| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1670616 | #5875 | DAMPAK PEMBERIAN TEPUNG BAWAH PUTIH TERHADAP PROFIL LIPID LIVER DAN PLASMA DARAH PUYUH YANG MENGALAMI CEKAMAN PANAS |
Sahara, Eli Sandi, Sofia Sari, Meisji Liana |
Temperatur yang tinggi penyebabkan penurunan fungsi fisiologis dan metabolisme nutrien, sehingga berdampak terhadap penurunan produksi dan pengaturan panas tubuh. Penambahan bahan alamiah seperti tepung bawang putih merupakan salah satu teknik untuk menanggulangi dampak buruk stres panas tersebut. Dua ratus ekor puyuh berjenis kelamin betina, dengan rata-rata berat badan 124,52±4,13 g, berumur 12 minggu, telah digunakaan dalam percobaan ini, untuk mengkaji dampak penambahan tepung bawang putih dalam ransum terhadap profil lipid liver dan plasma darah puyuh. Sampel ternak puyuh dibagi kedalam empat group perlakuan, masing-masing 50 ekor. Perlakuan percobaan, terdiri dari kelompok puyuh dengan penambahan tepung bawang putih masing- masing 5, 30, 55 dan 80 g/kg ransum. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung bawang putih mampu menurunkan profil lipid tapi tetap meningkatkan HDL meskipun dalam keadaan stress panas. Tepung bawang putih memiliki peran penting dalam mencegah perubahan metabolisme lipid secara berlebihan, sehingga secara keseluruhan mampu menurunkan lipid, tapi transportasi lipid ke liver tetap dipertahankan melalui peran HDL.
|
2019-12-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/25426 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v1i1.25426 | |
| 1670615 | #5875 | PENGARUH PROTEKSI PROTEIN BUNGKIL KEDELAI DENGAN CAIRAN BATANG PISANG TERHADAP KONSENTRASI AMONIA DAN UNDEGRADED DIETARY PROTEIN (UDP) PADA RUMEN DOMBA (IN VITRO) | Tanuwiria, Ujang Hidayat |
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh proteksi protein bungkil kedelai oleh cairan batang pisang terhadap konsentrasi amonia dan Undegraded Dietary Protein (UDP) (in vitro). Penelitian dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan disusun seperti berikut: T0 (bungkil kedelai+tanin 0%), T1 (bungkil kedelai+tanin 0,5%), T2 (bungkil kedelai+tanin 1%), T3 (bungkil kedelai+tanin 1,5%). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan uji Polinomial Ortogonal dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proteksi tanin cairan batang pisang pada bungkil kedelai menurunkan konsentrasi amonia mengikuti persamaan y=6,267-11,27x+16x2-6,2x3(R2=0,803) dan meningkatkan UDP mengikuti persamaan y=29,224+17,025x(R2=0,955). Konsentrasi amonia terendah dihasilkan oleh T1 (bungkil kedelai+0,5% tanin) dan kandungan Undegraded Dietary Protein tertinggi dihasilkan oleh T3 (bungkil kedelai+1,5% tanin).Kata kunci: Bungkil Kedelai, Tanin, Amonia, Undegraded Dietary Protein, Proteksi Protein, Cairan Batang  Pisang, In Vitro
|
2021-03-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35996 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i1.35996 | |
| 1670614 | #5875 | Prospects Of Development Of Sorghum As Ruminant Feed-In Indonesia |
Korima, Inge Mansyur, Mansyur Setiyatwan, Hendi |
Sorghum plants can be developed in Indonesia as feed for ruminants. This is due to agro-ecological conditions that can be tolerant of land conditions in Indonesia. Dry land can be used for the growth of sorghum because sorghum is a cereal with low water content. The harvest method can be carried out at the age of 85 days to 90 days, due to the high content of organic matter, dry matter, and crude protein. By-products of sorghum or sorghum waste in the form of leaves and stems can be used as forage for ruminants. Antinutrient substances in sorghum can be processed with silage technology to maintain nutrients, feed reserves for a long time, and increase digestibility in the rumen of ruminants to increase feed efficiency.
|
Sorghum; Silage; Ruminants | 2022-09-15 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40352 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i3.40352 |
| 1670613 | #5875 | STUDI POTENSI EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) YANG DI SUPLEMENTASI MINERAL TEMBAGA DAN SENG TERHADAP PEMANFAATAN RANSUM AYAM SENTUL |
Abdullah, Maulanan Yusuf Muhammad, Afif Asmara, Indrawati Yudha Widjastuti, Tuti Setiyatwan, Hendi |
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) yang di suplemetasi mineral tembaga dan seng terhadap imbangan efisiensi protein, kecernaan bahan kering, bahan organik, protein pada ayam Sentul. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0 (ransum basal), P1 (P0 + ekstrak kulit manggis (EKM) 60 mg/kg + CuSO4 0,3 mg/kg + ZnO 2,4 mg/kg), P2 (P0 + EKM 120 mg/kg + CuSO4 0,6 mg/kg + ZnO 4,8 mg/kg) P3 (P0 + EKM 180 mg/kg + CuSO4 0,9 mg/kg + ZnO 7,2 mg/kg), dan P4 (P0 + EKM 240 mg/kg + CuSO4 1,2 mg/kg + ZnO 9,6 mg/kg). Data dianalisis mengunakan Analisis Ragam dan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak kulit manggis nyata meningkatkan nilai imbangan efisiensi protein, kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein pada ayam Sentul. Disimpulkan bahwa penambahan ekstrak kulit manggis 120 mg/kg ransum yang di suplementasi CuSO4 0,6 mg/kg ransum dan ZnO 4,8 mg/kg ransum menghasilkan nilai imbangan efisiensi protein 1,61, kecernaan bahan kering 75,11% , bahan organik 78,64% dan protein 75,34%.
|
2020-03-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26670 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i1.26670 | |
| 1670612 | #5875 | PENGARUH SUBSTITUSI ADITIF MOLASES DENGAN LUMPUR KECAP PADA ENSILASE TANAMAN JAGUNG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM DOMBA GARUT JANTAN | Sanjaya, Renaldi |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi aditif molases dengan lumpur kecap pada ensilase tanaman jagung terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum Domba Garut jantan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian ransum mengandung 70 % silase tanaman jagung pada berbagai substitusi molases dengan lumpur kecap dan 30 % konsentrat, yaitu P0 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% molases serta 30% konsentrat, P1 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 3,75% molases dan 1,25% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P2 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 2,5% molases dan 2,5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P3 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 1,25% molases dan 3,75% lumpur kecap serta 30% konsentrat dan P4 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, tiap perlakuan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa substitusi aditif molases dengan lumpur kecap sampai taraf 5 % pada ensilase tanaman jagung tidak memberikan pengaruh  terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum pada Domba Garut jantan.
|
2022-01-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29916 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i3.29916 | |
| 1670611 | #5875 | DINAMIKA JAGUNG LOKAL YANG DISERAP PABRIK PAKAN TAHUN 2019 - 2021 | Pradityo, Puguh Susilo |
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dinamika serapan jagung lokal di pabrik pakan tahun 2019-2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif menggunakan.Analisis regresi digunakan untuk membuat model estimasi pemanfaatan jagung lokal (Y). Variabel yang diamati adalah produksi jagung lokal (X1), kapasitas silo (X2), produksi pakan unggas (X3), harga jagung lokal yang diterima oleh pabrik pakan (X4), harga jagung dunia (X5), kadar air jagung (X6), stok jagung pabrik pakan (X7), dan kecukupan jagung (X8) dari 83 perusahaan pabrik pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian jagung lokal oleh pabrik pakan adalah 6.659 ribu ton (2019), 6.662 ribu ton (20200, dan 6.163 ribu ton (2021). Kecukupan jagung lokal untuk mendukung produksi pakan unggas pada tahun 2019 adalah 47 hari, pada tahun 2020 adalah 52 hari, dan pada tahun 2021 adalah 40 hari. Model terbaik untuk pemanfaatan jagung lokal adalah Y = 9200 + 0,754 X3 - 0,332 X5 + 0,394X7 (R2 = 0.707). Variabel yang mempengaruhi penyerapan jagung lokal adalah produksi pakan unggas, harga jagung dunia, dan stok jagung pabrik pakan.
|
Jagung, pakan, serapan, unggas | 2023-07-21 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/46993 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i1.46993 |
| 1670610 | #5875 | Identifikasi Kecukupan Mineral Mikro Selenium dan Zinc pada Pakan Sapi Perah Awal Laktasi di Koperasi Sarono Makmur, Sleman, Yogyakarta |
Anam, Moh Sofiul Agus, Ali Widyobroto, Budi Prasetyo Gunawan, Gunawan Astuti, Andriyani |
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan dan kecukupan mineral mikro selenium (Se) dan zinc (Zn) dalam pakan sapi perah pada fase awal laktasi di Koperasi Sarono Makmur, Sleman, Yogyakarta. Dilakukan pengambilan sampel bahan pakan berupa hijauan dan konsentrat yang digunakan sebagai pakan dari 24 ekor sapi perah awal laktasi (days in milk <100 hari). Mineral mikro dianalisis menggunakan instrumen inductively coupled plasma mass spectrometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Se dalam bahan pakan hijauan berkisar antara 0,03-0,20 mg/kg BK (bahan kering), sedangkan Se dalam bahan pakan konsentrat berkisar antara 0,16-0,64 mg/kg BK. Kandungan Zn dalam hijauan berkisar antara 12,75-33,10 mg/kg BK, sedangkan Zn dalam konsentrat berkisar antara 35,50-73,50 mg/kg BK. Kandungan Se dan Zn dalam ransum masing-masing yaitu 0,16 dan 28,93 mg/kg BK. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kandungan mineral mikro Se dan Zn pada berbagai jenis bahan pakan hijauan dan konsentrat di Koperasi Sarono Makmur, Sleman, Yogyakarta menunjukkan nilai yang bervariasi. Selain itu, kadar Se dan Zn dalam ransum masih berada di bawah standar yang direkomendasikan untuk sapi perah laktasi. Oleh karena itu, suplementasi mineral tersebut perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas pakan dan mendukung kesehatan serta produktivitas sapi perah awal laktasi.
|
kecukupan, pakan, sapi perah, selenium, zinc | 2024-11-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56487 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i3.56487 |
| 1670609 | #5875 | PENGARUH PEMBERIAN MOLASES PADA ENSILASE CAMPURAN KULIT NENAS DAN TONGKOL JAGUNG TERHADAP NILAI PH DAN KONSENTRASI ASAM LAKTAT |
Putri, Sarfina Nadilah Budiman, Atun Dhalika, Tidi |
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian molases pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung terhadap nilai pH dan konsentrasi asam laktat. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan pada penelitian ini adalah persentase pemberian aditif pada ensilage campuran kulit nenas dan tongkol jagung, yaitu P1 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung tanpa penambahan molases), P2 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 1% molases), P3 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 2 % molases), P4 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 3 % molases), setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diukur untuk melihat respon percobaan adalah nilai pH dan konsentrasi asam laktat dari silase yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian molases pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung tidak memberikan pengaruh terhadap nilai pH dan konsentrasi asam laktat. Persentase pemberian molases sampai 3 % pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung menghasilkan nilai pH antara 3,32 – 3,44 dengan konsentrasi asam laktat antara 2,61 – 2,81%. Kata Kunci : ensilase, kimia pakan
|
2020-09-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29914 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i3.29914 | |
| 1670608 | #5875 | META-ANALISIS: PENGARUH SUBSTITUSI JAGUNG DENGAN BAHAN PAKAL LOKAL TERHADAP KUALITAS DAGING AYAM PEDAGING | Adli, Danung Nur |
Upaya efisiensi pakan perlu dilakukan apabila ditinjau dari aspek tersebut. Salah satu upaya adalah mengganti bahan baku pakan utama seperti jagung, dan bungkil kedelai dengan bahan baku pakan lokal. penelitian ini menggunakan teknik meta-analisis untuk mengintegrasikan 75 data dari sembilan jurnal yang mengandung informasi penggantian jagung dengan bahan baku lokal. Teknik meta-analisis diawali dengan pengumpulan data dari beberapa publikasi ilmiah yang mengandung data kadar tanin dan kualitas silase. Selanjutnya data tersebut ditabulasi dalam bentuk database dengan bantuan microsoft excel, dalam proses tabulasi ini satuan dari setiap data disamakan, setelah itu data ditabulasi dan dianalisis menggunakan comprehensive meta-anaysis ver3. Pengaruh penggatian jagung pada kualitas daging ayam pedaging juga tidak signifikan, hal ini dapat dilihat pada kandungan persentase karkas, bobot karkas, dan kolesterol dagingyang tidak berbeda antara silase yang di substitusi jagung dan tidak disubtitusi jagung. Namun untuk AIC terdapat indikasi penurunan jumlah kolesterol dalam daging dengan adanya penggantian jagung dalam bahan pakan (0,05 < P < 0,1). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggantian jagung tidak meningkatkan kualitas daging, namun penggantian jagung mampu menjaga kualitas daging dari proses pembusukan yang terlalu tinggi.
|
2022-07-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26716 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i4.26716 | |
| 1670607 | #5875 | The Effect of Irradiation Methods on Biomass Yield on Mix of Corn (zea mays) and Mung Bean (Vigna radiata) with Hydroponic system |
Susilawati, Iin Khairani, Lizah |
The objectives of this research was to find effect of irradiation methods on the production of biomass fresh weight, leaf and root dry weight on combination of mung bean and corn with hydroponic system. This research was design with experimental method using Completely Randomized Design  with 2 treatmens and 9 replications. The observed of P1 = irradiation method with the sunlight for  12 hours and P2 = irradiation method with LED grow light 7. watt for  16 hours. Parameters observed were biomass fresh weight,  leaf and root dry weight Data were analyzed using of two samples Independent T-tes. The result showed that biomass fresh weight and leaf dry weight of irradiation with LED  higher  than irradiation with the sunlight,  the average’s 3155,844 g/m2, and 55,14 g/m2, but no significant effect on dry weight of root.
|
mung bean, corn, hydroponic, irradiation, biomass. | 2023-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/47880 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i2.47880 |
| 1670606 | #5875 | Pengaruh Pemberian Gula Aren dan Gula Pasir Terhadap Kualitas Silase daun Singkong |
Nur Huda, Alfahri Sobriyan Falah, Reo Radius |
Limbah daun singkong bisa dijadikan alternatif sebagai ketersediaan bahan pakan karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap kualitas silase daun singkong yang baik dengan penambahan zat aditif yang berbeda dan level yang berbeda. Materi dalam penelitian ini berupa daun singkong ( Manihot esculent crantz ) , zat aditif (gula pasir dan gula aren), EM-4 (Effective Microorganism-4). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan ulangan 4 kali. Perlakuan terdiri dari P0 sebagai kontrol, P1 = gula pasir 5%, P2 = gula Aren 5%, P3 = gula Pasir 10%, P4 = gula Aren 10% dengan lama simpan 21 hari. Variabel yang diamati adalah Uji Organoleptik (warna,aroma,tekstur), nilai pH, kadar udara (%), dan bahan kering (%). Analisis data yang dipakai Analisis Varians (ANOVA) bila hasil analisis ragam menunjukkan pengaruh nyata yang dilakukan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan pemberian aditif gula aren memberikan pengaruh terhadap warna, tekstur aroma dan pH silase daun singkong, namun tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap kadar air dan bahan kering. Pemberian aditif gula aren sampai sampai level 10% dinilai mampu meningkatkan kualitas silase.
|
daun singkong, silase, gula aren, gula pasir | 2025-06-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61945 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v7i1.61945 |
| 1670605 | #5875 | PENGARUH PEMBERIAN NEW PROBIOTIK HERYAKI TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KONVERSI PAKAN PADA AYAM BROILER |
Majid, Wildan Nasrul Saefulhadjar, Deny Supratman, Hery |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum yang ditambah New Probiotik Heryaki dengan berbagai dosis terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan, serta mengetahui perlakuan mana yang menghasilkan pertambahan bobot badan tertinggi dan konversi pakan terendah pada ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2021 di Dusun Seklok, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang. Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 100 ekor ayam broiler strain Cobbs. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan P0 (Ransum basal/kontrol), P1 (Ransum basal ditambah 0,3% New Probiotik Heryaki), P2 (Ransum basal ditambah 0,6% New Probiotik Heryaki), dan P3 (Ransum basal ditambah 0,9% New Probiotik Heryaki). Setiap perlakuan memilki 5 ulangan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan New Probiotik Heryaki dengan berbagai dosis tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan.Kata Kunci: Broiler, konversi pakan, New Probiotik Heryaki, pertambahan bobot badan.
|
2022-08-15 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41132 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i2.41132 | |
| 1670604 | #5875 | PENGARUH LAMA ENSILASE TEBON JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK HERYAKI POWDER TERHADAP KANDUNGAN NUTRISI | Ramadhan, S.Pt, Dr. Rahmad Fani |
Silase tebon jagung salah satupakanpengganti hijauansegaryang digunakan oleh peternakdi Indonesiauntuk pakan ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruhlama ensilase tebon jagung dengan pengambahanprobiotik Heryakipowderterhadap kualitasnutrisisilase tebon jagung yaitu bahan kering (BK) protein kasar (PK)dan serat kasar (SK).Penelitian dilakukan di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari lama silase 7, 14, 21, dan 28 hari. Tebon jagung diinokulasi dengan probiotik Heryakipowder sebanyak0,5%. Hasil penelitian menunjukkan kualitas nutrisi seperti CP dan CF berbeda nyata pada semua perlakuan dimana hasil terbaik pada lama ensilase 28 hari dengan nilai masing-masing sebesar 13,78% dan 20,89%. Penambahan probiotik heryaki powder sebanyak 0,5% dengan lama silase 28 hari dapat meningkatkan kualitas nutrisi silase tebon jagung.
|
Silase, tebon jangung, probiotik, heryaki powder. | 2024-01-29 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48699 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i4.48699 |
| 1670603 | #5875 | PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina) DALAM RANSUM TERHADAP GAMBARAN HEMATOLOGIS PADA AYAM PETELUR FASE AFKIR | Firdaus, Rizal Faturrohman |
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung daun Afrika dalam ransum pada ayam petelur terhadap hematologinya. 20 ekor ayam petelur strain Hy-line yang berumur 110 minggu ditempatkan di kandang baterai dan diberi pakan dengan kandungan protein kasar 16-18% sebanyak 120 gram per hari. Mereka juga diberi air minum adlibitum. Studi ini dilakukan menggunakan metode eksperimental yang dirancang dengan racangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yang diulang sebanyak lima kali. Perlakuan yang diberikan pada ransum adalah suplementasi tepung daun Afrika pada level P0: 0% (kontrol), P1: 1%, P2: 2%, dan P3: 3%. Variabel hematologis yang diukur termasuk eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan leukosit. Analisis Sidik Ragam kemudian digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan leukosit ayam petelur tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) oleh pemberian tepung daun Afrika dalam ransum sebesar 0%, 1%, 2%, dan 3%. Kesimpulannya, pemberian tepung daun Afrika sampai 3% tidak mempengaruhi profil hematologi ayam petelur.Kata Kunci: ayam petelur, tepung daun Afrika, hematologi, ransum
|
2026-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/57239 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v7i3.57239 | |
| 1670602 | #5875 | PENGARUH SUBSTITUSI ADITIF MOLASES DENGAN LUMPUR KECAP PADA ENSILASE TANAMAN JAGUNG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM DOMBA GARUT JANTAN |
Sanjaya, Renaldi Dhalika, Tidi Hidayat, Rahmat |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi aditif molases dengan lumpur kecap pada ensilase tanaman jagung terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum Domba Garut jantan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian ransum mengandung 70 % silase tanaman jagung pada berbagai substitusi molases dengan lumpur kecap dan 30 % konsentrat, yaitu P0 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% molases serta 30% konsentrat, P1 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 3,75% molases dan 1,25% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P2 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 2,5% molases dan 2,5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P3 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 1,25% molases dan 3,75% lumpur kecap serta 30% konsentrat dan P4 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, tiap perlakuan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa substitusi aditif molases dengan lumpur kecap sampai taraf 5 % pada ensilase tanaman jagung tidak memberikan pengaruh  terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum pada Domba Garut jantan.
|
2021-01-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31548 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i4.31548 | |
| 1670601 | #4583 | Karakter Batak: Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan | Sagala, Gita Junita Br |
Bagi masyarakat Batak, ada tiga institusi yang memiliki peran dalam pembangunan karakter. Pertama, lembaga pendidikan, kedua agama dan ketiga adat istiadat. Selama orang Batak masih mempertahankan adat, maka selama itu karakter mereka kuat dan dapat bertahan terhadap gempuran karakter yang dibangun lembaga asing. Pertanyaan dalam hal ini adalah bagaimana orang Batak dapat mempertahankan adat dan budaya leluhurnya?
|
2021-07-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/34897 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/umbara.v6i1.34897 | |
| 1670600 | #4583 | Peran Perempuan dalam Ketahanan Keluarga: Studi Kasus Pada Keluarga di Pedesaan Sunda |
Fajar, Rezky Herawati, Erna Yulianingsih, Yulianingsih |
Women’s role in family resilience has never ended. Even, their roles keep increasing and changing over time while remaining unexplored. This research discusses women’s role in family resilience drawing from the case of women cadres and non-cadres who were involved in the program for family resilience run by P2WKSS (women’s organization at village level). This research used a qualitative method and employed interviews and direct and participant observation to collect data in Cidadap Village in West Java. Data of this research were analyzed based on indicators of women’s role in the family development and resilience, named iBangga (Indonesian Family Development Indexes). This research found some important findings on women’s role in family resilience in the context of Sundanese culture in West Java. Women’s position in the family based on Sundanese gender norms, put them in the dominant and crucial roles in family resilience. In the family, women play roles as mothers and as wives; and they are responsible to maintain the family order and peace; and to raise the children; while at the same time must serve their husband. In society, they are responsible to preserve gender norms and values and transmit it to the next generations. They also become the pioneer in the government program implemented in the village which targets to improve family resilience.
|
2023-12-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/53413 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/umbara.v8i2.53413 | |
| 1670599 | #4583 | Trouble Transit | Riawanti, Selly |
Tidak ada deskripsi
|
2017-03-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10663 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/umbara.v1i2.10663 | |
| 1670598 | #4583 | Rumah Akses: Reconstructing Homes and Everyday Lives of the Newly Disabled Women after The 2006 Earthquake in Bantul, Yogyakarta | Itriyati, Fina |
The 2006 earthquake in Yogyakarta had already passed. However, the process of adaptation carried out by every individual is different. In this article, I disclose the experiences of women with disabilities in their adaptation to their new lives, especially in building accessible homes, negotiating with donors and positioning themselves and their roles new in the family and community. By employing ethnographic methods, I found that even though women with disabilities experience limited mobility, marginalisation and stigma as passive recipients of assistance, they still try to build agencies while overcoming challenges during the process of housing reconstruction. To realise the accessible housing, they utilise their identity as persons with disabilities to complete their access houses, redefine the concept of an ideal home according to Javanese culture and maintain their position as a pillar of the household to maintain their bargaining power in the household. Through sabar (patience), nrimo (acceptance) and ikhlas (sincerity) women with new disabilities have exercised their agency not only in the process of housing reconstruction but also in the long-term journey of recovery after the disaster.
|
2020-07-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28143 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/umbara.v5i1.28143 | |
| 1670597 | #4583 | Guarding the viruses away: Gardu and the pandemic reflections in Yogyakarta |
Fahroji, Fahmi Rizki Pratama, Adrianus Venda |
Historical narratives highlight the gardu, a bamboo gateway structure, as a traditional Javanese technology for neighborhood security. During the initial three months of the COVID-19 pandemic, a resurgence of gardu construction was observed in Yogyakarta as communities adapted this cultural practice to shield themselves from the virus. These structures became a means of mitigating both the pandemic’s spread and the accompanying flood of panic-inducing rumors. Communities increasingly viewed outsiders as potential virus carriers, often metaphorically equating them to thieves or malevolent forces threatening their safety. This paper explores the community’s experience in responding to the coronavirus crisis through the immediate construction of gardu in urban housing complexes. It examines how moral panic shaped community perceptions and actions, such as the erection of these structures to create physical and symbolic barriers against outsiders. Also, this study explore the community perception of gardu after the pandemic. Ethnographic research, including observations and interviews, was conducted in two gated hamlets in Yogyakarta. Additional data were sourced from prior studies on community responses to pandemics, with a focus on experiences from 2020, and their current perception of gardu after the pandemic. This study seeks to analyze gardu as a local, culturally embedded form of lockdown, assessing its effectiveness from an anthropological perspective. It also aims to reflect on the ways in which pandemic situations disrupt community behaviors and to draw lessons for future crisis preparedness; as well as decribe the community changing perception towards gardu and the post pandemic situation.
|
2024-12-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/58554 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/umbara.v9i2.58554 |