| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1670296 | #3358 | PEMBUATAN SERBUK MINUMAN SARI KACANG HIJAU (Phaseolus vulgaris L.) MELALUI TEKNIK KO-KRISTALISASI |
Ridwan, Ade Rialita, Tita Sukarti, Tati |
Pembuatan serbuk minuman sari kacang hijau dengan teknik ko-kristalisasi telah dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknologi Industri Pangan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran, dari bulan April 2008 hingga bulan Juni 2008. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara sukrosa dan sari kacang hijau sehingga menghasilkan serbuk minuman sari kacang hijau dengan beberapa karakteristik yang baik dan disukai oleh panelis. Metode percobaan yang digunakan adalah analisis deskriptif yang dilanjutkan dengan analisis regresi, terdiri dari 6 perlakuan dan 2 kali ulangan. Pada penilaian sensori digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perbandingan sukrosa dan sari kacang hijau 1:1 (b/b), 2:1 (b/b), 4:1 (b/b), 1,6:1 (b/b), 1,8:1 (b/b), dan 2:1 (b/b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara perbandingan sukrosa dan sari kacang hijau terhadap waktu larut serbuk dan rendemen. Karakteristik serbuk minuman terbaik diperoleh dari perlakuan perbandingan 1,6:1 (b/b) dengan waktu larut 1,21 menit, rendemen 40,73 %, kadar gula total 80,29 % b/b, kadar air 2,56 %, kadar protein 20,80 %. Nilai kesukaan terhadap warna serbuk cenderung disukai, sedangkan aroma serbuk serta warna, rasa, dan aroma seduhan serbuk minuman kacang hijau cenderung dinilai biasa. Kata kunci : Sari kacang hijau, Sukrosa, Ko-kristalisasi, Serbuk minuman
|
2014-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4887 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1670295 | #3358 | Analis Sifat Kimia Minuman Fungsional Sarabba Instan dengan Penambahan Susu Bubuk |
Priyantono, Eko Taufiqqurrahman, Taufiqqurrahman Fariroh, Indri |
Sarabba merupakan minuman tradisional dari sulawesi selatan yang dibuat dari campuran jahe, santan kelapa dan gula merah. Minuman ini memiliki rasa pedas manis. Bahan pembuatan minuman yang terdiri dari rempah-rempah, sehingga sarabba menjadi minuman tradisional yang sangat baik untuk tubuh. Sarabba menjadi salah satu minuman herbal yang memiliki kandungan nutrisi sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pengaruh terbaik dari salah satu konsentrasi penambahan susu bubuk terhadap sifat kimia Sarabba instan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri Fakultas Pertanian, Laboratorium Penelitian Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Laboratorium Nutrisi Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako. Waktu penelitian dimulai dari bulan Januari - Maret 2022. Perlakuan yang diterapkan pada penelitian pembuatan minuman Sarabba instan ini adalah susu bubuk yang terdiri 5 level konsentrasi yaitu 0, 5, 10, 15, dan 20% (b/b). Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola satu faktor yang diterapkan untuk analisis sifat fisik dan kimia (rendemen, kadar air, kadar protein dan aktivitas antioksidan). Analisis data untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan dengan menggunakan analisis ragam (Anova). Perlakuan yang berpengaruh nyata akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian susu bubuk 20% menjadi perlakuan terbaik dengan hasil uji rendemen 36,83%, kadar air 2,5%, protein 7,49% , dan nilai aktivitas antioksidan 35,58%. Perlakuan susu bubuk 20% memberikan efek terbaik sebagai minuman instan fungsional dengan jumlah rendemen yang tinggi, kadar air sesuai SNI 01-4320-1996, tingkat protein dan antioksidan yang tinggi.
|
Teknologi pascapanen Jahe; Minuman Fungsional; Sarabba Instan; Susu Bubuk pengolahan | 2024-12-09 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56398 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol18n3.2 |
| 1670294 | #3358 | Analisis Tutupan Lahan Menggunakan Metode Klasifikasi Tidak Terbimbing Citra Landsat di Sawahlunto, Sumatera Barat |
Cahyono, Bowo Eko Febriawan, Ervin Budi Nugroho, Agung Tjahjo |
Penginderaan jauh merupakan pengkajian atas informasi mengenai daratan dan permukaan air bumi dengan menggunakan citra yang diperoleh dari sudut pandang atas (overhead perspective), menggunakan radiasi elektromagnetik dalam satu beberapa bagian dari spektrum elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi. Teknologi ini digunakan untuk menganalisis tutupan lahan melalui analisis citra hasil perekaman satelit penginderaan jauh Landsat di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia (0°40′16″ LU dan 100°47′21″ BT) yang diduga mengalami perubahan karena adanya aktivitas pertambangan batu bara. Metode klasifikasi tutupan lahan yang digunakan adalah metode klasifikasi tidak terbimbing pada band RGB (Red, Green, and Blue). Hasil penelitian mengindikasikan adanya perubahan lahan berupa perubahan luas hutan pada periode tahun 2000 – 2006, 2006 – 2011, dan 2011 - 2016 masing-masing sebesar 1,19 km2, 19,72 km2, dan 7,27 km2. Nilai matrik konfusi menunjukkan overall accuracy tertinggi terdapat pada tahun 2000 sebesar 100% dan terendah pada tahun 2016 sebesar 92,5%. Akurasi yang beragam ini terjadi karena ada pengaruh dari tingkat cloud cover citra yang digunakan. Cloud cover pada tahun 2000 sebesar 9,0% dan cloud cover pada tahun 2016 sebesar 14,3%. Semakin tinggi cloud cover data yang digunakan maka akan semakin rendah overall accurary yang didapat dan semakin rendah cloud cover data yang digunakan maka akan semakin tinggi overall accurary yang didapat. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa aktifitas pembukaan lahan hutan menjadi tambang, pemukiman, dan danau/air pada periode tahun 2000 – 2011 berpengaruh negatif pada kualitas dari kehijauan hutan. Sebaliknya, dengan berkurangnya aktifitas pembukaan lahan menjadi pemukiman, tambang, dan danau/air akan berdampak positif pada kualitas hutan.
|
Fisika / Penginderaan jauh band; klasifikasi tidak terbimbing; overall accurary; pembukaan lahan; pengindraan jauh | 2019-08-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/19437 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol13n1.2 |
| 1670293 | #3358 | AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MENIRAN | Sandrasari, Diny A |
Aktivitas antioksidan daun meniran yang ditentukan oleh konsentrasi fenol yang terkandung didalamnya belum ditelaah. Untuk itu, ekstrak daun meniran diuji dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidracyl) untuk mengetahui nilai prosentasi inhibibisi (IC50) terhadap radikal DPHH yang menyatakan tingkat aktivitas antioksidan. Sedang penentuan nilai total fenol dilakukan pada spektrofotometer dengan pereaksi Folin Ciocalteau yang dihitung sebagai asam galat ekuivalen (GAE/g dw). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai konsentrasi total fenol daun meniran adalah 1861,65 mg/100g bk. Sedang aktivitas antioksidan, dinyatakan dengan nilai IC50, adalah 37,18 µg/ml. Kata kunci: Kadar fenol, Ekstrak daun Meniran, Aktivitas antioksidan
|
2011-09-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6303 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1670292 | #3358 | Pendekatan Multikriteria dalam Pemilihan Pemasok TBS Menggunakan Metode AHP dan TOPSIS di PTPN IV Regional III Sei Pagar |
Sianturi, Eben Ezer Pramana, Angga Juarsa, Rahmadini Payla Johan, Vonny Setiaries Kurniawan, Mhd Andry |
Salah satu permasalahan umum dalam proses pengadaan bahan baku kelapa sawit adalah ketidaksesuaian mutu dan jumlah tandan buah segar (TBS) yang disuplai oleh pemasok eksternal ke pabrik. Permasalahan ini berpotensi menghambat kelancaran produksi serta menurunkan rendemen hasil olahan. Tujuan penelitian ini ialah menetapkan kriteria prioritas serta menentukan peringkat pemasok TBS terbaik di PTPN IV Regional III Sei Pagar. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) diterapkan untuk menghitung bobot kriteria dan menyusun peringkat pemasok sedangkan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk menentukan urutan pemasok berdasarkan nilai kedekatannya terhadap solusi ideal. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan penyebaran kuesioner kepada enam orang tenaga ahli di perusahaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kepatuhan teknis dan mutu TBS yang konsisten merupakan kriteria paling dominan dalam proses seleksi pemasok. Pemasok plasma berada di peringkat teratas dengan nilai paling tinggi (skor AHP 0,552 dan skor TOPSIS 0,755), diikuti oleh Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) (skor AHP 0,261 dan skor TOPSIS 0,356), dan pihak ketiga (skor AHP 0,187 dan skor TOPSIS 0,261). Implikasi penelitian menjadikan pemasok plasma sebagai pemasok utama yang dipilih. Integrasi metode AHP dan TOPSIS terbukti efektif dalam mendukung proses pengambilan keputusan secara objektif dan sistematis dalam menentukan pemasok TBS.
|
AHP; kelapa sawit; pemilihan pemasok; tandan buah segar; TOPSIS | 2025-12-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/66227 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol19n3.9 |
| 1670291 | #3358 | Perbandingan Metode Stabilisasi pada Dedak Padi dengan Pemanasan Basah Berdasarkan Perolehan dan Karakteristik Fisiko-Kimia Minyak Dedak Padi |
Haryono, Haryono Noviyanti, Atiek Rostika Ernawati, Engela Evy |
Dedak padi umumnya baru sebatas dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pada dedak padi masih terdapat minyak sekitar 10-26%. Keberadaan enzim lipase pada dedak padi berdampak terhadap terhidrolisisnya minyak dedak padi menjadi asam lemak bebas. Minyak dedak padi dengan kadar asam lemak bebas yang tinggi, terutama jenis asam lemak tak jenuh, memicu terjadinya kerusakan oksidatif terhadap minyak sehingga kualitasnya menjadi menurun. Aktivitas enzim lipase pada dedak padi dapat dihambat dengan berbagai jenis metode stabilisasi, salah satunya adalah stabilisasi dengan pemanasan basah. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode stabilisasi pada dedak padi dengan pemanasan basah antara Pengukusan Sederhana dan Autoklaf. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap perlakuan terhadap dedak padi, yaitu stabilisasi, ekstraksi, dan karakterisasi minyak. Kinerja tahap stabilisasi dengan Pengukusan Sederhana dan Autoklaf dibandingkan berdasarkan rendemen dan beberapa parameter karakteristik fisikokimia minyak dedak padi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilisasi dengan Autoklaf memberikan rendemen minyak dedak padi lebih banyak (8,13%) dibandingkan dengan Pengukusan Sederhana (7,41%). Stabilisasi dedak padi dengan Autoklaf juga berdampak terhadap karakteristik fisikokimia dari minyak dedak padi yang lebih baik jika dibandingkan dengan Pengukusan Sederhana. Minyak dedak padi dari ekstraksi terhadap dedak yang telah distabilisasi dengan Autoklaf memiliki bilangan asam, viskositas, densitas, dan indeks bias berturut-turut sebesar 9,52 mg KOH/g minyak, 22,56 mPaâ‹…s, 0,917 g/mL, dan 1,4748.
|
Autoklaf; dedak padi; stabilisasi pemanasan basah; pengukusan sederhana Autoklaf; dedak padi; stabilisasi pemanasan basah; Pengukusan Sederhana Pengolahan Hasil Pertanian | 2021-12-21 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/33186 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol15n2.4 |
| 1670290 | #3358 | PENGARUH TIPE MESIN PENGIRIS DAN VARIETAS TERHADAP KUALITAS IRISAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) |
Asgar, Ali Budiman, Diana Atma Taufik, Yusman |
Kualitas irisan kentang yang tidak sesuai diduga terjadi karena proses pengirisannya pada mesin pengiris dan varietas kentang yang digunakan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial dilakukan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan pengirisan dilakukan dengan dua faktor: 1) faktor type mesin, yaitu; a. pengiris tipe horizontal dengan pengumpan manual; b. pengiris tipe vertikal pengumpan gravitasi; dan c. pengiris tipe dengan pengumpan auger, sedang faktor varietas kentang adalah Atlantik dan Granola. Hasil menunjukan bahwa dibandingkan dengan tipe pengumpan manual horizontal (0.00 %) dan tipe pengumpan gravity (52.26 %), tipe pengumpan auger vertikal memiliki kualitas pengirisan yang lebih baik (84.75 %) pada ketebalan irisan 2.17 mm, dan kapasitas pengirisan 110.43 kg/jam pada kekerasan irisan 0.79 N/cm2. Sedang dari tes organoleptik berdasarkan warna, rasa, kerenyahan, dan penampilannya, para panelis lebih menyukai varietas Atlantik daripada Granola.Kata kunci : kualitas irisan kentang, tipe mesin pengiris, varietas kentang
|
2012-09-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6345 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1670289 | #3358 | KINETIKA PERUBAHAN KADAR AIR KACANG GORENG SELAMA PENYIMPANAN |
Maharani, Dewi Maya Bintoro, Nursigit Rahardjo, Budi |
Perubahan kadar air berpengaruh terhadap kualitas kacang goreng. Fenomena ini perlu diprediksi, agar strategi pengemasan dan penyimpanan kacang goreng dapat ditentukan. Metode penelitian dilakukan melalui pengembangan model matematis perubahan kadar air kacang goreng selama penyimpanan. Variasi perlakuannya adalah lamanya pemanasan minyak, yaitu; 0, 1, 2 dan 3 jam, dan variasi rasio volume kacang terhadap volume kemasan, yaitu; 0,17; 0,38 dan 0,59. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama pemanasan minyak, maka semakin besar konstanta laju perubahan kadar air kacang goreng. Semakin besar rasio volume kacang terhadap kemasan, maka semakin kecil konstanta laju perubahan kadar air kacang goreng. Persamaan prediksi kadar air kacang goreng dengan batasan angka peroksida minyak awal (Pm) sebesar 4,87 sampai 13,41 meq/kg dan rasio volume kacang dengan kemasan (Rs) sebesar 0,17 sampai 0,59 adalah: M(t)= [(Mo-Me) +Me]. Kata kunci: kadar air, model matematis, kacang goreng, penyimpanan
|
2014-08-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4797 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1670288 | #3358 | Analisis Fenol dan Flavonoid Total Pada Beberapa Teh Putih (Camellia sinensis L.) yang Beredar di Pasaran |
Rustamsyah, Ardi Kartini, Hesti Martiani, Isye Sujana, Dani |
Teh putih (Camellia sinensis L) merupakan teh yang dibuat dari pucuk daun teh muda yang masih menggulung tanpa fermentasi, saat ini merupakan pilihan baru alternatif minuman di Indonesia dengan manfaat yang cukup banyak, memiliki banyak aktivitas diantaranya antioksidan, antimikroba dan antikolesterol. Teh putih juga memiliki aktivitas penghambatan terhadap enzim α-glucosidase dan xanthin oksidase. Senyawa utama putih yang diduga dalam aktivitas farmakologi tersebut adalah kelompok senyawa polifenol. Tujuan penelitian ini adalah analisis kadar fenol total dan flavonoid total dari beberapa teh yang beredar dipasaran. Metode penelitian meliputi makroskopis (organoleptik), skrining fitokimia dan penentuan fenol total dan penentuan flavonoid total. Hasil penelitian dari sampel menunjukan bentuk teh putih menggulung terpilin, bau khas teh dan rasa seduhan yang sepat, teh putih juga memiliki kandungan kelompok senyawa metabolit sekunder fenol, flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan triterpenoid/steroid, kandungan fenol total sampel P-IRT 510320301146523 memiliki kandungan fenol total dan flavonoid total tertinggi yakni 5,826 ± 0,0370 mgGAE/g sampel dan 0,8061 ± 0,0183 mgQE/g sampel
|
Kimia Farmasi Analisis; Kimia Bahan Alam antioksidan; flavonoid total; fenol total; teh putih; polifenol. Natural product | 2023-02-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/42835 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol16n3.7 |
| 1670287 | #3358 | Identifikasi Jenis dan Mutu Teh Menggunakan Pengolahan Citra Digital dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan |
Effendi, Masud Fitriyah, Fitriyah Effendi, Usman |
Teh merupakan hasil pucuk daun muda tanaman Camelia sinensis dan menjadi salah satu produk ekspor terbesar. Salah satu kendala yang dihadapi konsumen dalam memilih teh berkualitas baik adalah minimnya pengetahuan konsumen terhadap jenis dan mutu teh, sehingga menyebabkan perbedaan penentuan jenis dan mutu teh. Penelitian untuk mengidentifikasi jenis dan mutu teh dari 3 jenis teh yaitu teh hitam, teh hijau, dan teh putih perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah merancang aplikasi sistem pengolahan citra digital untuk mengidentifikasi jenis dan mutu teh serta menentukan hasil pengenalan terbaik berdasarkan akurasi yang diperoleh. Penelitian ini menerapkan metode pengolahan citra digital dengan teknik Learning Vector Quantization yang menggunakan 6 parameter warna yaitu R, G, B, H, S, dan I sebagai neuron input dan 13 mutu dari 3 jenis teh sebagai neuron output. Penelitian menggunakan 403 citra dengan perbandingan training dan testing sebesar 80:20. Akurasi training diperoleh sebesar 62,7%. Prediksi menggunakan 26 sampel citra teh berbeda menunjukkan tingkat akurasi sebesar 42,31%. Kata Kunci: jaringan syaraf tiruan, learning vector quantization (LVQ), teh
|
teknologi industri pertanian; alat dan mesin pertanian; jaringan syaraf tiruan; learning vector quantization (LVQ) | 2017-10-26 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/11597 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol11n2.7 |
| 1670286 | #3358 | KARAKTERISTIK OPAK DARI CAMPURAN BERAS-SORGUM PUTIH GENOTIPE 1.1. (SORGHUM BICOLOR (L) MOENCH) DARI BERBAGAI LAMA PENYOSOHAN ABRASIF DAN BERAS KETAN PUTIH (ORYZA SATIVA GLUTINOSA) |
Tjahjadi, Carmencita Nurhadi, Bambang Mutiarawati, Tino -, Anas Dwijayanti, Kiki |
Biji sorgum memiliki kulit yang terikat erat oleh endosperma, karena itu ia perlu disosoh dulu sebelum digunakan sebagai bahan pensubstitusi beras ketan dalam pembuatan opak. Tingkat penyosohan biji sorgum akan menentukan kualitas opak yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu: lama penyosohan biji sorgum putih Genotipe 1.1 (1 menit, 1,5 menit dan 2 menit) dan rasio nasi sorgum putih Genotipe 1.1 bebas embryonic disc dengan nasi ketan putih (40%:60%, 50%:50% dan 60%:40%) serta 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyosohan biji sorgum 1 menit dan rasio nasi sorgum putih Genotipe 1.1 bebas embryonic disc dengan nasi ketan putih 60%:40% menghasilkan opak dengan karakteristik yang terbaik yaitu kadar air adonan 66,05% (b.b.), kadar air opak mentah 7,80% (b.b.), kadar air opak matang 4,05% (b.b.), kekerasan 1,04 kg, volume pengembangan 217,78%, kesukaan terhadap warna, citarasa, kerenyahan, kenampakan keseluruhan biasa dan kehalusan permukaan agak suka, kadar protein 4,02% (b.b.), kadar lemak 5,66% (b.b.), kadar abu 3,72% (b.b.), kadar serat kasar 2,52% (b.b.), kadar karbohidrat 82,55% (b.b.) dan rendemen 36,26%. Kata kunci: Sorgum, Lama penyosohan, Rasio gandum sosoh dan beras ketan
|
2014-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/5000 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1670285 | #3358 | Back Matter | Team, Teknotan Editorial |
Tidak ada deskripsi
|
2024-12-09 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60792 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1670284 | #3358 | Pengaruh Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap Karakteistik Fisik, Kimia dan Mikrobiologi Strawberry (Fragaria x ananassa) Selama Penyimpanan |
Nugraheni, Lintang Sawitri Utami, Rohula Siswanti, Siswanti |
Strawberry merupakan salah satu buah hortikulura yang mudah rusak (perisable), sehingga memiliki umur simpan yang pendek. Kerusakan strawberry disebabkan karena pembusukan akibat pengaruh mekanis maupun mikrobioogi. Penurunan kualitas buah dapat ditandai dengan penurunan susut bobot, kelayuan, penurunan firmness, dan penurunan nilai gizi. Pengawetan strawberry segar sangat diperlukan untuk mempertahankan karakteristik pada strawberry. Salah satu cara mengurangi kerusakan dengan metode pelapisan (coating). Pada penelitian ini dilakukan usaha untuk memperpanjang umur simpan strawberry dengan menggunakan VCO. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia, mikrobiologi dan metode pengaplikasian VCO yang efektif untuk memperpanjang umur simpan strawberry. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu metode pengaplikasian VCO (kontrol, dipping, dan spraying). Data karakteristik dianalisis secara statistik menggunakan one way ANOVA. Jika data menunjukkan hasl beda nyata antar perlakuan maka dilanjutkan uji DMRT pada α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa VCO dapat mempertahankan susut bobot, warna, firmness, kadar air, TPT, Vitamin C, pH, TAT dan menurunkan total mikroba strawberry selama penyimpanan. Metode pengaplikasian Virgin Coconut Oil (VCO) dipping dan spraying efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba pada strawberry selama 12 hari penyimpanan.
|
ilmu teknologi pangan; pengawetan buah; virgin coconut oil, metode pengawetan Strawberry; Dipping; Pengawetan, Spraying; VCO Pengaruh Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap Karakteistik Fisik, Kimia dan Mikrobiologi Strawberry (Fragaria x ananassa) Selama Penyimpanan | 2020-08-21 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/25471 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol14n1.2 |
| 1670283 | #3358 | PEMILIHAN LOKASI KOLAM PENGEMBANGAN EMBUNG POTENSIAL SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER AIR IRIGASI UNTUK USAHATANI LAHAN KERING BERDASARKAN PARAMETER FISIK LAHAN - STUDI KASUS DI LAHAN KERING SUB DAS CITARIK |
Kendarto, Dwi Rustam Suryadi, Edi Sistanto, Bambang Aris |
Pembuatan kolam embung untuk penampungan air hujan dapat dilakukan dengan tujuan sebagai cadangan air di musim kemarau, agar produktivitas lahan dapat dipertahankan. Penempatan kolam embung dapat melalui analisis Geography Information System (GIS).Penentuan kolam embung yang potensial dikembangkan dengan GIS ini dilakukan melalui tumpang susun dengan sistem skoring dan filtering. Skoring dilakukan untuk menentukan lokasi kolam potensial secara fisik, Sedang filtering digunakan untuk menentukan keterkaitan antara faktor lokasi dan faktor penggunaan lahan. Filtering menggunakan tabel dua dimensi dilakukan untuk menggabungkan informasi potensi secara fisik dan lokasi dengan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik. Hasil yang diperoleh menunjukkan distribusi lokasi-lokasi yang potensial untuk pengembangan kolam embung. Cara pendekatan ini dapat memberi hasil lebih baik, bila didukung oleh metode, kelengkapan dan ketelitian data yang mencakup metode, kelengkapan dan ketelitian data (sosial ekonomi, kependudukan, kelompok tani, iklim). Kata kunci: Embung, Pemilihan lokasi, Potensi pengembangan, Analisis spasial, Lahan kering,           DAS Citarik
|
2012-01-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6314 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1670282 | #3358 | Robot Kartesian Dua Dimensi untuk Penerapan Pestisida Nabati pada Budidaya Sayuran Hidroponik Vertikultur | Subrata, I Dewa Made |
Budidaya sayuran secara hidroponik memiliki kemungkinan yang sama untuk terserang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sehingga perlu penerapan pestisida. Pestisida kimia yang diterapkan selama ini cenderung mencemari lingkungan maupun mengganggu kesehatan operator penyemprot oleh karena itu perlu diterapkan pestisida yang lebih ramah lingkungan dengan cara yang lebih aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan manipulator robot tipe kartesian dua dimensi sebagai penyemprot pestisida nabati pada budidaya sayuran hidroponik vertikultur. Manipulator memiliki dua mekanisme geser yang satu bergerak pada rel horizontal dan yang lain bergerak pada rel vertical. Rel vertical dipasang pada mekanisme geser horizontal. Dua batang nosel yang masing masing berisi tiga kepala nosel dipasang pada rel vertical manipulator sehingga batang nosel bisa digerakkan dalam arah horizontal. Batang nosel diposisikan di atas tanaman sayuran dengan kepala nosel menghadap ke bawah untuk menyemprotkan cairan pestisida nabati ke arah sayuran tiga kali seminggu. Konsentrat pestisida nabati yang digunakan terbuat dari bahan bawang putih, bawang merah, kunyit dan air abu gosok. Hasil pengujian menunjukkan bahwa robot mampu menggerakkan nosel sepanjang pipa hidroponik dengan ketelitian 2,1 mm. Nosel mampu menyemprotkan pestisida nabati dengan rataan debit 7,8 ml/detik dan dengan keseragaman 91 % pada nilai siklus kerja PWM pengendali pompa 98,04 %. Lama penyemprotan untuk luasan 3,73 m2 adalah 16,02 detik. Kapasitas lapang efektif robot adalah 0.072 ha/jam. Penerapan robot penyemprot pestisida nabati otomatis ini mampu mengurangi kerusakan tanaman sayuran akibat serangan OPT.
|
Teknik Pertanian dan Biosistem hidroponik vertikultur; penyemprot otomatis; pestisida nabati; robot tipe kartesian; tanaman sayuran automasi | 2025-08-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64358 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol19n2.12 |
| 1670281 | #3358 | Analisis Balsem Stik Aroma Serai Wangi (Citronella Oil) dengan Penambahan Minyak Jahe |
Kiptiah, Mariatul Ilmannafian, Adzani Ghani Darmawan, M. Indra Yulianti, Dwi Atika |
Balsem merupakan obat gosok dengan kepekatan seperti salep. Balsem merupakan produk setengah padat yang diperuntukkan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir yang berfungsi untuk melindungi atau melemaskan kulit sebagai sarana menghilangkan rasa sakit atau nyeri. Balsem dapat dibuat dari minyak atsiri dan beeswax dengan metode peleburan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas produk balsem stik aroma serai wangi dengan penambahan minyak jahe serta pengujian hedonik setiap formula. Balsem dibuat antara campuran minyak serai dan variasi minyak jahe (2 ml, 4 ml dan 6 ml) yang didapatkan melalui metode maserasi. Â Kualitas balsem diuji berdasarkan uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji daya lekat, sementara tingkat penerimaan panelis diuji berdasarkan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula balsem stik sudah homogen, memiliki pH 5, ukuran daya sebar 2,6-3,3 cm, dan uji daya lekat 4-6 detik. Untuk tingkat penerimaan panelis, parameter penampakan, tekstur, warna, kehangatan dan aroma, formula yang disukai adalah F1 dan F2.Kata kunci: balsem minyak atsiri; minyak jahe; minyak serai wangi.
|
Balsem Minyak Atsiri, minyak jahe, dan minyak serai wangi. | 2022-04-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/36467 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jtvol16n1.3 |
| 1670280 | #3358 | KAJIAN POTENSI PEMANFAATAN LUMPUR HASIL PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT |
dan, Nuraeni Dwi D Krisdiarto, Andreas W. |
Lumpur hasil pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit di Propinsi Riau dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik di kebun kelapa sawit. Karena itu kesetaraan kandungan hara yang dikandung lumpur tersebut perlu dikaji potensinya sebagai penambah unsur hara untuk pemupukan pada tanaman kelapa sawit (Elaeis gueneensis Jacq). Metode deskriptif analisis dilakukan terhadap lumpur yang diambil dari kolam anaerob dan aerob untuk mengetahui kecukupan /ketersediaan kandungan unsur haranya. Data ini dibandingkan dengan kebutuhan pemupukan kelapa sawit berdasarkan beberapa parameter yang ditelaah, yaitu: kadar N, P, K, Ca, dan Mg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur dari kolam anaerob mengandung unsur hara 0,016 % C, 0,047 % N; 0,004 % P; 0,161 % K; 0,111 % Ca; dan 0,09 % Mg. Sedang dari kolam aerob terkandung 0,017% C; 0,041% N; 0,003% P; 0,131% K; 0,145% Ca; dan 0,083 % Mg. Setelah dilakukan penyetaraan dengan pupuk yang biasa diaplikasikan di kebun kelapa sawit dibutuhkan pemupukan dengan lumpur untuk memenuhi unsur N, P, K, dan Mg, berturut-turut sebanyak 550,9; 12.842,6; 342,7; dan 62,1 kg/pohon. Kata kunci : limbah cair, lumpur, unsur hara tambahan, perkebunan kelapa sawit
|
2013-01-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6360 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1670279 | #3358 | KAJIAN KARAKTERISTIK FISIK SERASAH TEBU SETELAH PANEN | Sugandi, Wahyu K. |
Usaha penanganan sisa tanaman tebu sebelum dan sesudah panen yang selama ini merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan dapat dikurangi dengan memperkecil ukurannya menjadi serasah tebu dengan mesin pencacah untuk bahan baku kompos. Untuk itu serasah tebu dikaji untuk memperoleh data fisik-mekanik yang perlukan dalam perancangan mesin pencacah serasah yang efisien dan efektif, baik secara teknis maupun ekonomis. Kata kunci: Sifat fisik, Sifat mekanik, Tebu, Serasah
|
2014-07-21 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4806 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1670278 | #3358 | Penyulingan Minyak Atsiri Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) Menggunakan Metode Hidrodistilasi dengan Variasi Waktu Penyulingan |
Iskandar, Agil Firhan Nurjanah, Sarifah Rosalinda, S Nuranjani, Farah |
Jahe merah memiliki banyak manfaat dan salah satunya adalah sebagai bahan baku dalam pembuatan minyak jahe yang dapat dihasilkan melalui proses hidrodistilasi dimana prosesnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, satu diantaranya adalah waktu penyulingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu penyulingan terhadap karakteristik fisikokimia minyak atsiri jahe merah sesuai dengan SNI 06-1312-1998 yang mengatur standar dari produksi minyak jahe. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari variasi waktu penyulingan, yaitu perlakuan  (2 jam),  (3 jam),  (4 jam),  (5 jam) dan  (6 jam). Parameter yang diuji adalah rendemen, sisa pelarut, warna, aroma, bobot jenis, indeks bias, dan bilangan asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu penyulingan memiliki pengaruh nyata terhadap nilai rendemen dengan nilaI signifikansi sebesar 0,000 dan juga terhadap nilai bilangan asam dengan nilai signifikansi sebesar 0,039. Variasi waktu penyulingan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap nilai sisa pelarut, bobot jenis, dan indeks bias karena nilai signifikansinya lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan P3 (4 jam) karena menghasilkan minyak atsiri jahe merah dengan rendemen yang tinggi sebesar 1,55 ± 0,020 % dan memiliki warna kuning dan aroma khas jahe, serta memenuhi mutu SNI 06-1312-1998 dan memiliki warna kuning dan aroma khas jahe, serta memiliki mutu sesuai dengan mutu SNI 06-1312-1998 lebih baik dibandingkan perlakuan P4 dan P5. Kata kunci: hidrodistilasi; jahe merah; minyak atsiri; waktu penyulingan
|
hidrodistilasi; jahe merah; minyak atsiri; waktu penyulingan | 2023-04-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/44900 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol17n1.7 |
| 1670277 | #3358 | Analisis Pengendalian Kualitas Produk Sweet Seasoning di PT. Foodex Inti Ingredients dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) |
Fadhlurrahman, Muhammad Daffa Kastaman, Roni Syahmurman, Faisal |
Pengendalian kualitas merupakan aspek fundamental dalam industri manufaktur untuk menjamin konsistensi mutu produk dan menjaga kepuasan pelanggan. Dalam konteks industri makanan, kualitas tidak hanya menyangkut aspek rasa dan tampilan, tetapi juga keamanan dan kesesuaian produk terhadap standar yang ditetapkan. PT. Foodex Inti Ingredients adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis seasoning dan ingredients, salah satunya adalah produk sweet seasoning powder. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan adanya permasalahan berupa tingginya tingkat produk cacat (defect) pada lini produksi tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis dan tingkat kecacatan yang terjadi pada produk sweet seasoning, menganalisis penyebab terjadinya defect, serta memberikan usulan perbaikan melalui pendekatan Statistical Quality Control (SQC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan meliputi penggunaan peta kendali (control chart), diagram sebab-akibat (fishbone diagram), dan analisis pareto untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan faktor penyebab utama cacat produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecacatan terbesar terjadi pada aspek organoleptik sebesar 49,29%, disusul ketidakhomogenan sebesar 28,57%, serta kemasan bocor sebesar 22,14%. Pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan masih belum sepenuhnya berada dalam batas kendali secara statistik. Faktor penyebab utama meliputi kualitas bahan baku yang tidak konsisten, kesalahan manusia dalam proses produksi, metode kerja yang belum distandarisasi, serta mesin yang kurang optimal. Usulan perbaikan yang diajukan meliputi peningkatan sistem pengawasan, pelatihan tenaga kerja, evaluasi bahan baku, perbaikan metode operasional, dan pemeliharaan mesin secara rutin.
|
Teknologi Industri Pertanian Pengendalian kualitas; statistical quality sontrol (SQC); sweet seasoning Upaya pengendalian kualitas | 2026-04-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64562 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol20n1.19 |