Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↓ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1672176 #3358 EVALUASI PENGGUNAAN LYSIMETER UNTUK MENDUGA EVAPOTRANSPIRASI STANDAR DAN EVAPOTRANSPIRASI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L) Merril) Adha, Fadhilatul
Manik, Tumiar Katarina
Rosadi, R.A. Bustomi
The purpose of this research was to evaluate estimating method of standard evapotranspiration and crops evapotranspiration using lysimeter than be compared with estimation result of evaporimeter pan and Penman – Monteith model who recommendated by FAO.  Standard evapotranspiration was estimated using reference crops and crops evapotranspiration was estimated using soybean Kaba varieties which planted in lysimeters. Rainfall data and standard evapotranspiration of evaporimeter pan be obtained from Agroclimate stations of Masgar in Pesawaran distric in Lampung, and evapotranspiration Penman – Monteith model was estimated by CROPWAT using climate data during 2007 – 2011 from Agroclimate stations of Masgar. The estimating result of standard evapotranspiration and crops evapotranspiration using lysimeter were higher than evaporimeter pan and model. The estimation results of standard evapotranspiration and crop evapotranspiration of Lysimeter was higher than the estimation evaporimeter pan and model. The average of standard evapotranspiration during nine dasarian is  6.14 mm/day, average of crop evapotranspiration is 7.54 mm/day, while the standard evapotranspiration of evaporimeter pan is 3.55 mm / day, and standard evapotranspiration estimation results with CROPWAT for November to February are 3.27; 3.20; 3.63; 3.51 mm/day. Crop coefficient (Kc) estimation results of each phase was 0.96 in the initial phase, 1.16 in the development phase, 1.67 in the mid season phase, and 1.18 at the end season phase. Crop coefficient (Kc) Soybean lysimeter estimation results are higher than FAO Crop coefficient recommendation. However observed from the growth and yield of soybean plants seen their best with 10.73 gr of 100  seeds of yield. So that suggested for further research with direct ETo measurement method can be applied with modification or regenerated of lysimeter specifications and construction to consider other parameters of water balance in lysimeter.keywords :  standard evapotranspiration, crops evapotranspiration, lysimeter, soybean
2017-03-08 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10334 buka_link ↗ Highlight_link
1672175 #3358 PENGARUH PENAMBAHAN NATRIUM ALGINAT TERHADAP KARAKTERISTIK MINUMAN FUNGSIONAL DARI SERBUK MINUMAN CINCAU HIJAU (Cyclea barbata L. Miers) Miranti, Mira
Rialita, Tita
-, Tensiska
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Na-alginat yang tepat untuk menghasilkan minuman fungsional dari serbuk minuman dari serbuk minuman cincau hijau yang memiliki karakteristik yang baik dan disukai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 Ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah Penambahan Na-alginat dengan konsentrasi  0 % (A), 0,5 % (B). 1% (C), 1,5 % (D), dan 2% (E).Hasil penelitian menunjukkan penambahan Na-alginat 0,5 % menghasilkan  minuman dari serbuk cincau hijau dengan rasa  ”disukai”, dan nilai kesukaan ”biasa’  untuk warna, aroma  kekentalan dengan total padatan terlarut 12,16 o Brix dan  viskositas 15,28 cp. Serbuk cincau hijau tersebut memiliki kadar  total serat pangan  9,51%, serat pangan tidak larut 2,46% dan serat pangan larut 7,05%, kadar air 3,24 % dan kadar abu 3,47 %. Kata kunci : Cincau hijau, Minuman fungsional, Kekentalan, Serat pangan
2014-12-23 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4878 buka_link ↗ Highlight_link
1672174 #3358 Hidrosol Serai Wangi: Karakteristik, Aktivitas Antioksidan dan Aktivitas Antibakteri Putri, Annisa
Kasim, Anwar
Hidrosol serai wangi merupakan produk samping yang dihasilkan dari proses penyulingan tanaman serai wangi. Hidrosol berbentuk cair, berwarna jernih dan beraroma sama dengan tanaman aromatiknya. Hidrosol masih mengandung minyak atsiri dalam jumlah yang kecil yaitu 0.2%. Hal ini menjadikan hidrosol berpotensi sebagai produk samping yang memiliki manfaat untuk digunakan dan diolah lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik hidrosol serai wangi yang meliputi pH, warna, aroma, dan indeks bias, mengetahui aktivitas antioksidan hidrosol serai wangi, dan mengetahui aktivitas antibakteri hidrosol serai wangi. Pengujian pH hidrosol serai wangi menggunakan pH meter, aroma dan warna menggunakan uji organoleptik dan indeks bias menggunakan refraktometer abbe. Aktivitas antioksidan diukur dengan menggunakan metode DPPH, dan total fenol diukur menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Aktivitas antibakteri diukur menggunakan metode cakram dengan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan pH hidrosol serai wangi 4.7, aroma khas serai wangi dengan warna bening sedikit kuning, nilai indeks bias hidrosol serai wangi adalah 1.313. Aktivitas antioksidan dan total fenol hidrosol serai wangi pada konsentrasi hidrosol 200, 400, 600, 800 dan 1000 ppm adalah 9.60, 12.65, 18.27, 27.75, dan 32.44 % inhibisi dan 35.87, 52.17, 68.04, 73.48, dan 81.30 mgGAE/gr. Aktivitas antibakteri menggunakan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan zona hambat 3.8 mm dengan kategori daya hambat lemah untuk E.coli dan 11.7 mm dengan kategori daya hambat sedang.
Hidrosol; serai wangi; aktivitas antioksidan; aktivitas antibakteri 2024-08-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/51069 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol18n2.5
1672173 #3358 Comparative Study of Glucose and Xylose Production in Enzymatic Hydrolysis Result by Batch and Fed Batch Method Yudiastuti, Silvia Oktavia Nur
Mardawati, Efri
Kresnowati, MTAP
Bindar, Yazid
Xylose is a five carbon chain monosaccharide that can be used as a substrate in the fermentation of low-calorie xylitol. While glucose is a six carbon chain monosaccharide that can be processed into glucose syrup as a more stable natural sweetener in the food processing industry. Xylose is xylan monomer produced from hydrolysis of hemicellulose from plants or biomass woody waste.  While glucose is the result which is also produced in xylan hydrolysis by xylanase enzymatic hydrolysys. In the search for the source of hemicellulose, oil palm empty fruit bunch (OPEFB) as a solid waste from crude palm oil processing is a source that can be utilized in this research. OPEFB waste is abundant by the increasing world demand for vegetable oil. Considering the OPEFB enzymatic hydrolysis was a hetrogenous solid-liquid reaction, fed batch feeding of substrate was thought to improve the reaction performance. Hydrolysis experiments were performed at temperature 500C, pH 5 and for 96 hours hydrolysys time with substrate concentration at 15% and enzyme dose of 1%. The result showed that the feed-batch hydrolysis configuration provided higher yield of xylose and glucose than batch configuration but unsignificant.Keywords : Enzymatic Hydrolysis, Fed-batch, glucose, Xylan, Xylanase, Xylose.
2018-10-15 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15994 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol12n1.9
1672172 #3358 Prediksi Erosi Dengan Persamaan Modified Universal Soil Loss Equation di Lahan Pertanian Berlereng Curam Bafdal, Nurpilihan
Amaru, Kharistya
Suryadi, Edy
Pengambilan data erosi di lapangan telah dilaksanakan di lahan penelitian Laboratorium Hijauan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Plot penelitian mempunyai kemiringan lahan 22 % dengan panjang lereng 22 meter dan lebar 9 meter. Berdasarkan analisis pada segitiga tekstur tanah, tanah di lahan penelitian masuk kedalam Liat Berdebu. Penelitian ini bertujuan memprediksi erosi dengan menggunakan pengembangan model  prediksi erosi Modified Universal Soil Loss Equation / MUSLE dan disesuaikan dengan karakteristik daerah penelitian. Hasil pengamatan lapang menunjukkan jumlah erosi kecil, dengan intensitas berkisar antara 0.03 mm/menit sampai 0.89 mm/menit. Intensitas tersebut belum dapat mengakibatkan erosi yang tinggi. Hasil perbandingan antara data pengukuran dengan data perhitungan prediksi erosi berdasarkan metoda Sum Square Error memberikan hasil yang memuaskan dalam prediksi erosi. Sum Square Error menunjukkan  nilai yang berkisar antara 0.43 hingga nol, berarti persamaan dapat digunakan di daerah penelitian. Hasil simulasi dengan variasi kategori hujan menunjukkan korelasi yang erat pada hubungan antara tinggi hujan dan erosi, hal ini dapat terlihat pada nilai korelasi yang mendekati satu. Kata kunci : Prediksi erosi, MUSLE, Lahan kemiringan curam, Lahan pertanian
2014-12-23 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/5071 buka_link ↗ Highlight_link
1672171 #3358 Kajian Kualitas Briket Sekam Padi sebagai Bahan Bakar Alternatif Moulia, Mona Nur
Rahayu, Dwi
Ahmad, Shaf Rijal
Suliyanto, Heri
Sekam padi merupakan salah satu limbah hasil penggilingan padi. Sekam padi dapat dipakai sebagai sumber biomassa yang dijadikan bahan utama pembuatan briket. Penambahan barang perekat pada briket sekam bertujuan untuk meningkatkan nilai kalor dari briket. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi briket sekam sebagai energi alternatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pirolisis dengan pembakaran menggunakan tungku tertutup dan menggunakan ayakan dengan ukuran 20 mesh. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan faktor sekam bakar, tapioka dan oli (0 g, 5 g dan 10 g). Analisis briket terdiri dari kadar air (metode Gravimetri), kadar abu (metode Gravimetri), pengukuran kerapatan (densitas) (SNI 013235 2000), pengukuran berat jenis (SNI 013235 2000), kadar zat menguap (volatile matters) (SNI 013235 2000), laju pembakaran (SNI 013235 2000), nilai kalor menggunakan bomb colorimeter Parr 6200 (ASTM D4809). Sampel B (penambahan oli 5 g) menunjukkan hasil yang optimal dibandingkan dengan sampel A (tanpa penambahan oli) dan C (penambahan oli 10 g). Sampel B memiliki kadar air terendah (10%). kadar abu terendah (27,96%), densitas terendah (0,73 g/cm2), berat jenis tertinggi (72,04 kg/m3), kadar zat menguap (volatile matters) tertinggi (72,04%), laju pembakaran tertinggi (0,22 g/menit) dan memiliki nilai kalor sebesar 3024,33 kkal/kg.
Arang sekam; briket; tapioka 2025-08-05 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63591 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol19n2.1
1672170 #3358 Penggunaan Berbagai Konsentrasi Kulit Buah Pepaya dalam Penurunan Kadar Kafein pada Kopi Rosalinda, S.
Febriananda, Tio
Nurjanah, Sarifah
Biji kopi merupakan bijian penghasil minuman. Beberapa peneliti terdahulu menunjukkan bahwa kopi memiliki potensi sebagai zat antioksidan, merangsang kinerja otak dan antikanker. Kopi juga memiliki kekurangan yaitu mengandung kadar kafein yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan beberapa efek negatif pada tubuh, seperti meningkatnya denyut jantung. Pengurangan kadar kafein dapat dilakukan dengan cara melakukan dekafeinasi pada biji kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit buah pepaya dalam penurunan kadar kafein kopi arabika. Penelitian ini menggunakan konsentrasi kulit papaya yang dihaluskan (0%, 20%, 40%, 60%, dan 80%) dengan lama waktu fermentasi selama 36 jam. Hasil perlakuan dibandingkan dengan data kontrol (kopi standar produksi Poktan Kopi Manglayang) sebagai acuan penelitian. Kopi bubuk yang dihasilkan telah dilakukan analisa kadar kafein, kadar air, kadar abu, dan uji hedonik. Hasil analisa menunjukkan bahwa nilai perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi kulit pepaya 80%. Perlakuan terbaik ini menghasilkan kadar air 3,48% ± 0,01, kadar kafein 1,07% ± 0,06, kadar abu 3,46% ± 0,02, dan uji hedonik dengan nilai analisa warna 4,17; analisa aroma 3,7; analisa rasa 3 dan 3,43 dan analisa aftertaste 3,43. Hasil analisa kadar kafein didapatkan bahwa konsentrasi 0% sebesar 1,40% ± 0,02, konsentrasi 20% sebesar 1,38% ± 0,02, konsentrasi 40% sebesar 1,24% ± 0,04, konsentrasi 60% sebesar 1,13% ± 0,08. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa enzim papain yang terdapat pada kulit buah pepaya mampu menurunkan kadar kafein. Kata kunci: dekafeinasi; kopi arabika; kulit papaya; penurunan kafein
pengolahan hasil pertanian dekafenisasi; kopi arabika; kulit papaya, penurunan kafein Teknik pertanian 2021-08-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/34086 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol15n1.5
1672169 #3358 RANCANGAN JADWAL DAN POLA TANAM PERTANIAN LAHAN KERING BERBASIS PERUBAHAN KONDISI IKLIM (STUDI KASUS KECAMATAN NAGREG) NP, Sophia Dwiratna
Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan jadwal dan pola tanam pertanian lahan kering di Kecamatan Nagreg untuk mengantisipasi dampak perubahan kondisi iklim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dimana jadwal dan pola tanam pertanian lahan kering di Kecamatan Nagreg disusun berdasarkan ketersediaan air pada tiga kondisi iklim (tahun kering, tahun normal dan tahun basah). Penentuan pola tanam mengacu pada kondisi setempat, yaitu sesuai dengan jenis tanaman yang biasa di budidayakan petani. Berdasarkan analisis neraca air ketiga kondisi iklim tersebut diketahui bahwa pola tanam lahan kering di Kecamatan Nagreg hanya dapat dilakukan 2 kali dalam setahun pada semua kejadian iklim. Jadwal tanam tahun basah dimulai pada September 2 (MT1) dan Januari 2 (MT2), jadwal tanam tahun normal pada Oktober 2 (MT1) dan Februari 2 (MT1), sedangkan jadwal tanam tahun kering pada November 1 (MT1) dan Maret 1 (MT2). Pola tanam yang direkomendasikan pada tahun basah adalah Jagung/Padi Ladang + Mentimun/Cabe rawit/kacang panjang/kacang merah (MT1) – Jagung + kacangmerah/kacang tanah/mentimun + singkong(MT2). Pola tanam yang direkomendasikan pada tahun normal dan tahun kering adalah Jagung/cabe + cabe rawit/mentimun/kacang panjang + singkong (MT1) - kacang merah (MT2). Kata kunci: jadwal tanam, pola tanam, perubahan iklim, tahun basah, tahun normal, tahun                        kering
2012-05-01 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6336 buka_link ↗ Highlight_link
1672168 #3358 PENGARUH JENIS DESIKAN DAN SUHU DESIKASI PADA KARAKTERISTIK DAUN JERUK PURUT KERING Susanti, Erwin
Tjahjadi, Carmencita
Achyar, Cucu S.
Daun jeruk purut (Citrus hystrix L.) adalah komoditas pertanian yang banyak digunakan sebagai bumbu dapur karena memiliki aroma yang khas. Salah satu cara untuk mengawetkan daun jeruk purut namun tetap mempertahankan aroma khasnya adalah dengan desikasi.Penelitian ini dilakukan dengan menetapkan jenis desikan dan suhu desikasi yang tepat agar diperoleh daun jeruk purut kering dengan warna, aroma, dan karakteristik lain yang baik. Metode percobaan yang dipakai adalah Rancangan Petak Terpisah dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Faktor petak utama adalah suhu desikasi, yaitu suhu ruang (26°C±1°C) dan 34°C±2°C. Faktor anak petak adalah jenis desikan, yaitu silika gel, batuan zeolit dan batuan lempung tufa.Penggunaan jenis desikan teknis batuan zeolit pada suhu desikasi 34°C±2°C menghasilkan daun jeruk purut kering dengan warna dan aroma yang paling baik, yaitu warna permukaan atas hijau agak kuning yang cerah, warna permukaan bawah hijau muda agak kuning, kadar air 5,51 % b.k., kadar Volatile Reducing Substances 104,55 mikrogram ekivalen/gram, rendemen 32,37 %, dan nilai kesukaan terhadap warna 4,2, atau antara agak suka sampai suka, aroma daun jeruk purut kering 3,6 dan aroma daun jeruk purut kering setelah rehidrasi 3,4 atau antara biasa sampai agak suka. Kata kunci: Daun jeruk purut, Desikasi, Zeolit, Silika gel, Batuan lempung tufa
2014-12-17 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4850 buka_link ↗ Highlight_link
1672167 #3358 Sistem Monitoring Smart Garden Tanaman Cabai Berbasis IoT Menggunakan Protokol MQTT, Node Red, dan Telegram Bot Islamy, Irfan
Wisudawati, Lulu Mawaddah
Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis, dan iklim tersebut sangat cocok ditumbuhi berbagai macam tumbuhan seperti tanaman cabai. Tanaman cabai merupakan salah satu tanaman yang memerlukan perhatian khusus dalam pemeliharaannya. Untuk itu, memantau dan menjaga keadaan tanaman menjadi sangat penting. Aspek utama dalam pemeliharaan tanaman cabai adalah pengawasan kelembaban tanah untuk mencegah kekeringan pada daun akibat suhu tinggi. Selain itu, monitoring ketersediaan air dan pupuk dalam wadah juga sangat penting untuk mengoptimalkan kondisi pertumbuhan tanaman cabai. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam membantu melakukan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang berkembang saat ini adalah Internet of Things (IoT), dimana dengan keberadaan Iot dapat membantu dan digunakan dalam  kegiatan manusia di masa depan. Internet of Things (IoT) merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus. Salah satu perangkat yang sering digunakan untuk membuat sistem IoT adalah ESP8266, perangkat ini adalah mikrokontroler yang telah dilengkapi modul wifi, sehingga pengguna dapat dengan mudah terhubung dengan internet. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Monitoring Tanaman Cabai pada Smart Garden Berbasis IoT dengan integrasi Protokol MQTT, Node Red, dan Telegram Bot. Metode dalam penelitian ini terdiri dari analisis, perancangan, pembuatan alat, dan pengujian. Hasil pengujian menunjukan alat sistem monitoring Smart Garden Tanaman Cabai Berbasis IoT dapat secara otomatis menyiram tanaman berdasarkan kelembaban tanah, memberikan notifikasi jika suhu tinggi, mengirimkan pembacaan sensor periodik melalui Telegram, dan memberikan pemberitahuan pemupukan melalui protokol MQTT, NodeRed, dan Telegram bot.
Smart Garden; tanaman cabai; MQTT; nodered; telegram bot; internet of things (IoT). 2023-12-17 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/49811 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol17n3.6
1672166 #11259 Policy Implementation Of Online Population Administration Services During The Covid-19 Pandemic In Lebak Regency, Banten, Indonesia Nufus, Nurhayati
Muhtar, Entang Adhy
Rusli, Budiman
Pancasilawan, Ramadhan
Population Administration Services continue to develop along with changes in people's lifestyles and technological developments. During the Covid-19 pandemic, the government began to focus on moving to the digital realm. The Banten Provincial Government, especially the Regency and City Population and Civil Registration Offices, has adapted to the development of Population Administration Services. Population Administration services are carried out in both cities and districts. Like one of them in Lebak Regency, services that were previously manual were pushed to be online during the pandemic. This article will discuss in more detail the implementation of Population Administration Services in Lebak Banten Regency, Indonesia, during the Covid-19 Pandemic and the differences before and after the pandemic. This study uses a descriptive qualitative approach. In collecting data, this research uses observation, interviews, literature study, and internet searching. Data collection in this study was carried out by studying the existing laws, regulations, and literature. We use Mazmanian and Sabatier (1983) implementation policy theory, namely the characteristics of the problem, the characteristics of the policy, and the policy environment. The findings of this article are that population administration services in Lebak Regency, Banten Province before Covid were still manual, even though there were already rules governing changes to digital. However, due to the pandemic, the system has changed to online and can be applied in many areas except with special conditions, such as in Kanekes Village, Lebak Regency, Banten Indonesia, where the community has special regulations.
Population Document Collection and Issuance Services; Lebak Regency; Covid-19 pandemic 2022-09-17 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41819 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v0i0.41819
1672165 #11259 Disaster Nursing Learning Outcomes: What Do Evidences Inform Emaliyawati, Etika
Ibrahim, Kusman
Trisyani, Yanny
The increase of disaster events almost in many countries has been raising concern among nurse educators to review, evaluate, and integrate the disaster knowledge and skills into nursing curricula. Currently, most nursing schools developed the disaster nursing curriculum based on the guideline given by the International Council of Nurses (ICN). However, adaptation and development of local context of the population need to be taken into account in order to fit with the local needs and situation.  This study aims to systematically review the existing literature concerning the disaster nursing learning outcomes applied in nursing education. Published articles in database of EBSCOhost, PubMed and Google Scholar were retrieved using the keywords: “learning outcome”, “disaster nursing”, “disaster management”. Of 201 articles were obtained then screened for the inclusion criteria such as written in English or Bahasa, available in fulltext version, and being published no last than 10 years back. Nine articles met the criteria and then systematically reviewed. The study found that disaster nursing learning outcomes include; the understanding of disaster management by applying knowledge, technology, planning, risk analysis, and management techniques to deal with disasters; developing competencies for each phase of disaster; acquiring skills and knowledge by evaluating, assessing and combining data, utilizing current evidence-based strategies; analyzing and evaluating public administration. This study concluded that it is important to determine evidence-based disaster nursing learning outcomes that fit with the local context and conditions, especially in Indonesia.
Disater nursing, learning outcomes, curriculum 2022-11-26 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43142 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v0i0.43142
1672164 #11259 IMPLEMENTASI DIPLOMASI VAKSIN TIONGKOK DALAM KEPENTINGAN GEOPOLITIK TERKAIT HEALTH SILK ROAD DI EROPA TAHUN 2020-2022 Ba'ka, Megawati Hamdani
De Fretes, Christian H.J.
Hadiwijoyo, Suryo S.
Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 memberikan kesempatan bagi Tiongkok untuk memperluas kebijakan luar negerinya, dari yang semula terfokus pada Belt and Road Initiative di bidang ekonomi dan pembangunan, ke Health Silk Road yang difokuskan pada sektor kesehatan. Hal tersebut karena krisis kesehatan yang terjadi di negara lain, ditambah dengan adanya kekosongan kepemimpinan dalam bidang kesehatan, memberikan celah bagi Tiongkok untuk muncul sebagai pemimpin dalam health governance. Penelitian pun selanjutnya difokuskan pada permasalahan terkait penggunaan diplomasi vaksin sebagai instrumen kebijakan luar negeri Tiongkok untuk mencapai kepentingan geopolitiknya di Eropa, yakni pelaksanaan HSR pada tahun 2019-2022. Penelitian dilakukan dengan menggunakan konsep geopolitik dan diplomasi vaksin, serta teori diplomasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi vaksin merupakan kebijakan luar negeri Tiongkok yang dilakukan untuk mencapai kepentingan geopolitiknya dalam lingkup HSR. Diplomasi vaksin Tiongkok dilakukan dengan memberikan bantuan vaksin dalam jumlah besar kepada negara-negara Eropa Timur dan Tengah ketika kawasan tersebut mengalami keterbatasan pasokan vaksin Covid-19. Dengan memberikan bantuan vaksin, Tiongkok dapat meningkatkan hubungan bilateral dan regional dengan Eropa, sehingga inisiatif HSR pun dapat dilaksanakan di wilayah tersebut. Dalam jangka panjang, diharapkan kondisi itu akan mendukung pelaksanaan kebijakan-kebijakan luar negeri Tiongkok lainnya di Eropa. The Covid-19 pandemic that has occurred since 2020 has provided an opportunity for China to expand its foreign policies, from the original Belt and Road orientation in the economic and development fields to the Health Silk Road which focuses on the health sector. This is because the health crisis that occurred in other countries, coupled with the weakness of leadership in the health sector, has provided an opening for China to emerge as a leader in health governance. The research then discusses issues related to the use of vaccine diplomacy as an instrument of China's foreign policy to achieve its geopolitical interests in Europe, namely the implementation of the HSR in 2019-2022. The research was conducted using the concepts of geopolitics and vaccine diplomacy, as well as the theory of public diplomacy. The results of the study show that vaccine diplomacy is China's foreign policy which is carried out to achieve its geopolitical interests within the scope of HSR. China's vaccine diplomacy was carried out by providing vaccine assistance in large quantities to Eastern and Central European countries when the region experienced limited supplies of the Covid-19 vaccine. By providing vaccine assistance, it is hoped that China can enhance bilateral and regional relations with Europe so that HSR initiatives can be implemented in the region. In the long term, the expected conditions will support the implementation of other Chinese foreign policies in Europe.
Tiongkok; Eropa; diplomasi vaksin; geopolitik; Health Silk Road 2023-05-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/45574 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v2i1.45574
1672163 #11259 HAK ASASI MANUSIA DI BALIK LENCANA: POTRET 20 TAHUN LEBIH REFORMASI KEPOLISIAN Suryana, Nanang
Habibullah, Ali Zahid
Alifya, Tofa Waluyo
Dua dekade lebih perjalanan reformasi kepolisian di Indonesia, belum sepenuhnya melahirkan institusi kepolisian yang demokratis (democratic policing): sebuah institusi keamanan yang berkarakter polisi sipil (civilian police). Salah satu dari sekian catatan dalam proses panjang tersebut yakni gugatan terhadap komitmen kepolisian dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM). Dengan bertolak dari kerangka Reformasi Sektor Keamanan (RSK), penelitian ini mengkaji komitmen Kepolisan Negara Republik Indonesia (Polri) dalam penegakan HAM. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data-data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui studi literatur yang berasal dari berbagai publikasi akademik, dokumen resmi, dan laporan institusi yang kredibel. Temuan penelitian menunjukkan, kendati kepolisian sudah menjalankan berbagai langkah reformasi, baik struktural, instrumental, dan kultural, tindakan pelanggaran HAM yang masih dilakukan oleh anggota Polri, menunjukkan masih belum melembanganya perspektif HAM dalam tubuh kepolisian. Dalam penelitian ini, nampak beberapa hambatan utama yang menjadi sebab: keterbatasan distribusi kebijakan secara kelembagaan, budaya militeristik yang masih melembaga, lemahnya sanksi dan pengawasan, serta intervensi politik ke dalam tubuh Polri yang sangat kuat. Penelitian ini menyimpulkan, transformasi menuju pemolisian demokratis memerlukan strategi holistik yang berjangkar pada dua hal utama: perubahan budaya organisasi dan penguatan akuntabilitas. This article aims to examine the commitment of the Indonesian National Police (Polri) to human rights enforcement within the broader context of two decades of police reform. Despite the reform agenda initiated after the fall of the New Order regime, Indonesia has yet to fully establish a democratic policing institution characterized by civilian oversight and adherence to human rights norms. Anchored in the framework of Security Sector Reform (SSR), this study employs a descriptive-qualitative approach, utilizing data gathered from academic literature, official documents, and credible institutional reports. The findings indicate that while Polri has undertaken various structural, instrumental, and cultural reforms, recurring human rights violations by police personnel reflect the insufficient internalization of human rights values within the institution. Key challenges identified include limited institutional dissemination of human rights policies, a persisting militaristic culture, weak accountability and oversight mechanisms, and pervasive political interference. The article concludes that achieving democratic policing in Indonesia requires a holistic transformation strategy focused on organizational cultural reform and the strengthening of institutional accountability.
Pemolisian demokratis, HAM, Polri, Reformasi Sektor Keamanan 2025-10-27 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/66208 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v4i2.66208
1672162 #11259 Mapping Potential And Development Strategies Of Marine Tourism In The Morotai National Tourism Strategic Area Mouw, Erland
Karlina, Nina
Widianingsih, Ida
Nurasa, Heru
The potential as well as the strategy of development of tourism in the National Tourism Strategic Area Morotai be important for mapping and analyzing the strategies that have been undertaken by the government until recently. The purpose of this paper is the analysis of the potential and the strategy of development of tourism in the National Tourism Strategic Area Morotai. Mapping the potential of marine tourism, beginning with a survey of the field, find the problems, then learn the theory in accordance with the problem. The method used a Mixed Method by taking the documentation data and primary data through In-Depth Interview guests, private, group of society, which is scattered in four areas of development, namely (1) Wayabula; (2) Daruba; (3) Bere-bere and Sopi. Mapping the tourism potential of the Island of Morotai is divided in 3 (three) types of the city, namely marine tourism 22 the city, its history 8 the city; and tour the cave and the waterfall is 9 km from. As for the strategy of development of tourism the Island of Morotai directed at : (a). The strategy of development of tourism; (b). Product Development strategy and Attractions; (c). Development strategy of Amenities available at the National Tourism Strategic Area Morotai; (d). The strategy of the development of accessibility associated with the development of National Tourism Strategic Area Morotai; and (e). Development strategy of promotion and marketing. The recommendation is that the government District of the Island of Morotai should seriously implement the development strategy of marine tourism. In addition, the development of products and places, the development of ksesibilitas, the development of ammenities, and the promotion of marine tourism should be further optimized.
Potential; Strategy; Marine Tourism; Morotai Island 2022-12-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43283 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v0i0.43283
1672161 #11259 NETRALITAS TNI PADA PEMILU 2009 DALAM PERSPEKTIF HUBUNGAN SIPIL DAN MILITER Simanjuntak, Andreas Saut
Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 merupakan salah satu pemilu yang ramai dibicarakan karena ada wacana mengembalikan kembali hak pilih Tentara Nasional Indonesia (TNI). Fenomena ini memunculkan kekhawatiran akan ikut campurnya instansi TNI untuk terlibat politik praktis. Tulisan ini fokus mengkaji netralitas TNI pada saat Pemilu 2019 dalam perspektif hubungan sipil dan militer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data bedasarkan studi Pustaka. Hasil dari penelitian ini bahwa peran sipil sebagai kontrol dalam konsep hubungan sipil militer banyak melibatkan pihak militer secara lansung ataupun tidak lansung untuk terlibat secara politik karena menganggap pengaruh militer yang masih sangat besar di daerah. Hal ini disebabkan kemampuan potisi sipil masih memiliki kekurang dari segi  Sumber Daya Manusia (SDM) hal ini menyebabkan kurang percay dirinya setiap individu politisi sipil dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehingga TNI uluran Kerjasama mereka dan disisi lain secara halus masih menghendaki dukungan pilitkinya. Fenomena inilah yang membuat parpol dalam mencari politisi lokal sangat sulit. Sehingga banyak melibatkan pihak militer secara lansung ataupun tidak lansung untuk terlibat secara politik karena menganggap pengaruh militer yang masih sangat besar di daerah. Dengan kontrol sipil yang subjektif ini peran militer sendiri semakin tidak objektif atau tidak efektif karena sikap dari politisi sipil yang gagal dalam mendudukkan TNI untuk Netral. Walaupun TNI itu sendiri menolak wacana TNI untuk ikut pemilu 2009 dan memilih untuk tetap netral.  The 2009 General Election (Pemilu) was one of the elections that was widely discussed because there was talk of returning the voting rights of the Indonesian National Army (TNI). This phenomenon raises concerns that TNI agencies will interfere in practical politics. This article focuses on examining the TNI's neutrality during the 2019 elections from the perspective of civil-military relations. This research uses qualitative methods by collecting data based on literature studies. The results of this research are that the role of civilians as control in the concept of civil-military relations involves the military directly or indirectly becoming politically involved because they assume the military's influence is still very large in the region. This is because the ability of civilian politicians still lacks in terms of Human Resources (HR). This causes each individual civilian politician to lack confidence in carrying out their duties and functions so that the TNI offers their cooperation and on the other hand, in a subtle way, they still want their political support. This phenomenon makes it very difficult for political parties to find local politicians. So many involve the military directly or indirectly to get involved politically because they think the military's influence is still very large in the region. With this subjective civilian control, the role of the military itself is increasingly less objective or ineffective because of the attitude of civilian politicians who fail to position the TNI as Neutral. Although the TNI itself rejected the TNI's discourse to participate in the 2009 elections and chose to remain neutral.
Netralitas; TNI; Sipil; Militer; Pemilu 2024-01-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/52190 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v2i3.52190
1672160 #11259 Community Organizing the Development of Inclusive as Sustainable Livelihoods in the Era of Pandemic COVID-19 (Descriptive Study of Rural Tambakmekar district. Subang, West Java) Apriliani, Farah Tri
Buchari, Rd. Ahmad
Ramdhan, Kurnia Muhamad
Suryana, Nita Astuti
Fahrezi, Muhammad
A’yunina, Ashrina Qurrotu
Pandemic Covid-19 that occurred in Indonesia have a considerable impact on the several sectors, one of which isin the tourism sector. As a result, around 98.2% tourist villages were temporarily suspended during the Covid-19 pandemic. Meanwhile, the tourism sector is inclusive and able to involve as many people as possible in development. The participation of local communities can have an impact on improving the economy, which in turn has an impact on reducing the poverty level of the community as well as opening up new jobs that can reduce poverty. In this paper, tourism development will be focused on the development of the Tambakmekar Tourism Village located in Subang Regency, West Java. So, this study aims to find out how Tambakmekar Village can become a sustainable livelihood for the surrounding community during the Covid-19 pandemic. The research method used is descriptive qualitative by using the research subject of the Tambakmekar Village community and using primary and secondary data. The results of the research are poured into the community organizing stage which includes 1) integration, 2) mapping of issues, problems, and community potentials, 3) designing joint actions, 4) implementing tourism village development activities, and 5) monitoring and evaluation. There are findings that community participation in village inclusive development is active because of the focus of tourism management in each RW (Rukun Warga) area, thus supporting the utilization of village potential in sustainable livelihoods.
Livelihoods, Community Roles, Tambakmekar Tourism Village 2022-09-17 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41880 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v0i0.41880
1672159 #11259 A Bibliometric Analysis Of Articles On Settlement In Scopus From 2000 To 2021 Using Social Network Analysis Muharam, Riki Satia
Rusli, Budiman
Nurasa, Heru
Muhtar, Entang Adhy
Karlina, Nina
Candradewini, Candradewini
The aim of this study was to analyse the bibliographic characteristics and content of articles on settlement published in journals indexed by Scopus written by researchers from throughout the world from 2000 to 2021. We conducted a bibliometric and content analysis of publication in the Scopus database. We only retrieved articles written in English. We conducted content analysis using the VOSviewer software and visualized the co-occurrence of keywords and bibliographic coupling of sources and countries. Following the study protocol, we found 2200 articles on settlement over the past 22 years. The most productive journal that published these articles was Journal of Experimental Marine Biology and Ecology (n = 92). The post productive country were the United Kingdom (n = 671), respectively. Based on cititations, the most influential authors, and journals were C. Small (n = 869), and Journal of Coastal Research (n = 1768), respectively. The keywords of research on settlement formed 8 clusters (e.g model, human settlement, structure, poverty, rural settlement, and urbanization). From a global perspective, settlement research in the past two decades has increased significantly. There were European published journals ominated publications. Thus, Asian country need to conduct more active research on this topic.
Bibliometric; Settlement; Publications; Scopus; VOSviewer 2022-12-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43336 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v0i0.43336
1672158 #11259 KAPABILITAS SATUAN TUGAS INDONESIA BATTALION KONTINGEN GARUDA (KONGA) MENJAGA PERDAMAIAN DI LEBANON SELATAN (KAJIAN PROFESIONALISME PELAKSANAAN TUGAS POKOK TNI) Wirawan, Lukman Hadi
Sumadinata, R Widya Setiabudi
Tumulo, Lukman Yusuf
Riset ini menganalisis kapabilitas Satgas Indobatt Konga menjaga perdamaian di Lebanon selatan (UNIFIL) dan bagaimana strategi TNI mendukung kesiapan operasi (operational readiness) satgas sebagai bagian dari implementasi profesionalisme pelaksanaan tugas pokok TNI. Metode kualitatif digunakan dalam mendeskripsikan hasil riset melalui pendekatan studi kasus terhadap beberapa kejadian menonjol Satgas Indobatt Konga tahun 2019 hingga 2022 dimana kondisi peralatan, perlengkapan pendukung atau kemampuan personel perlu menjadi perhatian pimpinan TNI. Pengumpulan data secara terbuka melalui wawancara dengan subjek yang terlibat langsung pelaksanaan operasi PBB, studi literasi menggunakan analisa data laporan pelaksanaan operasi satgas, dan obeservasi peneliti saat bertugas sebagai tim pengawas pelaksanaan operasi satgas misi PBB di Lebanon. Hasil riset menunjukkan bahwa kapabilitas satgas Indobatt Konga masih sesuai ketentuan dalam statement of requirement (SUR), baik personil (personnel), peralatan (major equipment) dan perlengkapan (self sustainment). Dalam riset juga mendeskripsikan bahwa keberhasilan Satgas Indobatt Konga melaksanakan misi menjaga perdamaian di Lebanon selatan, tidak hanya dari pendekatan kemampuan operasional (operational capabilities) saja, namun juga pendekatan kemampuan merebut simpati masyarakat (local people) melalui kegiatan sosial, pengenalan budaya dan etika 3S (senyum-salam-sapa). Implikasi yang didapati dalam riset ini adalah perlunya peremajaan peralatan dan perlengkapan agar lebih mendukung profesionalisme pelaksanaan tugas pokok TNI pada misi perdamaian Dunia. This research analyzes the capabilities of the Indobatt Konga peacekeeping task force in southern Lebanon (UNIFIL) and how the TNI strategy supports the operational readiness of the task force as part of the implementation of the professionalism of implementing the main tasks of the TNI. The qualitative method is used in describing the research results through a case study approach to several prominent incidents of the Indobatt task force from 2019 to 2022 where the condition of equipment, supporting equipment or personnel capabilities need to be the attention of the TNI leadership. Data collection is carried out openly through interviews with research subjects who are directly involved in the implementation of operations, literacy studies using data analysis of task force operation implementation reports, and observation of researchers while serving as a team overseeing the implementation of UN mission task force operations in Lebanon. Research results show that the capabilities of the Indobatt task force are still in accordance with the provisions in the Statement Of Requirement (SUR), both personnel (personnel), equipment (major equipment) and equipment (self-sustainment). The research also describes that the success of the peacekeeping mission in southern Lebanon, is not only from the approach of operational capabilities (operational capabilities), but also the approach of the ability to win the sympathy of the community (local people) through social activities, cultural introduction and 3S ethics (smile-greetings-greetings). The implication found in this research is the need to rejuvenate equipment and supplies to better support the professionalism of carrying out the main tasks of the TNI in the World peace mission.
Kapabilitas, Pasukan, Perdamaian, Lebanon dan TNI 2024-09-10 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/55829 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v3i2.55829
1672157 #11259 KEBIJAKAN KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA DALAM MEMPERKUAT ALAT UTAMA SISTEM PERTAHANAN UDARA Saputra, Opstar Imam
Darmawan, Wawan Budi
Dermawan, Windy
Memperkuat Alat Utama Sistem Pertahanan Udara   TNI   AU   Dalam Rangka Menjamin Pertahanan Negara merupakan salah satu dari kebijakan dari kementerian pertahanan hal ini dilakukan   dalam   Rangka   Menjamin   Pertahanan Negara. Tingkat kesiapam Alat utama system pertahanan   udara   TNI   AU   masih sangat rendah sehingga diperlukan kebijakan dalam meningkatkannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data   yang   digunakan   adalah wawancara, observasi, dan penelaahan   dokumen.   Teknik   analisis   data   yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan cara menggabungkan penggunaan nalar logis, intuisi, dan insting peneliti. Hasil   dari   riset   ini   menunjukan   bahwa kementerian pertahanan telah berupaya   memenuhi   alat   utama   system   pertahanan udara dengan pertimbangan baik dinamika politik global, katerbatasan anggaran dan inovasi hal ini merupakah bentuk pemenuhan Minimum Essential Force Alutsista.
Kebijakan, TNI AU, Alat Utama Sistem Pertahanan Udara. 2022-03-26 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/38866 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v1i1.38866
Menampilkan 1.001 - 1.020 dari total 1.550.696 data