| ID ā | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1672236 | #3358 | STUDI VIABILITAS BAKTERI ASAM LAKTATSELAMA PENYIMPANAN ES KRIM KEFIR |
Zubaidah, Elok Sitepu, Sanita Friska |
Es krim kefir merupakan es krim yang dibuat dari Ā susu fermentasi dengan memanfaat kan bakteri asam laktat (BAL)Ā diantaranya Streptococcus, Lactobacilli, dan beberapa mikroba lainnya yang bersifat non pathogen.Pada pembuatan es krim kefir terdapat permasalahan yaitu pada bahan penyusun danĀ proses pembuatannya dapat menurunkan viabilitas BAL, diantaranya Ā proses pembekuan. UpayaĀ untuk mem-pertahankan viabilitas BAL adalah dengan penggunaan cryoprotectant agent seperti sukrosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa dan lama fermentasi terhadap viabilitas BAL dan sifat kimia produk es krim kefir. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan dua faktor. Faktor 1 konsentrasi sukrosa yang terdiri dari 3 level (10%, 15 % dan 20 %) dan faktor 2 adalah lama fermentasi terdiri dari 2 level (24 dan 48 jam). Penelitian dilanjutkan dengan penyimpanan selama 4 minggu. Data yang diperoleh dianalisa dengan Analisa sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi sukrosa 20 % dan lama fermentasi 48 jam mampu mempertahankan viabilitas BAL selama penyimpanan 4 minggu, dimanaĀ viabilitas total BALĀ tertinggi terdapat pada es krim kefir dengan konsentrasi sukrosa 20 % dan lama fermentasi 48 jam, dengan Ā total BAL 7,15x108 cfu/ml, total asam 0,847 %,Ā total gula 16,89 %, pH 4,20.Ā Kata kunci : es krim kefir, sukrosa, fermentasi, viabilitas BAL
|
2012-05-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6332 buka_link ā Highlight_link | |
| 1672235 | #3358 | Karakterisasi Kimia Tepung Kulit Albedo dan Flavedo Buah Jeruk Limon (Citrus limon) |
Filianty, Fitry Ramadhaningsih, Novita Mahani, Mahani |
Buah lemon (Citrus limon) merupakan salah satu buah yang banyak dimanfaatkan dalam industri pangan yang menghasilkan hasil samping berupa kulit. Kulit lemon mengandung berbagai senyawa seperti fenolik, flavonoid, tanin, alkaloid, resin, dan steroid. Kulit lemon terbagi menjadi dua bagian yaitu luar (flavedo) dan dalam (albedo). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi tepung kulit albedo dan flavedo berdasarkan rendemen dan analisis proksimat yang terdiri atas kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan dua kali pegulangan (duplo). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa rendemen albedo yaitu sebesar 16,25% dan flavedo sebesar 15,05%. Albedo diketahui memiliki ketebalan lebih besar dibandingkan bagian flavedo, sehingga menghasilkan rendemen yang lebih tinggi. Sementara karakteristik kimia kulit albedo lemon memiliki kadar air 14,05%, kadar abu 2,52%, kadar lemak 0,44%, kadar protein 4,76% dan kadar karbohidrat 74,69%. Sedangkan kulit flavedo lemon memiliki kadar air 14,04%, kadar abu 6,23%, kadar lemak 1,72%, kadar protein 9,43% dan kadar karbohidrat 71,14%. Secara umum kandungan senyawa kimia utama dalam kulit jeruk lemon adalah karbohidrat, baik pada albedo maupun flavedo.
|
Fakultas Teknologi Industri Pertanian Albedo, flavedo, proksimat, rendemen Teknologi Industri Pangan | 2025-08-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/50360 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jt.vol19n2.4 |
| 1672234 | #3358 | Identifikasi Sifat Fisik Produk Samping dari Mesin Ball Tea pada Pengolahan Teh Hijau |
Lestari, Putri Wilujeng Harianto, Sugeng Prawira-Atmaja, Mukhammad Iqbal Andriyani, Mery Shabri, S Maulana, Hilman Putri, Selly Harnesa |
Teh hijau diproduksi melalui proses inaktivasi enzim polifenol oksidase menggunakan panas. Proses pengolahan teh hijau dimulai dari proses pelayuan, penggulungan, pengeringan I dan pengeringan II menggunakan Mesin Ball Tea. Penggunaan Mesin Ball Tea pada proses pengeringan teh akan menghasilkan teh hijau yang menggulung, bulat, melintir dan mengkilap. Namun, selama proses pengeringan di Mesin Ball Tea menghasilkan produk samping berupa partikel teh hijau kering. Hembusan udara yang kuat masih membawa partikel debu dan daun teh berukuran kecil keluar meskipun terdapat penyaring pada Mesin Ball Tea. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk samping yang dihasilkan selama proses pengeringan di Mesin Ball Tea No. 1 dan No. 2 untuk mewakili kinerja mesin yang terbaik pada pengolahan teh hijau. Penurunan kadar air produk samping yang dihasilkan selama proses pengeringan di Mesin Ball Tea No. 1 lebih cepat dibanding penurunan kadar air produk samping di Mesin Ball Tea No. 2. Persentase susut produk samping yang dihasilkan dari Mesin Ball Tea No. 1 sebesar 1,94% dan dari Mesin Ball Tea No. 2 sebesar 1,71%. Kadar air produk samping dari Mesin Ball Tea setelah 1 jam proses pengolahan berkisar 27-30%, kemudian meningkat pada jam ke-2 dan menurun signifikan hingga diperoleh kadar air berkisar 5% pada akhir operasional Mesin Ball Tea. Banyak partikel berukuran 1410 µm dan 1000 µm karena pada jam pengambilan sampel tersebut, produk samping yang keluar berukuran besar. Rekayasa Mesin Ball Tea perlu dilakukan lebih lanjut untuk dapat meminimalisir produk samping yang dihasilkan dari Mesin Ball Tea selama proses pengolahan teh hijau.
|
kadar air; mesin ball tea; produk samping; teh hijau | 2022-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/38785 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jt.vol16n2.4 |
| 1672233 | #3358 | SIMULASI KONSUMSI ENERGI PENGERINGAN JAGUNG PIPILAN PADA BERBAGAI SUHU DAN LAJU ALIRAN UDARA PENGERING | Nelwan, Leopold O. |
Beberapa faktor penting dari udara pengering yang mempengaruhi waktu pengeringan pada tumpukan biji-bijian adalah suhu, kelembaban, dan laju aliran udara pengering. Kombinasi ketiga faktor tersebut pada acuan kondisi (suhu dan kelembaban) udara lingkungan juga menentukan laju energi (daya) yang dibutuhkan, baik mekanik maupun termal. Bersama, faktor-faktor tersebut secara bersama-sama akan menentukan total konsumsi energi pengeringan. Sebuah simulasi konsumsi energi untuk pengeringan jagung pipilan yang didasarkan pada model pengeringan tumpukan tebal dan dilakukann pada berbagai suhu (35-55 °C) dan laju aliran massa (0.05-0.1 kg/m2-s) udara pengering pada ketebalan tumpukan 0.5 m. Suhu udara lingkungan pada simulasi tersebut bervariasi dari 25-32 °C akan tetapi rasio kelembabannya konstan yaitu 0.019 kg/kg u.k. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada peningkatan laju aliran udara akan memberikan konsumsi energi pengering per m2 luasan produk meningkat untuk seluruh kondisi. Akan tetapi, suhu udara pengeringan akan memberikan peningkatan konsumsi energi pada suhu udara lingkungan yang tinggi sedangkan pada suhu udara lingkungan yang lebih rendah justru akan menurunkan konsumsi energi. Kata kunci: simulasi, konsumsi energi, udara pengering, udara lingkungan, laju aliran massa
|
2013-05-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6371 buka_link ā Highlight_link | |
| 1672232 | #3358 | PEMANASAN OHMIC PADA BAHAN MAKANAN CAIR |
Widyasanti, Asri Rahardjo, Budi |
Pada penelitian ini dipelajari pengaruh kekuatan medan listrik dan konsentrasi cairan yang dipanaskan secara ohmic dalam pemanas ohmic statis. PEnelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2005. Bahan makanan cair yang digunakan adalah larutan garam, larutan CMC, larutan jus jeruk dan susu segar. Konduktivitas listrik bahan makanan cair sebanding dengan perubahan suhu serta bervariasi dengan kekuatan medan listrik. Kenaikan konduktivitas listrik seiring dengan kenaikan suhu untuk semua sampel uji mengikuti hubungan linier Ļ = aT + Ļ ref. Laju pemanasan meningkat dengan pertambahan konsentrasi cairan.Di dalam penelitian ini, distribusi suhu di bawah kondisi observasi pemanasan ohmic diperlakukan sebagai fungsi linear terhadap waktu. Model yang dikembangkan dapat memprediksi perubahan suhu selama pemanasan ohmic dengan baik.Kata kunci: Ohmic, pemanasan, makanan cair, konduktivitas listrik, suhu prediksi
|
2014-12-15 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4816 buka_link ā Highlight_link | |
| 1672231 | #3358 | Perhitungan Luas Daun Berbasis Pemrosesan Citra Digital |
Umam, Choirul Putri, Suci Aulia Milyani, Jannatin Aurelita, Shavira Kintan Suryawati, Sinar Purwaningsih, Yusy |
Luas daun merupakan parameter yang sangat penting yang diperlukan sebagai analisis pertumbuhan dan kinerja fisiologis tanaman. Luas daun juga merupakan representasi dari indikator produksi dan mekanisme budidaya seperti kepadatan benih, pemupukan, pengairan dan penggunaan pestisida. Secara umum keterbatasan metode perhitungan luas daun yang banyak dilakukan saat ini adalah ketepatan proses dan hasil perhitungan, hal itu disebabkan oleh jenis daun tanaman sendiri memiliki bentuk dan ukuran yang sangat bervariasi, sehingga diperlukan waktu yang relatif lama dan alat ukur yang sesuai dan juga metode yang banyak digunakan menggunakan pendekatan konvensional dengan cara off farm dan destructive, diantaranya metode kertas milimeter, gravimetry dan konstanta luas daun. Penelitian ini bertujuan sebagai langkah awal pengembangan metode perhitungan luas daun secara digital on farm melalui uji perbandingan keakuratan pengukuran luas daun secara digital dibandingkan dengan metode destruktif yang konvensional yaitu kertas milimeter dan gravimetri. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat menggunakan bahan 40 jenis daun dalam kebun percobaan Prodi Agroekoteknologi Universitas Trunojoyo Madura, dapat disimpulkan bahwa pertama metode perhitungan luas daun ImageJ sangat layak untuk dikembangkan menjadi salah satu metode perhitungan luas daun yang akurat dan cepat, yang kedua metode ImageJ dapat dikembangkan untuk perhitungan luas daun on farm dikarenakan nilainya sangat berkorelasi dengan metode perhitungan luas daun konvensional yang lain khususnya metode kertas milimeter. Dasar dari kesimpulan metode ImageJ sangat layak untuk dikembangkan adalah nilai rata-rata error/ selisih persentase perbedaan hasil perhitungan luas daun metode A2b nilai rata-rata error nya hanya 4,67% dan untuk nilai SD didapati angka 6 %.
|
Fisiologis tanaman; gravimetri; imagej; kertas milimeter; konstanta luas daun. | 2023-08-09 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/47457 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jt.vol17n2.5 |
| 1672230 | #3358 | SIFAT THERMO-FISIK ARANG SEKAM |
Ciptaningtyas, Drupadi Suhardiyanto, Herry |
Efisiensi penggunaan water chiller di wilayah tropis, masih sangat rendah sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi sebaran suhu media tanam didaerah perakaran di waktu-waktu kritis, agar diketahui kapan sebaiknya water chiller digunakan. Sebaran suhu suatu media tanam dapat disimulasikan dengan computational fluid dynamic (CFD) setelah beberapa sifat thermo-physic media tanam tersebut diketahui. Pada penelitian ini, lima sifat thermo-physic media tanam arang sekam diukur, dihitung, dan dianalisis. Kelima sifat tersebut adalah massa jenis, porositas, panas jenis, konduktivitas panas, dan pressure drop. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai karakteristik thermo-physic arang sekam adalah sebagai berikut; massa jenis 153.24 kg/m3, porositas 46%, konduktivitas panas 0.0719 W/mK, dan panas jenis 7.932 kJ/kg°C, sedangkan nilai pressure drop arang sekam menurun seiring dengan peningkatan debit fluida yang dialirkan. Kata kunci: arang sekam, simulasi fluida, CFD, sifat thermo-physic
|
2017-02-24 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10298 buka_link ā Highlight_link | |
| 1672229 | #3358 | EFEK BIOAKTIVATOR MINOSE TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF CAISIN (Brassica rapa), KACANG PANJANG (Vigna chinensis), JAGUNG HIBRIDA (Zea mays) DAN SELADA (Latuca sativa) |
Hindersah, Reginawati Kastaman, Roni Kalay, A. A. |
Bioaktivator Minose telah digunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan kompos. Namun, bioaktivator ini mengandung sejumlah unsur hara makro dan mikro sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Tujuan percobaan rumah kaca ini adalah mendapatkan gambaran pengaruh penggunaan bioaktivator terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman caisin, kacang panjang, jagung hibrida dan selada, dan patogenisitas bioaktivator terhadap tanaman tersebut di awal pertumbuhan.Perlakuan yang diberikan ke tanaman adalah 30 mL bioaktivator pada dua tingkat konsentrasi. Tanaman ditanam di pot berisi100 gtanah steril dan dipelihara di rumah kaca selama 3 minggu. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa Minose bioaktivator dapat digunakan sebagai pupuk organik. Aplikasi bioaktivator meningkatkan bobot segar dan bobot keringĀ caisin, kacang panjang, jagung dan selada tanpa menyebabkan penyakit di awal pertumbuhan tanaman. Konsentrasi bioaktivator di dalam air yang terbaik untuk meningkatkan berat kering tajuk tanaman tersebut adalah 1:15.Ā Ā Kata kunci : Bioaktivator, Reaktor, Analisis keputusan Laplace
|
2014-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4874 buka_link ā Highlight_link | |
| 1672228 | #3358 | Kinetika Reaksi Warna Gula Merah Tebu Cetak dengan Penambahan Bubuk Kayu Manis |
Sari, Cindy Fatika Andasuryani, Andasuryani Cherie, Dinah |
Gula merah tebu cetak merupakan produk olahan nira tebu yang dihasilkan melalui proses penguapan. Penambahan bubuk kayu manis pada gula tebu memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan tubuh. Salah satu kriteria mutu gula merah tebu cetak adalah warna. Warna gula tebu cetak mengalami perubahan selama masa penyimpanan; gula menjadi lebih berwarna coklat. Kinetika reaksi dengan metode Arrhenius digunakan untuk menentukan laju perubahan warna gula tebu cetak dengan penambahan bubuk kayu manis (0,255%) dan tanpa penambahan bubuk kayu manis (0%, kontrol). Gula merah tebu cetak disimpan pada tiga suhu berbeda: 7°C, 27°C, dan 45°C selama periode 30 hari, dengan pengamatan setiap tiga hari. Hasil analisis kinetika warna gula tebu cetak menunjukkan nilai laju penurunan (k) sebesar        0,1512; 0,1815 dan 0,2177 berturut-turut pada suhu 7°C, 27°C, dan 45°C untuk parameter light. Sementara itu, nilai laju penurunan (k) sebesar        0,7861; 0,8147 dan 0,9747 berturut-turut pada suhu 7°C, 27°C, dan 45°C untuk parameter hue. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kualitas gula merah tebu cetak yang ditambahkan bubuk kayu manis berdasarkan parameter warna lebih cepat menurun dibandingkan gula merah tebu cetak kontrol. Hasil ini juga menunjukkan bahwa suhu penyimpanan 7°C memiliki laju penurunan warna gula merah tebu cetak yang lebih lambat dibandingkan dengan suhu 27°C dan 45°C. Persamaan penurunan mutu warna (light) gula merah tebu cetak pada perlakuan kontrol yaitu k = 28,7489 e^((-407.74)1/T)) dan pada perlakuan gula merah tebu cetak kayu manis yaitu k = 1,9971 e^((-719.54)1/T)). Selanjutnya persamaan penurunan mutu warna (hue) gula merah tebu cetak pada perlakuan kontrol yaitu k = 1,1638 e^((-1276.1)1/T)) dan pada perlakuan gula merah tebu cetak kayu manis yaitu k = 3,3026 e^((-405.54)1/T)).
|
Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem;Fakultas Teknologi Pertanian bubuk kayu manis; gula tebu cetak; model kinetika; suhu | 2024-08-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/55236 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jt.vol18n2.1 |
| 1672227 | #3358 | Analisis Energi Pada Proses Pengolahan Teh Hitam Ortodoks (Studi Kasus PT. Perkebunan Nusantara Viii Kebun Gedeh, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat) |
Herwanto, Totok Nurjanah, Sarifah Saukat, Muhammad Hafidz, Salman |
Pada proses pengolahan teh membutuhkan energi yang cukup besar sehingga diperlukan suatu analisis sebagai upaya dalam menentukan strategi yang tepat terkait dengan penghematan energi pada rangkaian proses produksi teh hitam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif menggunakan kuesioner, dimana analisis energi dihitung berdasarkan penggunaan energi pada setiap kegiatan dan menghitung konsumsi energi tenaga manusia dan energi sarana produksi lalu dideskripsikan melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi teh hitam khususnya pada proses pengolahan dengan sistem ortodoks menggunakan masukan energi (tanpa energi tak langsung) 26.223,772 MJ/ton dan 73.034,359 MJ/ton (dengan energi tak langsung). Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa perusahaan masuk dalam kuadran I yaitu kondisi dimana perlunya strategi memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kekuatan. Strategi dan peluang penghematan energi yang dapat dilakukan dalam proses pengolahan teh hitam ini adalah dengan cara memelihara dan memperbaiki sarana-prasarana pendukung proses pengolahan teh hitam ortodoks terutama pada mesin Heat Exchanger dan penggunaan listrik yang lebih bijak untuk dapat menekan jumlah penggunaan bahan bakar dan waktu proses pengolahan.Kata kunci: Analisis energi, pengolahan teh, ortodoks
|
2018-09-20 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/13717 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jt.vol12n1.7 | |
| 1672226 | #3358 | OPTIMASI DAN KARAKTERISASI PIGMEN BRAZILIN TERENKAPSULASI DARI KAYU SECANG (Caesalpinia sappan Linn) |
-, Tensiska Nurhadi, Bambang Pratama, Feka Yasmita |
Pigmen brazilin dari kayu secang (Caesalpinia sappan Linn) dapat bermanfaat sebagai pewarna makanan. Ekstrak kayu secang yang dikeringbekukan tidak stabil terhadap nilai pH, suhu dan pemanasan, sinar ultraviolet, oksidator dan reduktor, serta logam. Produksi bubuk pigmen brazilin dari kayu secang menggunakan teknik mikroenkapsulasi merupakan alternatif yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, karena bentuk bubuk lebih praktis untuk diaplikasikan, dan umur simpannya lebih panjang. Serbuk kayu secang diekstrak dengan air mendidih dan dicampur dengan 1 % Na-EDTA 0,001 M. Bahan penyalut yang digunakan untuk mikroenkapsulasi ekstrak pigmen brazilin ini adalah gum arab 1 %. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Eksperimental dengan dua kali ulangan dan selanjutnya hasil percobaan dianalisis secara deskriptif. Bubuk pigmen brazilin terenkapsulasi tersebut, selanjutnya diketahui karakteristiknya terhadap berbagai nilai pH, dalam suhu pengolahan, dan dalam beberapa sistem pangan. Hasil penelitian menunjukkan, larutan pigmen brazilin kayu secang memberikan warna merah pada pH 7, dan 7,5. Perlakuan pasteurisasi (74oC selama 17 menit) dan sterilisasi (121oC selama 4 detik) menurunkan intensitas warna merah. Pigmen brazilin yang dilarutkan dalam air mampu larut sempurna dan memberikan warna merah yang pekat pada konsentrasi 1 %.Kata kunci: Pigmen brazilin, Inkapsulasi, Gum arab
|
2014-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/5066 buka_link ā Highlight_link | |
| 1672225 | #3358 | Efektivitas dalam Memantau dan Mengontrol Sistem Hidroponik Apung pada Pertumbuhan Pakcoy Berbasis Sensor TDS Arduino Uno R3 |
Puspitahati, Puspitahati Kelana, Fandri Bayu Aulia, Nurul Izzah |
Keberhasilan sistem hidroponik apung tergantung dari pengelolaan kadar nutrisi larutan.Ā Saat ini pemantauan dan pengaturan kadar nutrisi masih secara konvensional yang memerlukan waktu dan tenaga. Oleh karena itu diperlukan sistem otomatis yang mampu mengontrol konsentrasi nutrisi secara real-time dan akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memantau dan mengontrol kadar nutrisi dan mengetahui efisiensi sensor TDS pada alat kontrol otomatis mikrokontroler Arduino UNO R3.Ā Penelitian ini dilakukan mulai Oktober 2023 hingga selesai di Rumah Tanaman Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Metodologi mencakup desain fungsional dan struktural, sistem pemantauan dan kontrol berbasis mikrokontroler, serta pengujian demonstrasi perangkat kontrol nutrisi hidroponik otomatis, dievaluasi berdasarkan parameter yaitu akurasi, presisi, dan persentase kesalahan. Penelitian ini menggunakan konsentrasi nutrisi 500 ppm selama minggu ke-2 dan 600 ppm selama minggu ke-3, menggunakan nutrisi AB Mix setiap jam selama 12 jam per hari diukur menggunakan Arduino UNO R3 dan TDS meter. Pada pengukuran konsentrasi 2 MST sebesar 554 ppm, pada 3 MST meningkat menjadi 657 ppm. Tingkat akurasiĀ Ā menunjukkan performa cukup baik dengan rata-rata sebesar 89% pada 2 MST dan meningkat menjadi 91% pada 3 MST. Nilai Presisi meningkat dari 2 MST sebesar 13,58% menjadi 7,81% pada 3 MST, menunjukkan peningkatan konsistensi kinerja alat. Persentase kesalahan dalam pengukuran nutrisi rata-rata sebesar 11% pada 2 MST menurun menjadi 9,7% pada 3 MST. Hasil tersebut menunjukkan bahwa meskipun alat kontrol otomatis belum mencapai akurasi dan presisi, namun nilai kesalahan pengukuran berada dalam rentang 10-11% masih dapat ditoleransi dalam aplikasi hidroponik di lapangan, sehingga menjadikan sistem ini sebagai teknologi yang aplikatif dan berkontribusi dalam pengembangan smart farming. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya korelasi positif antara sensor TDS Mikrokontroler Arduino Uno R3 dengan TDS meter, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,56 pada 3 MST (Minggu Setelah Tanam) pada pertumbuhan tanaman pakcoy, yang mengindikasikan hubungan linier dengan trend berbanding lurus.
|
Arduino UNO R3; hidroponik terapung; Mikrokontroler; AB Mix Nutrition; TDS. | 2025-04-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/62701 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jt.vol19n1.7 |
| 1672224 | #3358 | Analisis Kesesuaian Peruntukan Budidaya Perikanan dan Wisata Bahari Waduk Cirata Berdasarkan Kualitas Air Waduk |
Kendarto, Dwi Rustam Nuryadin, Rusmin |
Perencanaan wilayah perairan waduk Cirata terutama berkaitan pengembangan budidaya pertanian dan pengembangan potensi wisata bahari menjadi salah satu upaya peningkatan ekonomi wilayah, namun demikian dalam pengembangan wilayah waduk perlu mempertimbangkan fungsi utama waduk sebagai penyedia listrik. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisis kesesuaian lahan untuk budidaya perikanan dalam hal ini adalah kegiatan Keramba Jaring Apung (KJA) dan kegiatan wisata bahari. Pewilayahan kesesuaian lahan dilakukan menggunakan metode pembobotan dan metode pencocokan dengan kesesuaian peruntukan tertentu mempertimbangkan parameter kualitas air sebagai acuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah Waduk Cirata kurang sesuai untuk pengembangan KJA dan wisata bahari dengan tingkat kesesuaian S2 atau sesuai marginal dengan faktor kendala utama adalah kandungan BOD dan N total yang sudah diatas ambang batas. Hasil Analisis pembobotan menunjukkan nilai potensi kesesuaian lahan dalam kondisi agak potensial. Pengembangan KJA dan wisata bahari masih dapat dilakukan pada beberapa tepat, terutama wilayah yang berdekatan dengan muara sungai yang kualitas airnya lebih baik daripada kualitas air di badan air waduk.
|
Kesesuaian lahan; keramba jaring apung; wisata bahari; Waduk Cirata | 2021-08-16 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/33696 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jt.vol15n1.1 |
| 1672223 | #3358 | Analisis Katekin dan Aktivitas Antioksidan Teh Hitam Jenis Mutu Partikel Halus Menggunakan Metode DPPH |
Rohdiana, Dadan Shabri, Shabri |
Teh celup saat ini telah menjadi sebuah kebutuhan harian yang melekat di masyarakat. Bahan baku utama teh celup adalah teh jenis mutu partikel halus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan katekin menggunakan KCKT dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH pada teh hitam jenis mutu partikel halus. Penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu analisis katekin, pengujian aktivitas antioksidan yang dinyatakan dalam IC50, serta evaluasi kesesuaian mutunya terhadap SNI 1902:2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa PF merupakan teh hitam jenis mutu partikel halus dengan kandungan katekin total tertinggi, yaitu 10,17% sedangkan PF II terendah yaitu 3,89%. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH oleh seduhan teh hitam jenis mutu partikel halus memperlihatkan bahwa aktivitas terbaik ditunjukkan oleh seduhan PF dengan nilai IC50 sebesar 218 µg/mL dan PF II sebagai yang terendah, 309 µg/mL. Hasil evaluasi kesesuaian mutu menyatakan bahwa semua sampel teh yang diuji telah memenuhi syarat untuk ekstrak dalam air, serat kasar, abu total, abu larut air, abut tidak larut asam, dan alkalinitas dalam air. Satu-satunya kriteria yang tidak bisa dipenuhi adalah kadar air, dimana semua sampel yang diuji mempunyai kadar air diatas 7%.
|
Food Science; Food Chemistry; Functional Food Antioksidan; DPPH; katekin; mutu; teh hitam - | 2026-04-27 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64343 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jt.vol20n1.8 |
| 1672222 | #3358 | PERUBAHAN KARAKTERISTIK SURIMI IKAN AIR TAWAR AKIBAT PENGARUH PENGKOMPOSISIAN DAN PENYIMPANAN DINGIN |
Santoso, Joko Sumaryanto, Heru Dan, Chairita Muljono, Pudji |
Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh frekuensi pencucian, pengkomposisian dan penyimpanan dingin surimi yang dibuat dari ikan air tawar.Ā Satu kali pencucian dari masing-masing daging lumat ikan mas, nila dan lele, menghasilkan kekuatan gel tertinggi dengan nilai masing-masing 912, 792 dan 540 gcm. Komposisi surimi antara ikan mas dengan nila, mas dengan lele, nila dengan mas dengan proporsi 1 : 1 (b/b) memberikan nilai kekuatan gel tertinggi dengan nilai berturut-turut sebesar 1368, 792 dan 612 gcm. Selama penyimpanan dingin surimiĀ hasil pengkomposisian, nilai total basa menguap (TVBN) meningkat secara nyata, sedangkanĀ nilai kekuatan gel, daya ikat air (WHC) dan kandungan protein larut garam turun secara nyata. Hal ini menandakan bahwa proses kemunduran mutu masih berlangsung selama penyimpanan dingin.Ā Kata kunci: penyimpanan dingin, pengkomposisian, ikan air tawar, surimi
|
2013-09-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6381 buka_link ā Highlight_link | |
| 1672221 | #3358 | PENGARUH PRA FERMENTASI DAN SUHU MASERASI TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIKOKIMIA MINYAK KASAR KLUWAK |
Sukarti, Tati Miranti, Mira Cakrawati, Dewi |
Kluwak adalah hasil fermentasi biji kepayang yang mengandung 24% minyak dengan komposisi asam lemak terdiri dari 42,3% asam oleat dan 39,8% asam linoleat yang dapat dijadikan sumber minyak esensial. Minyak yang diperoleh dari kluwak dipengaruhi oleh fermentasi biji kepayang dan cara ekstraksi minyak. Ekstraksi minyak kluwak dilakukan menggunakan pelarut organik secara maserasi karena suhu ekstraksi yang digunakan di bawah titik didih pelarut sehingga terdegradasinya komponen minyak akibat panas dapat dihindari.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pra fermentasi dan suhu maserasi yang menghasilkan minyak kasar kluwak dengan rendemen tinggi dan sifat fisikokimia yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah terdiri dari 4 ulangan dengan Main plot Pra Fermentasi yaitu perebusan pada suhu 98oC selama 1 jam dan perendaman selama 24 jam, sedangkan Sub plot yaitu suhu maserasi 30oC±3oC, 45oC±3oC, 60oC ± 3oC. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pra fermentasi dengan cara perebusan pada suhu 98oC selama 1 jam dengan suhu maserasi 45oC±3oC menghasilkan minyak kasar kluwak berwarna kuning dengan rendemen sebesar 22,235%, dengan karakteristik bilangan asam sebesar 15,123; bilangan peroksida sebesar 9,29; bilangan iod sebesar 104,725; bilangan penyabunan sebesar 126,44, berat jenis 0,89023; indeks bias sebesar 1,456939 dengan komposisi asam lemak terdiri dari 0,11% asam miristat, 10,3% asam palmitat, 3,84% asam stearat, 38,4% asam oleat, 42,2% asam linoleat dan 3,97% asam linolenat. Kata kunci: Minyak kluwak kasar, Pra fermentasi, Suhu maserasi
|
2014-12-17 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4831 buka_link ā Highlight_link | |
| 1672220 | #3358 | Perancangan dan Uji Kinerja Sistem Kendali Iklim Mikro di Smart Greenhouse Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor |
Priyonggo, Budi Wardani, Intan Kusuma Ichniarsyah, Annisa Nur Telaumbanua, Marelli Filāaini, Raizummi Mufidah, Zunanik Dewangga, Dualim Atma |
Greenhouse merupakan inovasi teknologi untuk mengontrol faktor iklim yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Kondisi tanaman di greenhouse dapat dipantau secara realtime dengan penerapan teknologi Internet of Things. Pengembangan teknologi kendali dalam greenhouse sudah banyak dikembangkan di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi iklim mikro dalam greenhouse adalah suhu lingkungan. Penelitian bertujuan untuk merancang bangun dan menguji kinerja sistem kendali iklim mikro di greenhouse. Sistem kendali iklim mikro tersusun dari DHT22 sebagai sensor, ESP32 dan Atmega2560 sebagai mikrokontroler dan exhaust fan sebagai aktuator. Sistem kendali yang dirancang mengendalikan suhu lingkungan tidak lebih dari 38oC dengan menggunakan sembilan sensor yang dipasang di dalam greenhouse. Pada penelitian ini pengujian sistem kendali berupa uji ketidakakuratan sistem dan uji efisiensi penggunaan listrik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai ketidakakuratan sebesar 12% dan efisiensi penggunaan listrik sebesar 39.02%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan sistem kendali iklim mikro yang dirancang dapat berjalan dengan baik dan dapat digunakan sebagai alternatif teknologi kendali iklim mikro.
|
DHT22; iklim mikro; sistem kendali. | 2023-12-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48832 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jt.vol17n3.1 |
| 1672219 | #3358 | Model DInamis Produksi Jagung di Indonesia |
Rahmah, Devi Maulida Rizal, Fahmi Bunyamin, Anas |
Peningkatan jumlah permintaan Jagung didominasi oleh permintaan dari sektor industri pakan ternak. Hal ini disebabkan semakin berkembangnya sektor industri ini.Luas panen Jagung pada periode 2005 ā 2015 mengalami perlambatan yaitu dengan rata ā rata pertumbuhan sekitar 1,76%. Hal ini menunjukkan semakin terbatasnya lahan untuk perluasan jagung. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Data dan informasi Pertanian kementerian Pertanian RI menyebutkan bahwa penurunan luas panen terendah terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar 7,72% dan tahun 2011 sebesar 6,46% dan peningkatan luas panen tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu sebesar 10,24%. Luas panen jagung pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 2,40% dibandingkan tahun 2011, sedangkan pada tahun 2013 luas panen jagung menurun sebesar 3,44% dan pada tahun 2014 meningkat sebesar 0,41%. Oleh karena itu perlu dipikirkan upaya yang dapat dilakukan untukmeningkatkan produksi jagung. Berdasarkan uraian terebut maka fokus penelitian ini adalah merancang sebuah model produksi jagung dengan pendekatan sistem dinamis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem produksi Jagung di Indonesia, serta memodelkannya dalam sebuah model dinamis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dan diolah dengan menggunakan software vensim. Berdasarkan Hasil penelitian, sub sistem dibagi kedalam 7 subsistem, yaitu sub sistem produksi, permintaan, industri hilir, kebijakan pemerintah,Ā modal, tenaga kerja, dan kelembagaan petani. Hasil perumusan masalah dalam tahapan proses pengembangan sistem, diperoleh rumusan masalah utama yaitu beupa ābagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan produksi jagung Nasional?ā. Hasil perumusan masalah ini kemudian dianalisis sistem produksinya dan dimodelkan kedalam diagram kausalitas, stock flow diagram, dan model matematika. Model yang dihasilkan, menunjukkan bahwa tingkat produksi dipengaruhi oleh produktifitas dan luas lahan panen; Gap kekurangan produksi merupakan permintaan dikurangi dengan tingkat produksi; Penambahan kapasitas produksi diperoleh melalui permintaan dikurangi dengan tingkat produksi; Penambahan Kapasistas produksi lahan Potensial diperoleh melalui produktifitas dikali dengan luas lahan potensial; Luas Penambahan Lahan dapat diprediksi melalui Gap kekurangan dibagi produktifitas.Kata kunci: Model dinamis, sistem produksi jagung
|
Teknologi Industri Pertanian | 2017-07-27 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/11075 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jt.vol11n1.4 |
| 1672218 | #3358 | PENGARUH MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN AIR KELAPA PADA VOLUME DAN INTERVAL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BATANG BAWAH KARET (Hevea brasiliensis L.) KLON GT 1 |
Ariyanti, Mira -, Komariah Setiasari, Ani Putri |
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan kombinasi volume dan interval pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan bibit batang bawah karet (Hevea brasiliensis) klon GT 1 dengan tipe tanah Latosol. Percobaan ini telah dilakukan di Kebun Karet Cikumpay, PT. Perkebunan Nusantara VIII, Purwakarta Jawa Barat, dengan ketinggian ± 70 m di atas permukaan laut, dari bulan Mei 2008 sampai Juni 2008.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Perlakuannya adalah penggunaan media tanam tanah, tanah dan pasir (1:1), tanah dan arang sekam (1:1), tanah dan arang sekam (2:1), dengan kombinasi pemberian air kelapa pada enam taraf, yaitu 100 ml dengan interval 5 hari sekali, 100 ml dengan interval 10 hari sekali, 300 ml dengan interval 5 hari sekali, 300 ml dengan interval 10 hari sekali, 500 ml dengan interval 5 hari sekali dan 500 ml dengan interval 10 hari sekali.Hasil percobaan menunjukkan bahwa media tanam yang diberi air kelapa lebih baik dibandingkan dengan media tanam yang tidak diberi air kelapa pada pengamatan tinggi bibit (6 MST-12 MST), lilit batang (10 MST dan 12 MST), luas daun (12 MST), bobot kering akar (12 MST), bobot kering pupus (12 MST), dan volume akar (12 MST). Penggunaan media tanam tanah dan arang sekam (2:1) dengan pemberian air kelapa 100 ml pada interval 10 hari lebih efektif dan efisien untuk diaplikasikan. Kata kunci : Media tanam, Air kelapa, Bibit karet
|
2014-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4883 buka_link ā Highlight_link | |
| 1672217 | #3358 | Aplikasi Bioadsorben Fiber Kelapa Sawit dengan Aktivator Asam Phospat untuk Meningkatkan Kualitas Minyak Goreng Bekas |
Ilmannafian, Adzani Ghani Kiptiah, Mariatul Darmawan, Muhammad Indra Ramadani, Ramadani |
Jumlah produksi minyak jelantah di Indonesia mencapai 4 juta ton/tahun. Jika hal ini tidak ditangani dengan maksimal maka dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu diperlukan penanganan melalui pemurnian dengan cara adsorpsi menggunakan adsorben. Salah satu bahan alam yang dapat dijadikan adsorben yaitu fiber kelapa sawit karena memiliki selulosa yang merupakan unsur utama penyusun bioadsorben. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kualitas bioadsorben dan menganalisis kualitas minyak goreng bekas hasil pemurnian menggunakan bioadsorben fiber kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yangĀ terdiri atas tahapan pembuatan bioadsorben dan pemurnian minyak goreng bekas dengan variasi suhu dan massa bioadsorben. Kualitas bioadsorben dianalisis berdasarkan hasil uji kadar air, kadar abu,Ā bagian yang hilang pada pemanasan 950oC , dan karbon aktif murni sesuai dengan SNI No. 06-3730 Tahun 1995 tentang arang aktif teknis dan kualitas minyak hasil pemurnian dianalisis berdasarkan hasil uji kadar air, bilangan asam, asam lemak bebas, dan bilangan peroksida sesuai dengan SNI No. 3741 tahun 2013 dan SNI No. 7709 Tahun 2019Ā tentang minyak goreng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioadsorben memiliki kadar air sebesar 2,02 %, kadar abu sebesar 3,22 %, bagian yang hilang pada pemanasan 950oC sebesar 2,77%, dan karbon aktif murni sebesar 94,22% serta bioadsorben mampu menurunkanĀ kadar air minyak goreng bekas dari 0,476 % menjadi 0,020 %, bilangan asam dari 2,902 % menjadi 1,773 %, asam lemak bebas dari 1,674 % menjadi 1,463 %, dan bilangan peroksida dari 2,57 % menjadi 0,60 %. Kualitas bio adsorben fiber dengan aktivator asam phospat telah sesuai SNI No. 06-3730 Tahun 1995 dan kualitas minyak hasil pemurnian belum sesuai dengan SNI No. 3741 tahun 2013 dan SNI No. 7709 Tahun 2019 namun mampu meningkatkan kualitas minyak goreng bekas.
|
Bioadsorben; fiber; pemurnian; phospat. | 2024-08-10 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48967 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jt.vol18n2.10 |