| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671536 | #8617 | MASKULINISASI IKAN GUPPY MELALUI TEKNIK PERENDAMAN INDUK MENGGUNAKAN AIR KELAPA DI POKDAKAN MINASARI BAROKAH DESA SINDANGSARI |
Zidni, Irfan Andriani, Yuli Herawati, Heti Zahidah, Zahidah Aisyah, Aisyah |
Budidaya ikan hias memiliki potensi ekonomi tinggi, terutama pada skala UMKM, dengan margin keuntungan lebih besar dibandingkan ikan konsumsi. Salah satu jenis ikan hias populer adalah ikan guppy (Poecilia reticulata), khususnya jantan yang memiliki warna tubuh dan sirip menarik, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, merupakan wilayah potensial untuk budidaya ikan guppy karena ketersediaan air yang memadai dan lingkungan yang mendukung. Budidaya di daerah ini telah menggunakan berbagai media pemeliharaan seperti kolam tanah, beton, dan plastik. Namun, salah satu tantangan utama adalah rendahnya proporsi anakan jantan. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan teknologi pengarahan kelamin (maskulinisasi) untuk meningkatkan jumlah ikan jantan. Umumnya, maskulinisasi dilakukan menggunakan hormon sintetis seperti 17α-metiltestosteron yang berisiko menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan ikan. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif alami seperti air kelapa yang mengandung kalium, berperan dalam biosintesis hormon steroid. Program Pengabdian Masyarakat (PPM) oleh Departemen Perikanan FPIK Unpad bertujuan memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang pengaruh perendaman induk bunting ikan guppy dalam air kelapa terhadap proporsi anakan jantan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Juli 2024 bersama kelompok Mina Sari Barokah di Desa Sindangsari, dengan jumlah peserta sebanyak 21 orang. Peserta juga akan mendapat pendampingan selama pelaksanaan kegiatan.
|
2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64284 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.64284 | |
| 1671535 | #8617 | Teknologi Akuaponik dengan Sistem Pasang Surut di Desa Panongan Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon |
Hamdani, Herman Zahidah, Zahidah Andriani, Yuli Pratama, Rusky Intan Pratiwy, Fittrie Meyllianawaty |
Pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Teknologi Akuaponik pada Kegiatan Budidaya Ikan dan Sayuran Sistem Pasang Surut di Desa Panonan Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon” memiliki sasaran masyarakat yang ada di Desa Panongan Kabupaten Cirebon. Akuaponik merupakan salah satu cara mengintegrasikan bididaya ikan dengan kegiatan bercocok tanam yang dapat diaplikasikan di perkotaan maupun di pedesaan. Teknologi ini merupakan teknologi yang hemat air, tempat, dan pemeliharaannya mudah serta dapat dipanen sepanjang tahun. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini  mengenalkan budidaya ikan sistem akuaponik yang merupakan perpaduan budidaya ikan dengan sayuran/tanaman. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi ikan dan sayuran organik melalui penerapan sistem Akuaponik. Penyuluhan secara langsung diikuti oleh 10 peserta. Setelah penyuluhan, sebesar 80% memahami teknik budidaya sistem Akuaponik dengan menggunakan instalasi sistem pasang surut. Hal ini menunjukkan bahwa pengabdian mengenai teknologi akuaponik pada kegiatan budidaya ikan dan sayur dengan sistem pasang surut berhasil digunakan dan bermanfaat bagi warga serta sesuai tujuan.
|
Akuaponik; Budidaya; Bercocok tanam; Pasang Surut; Produksi; Sistem Teknik | 2021-08-07 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/33110 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i2.33110 |
| 1671534 | #8617 | Preferential Analysis of Sheep Breeds Among Consumers and Cattle Traders Prior to the 2024 Qurban Celebration |
Alhuur, Ken Ratu gharizah Heriyadi, Denie |
Eid al-Adha celebrations significantly boost sheep sales in Indonesia, which are driven by high demand from Muslim consumers. Direct transactions occur between buyers and sellers at farms or roadside stalls. Consumer preferences are influenced by factors like breed, price, and physical appearance. In ideal conditions, the trader and consumer should have knowledge of identifying sheep breeds and their quality to determine fair prices. Interviews and socialization programs were conducted among 10 traders and 12 consumers in Soekarno Hatta-Buah Batu street, Bandung. Results show that most consumers cannot distinguish between Garut, Priangan, and Local sheep breeds. While traders recognize differences between Garut and Local breeds, they struggle to identify distinctions between Garut and Priangan breeds. Regular socialization programs are necessary to enhance trader and consumer understanding
|
Sheep Breed Identification, Consumer Preferences for Qurban Sheep, Trader Knowledge of Qurban Sheep, Eid al-Adha Celebrations, Indonesian Livestock Market | 2024-12-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60264 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i2.60264 |
| 1671533 | #8617 | INISIASI LUMBUNG PAKAN DOMBA MELALUI OPTIMALISASI PELATIHAN PUPUK ORGANIK BERBASIS MIKROORGANISME LOKAL |
Muatip, Krismiwati Rahayu, Sri Widyastuti, Titin Hidayat, Nur |
Kelompok peternak Mindhatama di Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas telah cukup lama memelihara domba dan saat ini telah berkembang pada usaha produksi hijauan rumput odot. Untuk mendukung produktivitas hijauan pakan dibutuhkan kompos yang berasal dari kotoran domba. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan melatih pembuatan pupuk organik dengan karakteristik unggul dan proses lebih singkat. Kegiatan pengabdian merupakan kaji tindak melalui pembuatan demplot dengan metode deskriptif sederhana. Materi pupuk organik padat adalah kotoran domba dengan bahan tambahan abu sekam, serbuk gergaji, kapur dolomit, molases, mikroorganisme lokal (MOL). Mikroorganisme lokal mengandung 6 jenis basilus dan 9 jenis bakteri lain serta yeast dalam bentuk serbuk. Pembuatan pupuk organik dilakukan di rumah kompos yang dibangun melalui gotong royong kelompok dan tim pengabdi. Kompos yang dipanen pada umur 21 hari kriteria berwarna hitam, kadar air 20%, pH 7.6, kadar bahan organik 40% dan rasio C:N sebesar 26. Pengetahuan dan ketrampilan peternak tentang pembuatan kompos berbahan feses domba mengalami peningkatan setelah mengikuti kegiatan pengabdian. Pembuatan kompos sebagai upaya menginisiasi terbentuknya lumbung pakan di kelompok peternak berhasil dengan baik. Kriteria kompos mendekati standar mutu pupuk padat Kementan dan saat diaplikasikan mampu mendukung pertumbuhan tanaman odot dan cabai.
|
2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68979 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.68979 | |
| 1671532 | #8617 | Hirilisasi Susu Kambing Kelompok Ternak Trajumas Magelang Melalui Alih Teknologi Pengolahan Pasteurisasi |
Hardyta, Galy Suhendra, Danes Nurlaili, Suci Rizaludin, Ahmad Rifki |
Kelompok Ternak Trajumas adalah kelompok ternak kambing perah yang berada di Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, Magelang, Indonesia. Produksi susu Kelompok Ternak Trajumas belum diolah dengan optimal karena masyarakat percaya bahwa susu kambing segar memiliki manfaat yang lebih baik dibandingkan dengan susu yang telah diolah. Kelompok ternak ini terus berkembang setiap tahunnya, sehingga layak untuk memperoleh pendampingan pengolahan susu agar kualitas produksinya optimal. Berdasarkan hal tersebut, Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa hilirisasi susu kambing melalui alih teknologi pengolahan pasteurisasi. Progaram pengabdian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan susu Unit Pelayanan Akademik (UPA) Taman Agroteknologi Universitas Tidar dan di sekretariat Kelompok Ternak Trajumas. Sebelum kegiatan hanya terdapat 40% responden yang memilih mengonsumsi susu dengan pengolahan. Setelah kegiatan, jumlah responden yang memilih mengonsumsi susu dengan pengolahan meningkat hingga 95%. Setelah kegiatan, sebanyak 90% responden berminat mengadopsi teknologi pasteurisasi. Berdasarkan hasil pelaksanaan progam, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan minat adopsi teknologi pasteurisasi pada kelompok ternak. Program pengabdian ini membuka peluang kerja sama antara Kelompok Ternak Trajumas, Program Studi Peternakan, dan UPA Taman Agroteknologi dalam hilirisasi susu kambing di masa depan.
|
Pengabdian Masyarakat dan Teknologi Pengolahan Susu kambing perah;kelompok ternak;pasteurisasi; susu kambing Pengabdian Masyarakat KTT ETAWA Farm Trajumas pada peternakan kambing perah | 2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63199 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.63199 |
| 1671531 | #8617 | Pengembangan UMKM di Desa Sukagalih Kab. Sumedang Jawa Barat | zallesa, sheila |
Pandemic covid-19 merupakan permasalahan yang cukup serius dalam sector ekonomi baik itu dalam segi ekonomi mikro maupun ekonomi makro. Salah satu upaya pemerintah dalam pemulihan kembali sector ekonomi yaitu dengan cara mendorong UMKM karena dirasa UMKM lebih bisa bertahan di masa pandemic ini. Namun terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh para pelaku UMKM sendiri seperti para pelaku UMKm di desa Sukagalih Kab. Sumedang Jawa Barat. Pemsalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM diantaranya system pembukuan keuangan yang masih belum rapi sehingga cash flow pemasukan , pengeluaran dan biaya lainnya tidak terdokumentasi dengan baik. Selain itu masih belum faham nya para pelaku UMKM dalam menggunakan market e-commerce sehingga pemsaran produk masih terbatas di lingkungan sekitar saja. Adapun hasil kegiatan pengabdian dilapangan adalah melakukan pendampingan dan penyuluhan kepada para pelaku UMKM dalam hal pembukuan keuangan, pelatihan penggunaan e-commerce dan repackging produk agar terlihat lebih menarik dan menjual kepada para konsumen.
|
UMKM, pandemic, e-commerce, sukagalih, sumedang | 2022-02-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37635 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i1.37635 |
| 1671530 | #8617 | Penyuluhan Pemanfaatan Lemna untuk Budidaya Ikan di Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang | Andriani, Yuli - |
Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah mewujudkan komitmen Departemen Perikanan, FPIK Unpad untuk memenuhi salah satu kewajiban Tri Dharma perguruan tinggi untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat yang dalam kesempatan ini adalah pelaku budidaya ikan di Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. PKM kali ini memberikan informasi mengenai pemanfaatan bahan alternatif pakan berbasis sumberdaya lokal melalui pemanfaatan Lemna. PKM ini dilakukan dengan penyampaian materi secara langsung, diskusi interaktif, serta kunjungan pada kolam ikan yang digunakan sebagai lokasi budidaya ikan. Hasil menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dari awal sampai akhir kegiatan. Diskusi antara peserta dengan narasumber berlangsung dengan sangat baik, sehingga memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman untuk pemanfaatan Lemna sebagai bahan pakan alternatif pada budidaya ikan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya komitmen masyarakat untuk memanfaatkan potensi bahan lokal sebagai bahan pakan alternatif untuk budidaya ikan, selain itu terbangunnya komitmen kerja sama antara masyarakat pembudidaya ikan dengan Departemen Perikanan, FPIK Unpad untuk melanjutkan program peningkatan ketahanan pangan berbasis ikan di Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.
|
Budidaya Perikanan budidaya ikan, Lemna, lokal, pakan, Sindangsari Nutrisi | 2023-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/46382 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i1.46382 |
| 1671529 | #8617 | Pemanfaatan Digitalisasi "HealthTech" dalam Pengolahan Pangan : Solusi Inovatif Menu Sehat Mencegah Stunting di Desa Kertayasa Kab.Pangandaran |
Sitio, Nurul Mardhiah Yuniarti, Endah Fauzan, Farisadri Rifa`atul Fitri, Siti Ulfah |
Digitalisasi HealthTech menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi stunting, masalah kesehatan masyarakat signifikan yang masih tinggi di Indonesia, termasuk Desa Kertayasa, Pangandaran, akibat kurangnya pengetahuan gizi dan pemanfaatan pangan lokal. Program pengabdian ini bertujuan memanfaatkan digitalisasi HealthTech, khususnya platform Wehale, dalam pengolahan pangan untuk menciptakan menu sehat guna mencegah stunting di Desa Kertayasa. Metode partisipatif diterapkan melalui tahap persiapan, pra-pelaksanaan (pembekalan tim, pengembangan modul), dan pelaksanaan (sosialisasi stunting, gizi seimbang, dan pengenalan platform Wehale). Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat tentang gizi (rata-rata skor post-test meningkat 35%) dan keterampilan mengolah pangan lokal menjadi menu sehat. Pemanfaatan platform Wehale dan grup WhatsApp edukasi berhasil meningkatkan literasi digital dan memfasilitasi pendampingan berkelanjutan. Simpulan menunjukkan integrasi HealthTech efektif dalam edukasi gizi dan pengolahan pangan di komunitas pedesaan, memberdayakan masyarakat, dan mengatasi keterbatasan edukasi konvensional. Tindak lanjut program ini adalah mendorong keberlanjutan pemanfaatan teknologi untuk pencegahan stunting dan mengembangkannya ke daerah lain.
|
Stunting, HealthTech, Nutrition, Pangandaran, Wehale | 2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65735 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.65735 |
| 1671528 | #8617 | Peningkatan Kesadaran Konsumsi Protein Hewani melalui Edukasi bagi Keluarga yang Terindikasi Stunting di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Pangandaran |
Pramudawardhani, Ken Chandra Rahmawati, Ade Yogaswara, Auratu Syadiah Alghifari, Ibnu Mutaqin, Bambang Kholiq Safitri, Ananda Angel |
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran, dengan tujuan meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya konsumsi protein hewani dalam pencegahan stunting. Rendahnya konsumsi protein hewani menjadi salah satu penyebab utama masalah gizi kronis di wilayah pedesaan. Metode yang digunakan meliputi survei konsumsi pangan, wawancara, dan edukasi gizi kepada 15 kepala keluarga yang memiliki balita, termasuk keluarga dengan balita terindikasi stunting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sumber protein hewani utama masyarakat adalah telur (62,5%), sedangkan konsumsi ikan dan daging ayam masih rendah. Setelah dilakukan edukasi gizi, keluarga menunjukkan peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku konsumsi yang positif, dengan meningkatnya variasi konsumsi protein hewani seperti telur, ikan, dan ayam. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis keluarga efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi dan diversifikasi konsumsi protein hewani. Program ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, serta diharapkan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan.
|
2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68034 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.68034 | |
| 1671527 | #8617 | Cover | Journal of Community Services, Farmers: |
Tidak ada deskripsi
|
2020-08-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29446 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v1i1.29446 | |
| 1671526 | #3029 | Analysis of Waste Minimization in Production Time to Increase Production Effectiveness |
Ismail, Nalia El-Huda Sutomo, Andri Nugraha Nugraha Muchtaridi, Muchtaridi |
Lean manufacturing has been widely applied in the industry as an effort to utilize resources efficientlyand systematically. The purpose of this study is to analyze waste time activities and to proposedminimize the time so it will increase the effectiveness of production sucralfate suspension at PT. X.The concept used in this research is lean manufacturing with a value stream mapping (VSM) approach.This method will make it easier to identify waste time activities through current state mapping, todetermine improvement points and to propose improvements by describing the value stream mapping.The research was carried out by calculating and mapping each step of the production of sucralfatesuspension. The total production time needed for the production of one batch of sucralfate suspensionis 5 hours 16 minutes with a value added activity time about 96%, and a necessary non value addedactivity time about 4%. The proposed improvement to minimize waste time is by carrying outproductions activities in parallel. Based on the proposed improvement, the total production time ofsucralfate syrup that can be reduced is 31 minutes.Keywords: Waste Time, Value Stream Mapping.
|
Waste Time, Value Stream Mapping. | 2023-02-28 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/34905 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/ijpst.v10i1.34905 |
| 1671525 | #3029 | In Vitro And in Vivo Antidiabetic Activity of Ethanol Extract and Fractions of Hibiscus surattensis L Leaves |
Yuliet, Yuliet Sukandar, Elin Yulinah Adnyana, I Ketut |
Hisbiscus surattensis L the local name “tamoenju” is utilized by ethnic Sumari (Central Sulawesi) as an antidiabetic herbal, but de nitive studies on ef cacy and safety are lacking. Therefore, this study was aimed to investigate the antidiabetic activity of ethanolic extract of the leaves and fractions using in vitro and in vivo models. Ethanol extract (EE) of the leaves of H. surattensis L was prepared by maceration. The ethanol extract was separated into three fractions by liquid/liquid extractions to yield n-hexane (HF), ethyl acetate (EAF) and water fraction (WF). Firstly, the extract and fractions were tested for its inhibitory activity on α-glucosidase in vitro. The results showed IC50 EE, HF and WF more than 5000 ppm while the IC50 fraction of EAF 3888.34 ppm. Then, oral glucose tolerance test (OGTT) of the extract/fractions were carried out in normal mice. On OGTT, the ethanol extract, EAF, and WF at doses of 150 and 300 mg/kg BW were able to inhibit increasing the level of glucose in the blood. The results showed that the extract and fraction of H. surattensis L leaves in vitro had no effect as α-glucosidase inhibitor but in vivo had the hypoglycemic effect especially on the fraction of ethyl acetate and the water fraction. Key words: α-glucosidase, antidiabetic, Hibiscus suratttensis, glucose tolerance.
|
2018-06-28 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/16120 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/ijpst.v1i1.16120 | |
| 1671524 | #3029 | Formulasi dan Evaluasi Sediaan Mikrohidrogel dengan Kandungan Piperin sebagai Anti Jerawat |
Handayani, Retty Auliasari, Nurul Khaerunnisa, Clarissa F. Kusumawardhana, Adith P. Febriyanti, Raden Maya |
Jerawat adalah kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan pembentukan papula, komedo, pustula, jaringan parut, dan nodul. Meskipun perawatan jerawat secara konvensional telah tersedia yaitu dengan antibiotik, tetapi penggunaannya memiliki efek samping dan dalam penggunaan jangka Panjang menyebabkan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi mikro hidrogel topikal yang mengandung piperin sebagai obat anti jerawat yang potensial. Tiga formulasi yang mengandung piperin dengan variasi konsentrasi 10% (F1A), 20% (F1B), dan 30% (F1C) dibuat dengan menggunakan kitosan dan NaTPP sebagai basis mikrohidrogel. Konsentrasi hambat minimum (KHM) piperin terhadap Propionibacterium acne diuji dengan metode dilusi padat. Karakterisasi terhadap sifat fisikokimia mikrohidrogel dilakukan terhadap parameter organoleptic, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas, pH. Uji stabilitas terhadap formula dilakukan selama 28 hari. Dari ketiga formula, F1A menunjukkan aktivitas yang sedang terhadap Propionibacterium acne (diameter hambat 10.26 ± 0.57 mm) dan memenuhi persyaratan mutu untuk sediaan mikrohidrogel.
|
Anti jerawat; Mikrohidrogel; Piperin; Propionibacterium acne | 2025-05-17 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/57781 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/ijpst.v12i0.57781 |
| 1671523 | #3029 | Antioxidant Activity, Sun Protection Factor and Phytochemical Properties of Different Parts Sawo Walanda (Pouteria Campechiana (Kunth.) B.) Extract |
Fitriansyah, Sani Nurlaela Fadhilah, Syifa Ruslan, Komar Hartati, Rika Fidrianny, Irda |
AbstractUV radiation can lead production of Reactive Oxygen Species (ROS) on the skin and can cause negative effects1. Sun protector and antioxidant ingredients are needed to protect the skin2. Phenolic compounds and flavonoids have been used as sun protectors and as antioxidants3. Pouteria campechiana is known for its high abundance of phenolic compounds4. This study reported the phytochemical group, total phenol and total flavonoid content, antioxidant activity, and sun protector factor of ethanol extracts of pulp, seed, leaves, and twigs of Pouteria campechiana. Determination of antioxidant activity, sun protection factor, and total phenol and total flavonoid content were carried out using UV-visible spectrophotometry. Crude drugs and extract of pulp, seed, twig, and leaves P.campechiana containing phenolic group, tannin, and flavonoid. The leaf extract had the highest total phenolic content, while the highest total flavonoid content was in the seed extract. All of the extracts tested had very strong antioxidant activity indicated by the Antioxidant Activity Index (AAI) to DPPH value, >2. At a concentration of 1000 µg/mL, the leaf extract showed the highest SPF value, 16.01 ± 0.38.The conclusion, the leaf extract had the potential to further as a natural antioxidant, and sun protector. AbstrakPaparan radiasi UV dapat meningkatkan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) sebagai radikal bebas dan dapat menimbulkan efek negatif pada kulit. Dibutuhkan senayawa aktif sebagai fotoprotektor dan senyawa penangkal radikal bebas yang disebut antioksidan untuk melindungi kulit. Golongan senyawa fenol dan flavonoid dapat menyerap radiasi UV dan menangkal radikal bebas. Pouteria campechiana dilaporkan mengandung senyawa fenol. Penelitian ini melaporkan golongan senyawa kimia, kadar fenol dan flavonoid total, aktivitas antioksidan terhadap DPPH dan aktivitas fotoprotektor yang menggunakan parameter nilai Sun Protector Factor (SPF) dari ekstrak etanol daging buah, biji, ranting dan daun Poteria campechiana. Ativitas antioksidan, nilai SPF, kadar fenol total, dan flavonoid total diukur secara spektrofotometri UV-Sinar tampak. Hasil penelitin menunjukkan simplisia dan ekstrak etanol daging buah, biji, ranting dan daun P.campechiana mengandung golongan senyawa fenoli, tanin, dan flavonoid. Ekstrak etanol daun memiliki kadar fenol total tertinggi, sedangkan kadar flavonoid total tertinggi ada pada ekstrak etanol biji. Keempat ekstrak tergolong pada antioksidan sangat kuat, dengan parameter nilai AAI >2. Pada konsentrasi 1000 µg/mL, ekstrak daun menunjukkan nilai SPF tertinggi yaitu sebesar 16,01 ± 0,38. Kesimpulan, ekstrak etanol daun P.campechiana lebih berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku aktif antioksidan alami dan fotoprotektor.
|
Sawo walanda, antioxidant, DPPH, sun protection activity | 2024-01-08 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/50584 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/ijpst.v0i0.50584 |
| 1671522 | #3029 | Exploration of Indonesian Plants as Skin Lightening against Tyrosinase: A Virtual Screening |
Hariyono, Pandu Karamoy, Jasson Rhinehard Hariono, Maywan |
Aesthetic is nowadays becoming as one of the important things for people to increase self-confidence. Flawless skin could be one of the desired looks especially for females which is a valuable cosmetics market. Skin browning is often associated with dermatological problems which may lead to hyperpigmentation due to the increase of the melanin biosynthesis. Skin browning could be caused by the overproduction of melanin which is accelerated by the presence of human tyrosinase. Therefore, the inhibition of this kind of enzyme is associated with skin lightening. In this present study, we perform in silico virtual screening against human tyrosinase by utilizing a natural product database from Indonesia Herbal Database (http://herbaldb.farmasi.ui.ac.id/v3/) to select 20 hit compounds. The simulation was carried using AutoDock Vina via molecular docking. The result shows that from 200 compounds of the database, those hits have a free energy of binding range from -12.1 to -9.2 kcal/mol predicting the affinity of the corresponding compounds towards human tyrosinase associating with its potential as a skin whitening agent. The hits correspond to their presence in Indonesian local plant that could be potential as resources for skin whitening.Keywords: Indonesian plant, molecular docking, skin lightening, tyrosinase, virtual screening.
|
2019-04-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20194 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/ijpst.v1i2.20194 | |
| 1671521 | #3029 | Gastroprotective Effect of Galangal, Turmeric and Their Combination on Rats’ Gastric Ulcers |
Ekowati, Heny Anwar, Amalia Meisya Audina, Fuzilestari Nur Utami, Esti Dyah |
Galangal (AG) and turmeric (CL) have potential gastroprotective activity. Both have been shown to prevent oxidation by scavenging free radicals and blocking oxidative enzymes. This study evaluated the gastroprotective effects of galangal, turmeric, and their combination extract against gastric mucosal lesions induced by ethanol-hydrochloric acid (HCl). The experimental design comprised 5 groups: group I was administered with Tween 80 (1%), and group II was administered ranitidine (50 mg/kgBW) orally. The other three groups were administered AG and CL, and their combination was administered (1:1) (100 mg/200 kg BW) orally for six days. On the 7th day, the rats were induced by ethanol-HCl (1: 1 v/v) 8 mL/KgBW. Six hours later, the rat was sacrificed and dissected for their gastric. Gross ulcer area, lesion length, histology, pH, and ulcer index were observed. There were improvements in pH, lesion score, ulcer index, and curative ratio. The histopathological profile showed ulcer repairment and lowering of neutrophil inflammatory cell infiltration. Statistical analysis showed the potential equivalence of the single and combination treatments in their gastroprotective effects. Galangal, turmeric, and its combination have gastroprotective activities by repair of ulcer and gastric pH, increasing the curative ratio, and decreasing the ulcer index in the rat model.
|
Galangal; turmeric; gastroprotective; rats | 2025-10-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/49741 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/ijpst.v12i3.49741 |
| 1671520 | #3029 | Antiviral Activity of Various Glycoside Compounds |
Al Azzahra, Yunita Muchtaridi, Muchtaridi Yusuf, muhammad |
Glycoside compounds consist of several groups of important compounds, such as flavonoids and alkaloids. Sometimes the glycosidic residues in glycoside compounds have an important role in their activity, but some can only increase their pharmacokinetic parameters. However, recent developments in molecular glycobiology have gained a greater understanding of the activity of aglycones vs. glycosides. Several glycoside compounds, such as flavonoid glycosides and Cardiac glycosides, have been known to have antiviral activity, including against Herpes Simplex Virus, Influenza, and Human Immunodeficiency Virus. Still, until now, the potential for various Glycoside compounds as antivirals have not been widely studied, although many biologically active compounds are in the form of glycosides. Further studies regarding the antiviral activity of this glycoside compound are needed to determine the possibility of this compound as an alternative for treating diseases caused by viruses.Keyword : flavonoid glikosida, cardiac glikosida, HSV, Influenza, HIV
|
2024-06-29 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/44496 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/ijpst.v11i2.44496 | |
| 1671519 | #3029 | The Effectiveness of Aloe vera Hydrogel Against Fusobacterium nucleatum |
Susanto, Chandra Girsang, Ermi |
Bacteria can cause infectious diseases on oral health such as gingivitis and periodontitis. Scaling and rootplaning are effective against this disease, nevertheless several types of antimicrobial material can be added to increase the effectiveness of the initial treatment. Aloe vera is one of the natural antimicroba materials that is usually used. Hydrogel is a polymetric material that is stable in wet conditions, especially in the gingival sulcus. Sodium alginate is a natural polymer that is often used to produce hydrogels due to its biocompability. The aim of this study was to know the the effectiveness of Aloe vera hydrogel against Fusobacterium nucleatum by in vitro method. This research is experimental research with a total of 20 samples. The samples used were 5% and 10% sodium alginate based Aloe vera hydrogel which were placed in pure culture of F. nucleatum in MHA media for 24 hours. The inhibition zone diameter were measured using calipers. The results of the study using Shapiro-Wilk normality test showed that the data were not normally distributed. Then Kruskal Wallis test was performed which showed significant differences in each treatment group followed by Post Hoc Mann Whitney test to see a significant difference in the 5% group and 10%. Aloe vera hydrogel showed a significant inhibition against F. nucleatum bacteria at both 5% and 10% concentrations.Keywords: Alginate, Aloe vera, Antimicrobial material, Fusobacterium nucleatum, Hydrogel, Inhibitory zone
|
2020-10-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26618 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/ijpst.v7i3.26618 | |
| 1671518 | #3029 | Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Etanol Daun Tempuyung (Sonchus arvensis Linn.) |
Sukmayadi, Asep Edi Sumuwi, Sri Adi B, Melisa Intan Aryanti, Anisa D. |
Daun tempuyung (Sonchus arvensis Linn.) merupakan tanaman obat potensial di Indonesia yang secara empiris sering digunakan untuk mengobati asam urat, kencing batu, obat bengkak, batuk, asma, demam, peradangan, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas imunomodulator daun tempuyung terhadap peningkatan jumlah leukosit dan komponennya serta peningkatan IL-2 pada tikus jantan putih galur Wistar. Hewan coba diberi perlakuan ekstrak etanol daun tempuyung dengan dosis 100, 700, dan 1400 mg/KgBB serta Stimuno 50 mg/kgBB yang disuspensikan dengan Na CMC 0,5%. Ekstrak diberikan setiap hari sekali selama 2 (dua) minggu dan 1 (satu) minggu setelah diberikan Shigella dysenteriae secara per oral. Darah tikus diambil dari jantung kemudian dilakukan perhitungan jumlah leukosit dan komponennya dengan flow cytometry, serta IL-2 dengan Sandwich ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antaraaktivitas imunomodulator ekstrak etanol daun tempuyung (Sonchus arvensis Linn.) pada dosis 100 mg/kgBB terhadap peningkatan jumlah leukosit, limfosit, monosit, dan IL-2 dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dengan nilai p≤0,05.Maka, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tempuyung dapat meningkatkan jumlah leukosit dan komponennya serta IL-2. Oleh karena itu, daun tempuyung yang merupakan obat tradisional asli Indonesia berpotensi memiliki aktivitas imunomodulator. Kata kunci: IL-2, leukosit, limfosit, monosit, Shigella dysenteriae, Sonchus arvensis Linn.
|
2014-10-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/7515 buka_link ↗ Highlight_link 10.15416/ijpst.v1i2.7515 | |
| 1671517 | #3029 | Profil Dan Rasionalitas Penggunaan Antidiabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Di RSUD Kota Kendari |
Jabbar, Asriullah Y, Muhammad Ilyas Pascayantri, Asniar Qur’ani, Qur’ani Mubarak, Mubarak Irma, Irma Nirwati, Andi |
Pengelolaan diabetes melitus tipe II yang tepat sebaiknya mengikuti pengobatan yang rasional. Penggunaan obat antidiabetik yang rasional menjadi hal penting dalam mencapai terapi yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil dan rasionalitas penggunaan antidiabetik, serta korelasi rasionalitas pengobatan terhadap kadar glukosa darah pasien. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non-eksperimental observasional dengan rancangan penelitian retrospektif, kemudian hasil yang diperoleh di analisis secara deskriptif. Uji korelasi pada penelitian ini menggunakan uji Chi-square. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 82 pasien diabetes rawat inap di RSUD Kota Kendari Tahun 2021-2022. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan antidiabetik kombinasi (36,58%) dan antidiabetik tunggal (63,41%). Berdasarkan kerasionalan penggunaan antidiabetik yaitu tepat obat (17,07%), Â tidak tepat obat (82,92%,) tepat pasien 10,97%, tidak tepat pasien 89,02%, tepat dosis dan tepat interval waktu pemberian (100%). Penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan antara rasionalitas tepat obat dengan kadar glukosa darah (p>0,05) dan rasinolitas tepat pasien dengan kadar glukosa darah (p>0,05), namun terdapat hubungan antara rasionalitas tepat obat dengan komorbid (p< 0,05) dan rasionalitas tepat pasien dengan komorbid (p< 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan sebagian besar pasien diabetes rawat inap RSUD Kota Kendari berusia 45-59 tahun dengan jenis kelamin perempuan serta hipertensi sebagai penyakit penyerta terbanyak, rasionalitas penggunaan obat secara umum masih dibawah 100% dan tidak terdapat hubungan antara rasionalitas pengobatan dengan kadar glukosa darah, namun terdapat hubungan dengan komorbid.
|
Diabetes Melitus Tipe II, Antidiabetik, Rasionalitas Pengobatan, Kota Kendari | 2024-09-19 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/52642 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/ijpst.v6i2.52642 |