Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↓ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1672296 #5605 Analisis Persentase Komponen Angin Pada Landasan Pacu Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang Isnoor, Khalid Fikri Nugraha
Informasi arah dan kecepatan angin merupakan salah satu unsur cuaca yang sangat dibutukan terutama saat proses take-off dan landing pesawat dalam operasional penerbangan. Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya arah dan kecepatan angin permukaan saja, namun juga perhitungan komponen angin yang dihasilkan. Komponen angin tersebut terdiri dari headwind (angin dari arah depan pesawat), tailwind (angin dari arah belakang pesawat), dan crosswind (angin dari arah sisi samping pesawat) baik dari sisi kanan ataupun kiri pesawat. Penelitian ini secara khusus meneliti pada potensi kejadian headwind, tailwind, dan crosswind di Bandara Raja Haji Fisabilillah dengan menggunakan data arah dan kecepatan angin permukaan hasil pengamatan (sinoptik) tiap jam dari Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. Data ini merupakan kumpulan data arah dan kecepatan angin permukaan dari Januari tahun 2012 hingga Desember tahun 2021, yang kemudian diolah menggunakan metode perhitungan komponen angin dengan asumsi pesawat take-off dan landing menggunakan runway 04 dan diklasifikasikan kedalam kelas-kelas kecepatan angin sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan hasil perhitungan komponen angin secara keseluruhan, diketahui bahwa komponen angin headwind dan right-crosswind setiap bulannya paling dominan terjadi dengan persentase rata-rata 36.30% dan 36.47%, serta persentase kejadian tertinggi terjadi pada bulan April. Sedangkan untuk tailwind dan left-crosswind memiliki persentase rata-rata 13.70% dan 13.53%. Kemudian, untuk kelas kecepatan angin 0-5 knot secara keseluruhan selalu mendominasi pada masing-masing komponen angin disetiap bulannya, lalu disusul kelas kecepatan 6-10 knot dan 11-15 knot. Kemudian, untuk kelas kecepatan 16-20 knot dan lebih dari 20 knot memiliki persentase dibawah 1%.
2024-02-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43730 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i1.43730
1672295 #5605 Changes in The Statistical Properties of The Indonesian Stock Exchange Index Trough Five Different Time Periods Since 1998 Until 2016 Riveli, Nowo
A simple method based on Kolmogorov-Smirnov Test were applied to the Indonesian Stock Exchange Index (IHSG) daily log return distribution to identify it’s time segmentation . Five separated periods were found from the overall data since July 1997 until May 2016. Distribution of the daily log return price from each time periods are characterized by two shape parameters of the fitted Levy-stable function, where the parameters are directly related to the variance and skewness of the distribution. The resulting time segmentations does indeed show systematic differences on the evolution of the daily index price, and the varying two fit parameters of the daily return distribution can be used to explain such diverse behavior.
2017-07-24 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/13370 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i02.13370
1672294 #5605 Inversion Method for Calculating lll Conditioning in Dynamic Light Scattering (DLS) System: Application to Polydisperse Silica Suspension Riszekiya, Egis
Liu, Kin Men
Setianto, Setianto
Faizal, Ferry
This study presents the development and evaluation of a self-constructed Dynamic Light Scattering system using a digital oscilloscope as its main acquisition platform. The aim of this research is to investigate the ability of the oscilloscope-based approach to measure particle size distributions and to compare its performance with that of a conventional Dynamic Light Scattering instrument. Autocorrelation data collected at different temporal acquisition settings were processed using Tikhonov regularization, and the optimal regularization parameter was determined through analysis of the characteristic L-shaped curve. The results show that the temporal resolution of the oscilloscope strongly influences the stability and accuracy of the reconstructed particle size distributions. Measurements obtained at medium acquisition intervals provide the best agreement with the commercial system, producing sharp and well-defined particle size peaks. In contrast, excessively short or long acquisition windows introduce noise or loss of temporal detail, which affects the inversion results. Overall, the findings demonstrate that an oscilloscope-based Dynamic Light Scattering approach can serve as an effective and low-cost alternative for particle size characterization and has strong potential for future development into a portable and affordable optical measurement system.
2026-02-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68294 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v10i1.68294
1672293 #5605 Karakterisasi Sifat Fisis Papan Partikel Limbah Tongkol Jagung dengan Resin Epoxy Isosianat Simanullang, Ady Frenly
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tongkol jagung untuk pembuatan dan pengujian fisik papan partikel dan campuran resin epoksi isosianat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan residu tongkol jagung yang telah digiling menjadi 60 mesh dengan campuran 75, 70,65, 60 campuran pada campuran resin epoksi isosianat 25, 30, 35, 40 untuk mendapatkan kondisi pencampuran yang terbaik. Variasi komposisi tepung tongkol jagung pada kondisi campuran terbaik yang digunakan untuk produk pembuatan papan partikel adalah serbuk tongkol jagung 60% dan resin epoksi isosianat 40% sehingga menghasilkan sifat fisik meliputi kadar air 10,12%, perluasan ketebalan 16,54%, densitas 0,589 Sifat fisik partikel papan tongkol jagung telah memenuhi baku mutu SNI. 03 - 2105 - 2006
2021-02-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/30692 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i1.30692
1672292 #5605 Analisis Kerapatan Sambaran Petir Jenis Cloud to Ground berbasis Sistem Informasi Geografis di Wilayah Tanjung Jabung Timur Yulia, Elsartika Putri
Rustan, Annisa Fauziah, Nurhidayah,
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerapatan sambaran petir jenis cloud to ground di wilayah Tanjung Jabung Timur dan kaitannya dengan aspek di permukaan bumi (ketinggian, penggunaan lahan dan formasi geologi) menggunakan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang diperoleh yaitu kerapatan petir tertinggi terjadi pada bulan Oktober dan Desember, sedangkan yang terendah terjadi pada bulan Februari. Kerapatan petir rata-rata tahunan terjadi sebanyak 8 sambaran/km2 dengan kerapatan tertinggi hingga 189 sambaran/km2 yang terjadi di kecamatan Sadu sebagai daerah yang dekat dengan laut terbuka. Berdasarkan aspek di permukaan bumi, diperoleh Kerapatan sambaran petir cloud to ground yang terjadi di wilayah Tanjung Jabung Timur tidak mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya ketinggian. Kerapatan petir tertinggi terjadi pada jenis penggunaan lahan berupa lahan basah, sedangkan yang terendah terjadi pada lahan terbangun. Adapun formasi geologi dengan kerapatan petir paling tinggi yaitu formasi Endapan Rawa (Qs) tersusun atas batuan pasir, lanau, lempung, lumpur dan gambut yang tergolong sebagai bahan konduktor.
2023-02-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40387 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i1.40387
1672291 #5605 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMANTAU GELOMBANG OTAK YANG TERHUBUNG BLUETOOTH GHANI, FAISAL AULIA
ABDURROCHMAN, ANDRI
Penelitian ini mengembangkan perangkat pemantau gelombang otak untuk memantau kondisi hipnosis pada pasien dengan ansietas dental. Perangkat ini menggunakan metode Electroencephalograph (EEG) montase unipolar dengan tiga elektroda pada daerah parietal dan telinga. Pengolahan sinyal meliputi rangkaian proteksi, rangkaian penguat, rangkaian tapis analog, tapis digital, menggunakan mikrokontroler ESP32, indikator LED serta transmisi data via bluetooth ke aplikasi telepon pintar digunakan untuk menampilkan hasil pengolahan sinyal, termasuk frekuensi dominan dan status hipnosis pasien. Hasil pengujian menunjukkan perangkat mampu meredam sinyal dengan frekuensi dibawah 1 Hz dan diatas 30 Hz, serta menguatkan sinyal sesuai spesifikasi, perangkat berhasil menampilkan data frekuensi yang akurat pada aplikasi telepon pintar.
2024-08-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/55445 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i2.55445
1672290 #5605 Analisis Korosi Pipa Baja Karbon API 5L-X65 dengan Metoda Pembebanan Tiga Titik pada Lingkungan Gas H2S Kondisi Jenuh CO2 dalam Larutan Asam Asetat. Suhendi, Nendi
Hidayat, Darmawan
Men, Liu Kin
Setianto, S
Pada penelitian pipa baja karbon API 5L-X65 digunakan rumah sampel dengan spesimen tiga titik pembebanan berada  lingkungan gas CO2 dan H2S jenuh dalam larutan asam asetat, maka akan terjadi peristiwa fenomena korosi. Sedangkan fenomena korosi yang terjadi adalah korosi retak tegang (SCC, Stress Corrosion Cracking), adalah suatu peristiwa pembentukan dan perambatan retak dalam pipa logam yang terjadi secara simultan antara tegangan yang bekerja pada bahan dengan lingkungan yang korosif (sweet gas).Bila pada pemipaan jalur migas akan menjadi masalah, karena pada industri minyak bumi dan gas dapat menghambat proses produksi. Bila  sweet gas pada tekanan yang tinggi akan mengakibatkan korosi retak tegangan dan akan mengakibatkan pipa itu pecah. Dari hasil penelitian bahwa sampel yang berbeda dengan defleksi yang sama dalam variasi waktu paparan maka laju korosinya makin lama makin kecil karena ada yang terhalang materi pembentuk korosi. Hasilnya bahwa sampel pipa baja karbon terjadi korosi retak tegangan baik korosi transgranular ataupun korosi intergranular berdasarkan analisa mikrostruktur. Dan kedalaman cracknya 66,72 µm (0,06672 mm) unrtuk waktu paparan 672 jam, 93,00 µm (0,093 mm) untuk waktu paparan 1008 jam dan 143,01µm (0,14301 mm) untuk waktu paparan 1344 jam dengan defleksi 0,015 m. Dan berdasarkan hasil SEM-EDX bahwa pipa baja karbon API 5L-X65 sudah terdapat pemicu terjadinya korosi, yaitu karena terdapat zat cair yang terjebak sehingga terbentuk void.Kata Kunci: korosi retak tegangan, sweet gas, spesimen tiga titik pembebanan.
2018-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15370 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i1.15370
1672289 #5605 Estimasi Pengukuran Laju Aliran Sirkulasi Alam Pada Simulasi Sistem Pendingin Pasif Reaktor Nuklir Pre-FASSIP 02 Putra, Try Hutomo
Parwati, Intan
Pratama, Rosaldi
Mulyana, Cukup
Juarsa, Mulya
Padamnya pendingin aktif di reaktor nukir Fukushima Daiichi menyebabkan sisa panas reaksi fisi berantai tak kunjung didinginkan. Tsunami setinggi 13 m merendam generator listrik cadangan saat terjadi Station Black Out. Akibatnya terjadi kerusakan pada teras reaktor hingga menimbulkan ledakan gas hidrogen yang dapat menyebabkan radiasi radioaktif tercemar kelingkungan. Pengembangan sistem pendingin pasif untuk menggantikan sistem aktif sangat diperlukan. Dengan prinsip kerja natural circulation, air yang panas akan menuju ke daerah yang dingin karena adanya bouyancy (Gaya Apung). Maka dibuat fasilitas simulasi Untai Pre-FASSIP 02 untuk mensimulasikan kejadian pemanasan reaktor dan pendinginan berskala medium. Laju aliran merupakan hal yang sangat penting untuk mendinginkan. Hasil eksperimen menunjukan kecepatan laju aliran pada Pre-FASSIP 02 paling tinggi adalah 0.062 m/s dan yang paling rendah adalah 0.026 m/s.
2019-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22458 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i2.22458
1672288 #5605 Analisis Sebaran Hotspot dengan SPI terhadap Kejadian El Nino Tahun 2015 di Riau Pancariniwati, Sri
Sari, Juwita
Melinda, Shelin
Kejadian El Nino pada tahun 2015 berdampak pada sebagian besar wilayah Indonesia dalam hal kondisi kekeringan yang parah maupun kabut asap akibat kebakaran hutan. Kabut asap telah menjadi masalah bukan hanya di Indonesia namun juga negara lainnya. Kabut asap yang berasal dari titik api (hotspot) sering terjadi di wilayah Indonesia salah satunya di Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran hotspot dengan kondisi kekeringan pada tahun kejadian El Nino 2015. Data curah hujan dari 11 Pos Pengamat, data hotspot harian dari satelit MODIS Aqua-Terra, serta data indeks nino3.4  periode 2001-2017 digunakan dalam peneltian ini. Dalam menentukan kondisi kekeringan digunakan metode Standart Precipitation Index (SPI). Data hotspot harian diolah menjadi data bulanan selama periode 2001-2017 dan kemudian dilakukan analisis spasialnya dengan SPI. Hasil menunjukkan bahwa bulan Juli, September, dan Oktober terjadi kekeringan dengan kriteria Agak Kering hingga Sangat kering hampir di seluruh Riau disertai peningkatan hotspot yang tersebar merata.
2023-08-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43236 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.43236
1672287 #5605 Model Pencekram Beban Pintar Metode Elektromagnetik Yuda Mindara, Jajat
Kin Men, Liu
Setianto, Setianto
Hidayat, Sahrul
Kecakapan robot tergantung pada piranti yang dipasang pada lengan robot yang disebut end effector. Ada dua jenis end effector yaitu Peralatan (Tools) dan Pencengkram (Gripper), umumnya robot yang digunakan pada bidang industri menggunakan kedua jenis tersebut. Contoh untuk Tools. digunakan untuk melakukan operasi pada suatu objek, contohnya bor, penyemprot cat, gerinda, alat las, dan banyak lainnya. Jenis Gripper yaitu suatu piranti yang dapat digunakan untuk memegang atau mencekram sebuah objek, contohnya tangan mekanik dan piranti pengait dengan metoda elektromagnetik atau metoda hisap. Pencekram metoda elektromagnetik dapat digunakan untuk mengangkat objek bahan logam khusunya besi. Pencekram ini pada prinsinya menggunakan hukum Biot savart, yaitu medan magnet pada lilitan kawat yang ditimbulkan akibat arus listrik. Model pencekram beban pintar  yang didesain dimana pemberian arus berdasarkan beban terangkat, dengan peraba terang atau gelap menggunakan piranti Light Dependence Resistor (LDR)
2017-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10914 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i01.10914
1672286 #5605 Penerapan Metode Induced Polarization Untuk Mengidentifikasi Sebaran Air Asin di Daerah Sekitar Sumur Garam Desa Manis Raya Suwiryo, Karto
Zulfian, Zulfian
Muhardi, Muhardi
Penerapan metode induced polarization telah dilakukan untuk mengidentifikasi sebaran air asin di daerah sekitar sumur garam Desa Manis Raya menggunakan konfigurasi Wenner–Schlumberger. Penelitian ini memanfaatkan alat Automatic Resistivity System Multielectroda (ARES) dengan membentang kabel sebanyak 2 lintasan. Setiap lintasan masing-masing mempunyai panjang 195 m dengan spasi sebesar elektroda 5 m. Nilai chargeabilitas dengan rentang 0,173 ms – 5,59 ms diduga merupakan daerah sebaran air asin. Pada lintasan satu sebaran air asin dimulai dari jarak 5 m hingga 95 m dan 160 m hingga 195 m, menyebar ke arah utara dan selatan dari sumur garam pertama. Pada lintasan dua dimulai dari jarak 20 m hingga 195 m menyebar ke arah barat dan timur sumur garam pertama.
2025-02-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/58023 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i1.58023
1672285 #5605 Penentuan Variabilitas Awan Menggunakan Satelit Himawari-8 Di Bandara Tunggulwulung sebagai Dampak Fenomena Siklon Tropis Cempaka Hastuti, Desnaeni
Firdianto, Prasetyo Umar
Henry, Yanuar
Pada tanggal 27 November 2017 jam 19.00 WIB terjadi fenomena Siklon Tropis Cempaka di Perairan Selatan Jawa. Fenomena tersebut disebabkan oleh anomali dan kenaikan suhu permukaan laut yang cukup signifikan di wilayah tersebut sehingga memicu transfer energi yang besar dalam interaksi laut dan atmosfer. Akibatnya terjadi perubahan cuaca terutama kondisi awan yang dapat mengganggu kegiatan penerbangan di Bandara Tunggulwulung, Cilacap Jawa Tengah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh fenomena tersebut terhadap wilayah Pulau Jawa. Data yang digunakan adalah reanalisis suhu permukaan laut dari AVHRR-NOAA, Satelit Himawari-8 Kanal IR, data Radiosonde dan Sinoptik dari Stasiun Meteorologi Cilacap, data Streamline dari BoM, dan data curah hujan Satelit GSMAP selama periode Siklon Tropis Cempaka. Metode yang digunakan adalah teknik Dvorak, teknik HCAI, dan komposit pemetaan secara spasial dan temporal. Dapat diketahui bahwa suhu permukaan laut pada saat itu lebih 28,4 oC dengan anomalinya sebesar lebih dari 0,2 oC. Intensitas Siklon Tropis yang terjadi mencapai T-Number 2,5, kecepatan maksimum di sekitar Siklon ± 35 knot,  dan pusat tekanan rendah mencapai 997 mb. Terdapat daerah konvektif kuat disekitar wilayah Siklon dan sangat mempengaruhi sistem cuaca yang terjadi. Sirkulasi udara tertarik ke arah pusat Siklon dan kondisi atmosfer cukup labil. Selain itu, kecepatan angin permukaan mengalami peningkatan hingga mencapai 14 knot sehingga mengakibatkan terjadinya fenomena banjir. Curah hujan yang terjadi di Selatan Pulau Jawa mencapai lebih dari 200 mm/hari.
2018-08-10 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/19715 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i2.19715
1672284 #5605 Analisis Thermodinamika dan Exergi pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sistem Double flash yang menggunakan Interstage Heating HAKIM, FAISAL NUR
Interstage heating merupakan suatu konsep pengembangan yang dilakukan pada pembangkit listrik sistem double flash, pada paper ini dilakukan analisis termodinamika terhadap model pemangkit double flash yang menggunakan interstage heating  (Superheating, Reheating dan Mixture-heating) dengan parameter tinjauan adalah daya output dan exergi. Analisi termodinamika khususnya daya output dilakukan dengan meninjau pembangkit secara keseluruhan, sedangkan analisis exergi difokuskan pada bagian heat exchanger yang digunakan untuk interstage heating. Pada penelitian ini dilakukan variasi temperatur reservoir (180oC – 220oC) dengan temperatur dead steate adalah 25oC. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa interstage heating dapat menjadi konsep yang konstruktif atau destruktif, konstruktif untuk tipe reheating dan mixture heating karena mengalami kenaikan daya output dan exergi, destruktif untuk tipe superheating karena mengalami penurunan daya output dan exergi, konstruktif dan destruktif ini dititik beratkan penyebabnya pada proses transfer panas yang terjadi di heat exchanger, secara keseluruhan tipe interstage heating terbaik adalah tipe mixture heating dengan kenaikan daya output rata-rata sebesar 7.6% dan exergi rata-rata sebesar 1.1% saat dibandingkan dengan sistem double flash.Kata kunci: Double flash, Interstage Heating, Daya, Exergi
2020-02-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26142 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i1.26142
1672283 #5605 Analisis Proksimat Karbon Kulit Kemiri (Aleurites moluccana) dengan Variasi Suhu Karbonisasi Mudaim, Sarifah
Kulit kemiri merupakan salah satu komoditas yang banyak tumbuh di Indonesia dan mengalami kemajuan produksi yang pesat. Kulit kemiri merupakan limbah organik yang memiliki tekstur keras dan kandungan karbon yang tinggi. Sebagian besar kulit kemiri digunakan sebagai bahan bakar dan hanya sebagian kecil yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon. Kulit kemiri memiliki sifat fisik dan kimia yang baik sebagai bahan baku karbon. Karbon aktif merupakan salah satu fasa karbon yang dapat diaplikasikan untuk berbagai aplikasi. Dalam makalah ini, kami melaporkan sintesis dan karakterisasi karbon dari kulit kemiri untuk mendapatkan karbon berkualitas tinggi dengan mengontrol suhu sintesis. Dalam produksi karbon, kami menggunakan variasi suhu karbonisasi sebesar 300, 400, 500, 600 dan 700oC. Analisis proksimat dilakukan untuk mengetahui kandungan volatile matter, kandungan abu dan kandungan karbon terikat. Analisis pengaruh suhu pemanasan terhadap kualitas karbon dari tempurung kemiri menghasilkan karbon tertinggi pada sampel dengan suhu 700ď‚°C, menghasilkan karbon dengan kadar air 5,32%, kadar abu 9,4%, volatile matter 12,76%, dan karbon tetap 72,5%.kata kunci: Kulit Kemiri, Karbon, Suhu, Sampah Organik, Analisis Proksimat
2021-08-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35056 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i2.35056
1672282 #5605 Pengaturan Lampu Lalulintas Berbasis Fuzzy Logic Setianto, Setianto
Kin Men, Liu
Mukti Wibawa, Bambang
Hidayat, Darmawan
Lampu lalulintas memegang peranan penting dalam pengaturan kelancaran lalulintas. Sistem pengendalian lampu lalulintas yang baik akan secara otomatis menyesuaikan diri dengan kepadatan arus lalulintas pada jalur yang diatur. Dengan penerapan logika fuzzy, hal ini sangat memungkinkan untuk dilakukan. Permasalahan utama dalam perancangan dan pembuatan modul sistem peralatan pengaturan lampu lalulintas berbasis fuzzy logic ini, adalah perangkat keras tambahan yang terdiri dari : sensor, OpAmp, ADC 0809, Interfacing PPI 8255, Driver, Relay dan Lampu lalulintas (LL). Sedangkan sebagai dasar pengendalian dari sistem yang dijalankan, digunakan algoritma logika fuzzy. Hasilnya, dengan pengendali berbasis fuzzy waktu tunggu rata-rata lebih pendek sebesar 5% dibandingkan menggunakan pengendali konvensional. Kinerja sistem juga mencapai 72% lebih tinggi.Kata Kunci : Lalulintas, Pengaturan, Fuzzy Logic
2017-07-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/12795 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i02.12795
1672281 #5605 Natural Sulfur Purification and Its Characterization for Lithium-Sulfur Battery Haq, Syifa Arinal
Maulana, Fariz Pramudia
Hidayat, Sahrul
Sulfur has great potential as a battery cathode material due to its high energy storage capacity. However, contaminants in natural sulfur can negatively impact battery performance and stability. This study aims to enhance the purity and crystallinity of natural sulfur from Kawah Ijen and Tangkuban Perahu using the dissolution-recrystallization method with toluene solvent at 100°C. By dissolving sulfur in toluene, impurities are separated, allowing pure sulfur to recrystallize. XRD analysis revealed that sulfur from Tangkuban Perahu exhibits a higher degree of crystallinity (88,4%) compared to sulfur from Kawah Ijen (75,620%). However, SEM-EDS results showed that sulfur from Kawah Ijen has higher elemental purity, with sulfur content of 91,159% and carbon content at 8,841%. These findings demonstrate that the dissolution-recrystallization method yields different results for sulfur from Tangkuban Perahu and Kawah Ijen. SEM-EDS is effective in measuring chemical purity, while XRD provides insights into the crystal structure. This comparative study highlights the significance of evaluating sulfur from different natural sources, revealing that the higher purity of Kawah Ijen sulfur makes it more suitable for Li-S battery applications. These results have significant implications for local sulfur processing industries, emphasizing the importance of purification techniques in producing high-quality sulfur for advanced Li-S batteries.keywords: sulfur purification, dissolution-recrystallization, Li-S battery, sulfur purity, crystallinity
2025-08-05 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64980 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i2.64980
1672280 #5605 Rancang Bangun Sistem Buoy Menggunakan Sistem Komunikasi Long Range untuk Pengamatan Wilayah Pesisir Utama, Satria Mitra
Rafi, Achmad Maulana
Hariyanto, Justinus Ristoadi,
Indonesia adalah negara maritim dengan wilayah perairan yang luas. Wilayah perairan yang luas menyebabkan observasi maritim menjadi terhambat. Selama ini aktivitas observasi masih dilakukan dengan bantuan kapal, sehingga membutuhkan biaya yang tinggi dan dan tidak efisian. Padahal parameter kelautan seperti suhu laut bermanfaat bagi kegiatan manusia dibidang keselamatan transportarsi maupun kepentingan ilmiah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai lembaga pemerintah bertugas melakukan observasi maritime parameter suhu laut. Data suhu laut didapatkan dari citra satelit dan permodelan Ocean Forecasting System (OFS) BMKG dikarenakan keterbatasan alat dan biaya untuk melakukan pengamatan secara langsung. Makalah ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dengan merancang sistem Buoy yang dapat beroperasi dengan mudah dan efisien. Komponen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa sensor waterproof  DS18B20, mikrokontroler ATmega328P dan sistem komunikasi Long Range (LoRa). Data pengamatan Buoy dikirimkan secara realtime. Sistem komunikasi LoRa menunjukan mampu untuk mengirimkan data hingga jangkauan 2 Km dengan kondisi tanpa ada penghalang. Data pengamatan lalu ditampilkan pada sistem antarmuka
2019-01-29 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20623 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i1.20623
1672279 #5605 Korelasi Sinyal Gelombang P Dalam Penentuan “Keluarga” Gempabumi Pratama, I Putu Dedy
Marsono, Agus
Pengelompokan gempabumi didasarkan pada hubungan antargempabumi yang satu dengan gempabumi yang lain yang dinyatakan sebagai bentuk ”keluarga” gempabumi. Hubungan tersebut dapat dinyatakan dalam korelasi sinyal gempabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokan kejadian gempabumi menggunakan metode kemiripan sinyal dengan korelasi silang. Berdasarkan kejadian gempabumi outer rise Sumatera dalam rentang waktu 2011-2013 diperoleh data 69 gempabumi dari Global CMT. Penulis menggunakan data sinyal format full SEED dari webdc BMKG. Terdapat dua gempabumi yang tidak memiliki rekaman sinyal dan tiga sinyal gempabumi yang tidak memiliki rekaman gelombang P pada repository gempabumi BMKG. Penentuan batasan gempabumi dependent   didasarkan pada hasil normalisasi korelasi silang antargempabumi. Penentuan “keluarga” dibuat menggunakan dendrogram yang dihitung dengan metrik Chebysev. Semakin tinggi korelasi berarti semakin dekat hubungan “keluarga” atau dalam dendrogram dinyatakan dalam kedekatan dengan titik pertemuan antarcabang. Pembagian temporal untuk korelasi sinyal wilayah outer rise Sumatera menunjukkan hasil yang acak untuk setiap cluster, sedangkan pembagian spasial menunjukkan hasil yang cenderung menunjukkan pengelompokan gempabumi.  Pembagian sinyal secara mekanisme fokus menunjukkan hasil yang baik dimana mampu mengelompokan sinyal berdasarkan mekanisme fokusnya. Secara keseluruhan identifikasi kemiripan sinyal dengan korelasi silang dapat digunakan dalam menentukan gempabumi dependent . .
2020-08-01 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27411 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i2.27411
1672278 #5605 Studi Sifat Elektronik Pyrochlore Nd2Ir2O7 Menggunakan DFT Wahyuni, Nurannisa
Hi Manrulu, Rahma
Ramli, Irwan
Pyrochlore adalah mineral yang akan mengeluarkan api berwarna hijau apabila dibakar dan memiliki struktur kubus. Pyrochlore memiliki banyak jenis salah satunya pyrochlore yang disintetiskan dengan senyawa lantanida. Pyrochlore lantanida ini memiliki Metal Insulator Transition (MIT) yang berbeda berdasarkan senyawa lantanidanya yang juga memiliki sifat elektronik yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat elektonik pyrochlore Nd2Ir2O7,  sifat elektonik pyrochlore Nd2Ir2O7 diketahui dengan cara menganalisis dan menghitung Electronic Band Structure dan Density of State (DOS) menggunakan metode komputasi Density Functional Theory (DFT) yang diimplementasikan pada perangkat lunak Quantum Espresso. Perhitungan dilakukan dengan energycut-off wave function (ecutwfc=50 Ry) dan K-Point optimal 4x4x4, dimana hasil perhitungan tersebut diperoleh electronic bands structure yang menunjukkan bahwa tidak terdapat band gap atau zero band gap pada Nd2Ir2O7,. Pada perhitungan telah melibatkan efek Hubbard dan spin orbit Coupling tetapi belum melibatkan struktur spin. Sedangkan perhitungan DOS terdapat tingkat energi yang melewati energi Fermi
2022-02-07 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/36533 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i1.36533
1672277 #5605 Perhitungan Desain Ketebalan Isolator Termal Pada Water Heating Tank FASSIP-02 Mod.01 Haryanto, Dedy
Rosidi, Ainur
Juarsa, Mulya
Abstrak. Fasilitas Simulasi Sistem Pendingin Pasif-02 (FASSIP-02) Mod. 01 merupakan salah satu fasilitas penelitian untuk mempelajari pendinginan reaktor sistem pasif. Latar belakang penelitian ini dilakukan adalah terjadinya kejadian station blackout (SBO) pada PLTN Fukushima Daiichi pada Maret 2011 di Jepang yang berakibat terjadinya kecelakaan nuklir. Salah satu komponen pada FASSIP-02 Mod.01 adalah Water Heating Tank (WHT) yang berfungsi sebagai simulator reaktor dalam pembangkitan kalor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ketebalan isolator termal pada WHT sehingga dapat memperkecil heat loss. Tahapan yang dilakukan adalah menentukan beberapa isolator termal dan menjadikan konduktivitasnya sebagai salah satu data untuk perhitungan. Selanjutnya membuat flow-chart untuk melakukan perhitungan menggunakan software Matlab, membuat pemrograman pada Matlab serta menjalankan pemrograman tesebut dan melakukan analisis hasil perhitungan dan menentukan jenis isolator termal yang akan digunakan di WHT. Berdasarkan hasil perhitungan isolator termal yang dipilih adalah isolator termal berbahan silika aerogel dengan ketebalan 60- 150 mm yang mengakibatkan heat loss maksimal sebesar 50 W/m. Kata kunci: FASSIP-02 Mod. 01, isolator termal, Water Heating Tank, silika aerogel, heat loss.
2023-08-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/47024 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.47024
Menampilkan 881 - 900 dari total 1.550.696 data