| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671936 | #7423 | Persepsi Konsumen Terhadap Sayuran Terubuk Di Pasar Modern |
Siddiq, Syahrul - Sukmawani, Reny Meilani, Ema Hilma |
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen terhadap sayuran terubuk di pasar modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 54 orang, dengan menggunakan insidental sampling. Rancangan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa secara keseluruhan persepsi konsumen terhadap sayuran terubuk di pasar modern berdasarkan dimensi kinerja produk, ketahanan produk dan karakteristik produk memperoleh skor rata-rata sebesar 149 dengan interval skor rata-rata sebesar 2,75. Hal tersebut menunjukkan bahwa persepsi konsumen sebanyak 92% menyatakan “menarik” terhadap sayuran terubuk di pasar modern. Simpulan ini dapat menjadi informasi dalam peluang pasar untuk pemasaran terubuk di pasar modern. Kata kunci : persepsi, konsumen, terubuk, pasar modern AbstractThis study aims to determine how consumers' perceptions of terubuk vegetables in the modern market. The method used in this study is a survey method. The number of respondents studied was 54 people, using incidental sampling. The analysis design used is descriptive analysis. The results of the study revealed that overall consumer perceptions of terubuk vegetables in the modern market based on the dimensions of product performance, product endurance and product characteristics obtained an average score of 149 with an average score interval of 2.75. This shows that 92% of consumers' perceptions say they are "attractive" to terubuk vegetables in the modern market. This conclusion can be information on market opportunities for marketing at the modern markets.Keywords: perception, consumer, terubuk, modern market
|
2020-08-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/23778 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v5i1.23778 | |
| 1671935 | #7423 | POLA STRUKTUR DISTRIBUSI BIAYA INVESTASI USAHA TANI PORANG DI INDONESIA | Tapsi, Syhabuddin Al |
AbstrakPeningkatan nilai ekonomi komoditas porang terus meningkat. Meskipun keberlanjutan ekonomi pada usaha tani cukup baik, tantangan pengalokasian modal investasi harus dihadapi mengingat poran merupakan tanaman tahunan yang singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola distribusi modal investasi serta kelayakan invetasi usaha tani porang di Indonesia. Pendekatan meta analisis digunakan untuk mencapai tujuan penelitian dengan mengekstrak data dari hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah dalam kurun waktu 2020 hingga 2024. Berdasarkan hasil kajian ini diketahui menunjukkan pola struktur pembiayaan usaha tani porang didominasi oleh biaya variabel, khususnya pengadaan benih yang mencapai 50% dari total biaya. Sementara biaya tetap hanya menyumbang 9% dari keseluruhan biaya. Meskipun terdapat fluktuasi dalam pendapatan, usaha tani porang memiliki potensi profitabilitas yang baik. Analisis kelayakan investasi menunjukkan bahwa usaha ini menguntungkan dengan rata-rata R/C Ratio sebesar 3,71, Net Present Value (NPV) sebesar Rp 125.567.279, dan payback period selama 7,08 bulan.Kata kunci: amorphophallus, efisiensi produksi, meta-analisis, penganggaran modalAbstractThe economic value of the porang commodity has been steadily increasing. Although the economic sustainability of porang farming is relatively good, the challenge of investment capital allocation must be addressed given that porang is a short-term perennial crop. This study aims to examine the investment capital distribution pattern and the feasibility of porang farming investment in Indonesia. A meta-analysis approach was employed to achieve the research objectives by extracting data from studies published in scientific journals between 2020 and 2024. The findings of this review indicate that the financial structure of porang farming is dominated by variable costs, particularly seed procurement, which accounts for 50% of the total costs, while fixed costs only contribute 9% of the overall expenses. Despite fluctuations in revenue, porang farming has strong profitability potential. The investment feasibility analysis shows that this business is profitable, with an average R/C Ratio of 3.71, a Net Present Value (NPV) of Rp 125,567,279, and a payback period of 7.08 months.Keywords: amorphophallus, capital budgeting, meta-analysis, production efficiency
|
Agribisnis; Ekonomi Pertanian | 2025-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/57987 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v9i2.57987 |
| 1671934 | #7423 | DAMPAK AGROWISATA KAMPUNG BATU TERHADAP ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT (Studi Kasus di Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung) |
Agustina, Cherli Lukman Hapsari, Hepi |
ABSTRAKKampung Batu Malakasari memiliki keunikan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata besar di Kabupaten Bandung. Namun keunikan tersebut belum sepenuhnya dikembangkan dan belum banyak diketahui oleh masyarakat luas khususnya luar Jawa Barat. Maka dari itu diperlukan pengembangan baik dalam sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang dalam prosesnya melibatkan masyarakat Desa Malakasari. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui keragaan dan dampak Kampung Batu Malakasari. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Kampung Batu Malakasari. Informan dalam penelitian ini Perangkat Desa Malakasari, General Manager Kampung Batu, Pegawai Kampung Batu, Seketaris RW, Ketua RT dan warga. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya Kampung Batu sebagai kawasan agrowisata membawa perubahan pada masyarakat Desa Malakasari. Dampak positif yang ditimbulkan antara lain perluasan lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan, penetapan harga, pendapatan desa, kebisingan, interaksi antara masyarakat lokal dengan wisatawan, peningkatan intensitas gotong royong dan limbah agrowisata. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah terjadinya kecemburuan sosial di masyarakat.Kata kunci : agrowisata, dampak sosial, ekonomi, budayaABSTRACTKampung Batu Malakasari has a uniqueness that can potentially be developed into great agrowisata in Bandung Regency. But uniqueness is not yet fully developed and is not yet well known by the public at large particularly outside Java. Therefore, required the development both in facilities and infrastructure to meet the needs of travellers in the process involving the community the village Malakasari. The goal of the research is to find out the keragaan and the impact of Kampung Batu Malakasari. Design research is qualitative research methods with case studies. This research was conducted in Kampung Batu Malakasari. Informants in this study of the device of the village Malakasari, General Manager of Kampung Baru, Kampung Batu Employees, Seketaris RW, Chairman of the RT and residents. Results of the study showed that the presence of Kampung Batu as agrowisata brings the changes to the Malakasari village community. Positive impact caused include the expansion of employment, income generation, pricing, income of the village, the noise, the interaction between local communities with tourists, increased the intensity of the mutual and waste agro tourism. The negative effects inflicted is the occurrence of social jealousy in the community.Keywords : agro-tourism, social, economic, culture impact
|
2019-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/18050 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i1.18050 | |
| 1671933 | #7423 | ANALISIS PENGARUH ADOPSI INOVASI IPHA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN TUKDANA KABUPATEN INDRAMAYU |
Alghifari, Fityan Azzahra, Fatimah Wicaksana, Indrajit |
AbstrakIPHA merupakan inovasi teknologi yang bertujuan mengoptimalkan penggunaan air dalam usaha tani padi, dengan efisiensi hingga 30%, pengurangan kebutuhan benih, serta percepatan masa panen. Meskipun terbukti memberikan manfaat agronomis dan ekonomis, penerapan IPHA belum merata karena adanya kendala pengetahuan, akses informasi, dan persepsi petani. Untuk menjelaskan fenomena ini, penelitian ini menggunakan teori Difusi Inovasi Rogers (2003), dengan lima dimensi utama: keunggulan relatif, kesesuaian, kompleksitas, dapat dicoba, dan dapat diamati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adopsi inovasi Irigasi Pertanian Hemat Air (IPHA) terhadap peningkatan pendapatan petani di Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 50 petani yang telah mengadopsi IPHA, yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi adopsi inovasi IPHA berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, baik secara simultan maupun parsial. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa 75,7% variasi pendapatan petani dapat dijelaskan oleh variabel-variabel inovasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa adopsi IPHA secara efektif menurunkan biaya usahatani dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas. Temuan ini menegaskan pentingnya peran BPP dan strategi penyuluhan lokal.Kata kunci: Adopsi inovasi, IPHA, pendapatan petani, irigasi hemat air, difusi teknologi.AbstractIPHA is a technological innovation aimed at optimizing water use in rice farming, achieving up to 30% efficiency, reducing seed requirements, and accelerating the harvest period. Despite its proven agronomic and economic benefits, the adoption of IPHA remains uneven due to barriers such as limited knowledge, access to information, and farmers’ perceptions. To explain this phenomenon, the study applies Rogers’ Diffusion of Innovations theory (2003), focusing on five key dimensions: relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. The purpose of this study is to analyze the effect of adopting the Water-Saving Agricultural Irrigation (IPHA) innovation on increasing farmers’ income in Tukdana Subdistrict, Indramayu Regency. A descriptive quantitative approach was used with a survey method involving 50 farmers who had adopted IPHA, selected through simple random sampling. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations, then analyzed using multiple linear regression. The results show that all five innovation adoption dimensions significantly influence farmers’ income, both simultaneously and partially. The coefficient of determination indicates that 75.7% of the variation in farmers’ income can be explained by the innovation variables. Thus, it can be concluded that the adoption of IPHA effectively reduces farming costs and increases efficiency and productivity. These findings highlight the crucial role of agricultural extension centers (BPP) and localized outreach strategies.Keywords: Innovation adoption, IPHA, farmers' income, water-saving irrigation, technology diffusion.
|
Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Agribisnis, Teknologi Dan Inovasi Pertanian | 2025-07-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64013 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.64013 |
| 1671932 | #7423 | PERANAN PEMELIHARAAN TANAMAN MANGGIS TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI JAWA BARAT | Suminartika, Eti |
ABSTRAKPangsa pasar manggis masih terbuka lebar baik di dalam maupun di luar negeri, namun hanya 10persen manggis kita yang dapat diekspor, hal tersebut disebabkan oleh budidaya tanaman manggismasih sangat tradisional, jarang dipupuk, dibersihan dan dipangkas. Tujuan penelitian ini adalahmenganalisis pemeliharaan tanaman manggis, menganalisis perbedaan pendapatan usahatanimanggis dan menganalisis kontribusi pendapatan usahatani manggis terhadap pendapatan keluargapetani. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer dengan menggunakan metoda survey.Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, matematik dan ekonometrik.Penelitian dilaksanakan di sentra produksi manggis Jawa Barat yaitu di kabupaten Tasikmalaya danSubang. Hasil penelitian menunjukkan petani manggis di kabupaten Tasikmalaya lebih lebihmemelihara tanaman manggisnya dibandingkan di kabupaten Subang, meskipun demikianpemeliharaan tanaman di kedua kabupaten tersebut masih dibawah standar, dampaknya, pendapatandan keuntungan usahatani manggis di kabupaten Tasikmalaya lebih tinggi dibanding di kabupatenSubang dengan perbedaan yang signifikan secara statistik, oleh karenanya, pendapatan usahatanimanggis memiliki peranan yang besar terhadap pendapatan keluarga petani di kabupatenTasikmalaya.Kata kunci: manggis, pendapatan, keuntungan, pemeliharaan tanaman.ABSTRACTMarket share of mangosteen is still high both in the local and foreign market, but only 10 per cent ofIndonesian mangosteen can be exported. This is due to improper cultivation method such as rarelyfertilizing, weeding and other maintenance. Lack of maintenance of mangosteen farm can lowers thequality and productivity of trees. The purpose of this study was to analyse the maintenance ofmangosteen farm, the differences of mangosteen farm income and the contribution of mangosteenfarm income to the family income. This study used secondary and primary data which obtained fromfarmers, by using survey method. The data were analysed by using descriptive, mathematics andeconometrics analysis. Research was conducted in two of mangosteen production centres in WestJava, namely Tasikmalaya and Subang district. The results show that mangosteen farmers in theTasikmalaya is better at maintaining their garden than those in Subang, though the maintenance ofthe two districts are still below standard. The impact of the mangosteen farm income in Tasikmalayais higher than in Subang, the difference of income is statistically significant for both area. Therefore,mangosteen farm income has a major contribution on the family income, especially in Tasikmalaya.Keywords: mangosteen, farm income, plant maintenance.
|
2016-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22707 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v1i2.22707 | |
| 1671931 | #7423 | PENINGKATAN KESADARAN UNTUK MENGKONSUMSI SAYURAN SUBOPTIMAL DALAM UPAYA MENEKAN JUMLAH SAMPAH PANGAN |
Sadeli, Agriani Hermita Febriyantie, Vania |
Abstrak Indonesia termasuk negara penghasil sampah pangan terbesar di dunia. Sampah sayuran memiliki proporsi besar dalam menyumbang sampah pangan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh hasil pertanian yang tidak memenuhi standar kosmetik untuk diterima pasar baik dalam bentuk, ukuran dan warna sehingga sayuran ini tidak terserap pasar. Pada umumnya, konsumen memiliki kecenderungan untuk membeli sayuran optimal. Seni Tani adalah community supported agriculture yang melakukan praktek pertanian regeneratif yang menghasilkan sayuran alami. Sayuran yang dihasilkan berupa sayuran optimal, namun terdapat juga sayuran suboptimal. Oleh karena itu perlu untuk meningkatkan kesadaran konsumen untuk membeli sayuran suboptimal melalui kampanye secara online dan offline.  Tujuan studi ini adalah melakukan kampanye dan bagaimana dampak dari kampanye tersebut, serta untuk mengetahui bagaimana preferensi individu terhadap program pemasaran. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Survey dilakukan terhadap 35 responden. Kampanye yang dilakukan meningkatkan kesadaran konsumen untuk berminat mengkonsumsi sayuran suboptimal. Program pemasaran yang dapat diterapkan adalah label produk yang tepat yaitu sayuran unik. Harga yang ditetapkan adalah sama dengan harga sayuran optimal. Tempat penjualan dilakukan secara online melalui media sosial. Promosi dilakukan melalui Instagram dan Tiktok dengan menekankan kepada sayuran yang dihasilkan petani lokal dan sifat natural dari sayuran. Kampanye ini perlu terus dilakukan untuk meraih kesadaran masyarakat.Kata kunci: Sayuran Suboptimal, Kehilangan Pangan, Komunitas Berbasis Pertanian, Kesadaran Konsumen.Abstract Indonesia is one of the world's largest producers of food waste. Vegetable waste accounts for a large proportion of food waste. This is partly due to agricultural products that do not meet cosmetic standards for market acceptance in terms of shape, size, and color, resulting in these vegetables not being absorbed by the market. In general, consumers tend to buy optimal vegetables. Seni Tani is a community-supported agriculture that practices regenerative agriculture to produce natural vegetables. The vegetables produced are optimal vegetables, but there are also suboptimal vegetables. Therefore, it is necessary to raise consumer awareness to buy suboptimal vegetables through online and offline campaigns. The purpose of this study is to conduct a campaign and assess its impact, as well as to determine individual preferences for marketing programs. The study used a quantitative descriptive design. A survey was conducted on 35 respondents. The campaign increased consumer awareness and interest in consuming suboptimal vegetables. The marketing program that can be implemented is the provision of appropriate product labels, namely, unique vegetables. The price set is the same as the price of optimal vegetables. Sales are conducted online through social media. Promotion is carried out through Instagram and TikTok, emphasizing the vegetables produced by local farmers and the natural properties of the vegetables. This campaign needs to be continued to raise public awareness.Keywords: Suboptimal Vegetables, Food Loss and Waste, Community Supported Agriculture, Ugly Vegetables, Consumer Awareness.
|
Agribisnis | 2025-12-20 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68846 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.68846 |
| 1671930 | #7423 | Keterkaitan antara Karakteristik Konsumen dengan Tingkat Kepuasan Mereka dalam Melakukan Pembelian Sayuran Organik |
Rasmikayati, Elly Shafira, Nurisa Asrienda Fauziah, Yuniar Dianti Ishmah, Hanifatur Aziz Nur Saefudin, Bobby Rachmat Utami, Khairuna |
Kesadaran konsumen akan pentingnya menjaga kesehatan dari sisi mengkonsumsi sayuran organik semakin meningkat dan banyak faktor yang berperan dalam menentukan tingkat pembeliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi dari karakteristik konsumen dan hubungannya terhadap tingkat kepuasan dalam melakukan pembelian sayuran organik di Kota Medan. Desain penelitian ini dilakukan dengan pendekatan metode deskriptif kuantitatif menggunakan sampel berukuran 90 responden. Metode analisis yang digunakan untuk analisis karakteristik konsumen adalah statistik deskriptif dan analisis hubungan antara karakteristik dengan tingkat kepuasan adalah crosstab dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa deskripsi karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh perempuan, berusia 31 sampai 40 tahun, berpendapatan antara 2.000.001 sampai 3.000.000 rupiah, lamanya menempuh pendidikan 16 tahun atau setara dengan S1 dan memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 2 orang. Sementara itu, hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang signifikan antara pada variabel lamanya menempuh pendidikan dengan tingkat kepuasan konsumen dalam melakukan pembelian sayuran organik di Kota Medan. Sedangkan untuk variabel-variabel karakteristik lainnya tidak terjadi hubungan yang signifikan dengan tingkat kepuasan.
|
2020-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28853 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v5i1.28853 | |
| 1671929 | #7423 | ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI PURUN DENGAN APLIKASI BERLIAN PORTER DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR |
Zuliansyah, Muhammad Andri Adriani, Dessy Wildayana, Elisa |
AbstrakAgroindustri purun merupakan usaha yang banyak dilakukan oleh kaum perempuan. Purun menjadi komoditi lokal unggulan khas gambut. Kondisi sekarang ini bahwa lahan gambut purun yang semakin berkurang karena alihfungsi lahan menjadi lahan perkebunan. Oleh karena itu, purun perlu diperhatikan dengan berbagai kebijakan yang disusun dan dianalisis dengan menggunakan metode berlian porter. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengindentifikasi kondisi agroindsutri purun 2) menganalisis faktor-faktor yang berkaitan langsung dengan daya saing agroindustri purun, dan 3) menyusun rancangan strategi pengembangan usaha agroindustri purun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) faktor yang berkontribusi terhadap agroindustri purun adalah perkembangan perkebunan kelapa sawit dengan rata-rata 4.83, untuk kondisi saat ini dan pertumbuhan daya saing agroindustri purun adalah persaingan purun dengan kelapa sawit dengan rata-rata 4.97 dan untuk faktor peningkatan daya saing agroindustri purun adalah peningkatan invetasi dan modal dengan rata-rata 4.20. 2) faktor-faktor yang berkaitan langsung dengan daya saing agroindustri purun meliputi kondisi faktor dengan rata-rata 2.88, kondisi permintaan dengan rata-rata 2.32, strategi, struktur dan rivalry usaha dengan rata-rata 2.99, industri terkait dengan rata-rata 2.41, kebijakan pemerintah dengan rara-rata 2.81 dan faktor kontribusi dengan rata-rata 3.40. 3) rancangan strategi pengembangan usaha agroindustri purun dengan menggunakan analisis SWOT.Kata kunci : Agroindustri, Purun, Berlian PorterAbstract The Agroindustry of purun is a business that is mostly carried out by women. Purun is a distinctive superior local commodity for peatlands. The current condition is that purun peatlands are decreasing due to land conversion into plantation land. Therefore, purun needs to be considered with various policies compiled and analyzed using the diamond porter method. This study aims 1) to identify the condition of purun agroindustry, 2) to analyze the factors that are directly related to the competitiveness of purun agroindustry, and 3) Develop a strategy for the development of purun agroindustry business. oil palm with an average of 4.83, for the current conditions and growth in the competitiveness of purun agroindustry is purebred competition with oil palm with an average of 4.97 and for factors increasing the competitiveness of purun agroindustry is an increase in investment and capital with an average of 4.20. 2) factors that are directly related to the competitiveness of purun agroindustry include the condition of factors with an average of 2.88, demand conditions with an average of 2.32, strategy, structure and business rivalry with an average of 2.99, industries related to the average average of 2.41, government policy with an average of 2.81 and a contribution factor with an average of 3.40. 3) the design of the strategy for developing the purun agroindustry business using SWOT analysis.Keywords: Agroindustry, Purun, Berlian Porters
|
2022-07-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/39937 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v7i1.39937 | |
| 1671928 | #7423 | KAJIAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KOPI LUWAK (STUDI KASUS KOPI LUWAK MANGLAYANG, KAMPUNG PONDOK BUAHBATU-CIKAWARI, DESA MEKARMANIK, KECAMATAN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG) |
Trimo, Lucyana Mukti, Gema Wibawa H, Fauziana |
ABSTRAKKelompok Usaha Kopi Luwak Manglayang (KLM) berusaha mengembangkan agrowisata kopi  luwak dengan menerapkan  kaidah kesejahteraan hewan di kawasan kaki Gunung Manglayang, namun saat ini belum dikembangkan secara optimal. Penelitian dilakukan pada kelompok usaha KLM, di kaki Gunung Manglayang. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus. Rancangan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis matriks IFE, analisis matriks EFE, dan analisis SWOT. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa kegiatan agrowisata kopi luwak yang telah dilakukan oleh KLM mulai dari edukasi mengenai proses produksi kopi luwak dengan menerapkan kaidah kesejahteraan satwa hingga wisata kuliner. Strategi yang telah dilakukan oleh KLM dalam pengembangan agrowisata kopi luwak adalah membuat rencana dalam perbaikan fasilitas di lokasi KLM, meningkatkan cita rasa kopi yang dihasilkan oleh KLM, dan melakukan promosi agrowisata KLM melalui media sosial. Strategi yang paling tepat dan diutamakan dalam pengembangan agrowisata KLM yaitu strategi agresif dengan meningkatkan berbagai daya tarik agrowisata KLM serta memperluas pemasaran agrowisata KLM.Kata kunci: agrowisata, strategi pengembangan, analisis SWOTABSTRACTKelompok Usaha Kopi Luwak Manglayang (KLM) trying to develop civet coffee agrotourism by applying animal welfare rules in the Manglayang Mountain, but currently it has not been optimally developed. The study was conducted at Kelompok Usaha Kopi Luwak Manglayang (KLM), at Manglayang Mountain. The research design used is qualitative with case study research techniques. The data analysis design used qualitative descriptive analysis, IFE matrix analysis, EFE matrix analysis, and SWOT analysis. The results showed that the civet coffee agrotourism activities conducted by KLM started from education about the production process of civet coffee by applying animal welfare principles to culinary tourism. Strategies that have been made by KLM in the development of agro civet coffee is making plans in facility improvements at the site of KLM, enhance the flavor of the coffee produced by KLM and KLM agrotourism promotion through social media. The most appropriate strategy and priority in the development of agro-KLM is an aggressive strategy to increase the variety of agro-tourism appeal and expand marketing agro KLM KLM.Keywords : agrotourism, development strategy, SWOT analysis
|
2018-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20657 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i2.20657 | |
| 1671927 | #7423 | ADAPTASI PETANI PADI TERHADAP DAMPAK EL NINO DI DESA BONTO PADANG KECAMATAN KAHU KABUPATEN BONE |
Dea, Sri Mulia Syafruddin, Syafruddin Hasbi, Andi Rizkiyah |
Abstrak Fenomena El Nino merupakan gangguan iklim yang terjadi akibat interaksi atmosfer dan lautan di Samudra Pasifik, yang berdampak pada kestabilan iklim di wilayah Indonesia. Dampak ini sangat berpengaruh terhadap usahatani padi, yang berpotensi menurunkan produktivitas dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh El Nino terhadap usahatani padi serta faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan adaptasi petani. Metode yang digunakan berupa survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, dan analisis data melalui Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adaptasi petani dipengaruhi oleh faktor internal, seperti usia, pendidikan, pengalaman, tanggungan keluarga, dan luas lahan; serta faktor eksternal, yaitu peran penyuluh sebagai motivator, fasilitator, inovator, dan komunikator. Namun, peran kelompok tani memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap adaptasi petani dalam menghadapi dampak El Nino. Ketiga faktor tersebut berkontribusi dalam adaptasi petani padi terhadap dampak El Nino di Desa Bonto Padang Kecamatan Kahu.Kata kunci: Petani Padi, Adaptasi Dampak El Nino, Peran Penyuluh Pertanian, Bonto Padang.Abstract The El Nino phenomenon is a climate disturbance caused by interactions between the atmosphere and oceans in the Pacific Ocean, which affects climate stability in Indonesia. This has a significant impact on rice farming, potentially reducing productivity and farmers' incomes. This study aims to examine the impact of El Nino on rice farming and the factors that influence farmers' ability to adapt. The method used is a survey with a descriptive quantitative approach, and data analysis through Structural Equation Modeling (SEM) using SmartPLS. The results of the study indicate that farmers' adaptive capacity is influenced by internal factors, such as age, education, experience, family responsibilities, and land area; as well as external factors, namely the role of extension workers as motivators, facilitators, innovators, and communicators. However, the role of farmer groups has a positive but insignificant influence on farmers' adaptation to the impacts of El Nino. These three factors contribute to rice farmers' adaptation to the impacts of El Nino in Bonto Padang Village, Kahu District.Keywords: Rice Farmers Adapt to the Impact of El Nino, the Role of Agricultural Extension Workers, Bonto Padang.
|
Penyuluh Pertanian | 2025-12-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64012 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.64012 |
| 1671926 | #7423 | ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI PENGOLAHAN KOPI ARABIKA EKSPOR DI KABUPATEN ACEH TENGAH (STUDI KASUS PADA KSU SARA ATE) |
Epaga, Peggi Baihaqi, Akhmad Burrahmad, Muji Susanti, Elly |
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar agroindustri pengolahan kopi arabika ekspor pada KSU Sara Ate di Kabupaten Aceh Tengah dapat menciptakan nilai tambah untuk kopi dan untuk mengetahui apakah sudah efesien pemasaran kopi arabika ekspor pada KSU Sara Ate di Kabupaten Aceh Tengah. Penentuan lokasi penelitian ini ditentukan secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan karena industri pengolahan kopi ini berproduksi secara berkesinambungan dan juga merupakan salah satu industri pengolahan kopi di Aceh Tengah. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis nilai tambah model hayami dan metode analisis efesiensi pemasaran. Hasil analisis menunjukkan nilai tambah kopi arabika ekspor green bean grade 1 (spesialty) pada KSU Sara Ate sedang, dan green bean grade 2 (premium) rendah. Berdasarkan nilai efesiensi pemasaran green bean grade 1 dan green bean grade 2  pada KSU Sara Ate pemasaran dinilai efesien. Nilai tersebut memenuhi syarat ketentuan dimana jika EP 0-50 % pemasaran dinilai efesien.AbstractThis study aims to find out how big arabica coffee processing export agroindustry in KSU Sara Ate in Central Aceh Regency can create added value for coffee and to know whether it has efficient marketing arabica coffee export at KSU Sara Ate in Central Aceh regency. Determination of the location of this study is determined purposively (Purposive) with consideration because the coffee processing industry is producing continuously and is also one of the coffee processing industry in Central Aceh. The method of analysis used in this research is the value added analysis method of hayami model and marketing efficiency analysis method. The analysis result shows the value of arabica coffee export of green bean grade 1 (specialty) on KSU Sara Ate being, and green bean grade 2 (premium) low. Based on the value of marketing efficiency of green bean grade 1 and green bean grade 2 on KSU Sara Ate marketing is considered efficient. The value is eligible provisions where if 0-50% EP marketing is considered efficient.Keywords: Value-added, Marketing Efficiency, Arabica Export Coffee AbstractThis study aims to find out how big arabica coffee processing export agroindustry in KSU Sara Ate in Central Aceh Regency can create added value for coffee and to know whether it has efficient marketing arabica coffee export at KSU Sara Ate in Central Aceh regency. Determination of the location of this study is determined purposively (Purposive) with consideration because the coffee processing industry is producing continuously and is also one of the coffee processing industry in Central Aceh. The method of analysis used in this research is the value added analysis method of hayami model and marketing efficiency analysis method. The analysis result shows the value of arabica coffee export of green bean grade 1 (specialty) on KSU Sara Ate being, and green bean grade 2 (premium) low. Based on the value of marketing efficiency of green bean grade 1 and green bean grade 2 on KSU Sara Ate marketing is considered efficient. The value is eligible provisions where if 0-50% EP marketing is considered efficient.Keywords: Value-added, Marketing Efficiency, Arabica Export Coffee
|
2019-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20867 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v4i1.20867 | |
| 1671925 | #7423 | KAJIAN RANTAI PASOK DAN NILAI TAMBAH KOMODITI CABAI RAWIT DI KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR |
Batafor, Gregorius Gehi Benu, Yason Edison |
Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisa rantai nilai dan mengkaji nilai tambah komoditi cabai rawit. Metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif, sedangkan teknik analisis data menggunakan metode hayami dan analisis biaya pokok. Hasil analisis rantai nilai menunjukkan bahwa tingkat keuntungan pada pedagang pengumpul sebesar Rp. 5.306 per kg, dan pada pedagang pengecer mencapai Rp. 10.806 per kg, sedangkan keuntungan petani Rp. 1.806 per kg. RC rasio yang dihasilkan yaitu 1,14 pada tingkat petani, 1,31 pada tingkat pedagang pengumpul dan 1,45 pada tingkat pedagang pengecer. Hasil analisis biaya pokok, penyimpanan dingin selama 3 bulan membutuhkan biaya sebesar Rp. 708,146 per kg. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan dengan penyimpanan konvensional sebesar Rp. 1.372 per kg. Berdasarkan wawancara mengenai prediksi harga 3 bulan ke depan dan nilai susut terdapat perbedaan signifikan antara penyimpanan konvensional dengan penyimpanan dingin. Keuntungan penyimpanan dingin lebih besar dari pada penyimpanan konvensional, yaitu Rp. 13.417 per kg selama penyimpanan 3 bulan sedangkan penyimpanan konvensional Rp. 3000 per kg. Peningkatan tersebut diperoleh dengan asumsi harga sebelum disimpan Rp. 22.250 per kg, dan harga jual setelah disimpan Rp. 35.000 per kg.Kata Kunci: Rantai Nilai, Teknologi Penyimpanan Dingin AbstractThis study aims to analyze the value chain and assess the added value Soe tangerine products. The results of the value chain analysis show that the level of profit for the trader is IDR 5,306 per kg, and retailers reach IDR 10,806 per kg, while the farmers' profit is IDR 1,806 per kg. The resulting RC ratio is 1.14 at the farmer level, 1.31 at the collector trader level and 1.45 at the retailer trader level. The results of the analysis of basic costs, cold storage for 3 months requires a fee of IDR 708,146 per kg. This value is lower compared to conventional storage of IDR 1,372 per kg. Based on interviews regarding price predictions for the next 3 months and shrinkage values there is a significant difference between conventional storage and cold storage. The advantage of cold storage is greater than conventional storage, which is IDR 13,417 per kg for 3 months storage while conventional storage is IDR 3,000 per kg. The increase was obtained assuming the price before being saved IDR 22,250 per kg, and the sale price after saving is IDR 35,000 per kg.Keywords: Value Chain, Cold Storage Technology
|
2020-12-16 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31255 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v5i2.31255 | |
| 1671924 | #7423 | STUDI KELAYAKAN USAHA WEDANG UWUH MAZEDO HERBAL DI KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR |
Qilbi, Arsy Syuyufil Faramah, Dio Khairunnisa, Khairunnisa Haaq, Rafikri Haikal Ariadi, Bambang Yudi Nirwanarti, Faulicia Taurudzi |
AbstrakWedang uwuh merupakan salah satu minuman herbal yang memiliki peluang dijadikan sebagai usaha di bidang makanan dan minuman. Dalam membangun sebuah usaha, diperlukan perencanaan usaha agar usaha yang dikelola dapat mencapai tujuan perusahaan, serta berkembang dengan cepat. Selain itu, dalam sebuah kegiatan bisnis juga dibutuhkan studi kelayakan pada bisnis yang sedang dijalankan. Tujuan penelitan ini adalah menganalisis kelayakan usaha minuman Wedang Uwuh Mazedo Herbal ditinjau dari aspek keuangan dan mengetahui kendala pada usaha minuman Wedang Uwuh Mazedo Herbal ditinjau dari segi produksi dan penjualan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil mengggunakan metode observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah kriteria investasi yaitu Net Present Value (NPV), Net B/C, Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP), serta juga membandingkan nilai produksi dengan penjualan. Hasil Analisis menunjukkan nilai NPV 115.617 > 0, nilai IRR 9,17%, Net B/C Ratio 1,004 > 1, dan nilai PP 0,34. Artinya, usaha minuman Wedang Uwuh Mazedo herbal dilihat dari segi ekonomi menjanjikan keuntungan yang besar dan jumlah masa waktu atau periode pengembalian investasi yang telah ditanamkan bisa didapatkan pada bulan ke-4. Akan tetapi, pada usaha minuman Wedang Uwuh Mazedo Herbal mengalami kendala pada penjualan sehingga keuntungan yang didapatkan tidak maksimal. Berdasarkan kendala usaha minuman Wedang Uwuh Mazedo Herbal yaitu pada segi penjualan, maka disarankan untuk lebih ditingkatkan dalam mempromosikan produknya sehingga tidak hanya segi produksi yang berjalan dengan lancar, demikian juga dengan segi penjualannya.Kata kunci: Kelayakan Usaha, Tanaman Herbal, Keuntungan.Abstract Wedang uwuh is one of the herbal drinks that has the opportunity to be used as a business in the food and beverage sector. In building a business, a business plan is needed so that the managed business can achieve company goals, and develop quickly. In addition, a business activity also requires a feasibility study on the business being run. The purpose of this research is to analyze the feasibility of the Wedang Uwuh Mazedo Herbal beverage business in terms of financial aspects and to find out the constraints on the Wedang Uwuh Mazedo Herbal beverage business in terms of production and sales. This study uses primary data taken using the observation method. The analysis technique used is the investment criteria, namely Net Present Value (NPV), Net B/C, Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP), as well as comparing production values with sales. The results of the analysis show that the NPV value is 115,617 > 0, the IRR value is 9.17%, the Net B/C Ratio is 1.004 > 1, and the PP value is 0.34. That is, the Wedang Uwuh Mazedo herbal beverage business from an economic perspective promises big profits and the amount of time or investment return period that has been invested can be obtained in the 4th month. However, the Wedang Uwuh Mazedo Herbal beverage business experienced sales problems so that the profits were not maximized. Based on the constraints of the Wedang Uwuh Mazedo Herbal beverage business, namely in terms of sales, it is suggested to further improve the promotion of its products so that not only the production side runs smoothly, so does the sales side.Keywords: Business Feasibility, Herbal Plants, Profit.
|
Agribisnis | 2023-03-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40944 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v7i2.40944 |
| 1671923 | #7423 | KINERJA KELEMBAGAAN PERLINDUNGAN INDIKASI GEOGRAFIS KOPI KINTAMANI | Ardana, Ketut |
ABSTRAKPengakuan terhadap kekhasan produk yang telah teruji memiliki keunggulan kompetitif di pasarkomoditas internasional ditetapkan dengan sertifikat Indikasi Geografis (IG). Kopi Kintamanimerupakan produk kopi arabika spesial yang memperoleh sertifikat IG tahun 2008. Dibutuhkandukungan kelembagaan untuk menjaga keberlanjutan IG tersebut. Penelitian kinerja kelembagaantelah dilakukan di kawasan pengembangan kopi Kintamani pada bulan Maret-Mei 2017. Data primerdan sekunder yang terkumpul dari hasil wawancara dengan informan kunci, observasi, danpenelusuran referensi, dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upayaperlindungan IG kopi Kintamani, telah dibentuk kelembagaan Masyarakat Perlindungan IndikasiGeografis (MPIG) Kopi Kintamani yang mewadahi interaksi antar pemangku kepentingan: petanisebagai produsen kopi, instansi terkait sebagai pembina, organisasi pendukung, dan pembeli utama.Kinerja kelembagaan perlindungan IG kopi Kintamani telah menjadikan kopi arabika Kintamanisebagai pionir produk kopi bersertifikat IG, menjaga konsistensi penerapan SOP berbaisis IG, danmenumbuhkan optimisme keberlanjutan bagi sebagian besar anggota MPIG. Upaya meningkatkanperan Koperasi Tani MPIG perlu lebih diintensifkan lagi melalui peningkatan kapasitas SDM daninfrastruktur disertai penyegaran kembali komitmen anggota untuk memanfaatkan jasa mediasipemasaran kopi antara petani dengan pembeli.Kata kunci: kopi arabika, optimisme keberlanjutan, kinerja kelembagaanABSTRACTAcknowledgment of the specificity of tested products having a competitive advantage ininternational commodity markets is established with a certificate of Geographical Indication (GI).Kintamani coffee is a special arabica coffee product that received GI certificate in 2008. It takesinstitutional support to maintain the continuity of GI. Institutional performance research has beenconducted in Kintamani coffee development area in March-May 2017. Primary and secondary datacollected from interviews with key informants, observation, and reference searching, were analyzedby cross tabulation and descriptively interpreted. The results showed that in the effort of protectingGI of Kintamani coffee, there has been established the institution of Geographical IndicationProtection Community (GIPC) which facilitates interaction among stakeholders: farmers as coffeeproducers, related institutions as builders, and main buyers. The institutional performance of GIKintamani coffee protection has made Kintamani arabica coffee as a pioneer of GI certified coffeeproducts, maintaining the consistency of the application of GI SOP, and growing sustainabilityoptimism for most GIPC Kintamani coffee members. Efforts to increase the role of GIPC FarmersCooperative should be further intensified through capacity building of human resources andinfrastructure along with refreshment of members' commitment to utilize marketing mediationservices between farmers and buyers.Keywords: arabica coffee, continuity optimism, institution performance
|
2019-07-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15073 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i1.15073 | |
| 1671922 | #7423 | ANALISIS ELASTISITAS HARGA DAN PERAMALAN DINAMIS PADA KOMODITAS TOMAT DI KABUPATEN GARUT, INDONESIA |
Riskawati, Eka Baladraf, Thabed Tholib |
AbstrakFluktuasi harga yang tinggi dan penurunan permintaan konsumsi menjadi tantangan bagi keberlanjutan produksi tomat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga tomat dan menentukan model proyeksi terbaik komoditas tersebut di Kabupaten Garut, salah satu produsen tertinggi di Jawa Barat. Data sekunder dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi elastisitas harga dan faktor-faktor yang berpengaruh dan metode autoregressive integrated moving average (ARIMA) untuk memodelkan peramalan harga dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga wortel, harga cabai merah, dan harga cabai rawit memiliki pengaruh signifikan terhadap harga tomat pada tingkat signifikansi 5%, sedangkan harga kubis berpengaruh signifikan pada tingkat 10%. Faktor produktivitas tomat, harga wortel, dan populasi memiliki efek positif, sedangkan harga cabai merah dan harga cabai rawit memiliki efek negatif terhadap harga tomat. Pemodelan ARIMA menunjukkan bahwa model terbaik untuk peramalan adalah (1,0) (1,0) dengan nilai AIC sebesar 404,375. Model mampu memproyeksikan harga dengan akurat, didukung oleh uji residual dan white noise dengan nilai p lebih dari 0,05.Kata kunci: Elastisitas, peramalan, permintaan, regresi, tomat.AbstractHigh price fluctuations and declining consumption demand pose a challenge for the sustainability of tomato production in Indonesia. This study aims to analyze the factors affecting tomato prices and determine the best projection model for the commodity in Garut Regency, one of the highest producers in West Java. Secondary data were analyzed using multiple linear regression to identify price elasticity and influential factors, while autoregressive integrated moving average (ARIMA) method to model dynamic price forecasting. The results showed that the price variables of carrots, red chili, and cayenne pepper had a significant effect on tomato prices at the 5% significance level, while cabbage prices were significant at the 10% level. The factors of tomato productivity, carrot price, and population have a positive effect, while the prices of red chili and cayenne pepper have a negative effect on tomato prices. ARIMA modeling shows that the best model for forecasting is (1,0)(1,0) with an AIC value of 404.375. This model can project prices accurately, supported by residual and white noise tests with a p-value of more than 0.05.Keywords: Demand, elasticity, forecast, regression, tomato.
|
elastisitas; peramalan; permintaan; regresi; tomat | 2025-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/59601 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v9i2.59601 |
| 1671921 | #7423 | Faktor-Faktor yang Memengaruhi Harga Saham PT London Sumatra Indonesia Tbk. |
Sudoni, Ha Suminartika, Eti Ernah, Ernah |
Perkebunan kelapa sawit dengan komoditas utama minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia dengan memberikan kontribusi di tahun 2017 senilai USD 18,28 milyar atau 9,6 % terhadap ekspor nasional. Meski demikian sepanjang tahun 2010 sampai dengan tahun 2018 harga CPO dalam trend menurun. Penurunan harga CPO ini sejalan dengan penurunan harga saham perkebunan kelapa sawit di Bursa Efek Indonesia. PT London Sumatra Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang harga sahamnya mengalami penurunan. Oleh karena itu investor yang akan berinvestasi di sektor perkebunan melalui bursa efek perlu melakukan penilaian dalam pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi harga saham PT London Sumatra Indonesia Tbk. Hasil penelitian dengan menggunakan alat analisis regresi linier berganda didapat faktor-faktor yang memengaruhi harga saham PT London Sumatra Indonesia Tbk adalah harga CPO, harga saham market leader, kurs rupiah, Return On Equity dan Earning Per Share.Kata Kunci: Harga saham, Harga CPO, Saham market leader, Return On Equity, Earning Per ShareABSTRACTOil palm plantations with the main commodity palm oil or Crude Palm Oil (CPO) are a strategic sector in the Indonesian economy by contributing in 2017 valued at USD 18.28 billion or 9.6% of national exports. However, throughout 2010 up to 2018 CPO prices were in a downward trend. The decline in CPO prices is in line with the decline in the prices of oil palm plantations on the Indonesia Stock Exchange. PT London Sumatra Indonesia Tbk is a palm oil plantation company whose share price has decreased. Therefore investors who will invest in the plantation sector through the stock exchange need to make an assessment in making investment decisions. This study aims to identify the factors that influence the stock prices of PT London Sumatra Indonesia Tbk. The results of the study using multiple linear regression analysis tools obtained factors that influence the price of PT London Sumatra Indonesia Tbk stock prices are CPO prices, market leader stock prices, rupiah exchange rates, Return On Equity and Earning Per Share.Keywords: Stock price, CPO price, Market leader stock, Return On Equity, Earning Per Share
|
2020-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/24532 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v4i2.24532 | |
| 1671920 | #7423 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DI KABUPATEN BOGOR |
Jean, Mayang Djuharyanto, Teguh Nurdiani, Ulfah |
AbstrakPerkembangan luas alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor dari tahun ke tahun berfluktuasi. Alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu laju penduduk, jumlah industri, luas lahan perumahan dan jumlah hotel. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perkembangan alih fungsi lahan sawah. 2) mengetahui pengaruh laju penduduk, jumlah industri, luas lahan perumahan dan jumlah hotel terhadap alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Data yang digunakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor dengan menggunakan data sekunder dalam bentuk data deret waktu (time series) dengan periode waktu sepuluh tahun, yaitu dari tahun 2009 sampai 2018 dengan data dibuat kuartal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) peningkatan luas alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor berfluktuasi selama tahun 2009 sampai dengan 2018. 2) laju penduduk, jumlah industri, luas lahan perumahan dan jumlah hotel berpengaruh signifikan terhadap alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor. Hal ini perlu didukung dengan peran pemerintah dalam membuat kebijakan untuk mengendalikan alih fungsi lahan sawah dan penyuluh dalam mengedukasi petani pentingnya lahan sawah.Kata kunci: alih fungsi lahan sawahAbstractThe development of rice field conversion area in Bogor Regency fluctuated from year to year. The conversion of rice fields in Bogor Regency can be influenced by several factors including population rate, number of industries, residential land area and number of hotels. This study aims to 1) determine the development of the conversion of rice fields. 2) knowing the effect of population rate, number of industries, residential land area and number of hotels on the conversion of rice fields in Bogor Regency. The method of analysis used in this research is descriptive method. The data used to determine the factors that affect the conversion of rice field in Bogor Regency using secondary data in the form of time series data with a time period of the last ten years, namely from 2009 to 2018. The results show that 1) an increase in area the conversion of rice fields in Bogor Regency tends to fluctuate during the period 2009 to 2018. 2) population rate, number of industries, residential land area and number of hotels have a significant effect on the conversion of rice fields in Bogor Regency. This needs to be supported by the role of the government in making policies to control the conversion of rice fields and extension workers in educating farmers on the importance of rice fields.Keywords: The Conversion of Rice Field
|
2021-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29963 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v6i1.29963 | |
| 1671919 | #7423 | MERAPAT KE TENGKULAK: MENGUKUR RISIKO DALAM PERTANIAN TEBU |
Aflah, Bryan Marshal Chuluqy, Mohammad Rafi Prasetyo, Sigit Budi |
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang resiko dalam pertanian tebu dan mekanisme pengurangan resiko melalui tengkulak. Ruang lingkup penelitian ini terdiri atas resiko dalam pertanian tebu mulai dari awal penanaman, perawatan, hingga panen. Selain itu, tengkulak akan menjadi titik aksentuasi karena peran mereka sebagai penyelamat petani tebu dengan model patron-klien. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, dalam pendekatan fenomenologi peneliti berusaha memahami arti dari berbagai peristiwa dalam setting tertentu dengan kacamata peneliti sendiri. Penggunaan pendekatan ini dimulai dengan sikap diam, ditunjukkan untuk menelaah apa yang sedang dipelajari. Cara fenomenologi menekankan berbagai aspek subjektif dari perilaku manusia, selanjutnya peneliti berusaha memahami bagaimana subjek memberi arti terhadap peristiwa peristiwa yang terjadi di sekitar kehidupannya. Hal ini berelevansi dengan bagaimana petani disulitkan dengan resiko pada saat awal penanaman, perawatan, dan panen. Pembahasan akan meliputi tentang dinamika kehidupan petani tebu yang dimana sangat bergantung pada tengkulak. Tengkulak berperan sentral pada 3 aras, sebagai pemberi modal, pemberi pupuk, dan pembuka jaringan pemasaran. Hal ini membawa penelitian ini pada kesimpulan petani tebu mempunyai resiko yang sangat kompleks terkait dengan komoditas tebu mereka, yang dimana resiko ini dapat diminimalisir dengan merapat ke tengkulak, sebagai penyelamat mereka.Kata kunci: Petani Tebu, Tengkulak, Patron-Klien, Resiko, Dinamika Pertanian TebuAbstract The purposes of this study are the determines the risks in sugarcane farming and risk reduction mechanisms through the middleman. Moreover, the middlemen will be the point of accentuation because of their role as saviors for the farmers of sugarcane with a patron-client model. In this study, the researcher uses a phenomenology approach that tries to understand the meaning of various events in specific settings from the researcher's own perspective. The use of this approach begins with silence, indicated to examine what is being learned. The way of phenomenology emphasizes various subjective aspects of human behavior, then the researcher tries to understand how the subject gives meaning to the events that occur around his life. This is relevant to how farmers are faced with risks at the beginning of planting, maintenance, and harvesting. The discussion will cover the dynamics of the sugarcane farmers' life who are very dependent on the middlemen. The Middlemen play a central role in three directions as providers of capital, providers of fertilizer, and opening up marketing networks. This study brings to the conclusion that sugarcane farmers have very complex risks related to their sugarcane commodities that risk can be minimized by approaching the middlemen as their saviors.Keywords: sugarcane farmer, Middleman, Patron-Client, Risk, Dynamics of Sugarcane Farming
|
2024-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/45001 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v8i2.45001 | |
| 1671918 | #7423 | ANALISIS BAURAN PEMASARAN BERAS INSTANT SEBAGAI PRODUK BARU DI PASAR KOTA BENGKULU |
Pramudita, Ivo Imtar Janah, Miftahul Sari, Fitriana Permata |
ABSTRAK Ubi kayu, ubi jalar, dan jagung merupakan sumberdaya lokal Bengkulu yang potensial untuk dikembangkan sebagai produk inovatif berupa beras instan sumber karbohidrat alternatif (Asriani, 2016). Beras instan ubi kayu, ubi jalar, dan jagung sebagai produk baru tidak selalu dapat langsung diterima oleh calon konsumennya, dalam pengembangannya perlu dikaji bagaimana bauran pemasaran beras instan untuk melihat pada posisi manakah beras instan pada saat ini. Dengan mengetahui posisi tersebut, akan memberikan kemudahan dalam penyusunan strategi pemasaran beras instan agar dapat diterima dengan baik oleh calon konsumennya. Analisis Bauran Pemasaran harus terus dilakukan, salah satunya adalah dengan didasarkan pada 4P (Product,Price, Promotion, Place) terhadap beras instan. Melalui hasil analisis Matrik Internal Eksternal (IE) secara deskriptif kualitatif Beras Instan berada pada sel I dengan total skor faktor internal sebesar 3,611549 dan faktor eksternal sebesar 3,110227 yang menggambarkan bahwa keadaan Beras Instan pada saat ini sedang tumbuh dan membangun (Grow end build), yaitu beras instan berada pada tahap pengembangan produk. Hal tersebut didukung dengan adanya kemudahan beras instan dalam pengolahannya menjadi nasi, praktis dan sehat serta terus dilakukannya pengenalan-pengenalan beras instan kepada calon konsumen. Kata kunci: beras instan, sumber karbohidrat, bauran pemasaran, matrik IE ABSTRACT Cassava, sweet potatoes, and corn are the potential local resources of Bengkulu to be developed as innovative products of instant rice of alternative carbohydrate sources (Asriani, 2016). Instant rice cassava, sweet potato, and corn as a new product cannot always be directly accepted by prospective customers, in its development need to be studied how marketing mix of instant rice to see at which position instant rice at this time. By knowing the position, will provide convenience in the preparation of instant rice marketing strategy to be well received by prospective customers. Marketing mix analysis should continue, one of which is based on 4P (Product, Price, Promotion, Place) on instant rice. Through the analysis of External Internal External (IE) is qualitative descriptive Instant Rice resides in cell I with total internal factor score of 3.611549 and external factor of 3.110227 which illustrates that the state of Instant Rice is currently growing and building (Grow end Build), ie. instant rice is at the stage of product development. This is supported by the ease of instant rice in processing into rice, practical and healthy and continuous introduction of instant rice introductions to prospective customers. Keywords: instant rice, carbohydrate source, marketing mix, IE matrix
|
2019-12-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15147 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i2.15147 | |
| 1671917 | #7423 | Analisis Risiko Produksi Anggrek di Estie’s Orchid Desa Meruyung Kecamatan Limo Kota Depok |
Annas, Fathia Utami Azzahra, Fatimah Mahatmayana, I Ketut Manu |
AbstrakIndonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi, termasuk dalam sektor florikultura yang berkontribusi besar terhadap perekonomian. Tanaman anggrek menjadi salah satu komoditas unggulan, namun produksinya mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, baik di tingkat nasional maupun di Kota Depok. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian pemerintah dan teknologi yang masih sederhana dalam perbanyakan anggrek. Kebun Anggrek Estie’s Orchid, yang sudah berdiri sejak 1998, menjadi pelaku utama dalam budidaya anggrek di Kecamatan Limo, namun menghadapi risiko produksi tinggi, terutama pada fase pembibitan dengan tingkat kegagalan hingga 30%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi anggrek di Kebun Anggrek Estie’s Orchid, dengan fokus pada identifikasi risiko utama, akar penyebabnya, pengukuran tingkat risiko, serta penentuan prioritas risiko dan strategi mitigasinya. Metode yang digunakan adalah gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed methods), dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis risiko dilakukan menggunakan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Diagram Pareto untuk menentukan prioritas risiko. Hasil penelitian mengidentifikasi 28 risiko produksi, dengan 10 di antaranya masuk dalam kategori prioritas, termasuk kerusakan bibit akibat kesalahan dalam kultur jaringan dan serangan virus. Strategi mitigasi disusun berdasarkan masukan ahli dan mencakup peningkatan pelatihan, perbaikan SOP, dan pengendalian lingkungan budidaya.Kata kunci: Anggrek, diagram pareto, FMEA, produksi, risiko.AbstractIndonesia has high biodiversity, including in the floriculture sector, which contributes significantly to the economy. Orchids have become one of the leading commodities; however, their production has experienced a significant decline in recent years, both nationally and in Depok City. One of the causes is the lack of government attention and the use of simple technology in orchid propagation. Estie’s Orchid Garden, established in 1998, is a key player in orchid cultivation in Limo District but faces high production risks, especially during the seedling phase, with failure rates reaching up to 30%. This study aims to analyze the production risks of orchids at Estie’s Orchid Garden, focusing on identifying the main risks, their root causes, measuring risk levels, determining risk priorities, and formulating mitigation strategies. The research uses a mixed-methods approach, combining both quantitative and qualitative methods, with data collection techniques including interviews, observations, documentation, and literature review. Risk analysis is performed using Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) and Pareto Diagram to prioritize risks. The study identifies 28 production risks, with 10 of them falling into the priority category, including seedling damage due to errors in tissue culture and virus attacks. Mitigation strategies are formulated based on expert input, including improved training, refining standard operating procedures (SOPs), and better environmental control in cultivation.Keywords: Orchids, pareto diagram, FMEA, production, risk.
|
Manajemen Agribisnis | 2025-07-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63087 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.63087 |