| ID â | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1670376 | #3279 | Formulasi dan Evaluasi Fisik Masker Wajah Gel Peel Off Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) |
Tanjung, Yenni Puspita Rokaeti, Anti Malep |
Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, dimana kandungan antioksidan tertinggi berada pada kulit buah naga merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi masker wajah gel peel off ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan variasi konsentrasi polivinil alkohol (PVA) yang memenuhi syarat evaluasi fisik gel. Masker wajah gel peel off dengan kandungan ekstrak kulit buah naga merah dibuat dalam tiga formula dengan variasi konsentrasi polivinil alkohol (F1 : 6%, F2 : 10%, dan F3 : 14%) sebagai pembentuk lapisan film. Evaluasi fisik yang dilakukan, yaitu berupa uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji waktu kering, dan uji daya sebar yang dilakukan selama penyimpanan 28 hari pada suhu ruang (25oC) dan suhu dingin (8oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula masker wajah gel peel off ekstrak kulit buah naga merah memenuhi syarat evaluasi fisik selama penyimpanan 28 hari pada suhu dingin untuk formula F2 dan F3. Hasil evaluasi fisiknya yaitu kedua formula memiliki bentuk yang konsisten, tidak mengalami perubahan warna dan bau, memiliki pH yang memenuhi syarat dan stabil yaitu berada pada pH 6, pada uji daya sebar dan uji waktu kering memenuhi syarat yaitu daya sebar antara 5,12-6,82 cm dan waktu kering antara 25-30 menit. Formula masker wajah gel peel off ekstrak kulit buah naga merah dengan variasi konsentrasi PVA yang memenuhi syarat evaluasi fisik gel selama penyimpanan 28 hari pada suhu dingin adalah F2 dan F3.
|
2020-01-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/25875 buka_link â Highlight_link 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25875 | |
| 1670375 | #3279 | Uji Aktivitas Antimikroba Sediaan Sabun Cair Kewanitaan dari Ekstrak Daun Lantana camara L. |
Sari, Melia Triski, Bella Gusmili |
Tumbuhan tembelekan (Lantana camara L.) adalah salah satu jenis tumbuhan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara tradisional sebagai obat. Daun Tembelekan memiliki kandungan metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Ekstrak daun ini dapat digunakan sebagai antimikroba dan berpotensi dijadikan produk-produk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan sabun cair kewanitaan (Feminine hygiene) ekstrak etanol daun tembelekan serta mengetahui konsentrasi optimum sabun cair kewanitaan ekstrak etanol daun tembelekan terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode secara eksperimental, meliputi pembuatan sediaan sabun cair kewanitaan menggunakan ekstrak daun tembeleken (L.camara L.) dengan formulasi F1 (5%), F2 (10%) dan F3 (15%), pengujian antimikroba terhadap jamur C.albicans dan bakteri S.aureus. Evaluasi sediaan sabun cair kewanitaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa, uji iritasi, uji hedonic serta uji aktivitas pertumbuhan jamur C.albicans dan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian yang dilakukan evaluasi sediaan fisik sabun cair kewanitaan ekstrak etanol daun tembelekan (L. camara L.), ketiga formulasi memenuhi syarat organoleptis, homogenitas, pH, tinggi busa dan iritasi. Formula sabun cair kewanitaan ekstrak etanol daun tembelekan optimum menghambat jamur pada formulasi F2 (15,15±0,3) serta F3 (16,3±0,264 mm) dan pada bakteri S. aureus optimum menghambat bakteri pada formulasi F3 (17,06±0,104 mm). Analisis data one way anova menunjukkan nilai sig 0,00 <0,05 artinya bahwa setiap konsentrasi berbeda signifikan, hal ini mempengaruhi zona hambat pada jamur dan bakteri. Ekstrak etanol daun tembelekan dapat diformulasikan sebagai sediaan sabun cair kewanitaan serta efektif menghambat pertumbuhan jamur C.albicans dan bakteri S.aureus dengan kategori kuat.
|
Farmasetika Antibakteri, Antijamur, Ekstrak, Formulasi | 2023-10-17 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/49701 buka_link â Highlight_link 10.24198/mfarmasetika.v9i1.49701 |
| 1670374 | #3279 | Instrumen Monitoring Pasien Dalam Terapi Warfarin |
Fauzy, Mochamad Rizky Sinuraya, Rano Kurnia Putriana, Norisca Aliza |
Warfarin merupakan salah satu obat antikoagulan oral dengan indeks terapi sempit yang biasa digunakan dalam pengobatan penyakit kardiovaskular. Dalam penggunaannya, warfarin memerlukan perhatian lebih karena dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain, alkohol serta makanan. Warfarin juga memiliki efek samping seperti perdarahan dan tromboembolisme. Review artikel ini bertujuan untuk mengulas instrumen yang digunakan dalam monitoring penggunaan warfarin pada pasien rawat jalan serta mengetahui aspek penilaian dan monitoring. Pencarian data bersumber dari database PubMed dan google scholar pada rentang waktu tahun 2010 hingga 2020 dengan kata kunci pencarian monitoring, quality of life, patient, warfarin, therapy. 16 studi diidentifikasi dari 129 studi yang ditemukan dalam rentang waktu publikasi 10 tahun terakhir. Hasil penelusuran menunjukan bahwa instrumen yang paling umum digunakan dalam monitoring adalah kuesioner yang bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan, kualitas hidup, dan kepatuhan pasien selama menggunakan warfarin. Instrumen kuesioner yang paling banyak digunakan untuk monitoring pasien dalam terapi warfarin ialah duke anticoagulant satisfaction scale (DASS) dan short form-36 (SF-36) karena kuesioner tersebut memiliki domain spesifik untuk mengukur dampak positif dan negatif, serta kualitas hidup pasien.
|
Warfarin, monitoring, kualitas hidup, kepatuhan, kepuasan | 2020-08-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27821 buka_link â Highlight_link 10.24198/mfarmasetika.v5i4.27821 |
| 1670373 | #3279 | Bahaya Obat Kiral Bisa Dihindari Dengan "Molecularly Imprinted Polymer" | Nur Hasanah, Aliya |
Obat memiliki sifat kiral. Pemisahan enansiomer untuk molekul kiral merupakan hal penting, terutama untuk industri farmasi, karena enansiomer dapat memiliki aktivitas farmakologi dan toksisitas yang berbeda. Peneliti berupaya menemukan metode dan tehnik untuk memisahkan obat-obat kiral sehingga diperoleh kemurnian yang tinggi. Penemuan metode baru terus dilakukan, salah satunya adalah Molecular imprinting polymer (MIP). Penggunaan MIP yang berkembang untuk pemisahan kiral masih membuka banyak peluang untuk aplikasi material ini sebagai fase diam dalam kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) maupun capillary electrochromatography (CEC).
|
2017-01-19 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10731 buka_link â Highlight_link 10.24198/farmasetika.v1i5.10731 | |
| 1670372 | #3279 | Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Siswa SMA Ibnu Siena Tasikmalaya Terhadap Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue |
Sri, Tovani Alifah Rahman, Qonita Aji, Nur |
Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit menular yang paling banyakterjadi di Indonesia, berpotensi menjadi wabah dan mengalami kenaikan epidemi setiap5-10 tahunnya. Salah satu tempat yang berpotensi menjadi tempat penyebaran DemamBerdarah Dengue adalah sekolah. Usia anak sekolah sangat rentan terserang dantertular DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dansikap siswa SMA terhadap pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif.Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak54 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2023 dan data dikumpulkan dalambentuk kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 98,1% siswa mempunyaipengetahuan yang baik dan sebanyak 98,1% siswa mempunyai sikap yang positif.Siswa SMA Ibnu Siena memiliki pengetahuan yang baik mengenai pencegahanpenyakit DBD dan siswa memiliki sikap yang positif mengenai pencegahan penyakitDBD.
|
farmakologi; farmasi klinis DBD, pengetahuan, sikap siswa | 2024-12-16 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/58768 buka_link â Highlight_link 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58768 |
| 1670371 | #3279 | Review: Sistem Penghantaran Obat Tertarget Epidermal Growth Factor Receptor pada Kanker Payudara | Suhandi, Cecep |
Kanker payudara menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada populasi wanita di dunia. Tingginya kematian yang terjadi berkorelasi dengan rendahnya efektivitas terapi yang diberikan. Melalui sistem penghantaran obat tertarget pada pengobatan kanker payudara menjadi alternatif baru dalam upaya peningkatan efektivitas terapi. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menelusuri dan mengumpulkan berbagai data yang memuat potensi terkait perkembangan sistem penghantaran obat tertarget EGFR pada pengobatan kanker payudara. Penelusuran data dilakukan menggunakan kata kunci "((Breast Cancer) AND (Targeted Drug Delivery) AND (Epidermal Growth Factor Receptor OR EGFR)) NOT Reviewâ pada basis data Scopus, ScienceDirect, dan PubMed Central. Berdasarkan telaah artikel, diketahui bahwa sistem penghantaran tertarget EGFR pada kanker payudara saat ini dikembangkan dalam bentuk konjugat antibodi-obat, nanopartikel aptamer-protamine-siRNA (APR), konjugat affibodi-hibrid DNA, antibodi biparatopik-bispesifik, konjugat sel T-Designed Ankyrin Repeat Proteins (DAR-Pins), konjugat multikomponen dalam bentuk dendrimer PAMAM, dan chimera bivalen aptamer-siRNA. Selain itu, target spesifik yang banyak digunakan dalam metode terkini meliputi EGFR natural, HER2, HER3, asam folat, serta gen ErbB3. Perkembangan ini menunjukkan besarnya potensi terapi berbasis penghantaran tertarget EGFR dalam pengobatan kanker payudara.
|
farmasetika; farmakologi EGFR; kanker payudara; sistem penghantaran obat tertarget | 2021-10-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35699 buka_link â Highlight_link 10.24198/mfarmasetika.v6i4.35699 |
| 1670370 | #3279 | Teknologi Voltametri HDME, Sensitif Deteksi Asam Urat dalam Tubuh |
Boangmanalu, Rain Kihara Erdi Pratama, Fachreza Dwi Rachmawati, Afina Puteri Irinda, Bella |
Pada masyarakat sekarang ini, pemeriksaan asam urat sudah menjadi hal yang biasa dan sering dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan karena asam urat menjadi salah satu faktor penting dalam metabolisme tubuh. Tingkat konsentrasi asam urat dapat mengindikasikan atau dikaitkan dengan gout, kegemukan, diabetes, kolesterol, tekanan darah, penyakit ginjal dan penyakit hati. Teknik pemeriksaan asam urat sangat beragam dengan tingkat akurasi dan sensivitas yang berbeda-beda pula. Metode voltametri dengan Hanging Mercury Drop Electrode (HMDE) memiliki potensi pengembangan terbaik dari metode voltametri lain misalnya glassy carbon electrode yang memiliki kelemahan yaitu selektivitas kurang pada sampel urin yang mengandung asam askorbat (vitamin C).Keyword : Asam urat, voltametri, hanging mercury drop electrode(HMDE)
|
2019-05-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/21626 buka_link â Highlight_link 10.24198/farmasetika.v3i3.21626 | |
| 1670369 | #3279 | Review: Metodologi Deteksi Bahan Tidak Halal pada Kosmetik dan Makanan |
Musfiroh, Ida Nurhaliza, Muthiah Maharani, Anisa |
Kehalalan merupakan aspek penting untuk menjamin produk obat maupun kosmetik yang digunakan di masyarakat agar aman dari bahan yang dinyatakan haram secara syariat Islam. Artikel ini memaparkan berbagai metode analisis untuk mendeteksi bahan tidak halal, khususnya turunan babi seperti daging, minyak, dan gelatin dalam berbagai macam sampel. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur terhadap artikel ilmiah tahun 2015 hingga 2025. Sebanyak 46 artikel yang memenuhi kriteriia inklusi dianalisis dalam artikel ini. Metode yang dikaji diantaranya metode PCR dan variannya (RT-PCR, konvensional PCR, LAMP), spektroskopi (FTIR, ATR-FTIR, H-NMR, NIR), kromatografi dan Mass Spektrometri (HPLC, LC-MS/MS, GC-MS), metode cepat dan inovatif (OENS). Hasil kajian menunjukkan bahwa metode PCR memiliki sensitivitas tinggi dalam mendeteksi DNA, metode FTIR yang dikombinasikan dengan kemometrik efektif membedakan sumber gelatin, dan metode GC-MS dapat mendeteksi lemak babi dalam sampel campuran. Metode baru seperti LAMP dengan AuNP-oligoprobe juga dapat dijadikan pilihan karena dapat mendeteksi visual tanpa perlu alat mahal. Meskipun telah banyak kemajuan secara metode, penelitian mengenai autentikasi halal pada kosmetik masih terbatas dan perlu penelitian lebih lanjut. Artikel ini memaparkan keunggulan dan keterbatasan masing-masing metode agar dapat menjadi referensi penting untuk pengembangan uji kehalalan di masa mendatang, terutama kosmetik yang masih jarang diteliti kehalalannya.
|
Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal Autentikasi Halal, Kosmetik, Makanan | 2025-08-09 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65072 buka_link â Highlight_link 10.24198/mfarmasetika.v10i4.65072 |
| 1670368 | #3279 | Microneedle Patch Pneumococcal Conjugated Vaccine sebagai Upaya Vaksinasi Tanpa Jarum Suntik |
Febriana, Lika Ginanti Rahmawaty, Adira Fitriani, Anisa Nur Amanda, Syifa Permadi, Najla Eksakta Sriwidodo, Sriwidodo |
Streptococcus pneumoniae pada nasofaring anak merupakan penyebab penyakit pneumokokus invasif paling banyak di masyarakat. Upaya pencegahan yang efektif melalui imunisasi seperti Hib, pneumococcus, campak, dan pertussis. Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) merupakan vaksin dengan basis polisakarida streptococcus pneumoniae yang terkonjugasi dengan protein pembawa. Penghantaran sebagian besar vaksin dengan jarum suntik melalui injeksi intramuskular ataupun subkutan dapat menimbulkan rasa sakit dan trauma pada anak. Selain itu, jarum suntik dapat menjadi media penularan HBV, HCV, dan HIV. Oleh karena itu, penghantaran injeksi tanpa jarum suntik salah satunya microneedle patch. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan formulasi dan evaluasi microneedle patch Pneumococcal Conjugated Vaccine dari natrium karboksimetil selulosa. Metode penelitian yang dilakukan dengan cara membuat cetakan microneedle patch dan kemudian menyusun formulasi bahan aktif dan eksipien microneedle patch. Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi morfologi dengan menggunakan SEM. Diperoleh microneedle patch dengan komposisi 0,5 mL vaksin PCV-13, 350 ΌL PVA 8%, 2 mL Na CMC 8%, 100 ΌL trehalosa 10%, 100 ΌL albumin 10%, 250 ΌL DMSO dalam patch kedap air ukuran 39 mm x 39mm x 5 mm. Hasil evaluasi SEM menunjukan microneedle memiliki panjang 706 Όm, lebar 152 Όm, dan bentuk kerucut dengan puncak tajam. Kata Kunci: Microneedle Patch, PCV-13, Pneumonia
|
Teknologi Formulasi Microneedle Patch, PCV-13, Pneumonia | 2022-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35773 buka_link â Highlight_link 10.24198/mfarmasetika.v7i1.35773 |
| 1670367 | #3358 | Karakterisasi Kimia Tepung Kulit Albedo dan Flavedo Buah Jeruk Limon (Citrus limon) |
Filianty, Fitry Ramadhaningsih, Novita Mahani, Mahani |
Buah lemon (Citrus limon) merupakan salah satu buah yang banyak dimanfaatkan dalam industri pangan yang menghasilkan hasil samping berupa kulit. Kulit lemon mengandung berbagai senyawa seperti fenolik, flavonoid, tanin, alkaloid, resin, dan steroid. Kulit lemon terbagi menjadi dua bagian yaitu luar (flavedo) dan dalam (albedo). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi tepung kulit albedo dan flavedo berdasarkan rendemen dan analisis proksimat yang terdiri atas kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan dua kali pegulangan (duplo). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa rendemen albedo yaitu sebesar 16,25% dan flavedo sebesar 15,05%. Albedo diketahui memiliki ketebalan lebih besar dibandingkan bagian flavedo, sehingga menghasilkan rendemen yang lebih tinggi. Sementara karakteristik kimia kulit albedo lemon memiliki kadar air 14,05%, kadar abu 2,52%, kadar lemak 0,44%, kadar protein 4,76% dan kadar karbohidrat 74,69%. Sedangkan kulit flavedo lemon memiliki kadar air 14,04%, kadar abu 6,23%, kadar lemak 1,72%, kadar protein 9,43% dan kadar karbohidrat 71,14%. Secara umum kandungan senyawa kimia utama dalam kulit jeruk lemon adalah karbohidrat, baik pada albedo maupun flavedo.
|
Fakultas Teknologi Industri Pertanian Albedo, flavedo, proksimat, rendemen Teknologi Industri Pangan | 2025-08-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/50360 buka_link â Highlight_link 10.24198/jt.vol19n2.4 |
| 1670366 | #3358 | Identifikasi Sifat Fisik Produk Samping dari Mesin Ball Tea pada Pengolahan Teh Hijau |
Lestari, Putri Wilujeng Harianto, Sugeng Prawira-Atmaja, Mukhammad Iqbal Andriyani, Mery Shabri, S Maulana, Hilman Putri, Selly Harnesa |
Teh hijau diproduksi melalui proses inaktivasi enzim polifenol oksidase menggunakan panas. Proses pengolahan teh hijau dimulai dari proses pelayuan, penggulungan, pengeringan I dan pengeringan II menggunakan Mesin Ball Tea. Penggunaan Mesin Ball Tea pada proses pengeringan teh akan menghasilkan teh hijau yang menggulung, bulat, melintir dan mengkilap. Namun, selama proses pengeringan di Mesin Ball Tea menghasilkan produk samping berupa partikel teh hijau kering. Hembusan udara yang kuat masih membawa partikel debu dan daun teh berukuran kecil keluar meskipun terdapat penyaring pada Mesin Ball Tea. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk samping yang dihasilkan selama proses pengeringan di Mesin Ball Tea No. 1 dan No. 2 untuk mewakili kinerja mesin yang terbaik pada pengolahan teh hijau. Penurunan kadar air produk samping yang dihasilkan selama proses pengeringan di Mesin Ball Tea No. 1 lebih cepat dibanding penurunan kadar air produk samping di Mesin Ball Tea No. 2. Persentase susut produk samping yang dihasilkan dari Mesin Ball Tea No. 1 sebesar 1,94% dan dari Mesin Ball Tea No. 2 sebesar 1,71%. Kadar air produk samping dari Mesin Ball Tea setelah 1 jam proses pengolahan berkisar 27-30%, kemudian meningkat pada jam ke-2 dan menurun signifikan hingga diperoleh kadar air berkisar 5% pada akhir operasional Mesin Ball Tea. Banyak partikel berukuran 1410 ”m dan 1000 ”m karena pada jam pengambilan sampel tersebut, produk samping yang keluar berukuran besar. Rekayasa Mesin Ball Tea perlu dilakukan lebih lanjut untuk dapat meminimalisir produk samping yang dihasilkan dari Mesin Ball Tea selama proses pengolahan teh hijau.
|
kadar air; mesin ball tea; produk samping; teh hijau | 2022-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/38785 buka_link â Highlight_link 10.24198/jt.vol16n2.4 |
| 1670365 | #3358 | SIMULASI KONSUMSI ENERGI PENGERINGAN JAGUNG PIPILAN PADA BERBAGAI SUHU DAN LAJU ALIRAN UDARA PENGERING | Nelwan, Leopold O. |
Beberapa faktor penting dari udara pengering yang mempengaruhi waktu pengeringan pada tumpukan biji-bijian adalah suhu, kelembaban, dan laju aliran udara pengering. Kombinasi ketiga faktor tersebut pada acuan kondisi (suhu dan kelembaban) udara lingkungan juga menentukan laju energi (daya) yang dibutuhkan, baik mekanik maupun termal. Bersama, faktor-faktor tersebut secara bersama-sama akan menentukan total konsumsi energi pengeringan. Sebuah simulasi konsumsi energi untuk pengeringan jagung pipilan yang didasarkan pada model pengeringan tumpukan tebal dan dilakukann pada berbagai suhu (35-55 °C) dan laju aliran massa (0.05-0.1 kg/m2-s) udara pengering pada ketebalan tumpukan 0.5 m. Suhu udara lingkungan pada simulasi tersebut bervariasi dari 25-32 °C akan tetapi rasio kelembabannya konstan yaitu 0.019 kg/kg u.k. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada peningkatan laju aliran udara akan memberikan konsumsi energi pengering per m2 luasan produk meningkat untuk seluruh kondisi. Akan tetapi, suhu udara pengeringan akan memberikan peningkatan konsumsi energi pada suhu udara lingkungan yang tinggi sedangkan pada suhu udara lingkungan yang lebih rendah justru akan menurunkan konsumsi energi. Kata kunci: simulasi, konsumsi energi, udara pengering, udara lingkungan, laju aliran massa
|
2013-05-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6371 buka_link â Highlight_link | |
| 1670364 | #3358 | PEMANASAN OHMIC PADA BAHAN MAKANAN CAIR |
Widyasanti, Asri Rahardjo, Budi |
Pada penelitian ini dipelajari pengaruh kekuatan medan listrik dan konsentrasi cairan yang dipanaskan secara ohmic dalam pemanas ohmic statis. PEnelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2005. Bahan makanan cair yang digunakan adalah larutan garam, larutan CMC, larutan jus jeruk dan susu segar. Konduktivitas listrik bahan makanan cair sebanding dengan perubahan suhu serta bervariasi dengan kekuatan medan listrik. Kenaikan konduktivitas listrik seiring dengan kenaikan suhu untuk semua sampel uji mengikuti hubungan linier Ï = aT + Ï ref. Laju pemanasan meningkat dengan pertambahan konsentrasi cairan.Di dalam penelitian ini, distribusi suhu di bawah kondisi observasi pemanasan ohmic diperlakukan sebagai fungsi linear terhadap waktu. Model yang dikembangkan dapat memprediksi perubahan suhu selama pemanasan ohmic dengan baik.Kata kunci: Ohmic, pemanasan, makanan cair, konduktivitas listrik, suhu prediksi
|
2014-12-15 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4816 buka_link â Highlight_link | |
| 1670363 | #3358 | Perhitungan Luas Daun Berbasis Pemrosesan Citra Digital |
Umam, Choirul Putri, Suci Aulia Milyani, Jannatin Aurelita, Shavira Kintan Suryawati, Sinar Purwaningsih, Yusy |
Luas daun merupakan parameter yang sangat penting yang diperlukan sebagai analisis pertumbuhan dan kinerja fisiologis tanaman. Luas daun juga merupakan representasi dari indikator produksi dan mekanisme budidaya seperti kepadatan benih, pemupukan, pengairan dan penggunaan pestisida. Secara umum keterbatasan metode perhitungan luas daun yang banyak dilakukan saat ini adalah ketepatan proses dan hasil perhitungan, hal itu disebabkan oleh jenis daun tanaman sendiri memiliki bentuk dan ukuran yang sangat bervariasi, sehingga diperlukan waktu yang relatif lama dan alat ukur yang sesuai dan juga metode yang banyak digunakan menggunakan pendekatan konvensional dengan cara off farm dan destructive, diantaranya metode kertas milimeter, gravimetry dan konstanta luas daun. Penelitian ini bertujuan sebagai langkah awal pengembangan metode perhitungan luas daun secara digital on farm melalui uji perbandingan keakuratan pengukuran luas daun secara digital dibandingkan dengan metode destruktif yang konvensional yaitu kertas milimeter dan gravimetri. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat menggunakan bahan 40 jenis daun dalam kebun percobaan Prodi Agroekoteknologi Universitas Trunojoyo Madura, dapat disimpulkan bahwa pertama metode perhitungan luas daun ImageJ sangat layak untuk dikembangkan menjadi salah satu metode perhitungan luas daun yang akurat dan cepat, yang kedua metode ImageJ dapat dikembangkan untuk perhitungan luas daun on farm dikarenakan nilainya sangat berkorelasi dengan metode perhitungan luas daun konvensional yang lain khususnya metode kertas milimeter. Dasar dari kesimpulan metode ImageJ sangat layak untuk dikembangkan adalah nilai rata-rata error/ selisih persentase perbedaan hasil perhitungan luas daun metode A2b nilai rata-rata error nya hanya 4,67% dan untuk nilai SD didapati angka 6 %.
|
Fisiologis tanaman; gravimetri; imagej; kertas milimeter; konstanta luas daun. | 2023-08-09 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/47457 buka_link â Highlight_link 10.24198/jt.vol17n2.5 |
| 1670362 | #3358 | SIFAT THERMO-FISIK ARANG SEKAM |
Ciptaningtyas, Drupadi Suhardiyanto, Herry |
Efisiensi penggunaan water chiller di wilayah tropis, masih sangat rendah sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi sebaran suhu media tanam didaerah perakaran di waktu-waktu kritis, agar diketahui kapan sebaiknya water chiller digunakan. Sebaran suhu suatu media tanam dapat disimulasikan dengan computational fluid dynamic (CFD) setelah beberapa sifat thermo-physic media tanam tersebut diketahui. Pada penelitian ini, lima sifat thermo-physic media tanam arang sekam diukur, dihitung, dan dianalisis. Kelima sifat tersebut adalah massa jenis, porositas, panas jenis, konduktivitas panas, dan pressure drop. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai karakteristik thermo-physic arang sekam adalah sebagai berikut; massa jenis 153.24 kg/m3, porositas 46%, konduktivitas panas 0.0719 W/mK, dan panas jenis 7.932 kJ/kg°C, sedangkan nilai pressure drop arang sekam menurun seiring dengan peningkatan debit fluida yang dialirkan. Kata kunci: arang sekam, simulasi fluida, CFD, sifat thermo-physic
|
2017-02-24 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10298 buka_link â Highlight_link | |
| 1670361 | #3358 | EFEK BIOAKTIVATOR MINOSE TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF CAISIN (Brassica rapa), KACANG PANJANG (Vigna chinensis), JAGUNG HIBRIDA (Zea mays) DAN SELADA (Latuca sativa) |
Hindersah, Reginawati Kastaman, Roni Kalay, A. A. |
Bioaktivator Minose telah digunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan kompos. Namun, bioaktivator ini mengandung sejumlah unsur hara makro dan mikro sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Tujuan percobaan rumah kaca ini adalah mendapatkan gambaran pengaruh penggunaan bioaktivator terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman caisin, kacang panjang, jagung hibrida dan selada, dan patogenisitas bioaktivator terhadap tanaman tersebut di awal pertumbuhan.Perlakuan yang diberikan ke tanaman adalah 30 mL bioaktivator pada dua tingkat konsentrasi. Tanaman ditanam di pot berisi100 gtanah steril dan dipelihara di rumah kaca selama 3 minggu. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa Minose bioaktivator dapat digunakan sebagai pupuk organik. Aplikasi bioaktivator meningkatkan bobot segar dan bobot kering caisin, kacang panjang, jagung dan selada tanpa menyebabkan penyakit di awal pertumbuhan tanaman. Konsentrasi bioaktivator di dalam air yang terbaik untuk meningkatkan berat kering tajuk tanaman tersebut adalah 1:15.  Kata kunci : Bioaktivator, Reaktor, Analisis keputusan Laplace
|
2014-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4874 buka_link â Highlight_link | |
| 1670360 | #3358 | Kinetika Reaksi Warna Gula Merah Tebu Cetak dengan Penambahan Bubuk Kayu Manis |
Sari, Cindy Fatika Andasuryani, Andasuryani Cherie, Dinah |
Gula merah tebu cetak merupakan produk olahan nira tebu yang dihasilkan melalui proses penguapan. Penambahan bubuk kayu manis pada gula tebu memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan tubuh. Salah satu kriteria mutu gula merah tebu cetak adalah warna. Warna gula tebu cetak mengalami perubahan selama masa penyimpanan; gula menjadi lebih berwarna coklat. Kinetika reaksi dengan metode Arrhenius digunakan untuk menentukan laju perubahan warna gula tebu cetak dengan penambahan bubuk kayu manis (0,255%) dan tanpa penambahan bubuk kayu manis (0%, kontrol). Gula merah tebu cetak disimpan pada tiga suhu berbeda: 7°C, 27°C, dan 45°C selama periode 30 hari, dengan pengamatan setiap tiga hari. Hasil analisis kinetika warna gula tebu cetak menunjukkan nilai laju penurunan (k) sebesar        0,1512; 0,1815 dan 0,2177 berturut-turut pada suhu 7°C, 27°C, dan 45°C untuk parameter light. Sementara itu, nilai laju penurunan (k) sebesar        0,7861; 0,8147 dan 0,9747 berturut-turut pada suhu 7°C, 27°C, dan 45°C untuk parameter hue. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kualitas gula merah tebu cetak yang ditambahkan bubuk kayu manis berdasarkan parameter warna lebih cepat menurun dibandingkan gula merah tebu cetak kontrol. Hasil ini juga menunjukkan bahwa suhu penyimpanan 7°C memiliki laju penurunan warna gula merah tebu cetak yang lebih lambat dibandingkan dengan suhu 27°C dan 45°C. Persamaan penurunan mutu warna (light) gula merah tebu cetak pada perlakuan kontrol yaitu k = 28,7489 e^((-407.74)1/T)) dan pada perlakuan gula merah tebu cetak kayu manis yaitu k = 1,9971 e^((-719.54)1/T)). Selanjutnya persamaan penurunan mutu warna (hue) gula merah tebu cetak pada perlakuan kontrol yaitu k = 1,1638 e^((-1276.1)1/T)) dan pada perlakuan gula merah tebu cetak kayu manis yaitu k = 3,3026 e^((-405.54)1/T)).
|
Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem;Fakultas Teknologi Pertanian bubuk kayu manis; gula tebu cetak; model kinetika; suhu | 2024-08-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/55236 buka_link â Highlight_link 10.24198/jt.vol18n2.1 |
| 1670359 | #3358 | Analisis Energi Pada Proses Pengolahan Teh Hitam Ortodoks (Studi Kasus PT. Perkebunan Nusantara Viii Kebun Gedeh, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat) |
Herwanto, Totok Nurjanah, Sarifah Saukat, Muhammad Hafidz, Salman |
Pada proses pengolahan teh membutuhkan energi yang cukup besar sehingga diperlukan suatu analisis sebagai upaya dalam menentukan strategi yang tepat terkait dengan penghematan energi pada rangkaian proses produksi teh hitam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif menggunakan kuesioner, dimana analisis energi dihitung berdasarkan penggunaan energi pada setiap kegiatan dan menghitung konsumsi energi tenaga manusia dan energi sarana produksi lalu dideskripsikan melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi teh hitam khususnya pada proses pengolahan dengan sistem ortodoks menggunakan masukan energi (tanpa energi tak langsung) 26.223,772 MJ/ton dan 73.034,359 MJ/ton (dengan energi tak langsung). Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa perusahaan masuk dalam kuadran I yaitu kondisi dimana perlunya strategi memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kekuatan. Strategi dan peluang penghematan energi yang dapat dilakukan dalam proses pengolahan teh hitam ini adalah dengan cara memelihara dan memperbaiki sarana-prasarana pendukung proses pengolahan teh hitam ortodoks terutama pada mesin Heat Exchanger dan penggunaan listrik yang lebih bijak untuk dapat menekan jumlah penggunaan bahan bakar dan waktu proses pengolahan.Kata kunci: Analisis energi, pengolahan teh, ortodoks
|
2018-09-20 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/13717 buka_link â Highlight_link 10.24198/jt.vol12n1.7 | |
| 1670358 | #3358 | OPTIMASI DAN KARAKTERISASI PIGMEN BRAZILIN TERENKAPSULASI DARI KAYU SECANG (Caesalpinia sappan Linn) |
-, Tensiska Nurhadi, Bambang Pratama, Feka Yasmita |
Pigmen brazilin dari kayu secang (Caesalpinia sappan Linn) dapat bermanfaat sebagai pewarna makanan. Ekstrak kayu secang yang dikeringbekukan tidak stabil terhadap nilai pH, suhu dan pemanasan, sinar ultraviolet, oksidator dan reduktor, serta logam. Produksi bubuk pigmen brazilin dari kayu secang menggunakan teknik mikroenkapsulasi merupakan alternatif yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, karena bentuk bubuk lebih praktis untuk diaplikasikan, dan umur simpannya lebih panjang. Serbuk kayu secang diekstrak dengan air mendidih dan dicampur dengan 1 % Na-EDTA 0,001 M. Bahan penyalut yang digunakan untuk mikroenkapsulasi ekstrak pigmen brazilin ini adalah gum arab 1 %. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Eksperimental dengan dua kali ulangan dan selanjutnya hasil percobaan dianalisis secara deskriptif. Bubuk pigmen brazilin terenkapsulasi tersebut, selanjutnya diketahui karakteristiknya terhadap berbagai nilai pH, dalam suhu pengolahan, dan dalam beberapa sistem pangan. Hasil penelitian menunjukkan, larutan pigmen brazilin kayu secang memberikan warna merah pada pH 7, dan 7,5. Perlakuan pasteurisasi (74oC selama 17 menit) dan sterilisasi (121oC selama 4 detik) menurunkan intensitas warna merah. Pigmen brazilin yang dilarutkan dalam air mampu larut sempurna dan memberikan warna merah yang pekat pada konsentrasi 1 %.Kata kunci: Pigmen brazilin, Inkapsulasi, Gum arab
|
2014-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/5066 buka_link â Highlight_link | |
| 1670357 | #3358 | Efektivitas dalam Memantau dan Mengontrol Sistem Hidroponik Apung pada Pertumbuhan Pakcoy Berbasis Sensor TDS Arduino Uno R3 |
Puspitahati, Puspitahati Kelana, Fandri Bayu Aulia, Nurul Izzah |
Keberhasilan sistem hidroponik apung tergantung dari pengelolaan kadar nutrisi larutan. Saat ini pemantauan dan pengaturan kadar nutrisi masih secara konvensional yang memerlukan waktu dan tenaga. Oleh karena itu diperlukan sistem otomatis yang mampu mengontrol konsentrasi nutrisi secara real-time dan akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memantau dan mengontrol kadar nutrisi dan mengetahui efisiensi sensor TDS pada alat kontrol otomatis mikrokontroler Arduino UNO R3. Penelitian ini dilakukan mulai Oktober 2023 hingga selesai di Rumah Tanaman Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Metodologi mencakup desain fungsional dan struktural, sistem pemantauan dan kontrol berbasis mikrokontroler, serta pengujian demonstrasi perangkat kontrol nutrisi hidroponik otomatis, dievaluasi berdasarkan parameter yaitu akurasi, presisi, dan persentase kesalahan. Penelitian ini menggunakan konsentrasi nutrisi 500 ppm selama minggu ke-2 dan 600 ppm selama minggu ke-3, menggunakan nutrisi AB Mix setiap jam selama 12 jam per hari diukur menggunakan Arduino UNO R3 dan TDS meter. Pada pengukuran konsentrasi 2 MST sebesar 554 ppm, pada 3 MST meningkat menjadi 657 ppm. Tingkat akurasi  menunjukkan performa cukup baik dengan rata-rata sebesar 89% pada 2 MST dan meningkat menjadi 91% pada 3 MST. Nilai Presisi meningkat dari 2 MST sebesar 13,58% menjadi 7,81% pada 3 MST, menunjukkan peningkatan konsistensi kinerja alat. Persentase kesalahan dalam pengukuran nutrisi rata-rata sebesar 11% pada 2 MST menurun menjadi 9,7% pada 3 MST. Hasil tersebut menunjukkan bahwa meskipun alat kontrol otomatis belum mencapai akurasi dan presisi, namun nilai kesalahan pengukuran berada dalam rentang 10-11% masih dapat ditoleransi dalam aplikasi hidroponik di lapangan, sehingga menjadikan sistem ini sebagai teknologi yang aplikatif dan berkontribusi dalam pengembangan smart farming. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya korelasi positif antara sensor TDS Mikrokontroler Arduino Uno R3 dengan TDS meter, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,56 pada 3 MST (Minggu Setelah Tanam) pada pertumbuhan tanaman pakcoy, yang mengindikasikan hubungan linier dengan trend berbanding lurus.
|
Arduino UNO R3; hidroponik terapung; Mikrokontroler; AB Mix Nutrition; TDS. | 2025-04-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/62701 buka_link â Highlight_link 10.24198/jt.vol19n1.7 |