| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1670636 | #5875 | Pengaruh Lama Fermentasi pada Penggunaan Dedak Fermentasi terhadap Kandungan Lignin dan Selulosa Silase Tebon Jagung |
SAHID, SUKMA ACHLAN AYUNINGSIH, BUDI HERNAMAN, IMAN |
Silase adalah teknik pengawetan pakan melalui proses ensilase. Kualitas silase tergantung pada kecepatan proses fermentasi untuk membentuk asam laktat. Pembuatan silase membutuhkan bahan tambahan (aditif) untuk mempercepat proses ensilase. Bahan aditif yang dapat digunakan yaitu dedak fermentasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi pada penggunaan dedak fermentasi terhadap kandungan lignin dan selulosa silase tebon jagung. Penelitian dilaksanakan pada 03 Februari 2021–19 Maret 2021 di Cowla Farm, Dusun Gembor, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, dan di Laboratorium Nutrisi Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 7 ulangan. Perlakuan terdiri atas lama fermentasi 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap kandungan lignin dan selulosa silase tebon jagung. Lama fermentasi optimal yang menghasilkan kandungan lignin terendah (7,55%) dan selulosa terendah (23,07%) yaitu 21 hari.
|
lama fermentasi; lignin; selulosa; silase; tebon jagung | 2022-07-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/38967 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i1.38967 |
| 1670635 | #5875 | EVALUASI KUALITAS PAKAN AYAM RAS PEDAGING (BROILER) YANG BEREDAR TERHADAP PENERAPAN STANDAR NASIONAL INDONESIA |
Dayat, Dayat Jayanegara, Anuraga Sukria, Heri Ahmad |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kualitas pakan ayam broiler dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai upaya untuk meningkatkan dan memastikan kualitas broiler. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan keamanan pakan yang tersedia di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada kriteria SNI untuk pakan ayam broiler, khususnya SNI 8173-1:2022 untuk fase pra-starter, SNI 8173-2:2022 untuk fase starter, dan SNI 8173-3:2022 untuk fase finisher. Dengan menggunakan data sekunder dari pengujian pakan yang dilakukan di tiga laboratorium, penelitian ini mengkaji parameter-parameter termasuk kadar air, abu, lemak kasar, serat kasar, protein kasar, kalsium, fosfor, aflatoksin, lisin, dan metionin. Analisis kesesuaian parameter-parameter ini dengan standar SNI dilakukan berdasarkan wilayah produsen pakan dan laboratorium pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil analisis untuk setiap parameter uji sesuai dengan SNI. Namun, ada parameter uji dengan sampel yang tidak sesuai dengan SNI, yang mencakup proporsi tertinggi (10% dari total sampel). Parameter-parameter ini adalah metionin dan lisin. Ketika dikategorikan berdasarkan wilayah produsen, beberapa parameter uji menunjukkan tingkat ketidaksesuaian melebihi 10% dari total sampel dalam wilayah masing-masing. Secara khusus, parameter-parameter ini mencakup protein kasar asal finisher dari Sulawesi Selatan, lemak kasar pra-starter dari Lampung, serat kasar pra-starter dari Kalimantan, kalsium finisher dari Jawa Timur, aflatoksin starter dari Jawa Timur, lisin starter dari Sumatera Barat, dan metionin pra-starter dari Kalimantan. Selain itu, evaluasi berdasarkan laboratorium pengujian menunjukkan bahwa beberapa parameter uji tertentu memiliki tingkat ketidaksesuaian melebihi 10% dari total sampel laboratorium. Parameter-parameter ini mencakup kalsium finisher, lisin starter, dan metionin finisher.
|
broiler; pakan; laboratorium; standar; kualitas | 2023-11-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/49868 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i3.49868 |
| 1670634 | #5875 | Pengaruh Pembuatan Dedak Aromatik Menggunakan Suplemen Organik Cair dari Feses Kuda terhadap pH, Asam Laktat, Susut Bahan Kering, dan Nilai Fleigh |
Audina, Leyly Nuura Norma Rusmana, Denny Ayuningsih, Budi Hernaman, Iman Rosani, Urip |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan proporsi suplemen organik cair feses kuda yang ditambahkan pada dedak padi untuk menghasilkan dedak aromatik yang terbaik dilihat dari pH, asam laktat, susut bahan kering, dan Nilai Fleigh (NF). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2024 di Laboraturium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 = 1 kilogram dedak + 300 gram molasses, P1 = 1 kilogram dedak + 200 gram molasses + 100 mL SOC, dan P2 = 1 kilogram dedak + 100 gram molasses + 200 mL SOC. Data analisis menggunakan Analisis Ragam dan uji lanjut Analisis Jarak Berganda Duncan. Hasil menunjukan bahwa penggunaan SOC feses kuda mempengaruhi kandungan pH, asam laktat, susut bahan kering, dan Nilai Fleigh (NF) dedak aromatik. Pemberian SOC feses kuda pada taraf 100 gram molasses + 200 mL SOC menghasilkan nilai pH yang terendah (3,61), asam laktat yang tinggi (27,17%), susut bahan kering (5,75%), dan nilai fleigh yang tinggi (204,46%).
|
2025-06-05 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/58364 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v7i1.58364 | |
| 1670633 | #5875 | PENGARUH PEMBERIAN MIKROKAPSUL EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI FEED ADDITIVE TERHADAP HEMATOLOGI AYAM SENTUL | ANANDA, MUHAMMAD RIFKI |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi dengan mineral Cu dan Zn serta diberi perlakuan mikrokapsul menggunakan maltodekstrin terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit ayam Sentul fase grower. Pengujian sampel darah ayam Sentul dilakukan di Laboratorium Fisiologi Ternak dan Biokimia, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Sumedang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan pengaruh perlakuan menggunakan analisis sidik ragam dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0 = Ransum Basal, P1= Ransum Basal + 50 mg/kg Zinc Basitrasin, P2= Ransum Basal +125 mg/kg MEBM, P3= Ransum Basal + 250 mg/kg MEBM, P4= Ransum Basal +375 mg/kg MEBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikrokapsul ekstrak buah mengkudu berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap jumlah eritrosit dan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kadar hemoglobin dan nilai hematokrit ayam Sentul. Kesimpulan dari penelitian adalah pemberian MEBM sampai taraf 250 mg/kg pakan dapat menggantikan penggunaan AGP dan mampu mempertahankan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit ayam Sentul pada kisaran normal.
|
2022-09-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41208 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i2.41208 | |
| 1670632 | #5875 | PENGARUH TINGKAT SUBSTITUSI JAGUNG DENGAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) KUKUS TERHADAP KUALITAS FISIK PELET RANSUM |
Saefulhadjar, Deny Rusmana, Denny Setiyatwan, Hendi |
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi jagung dengan ubi jalar kukus terhadap kualitas fisik pelet ransum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan tepung ubi jalar kukus (UJK) selama 15 menit dengan empat perlakuan, yaitu persentase substitusi tepung UJK terhadap tepung jagung (0, 15, 30, 45 persen) dan masing-masing diulang sebanyak 5 kali. Data hasil dianalisis menggunakan uji ragam (ANOVA), bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Parameter yang diukur adalah durabilitas, densitas , kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan sudut tumpukan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa substitusi jagung dengan ubi jalar kukus (UJK) berpengaruh  nyata terhadap semua parameter kualitas fisik pelet ransum, kecuali terhadap sudut tumpukan. Substitusi UJK menurunkan densitas, kerapatan tumpukan dan kerapatan pemadatan tumpukan pelet, namun UJK yang menggantikan jagung dalam ransum broiler sebanyak 45% menghasilkan pelet dengan durabilitas pelet terbaik.
|
ubi jalar kukus, jagung, pelet, kualitas fisik | 2024-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/50634 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i4.50634 |
| 1670631 | #5875 | Populasi bakteri, Protozoa dan Produksi Gas Metana In Vitro dalam Ransum Kambing yang diberi Limbah Kulit Nanas | Nur Ismayanti, Alya |
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh limbah kulit nanas (Ananas comosus) dalam ransum kambing terhadap populasi bakteri, populasi protozoa dan produksi gas metan. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari R0 (40% konsentrat + 60% rumput), R1 (40% konsentrat + 50% rumput +10% kulit nanas), R2 (40% konsentrat + 40% rumput + 20% kulit nanas), R3 (40% konsentrat + 30% rumput + 30% kulit nanas) dan R4 (40% konsentrat + 20% rumput + 40% kulit nanas). Parameter yang diamati adalah populasi bakteri, protozoa dan produksi gas metana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit nanas dalam ransum kambing sampai taraf 40% memberikan pengaruh terhadap penurunan populasi bakteri dan meningkatkan populasi protozoa tetapi tidak  berpengaruh terhadap produksi gas metana.
|
limbah kulit nanas, bakteri, protozoa, gas metana, in vitro | 2026-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61360 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v7i3.61360 |
| 1670630 | #5875 | KADAR GLUKOSA DAN TRIGLISERIDA AYAM RAS PETELUR FASE LAYER YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) |
Nurmalia, Vina Ristiani Rusmana, Denny Mushawwir, Andi |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak pegagan terhadap kadar glukosa dan trigliserida ayam ras petelur fase layer. Penelitian dilakukan selama satu bulan, dimulai bulan Desember 2019 hingga Januari 2020 yang bertempat di kandang ayam ras petelur, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Terdapat 4 kelompok percobaan, ransum tanpa ekstrak pegagan, ransum dengan 0,04% ekstrak pegagan, ransum dengan 0,08% ekstrak pegagan dan ransum dengan 0,12% ekstrak pegagan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan uji ortogonal polinomial. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak pegagan berbeda nyata (p<0,05) pada kadar glukosa dan trigliserida ayam yang dipuasakan, sedangkan untuk kadar trigliserida 1 jam setelah makan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (p>0,05).
|
2021-01-07 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27396 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i4.27396 | |
| 1670629 | #5875 | PENGARUH PENAMBAHAN Indigofera sp. TERHADAP KUALITAS FISIK FERMENTASI BATANG PISANG SEBAGAI PAKAN TERNAK | Anggraini, Gita |
Salah satu masalah yang paling sering berhadapan dengan peternak adalah pakan. Teknik fermentasi sebagai bagian dari proses ensiling adalah salah satu metode untuk mengatasi keterbatasan persediaan pakan. Pakan alternatifnya adalah dengan memanfaatkan limbah batang pisang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan Indigofera sp tentang kualitas fisik batang pisang yang telah difermentasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan, enam ulangan, dengan tiga puluh orang sebagai panelis. Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut : P0= batang pisang + 0% Indigofera sp, P1= batang pisang + 10% Indigofera sp , P2= batang pisang + 20% Indigofera sp, P3= batang pisang + 30% Indigofera sp, dan P4 = batang pisang + 40% Indigofera sp. Warna, aroma, dan tekstur adalah hal- hal yang diamati dalam penelitian ini. Analisis varians (uji F) dilakukan pada taraf 5% untuk menguji hipotesis pengaruh faktor perlakuan terhadap keragaman data eksperimen. Jika ada perbedaan yang nyata, uji Duncan New Multiple Testing (DMRT) dilakukan pada taraf 5%. Penelitian menunjukan bahwa penambahan Indigofera sp mempengaruhi kualitas fisik, dilihat dari segi warna, pada perlakuan P0 dan P1 diperolah warna yang baik yaitu kuning, pada perlakuan P0, P1, P2, dan P3 aroma yang baik yaitu asam, dan tekstur agak halus terlihat pada perlakuan P0, P1, P2, P3 dan P4. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian 0% indigofera sp dan 10% indigofera sp menghasilkan kualitas fisik fermentasi yang baik.
|
: kualitas, fisik , fermentasi, batang pisang, Indigofera sp | 2024-11-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56605 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i3.56605 |
| 1670628 | #5875 | Pengaruh kombinasi tepung kunyit (Curcuma domestica Val.) dan probiotik terhadap penampilan usus ayam pedaging |
Sjofjan, Osfar Adli, Danung Nur Natsir, Muhammad Halim Kusumaningtyaswati, Ajeng |
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari tepung kunyit dan probiotik terhadap karakteristik usus halus yang terdiri dari total vili, tinggi vili dan viskositas digesta. Materinya adalah 100 DOC (Day Old Chick) dan ukuran per plot 70 Ă— 80 Ă— 70 cm dibagi menjadi 20 plot. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan Analisis Variasi (anova). Jika data hasil yang berbeda signifikan antara perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Dalam desain acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan masing-masing dan 5 DOC per ulangan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa 0,1% penambahan tepung kunyit bubuk pada pakan secara signifikan meningkatkan jumlah vili usus halus. Penambahan tepung kunyit dan probiotik tidak memberikan perbedaan yang signifikan (P> 0,05) terhadap tinggi viskositas vili dan vili usus halus. Disimpulkan bahwa serbuk kunyit dan probiotik dalam pakan ayam pedaging dapat meningkatkan jumlah vili. 0,1% tingkat perlakuan penambahan serbuk kunyit pada pakan broiler memberikan hasil terbaik menghasilkan jumlah total vili.
|
2020-03-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26587 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i1.26587 | |
| 1670627 | #5875 | Pengaruh Kombinasi Probiotik terhadap Berat Basah dan Berat Kering Gizzard sebagai Antisipasi Stres Transportasi Broiler |
apriani, rini Latipudin, Diding A. Kamil, Kurnia |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi probiotik mana yang memberikan pengaruh baik terhadap berat basah dan berat kering gizzard pasca transportasi. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang diaplikasikan secara oral dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan ternak dengan cara memanipulasi komposisi bakteri yang ada dalam saluran pencernaan ternak. Penelitian dilakukan secara eksperimental selama 35 hari dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan P0 = (kontrol), P1 = (L. plantarum + L. acidophilus), P2 = (L. plantarum + T. beigelii), P3 = (L. acidophilus + C. humicolus), P4 = (T. beigelii + C. humicolus) dan empat ulangan, sehingga total terdapat 20 unit percobaan. Hasil analisis berat basah dan berat kering rata-rata perlakuan (P0 = 12,85%; P1 = 13,72%; P2 = 15,6%; P3 = 11,59%; P4 = 14,65%), (P0 = 2,82%; P1 = 3,02%; P2 = 3,73%; P3 =  2,63%; P4 = 3,42%). Hasil analisis uji Duncan menunjukan P2 memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) diantara semua perlakuan terhadap bertar basah dan berat kering gizzard pasca pemeliharaan. Kesimpulan, pemberian bakteri dan yeast L. plantarum + T. beigelii berpengaruh nyata terhadap antisipasi stres broiler pada berat basah dan berat kering gizzard. Pengaruh pemberian probiotik pasca transportasi tidak memberikan pengaruh terhadap berat basah dan berat kering gizzard. Kata kunci : Ayam broiler, probiotik, stres transportasi, berat basah gizzard, berat kering gizzard.
|
2022-01-24 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31887 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i2.31887 | |
| 1670626 | #5875 | Nilai pH, Asam Laktat dan Amonia Silase Batang Pepaya (Carica Papaya L) Yang Dihasilkan dari Ensilase Dengan Penambahan Molases dan Nitrogen | DHALIKA, TIDI |
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dari pH, konsentrasi asam laktat dan ammonia terbaik dari silase batang pepaya yang dihasilkan dari proses ensilase akibat pengaruh penambahan molases dan nitrogen. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan pada penelitian ini adalah : ensilase batang pepaya dengan penambahan 0% molases dan 0% nitrogen (P0), ensilase batang pepaya dengan penambahan 0% molases dan 2% nitrogen (P1), ensilase batang pepaya dengan penambahan 5% molases dan 0% nitrogen (P2), ensilase batang pepaya dengan penambahan 5% molases dan 2% nitrogen (P3),  tiap perlakuan diulang sebanyak 5 (lima) kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai dari pH, konsentrasi asam laktat dan konsentrasi amonia silase batang pepaya yang dihasilkan dipengaruhi oleh penambahan molases dan nitrogen pada proses ensilase dan penambahan molases 5% dan nitrogen 0% menghasilkan nilai pH terendah yaitu 4,38, konsentrasi asam laktat tertinggi, yaitu 13,67% dan konsentrasi amonia terendah, yaitu 2,15%. Kata kunci : pH, asam laktat, amonia, silase, batang pepaya, molases, nitrogen,
|
2023-04-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/42442 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i4.42442 | |
| 1670625 | #5875 | PENGARUH PEMBERIAN TIMBAL(Pb) DALAM AIR MINUM DAN DEDAK DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI RANSUM, BOBOT BADAN DAN KONVERSI RANSUM PADA ITIK MASA TUMBUH AKHIR | Kamil, Kurnia A. |
Tingginya polusi cemaran logam berat seperti timbal (Pb) mempengaruhi buruknya kualitas air lingkungan sehingga memberikan andil terhadap bidang peternakan khususnya performan itik. Teknologi yang bisa dikembangkan untuk mereduksi kadar logam berat timbal pada unggas khususnya itik yaitu antara lain dengan cara pemberian fitat dalam ransum karena fitat mampu mengikat logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan dan konversi ransum pada itik Cihateup yang diberi perlakuan timbal (Pb) dalam air minum dan kandungan fitat dalam ransum. Sebanyak 64 ekor itik dengan ulangan 4 kali digunakan pada penelitian ini. Adapun rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 4 x 4. Faktor pertama adalah kadar timbal yang diberikan dalam air minum dengan tingkat 0 (R0), 30 (R1), 60(R2) dan 90 (R3) ppm. Faktor kedua adalah kandungan dedak dalam ransum dengan masing-masing 0, 15, 30 dan 45%. Persentase dedak ini akan menentukan pula kadar fitat yang dikandung oleh perlakuan ransum sehingga tiap ransum perlakuan berturut-turut mempunyai fitat 0,88; 1,22; 1,50; dan 1,59%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kandungan dedak sampai 30% tergolong optimal untuk meningkatkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan, sedangkan konversi ransum yang optimal diperoleh pada perlakuan dedak 15% dalam ransum.Kata Kunci: itik, timbal, Â performans
|
2020-07-16 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28572 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i2.28572 | |
| 1670624 | #5875 | PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) YANG DISUPLEMENTASI Cu DAN Zn DALAM RANSUM TERHADAP JUMLAH ERITROSIT, KADAR HEMOGLOBIN, DAN NILAI HEMATOKRIT AYAM SENTUL FASE LAYER | ALAWIYAH, AVITA |
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah manggis yang disuplementasidengan Cu dan Zn dalam ransum terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit ayam sentul fase layer. Penelitian menggunakan 40 ekor ayam sentul betina, dan dipelihara dari umur 28 minggu sampai 35 minggu yang bertempat di Test Farm Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Analisis Sampel dilakukan di Laboratorium Fisiologi Ternak dan Biokimia, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari lima macam dengan empat ulangan, yaitu, P0 = ransum basal, P1 = ransum basal+60 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 0,3 mg dan Zn 2,4 mg; P2 = ransum basal+120 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 0,6 mg dan Zn 4,8 mg; P3= ransum basal+180 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 0,9 mg dan Zn 7,2 mg; P4= ransum basal+240 mg/kg ransum ekstrak kulit manggis + Cu 1,2 mg dan Zn 9,6 mg. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak kulit manggis yang disuplementasi Cu dan Zn memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0.05). Disimpulkan bahwa, penambahan ekstrak kulit manggis yang disuplementasi dengan Cu dan Zn mampu mempertahankan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit berada pada kisaran normal
|
2022-06-05 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29965 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i4.29965 | |
| 1670623 | #5875 | EVALUASI KUALITAS PAKAN TERHADAP INDEKS PERFORMA AYAM RAS PEDAGING DI SULAWESI SELATAN | Amin, Sapta Priyana |
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pakan ayam ras pedaging para peternak kemitraan terhadap indeks performa yang dibedakan berdasarkan jenis kandang, musim, dan ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian menggunakan data sekunder dari  PT. BSB yang melakukan kemitraan ayam ras pedaging di 4 kabupaten yaitu Barru, Bone, Jeneponto dan Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data performa 280 peternak kemitraan selama 3 tahun dari tahun 2019, 2020, dan 2021. Data hasil pengujian mutu pakan dari laboratorium BPMKP Cikole Jawa Barat, pabrik pakan dan Fakultas Peternakan Universitas Hassanudin Makassar. Variabel yang diamati adalah kesesuaian hasil uji pakan periode prestarter (BR0), starter (BR1) dan finisher (BR2), bobot badan, umur panen, konsumsi pakan, mortalitas, feed convertion ratio (FCR), dan indeks performa (IP). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika berbeda nyata diuji dengan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrisi dari ketiga jenis pakan yang digunakan oleh peternak mitra sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Jenis kandang, musim, dan ketinggian tempat berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan, bobot badan, FCR, dan mortalitas ayam ras pedaging. Kesimpulan dari penelitian ini adalah IP kandang close house 351,93 ± 24,24 lebih tinggi dibanding kandang open house 320,62 ± 21,18. Kata kunci : close house, indeks performa, open house, pakan ayam ras pedaging
|
2023-08-09 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/46766 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i2.46766 | |
| 1670622 | #5875 | The effect of fermentation water spinach (ipomoea aquatica forsk.) Flour on performance super native chicken grower phase |
Silitonga, Lisnawaty Yuanita, Iis Pudjirahayu, Asri ma'rifah, siti Siburian, Rusmayanti |
The aim of the study was to determine the effect of water spinach fermentation (Ipomoea aquatica Forsk.) on the performance and Income Over Feed Cost (IOFC) of super native chickens in at grower phase. The material used water spinach flour which was fermented anaerobically for 14 days then mixed in the diets. The research treatment used super free-range chicken aged 4-8 weeks, EM4, and granulated sugar. The rations consisted of ground corn, fine bran, palm kernel cake, tofu dregs, fish meal, minerals and fermented water spinach flour. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 6 replications, each replication containing 4 free-range chickens in the grower phase of 4 weeks old. P0 (basal diet without fermented water spinach flour). P1 (basal diet with 3% fermented water spinach flour), P2 (basal diet with 6% fermented water spinach flour), P3 (basal diet with 9% fermented water spinach flour). Parameters observed included ration consumption (g), body weight gain (g), ration conversion, final body weight (g), Income Over Feed Cost (IOFC), and mortality. The results of the analysis showed that the provision of fermented water spinach flour was not significantly different from ration consumption, body weight gain, feed conversion ration, and final body weight. The use of fermented water spinach flour up to 9% in the growt of super native chickens being quite good due to the increasing by feed intake, body weight gain, final final weight, and low feed conversi ration. The best level of using fermented water spinach flour on the Income Over Feed Cost (IOFC) of super native chickens in the grower phase is in the P2 treatment, which 6% could be provides greater benefits than other treatments. Percentage mortality was low. Key words : Super chicken grower phase, fermented water, spinach flour
|
2025-01-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/58931 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i4.58931 | |
| 1670621 | #5875 | PENGARUH PEMBERIAN GIBERELIN (GA3) PADA BENIH TANAMAN PAKAN HIJAUAN Corchorus aestuans TERHADAP WAKTU BERKECAMBAH DAN JUMLAH KECAMBAH PADA KULTUR JARINGAN | Nelvin, NELVIN |
Tanaman Corchorus aestuans merupakan tanaman pakan dan memiliki kandungan anti-inflamasi yang berfungsi sebagai obat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh giberelin terhadap waktu berkecambah dan jumlah kecambah pada tanaman Corchorus aestuans menggunakan metode kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu P0 = kontrol (tanpa pemberian giberelin), P1 = 100 ppm, P2 = 200 ppm, P3 = 300 ppm, P4 = 400 ppm. Setiap perlakuan diulang 4 kali yang menghasilkan 20 unit percobaan. Data hasil penelitian diolah menggunakan analisis sidik ragam dan menggunakan uji lanjut jarak berganda Duncan sebagai uji lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian giberelin (GA3) berpengaruh nyata pada waktu berkecambah dengan waktu tercepat mulai terbentuk kecambah 8 HST pada perlakuan 300 ppm, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah kecambah.
|
Corchorus aestuans, giberelin, dormansi, kultur jaringan, zat pengatur tumbuh. | 2022-07-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/39899 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i1.39899 |
| 1670620 | #5875 | PENGARUH PERBEDAAN MEDIA PERTUMBUHAN MIKROORGANISME LOKAL SEBAGAI INOKULAN DALAM FERMENTASI KULIT SINGKONG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, KECERNAAN BAHAN ORGANIK, DAN pH RUMEN SECARA IN VITRO | Septian, Mohamad Haris |
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai kecernaan bahan kering (KcBK), nilai kecernaan bahan organik (KcBO), dan nilai pH rumen yang diuji secara in vitro dalam fermentasi anaerob kulit singkong dengan biostarter Mikroorganisme Lokal (MOL) dari media pertumbuhan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan meliputi P0 (1 kg kulit singkong + 1% EM4 + 3% molases), P1 (1 kg kulit singkong + 1% MOL1 + 3% molases), P2 (1 kg kulit singkong + 1% MOL2 + 3% molases), P3 (1 kg kulit singkong + 1% MOL3 + 3% molases). Data dianalisis menggunakan analylis of variance (ANOVA). Fermentasi anaerob kulit singkong dengan penambahan berbagai biostarter MOL memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai KcBK, nilai KcBO dan nilai pH cairan rumen secara in vitro. Nilai rerata pada P0, P1, P2, dan P3 masing-masing untuk KcBK adalah 60,38%; 59,43%; 54,94%; 54,41%; untuk KcBO adalah 64,03%; 63,23%; 58,78%; 58,69%; dan untuk pH cairan rumen adalah 6,71; 6,62; 6,58; 6,63. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunakan berbagai biostarter MOL dapat digunakan untuk menggantikan biostarter komersil EM4 dalam proses fermentasi kulit singkong. Kata kunci: fermentasi kulit singkong, MOL   ABSTRACT The study aims to identify the Digestibility of Dry Matter (KcBK), Organic Matter Digestibility (KcBO) values, and rumen pH values tested in vitro in anaerobic fermentation of cassava peels with Indigenous Microorganisms (MOL) biostarter from different growth media. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications including P0 (1 kg of cassava peel + 1% EM4 + 3% molasses), P1 (1 kg of cassava peel + 1% IMO1 + 3% molasses), P2 (1 kg of cassava peel + 1% IMO2 + 3% molasses), P3 (1 kg of cassava peel + 1% IMO3 + 3% molasses). The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Anaerobic fermentation of cassava peels with the addition of various IMO biostarters gave not significantly different results (P>0.05) on KcBK values, KcBO values, and rumen fluid pH values in vitro. The average scores at P0, P1, P2, and P3 for KcBK were 60.38%; 59.43%; 54.94%; 54.41%; for KcBO were 64.03%; 63.23%; 58.78%; 58.69%; and for rumen fluid pH were 6.71; 6.62; 6.58; 6,63. The results of the study concluded that the use of various IMO biostarters can be used to replace the commercial EM4 biostarter in the cassava peel fermentation process. Keywords: cassava peel fermentation, IMO
|
mikroorganisme lokal; kulit singkong; dedak fermentasi | 2023-11-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48892 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i3.48892 |
| 1670619 | #5875 | Pengaruh Pemberian Limbah Buah Durian Fermentasi dengan Trichoderma sp. dalam Ransum terhadap Performa Ayam Petelur |
Yuniar, Dhea Alfita Saefulhadjar, Deny Ramadhan, Rahmad Fani |
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek dan dosis dari penggunaan limbah buah durian fermentasi dengan Trichoderma sp. pada ransum terhadap performa ayam petelur. Penelitian dilakukan selama 28 hari dengan ayam petelur strain Lohmann Brown berumur 38 minggu berjumlah 40 ekor. Perlakuan pada penelitian terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, meliputi P0 (ransum tanpa mengandung limbah buah durian fermentasi (LBDF)), P1 (ransum dengan 5% LBDF), P2 (ransum dengan 10% LBDF), P3 (ransum dengan 15% LBDF), dan P4 (ransum dengan 20% LBDF). Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah performa pada ayam petelur yang meliputi, konsumsi ransum, produksi telur, bobot telur, dan konversi ransum. Hasil analisis statistik memberikan hasil bahwa pemberian limbah buah durian yang difermentasi dengan Trichoderma sp. memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi telur dan konsumsi ransum, serta tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot telur dan konversi ransum. Penggunaaan LBDF pada ransum sebesar 5% (P1) memberikan pengaruh terbaik dalam performa pada ayam petelur.
|
durian fruit waste, fermentation, Trichoderma sp., laying hens | 2025-08-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64476 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v7i2.64476 |
| 1670618 | #5875 | PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK FERMENTASI TERHADAP KUALITAS FISIK DAN pH SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) |
Aglazziyah, Hansa Ayuningsih, Budi Khairani, Lizah |
Silase merupakan pengawetan hijauan pakan ternak melalui fermentasi anaerob sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama dan memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak fermentasi terhadap kualitas fisik dan pH silase rumput gajah cv. Hawaii. Penelitian dilaksanakan pada 3 November 2019 – 15 Januari 2020 di kelompok ternak Mekar Jaya, Dusun Cikangkung RT 01 RW 03, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran serta Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas P1 (penggunaan 1% dedak fermentasi), P2 (penggunaan 3% dedak fermentasi), dan P3 (penggunaan 5% dedak fermentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dedak fermentasi dengan berbagai dosis mempengaruhi warna dan aroma silase, namun tidak mempengaruhi tekstur dan pH silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Penggunaan dedak fermentasi dosis 5% menghasilkan silase dengan kategori terbaik yaitu mempunyai warna hijau kekuningan dan aroma asam fermentasi.
|
2020-09-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/30290 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i3.30290 | |
| 1670617 | #5875 | DENSITAS DAN UJI LIGNIN FRAKSI POLLARD |
Rosani, Urip Hernaman, Iman |
Pollard adalah bahan pakan yang berasal dari hasil ikutan penggilingan biji gandum menjadi tepung terigu. Dalam proses penggilingan menghasilkan fraksi-fraksi di dalam pollard tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui densitas dan uji lignin pada masing-masing fraksi pollard. Proses fraksinasi pollar menggunakan Siever Shaker dengan mesh 10, 20, 30, 40 dan 50 lalu diukur proporsinya, densitas, dan uji lignin menggunakan larutan phloroglucinol. Pembacaan kandungan lignin berdasarkan warna dengan menggunakan aplikasi Color Grab. Data hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukan bahwa terdapat perbedaan prosentase dari fraksi pollard dengan prosentase tertinggi diperoleh pada fraksi mesh 50 yaitu sebanyak 29,14%. Semakin tinggi mesh atau kerapatan saringan menghasilkan densitas yang semakin tinggi pula. Densitas tertinggi pada fraksi mesh 50 sebesar 357,11 g/l. Perubahan warna untuk masing-masing fraksi relatif sama dengan nilai warna merah antara 151-162. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pollard memiliki fraksi dengan prosentase yang berbeda-beda dan setiap fraksi memiliki kandungan lignin yang rendah.
|
fraksi, densitas, pollard, phloroglucinol, lignin | 2024-07-08 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/49974 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i2.49974 |