| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2630 | #57 | EVALUASI PENERAPAN UJIAN AKHIR SEKOLAH DASAR BERBASIS STANDAR NASIONAL | Mardapi, Djemari |
Tujuan penelitian adalah mengevaluasi penerapan ujian akhir sekolah berbasis standar nasional (UASBN) untuk sekolah dasar. Sampel adalah lima dari 33 propinsi yang dipilih secara purposive, kemudian 20 sekolah dipilih dari kelima propinsi tersebut. Responden adalah Kepala Dinas Pendidikan Nasional Propinsi terpilih, 20 kepala sekolah dasar, 60 orang guru, 800 orang siswa, dan 800 orang tua siswa. Data kuantitative dikumpulkan mengunakan angket dan dianalisis secara deskriptive statistik. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis dengan kategori. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Semua kantor dinas pendidikan propinsi dan kabupaten/kota dan sekolah telah mempersiapkan secara baik pelaksanaan UASBN, (2) penulisan butir soal, pencetakan soal, dan distribusi soal dilakukan sesuai dengan prosedur operasinal standar, (3) supervisi pelaksanaan UASBN dilakukan oleh guru dari sekolah lain, (4) kriteria skor kelulusan pada tiga propinsi ditetapkan oleh sekolah, sedangkan di Propinsi Bengkulu dan Nusa tenggara Timus (NTT) ditetapkan oleh kantor dinas pendidikan kabupaten/kota, (5) semua guru dan hampir semua siswa dan orang tua siswa mengharapkan bahwa UASBN dilakukan secara menerus, dan (6) problem yang dihadapi sekolah adalah kurangnya kemampuan guru pelajaran Matematik dan IPA.Kata kunci: evaluasi, UASBN, ujian akhir
|
2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1411 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i2.1411 | |
| 2629 | #57 | ASESMEN TEMAN SEJAWAT PADA PEMBELAJARAN KOLABORATIF PEMECAHAN MASALAH AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA | Suratno, Suratno |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptabilitas dan keefektifan model Asesmen Teman Sejawat (ATS) untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah bidang Akuntansi Perusahaan Jasa. Subjek coba adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Unlam. Instrumen pengumpulan data terdiri atas: (1) tiga macam tes kemampuan pemecahan masalah, (2) angket skala lajuan kemampuan kerjasama kolaboratif, (3) rubrik penilaian analitik dan (4) log dan jurnal belajar. Data dianalisis dengan GLM Repeated Measures dan statistik non-parametrik. Kesimpulan menunjukkan bahwa ATS: (1) secara signifikan lebih baik daripada model asesmen konvensional. (2) tidak selalu tepat untuk mengungkap penguasaan kemampuan pemecahan masalah yang bersifat novelty, (3) memiliki kelayakan, adaptabilitas dan keberfungsian sebagai asesmen pelengkap untuk mengubah kultur belajar-mengajar konvensional, (5) yang ideal memiliki bobot proporsi untuk dosen berkisar antara 50% - 75% dan untuk mahasiswa berkisar antara 50% - 90%, dan (6) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan kerjasama individu dan kelompok dalam belajar.Kata kunci:Â Â Â Â Â asesmen teman sejawat, pembelajaran kolaboratif, pemecahan masalah akuntansi
|
asesmen teman sejawat pembelajaran kolaboratif pemecahan masalah akuntansi | 2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1410 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i2.1410 |
| 2628 | #57 | KOMPARASI BEBERAPA METODE ESTIMASI KESALAHAN PENGUKURAN | Wahyu Widayati, Catharina Sri |
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan besarnya estimasi kesalahan pengukuran perangkat soal Ujicoba Ujian Nasional mata pelajaran Biologi SMA. Analisis data dalam penelitian ini didasarkan pada respons siswa peserta tes ujicoba di kabupaten Bantul tahun pelajaran 2007/2008. Sumber data berupa lembar jawaban siswa yang diambil dengan teknik stratified proportional random sampling sebanyak 842 respons siswa dari 9 SMA negeri. Metode estimasi kesalahan pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) metode Thorndike, 2) metode Polynomial, 3) pendekatan Binomial Lord dengan modifikasi Keats, 4) pendekatan compound Binomial, 5) metode analisis varians, dan 6) metode teori respons butir. Hasil analisis data menunjukkan bahwa besarnya estimasi kesalahan pengukuran perangkat soal tes ujicoba ujian nasional mata pelajaran biologi SMA tahun pelajaran 2007/2008 dengan menggunakan metode Thorndike, Polynomial, Binomial dengan modifikasi Keats, Compound Binomial, Analisis Varians, dan teori respons butir berturut-turut sebagai berikut: 2,96, 2,99, 2,87, 2,87, 2,83, dan 2,81, sedangkan hasil perhitungan root mean square error (RMSE) untuk masing-masing metode berturut-turut sebagai berikut: 0,02869, 0,02904, 0,02891, 0,02873, 0,02854, dan 0,02848. Harga RMSE terkecil diperoleh dengan metode teori respons butir, sehingga metode ini merupakan metode yang paling tepat.Kata kunci: metode estimasi kesalahan pengukuran
|
metode estimasi kesalahan pengukuran | 2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1409 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i2.1409 |
| 2627 | #57 | PENGEMBANGAN MESIN CNC VIRTUAL SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN CNC | Hari Purwoko, Bambang Setyo |
Penelitian ini bertujuan: (1) menghasilkan prototype tampilan lingkungan fisik sebuah mesin bubut CNC (Virtual Reality CNC) pada layar komputer yang dapat menerima masukan dan dioperasikan sebagaimana suatu mesin CNC dan (2) menguji keefektifan prototype mesin CNC Virtual tersebut sebagai media interaktif pembelajaran pemrograman CNC. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Obyek penelitian adalah rekayasa pemrograman dengan bahasa Visual Basic 6 guna menghasilkan mesin CNC Virtual. Subjek penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa peserta kuliah CNC di FT UNY, guru dan siswa pebelajar CNC di SMK, ahli teknologi pembelajaran, dan ahli media pendidikan. Data dikumpulkan dengan observasi, kusioner, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian adalah: (1) prototype media interaktif mesin CNC virtual berhasil diwujudkan sesuai perencanaan, yaitu dapat menghadirkan lingkungan fisik mesin CNC yang terdiri, kontrol panel, layar komputer, dan sistem penjepitan benda kerja, (2) prototype media dapat menyimulasikan fungsi komponen virtual seperti saklar utama, saklar pemutar spindel utama, dan tombol-tombol pada mode pengoperasian CNC dengan baik dan mampu menampilkan simulasi gerakan pahat meskipun sebatas pada kode program tertentu, dan (3) prototype mesin CNC virtual efektif untuk digunakan sebagai media interaktif pembelajaran pemrograman CNC.Kata kunci: media pembelajaran, simulasi, CNC virtual
|
2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1408 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i2.1408 | |
| 2626 | #57 | MODEL EVALUASI KINERJA TAMATAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BALAI DIKLAT PERTANIAN DIY | Suwardie, Suwardie |
Penelitian ini betujuan untuk 1) menguji model evaluasi kinerja tamatan pelatihan, 2) mengevaluasi dampak pelatihan terhadap jenis pekerjaan dan kinerja usaha, 3) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja usaha. Penelitian evaluatif ini menggunakan model Kirkpatrick. Populasi tamatan diklat 391 orang menggunakan tabel Issac & Michael, ukuran sampel penelitian sebanyak 242 responden. Pemilihan sampel menggunakan teknik random sampling, dengan pendekatan restropective. Model diuji dengan data primer, dikumpulkan melalui angket berbentuk semantic differential, dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling. Hasil penelitian: 1) model yang terdiri atas faktor individual dan faktor environment, terbukti sebagai model yang sesuai, cocok untuk mengevaluasi kinerja usaha, 2) dampak pelatihan menunjukkan setelah pelatihan pekerjaan pada tanaman pangan menurun, sebaliknya pekerjaan pengolahan hasil pertanian, jasa perdagangan dan nonpertanian meningkat, dampak perspektif psikososial menunjukkan bahwa kepuasan usaha mempunyai bobot yang paling kuat, diikuti penerimaan, tingkat keuntungan, kemandirian usaha, dan kegiatan membelajarkan orang lain, 3) kemampuan dan motivasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja usaha.Kata kunci: wirausaha, lingkungan dan kinerja usaha
|
wirausaha lingkungan dan kinerja usaha | 2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1407 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i2.1407 |
| 2625 | #57 | PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KARYA SENI LUKIS ANAK DI SEKOLAH DASAR | Retnowati, Tri Hartiti |
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen penilaian yang sahih dan andal untuk mengukur hasil belajar seni lukis anak. Melalui instrumen tersebut para guru seni lukis pada pendidikan dasar dapat melakukan penilaian secara objektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penetapan konstruk instrumen penilaian proses dan produk dilakukan melalui pendapat pakar pendidikan seni, pakar seni lukis anak, pakar pengukuran, dan praktisi. Subjek penelitian adalah peserta didik sekolah dasar kelas satu, dua, dan tiga dan guru seni lukis di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, MIN Tempel, dan SDN Langen Sari Yogyakarta. Penentuan koefisien reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan paket program genova berdasarkan teori Generalizability yang dikembangkan oleh Crick dan Brennan yang terdiri atas teori G (Generalized study) dan D (Decision study) yang komponen variansinya adalah person, rater, item, interaksi person dan rater, dan kesalahan, serta dengan koefisien interrater Cohen's Kappa. Validitas instrumen penilaian seni lukis anak di sekolah dasar telah teruji melalui focus group discussion sebanyak 3 kali dan sekali seminar. Reliabilitas instrumen diukur menggunakan koefisien genova dan koefisien cohen's kappa. Rata-rata koefisien Genova secara keseluruhan adalah 0,71. Adapun rata-rata koefisien Cohen's Kappa yaitu 0,82. Kedua nilai rata-rata ini telah memenuhi kriteria minimum yang disyaratkan yaitu 0,70.Kata kunci: Karya seni lukis anak, teori Generalizability, teori G (Generalized study), dan D (Decision study)
|
Karya seni lukis anak teori Generalizability teori G (Generalized study) dan D (Decision study) | 2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1406 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i1.1406 |
| 2624 | #57 | KEMAMPUAN MUSIKALITAS SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL | Djohan, Djohan |
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen kepekaan musikalitas sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan peran musik dalam pendidikan serta peningkatan keterampilan sosial pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan terhadap 381 siswa kelas 3, 4, dan 5 sekolah dasar di Jakarta dan Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepekaan musikalitas siswa dapat diukur melalui instrumen kepekaan terhadap musik dan kemampuan ini memiliki korelasi yang signifikan dengan skor kecerdasan sosial.Kata kunci:Â Â Â Â Â penghargaan diri, musik pendidikan, penilaian kemampuan musikalitas
|
penghargaan diri musik pendidikan penilaian kemampuan musikalitas | 2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1405 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i1.1405 |
| 2623 | #57 | IMPLEMENTASI BIMBINGAN KEJURUAN DI JURUSAN MESIN SMKN 2 WONOSARI | Sukardi, Th. |
Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan bentuk bimbingan kejuruan yang tepat, dampak terhadap prestasi pembelajaran produktif, kendala dan pemecahannya di Jurusan Mesin SMKN 2 Wonosari. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto dengan metode korelasional dan diskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Jurusan Mesin SMKN 2 Wonosari dan sampelnya adalah siswa kelas 2 yang berjumlah 108 siswa yang ditentukan dengan teknik stratified sampling, dibantu oleh 8 orang pelaksana pembelajaran (6 guru, 1 kepala bengkel, 1 kepala bidang). Data pemahaman bimbingan kejuruan dikumpulkan menggunakan angket. Reliabilitas angket diestimasi dengan Cronbach's Alpha 0,750. Prestasi kerja praktik diambil dari dokumentasi guru praktik dan data lain dikumpulkan melalui wawancara pada subjek yang berkompeten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bimbingan kejuruan dilaksanakan secara klasikal, selama 10 menit diawal dan 10 menit diakhir pembelajaran praktik. Tingkat pemahaman siswa tentang bimbingan kejuruan sangat memuaskan dan kinerja, mental, disiplin dan sosialisasi kerja terbentuk dengan baik. Ada hubungan positip antara prestasi praktik dengan bimbingan kejuruan. Kendala yang dihadapi adalah siswa masih canggung dan kurangnya komitmen, kompetensi, dan pengalaman guru.Kata kunci: bimbingan kejuruan, pembelajaran produktif
|
bimbingan kejuruan pembelajaran produktif | 2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1404 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i1.1404 |
| 2622 | #57 | KEEFEKTIFAN PROGRAM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TEKNOLOGI DAN INDUSTRI (SMKTI) | Sumarno, Sumarno |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan program pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Industri (SMKTI), yang mencakup: (1) angka partisipasi lulusan Jurusan Mesin, Elektro, dan Bangunan pada industri utama dan unit produksi, dan (2) indikator pasar tenaga kerja lulusan pada waktu mendatang. Subjek penelitian ini adalah tenaga kerja lulusan SMKTI Kota Bandar Lampung. Data penelitian dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif. Untuk mengetahui indikator prospek pasar tenaga kerja lulusan SMKTI digunakan persamaan Grip dan Heijke (1998). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada unit produksi, jurusan teknik mesin mempunyai angka partisipasi 0,66 sampai 0,76 (efektif), jurusan teknik bangunan mempunyai angka partisipasi 0,58 (efektif), dan jurusan teknik elektro mempunyai angka partisipasi 0,36 sampai 0,43 (tidak efektif). (2) Indikator pasar tenaga kerja yang akan datang bagi lulusan SMKTI = 4,66. Indikator ini menunjukkan bahwa program pendidikan SMKTI tidak efektif.Kata kunci:Â Â Â Â Â efektivitas program, angka partisipasi, indikator pasar tenaga kerja lulusan
|
efektivitas program angka partisipasi indikator pasar tenaga kerja lulusan | 2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1403 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i1.1403 |
| 2621 | #57 | MODEL PEMBELAJARAN DILEMA MORAL DAN KONTEMPLASI DENGAN STRATEGI KOOPERATIF | Budiningsih, C. Asri |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Pembelajaran Dilema Moral, Kontemplasi, dan Strategi Kooperatif. Penelitian tindakan kelas dilakukan di Prodi Teknologi Pendidikan FIP-UNY. Subjek penelitian 37 orang mahasiswa. Tindakan dilakukan dalam dua siklus masing-masing terdiri atas empat kali tatap muka. Data tentang proses pembelajaran, kerjasama mahasiswa, situasi yang berpengaruh terhadap upaya peningkatan kualitas pembelajaran, penalaran moral, dan keimanan mahasiswa, digali melalui pengamatan, tes penalaran moral yang diadaptasi dari Kohlberg, tes perkembangan iman yang diadaptasi dari Fowler, panduan kontemplasi, angket terbuka, dan cerita-cerita dilema moral. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran terintegrasi mampu meningkatkan penalaran moral, dan keimanan mahasiswa, sehingga tidak ada lagi penalaran moral responden yang berada pada tahap II, 24,3% meningkat dari tahap II ke tahap III, 32,43% meningkat dari tahap III ke tahap IV dan 2,7% meningkat dari tahap IV ke tahap V, 48,65% meningkat dari tahap III ke tahap IV, dan 5,4% meningkat dari tahap IV ke tahap V. Penggunaan strategi kooperatif membuat mahasiswa mampu melakukan kerjasama di dalam kelompok; 35,13% mahasiswa dalam kategori sangat baik, 56,76% dalam kategori baik, dan 8,1% dalam kategori sedang.Kata kunci      :          model pembelajaran dilema moral, kontemplasi, strategi kooperatif, penalaran moral, keimanan
|
model pembelajaran dilema moral kontemplasi strategi kooperatif penalaran moral keimanan | 2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1402 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i1.1402 |
| 2620 | #57 | PENGEMBANGAN TES DAN ANALISIS HASIL TES YANG TERINTEGRASI DALAM PROGRAM KOMPUTER | Suwarto, Suwarto |
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan program basis data untuk bank soal, membuat tes, dan menganalisis hasil tes secara terintegrasi. Lima paket tes matematika yaitu MAT-SK1, MAT-SK2A, MAT-SK2B, MAT-SK3A, dan MAT-SK3B dikembangkan dan kemudian diujicobakan kepada 1648 siswa dari delapan SMA di kabupaten Sukoharjo. Hasil ujicoba dianalisis dengan Bilog 3. Soal-soal tes tersebut kemudian dimasukkan ke basis data bank soal dan dibuat buku panduan untuk diujicobakan tahun berikutnya. Program komputer basis data bank soal yang dikembangkan memberikan beberapa keuntungan. Pertama, secara efektif dan optimal dapat memisahkan tabel-tabel kecil satu dengan yang lain. Kedua, proses entry data TrKerjaw dapat dilakukan secara acak dan serentak. Program komputer bekerja secara sistematis, cepat, tepat, dan akurat sehingga dapat mengatasi kerumitan dan kesulitan perhitungan, fungsi logistik, dan fungsi likelihood.Kata kunci: pengembangan tes, analisis hasil tes
|
pengembangan tes analisis hasil tes | 2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1401 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i1.1401 |
| 2619 | #57 | PERPADUAN PCL DAN PELATIHAN METAKOGNITIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA | Dewanti, Sintha Sih |
Penelitian ini bertujuan memperoleh data empiris mengenai: (1) keefektifan Problem-Centered Learning (PCL); (2) ketuntasan belajar klasikal; dan (3) sikap siswa terhadap pembelajaran pemecahan masalah matematika menggunakan perpaduan pendekatan PCL dan pelatihan metakognitif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain tes prasyarat dan tes awal – tes akhir dengan tiga kelompok eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri di Kota Yogyakarta. Sampel diambil secara acak bertingkat. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah dan skala sikap dan dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial dengan Anakova dua kovariat dilanjutkan dengan uji Tukey's HSD, sedangkan ketuntasan belajar dianalisis dengan uji Chi-kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan pendekatan ekspositori, perpaduan pendekatan PCL dan pelatihan metakognitif lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan menghasilkan ketuntasan belajar yang secara signifikan lebih besar. Siswa juga bersikap positif terhadap pembelajaran pemecahan masalah matematika menggunakan perpaduan pendekatan PCL dan pelatihan metakognitif.Kata kunci:     pembelajaran matematika, PCL, pelatihan metakognitif, kemampuan pemecahan masalah
|
pembelajaran matematika PCL pelatihan metakognitif kemampuan pemecahan masalah | 2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1400 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i1.1400 |
| 2618 | #57 | KETEPATAN METODE MANTEL-HAENSZAL, SIBTEST, DAN REGRESI LOGISTIK UNTUK MENDETEKSI DIFFERENTIAL ITEM FUNCTION | Budiyono, Budiyono |
Penelitian dilakukan untuk mengetahui (a) urutan ketepatan pendeteksian Differential Item Functioning (DIF) antara metode Mantel-Haenszel, the Simultanous Item Bias Test (SIBTEST), dan regresi logistik, (b) persentase kandungan DIF, Mantel-Haenszel, SIBTEST, dan regresi logistik tidak melakukan kesalahan. Simulasi dipilih dengan desain sebagai berikut (a) peserta tes sebanyak 1000 orang untuk kelompok acuan dan 1000 orang untuk kelompok fokus, dan (b) tiga kelompok tes pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Ada 20 buah tes masing-masing terdiri dari 25 butir soal, 40 buah tes masing-masing terdiri dari 50 butir soal, dan 60 buah tes masing-masing terdiri dari 75 butir soal. Muatan DIF pada tes ke-i sebesar 4i% pada kelompok pertama, 2i% pada kelompok kedua, dan  pada kelompok ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) urutan ketepatan mendeteksi DIF, secara berturut-turut adalah metode SIBTEST, metode Mantel-Haenszel, dan metode regresi logistik, (b) pada kandungan DIF paling banyak 8%, metode Mantel-Haenszel tidak melakukan kesalahan, metode SIBTEST tidak melakukan kesalahan pada setiap persentase kandungan DIF, dan pada kandungan DIF paling banyak 24% (untuk panjang butir 25), 8% (untuk panjang butir 50), dan 7% (untuk panjang butir 75), metode regresi logistik tidak melakukan kesalahan.Kata kunci:     DIF, perbandingan ketepatan, Mantel-Haenszel, SIBTEST, regresi logistik
|
DIF perbandingan ketepatan Mantel-Haenszel SIBTEST regresi logistik | 2013-09-16 | oai:journal.uny.ac.id:article/1398 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v13i1.1398 |
| 2617 | #57 | APLIKASI MODEL RASCH CAMPURAN DALAM MENGEVALUASI PENGUKURAN HARGA DIRI | Widhiarso, Wahyu |
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan kelompok responden yang menyebabkan estimasi parameter butir melalui pemodelan Rasch tidak invarian pada keseluruhan responden. Teknik analisis yang dipakai adalah model Rasch campuran yang merupakan penggabungan antara Model Rasch dan analisis kelas laten. Dengan menggunakan data hasil pengukuran harga diri didapatkan hasil analisis bahwa keseluruhan responden penelitian sebanyak 2.987 dapat dikategorikan menjadi tiga kelas berdasarkan pola respons mereka pada skala. Hasil estimasi parameter butir pada responden pada masing-masing kelas dengan menggunakan model kredit parsial menunjukkan bahwa ketiga kelas memiliki parameter butir yang berbeda. Dua kelas relatif sesuai dengan model, sedangkan satu kelas tidak sesuai karena responden pada kelas tersebut merespons skala dengan cara yang unik. Keberadaan responden dengan respons unik ini relatif kecil (12,5%) sehingga tidak mengganggu estimasi parameter pada keseluruhan butir.Kata kunci: model Rasch campuran, parameter butir, kelas responden______________________________________________________________RASCH MIXED MODEL APPLICATION IN EVALUATING THE MEASUREMENT OF SELF-ESTEEMAbstract This study aimed to explore the existence of groups of items that cause Estimation of item parameters using Rasch modeling was not invariant for all respondents. Mixed Rasch model which is the combination between Rasch Models and Latent Class Analysis was employed. By using data from measuring self-esteem found for overall respondents (N=2987) can be categorized into three classes based on their item respons patterns on entire scale. Results based on estimation of item parameters to the respondents in each class using the Partial Credit Model found that each class has different item parameters. Two classes supported the model while the other class did not; due to respondents on this class give a response on the scale in a unique way. The proportion of the respondents with a unique response is relatively small (12,5%) therefore they do not much interfere the estimation of item parameters on the overall items.Keywords: mixed rasch model, Item Estimation Parameter, Class
|
2013-06-06 | oai:journal.uny.ac.id:article/1367 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v17i1.1367 | |
| 2616 | #57 | DETERMINAN KINERJA GURU SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN |
Wagiran, Wagiran Soenarto, Soenarto Soedarsono, FX |
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran faktor situasional, faktor psikologis, dan kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta; (2) menemukan pengaruh faktor situasional dan faktor psikologis terhadap kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta; (3) merumuskan hubungan kausal kepe-mimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, imbalan, kemampuan guru, komitmen guru, motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian korelasional dan bersifat ex-post facto. Sampel sejumlah 155 ditentukan dengan Formula Cohen dengan teknik proportionale random sampling. Data dikumpulkan dengan inventori, lembar pengamatan, dan self assessment. Validasi isi dilakukan dengan expert judgment. Validasi konstruk dilakukan dengan analisis faktor dan reliabilitas ditentukan dengan rumus Alpha Cronbach. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, analisis regresi dan analisis jalur. Interpretasi hasil analisis data menggunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa ke-pemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, imbalan, kemampuan guru, komitmen guru, motivasi kerja guru, dan kinerja guru ter-masuk dalam kategori tinggi.Kata kunci: kinerja guru, Sekolah Menengah Kejuruan, faktor psikologis, faktor situasional______________________________________________________________DETERMINANT OF SMK TEACHERS' PERFORMANCE IN THE FIELD OF MECHANICAL ENGINEERING EXPERTISEAbstract This study was aimed at: (1) describing the situational factors, psychological factors, and vocational high school teachers' performance; and (2) revealing determination of situational factors (principal's leadership, school culture, and compensation), and psychological factors (teachers' ability, teachers' commitment, teacher's work motivation) to vocational high school teachers' performance, (3) revealing causal effect of principal's leadership, school culture, compensation, teachers' ability, teachers' commitment, and teacher's work motivation to vocational high school teachers' performance. This ex-post facto research was done at mechanical engineering program in technological and industrial vocational high schools at Yogyakarta Special District. The population was 187 teachers and samples of 155 teachers were determined using the Cohen formula and proportional random sampling technique. Data were collected through inventory, observations, and self assessment. Analysis of content validity was conducted by expert judgment and construct validity was conducted using factors analysis. Reliability analysis was conducted using Cronbach Alpha formula. The data were analyzed using descriptive methods, correlations, regression, and path analysis. The result of descriptive analysis showed that principal's leadership, school culture, compensation, teachers' ability, teachers' commitment, teachers' work motivation, and vocational high school teachers' performance was in high category.Keywords: teachers' performance, vocational high school, psychological factors, situational factors
|
2013-06-06 | oai:journal.uny.ac.id:article/1366 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v17i1.1366 | |
| 2615 | #57 | FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN KEPALA SEKOLAH | Ahmad, Syarwani |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepe-mimpinan, pengetahuan manajemen, ketahanmalangan, dan buda-ya organisasi terhadap prestasi kerja Kepala Sekolah Dasar di kota Palembang. Penelitian menggunakan metode survei dengan pen-dekatan kausalitas. Sampel penelitian 115 Kepala Sekolah Dasar dan diambil secara random. Analisis data menggunakan path analysis untuk menguji pengaruh langsung atau tidak langsung antar-variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ketahan-malangan lebih besar pengaruhnya terhadap prestasi kerja melalui ke-pemimpinan kepala sekolah, yakni sebesar 37,69%, pengaruh langsung kepemimpinan terhadap prestasi kerja kepala sekolah sebesar 30,91%. Ketahanmalangan berpengaruh langsung terhadap budaya organisasi sekolah sebesar 27,35%. Budaya organisasi ber-pengaruh langsung terhadap kepemimpinan kepala sekolah sebesar 25,88%. Pengetahuan manajemen berpengaruh secara langsung terhadap kepemimpinan sebesar 20,88%, dan variabel ketahan-malangan berpengaruh langsung terhadap kemampuan manajemen sebesar 19,27%. Hal ini membuktikan bahwa faktor penentu ke-berhasilan kepala sekolah atau prestasi kerja kepala sekolah dipe-ngaruhi oleh kepemimpinan, pengetahuan tentang manajemen sekolah, ketahanmalangan dalam menjalankan tugasnya, serta budaya organisasi yang tinggi yang perlu dipelihara dan dikembang-kan oleh kepala sekolah.Kata kunci: kepemimpinan, pengetahuan manajemen, ketahanmalangan, budaya organisasi, dan prestasi kerja______________________________________________________________THE DETERMINING FACTORS FOR THE HEADMASTERS' SUCCESS Syarwani AhmadFKIP Universitas PGRI PalembangJl. A.Yani Lrg. Gotong Royong 9/10 Ulu, Palembangsyarwani190@yahoo.co.idAbstractThis study aimed to find out the effects of leadership, management knowledge, perseverane, and organisational culture on the elementary school headmasters' achievements in Palem-bang. The sample was 115 headmasters chosen randomly. This research used survey method with causal approach. Path analysis is used to test direct and indirect effects of variables. The results show that: 1) the perseverane has greater effect on the work achievement through the headmasters' leadership (37,69%); 2) the direct influence of leadership on headmasters' achievement is 30.91%; 3) the perseverance affected directly the culture of the school organization (27.35%); 4)the organizational culture affected directly the headmasters' leadership (25.88%); 5) the management knowledge affected directly the leadership (20.88%). And finally, the aperseverance directly affected management knowledge (19.27%). They proved that the headmasters' achievement is affected by the leadership, management knowledge, perseverance in doing their duties, and having a great work culture as headmasters.Keywords: leadership, knowledge management, adversity, work culture, and work achievements
|
2013-06-06 | oai:journal.uny.ac.id:article/1365 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v17i1.1365 | |
| 2614 | #57 | KONTRIBUSI STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DAN SIKAP KEBANGSAAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SEJARAH | Soepardjo, Soepardjo |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi 1) status sosial ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar sejarah; 2) sikap kebangsaan siswa terhadap prestasi belajar sejarah; dan 3) status sosial ekonomi keluarga dan sikap kebangsaan secara bersama-sama terhadap prestasi belajar sejarah. Metode penelitian yang di-gunakan adalah metode survei dengan desain korelasional. Populasi penelitian 980 siswa. Sampel penelitian 245 siswa yang di-ambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data mengguna-kan tes dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kontribusi positif dan signifikan status sosial ekonomi keluarga ter-hadap prestasi belajar sejarah; 2) kontribusi positif dan signifikan sikap kebangsaan terhadap prestasi belajar sejarah; 3) kontribusi positif dan signifikan status sosial ekonomi keluarga dan sikap kebangsaan terhadap prestasi belajar sejarah pada siswa SMU Muhammadiyah Kota Surakarta.Kata kunci: status sosial ekonomi, sikap kebangsaan, prestasi belajar sejarah______________________________________________________________CONTRIBUTION OF FAMILY'S SOCIO-ECONOMIC STATUS AND NATIONALISM ATTITUDE TOWARD HISTORY LEARNING ACHIEVEMENT Abstract The study aims to determine: 1) family socioeconomic status on history learning achievement; 2) nationalism attitude toward students' history learning achievement; and 3) family socio-economic status and nationalism attitude together towards achievement history. The research method used was a survey method with a correlational design. The study population was 980 students. 245 students sample were taken with random sampling technique. Data were collectied by using tests and questionnaires. The technique of data analysis used correlation and regression techniques. The results show that contribution of family socioeconomic status on history learning achievement was 9,02%. Contributions of nationalism attitudes toward achievement in learning history was 5.59% and the contribution of family socioeconomic status and attitudes nationalities together towards achievement history was 2.13%. From the result it can be concluded that there is a significant and positive contribution of 1) socio-economic status of the family; 2) nationalism attitudes; and3) socio-economic status of the family and national attitudes toward students learning history achievement at SMU Muhammadiyah Surakarta.Keywords: socioeconomic status, nationalitism attitude, history learning achievement
|
2013-06-06 | oai:journal.uny.ac.id:article/1364 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v17i1.1364 | |
| 2613 | #57 | PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI KULTUR SMA | Siswanto, Siswanto |
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengindentifikasi, 2) me-ngembangkan model evaluasi, dan 3) mengetahui kelayakan model evaluasi kultur SMA yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Langkah-langkah penelitian dan pe-ngembangan menggunakan acuan pokok dari Plomp, sedangkan penentuan jumlah subjek uji coba menggunakan acuan dari Borg & Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keadaan kultur akademik yang berkembang di SMA saat ini terdiri atas enam aspek budaya, yaitu berprestasi dan berkompetisi, disiplin dan efisien, jujur dan terbuka, gemar membaca, teguran dan penghargaan, serta kerja sama dan kebersamaan; 2) keadaan kultur sosial yang ber-kembang di SMA saat ini terdiri atas sembilan aspek budaya, yaitu jujur dan terbuka, teguran dan penghargaan, kerjasama dan keber-samaan, saling menghormati, bersih, disiplin dan efisien, ber-sahabat/komunikatif, saling percaya, dan semangat kebangsaan; 3) hasil confirmatory factor analysis (CFA) menunjukkan bahwa model evaluasi kultur akademik dengan responden siswa dan guru sesuai dengan data lapangan dan model evaluasi kultur SMA yang di-kembangkan layak digunakan.Kata kunci: pengembangan model, evaluasi, kultur sekolah______________________________________________________________DEVELOPING A MODEL OF AN EVALUATION OF THE SCHOOL CULTURE IN SENIOR HIGH SCHOOLSAbstract This study aims to: 1) identify the condition of the school culture in senior high schools (SHSs) at this moment; 2) develop a model of an evaluation of the school culture in SHSs; and 3) know the feasability of the developed model of the evaluation of the school culture in SHSs. This research was a research and development. This steps of the research and development were those proposed by Plomp, while the number of the try out subjects was established using Borg & Gall. The conclusions of the study are as follows 1) the condition of academic culture which is developing in SHSs consists of six cultural aspects, namely achievement and competition, discipline and efficiency, honesty and openness, reading habit, reward and punishment, and cooperation and togetherness; 2) the condition of social culture which is developing in SHSs consists of nine cultural aspects, namely honesty and openness, reward and punishment, cooperation and togetherness, mutual respect, cleanness, discipline and efficiency, friendliness/communicativeness, mutual trust, and nationalism spirit; 3) the result of the CFA shows that the evaluation model for the academic culture for the students is relevant to the field. Teacher respondance shows that value of KMO is 0,655; 4) the result of the social culture for students is relevant to the field. Teacher respondance shows that value of KMO is 0,682; 5) the effectiveness of the model of the evaluation of the school culture is judged as a good evaluation model.Keywords: model development, evaluation, school culture
|
2013-06-06 | oai:journal.uny.ac.id:article/1363 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v17i1.1363 | |
| 2612 | #57 | EVALUASI KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SUMATERA BARAT PASCASERTIFIKASI |
Ramli, Ramli Jalinus, Nizwardi |
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi (1) tingkat capaian UU no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, (2) beban mengajar guru SMK yang telah disertifikasi, dan (3) dampak sertifikasi ter-hadap kinerja guru di mata masyarakat. Metode penelitian yang di-gunakan deskriptif, populasi sebanyak 954 orang guru, sampel di-pilih sebanyak 247 orang dengan teknik random sampling. Data di-kumpulkan dengan angket dan dianalisis menggunakan teknik des-kriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) secara umum guru SMK telah memenuhi kriteria UU No. 14 Tahun 2005 ten-tang Guru dan Dosen; (2) sebagian besar guru SMK telah mem-peroleh beban mengajar yang sesuai dengan yang ditetapkan peme-rintah yaitu 24 jam tatap muka, dan (3) secara umum dampak serti-fikasi relatif kecil terhadap kinerja guru, namun cukup baik ter-hadap kesejahteraan guru kejuruan. Kata kunci: evaluasi, sertifikasi, kinerja guru SMK        ______________________________________________________________PERFORMANCE EVALUATION OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL'S CERTIFIED TEACHERS IN WEST SUMATRAAbstract This study was aimed to evaluate the achievement level of: (1) Law no. 14 of 2005 on teachers and lecturers, (2) the teaching load of vocational school teachers who have been certified, and (3) the impact of certification on the teachers' performance. The research used descriptive method. The population comprised 954 teachers, and sample of 247 people were selected with a random sampling technique. Data were collected by questionnaire and analyzed using descriptive techniques. The study found (1) the general vocational teachers had met the criteria of the law no. 14 of 2005 on teachers and lecturers. (2) the majority of teachers had acquired vocational teaching load in accordance with the government's full 24-hour face-to-face, and (3) in general, the impact of certification is relatively little on the performance of certified teachers, but good enough for the welfare of vocational teachers. Keywords: evaluation, certification, vocational teacher performance
|
2013-06-06 | oai:journal.uny.ac.id:article/1362 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v17i1.1362 | |
| 2611 | #57 | FAKTOR DETERMINAN PRODUKTIVITAS SEKOLAH | Thomas, Partono |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas sekolah SMKN bisnis manajemen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Ukuran sampel sebanyak 200, dipilih dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan metode angket wawancara dan doku-mentasi. Analisis data dengan permodelan persamaan struktural (structural equation modeling, SEM). Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa produktivitas sekolah untuk SMKN bisnis manajemen dipengaruhi oleh mutu proses, kompetensi guru, budaya organisasi sekolah, pembiayaan pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah dan peran komite sekolah. Pengaruh variabel bebas terhadap produktivitas sekolah sebesar 73% sisanya 27% di-pengaruhi faktor lain di luar model. Variabel dominan yang mem-pengaruhi produktivitas SMKN bisnis manajemen adalah mutu proses.Kata kunci: produktivitas SMK business-management, mutu proses, kompetensi guru, budaya organisasi sekolah, pembiayaan, kepemimpinan, komite sekolah______________________________________________________________THE DETERMINANT FACTORS OF SCHOOLS'S PRODUCTIVITY Abstract The purpose of this study is to identify the factors that affect school productivity in SMKN of Business and Management. The sample consisted of 200 teachers selected using proportional random sampling technique. Questionnaire, interviews and documentation methods are used for collecting data. For analyzing the data, the research used structural equation modeling (SEM). Findings of this research show that School Productivity in SMKN of business-management field is influenced by the process quality, teachers' competencies, school organizational culture, education financial, leadership and the role of the school committee. Impact of independent variables on the school productivity was 73%, while 27 % or the rest is influenced by other factors. The dominance variable that influences the productivity is the quality process.Keywords: productivity in SMK of business-management, quality processes, competence of teachers, organizational culture of schools, financing, leadership and school committees
|
2013-06-06 | oai:journal.uny.ac.id:article/1361 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v17i1.1361 |