Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↑ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
736 #44 PERANAN THE LENDER OF LAST RESORT (LOLR) TERHADAP PEREKONOMIAN: Suatu Kajian Empiris Terhadap Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sugema, Iman
Simorangkir, Iskandar
The role of central bank as the lender of last resort (LOLR) has been well known since 19th century. LOLR is a lending facility to non liquid bank to avoid systemic financial crisis on banking. In Indonesia Central Bank of Indonesia provides this facility, namely Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Using macro-econometric model to run two simulations; with and without BLBI, we find that BLBI can avoid national output fall while the existence of BLBI, the cost of liquidity crisis will be less. Our result also shows that BLBI tend to overshoot exchange rate by money printing to support non liquid bank which in turn increase the probability of systemic crisis.
2004-12-15 oai:ojs.www.journalbemp.org:article/98 buka_link ↗ Highlight_link 10.21098/bemp.v7i1.98
737 #44 KAJIAN TERHADAP STRUKTUR MIKRO PASAR VALAS ANTAR BANK DOMESTIK Budiman, Aida S.
Hendarsah, Nanang
Nugroho, M. Noor
Silviani, Evy
Price fluctuation on foreign exchange induces a complex consequences on financial market. Understanding micro structure of forex market and their linkage to other market will help central bank to maintain ‘targeted’ value of Rupiah and to ensure the economy recovery post crisis. We apply business intelligence application namely On-Line Analytical Processing (OLAP) to deal with huge and high frequency data from Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) during period of January 2003 up to 20 June 2003. Using this tool, we can analyze characteristic of any observable market blocks including market clearance status and their inter-linkage (flow of transactions). The result shows that swap transaction dominates foreign exchange transaction, followed by spot and forward. The swap transaction is mostly used to maintain short term liquidity in inter bank market. From all of the three types of transaction, foreign bank plays important role because they have ‘greater’ access on Pasar Uang Antar Bank (PUAB), meanwhile national bank face credit line policy hence 90% of foreign exchange placement is directed to foreign bank.
2004-12-15 oai:ojs.www.journalbemp.org:article/99 buka_link ↗ Highlight_link 10.21098/bemp.v7i1.99
738 #44 PERKEMBANGAN MONETER, PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN TRIWULAN III – 2004 | PERKEMBANGAN MONETER, PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN TRIWULAN III – 2004 Bank Indonesia, Tim Penulis Laporan Triwulanan
Perkembangan ekonomi makro sampai dengan triwulan III-2004 mengindikasikan bahwa meskipun kestabilan ekonomi semakin baik, ekonomi domestik belum dapat memanfaatkan dukungan kondisi eksternal yang kondusif secara optimal. Hal ini tercermin dari relatif terbatasnya pertumbuhan ekspor dan aliran modal asing yang berjangka panjang khususnya foreign direct investment (FDI). Kondisi tersebut antara lain disebabkan oleh masih terbatasnya peningkatan kapasitas dan daya saing. Dengan perkembangan tersebut PDB triwulan III-2004 diperkirakan mencapai 4,4 – 4,9% (yoy). Pola pertumbuhan ekonomi tersebut masih tetap bertumpu pada konsumsi khususnya konsumsi swasta. Sementara itu, investasi mulai tumbuh cukup tinggi pada beberapa triwulan terakhir walaupun secara keseluruhan belum meningkatkan kapasitas ekonomi. Peningkatan investasi tersebut tidak terlepas dari dorongan konsumsi dan dukungan pembiayaan perbankan serta pasar modal. Sementara ekspor tumbuh terbatas sejalan dengan masih rendahnya kapasitas dan daya saing terkait dengan masih terbatasnya investasi, sedangkan impor masih tumbuh cukup tinggi seiring dengan masih tingginya permintaan domestik. Berbagai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi ekonomi yang tercipta belum berimbang. | Perkembangan ekonomi makro sampai dengan triwulan III-2004 mengindikasikan bahwa meskipun kestabilan ekonomi semakin baik, ekonomi domestik belum dapat memanfaatkan dukungan kondisi eksternal yang kondusif secara optimal. Hal ini tercermin dari relatif terbatasnya pertumbuhan ekspor dan aliran modal asing yang berjangka panjang khususnya foreign direct investment (FDI). Kondisi tersebut antara lain disebabkan oleh masih terbatasnya peningkatan kapasitas dan daya saing. Dengan perkembangan tersebut PDB triwulan III-2004 diperkirakan mencapai 4,4 – 4,9% (yoy). Pola pertumbuhan ekonomi tersebut masih tetap bertumpu pada konsumsi khususnya konsumsi swasta. Sementara itu, investasi mulai tumbuh cukup tinggi pada beberapa triwulan terakhir walaupun secara keseluruhan belum meningkatkan kapasitas ekonomi. Peningkatan investasi tersebut tidak terlepas dari dorongan konsumsi dan dukungan pembiayaan perbankan serta pasar modal. Sementara ekspor tumbuh terbatas sejalan dengan masih rendahnya kapasitas dan daya saing terkait dengan masih terbatasnya investasi, sedangkan impor masih tumbuh cukup tinggi seiring dengan masih tingginya permintaan domestik. Berbagai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi ekonomi yang tercipta belum berimbang.
2005-05-20 oai:ojs.www.journalbemp.org:article/104 buka_link ↗ Highlight_link 10.21098/bemp.v7i2.104
739 #44 ANALISIS PENGARUH VOLATILITAS NILAI TUKAR PADA EKSPOR KOMODITI MANUFAKTUR DI INDONESIA PENERAPAN ESTIMASI DENGAN MENGGUNAKAN DISTRIBUSI LAG POISSONS PADA PERSAMAAN NON LINEAR SEEMINGLY UNRELATED REGRESSION | ANALISIS PENGARUH VOLATILITAS NILAI TUKAR PADA EKSPOR KOMODITI MANUFAKTUR DI INDONESIA PENERAPAN ESTIMASI DENGAN MENGGUNAKAN DISTRIBUSI LAG POISSONS PADA PERSAMAAN NON LINEAR SEEMINGLY UNRELATED REGRESSION Ekananda MM., MSE, Dr. Mahyus
The purpose of this paper is to explain the uncertainty of exchange rate volatility effect to international trade. Its effect to international trade, specially quantity of export, come from accumulation exchange rate fluctuation from several lag. For the record, some previous researches which found out the impact of exchange rates on trade did not consider some of the things. First, the existence of inconstancy on trade. Namely, depend on the change of elasticity along the time of observations. Secondly, the number of lag in independent variable which is needed in order to record the highest impact. Third, there is an accumulation of impact in some previous period. The industry with lower import content become easier to maintain the export level. Export adjustment will occure with different time. This paper found that the industry with lower import content has faster export adjusment than higner import content. The data will separate into two different import content. The industry with higher import content will reduce the export if exchange rate volatility increase.The other purpose of this paper is to explain the algorithm solution for system equation which has non linier form in its parameter, especially in system equation of seemingly unrelated regression. Particularly, this paper will discuss the model formation by inserting poissons probability function, which cause the non linier form. Inserting poissons distibution probablity to equation of trade can estimate the time of adjustment that has a best distribution. Then, this paper will explain the implementation that had been done by Ekananda (2003) about poisons probability function on system equation, the dynamics of equation and the simultaneous equation by using Hausman algorithm (1975). | The purpose of this paper is to explain the uncertainty of exchange rate volatility effect to international trade. Its effect to international trade, specially quantity of export, come from accumulation exchange rate fluctuation from several lag. For the record, some previous researches which found out the impact of exchange rates on trade did not consider some of the things. First, the existence of inconstancy on trade. Namely, depend on the change of elasticity along the time of observations. Secondly, the number of lag in independent variable which is needed in order to record the highest impact. Third, there is an accumulation of impact in some previous period. The industry with lower import content become easier to maintain the export level. Export adjustment will occure with different time. This paper found that the industry with lower import content has faster export adjusment than higner import content. The data will separate into two different import content. The industry with higher import content will reduce the export if exchange rate volatility increase.The other purpose of this paper is to explain the algorithm solution for system equation which has non linier form in its parameter, especially in system equation of seemingly unrelated regression. Particularly, this paper will discuss the model formation by inserting poissons probability function, which cause the non linier form. Inserting poissons distibution probablity to equation of trade can estimate the time of adjustment that has a best distribution. Then, this paper will explain the implementation that had been done by Ekananda (2003) about poisons probability function on system equation, the dynamics of equation and the simultaneous equation by using Hausman algorithm (1975).Keywords: exchange rate, poisson distribution, Non Linear SURJEL: C16, C32, F14, F31
2005-05-20 oai:ojs.www.journalbemp.org:article/105 buka_link ↗ Highlight_link 10.21098/bemp.v7i2.105
740 #34 Merespon Perubahan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Di SMP Negeri 1 Pacet Barnoto, Barnoto
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan perubahan yang paling efektif dalam perilaku kelompok: bagi yang lain dia adalah proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan kelompok ke arah penetapan tujuan dan pencapaian tujuan. Fungsi kepemimpinan ialah: memadu, menuntun, membimbing, membangun, memberi atau membangunkan motivasi-motivasi kerja, mengemudikan organisasi, menjalin jaringan komunikasi-komunikasi yang baik, memberikan supervisi/pengawasan yang efesien, dan membawa para pengikutnya kepada sasaran yang ingin dituju, sesuai dengan ketentuan waktu dan perencanaan. Kebijakan yang dibuat oleh kepala SMP Negeri 1 Pacet dalam meningkatkan kinerja pendidik professional adalah dengan cara mengikutkan KKG workshop, pelatihan, aktif dalam kegiatan di sekolah baik yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota maupun LPMP. Kebijakan yang telah di buat dengan cara mengoptimalkan peran kepala sekolah sebagai pemimpin yang meliputi: Sebagai pendidik (Educator), Sebagai manager, Sebagai administrator, Sebagai supervisor, Sebagai pemimpin (leader), Sebagai innovator, dan Peran kepala sekolah Sebagai menejemen kurikulum sebagaimana termaktub pada peraturan menteri pendidikan nasional nomor 13 tahun 2007 tentang standar Kepala sekolah /Madrasah, yaitu kompetensi Kepribadian, Menejerial, Kewirausahaan, supervisi, dan kompetensi sosial.
Kompetensi Kepemimpinan Sumberdaya Manusia 2021-02-06 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/27 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i1.27
741 #34 Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan dalam Proses Pembelajaran di SMP Negeri 1 Dlanggu Zamroni, Muhammad Afif
Peneliti memilih jenis penelitian kualitatif. Untuk memperoleh data penulis melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, dan keabsahan data yaitu triangulasi.Hasil penelitian ini antara lain: (1). Pelaksana sistem informasi manajemen  di SMP Negeri 1 Dlanggu sudah terlaksana dengan baik di mana menggunakan aplikasi pengelola data yaitu dapodik dan teknologi informasi dalam mendukung proses pembelajaran memberikan layanan pendidikan dengan  memfasilitasi praktek pembelajaran dengan menggunakan infrakstruktur teknologi, seperti fasilitas belajar dengan memadukan computer dengan wifi. (2). Pelaksanaan proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Dlanggu yaitu, sebelum melaksanakan proses pembelajaran harus melalui tiga tahap yaitu, pertama, tahap perencanaan. Dalam tahap ini membuat analisis hari efektif dan analisis program pembelajaran, membuat program tahunan, menyusun silabus, menyusun RPP, dan membuat penilaian pembelajaran. Kedua, tahap pelaksanaan. Dalam tahap ini yang perlu dilakukan yaitu, Aspek pendekatan dalam pembelajaran, Aspek stretegi dan taktik dalam pembelajaran, Aspek metode dan teknik dalam pembelajaran. Media pembelajaran yang dipakai dalam proses pembelajaran yaitu, media cetak (buku),  gambar, LCD dan computer. Ketiga, tahap evaluasi. Dalam tahap ini yang dievaluasi yaitu,  pengetahuan belajar yang dites dengan secara tertulis, lisan, dan daftar pertanyaan ujian. Evaluasi belajar keterampilan yang dievaluasi dengan ujian praktek, dan analisis tugas yang dievaluasi sendiri oleh pendidik. Dan bentuk tes yang diberikan kepada peserta didik tetap  harus dengan persyaratan yang baku. (3). Faktor yang menunjang adanya sistem informasi manajemen yaitu, dengan adanya sistem dapodik  yang melakukan pendataan tentang data pendidik dan data peserta didik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa system informasi manajemen sangat menunjang dalam dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Dlanggu.
2020-03-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/28 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i1.28
742 #34 Manajemen Perilaku Organisasi Dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Kompeten Darim, Abu
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang  Manajemen Perilaku Organisasi Madrasah Pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Pacet Tahun 2017/2018.   Penelitian   ini  merumuskan bagaimana Manajemen perilaku organisasi madrasah pada MI Tahun 2017/2018 dalam mewujudkan sumber daya manusia,  hambatan   dan   solusinya. Tujuan  penelitian   1)   mendeskripsikan manajemen perilaku organisasi madrasah pada MI Tahun 2017/2018 dalam mewujudkan sumber daya manusia. 2) Menganalisis hambatan dan solusi dalam penelitian ini.Hasil penelitian mengungkap mengenai (1) Manajemen Perilaku Organisasi Madrasah Pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Pacet dalam mewujudkan sumber daya manusia yang dilakukan  dengan perencanaan; dilaksanakan dengan melakukan analisis terhadap seluruh kegiatan atau beban pekerjaan kapasitas intelektual, kapabilitas, pengalaman kerjadan ketauladanan. Rekrutmen; mengutamakan prestasi akademik, non akademik, berakhlak baik,dan mengesampingkan hubungan kekerabatan serta mengutamakan prestasi dan profesionalisme. Pengembangan; mengubah perilaku agar terjadi perubahan  danada peningkatan melalui workshop, diklat dan pelatihan. Pengawasan; dilakukan sesuai  jadwal sebulan sekali pada seluruh rangkaian kegiatan sekolah, keadaan siswa, sarana prasarana, guru, program, fasilitas. Evaluasi; tiga tahap yaitu bulanan, tengah semester dan akhir semester, serta akhir tahun pembelajaran. Hambatan; Tenaga pengajar belum sesuai yang dibutuhkan, bukan lulusan pendidikan Guru, guru yang  sudah mengajar tidak sesuai bidangnya, minimnya pengawasan, minimnya pengembangan kapasitas, dan kurangnya evaluasi. Solusi; manajemen rekrutmen dengan seleksi akademis dan non akademis, pengembangan guru pelatihan, worshop, pengawasan dan perhatian terhadap organisasi tersebut.
Manajemen Perilaku Organisasi Sumber daya Manusia Guru Pendidikan Islam 2020-03-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/29 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i1.29
743 #34 Pengaruh Sarana dan Prasarana Terhadap Mutu Pendidikan di Madrasah Bertaraf Internasional Nurul Ummah Pacet Mojokerto Muslimin, Tri Adi
Kartiko, Ari
Sarana merupakan segala perlengkapan atau peralatan yang digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran. Prasarana merupakan segala perlengkapan atau peralatan yang tidak digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran. Mutu pendidikan sesuatu yang dapat memenuhi atau bahkan melebihi harapan pelanggan pendidikan. Hal inilah yang terjadi di MBI Nurul Ummah Pacet Mojokerto yang mana sarana dan prasarana yang ada masih kurang memadai tapi dapat menghasilkan mutu pendidikannya sangat tinggi. Rumusan  masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimana pengaruh sarana dan prasarana terhadap mutu pendidikan? 2) Manakah yang berpengaruh dominan dari sarana dan prasarana terhadap mutu pendidikan? Sedangkan tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh sarana dan prasarana terhadap mutu pendidikan dan dari sarana dan juga mengetahui mana yang lebih berpengaruh domina dari sarana dan prasaran terhadap mutu pendidikan. Jenis penelitian yang digunakn adalah kuantitatif, serta instrumennya menggunakan kuisioner. Kemudian untuk mengetahui pengaruhnya adalah dengan Uji-t. Hasil dari penelitian ini adalah, 1) Bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sarana, prasarana terhadap mutu pendidikan, 2) Besarnya pengaruh sarana dan prasarana terhaap mutu pendidikan 36,4%. Sedangkan pengaruh prasarana terhadap mutu pendidikan 17,0%. Maka diketahui bahwa variabel sarana yang paling dominan mempengaruhi mutu pendidikan, 3) Hasil uji koefisien determinasi (R2) diketahui nilai R Square sebesar 0,147, hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel X1 dan X2 secara simultan terhadap variabel Y adalah sebesar 14,7%.
Sarana Prasarana Mutu Pendidikan Madrasah 2021-04-06 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/30 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i2.30
744 #34 Studi Analisis Komite Sekolah/Madrasah dalam Mengawal Kualitas Pendidikan Bisri, Abdul Mukti
Dibentuknya komite sekolah/madrasah adalah upaya penyesuaian terhadap paradigma yang dirubah oleh pemerintah menjadi desentralisasi. Hal ini menjadi peluang bagi stakeholder khusunya masyarakat agar dapat memberikan ruang untuk ikut serta dalam mengelola pendidikan. Kebijakan pendidikan di Negara kita sekarang ini seharusnya dapat membangun manusia yang kompetitif. Sebagian sekolah/madrasah yang kita miliki dan pendidikannya mumpuni, akan tetapi hasil yang didapatkan belum maksimal hanya karena tidak memiliki partner yang dapat membantu dan mengawal kualitas pendidikannya. Studi analisis ini merupakan upaya untuk menganalisis kebijakan pendidikan terhadap komite sekolah/madrasah dan menelaah peran, fungsi, maupun tugasnya ketika berupaya mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab keikutsertaan komite sekolah/madrasah dalam pengembangan dan peningkatan sekolah sangat diperlukan, yang akhirnya dapat memberdayakan seluruh komponen masyarakat. Dan yang paling penting komite sekolah/madrasah dapat mewujudkan apa yang diharapkan oleh masyarakat.
Komite Sekolah Kualitas Sekolah Madrasah Sekolah 2020-03-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/31 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i1.31
745 #34 Pengembangan Kurikulum Madrasah Di Pesantren Ansori, Mujahid
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, pertama, tentang bentuk kurikulum Madrasah Aliyah  Al-Hikmah Sumobito sebelum dilakukan pengembangan. Kedua, mengetahui dan mendeskripsikan dengan detail pengembangan kurikulum MANJ, dan yang ketiga, adalah untuk mendeskripsikan dampak dari adanya pengembangan kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan.  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologik, yaitu memahami aktivitas pengembangan kurikulum yang terjadi di MA Al-Hikmah Sumobito dan jenisnya studi kasus dengan kasus tunggal dan analisis tunggal. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini mengambil latar alamiah Madrasah Aliyah yang ada di lingkungan Pesantren Al-Hikmah Sumobito. Sebagai informannya adalah kepala sekolah, waka kurikulum, komite sekolah, pengurus pesantren, waka kesiswaan, dan wali kelas satu, dua, dan tiga. Dalam menguji keabsahan data peneliti menggunakan derajat kredibilitas dengan trianggulasi, pemeriksaan sejawat melalui diskusi dan keajegan dalam penelitian. Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, peneliti menemukan bahwa: 1) Kurikulum Madrasah Aliyah Al-Hikmah Sumobito adalah kurikulum integritas, artinya perpaduan antara K-13 dengan kurikulum pesantren 2). Bentuk pengembangan kurikulum di MA Al-Hikmah Sumobito Madrasah Aliyah Al-Hikmah Sumobito telah mengimplementasikan secara maksimal K-13, menerapkan SKS, memenuhi Standar Isi dan SKL. Menerapkan media ICT/TIK sebagai sarana pembelajaran dan media siswa dalam mengakses pelajaran secara online.Untuk kelas bertaraf International, kurikulumnya mengadopsi dari Cambridge University. Demikian juga bahasa yang digunakan pada setiap mata pelajaran MAFIKIB menggunakan bilingual (Arab dan Inggris). Menerapkan dua bahasa (Arab dan Inggris) dalam pembelajaran untuk seluruh kelas reguler. 3) Dampak dari pengembangan kurikulum, paserta didik memiliki keilmuan integritas, IPTEK dan IMTAQ
Pengembangan Kurikulum Peningkatan mutu Madrasah Pesantren 2021-02-12 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/32 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i1.32
746 #34 Hubungan Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Sembodo, Sigit Priyo
An organization of good governance should have the motivation of employees with high job of work and discipline. If employees work well in accordance with the ability and motivation work influenced by their skills and responsible for his job as a form of discipline work and an organization that will be able to more developed ease the achievement of the purpose of the organization. The purpose of this study are (1) the correlation between work motivation with employee performance, (2) the correlation between work discipline with employee performance, (3) the correlation between work motivation and work discipline with the performance of employees in educational department of mojokerto.A method in this research was used a quantitative approach. The techniques to take data collection here is closed questionnaires and Data processing techniques uses correlation product moment test and multiple correlation with the significant level of 5% to know is there any relationship between the variables or not. The result showed that (1) it is proved that there is correlation between work motivation and performance of employees with a correlation coefficient of 0.792, (2) there is a correlation between the work discipline with employee performance with a correlation coefficient of 0.981, (3) there is a correlation between work motivation and work discipline with the employee's performance with a correlation coefficient of 0.981. Based on the analysis of the data above it can be concluded that there are correlation between work motivation and work discipline with the employees performance in educational department of mojokerto.
work motivation work discipline employees performance 2020-03-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/33 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i1.33
747 #34 Strategi Kepala Madrasah..dalam Membangun Budaya Religius Peserta Didik Tajudin, Ahmad
Aprilianto, Andika
Strategi kepala madrasah merupakan faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan peningkatan budaya religius madrasah. Penelitian ini bertujuan. mendesripsikan. Strategi kepala madrasah dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan hambatan dalam membangun budaya religius. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, Wawancara dan Studi Dokumentasi. Prosedur analisis data adalah Reduksi Data, Penyayian Data, dan Verifikasi. Sedangkan subjek penelitian adalah Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, dan Guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1)Strategi kepala madrasah dalam membangun budaya religius(2) Kendala yang dihadapi kepala madrasah dalam membangun budaya religius di madrasah, kondisi guru di madrasah tetapi masih terkendala pendidik, kurangnya tenaga ahli, sedangkan kondisi lingkunganmadrasah juga mempengaruhi peserta didik yang baru berkembang, sedangkan dari pihak lembaga sendiri sudah memaksimalkan dari pembelajaran ektrakurikuler dan kebutuhan lain, agar berkembangnya dari budaya religius yang ada di madrasah tsanawiyah unggulan hikmatul amanah.
Budaya Religius Strategi Kepala Sekolah Peserta didik 2020-09-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/34 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i2.34
748 #34 Sistem Manajemen Kepala Sekolah dan Wali Asrama dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Muzari, Muzari
Sembodo, Sigit Priyo
Keberhasilan manajemen kepala sekolah dan sistem bimbingan wali asrama terhadap peningkatan prestasi siswa sangat penting diteliti terutama di sekolah berbasis pesantren seperti MTs Unggulan Amanatul Ummah Mojokerto yang memiliki prestasi melimpah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi manajemen kepala sekolah dan sistem bimbingan wali asrama dalam meningkatkan prestasi siswa. Studi yang telah dilakukan adalah studi lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan metode Miles and Huberman yang meliputi beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data (display) dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data dilakukan menggunakan teknik Triangulasi data. Hasil yang diperoleh dari data-data penelitian menunjukkan bahwa manajemen kepala sekolah yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terbukti berhasil dalam meningkatkan prestasi siswa MTs Unggulan Amanatul Ummah. Selain itu, sistem bimbingan wali asrama baik perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi juga efektif dalam rangka meningkatkan prestasi siswa/santri MTs Unggulan Amanatul Ummah. Namun, khusus pada penyediaan sarana sekolah, ditemukan adanya sarana yang masih belum sepenuhnya memadai berupa ketiadaan kelas khusus untuk pembelajaran olimpiade. Walau demikian, ianya tidak mempengaruhi pencapaian prestasi siswa dengan adanya kecemerlangan manajemen kepala sekolah dan sistem bimbingan wali asrama dalam meningkatkan prestasi siswa MTs Unggulan Amanatul Ummah.
Boarding School Supervisor Guidance System Headmaster Infrastructure Management 2020-09-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/35 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i2.35
749 #34 Optimalisasi Manajemen Sekolah Dalam Menerapkan Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar Ikramullah, Ikramullah
Sirojuddin, Akhmad
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen sekolah dalam menerapkan pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian atau informannya adalah kepala sekolah, guru kelas/walikelas dan guru pembimbing khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Dalam hal pengoptimalan pengelolaan pendidikan inklusi, peran kepala sekolah sebagai pemegang keputusan tertinggi di suatu lembaga sangat memengaruhi arah dan tujuan yang hendak dicapai oleh lembaga tersebut. (2) Ada banyak faktor penghambat terhadap pengelolaan pendidikan inklusi di SDN Mentikan 1 Kota Mojokerto  dari awal pengelolaan sampai dengan sekarang. Namun, faktor yang paling mendasar dan sangat memengaruhi adalah permasalahan yang berhubungan dengan anggaran. (3) Upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi adalah membagi dan memprioritaskan masalah yang memang tidak bisa diselesaikan oleh SDN Mentikan 1 sendiri kemudian menjadikannya bahan aduan ke Dinas terkait dan pusat sumber yang bertempat di SLB Pertiwi yang kebetulan ditunjuk langsung oleh dinas pendidikan provinsi jawa timur sebagai sekolah aduan terkait pengelolaan pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Manajemen Sekolah Pendidikan Inklusi Sekolah Dasar 2020-04-25 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/36 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i2.36
750 #34 Manajemen Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP Berbasis Pesantren Rofiq, Muhammad Husnur
Siswanto, Romi
Sajidin, Sajidin
This article aims to 1) To find out how the process of implementing principal management in increasing educational quality at SMP BP Amanatul Ummah. 2) Knowing what are the supporting and inhibiting factors of the principal management process in improving the quality of education at SMP BP Amanatul Ummah. 3) Knowing the principal management process on the quality of professional education at SMP BP Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. This research is qualitative research using descriptive methods, namely research methods to solve actual problems. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. The management of school principals in order to increase education output at SMP BP Amanatul Ummah the program carried out is to increase the ability of school personnel in resource management and program preparation, encouraging greater community participation to support education in schools, encouraging the use of school budgets according to school needs. functions are implemented by taking four stages, namely: planning, organizing, implementing and supervising. From the results of research and data obtained from the implementation of school principal management, the impact of the implementation of BP Amanatul Ummah Junior High School education, especially the achievement of students, shows high achievement both academic and non-academic achievements. In implementing principal management, it is inseparable from supporting and inhibiting factors, to anticipate inhibiting factors a solution is needed to overcome them.
Principal of Management Quality of Education Sekolah Berbasis Pesantren 2023-02-22 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/37 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i2.37
751 #34 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Halid, Hadi Nur
Usman, Fadly
Kepemimpinan kepala sekolah yang profesional serta disiplin kerja yang baik akan memberikan dampak positif terhadap perbaikan dan peningkatan kinerja guru pada suatu lembaga pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk, (1) mendeskripsikan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. (2) mendeskripsikan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru. (3) mendeskripsikan pengaruh secara simultan dari kepemimpinan kepala sekolah dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMPIT Al-Azhar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian populasi, dengan jumlah populasi sebanyak 59 orang. Terdiri dari 1 orang kepala sekolah, 12 orang guru, 1 orang TU, dan 46 siswa. Instrumen penelitian ini adalah angket. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMPIT Al-Azhar dengan t hitung 2,580 > t tabel 2,00 dan memiliki pengaruh sebesar 10,5%. (2) terdapat pengaruh antara disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMPIT Al-Azhar dengan t hitung 7,924 > t tabel 2,00 dan memiliki pengaruh sebesar 52,4%. (3) terdapat pengaruh secara simultan dengan F hitung 31,019 > F tabel 3,16. Secara simultan keduanya juga memiliki pengaruh sebesar 52,6% terhadap kinerja guru di SMPIT Al-Azhar dan memiliki koofisian korelasi sebesar 0,725 yakni berada pada kualitas hubungan yang kuat.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Disiplin Kerja Kinerja Guru 2021-08-15 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/38 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v1i2.38
752 #34 Ekonomi Hijau Sebagai Strategi SMK Bakti Karya Parigi Menghadapi Krisis Keuangan Pada Masa Pandemi Covid-19 Ilmi, Irpan
Pandemi covid-19 menjadikan banyak lembaga mengalami krisis keuangan, salah satunya lembaga lembaga pendidikan SMK Bakti Karya Parigi. Sekolah yang siswanya terdiri dari 24 provinsi di Indonesia ini menggratiskan biaya pendidikan dan pengasramaan hingga tiket pesawat ini mampu bertahan pada masa pandemi covid-19. Salah satu program unggulan dalam mengatasi pandemi covid-19 ini menggunakan program kelas ekologi dengan dimain program ekonomi hijau. Penulis mendeskripsikan strategi SMK Bakti Karya dengan metode kualitatid deskriptif dengan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasilnya penelitian menunjukan bahwa,strategi kelas ekologi dengan domain ekonomi hijau mampu mengatasi krisis keuangan pada masa pandemi covid-19, dan SMK Bakti Karya Parigi tetap mampu menggratiskan biaya pendidikan dan living cost selama masa pendidikan.
Ekonomi Hijau Starategi Keuangan Covid-19 Smk Bakti Karya Parigi 2021-04-22 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/42 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v2i1.42
753 #34 Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Meningkatkan Prestasi Non Akademik Siswa Sundari, Ayu
Extracurricular activities are a place for students who have interests and talents. Extracurricular activities can help develop self-potential in increasing student achievement. Student achievement is not only obtained from academic achievement, with non-academic achievements students can be able to communicate and socialize well. Good extracurricular management will result in achievements in non-academic fields. Madrasah Aliyah Negeri 1 Mojokerto is one of the madrasas that has produced many students with non-academic achievements. The results of this study are (1) the management of extracurricular activities at Madrasah Aliyah Negeri 1 Mojokerto includes, first planning for extracurricular activities carried out at the beginning of the new academic year, secondly organizing is carried out by extracurricular guidance teachers by assigning assignments to coaches who have competence in their fields. The third implementation of extracurricular activities is carried out every day according to a predetermined schedule, the fourth supervision is carried out with the presence of the supervisor and students. (2) students' non-academic achievement after the management of extracurricular activities is good and is increasing. Judging from the educational process that went well and smoothly, the existence of good extracurricular management at Madrasah Aliyah Negeri 1 Mojokerto was able to achieve achievements, both at the district and provincial levels.
Manajemen Ekstrakurikuler Prestasi Non-Akademik 2021-04-21 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/45 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v2i1.45
754 #34 The Roles of The Headmaster’s Leadership Types in Overcoming The Students’ Violation Tunnisa, Andriani
Damayanti, Eka
Baharuddin, Baharuddin
The headmaster, as the highest policymaker in the school, has a very important role in overcoming violations that occur in the schools. Successful headmaster can be seen from the process of influencing every element in the school and being able to apply all leadership models in any situation and condition. There are several types of leadership, namely; authoritarian, democratic, and charismatic. This study aims to determine the headmaster’s leadership types of MTs As'adiyah Ereng-ereng in overcoming the students’ violations. This was field research with qualitative methods where the data sources came from the headmaster, students, educators, and students who committed violations. The data were collected from interviews, observation, and documentation. Then they were analyzed with analysis through data reduction, data presentation, and conclusion. The results indicate that the forms of violations committed were (1) not praying in congregation, skipping the classes, not wearing appropriate uniforms, destroying facilities, and carrying cellphones. The leadership type that is most often applied in the schools was a charismatic leadership type. Although this type of dominates, democratic, and collective leadership is also found.
Headmaster Students’ Violation Leadership Style 2021-10-31 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/47 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v2i2.47
755 #34 Pengaruh Kompetensi, Motivasi, Sarana Prasarana, dan Iklim Sekolah terhadap Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Malik, Jamaluddin
Trisnamansyah, Sutaryat
Mulyanto, Agus
The main purpose of this study was to analyze the contribution of competence, motivation, infrastructure, and school climate to the leadership of the principal. The research method used in this study is quantitative with questionnaire data collection techniques given to 202 public elementary school principals in South Lampung Regency as research samples. The results of data collection were then analyzed using path analysis and multiple regression techniques. The findings of this study are (1) competence contributes significantly to the principal's leadership by 77.4% which is categorized as strong/high influence (2) motivation contributes significantly to the principal's leadership by 61.1% which is categorized as moderate/sufficient influence (3) means infrastructure contributed significantly to the principal's leadership by 97.8% which was categorized as very strong/very high (4) school climate contributed significantly to the principal's leadership by 85.7% which was categorized as strong/high (5) competence, motivation, facilities infrastructure, and school climate simultaneously contributed significantly to the leadership of the principal by 98.1% which was categorized as very strong/very high influence.
Competence motivation Infrastructure school climate principal leadership 2021-10-22 oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/48 buka_link ↗ Highlight_link 10.31538/munaddhomah.v2i2.48
Menampilkan 641 - 660 dari total 1.550.696 data