Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↓ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1671636 #11259 TOWARD AN ETHICAL SOUNDSCAPES: COMPARING INTERNATIONAL AND NATIONAL NOISE REGULATIONS IN PUBLIC SPACES Pratisti, Siti Aliyuna
Ethical soundscapes refer to sound management in public spaces emphasizing individual rights and high respect toward cultural differences. Indonesia, with a high level of noise pollution from traffic and other human activities, is among countries that are facing challenges in maintaining an ethical sound in the public sphere. While regulations existed, such as regulation for broadcasting Azan, a more comprehensive regulation is still far from being openly discussed. Theories of ethical soundscapes and the public sphere are used as guidelines in discussing Indonesia’s problem of unregulated noise. As for the method, this research employed a literature study on noise regulations to get a broad and systematic view of ethical soundscapes at national and international levels. The result shows that despite existing regulations, the lack of public awareness of the well-being threats caused by noise pollution poses as main challenge in realizing the ethical soundscapes in Indonesia. While finding indicate that dissemination of noise pollution regulations is essential, mainly by promoting constructive discourse at the communities’ level.
Ethical Soundscapes; Noise Pollution; Noise Regulation; Public Sphere 2025-07-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63800 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v4i1.63800
1671635 #11259 KEBIJAKAN KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA DALAM MEMPERKUAT ALAT UTAMA SISTEM PERTAHANAN UDARA Dermawan, Windy
Saputra, Opstar Imam
Darmawan, Wawan Budi
Memperkuat Alat Utama Sistem Pertahanan Udara TNI AU Dalam Rangka Menjamin Pertahanan Negara merupakan salah satu dari kebijakan dari kementerian pertahanan hal ini dilakukan dalam Rangka Menjamin Pertahanan Negara. Tingkat kesiapam Alat utama system pertahanan udara TNI AU masih sangat rendah sehingga diperlukan kebijakan dalam meningkatkannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan  penelaahan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan cara menggabungkan penggunaan nalar logis, intuisi, dan insting peneliti. Hasil dari riset ini menunjukan bahwa kementerian pertahanan telah berupaya memenuhi alat utama  sistem pertahanan udara dengan pertimbangan baik dinamika politik global, katerbatasan anggaran dan inovasi hal ini merupakah bentuk pemenuhan Minimum Essential Force Alutsista. Strengthening the Main Tools of the Air Defense System of the Indonesian Air Force in order to ensure national defense is one of the policies of the ministry of defense, this is carried out in order to ensure national defense. The level of readiness The main tool of the Indonesian Air Force's air defense system is still very low, so a policy is needed to improve it. The method used in this study was done through qualitative research methods with descriptive analysis techniques. Data collection techniques used are interviews, observation, and document review. The data analysis technique used is qualitative analysis by combining the use of logical reasoning, intuition, and instincts of researchers. The results of this research show that the ministry of defense has tried to fulfill the main tools of the air defense system by considering the dynamics of global politics, budget constraints and innovation. This is a form of fulfilling the Minimum Essential Force Alutsista.
Kebijakan, TNI AU, Alat Utama Sistem Pertahanan Udara 2022-09-07 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/39587 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v1i2.39587
1671634 #11259 Education Sector Strategy During COVID-19 Pandemic In Indonesia: Policy Transition To Face-To-Face Learning Alamsyah, Muhammad Nurdin
Nasri, Muhamad Azami
Ghina, Siti
Rahmayanti, Krisna Puji
This study explores the strategy of the Government of Indonesia in conducting face-to-face learning in the second year of the COVID-19 pandemic and investigates its effectiveness. The government finally implemented a face-to-face learning policy for elementary to high school students in 2021 in response to the decline of the COVID-19 confirmed cases in the country. Still, this policy has implications for the emergence of a new COVID-19 cluster that threatens children, as happened in the increasing number of children affected by COVID-19 from 13% in July 2021 to 15% in August 2021 children were infected. This research conducts a desk review and content analysis of policies related to face-to-face learning strategies. The result finds that the government has made policy transitions since the COVID-19 pandemic emerged from online learning policies to gradual face-to-face learning involving various national and local actors playing a crucial role in the implementation of face-to-face learning. The policy implementations face several obstacles, such as the lack of readiness of school infrastructure and the disparity of the community literacy toward COVID-19 pandemic include students and parents. This study concludes that the government adapts to the COVID-19 pandemic development in developing education sector strategies but still requires necessary improvements. This study reveals that face-to-face learning strategies are required to create a new strategy that applies to all students and schools, improve existing school health infrastructure, and conduct socialization activities related to face-to-face learning.
Face-to-Face learning; Education; Policy; COVID-19 Pandemic 2022-11-26 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43139 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v0i0.43139
1671633 #11259 PERAN INDONESIA SEBAGAI NEGARA BERKEMBANG DI COP 28: ANALISIS PERSPEKTIF MARXISME LINGKUNGAN Zahid, Ali
Wibawa, Satriya
Akmaluddin, Ghiyats
Penelitian ini menganalisis peran Indonesia dalam COP28 melalui perspektif Marxisme Lingkungan, guna mengkaji kontradiksi posisinya dalam transisi energi global. Meski menyatakan komitmen ambisius pengurangan emisi dan NDC, Indonesia menghadapi paradoks akibat dependensi struktural pada batubara (62% pembangkitan listrik) dan kebutuhan pendanaan transisi yang masif (hingga USD 3,5 triliun). Dengan metode kualitatif melalui analisis dokumen resmi COP28, laporan JETP, data Ember Energy dan Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), serta literatur kebijakan energi Indonesia, penelitian mengungkap bahwa Indonesia menempati contradictory class position dengan menanggung beban transisi yang diakibatkan industrialisasi negara maju tanpa akses proporsional terhadap pendanaan dan teknologi. Skema Just Energy Transition Partnership (JETP) senilai USD 20 miliar, yang didominasi pinjaman (hanya 1,37% hibah), mengonfirmasi logika kapitalis global yang mempertahankan struktur eksploitasi dalam mengelola krisis iklim. Dominasi korporasi fosil dalam negosiasi COP 28, ditunjukkan oleh partisipasi lebih dari 2.000 pelobi dan penunjukan CEO ADNOC sebagai presiden konferensi, memperkuat temuan ini. Disimpulkan bahwa tanpa transformasi struktural sistem ekonomi global, Indonesia dan negara berkembang akan tetap terjebak dalam posisi subordinat dalam diplomasi iklim dan transisi energi. This research analyzes Indonesia's role at COP28 through an environmental Marxist lens, examining its paradoxical position within the global energy transition. While pledging ambitious emissions reductions and an NDC target, Indonesia faces a structural contradiction between its coal dependency (62% of electricity) and immense financing needs (up to USD 3.5 trillion). Utilizing a qualitative documentary analysis, the study finds Indonesia occupies a contradictory class position, it bears the transition burden from developed nations' industrialization yet lacks proportional access to finance and technology. The USD 20 billion Just Energy Transition Partnership (JETP), predominantly composed of loans (only 1.37% grants), exemplifies how the global capitalist system manages the climate crisis while reinforcing exploitative structures. The pervasive influence of fossil capital in COP28 negotiations, evidenced by over 2,000 industry lobbyists and the ADNOC CEO's presidency, confirms the dominance of corporate interests in climate diplomacy. The research concludes that without a structural transformation of the global economic order, Indonesia and other developing nations will remain subordinated within the global energy transition.
COP28; Indonesia; Marxisme Lingkungan; Transisi Energi; Kapitalisme Global; JETP JETP 2026-01-25 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68734 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v4i3.68734
1671632 #11259 Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Pemecahan Konflik Agraria di Desa Genteng, Kabupaten Sumedang Tatan, Ade
Nur Ikhsan, Wildan M.
Rabbani, Rajih Faiz
Nulhaqim, Soni Akhmad
Fedryansyah, Muhammad
Desa Genteng merupakan wilayah yang berada di kabupaten Sumedang yang sebagian besar wilayahnya pertanian. Dalam sejarah kolonialisme Hindia Belanda sampai dalam masa transisi orderbaru, konflik agraria sering terjadi antara penduduk lokal dengan penguasa lahan. Hingga saat ini konflik masih terasa di Desa Genteng. Maka dari itu, di dalam melakukan pemecahan masalah tersebut dibutuhkan peran dari berbagai stakeholder yang ada salah satunya adalah peran organisasi kepemudaan (pemuda Pancasila) yang ada di Desa Genteng, pendalaman tentang peran oragnisasi kepemudaan dalam pemecahan konflik agraria perlu di lakukan untuk menemukan titik terang serta pencegahan yang efektif agar konflik agraria dapat di minimalisir.Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui bagaimana peran organisasi kepemudaan yang ada di desa Genteng dalam pemecahan konflik agraria yang terjadi di Desa Genteng, Kecamatan Sukasari Sumedang. Selain itu artikel ini bertujuan untuk memberikan perspektif bahwa organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam resolusi konflik agraria di Desa Genteng Kabupaten Sumedang.Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah studi literatur, data yang digunakan dalam artikel ini didapatkan melalui data base google scholar dan menghasilkan journal, artikel ilmiah dan literatur review yang sesuai dengan isu atau permasalahan yang akan diteliti oleh peneliti yaitu peran organisasi kepemudaan dalam pemecahan konflik agraria.Didalam pemecahan konflik agraria yang terjadi di Desa Genteng, organisasi kepemudaan mempunyai peran sebagai aktor revitalisasi dan pengamalan nilai-nilai Pancasila didalam bidang kehidupan bermasyarakat, mengayomi dan melakukan pemberdayaan pemuda dan masyarakat, menyerap aspirasi masyarakat, melakukan upaya untuk mendapatkan hak masyarakat petani di Desa Genteng. Genteng Village is an area located in Sumedang district which is mostly agricultural.  In the history of Dutch East Indies colonialism until the transition to the new order, agrarian conflicts often occurred between local residents and landowners.  Until now, the conflict is still felt in Gemteng Village.  Therefore, in solving these problems, the role of various stakeholders is needed, one of which is the role of youth organizations (Pancasila youth) in Genteng Village effectively so that agrarian conflicts can be minimized.The purpose of this article is to find out how the role of youth organizations (Pemuda Pensila) in Genteng Village in solving agrarian conflicts that occurred in Genteng Village, Sukasari Sumedang District.  In addition, this article aims to provide a perspective that youth organizations have an important role in the resolution of agrarian conflicts in Genteng Village, Sumedang Regency.  The method used in this study is a literature study, the data used in this article is obtained through the Google Scholar database and produces journals, scientific articles and literature reviews that are in accordance with the issues or problems to be studied by researchers, namely the role of youth organizations in solving agrarian conflicts.In solving agrarian conflicts that occurred in Genteng Village, youth organizations (Pancasila youth) have a role as actors in revitalizing and practicing Pancasila values in the field of social life, protecting and empowering youth and the community, absorbing community aspirations, making efforts to obtain community rights farmers in Genteng Village.
Konflik Agraria; Organisasi Kepemudaan; Desa Genteng; Pemuda Pancasila 2022-09-17 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41871 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v0i0.41871
1671631 #11259 Kolaborasi Model Pentahelix Dalam Penanganan Pandemi COVID-19 Priambudi, Rachmat
Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia pada awal tahun 2020 dan terjadi secara masif menimbulkan permasalahan terbatasnya ketersediaan peralatan dan peralatan diagnostik seperti  test PCR maupun Non-PCR, Alat Pelindung Diri (APD), ventilator maupun alat kesehatan lainnya. Sebagai bentuk tanggungjawab dan kontribusi dari komunitas ilmu pengetahuan dan teknologi, Kepala BPPT berinisiatif  membentuk sebuah tim Task Force yang dinamai Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk COVID-19 (TFRIC-19) yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan model pentahelix dan melibatkan para peneliti dan perekayasa dari berbagai institusi, perguruan tinggi, industri dan komunitas serta melibatkan media . Misi utama dibentuknya TFRIC-19 ini adalah mengembangkan sebuah model solutif untuk mengatasi pandemi covid-19 dengan mengedepankan konsep Ekosistem Inovasi berbasis Teknologi yang  dapat menghasilkan inovasi teknologi sampai pada proses produksi dan pemanfaatannya untuk mengatasi Covid-19. Task Force beranggotakan 11 institusi litbang pemerintah, 18 perguruan tinggi, 4 kalangan industri, 6 startup, 3 rumah sakit, dan 15 komunitas serta melibatkan media.Tujuan dari  Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan   Faktor-faktor apa  yang mempengaruhi keberhasilan Task Force Riset dan Inovasi untuk Penanganan Covid-19 (TRFIC-19) dalam mengimpementasikan konsep  Kolaborasi dalam Model Pentahelix tersebut. Dengan pendekatan metodologi kualitatif deskriptif, manfaat penelitian ini adalah memberikan gambaran factor factor yang mendukung  keberhasilan kolaborasi model Pentahelix dalam penanganan Pandemi Covid-19 tersebut.
Kolaborasi, Pentahelix, Ekosistem Inovasi, Faktor Pengaruh 2022-11-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43208 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v0i0.43208
1671630 #11259 KERJASAMA JEPANG-ASEAN DALAM MENGURANGI MARINE PLASTIC DEBRIS ASEAN DI KAWASAN INDO PASIFIK Puspita, Rifky Alif
Kresnawati, Megahnanda Alidyan
Kawasan Indo Pasifik menjadi penyumbang sampah plastik laut terbesar dunia. Sampah plastik ini terbawa aliran sungai besar negara Asia Tenggara yang kemudian membendung di Samudera Hindia dan Pasifik. Permasalahan sampah plastik laut cukup kompleks karena menyebabkan kerusakan lingkungan, dampak ekonomi, penurunan kesehatan biota laut, dan mengancam kesehatan manusia yang mengonsumsi. Jepang dan ASEAN bekerjasama untuk mengatasi masalah ini dalam salah satu proyek Joint Statement Japan Cooperation on ASEAN Outlook on the Indo Pacific (AOIP). Penelitian ini berfokus pada kerjasama Jepang dan ASEAN dalam mengatasi sampah plastik laut (Plastic Marine Debris) dalam teori kerjasama keamanan maritim dan Regional Security Complex. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif yang menghasilkan kerjasama Jepang-ASEAN berupa pelatihan, pengelolaan limbah, promosi penanggulangan sampah laut, koordinasi berbagai pihak, dan aksi kolaborasi UNEP. Kerjasama ini melahirkan penguatan kesadaran, edukasi, dan (amity) Jepang-ASEAN yang mendukung keamanan maritim dan ekonomi kawasan Indo Pasifik. The Indo Pacific region is the world's larger contributor to marine plastic debris. This plastic waste is carried by the flow of large rivers of Southeast Asian countries which then stem in the Indian and Pacific Oceans. The problem of marine plastic debris is quite complex because it causes environmental damage, economic impact, decreases the health of maritime biota, and threatens the health of humans who consume. Japan and ASEAN are working together to address this issue in one of the Joint Statement Japan Cooperation on ASEAN Outlook on the Indo Pacific (AOIP) projects. This research focuses on Japan and ASEAN cooperation in overcoming plastic marine debris in the theory of maritime security cooperation and Regional Security Complex. This research uses qualitative methods with descriptive research types that result in Japan-ASEAN cooperation in athe form of training, waste management, promotion of marine debris prevention, coordination of various parties, and UNEP collaborative actions. This cooperation resulted in the strengthening of Japan-ASEAN awareness, education, and (amity) that supports the maritime and economic security of the Indo Pacific region.
Regional Security Complex; Indo Pasifik; Sampah laut; kemanan lingkungan 2023-10-19 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/49753 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v2i2.49753
1671629 #11259 Kenakalan Remaja Di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Di Bandung: Studi Pendahuluan Jasmisari, Mutiara
Herdiansah, Ari Ganjar
Kenakalan remaja merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh kalangan remaja. Berdasarkan berbagai penelitian yang ada, kenakalan remaja sering dikaitkan dengan status sosial ekonomi keluarga. Tulisan ini mendeskripsikan fenomena kenakalan remaja pada siswa SMA di Kota Bandung. Dengan mengadopsi konsep perilaku menyimpang dari Robert Merton yang mengaitkan perilaku menyimpang dan status sosial ekonomi keluarga, studi ini mencoba mengungkapkan bahwa status sosial ekonomi keluarga mempengaruhi kehidupan keluarga dalam aspek lingkungan fisik dan mental siswa. Status sosial ekonomi keluarga dapat diukur melalui tingkat pendidikan, pendapatan rumah tangga, serta pekerjaan orang tua. Berdasarkan pengamatan langsung, tulisan ini mendapati bahwa keluarga dengan pendapatan di atas upah minimum regional menyediakan kenyamanan bagi siswa. Sebaliknya, keluarga dengan pendapatan rendah menempatkan mereka berisiko mengalami masalah perkembangan anak. Sebagai akibatnya, siswa dari keluarga sosial ekonomi rendah lebih kesulitan mencapai tujuan dan menempatkan mereka pada keadaan frustrasi yang mendorong kenakalan remaja. Juvenile delinquency is a form of deviant behavior carried out by teenagers. Based on various existing studies, juvenile delinquency is often associated with the family's socioeconomic status. This paper describes the phenomenon of juvenile delinquency among high school students in Bandung. By adopting the concept from Robert Merton, which links deviant behavior to the family's socioeconomic status, this study tries to reveal that socioeconomic status affects family life in terms of students' mental and physical environment. The students' family socioeconomic status can be measured through education, household income, and parental occupation. This paper finds that families with incomes above the regional minimum wage provide comfort for students. Conversely, low-income families have a risk of child development problems. As a result, students from lower socioeconomic families have more difficulty achieving their goals, bringing them into a state of frustration that drives juvenile delinquency.
kenakalan remaja, siswa, remaja, sekolah 2022-09-17 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41940 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v0i0.41940
1671628 #11259 Indonesia’s Fiscal Decentralization Agility to the COVID-19 Pandemic Runiawati, Nunung
Nurasa, Heru
Widianingsih, ida
As one of the countries with the highest total cases in Asia, the Indonesian Government has imposed restrictions on the mobility of people to reduce the spread of the covid-19 virus. The policy has an impact on social and economic aspects. In economic activities, there is a decrease in purchasing power and production power that thus far has not yet been stable has caused an increase in the poverty rate in Indonesia in the last two years. The central and local governments have made some policies to recover the national economy. The demand for the elasticity of those policies is very high, considering that there has been a change in the spreading behavior of the covid-19 virus over the last year. This research discusses the policy on fiscal decentralization to recover the national economy during the Covid-19 pandemic in Indonesia. The research method is based on the analysis of literature studies relevant to this research. The result of the research shows that there are some agile policies on fiscal decentralization during the Covid-19 pandemic, among other things, support for regions in handling the covid-19 pandemic, support for regions in fulfilling service facilities and infrastructure, support for regions in improving regional performance, support for regions in the implementation of asymmetric decentralization and new autonomous regions and support for the village.  Thus far, the imposed policies on fiscal decentralization have been able to decrease the active cases of covid-19, but the policies require a continuous evaluation to be able to produce integrated policies on fiscal decentralization in the future.
Fiscal Decentralization, Agility, Covid-19 Pandemic, National Economy Recovery. 2022-12-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43295 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v0i0.43295
1671627 #11259 POPULISME DALAM KAMPANYE: ANALISIS PERAN ANIES BASWEDAN DALAM MENINGKATKAN ELEKTABILITAS PARTAI PADA PILPRES 2024 Firdausi, Zahidah Dina
Djuyandi, Yusa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan populisme dalam kampanye politik melalui sosok Anies Baswedan dan dampaknya terhadap peningkatan elektabilitas partai-partai Koalisi Perubahan pada Pilpres 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi strategi partai dalam mengusung Anies Baswedan yang membawa narasi populisme serta bagaimana strategi ini mempengaruhi dukungan publik terhadap partai pengusungnya, yaitu Nasdem, PKS, dan PKB. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dilumpulkan melalui laporan media massa, hasil survei, dan dokumen partai. Analisis menunjukkan bahwa strategi populisme yang diterapkan oleh Anies Baswedan, yang berfokus pada kritik terhadap kebijakan pemerintah dan promosi narasi perubahan, berhasil menarik dukungan luas dari masyarakat. Temuan ini diindikasikan oleh peningkatan signifikan dalam perolehan kursi DPR dan DPRD oleh partai-partai pengusungnya, yaitu Nasdem, PKS, dan PKB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi partai dalam mengusung narasi populisme melalui sosok Anies Baswedan berhasil meningkatkan elektabilitas partai-partai pengusungnya secara signifikan, meskipun koalisi tersebut tidak memenangkan pilpres. Penelitian ini menyoroti efektivitas populisme sebagai strategi politik dalam konteks elektoral.  This study aims to analyze the use of populism in political campaigns through the figure of Anies Baswedan and its impact on increasing the electability of the Coalition of Change parties in the 2024 presidential election. Using a qualitative approach, this research explores the party's strategy in endorsing Anies Baswedan who carries a populist narrative and how this strategy affects public support for the endorsing parties, namely Nasdem, PKS, and PKB. The research uses secondary data collected through mass media reports, survey results, and party documents. The analysis shows that the populist strategy implemented by Anies Baswedan, which focused on criticizing government policies and promoting a narrative of change, succeeded in attracting widespread support from the public. This finding is indicated by the significant increase in the acquisition of DPR and DPRD seats by his supporting parties, namely Nasdem, PKS, and PKB. The results showed that the party's strategy in carrying the populist narrative through the figure of Anies Baswedan succeeded in significantly increasing the electability of its supporting parties, even though the coalition did not win the presidential election. This research highlights the effectiveness of populism as a political strategy in the electoral context.
Kampanye Politik; Populisme; Strategi Politik; Strategi Partai; Pilpres 2024-08-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56108 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v3i1.56108
1671626 #11259 PROPAGANDA ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP) MELALUI MEDIA SOSIAL PADA KERUSUHAN DEMONSTRASI ANTI RASIS TAHUN 2019 Pranata, Firman Widya
Bainus, Arry
Herdiansah, Ari Ganjar
Tahun 2019 menjadi tahun yang cukup menegangkan bagi bangsa dan negara Indonesia, dipenghujung tahun 2019 tepatnya pada rentang bulan agustus sampai dengan Desember terjadi kerusuhan secara sistematis tentang unjuk rasa anti rasisme Papua, demonstrasi dan kerusuhan terjadi di berbagai kota di Indonesia seperti Surabaya, Malang, Jakarta, Bogor, bahkan demonstrasi di Papua disertai dengan kerusuhan seperti pembakaran gedung, fasilitas umum, dan lain sebagainya. Rangkain demonstrasi merupakan Aksi ini menjadi respons masyarakat Papua terhadap tindakan rasisme yang menimpa mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Strategi Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua (Amp) Melalui Media Facebook Tahun 2019. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis konten. Hasil penelitian ini menyimpulkan Pertama, AMP memberikan signal dukungan gerakan separatis, teroris Papua melalui gerakan demonstrasi dengan menggunakan simbol-simbol Papua merdeka (bendera bintang kejora). Selain itu pusat komunikasi AMP terintegrasi dengan kelompok kepentingan elit pro-demokrasi Papua secara masif, hal ini dapat dilihat terjadi proses pembiaran gerakan AMP di setiap kota, sebagai contoh Asrama mahasiswa Papua dibiayai oleh anggaran daerah namun pada prakteknya asrama tersebut dijadikan sebagai sentral pergerakan Papua merdeka. Kontrol dari Pemerintah daerah Papua yang berkerja sama dengan Pemerintah daerah setempat serta pihak Universitas/ Kampus tempat mahasiswa Papua belajar harus benar-benar dilakukan sehingga mencegah Gerakan Pro-demokrasi Papua Merdeka. Kedua, strategi propaganda AMP cukup sistematis dan terorganisir, mereka memanfaatkan jaringan media sosial untuk menyebarkan dan mengkampanyekan framing tentang kegagalan otonomi khusus Papua dengan tujuan akhir adalah cipta opini dan cipta kondisi, sehingga bisa mendapatkan simpatik masyarakat baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri.
Strategi, Propaganda, AMP, Media Sosial. 2022-03-26 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/38862 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/aliansi.v1i1.38862
1671625 #8617 Upaya Pencegahan Penyakit Ayam Kampung Untuk Meningkatkan Produksi di Kelompok PKH Desa Podosoko Candimulyo Magelang Rasminati, Nur
Utomo, Setyo
Sudrajat, Ajat
The purpose of community service is to increase the income of PKH members of Podosoko Village, Candimulyo, Magelang through the prevention of free-range chicken diseases. The activity starts from May to November 2025. The implementation method is through the technique of raising awareness of the mindset of traditional livestock to business-oriented breeding, disease prevention in free-range chickens, intensive cage making training (demonstration plot), making local microbial starters (MOL) from rice, selection of good chicken seeds, understanding of traditional medicines, assistance in chicken brood and disease prevention with regular vaccination and assistance. This activity is in collaboration with the Magelang Regency Government. The results of the activities achieved were that 60% of participants actively participated in the FGD, 85% understood the importance of doing free-range chicken business, 70% of participants considered the activities to be in accordance with their needs. Chickens fed MOL lay eggs (40%), participants were able to make MOL and were ready to practice it 25%, active in maintenance in the demonstration plot there were 4 people (40%). Participants were very enthusiastic (practicing) the production triangle by 60% by realizing the need to prevent chicken disease (75%) and feeding locally made with fermentation technology (80%) and felt able to be a native chicken entrepreneur with a business orientation through an intensive cage system (85%). It was concluded that this activity was very beneficial for the PKH group, improving knowledge and skills in raising free-range chickens. To ensure the sustainability of this activity, it is coordinated with the Magelang Regency Livestock and Fisheries Office
ANIMAL SCIENCE Native chicken, PKH, production, MOL, Magelang NATIVE CHICKEN 2026-02-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/67876 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.67876
1671624 #8617 SEMINAR SOSIALISASI PEMANFAATAN LEMNA DALAM INTEGRATED FARMING DAN POTENSINYA SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF IKAN MELALUI MEDIA DARING Iskandar, Iskandar
Andriani, Yuli
Pratiwy, Fittrie Meyllianawaty
Budidaya ikan, terutama ikan herbivora dengan menggunakan tanaman air sebagai pakan dapat mengurangi biaya operasional dan juga meningkatkan pendapatan bagi pembudidaya ikan. Salah satu tanaman air yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan dalam budidaya ikan adalah Lemna sp. Pemanfaatan Lemna sp. sebagai pakan dapat diterapkan pada ikan herbivora seperti ikan nilem (Osteochilus vittatus) dan ikan tawes (Barbonymus gonionotus).               Penggunaan pakan buatan sering menimbulkan permasalahan, baik masalah teknis, kesehatan, maupun ekonomis. Biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadaan pakan buatan cukup besar. Lemna sp. dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pakan alternatif yang berbasis bahan nabati. Penggunaan Lemna sp. sebagai bahan pakan ikan dapat diberikan dalam bentuk segar, bentuk kering, ataupun melalui proses fermentasi. Selain itu, pemanfaatan Lemna sp. dapat diaplikasikan dalam kegiatan integrated farming antara pertanian, perikanan dan peternakan. Hal ini akan menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap kesinambungan produksi dan keuntungan yang diperoleh oleh petani/peternak dan pembudidaya ikan. Dalam penyuluhan kali ini, materi akan diberikan dalam bentuk Seminar daring mengenai pemanfaatan Lemna dalam integrated farming dan potensinya sebagai bahan pakan alternatif budidaya ikan.
Ilmu Perikanan Lemna, Integrated farming, Pengabdian kepada masyarakat,, seminar daring 2020-08-25 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28861 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v1i1.28861
1671623 #8617 Penyuluhan Pengembangan Integrated Farming dan Teknologi Pakan Kepada Kelompok Pembudidaya di Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Pratiwy, Fittrie Meyllianawaty
Iskandar, Iskandar
Suryadi, Ibnu Bangkit Bioshina
Sinaga, July A.
Pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Penyuluhan Pengembangan Integrated Farming dan Teknologi Pakan Kepada Kelompok Pembudidaya di Kecamatan Cisayong Tasikmalaya” memiliki sasaran masyarakat kelompok pembudiaya di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Pakan merupakan faktor terpenting dalam keberhasilan budidaya karena sebagai sumber energi utama yang menjaga pertumbuhan dan perkembangbiakan. Pakan yang berkualitas adalah pakan yang memenuhi kandungan protein, lemak, karbohidarat, mineral, dan vitamin yang seimbang. Pakan alternatif adalah pakan buatan yang dibuat dengan berbagai bahan-bahan alternatif yang ada disekitar wilayah kegiatan budidaya ikan yang cara pembuatan pakan dengan menggunakan peralatan serta teknik yang sederhana. Pembuatan pakan alternatif memanfaatkan bahan limbah yang sudah diperhitungkann nilai gizi yang dikandung serta bahan penyusun pakan memenuhi kebutuhan kandungan nutrisi pakan. Pelatihan ini bertujuan mengembangkan dan meningkatkan produksi pakan bagi pembudidaya ikan air tawar di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.   Pengabdian masyarakat ini  mengenalkan kepada pembudidaya ikan air tawar pemanfaatan limbah di sekitar wilayah menjadi bahan pembuatan pakan dengan menggunakan Teknologi Pakan sehingga produksi pakan sederhana semakin berkembang dan berkurangnya ketergantungan pembudidaya terhadap pakan komersil. Penyuluhan secara langsung diikuti oleh 11 peserta. Setelah penyuluhan, sebesar 80% memahami teknik Pembuatan pakan alternative dengan memanfaatkan  kepala udang dijadikan tepung sebagai bahan pembuatan pakan dan pembudidaya mendapatkan materi tentang Integreted Farming. Hal ini menunjukkan bahwa pengabdian mengenai pengembangan Integreted Farming dan Teknologi Pakan kepada pembudidaya berhasil digunakan dan bermanfaat bagi warga serta sesuai tujuan.
Integrated Farming; Kepala udang; Limbah; Pakan; Pakan Alternatif; Teknologi pakan 2022-02-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37680 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i1.37680
1671622 #8617 Pengujian Cepat Penentuan Cemaran Dedak Padi Dengan Sekam Padi Melalui Smartphone Di Koperasi Peternak Garut Selatan Hernaman, Iman
Rosani, Urip
Ayuningsih, Budi
., Tutyana
Pemalsuan dedak padi dengan sekam padi telah banyak dilakukan oleh suplayer kepada industry pengolahan pakan secara masif. Pemalsuan ini tidak hanya merugikan secara ekonomi karena harga menjadi mahal dan juga berdampak degatif terhadap ternak dengan menurunya produksi dan reproduksi ternak bahkan menimbulkan kematian. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan penerapan teknologi yang cepat, murah, tepat dan mudah dioperasikan. Teknologi metode pengujian pemalsuan dedak padi oleh sekam padi telah disampaikan di KPGS Cikajang Garut melalui metode kursus singkat dengan teknik penyuluhan dan demonstrasi plot.   Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan observasi terhadap Pengurus KPGS Cikajang Garut pata tanggal 14 Desember 2022. Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dan demonstrasi Plot yang dilaksanakan pada tanggal  18 Januari 2023. Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan masyarakat Desa Cibodas dan pengurus KPGS Cikajang Garut terutama tim dari Divisi Pengolahan Pakan. Adapun hasil kegiatan tersebut  adalah telah tersampaikannya teknik pengujian pemalsuan dedak padi dengan sekam padi secara cepat, mudah dan praktis dan khalayak sasaran terutama pihak KPGS Cikajang Garut telah mengetahui adanya teknik baru dalam mendeteksi pemalsuan dedak padi.
Nutrisi Ruminansia dedak padi, pakan, pemalsuan, penyuluhan, sekam padi Hasil Pengabdian pada masyarakat 2023-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/45937 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i2.45937
1671621 #8617 Evaluasi Manajemen Kesehatan dan Kesejahteraan Hewan pada Peternakan Domba, Sapi Perah, Sapi Potong, dan Burung Puyuh di Wilayah Jatinangor, Jawa Barat, Indonesia Widyastuti, Rini
Alhuur, Ken Ratu Gaharizah
Suharmanto, Dwi
Kesejahteraan hewan merupakan komponen fundamental dalam sistem produksi ternak berkelanjutan karena berpengaruh signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas ternak serta berperan dalam menurunkan risiko penyakit zoonosis. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menilai penerapan manajemen kesehatan dan kesejahteraan hewan pada berbagai sistem usaha peternakan di wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang meliputi peternakan domba, sapi perah, sapi potong, dan burung puyuh. Evaluasi difokuskan pada tingkat pengetahuan peternak, praktik manajemen kesehatan, kepatuhan terhadap prinsip Five Freedoms, serta identifikasi kendala operasional dan strategi perbaikan di tingkat peternakan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya variasi yang cukup besar dalam penerapan manajemen kesehatan dan kesejahteraan hewan antar peternakan. Secara umum, meskipun kesadaran peternak terhadap pentingnya kesejahteraan hewan telah terbentuk, penerapannya masih belum konsisten dan sistematis. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan edukasi peternak, penerapan protokol biosekuriti dan vaksinasi yang terstandar, pemantauan kesehatan secara berkala, serta penguatan kolaborasi dengan instansi terkait guna mewujudkan sistem peternakan yang tangguh, berorientasi pada kesejahteraan hewan, dan berkelanjutan di masa mendatang.
2026-02-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/69115 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.69115
1671620 #8617 Manajemen Pemeliharaan Pada Pembesaran Pedet Betina Menuju Sapi Produktif Di KSU Tandangsari Mutaqin, Bambang Kholiq
Tanuwiria, Ujang Hidayat
Susilawati, iin
Salman, Lia Budimulyati
Tasripin, Didin Supriat
Serangkaian kegiatan pengabdian pada masyarakat telah dilakukan baik secara langsung dan secara online yaitu work from home (WFH), pada bulan Juli 2020 di Wilayah Tanjungsari Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang dan Desember 2020 di Kelompok peternak Harapan Jaya Tanjungsari Sumedang. Tujuan dari PPM yang dilaksanakan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai manajemen pemeliharaan dan pembesaran pedet betina sapi perah menuju sapi produktif. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah peternak sapi perah anggota kelompok peternak yang tergabung di koperasi KSU Tandangsari Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Metode penyuluhan yang digunakan adalah ceramah melalui zoom meeting dan melalui forum diskusi terbatas dengan kelompok peternak Harapan Jaya Tanjungsari. Peserta yang hadir pada kegiatan penyuluhan sebanyak 40 orang terdiri atas peternak, pengurus koperasi, dosen dan mahasiswa peserta KKN sedangkan pada forum diskusi dengan kelompok ternak Harapan jaya dihadiri 15 orang peternak pada pertemuan pertama dan 15 orang pada pertemuan kedua. Hasil kegiatan disimpulkan bahwa secara umum peternak dan partisipan sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan manajemen pemeliharaan pedet pada masa pandemic covid-19 dan penerapannya untuk mempercepat pertumbuhan pedet betina menjadi sapi produktif dan menyampaiakan berbagai permasalahan yang muncul di kalangan peternak seperti motivasi berternak yang kian luntur. Permasalahan tersebut akan menjadi konsen pengabdian berikutnya.
2021-02-03 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31197 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i1.31197
1671619 #8617 Edukasi Keamanan Produk Pangan Kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Cintaratu, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat Permana, Rega
Andhikawati, Aulia
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan penggiat industri pangan baik skala kecil maupun menengah agar mereka mendapat pembinaan dalam manajemen mutu produk yang baik dengan mengedepankan keamanan pangan sehingga produk yang dihasilkan lebih baik lagi. Selain itu dilakukan pembinaan mengenai pentingnya perizinan dalam produksi pangan dan kerjasama antar penggiat industri pangan. Tujuan jangka panjang dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah terciptanya iklmi penerapan manajemen mutu yang baik dan terstandarisasi di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran khususnya Desa Cintaratu sehingga produk yang dihasilkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan dapat menjadi komoditas unggulan dalam mendukung perkembangan ekonomi maupun sektor pariwisata. Metode yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut diawali dengan penyuluhan atau sosialisasi kepada kelompok penggiat industri pangan di sekitar Desa Cintaratu dalam bentu tanya jawab, curah pendapat, bermain peran, presentasi, menyusun rencana tindak lanjut untuk masing-masing usahanya, dan melakukan praktik lapangan diikuti dengan monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yang diselenggarakan oleh Program Studi Perikanan Pangandaran, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran.
perikanan, kelautan, biologi GMP, HACCP, Keamanan Pangan, KSM, Pangandaran 2022-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41050 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i2.41050
1671618 #8617 Penanganan Stunting di Desa Candisari Dengan Peningkatan Produksi Telur Ayam Kampung Mendukung Program Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang “Gaspoldulur” Rasminati, Nur
Utomo, Setyo
Sudrajat, Ajat
Purwani, Tyastuti
Ismail, Fazhana
Stunting is a serious problem and needs to be solved properly, in order to improve the quality of health and good human resources. This service aims to help the government program of Candisari Village, Magelang in overcoming stunting. This service will be held in July-August 2023 in Candisari Village, Windusari, Magelang, Central Java and was attended by participants consisting of parents of toddlers affected by stunting. The method of implementing service is carried out by providing counseling on native chicken cultivation, distribution of hens and direct practice. The implementation stages start from coordinating activities, socialization and material presentation followed by a question and answer session. Then good native chicken maintenance management practices are carried out. The results of the service show that the knowledge of residents has increased as well as being more motivated in the production of family animal protein through the production of native chicken eggs, after this program runs residents who receive the help of the hen mother are now producing eggs every day and protein needs for toddlers independently can be met. It was concluded that the results of the service could increase knowledge and skills in residents and could help the Candisari Village government in handling stunting.
Agriculture science Keywords: Stunting, protein, native chicken, Candisari, Magelang animal production 2024-02-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/51821 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i1.51821
1671617 #8617 Mengurangi Jejak Sampah Laut melalui Aksi Bersih Pantai: Inisiatif Lokal di Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap Wijayanti, Lady Ayu Sri
Khoerunnisa, Nurani
Akbarsyah, Nora
Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Pasaribu, Buntora
Firdaus, Mochamad Ramdhan
Aksi bersih pantai merupakan salah satu upaya strategis untuk mengurangi dampak sampah laut yang mengancam ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat. Program ini dilaksanakan di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai destinasi wisata penting. Program ini juga bertujuan untuk menciptakan sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, guna memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Metode yang digunakan dalam program kegiatan ini adalah observasi, deskriptif, dan partisipatif. Subjek penelitian pada pengabdian kepada masyarakat ini yaitu Pengelola Pantai Teluk Penyu, para penggiat wisata di sekitar Pantai Teluk Penyu, para mahasiswa dan civitas akademik Prodi Perikanan Laut Tropis, PSDKU Unpad, Pangandaran. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini berhasil mengumpulkan 16,651 kilogram sampah dalam satu hari. Selain kegiatan pembersihan, edukasi tentang pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan dampak positif berupa pengurangan volume sampah di pesisir, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan, dan penguatan sinergi antara berbagai pihak dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah laut terpadu yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya untuk mengatasi tantangan pencemaran laut secara efektif.
Ilmu Lingkungan; Pemberdayaan Masyarakat; Manajemen Ekosistem Pesisir; Manajemen Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Aksi bersih pantai, Cilacap, komunitas, sampah laut, Teluk Penyu, konservasi ekosistem Pencemaran laut; pengelolaan sampah; program pengabdian masyarakat 2025-02-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60374 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.60374
Menampilkan 1.541 - 1.560 dari total 1.550.696 data