal, Asep
ABSTRAKUpaya-upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan dalam rangka mencapaiswasembada pangan masih terus dilakukan. Namun di sisi lain, kehilangan akibat tingkat susut hasilpadi yang tinggi menjadi salah satu permasalahan nyata yang harus segera diatasi. Tujuan dariartikel ini adalah mengidentifikasi dinamika produktivitas padi Jawa Barat, memaparkan dinamikavariasi susut hasil padi di Jawa Barat dan mengidentifikasi faktor-faktor non teknis apa saja yangmempengaruhi susut hasil padi. Metode yang digunakan adalah two-phase mixed method. Hasilpenelitian mengungkapkan terjadinya fluktuasi yang lebih tajam dan laju pertumbuhan yang lebihlambat pada produtivitas padi Jawa Barat dibandingkan Jawa Tengah dan Jawa Timur, kemudiandinamika variasi susut hasil di Jawa Barat masih cukup memprihatinkan dan belum adakecenderungan untuk turun, selama kurun waktu 3 tahun selalu berada di level tertinggi pada 11,46%. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor non teknis yang menjadideterminan terhadap susut hasil padi yaitu faktor pendapatan usahatani, luas lahan, perasaan, normadan penggilingan. Implikasi kebijakan untuk mengatasi tingkat susut hasil gabah dan beras antaralain mendorong petani untuk lebih memperhatian pembiayaan untuk perlakuan panen dan pascapanen padi untuk menurunkan susut hasil.Kata kunci: produktivitas padi, susut hasil padi, faktor sosial, faktor ekonomi, faktor budayaABSTRACTGovernment efforts to increase food production in order to achieve food self-sufficiency is stillunderway. But on the other hand, the loss due to high yield losses of rice to be one of the realproblems that must be addressed immediately. The purpose of this article is to reveal the dynamicsrice production in West Java, reveal the dynamics of variation of losses rice result in West Java, andidentifies non-technical factors that influence rice yield losses. The method used is a two-phasemixed method. Results of the study revealed that occur the sharper fluctuation and slower growthrate in rice productifity in West Java compared to Central Java and East Java, then the dynamics ofthe variation of losses results in West Java is still quite alarming and there is no tendency to godown, during a period of 3 years has always been at the highest level at 11.46%. The path analysisresult showed that there are non-technical factors that determine rice yield losses including farmincome, land area, feelings, norms and milling factors. The implication policies to overcome riceyield losses are encouraging farmers to pay more attention for the cost of harvest/post-harvesttreatment to reduce rice yield losses.Keywords: rice productivity, rice yield losses, social factor, economics factor, culture factor
2016-12-23 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22709 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v1i2.22709
1670760 #7423 Masa Depan Kakao Indonesia: Pendekatan Integratif untuk Pengembangan Kakao Berkelanjutan Nugraha, Adi
Heryanto, Mahra A.
Kurnia, Ganjar
AbstrakKakao merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis Indonesia yang berperan penting dalam perekonomian nasional dan penghidupan petani kecil. Namun, pengembangan kakao nasional menghadapi berbagai tantangan, termasuk penurunan produktivitas, perubahan iklim, fluktuasi harga global, serta tuntutan praktik produksi berkelanjutan dari pasar global. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika sistem agribisnis kakao Indonesia secara integratif melalui proyeksi kuantitatif jangka panjang dan analisis sistem agribisnis. Pendekatan kualitatif digunakan dengan analisis data sekunder menggunakan model ARIMAX untuk memproyeksikan produksi, produktivitas, dan luas lahan kakao hingga tahun 2045. Hasil proyeksi kemudian diperdalam melalui analisis kualitatif berbasis system dynamics dengan penyusunan Causal Loop Diagram berdasarkan wawancara mendalam dan observasi lapangan di sentra kakao Luwu Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi kakao Indonesia berpotensi meningkat dalam jangka panjang, terutama melalui peningkatan produktivitas, meskipun tetap dipengaruhi flukutasi pasar dan faktor lingkungan. Analisis sistem menunjukkan bahwa keberlanjutan kakao nasional sangat dipengaruhi oleh interaksi antara produktivitas, kelembagaan petani, industri hilir, kebijakan pemerintah, dan dinamika pasar global. Penguatan sistem perbenihan, percepatan peremajaan, peningkatan kapasitas petani, serta pengembangan industri hilir menjadi faktor kunci dalam mendorong sistem produksi kakao berkelanjutan di Indonesia.Kata kunci: Kakao berkelanjutan, sistem agribisnis kakao, pembangunan perkebunan, system dynamics.AbstractCocoa is one of Indonesia’s strategic plantation commodities, playing a significant role in the national economy and the livelihoods of smallholder farmers. However, the development of the national cocoa sector faces various challenges, including declining productivity, climate change, global price fluctuations, and increasing demands for sustainable production practices from the international market. This study aims to analyze the dynamics of Indonesia’s cocoa agribusiness system in an integrative manner through long-term quantitative projections and agribusiness system analysis. A qualitative approach was employed, utilizing secondary data analysis with the ARIMAX model to project cocoa production, productivity, and cultivated area through 2045. The projection results were further elaborated through qualitative system dynamics analysis by constructing a Causal Loop Diagram based on in-depth interviews and field observations conducted in the cocoa-producing center of North Luwu. The findings indicate that Indonesia’s cocoa production has the potential to increase in the long term, primarily through improvements in productivity, although it remains influenced by market fluctuations and environmental factors. The system analysis reveals that the sustainability of the national cocoa sector is strongly shaped by the interaction among productivity, farmer institutions, downstream industries, government policies, and global market dynamics. Strengthening the seed system, accelerating replanting programs, enhancing farmers’ capacity, and developing downstream industries are key factors in promoting a sustainable cocoa production system in Indonesia.Keywords: Sustainable cocoa, cocoa agribusiness system, plantation development, system dynamics.
2025-12-20 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/69847 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.69847
1670759 #7423 DAMPAK USAHATANI KOMODITAS PORANG TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA KLANGON, KECAMATAN SARADAN, KABUPATEN MADIUN Hamdhan, Risky Al
AbstrakPorang menjadi komoditi ekspor unggulan Desa Klangon Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Tanaman porang  memiliki harga jual yang tinggi dan merupakan komoditi utama sebagai salah satu sumber pendapatan daerah, serta kemakmuran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak usahatani komoditas porang terhadap kesejahteraan masyarakat yang dilihat dari kelembagaan dan biaya produksi, pemasaran dan penerimaan serta pendapatan petani. Objek lokasi penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan bahwasannya Desa Klangon merupakan sentral produsen porang di Kabupaten Madiun dan sekaligus endemik porang Indonesia yang diberi dengan Madiun-1. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, ditinjau dari tingkat kesejahteraan rakyat di Desa Klangon ini mayoritas pada tingkat level sedang, dengan persentase 40,9% atau sebanyak 738 KK yang dalam kriteria menengah keatas. Dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif melalui proses reduksi data dan perhitungan, maka produksi awal (investasi awal) usahatani porang dengan luas lahan satu hektar dengan biaya Rp.87.660.000, rata-rata pendapatan pertahun yang diperoleh petani ialah Rp.260.340.000. Melihat potensi dan besarnya keuntungan dalam budidaya porang terhadap kesejahteraan masyarakat desa, untuk itu perlu adanya campur tangan Pemerintah Kabupaten Madiun guna melakukan pemilihan lokasi baru untuk budidaya porang. Serta perlu adanya peningkatan investasi pada komoditas tersebut karena mengingat masih sangat mungkin untuk ditingkatkan.Kata kunci: porang, klangon, kesejahteraan masyarakat, analisis usahataniAbstractPorang is the leading export commodity in Klangon Village, Saradan District, Madiun Regency. The porang plant has a high selling price and is the main commodity as a source of regional income, as well as the people's welfare. This study aims to describe the impact of porang commodity farming on community welfare as seen from the institutional and production costs, marketing and income and farmer income. The object of the research location was chosen based on the consideration that Klangon Village is the central producer of porang in Madiun Regency and at the same time is endemic to Indonesian porang given Madiun-1. The results of the study reveal that, in terms of the welfare level of the people in Klangon Village, the majority are at the medium level, with a percentage of 40, 9% or as many as 738 households in the upper middle criteria. By using qualitative descriptive data analysis through the process of data reduction and calculation, the initial production (initial investment) of porang farming with a land area of one hectare at a cost of Rp. 87,660,000, the average annual income earned by farmers is Rp. 260,340,000. Seeing the potential and the magnitude of the benefits in cultivating porang for the welfare of the village community, it is necessary for the Madiun Regency Government to intervene in selecting a new location for porang cultivation. And there needs to be an increase in investment in these commodities because it is still possible to increase it.Keywords: porang, klangon, community walfare, economic analysis of farming
2021-01-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/30614 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v5i2.30614
1670758 #7423 MEMAHAMI PELIBATAN PELANGGAN DI DALAM PROSES BISNIS DAN PEMASARAN PRODUK SEGAR PADA RITEL ONLINE Utami, Hesty Nurul
Nugraha, Adi
AbstrakSemakin berkembangnya penggunaan teknologi digital dan internet telah mentransformasi model keterlibatan konsumen di dalam bisnis online akibat perubahan pola perilaku belanja konsumen dan munculnya model bisnis baru yang dilakukan oleh perusahaan. Perkembangan platform digital juga mempengaruhi jenis bisnis ritel yang dijalankan secara online, seperti penjualan bahan pangan produk segar untuk kebutuhan sehari – hari. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pelibatan konsumen sebagai bagian dari proses bisnis yang dijalankan oleh pebisnis ritel online yang menjual produk segar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan para pelaku usaha yang terlibat di dalam jaringan usaha ritel online yang menjual produk segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelibatan konsumen menjadi salah satu hal penting di dalam proses bisnis ritel online yang menjual produk segar dengan menjadikan konsumen sebagai pihak yang berpotensi mempengaruhi model bisnis. Pelibatan konsumen dilakukan melalui interaksi yang dekat dengan setiap konsumen dan penciptaan pengalaman berbelanja yang berbeda dibandingkan dengan berbelanja produk segar di ritel konvensional. Pengalaman berbelanja online diterjemakan ke dalam berbagai aktivitas pemasaran kreatif dan inovatif sebagai diferensiasi bisnis. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepuasan konsumen, penyebarluasan informasi positif mengenai perusahaan, pembelian berulang, penciptaan permintaan baru, serta menciptakan diferensiasi pengalaman berbelanja secara online untuk produk segar.Kata kunci: platform digital, bisnis digital, pelibatan personal, pengalaman pelanggan, agribisnis AbstractThe increase of digital technology and internet usage has transformed consumer engagement models in online businesses due to the changes in consumer purchase behaviour and the emergence of new business models implemented by companies. Digital platform development has also influenced online retailing business types, such as selling food products categorised as fresh produce for daily consumer needs. This study investigates consumer engagement as part of online food retailing business processes. The study employed a qualitative research approach with in-depth interviews with various business actors involved in the online food business retail that sold fresh produce. The results show that consumer engagement has become one of the essential parts of the business process of food online retailing by putting consumers as the party that potentially influences the company's business model. Consumer engagement is developed through close interactions with every consumer and creates an exceptional consumer experience distinct from conventional food retails. The online purchase experience is interpreted in various creative and innovative marketing activities used as business differentiation. These activities are expected to positively impact increasing consumer satisfaction, spreading positive information about the company, repeat purchase, creating new demands, and creating differentiation for fresh produce online purchase experience. Keywords: digital platforms, digital business, personal engagement, customer experience, agribusiness
2022-07-31 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40420 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v7i1.40420
1670757 #7423 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PANGSA PENGELUARAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI PADI-SAPI DI KECAMATAN PANGKALAN KABUPATEN KARAWANG Sugiarto, Ugih
Karyani, Tuti
Rochdiani, Dini
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status ketahanan pangan rumah tangga petani padi serta faktor-faktor yang mempengaruhi pangsa pengeluaran pangan di Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik survey. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini dilakukan dengan cara stratified random sampling. Dengan mengidentifikasi daerah dan petani yang memiliki potensi pertanian padi dan usaha ternak sapi maka terpilihlah Desa Tamanmekar, Desa Tamansari, dan Desa Medalsari di Kecamatan Pangkalan yang memiliki jumlah petani padi-sapi terbanyak menurut data survei awal sebelum penelitian. Dari populasi 146 petani diambil sampel yang sebanyak 107 responden petani padi dan padi-sapi. Analisis data menggunakan analisis pangsa pengeluaran pangan dan regresi logistik biner untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani. Hasil perhitungan pangsa pengeluaran pangan dengan status tahan pangan sebanyak 69 petani, sedangkan jumlah rumah tangga dengan status tidak tahan pangan sebanyak 38 petani. Hasil regresi logistik biner menunjukkan bahwa faktor jumlah anggota keluarga, usia kepala keluarga, dan jenis usahatani berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani dengan nilai signifikansi α = 5% dan α = 10%.Kata kunci : pangsa pengeluaran pangan, regresi logistik binerABSTRACT This study aims to identify the status of food security of rice farmers' households and the factors that influence share of food expenditure in Pangkalan District, Karawang Regency. This research is a quantitative research with survey techniques. The sampling technique in this study was carried out by stratified random sampling. By identifying areas and farmers have potential rice farming and cattle then elected Tamanmekar village, Tamansari village, and Medalsari village has several rice-cattle farmers according to preliminary survey prior to the study. From the population of 146 farmers, sample of 107 respondents from rice farmers and rice-cattle farmers was taken.  Data analysis used an analysis of share of food expenditure and binary logistic regression to analyze the factors that influence farm household food security. The share of food expenditure calculation results with food secure status is 69 farmers, while the number of households with food insecure status is 38 farmers. The binary logistic regression results indicate that the number of family members, the age of the family head, and the type of farming affect the food security of farm households with a significance value of α = 5% and α = 10%.Keywords: share of food expenditure, binary logistic regression.
2018-12-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20660 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i2.20660
Menampilkan 2.401 - 2.420 dari total 1.550.696 data