| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671956 | #8617 | Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin pada Istri Kelompok Peternak di Desa Kondangjajar, Pangandaran |
Wulansari, Asri Yuniarti, Endah Ismiraj, Muhammad Rifqi |
Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan mengenai pengolahan minyak jelantah menjadi lilin, yang ditujukan khusus bagi istri kelompok peternak di Desa Kondangjajar, Pangandaran. Program ini bertujuan untuk mengatasi dampak negatif pembuangan limbah minyak jelantah terhadap lingkungan dan risiko kesehatan akibat penggunaan minyak secara berulang, sekaligus mempromosikan praktik berkelanjutan dan peluang ekonomi. Kegiatan ini meliputi 3 sesi utama yaitu pemaparan materi (metode ceramah), praktik langsung (demonstrasi) dan sesi diskusi. Sesi pemaparan materi mengenai bahaya pembuangan limbah minyak jelantah yang tidak tepat serta dilanjutkan dengan pelatihan praktis dalam mengolah minyak jelantah menjadi lilin dengan menggunakan bahan sederhana. Pelatihan yang melibatkan 12 peserta ini berlangsung selama satu hari dan bekerja sama dengan bank sampah lokal. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan secara aktif terlibat dalam proses pelatihan, sehingga memperoleh keterampilan baru yang dapat diterapkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun kewirausahaan. Hasil kegiatan ini menunjukkan manfaat ganda, yaitu mengurangi pencemaran lingkungan dan menyediakan sumber penerangan alternatif dengan memanfaatkan limbah minyak. Inisiatif ini menjadi model dalam pengelolaan limbah yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.
|
Peternakan; Lingkungan minyak jelantah; pembuatan lilin; pengelolaan limbah; pemberdayaan masyarakat; keberlanjutan lingkungan | 2024-12-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/59996 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i2.59996 |
| 1671955 | #8617 | Penerapan Fodder Hidroponik sebagai Pakan Stimulan pada Kambing Muda di Peternak Kambing Etawa Trajumas | Septian, Mohamad Haris |
Kematian yang tinggi pada kambing usia muda dapat diakibatkan oleh saluran pencernaan yang belum sempurna dan manajemen pemberian pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan ternak. Tujuan pengabdian adalah untuk menanggulangi keterbatasan kesediaan pakan dan tingginya kematian kambing muda masa peralihan di Kelompok Peternak Ettawa Trajumas. Metode Pengabdian yang dilakukan adalah penyuluhan dengan pendekatan survey dan observasi lapangan, sosialisasi, dan pelatihan. Berdasarkan hasil survey dan observasi diketahui bahwa hanya sebesar 14,28%Â Â dari 14 anggota kelompok yang telah mengetahui mengenai budidaya tanaman pakan dengan metode Fodder hidroponik. Sebanyak 7,14% dari anggota kelompok yang telah mempunyai pengalaman menanam dengan metode fodder hidroponik. Hasil dari pengabdian adalah terbentuknya sistem hidroponik fodder otomatis serta dihasilkannya fodder sorgum yang memiliki kandungan protein kasar sebesar 19,05% dengan tinggi tanaman hingga 22 cm pada umur panen 14 hari. Penanaman sorgum dengan metode sorgum hidroponik mampu menghasilkan pakan kualitas tinggi yang berpotensi sebagai pakan stimulan. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah membuat formulasi ransum khusus untuk ruminansia masa peralihan berbasis fodder sorgum, melakukan pengujian ransum berbasis fodder sorgum secara komprehensif hingga didapatkan formulasi yang terbukti efektif dan efisien sebagai pakan khusus kambing muda.
|
Fodder hidroponik; sorgum; kambing muda | 2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/67817 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.67817 |
| 1671954 | #8617 | Pembekalan Keselamatan Kerja di Atas Kapal Fiber kepada Nelayan dalam Mendukung Operasi Penangkapan Ikan di Kabupaten Tangerang |
Apriliani, Izza Mahdiana Rizal, Achmad Putra, Pringgo KDNY Akbarsyah, Nora Purwangka, Fiz Mawardi, Wazir Novita, Yopi |
Aktivitas operasi penangkapan ikan di atas kapal merupakan salah satu kegiatan dengan tingkat resiko yang tinggi di dunia. kegiatan tersebut memiliki resiko yang dapat memberikan kerugian pada aspek materil hingga keselamatan nelayan di atas kapal. Kecelakaan kapal yang terjadi di sekitar perairan Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Kecelakaan kerja yang terjadi pada kegiatan penangakapan ikan di atas kapal, terjadi pada setiap ukuran dan jenis kapal, salah satunya adalah kapal penangkap ikan yang menggunakan bahan fiber. Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus bagi nelayan yang menggunakan kapal berbahan fibreglass dalam melakukan operasi penangkapan ikan. Penyampaian pentingnya keselamatan kerja diatas kapal bersifat komunikasi persuasif kepada nelayan. Berdasarkan kegiatan pembekalan secara keseluruhan, baik dalam bentuk ceramah maupun diskusi keselamatan kerja di atas kapal fiber disimpulkan bahwa nelayan memahami pentingnya penyebab kecelakaan di laut. Serta adanya peningkatan skill nelayan dalam keselamatan kerja diatas kapal fiber.
|
Pengabdian; Perikanan; Perikanan Tangkap; Kapal Penangkap Ikan; Keselamatan Kerja ABK; Area Kerja; FRP; Pelayaran; Perlindungan Diri Keselamatan Kerja | 2020-08-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28888 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v1i1.28888 |
| 1671953 | #8617 | PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DESA CINTARATU KABUPATEN PANGANDARAN SEBAGAI WILAYAH HULU AKAN DAMPAK DAN BAHAYA SAMPAH PLASTIK TERHADAP EKOSISTEM PESISIR |
Permana, Rega Apriliani, Izza Mahdiana Rizal, Achmad |
Masyarakat di wilayah hulu merupakan masyarakat yang juga memiliki peranan dalam ketahanan pesisir terutama terhadap ancaman pencemaran sampah. Sampah yang dibuang sembarangan di wilayah hulu akan berakhir di pesisir hingga akhirnya memasuki wilayah perairan dan menjadi masalah bagi ekosistem pesisir. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pengelolaan sampah di wilayah hulu. Sasaran kegiatan merupakan masyarakat Desa Cintaratu Kabupaten Pangandaran. Hasil kegiatan menunjukan adanya pola kesadaran akan menjaga lingkungkan dari sampah di masyarakat Desa Cintaratu, namun karena adanya keterbatasan fasilitas dan juga alternative lain yang dapat dijadikan pengganti dalam penggunaan plastik, pola produksi sampah di Desa Cintaratu masih cukup tinggi. Adanya kegiatan ini dapat dijadikan sarana untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan untuk meminimalisir dampak terhadap pesisir.
|
Ilmu Lingkungan, Ilmu Perikanan Lingkungan, Pesisir, Sampah, Wilayah Hulu | 2022-02-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37643 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i1.37643 |
| 1671952 | #8617 | Counseling on Oil Bodies Utilization and Mangrove Seed Conservation in Pramuka Island, North Thousand Islands District, Thousand Islands Regency |
Pasaribu, Buntora Fellatami, Kalysta Dewanti, Lantun P. Faizal, Ibnu |
Oil bodies play an important role in storing energy in plants and animals. The structure of oil bodies consists of triacylglycerol surrounded by a layer of phospholipids and bound by unique proteins. Oil bodies are widely found in various organisms such as algae, soil plant, Â water seeds plants, flowers, pollen, and animals. Mangrove seeds, also known as "bakau" plants, are a unique aquatic plant that can grow in water bodies throughout the world, including Indonesia, which has a high oil content of 40-70%. Mangrove seeds are a potential alternative biomass that can be used for biodiesel material. Therefore, the aim of this community service is to provide education on the oil bodies found in mangroves and the conservation of mangrove seeds, in the form of mangrove mitigation on Pramuka Island. This outreach program can provide knowledge to the community, particularly mangrove farmers on Pramuka Island, on how to utilize mangrove seeds as alternative food and biofuel sources to improve their future economic income. This outreach program also educates the local community to preserve the mangrove seeds for their sustainability in the future.
|
2023-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/45917 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i2.45917 | |
| 1671951 | #8617 | Assistance In Optimizing Fishery Processing Technology And Protection Of Intellectual Property Rights For Pokdakan Sakato Farm In Supporting The Creative Economy |
WULANDARI, RATIH AGUSTIN Ermawati, Eka Suryana, Febriyanno Efendi, Raimon |
in rural areas. Pokdakan Sakato Farm, a catfish farming group in Dharmasraya Regency, faces various challenges, including price fluctuations, inconsistent fish sizes at harvest, limited processing technology, lack of product legality, and underutilized digital marketing. This community service program aims to enhance the added value of aquaculture products through the optimization of processing technology, digital marketing strategies, and legal assistance for product certification. The program was implemented through several stages, including observation, training, technology application, and evaluation. The outcomes indicate improved technical skills among members, product diversification such as smoked catfish and seasoned catfish, increased production efficiency, the development of digital marketing systems, and the initiation of product legalization processes. The program also fostered institutional awareness for professional and sustainable business management. Further actions include continuous mentoring, follow-up training, and strategic collaboration with government agencies to ensure sustainability and competitiveness of Pokdakan Sakato Farm's business
|
creative economy; fish processing technology; intellectual property rights; pokdakan sakato farm. | 2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65748 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.65748 |
| 1671950 | #8617 | Pemanfaatan Teknologi Silase Berbasis Hijauan dan Leguminosa Lokal untuk Meningkatkan Produktivitas Domba Garut di Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut |
Herawati, Ervi Rohayati, Tati Fahmi, Taemi |
Ketersediaan hijauan pakan yang bersifat musiman menjadi kendala utama dalam peningkatan produktivitas domba Garut pada sistem peternakan rakyat. Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut memiliki potensi hijauan dan leguminosa lokal yang melimpah, namun pemanfaatannya belum optimal karena belum diolah melalui teknologi pengawetan pakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam produksi silase berbasis hijauan dan leguminosa lokal serta mengevaluasi respons pertumbuhan domba Garut sebagai indikator awal keberhasilan penerapan teknologi. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 dan melibatkan 25 orang peternak domba. Program mencakup pelatihan, praktik pembuatan silase, dan pendampingan pemanfaatan silase pada ternak. Empat jenis silase diproduksi, yaitu silase jerami jagung, silase kaliandra silase pakchong–kaliandra, dan silase rumput gajah–kaliandra. Seluruh silase menunjukkan kualitas fisik yang baik, ditandai warna cerah, aroma asam segar, tekstur kompak, tidak berjamur, serta nilai pH 3,8–4,3. Evaluasi pertumbuhan ternak dilakukan melalui pengukuran bobot badan pada tiga waktu pengamatan (awal, fase I, dan fase II) dan dianalisis secara deskriptif menggunakan rataan dan standar deviasi serta perhitungan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Hasil menunjukkan peningkatan rataan bobot badan dan PBBH domba Garut hingga fase II pengamatan, yang mencerminkan adaptasi ternak terhadap pakan silase dan perbaikan pemanfaatan nutrien. Penerapan teknologi silase berbasis sumber daya lokal terbukti aplikatif pada tingkat peternak rakyat dan berpotensi meningkatkan kemandirian pakan serta keberlanjutan usaha ternak domba Garut.
|
2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/69114 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.69114 | |
| 1671949 | #7423 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI KOPI DI KABUPATEN ENREKANG |
Amalia, Eka Resky Rahim, Abd Kamaruddin, Citra Ayni Dwi Hastuti, Diah Retno |
AbstrakAdanya perubahan produksi dan pendapatan usaha tani kopi mengakibatkan terjadinya perubahan pendapatan rumha tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan rumah tangga petani kopi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Juli sampai dengan 25 Agustus 2024 di Desa Potok Ullin, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang dengan jumlah sampel sebanyak 83 rumah tangga petani kopi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis linier berganda, asumsi klasik, uji statistik (hipotesis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur kepala rumah tangga, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan dan pengalaman bertani merupakan variabel yang berpengaruh positif terhadap pendapatan rumah tangga petani kopi. Jumlah tenaga kerja merupakan variabel yang berpengaruh negatif terhadap pendapatan rumah tangga petani kopi. Diharapkan kepada pemerintah agar beperan aktif dalam memberikan penyuluhan mengenai budidaya tanaman kopi, teknik perawatan tamanan kopi serta teknologi pertanian yang relevan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian petani.Kata kunci: Pendapatan Rumah Tangga, Petani Kopi, Kopi.AbstractChanges in coffee farming production and income have resulted in changes in household income. This study aims to analyze the factors influencing the income of coffee farming households. The data used in this study are primary and secondary. This research was conducted from July 15 to August 25, 2024, in Potok Ullin Village, Buntu Batu District, Enrekang Regency, with a sample of 83 coffee farming households. Data collection methods used were observation and interviews. The research method employed was descriptive analysis with a quantitative approach. Data analysis techniques used were multiple linear regression analysis, classical assumptions, and statistical tests (hypothesis). The results indicate that the age of the household head, education level, number of dependents, and farming experience are variables that positively influence coffee farming household income. The number of workers is a variable that negatively influences coffee farming household income. The government is expected to play an active role in providing extension services on coffee cultivation, coffee plant care techniques, and relevant agricultural technology to improve the productivity and quality of farmers’ agricultural products. Keywords: Household Income, Coffee Farmers, Coffee.
|
2025-12-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64790 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.64790 | |
| 1671948 | #7423 | ANALISIS EFISIENSI ALOKATIF PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI TANAMAN HIAS DRACAENA UNTUK PASAR EKSPOR DI KABUPATEN SUKABUMI |
Rismayanti, Yayan Rochdiani, Dini Sulistyowati, Lies |
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jumlah produksi tanaman hias Dracaena dan menganalisis tingkat efisiensi alokatif penggunaan faktor produksi usahatani tanaman hias Dracaena di Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sukabumi sebagai sentra tanaman hias Dracaena terbesar di Provinsi Jawa Barat pada bulan Januari sampai Juni 2018. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Penelitian dilakukan terhadap 35 orang petani tanaman hias Dracaena di Kabupaten Sukabumi dengan tujuan pasar ekspor. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah produksi tanaman hias Dracaena menggunakan analisis fungsi produksi dan analisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi tanaman hias Dracaena di Kabupaten Sukabumi adalah luas lahan, benih, dan tenaga kerja dimana kenaikan atau penurunan penggunaan ketiga faktor produksi tersebut akan mengakibatkan kenaikan atau penurunan jumlah produksi Dracaena. Pengalokasian faktor produksi luas lahan, benih, pestisida, dan tenaga kerja pada usahatani tanaman hias Dracaena di Kabupaten Sukabumi belum efisien sehingga penggunaannya perlu ditambahkan untuk mencapai efisien, sedangkan penggunaan faktor produksi pupuk pada usahatani tanaman hias Dracaena tidak efisien sehingga penggunaannya perlu dikurangi.Kata Kunci: efisiensi alokatif, faktor produksi usahatani, tanaman hias DracaenaAbstractThis study aims to identify the factors that can affect the amount of Dracaena ornamental plant production and analyze the level of allocative efficiency of the use of Dracaena ornamental plant farming production factors in Sukabumi Regency. This research was conducted in Sukabumi Regency as the largest Dracaena ornamental plant center in West Java Province in January to June 2018. The research was conducted by survey method by sampling using simple random sampling. The study was conducted on 35 Dracaena ornamental plant farmers in Sukabumi Regency with the aim of the export market. The data collected was analyzed using the analysis of factors that influence the amount of ornamental plant production Dracaena used an analysis of production functions and an analysis of the efficiency of the use of farm production factors. The results showed that the factors of production that had a significant effect on the amount of production of Dracaena ornamental plants in Sukabumi Regency were land area, seeds, and labor where the increase or decrease in the use of the three production factors would result in an increase or decrease in the amount of Dracaena production. Allocation of production factors for land area, seeds, pesticides, and labor in Dracaena ornamental plant farming in Sukabumi Regency has not been efficient so that their use needs to be added to achieve efficiency, while the use of fertilizer production factors in Dracaena ornamental plant farming is inefficient so their use needs to be reduced.Keywords: allocative efficiency, farming production factors, Dracaena ornamental plants
|
2019-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22933 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v4i1.22933 | |
| 1671947 | #7423 | PERAN DAN DUKUNGAN STAKEHOLDER DALAM PROGRAM USAHA PRODKTIF (STUDI KASUS KELOMPOK TANI “TANI MANUNGGAL KELURAHAN SOROSUTAN) | Sambodo, Reo - |
Abstrak Pengembangan Agribisnis dilakukan dengan pelaksanaan berbagai program yang dapat menyentuh masyarakat pertanian secara langsung, salah satunya adalah Program Usaha Produktif yang dijalankan oleh Gabungan kelompok Tani Ngudi Rukun. Keberhasilan sebuah program dipengaruhi oleh peran dan dukungan stakeholder yang terlibat didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan dukungan stakeholder dalam program Usaha Produktif yang berjalan di kelompok tani “Tani Manunggal” oleh Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Gapoktan Ngudi Rukun. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Analisis data dilakukan menggunanakan metode triangulasi dimana teknik pengumpulan data bersifat mengabungkan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Dalam penelitian ini menggunakan tiga macam triangulasi data yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukan dalam kegiatan pemberdayan melalui program Usaha Produktif masing-masing stakeholder saling bersinergi dan berkolaborasi dalam memberikan dukungan terhadap program Usaha Produktif. Dengan adanya kolaborasi antar stakeholder memberikan dampak positif bagi keberlangsungan program Usaha Produktif yang dijalankan oleh LKM-A Gapoktan Ngudi Rukun.Kata kunci: Pemberdayaan, Kelompok Tani, Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis, Program Usaha Produktif Abstract Agribusiness development is carried out by implementing various programs that can directly touch agricultural communities, one of which is the Productive Business Program which is run by the Ngudi Rukun Farmer Group Association. The success of a program is influenced by the role and support of the stakeholders involved in it. This study aims to examine the role and support of stakeholders in the Productive Business program that runs in farmer groups "Tani Manunggal" by the Agribusiness Microfinance Institution, Gapoktan Ngudi Rukun. Research using a qualitative approach and descriptive methods. Data analysis was carried out using the triangulation method where the data collection technique combines various data collection techniques and existing data sources. In this study, using three kinds of data triangulation, namely triangulation of sources, triangulation of techniques and triangulation of time. The results showed that in empowerment activities through the Productive Business program, each stakeholder synergized and collaborated in providing support for the Productive Business program. The collaboration between stakeholders has a positive impact on the sustainability of the Productive Business program run by LKM-A Gapoktan Ngudi Rukun.Keywords: Empowerment, Farmer Groups, Agribusiness Microfinance Institutions, Productive Business Programs
|
2021-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/32297 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v6i1.32297 | |
| 1671946 | #7423 | PENILAIAN TERHADAP PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA UKM TEMPE TOMPO DI SUNGAI MAWANG KABUPATEN SANGGAU |
Hendro, Marselus Mustangin, Ahmad Rusiardy, Iwan Sari, Sethyo Vieni Lestari, Fatma Puji |
AbstrakPerkembangan industri makanan semakin meningkat, banyak dijumpai terdapat pencemaran pada makanan yang dikonsumsi. Penyebabnya adalah kontaminasi produk pangan atau makanan pada saat proses produksi. Good Manufacturing Practices (GMP) merupakan pedoman atau tata cara memproduksi olahan makanan yang baik, sehingga produsen pangan atau makanan dapat memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan untuk menghasilkan produk makanan yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengusaha UKM agar dapat memproduksi pangan yang aman, bermutu dan bebas dari cemaran berbahaya. Metode penelitian dilakukan dengan tahapan pengumpulan data dan observasi. Analisa data dilakukan dalam setiap tahap proses produksi, pencatatan dan penilaian, penyusunan dokumen GMP dengan membandingkan data pengamatan secara langsung dengan literatur. Berdasarkan hasil evaluasi didapati bahwa UKM Tempe Tompo termasuk kedalam Usaha Jasaboga Golongan A3 dengan ketentuan nilai minimal 74 dan maksimal 83. Namun, hasil penilaian GMP yang diperoleh adalah 68 yang berarti penerapan GMP di UKM Tempe Tompo dikategorikan masih kurang sesuai dengan pengolahan yang benar. Aspek seperti bangunan, higiene karyawan dan sanitasi masih perlu untuk diperbaiki. Penerapan sistem pengendalian hama yang baik serta mesin dan peralatan pengolahan harus dilaksanakan sesuai standar.Kata kunci: GMP, UKM, Tempe Tompo, SanggauAbstractThe development of the food industry is on the rise, and there is a lot of contamination in the food consumed. The cause is contamination of food products or food at the time of the production process. Good Manufacturing Practices (GMP) are guidelines or procedures for producing good processed foods so that food producers can meet the requirements that have been established to produce quality food products. The research aims to enhance the competence of SME entrepreneurs to produce safe, quality, and safe foods. Research methods are carried out in stages of data collection and observation. Data analysis is carried out at every stage of the production process, from recording and evaluation to the preparation of the GMP document, by comparing the observation data directly with the literature. Based on the results of the evaluation, it was found that Tempe TompoUKM is included in the A3 category with a minimum value of 74 and a maximum of 83. However, the GMP assessment result obtained is 68, which means that the application of GMP in Tempe Tompo UKM is still classified as less in accordance with the correct processing. Aspects such as building, employee hygiene, and sanitation still need to be improved. Implementation of good pest control systems as well as machinery and processing equipment must be carried out in accordance with standards.Keywords: GMP, UKM, Tempe Tompo, Sanggau
|
Ekonomi Pertanian | 2024-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/42032 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v8i2.42032 |
| 1671945 | #7423 | KAJIAN USAHATANI PADI SAWAH DI PINGGIRAN KOTA: STUDI KASUS DI DESA HEGARMANAH, KECAMATAN JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG |
Judawinata, Gunardi Hutagalung, Yans Michael |
ABSTRAKAlih fungsi lahan di daerah sub-urban merupakan fenomena sosial yang sangat umum terjadi. DesaHergamanah merupakan daerah sub-urban, yang terletak di kawasan sentra pendidikan denganadanya beberapa universitas terkenal di Jawa Barat, menjadi lokasi yang rawan akan terjadinya alihfungsi lahan. Walaupun demikian, pertanian di daerah tersebut masih menjadi salah satu matapencaharian bagi sebagian besar masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristikpetani, usahatani maupun alasan yang melatarbelakangi mereka untuk tetap bertahan di sektorpertanian. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini melalui studi kasus. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa usahatani padi sawah di Desa Hegarmanah cenderung menguntungkan, dengankarakteristik petani yang berumur produktif dan berlahan kecil. Walaupun demikian, terdapatbeberapa keterbatasan dalam usahatani mereka seperti keterbatasan lahan, status penguasan lahan,permodalan dan pemasaran hasil. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menggambarkan potensidan kemungkinan perkembangan pertanian di lokasi tersebut di masa yang akan datang.Kata kunci: alih fungsi lahan, pertanian, pembangunan, petani.ABSTRACTSub urban areas are known to be suspectible to land transformation. Hegarmanah village is a suburban area, due to its unique location as one of the education areas in West Java, which has causedthe village to be affected by land transformation phenomenon. Though, agriculture sector stillbecomes one of income sources for Hegarmanah’s population. This article aims to identify why arepeople still willing to farm in an area, where other sectors provide more lucrative opportunities,from socio economic perspectives. The research used mixed methods in order to get a completeperspective in answering the research questions. The results show that economically, the farmenterprises in Hegarmanah village are having good prospects with R/C ratio larger than 1. Farmerscharacteristics are categorized as productive, small scale, and having good experience andknowledge in farming. However, it is inevitable that farmers are having more constraints in farming,which are mostly related to limited lands, monetary capital, and marketing. Further researchs arestill needed in order to dig deeper to identify potencies and other possibilities for future agriculturedevelopment in Hegarmanah.Keywords: land transformation, development, agriculture, farmers
|
2019-07-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15078 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i1.15078 | |
| 1671944 | #7423 | DAMPAK BANJIR TERHADAP RUMAH TANGGA PETANI PADI (STUDI KASUS DESA SANGIANG KECAMATAN RANCAEKEK) |
Fauzan, Ahmad Kusumo, Rani Andriani Budi |
AbstrakRancaekek merupakan daerah yang rutin terkena banjir. Banjir pada lahan persawahan memberikan dampak merugikan. Estimasi kerugian banjir di areal pesawahan Kecamatan Rancaekek bahkan dapat mencari Rp1,407 milyar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak banjir terhadap rumah tangga petani padi, di Desa Sangiang Kecamatan Rancaekek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa banjir selalu menggenangi seluruh lahan pesawahan. Banjir menimbulkan berbagai macam kerugian bagi rumah tangga petani, yaitu rusaknya sarana prasarana, menutup akses transportasi hingga mendorong penyebaran berbagai penyakit. Dampak signifikan banjir terjadi pada lahan seluas 4 ha dengan persentase kerugian beragam mulai dari 30%-90%. Dampak terparah terdapat pada lahan seluas 4.200m2 yang saat ini sudah tidak dapat ditanami padi secara permanen. Perubahan yang terjadi pada petani yang terkena dampak banjir terjadi menurunkan indeks pertanaman (IP) dari IP300 menjadi hanya IP200, sistem penanaman, dan peralihan fungsi lahan.Kata kunci: Banjir, dampak, padi, petani, rumahtanggaAbstractFlooding in rice fields in the Rancaekek District of Bandung Regency has caused significant economic losses. This study aims to analyze the impact of flooding on rice-farming households in Sangiang Village. The study employed a qualitative design and a case study approach. Data were collected through primary interviews with informants and secondary sources, including data from the Central Statistics Agency and the Department of Agriculture. Informants included rice-farming households affected by flooding, village and subdistrict officials, agricultural extension officers, and four community leaders in Sangiang Village. The data were analyzed using thematic analysis. The results indicate that floods consistently inundate all rice fields. Flooding has led to various losses for farming households, such as damage to infrastructure, restricted transportation access, and the spread of diseases. The most severe impact is that some plots of land can no longer be cultivated for rice permanently. However, flooding also creates opportunities for farming households with adaptive capabilities. In order to reduce the impact of flooding, disaster mitigation policies that are more adaptable to local conditions are necessary.Keywords: Paddy, farmers, flood, impact, households.
|
sosial, ekonomi, pertanian, sosiologi | 2025-07-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63739 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.63739 |
| 1671943 | #7423 | STRATEGI PENGEMBANGAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA KELOMPOK TANI PALINTANG JAYA, DESA CIPANJALU KECAMATAN CILENGKRANG, KABUPATEN BANDUNG |
Selvia, Milda Djuwendah, Endah |
ABSTRAKKelompok Tani Palintang Jaya merupakan satu-satunya kelompok tani yang mengikuti kegiatan diklat yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang (BBPP-Lembang). Salah satu kendala yang dihadapi oleh Kelompok Tani Palintang Jaya adalah produktivitas kentang yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan yang diterima petani, menganalisis lingkungan internal dan eksternal, serta merumuskan alternatif dan prioritas strategi yang dapat dilakukan oleh Kelompok Tani Palintang Jaya. Faktor-faktor utama lingkungan internal dan eksternal diidentifikasi dengan menggunakan matriks IFE dan EFE. Hasil dari matriks IFE dan EFE digunakan untuk dasar penyusunan alternatif strategi dengan alat analisis matriks IE dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani bibit kentang dan usahatani kentang konsumsi menguntungkan untuk dijalankan. Berdasarkan matriks IE, kelompok tani tersebut berada pada posisi menjaga dan mempertahankan (sel V). Berdasarkan analisis SWOT maka dihasilkan 6 alternatif strategi. Prioritas strategi yang dapat direkomendasikan untuk diterapkan terlebih dahulu oleh Kelompok Tani Palintang Jaya adalah meningkatkan kemampuan anggota dalam budidaya bibit kentang.Kata Kunci : Pendapatan, Strategi, Pengembangan, Usahatani, KentangABSTRACTPalintang Jaya Farmers Group is the only farmer group that participates in the training activities organized by the Lembang Agricultural Training Center (BBPP-Lembang). One of the obstacles faced by the Palintang Jaya Farmers Group is that potato productivity is not optimal. This study aims to determine the income received by farmers, analyze the internal and external environment, and formulate alternatives and priority strategies that can be done by the Palintang Jaya Farmers Group. The main factors of the internal and external environment are identified using the IFE and EFE matrices. The results of the IFE and EFE matrices are used for the basis of the preparation of alternative strategies with IE matrix and SWOT matrix analysis tools. The results showed that potato seed farming income and potato farming consumption were profitable to run. Based on the IE matrix, the farmer group is in a position to maintain and maintain (cell V). Based on the SWOT analysis, 6 alternative strategies were produced. The strategic priority that can be recommended to be implemented in advance by the Palintang Jaya Farmers Group is to increase the ability of members to cultivate potato seeds.Keywords: Income, Strategy, Development, Farming, Potatoes
|
2018-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20791 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i2.20791 | |
| 1671942 | #7423 | ANALYSIS OF COST OPTIMIZATION OF POTATO DISTRIBUTION IN GARUT REGENCY |
Alamanda, Dini Turipanam Mulyana, Tatang Nurhasan, Rohimat Hendayani, Ratih Sukmawati, Riska |
Abstrak Manajemen rantai pasok telah menjadi konsep penting dalam dunia bisnis, sehingga rantai pasok itu sendiri menempati posisi penting dalam keputusan yang harus diambil oleh perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen rantai pasok kentang yang ada di Kabupaten Garut dengan menawarkan skenario pendistribusian barang menggunakan metode transportasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan berdasarkan waktunya adalah cross sectional. Data diambil melalui data sekunder, dan wawancara pada tiga direktur perusahan dagang terbesar di daerah Garut Selatan. Terdapat tiga tujuan distribusi produk kentang yang berasal dari Garut yaitu pasar yang ada di Kota Jakarta, Kota Tangerang dan Kota Bogor. Teknik analisis data yang digunakan adalah model manajemen produksi dan metode transportasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode least cost memiliki nilai yang paling rendah dibandingkan dengan metode lainnya. Hasil menunjukkan bahwa biaya terendah adalah distribusi kentang dari perusahaan dagang 1 ke daerah Bogor.Kata kunci: manajemen rantai pasok, biaya distribusi, metode transportasiAbstract Supply chain management has become an essential concept in the business world. Thus, the supply chain itself occupies an essential position in companies' decisions. This study aimed to determine the supply chain management of potatoes in Garut Regency by offering a scenario for the distribution of goods using the transportation method. This research uses a descriptive quantitative method, based on time; it is cross-sectional. The data were taken through secondary data and interviews with the directors of the three most significant trading companies in the South Garut area. There are three distribution destinations for potato products originating from Garut, namely markets in Jakarta, the city of Tangerang, and Bogor. Data analysis techniques used are production management models and transportation methods. The results showed that the least cost method had the lowest value compared to other methods. The results show that the lowest cost is the distribution of potatoes from trading company 1 to the Bogor area.Keywords: supply chain management, distribution cost, transportation method
|
2022-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37491 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v6i2.37491 | |
| 1671941 | #7423 | PERKEMBANGAN DAN POLA PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT |
Syahrial, Syahrial Yenti, Marisa Nurma Dermawan, Alvindo |
AbstrakSektor pertanian memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Tanah Datar. Pertumbuhan sektor pertanian di kabupaten ini tergolong rendah meskipun memiliki kontribusi yang tinggi terhadap pembentukan PDRB wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Tanah Datar (2) menganalisis pola pertumbuhan komoditas pada sektor pertanian di Kabupaten Tanah Datar. Penelitian menggunakan analisis Indeks Diversitas Entropy dan Tipologi Klassen. Data yang digunakan merupakan data sekunder yaitu produksi subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, subsektor perkebunan dari tahun 2016 sampai tahun 2020 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Datar dan Provinsi Sumatera Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Tanah Datar belum merata, pola pertumbuhannya tergolong maju dan tumbuh cepat (14 komoditas), maju dan tumbuh lambat (6 komoditas), berkembang (23 komoditas), dan relatif tertinggal (5 komoditas). Dari hasil analisis diharapkan pemerintah lebih mengarahkan pembangunan pada sektor pertanian dengan fokus pada upaya meningkatkan produktivitas dan mengembangkannya.Kata kunci: Perkembangan sektor, Pola pertumbuhan, Sektor pertanian AbstractThe agricultural sector has an important role in the economic development of Tanah Datar Regency. The growth of the agricultural sector in this district is relatively low even though it has a high contribution to the formation of the regional GRDP. This study aims to (1) analyze the development of the agricultural sector in Tanah Datar Regency (2) analyze the growth pattern of the agricultural sector in Tanah Datar Regency. This study uses the analysis of the Entropy Diversity Index and Klassen Typology. The data used are secondary data, namely the production of the food crop sub-sector, horticulture sub-sector, and plantation sub-sector from 2016 to 2020 which are sourced from the Central Statistics Agency (BPS) of Tanah Datar Regency and West Sumatra Province. The results of the analysis show that the development of the agricultural sector in Tanah Datar Regency has not been evenly distributed, the growth pattern is classified as advanced and fast growing, advanced and slow growing, developing, and relatively lagging behind. From the results of the analysis, it is hoped that the government will direct the development of the agricultural sector with a focus on efforts to increase productivity and develop the agricultural sector.Keywords: Agriculture sector, Growth pattern, Sector development
|
Agribisnis | 2024-08-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/45663 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v9i1.45663 |
| 1671940 | #7423 | KONTRIBUSI USAHA TUMPANGSARI KEDELAI ERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETANI KEDELAI DI SENTRA PRODUKSI JAWA BARAT |
Suminartika, Eti Budiman, Muhammad Arief Syamsiyah, Nur Kusno, Kuswarini |
ABSTRAK Kedelai merupakan bahan pangan yang menduduki posisi strategis, ketergantungan impor kedelai berdampak kurang baik untuk menjaga keamanan pangan, karena impor kedelai menyedot devisa negara, dan adanya kerawanan pasokan jika penurunan nilai tukar rupiah, akibatnya berdampak pada kesetabilan harga kedelai nasional. Oleh karena itu diperlukan upaya megembangkan kedelai lokal yang didukung oleh petani. Tujuan penelitin ini untuk menganalisis peranan usahatani kedelai tumpangsari terhadap pendapatan keluarga tani. Penelitian dilaksanakan di sentra produksi kedelai Jawa Barat. Metoda yang digunakan adalah metoda survey, data yang digunakan terdiri data primer (dari petani) dan data secunder. Data dianalisis menggunakan analisis matematik dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, usahatani kedelai tumpangsari memberikan kontribusi cukup besar terhadap pendapatan petani. Selain itu tanaman tumpangsari (non kedelai) memberikan pendapatan tambahan, pendapatan berkelanjutan dan turut menjaga kegagalan usahatani. Kata kunci: kedelai, tumpangsari, pendapatan, Jawa Barat. ABSTRACT Soybean is a food that occupies a strategic position, dependence on soybean imports has a bad impact on maintaining food security, because soybean imports suck up foreign exchange, and the supply of insecurity if the rupiah exchange rate decreases, consequently impacts on national soybean price stability. Therefore, an effort is needed to develop local soybeans supported by farmers. The purpose of this research is to analyze the role of intercropping soybean farming on the income of farmer families. The research was conducted at the West Java soybean production center. The method used is the survey method, the data used consists of primary data (from farmers) and secondary data. Data were analyzed using mathematical and descriptive analysis. The results showed that intercropping soybean farming contributed significantly to farmers' income. In addition, intercropping (non-soybean) crops provides additional income, sustainable income and helps maintain farm failure. Keywords: soybean, policulture, West Java Income
|
2019-12-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15847 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i2.15847 | |
| 1671939 | #7423 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERSEPSI PETANI DALAM PENGGUNAAN COMBINE HARVESTER DI DESA JAMBAK KECAMATAN CIKEDUNG KABUPATEN INDRAMAYU |
Akbar, Mohamad Raffa Azzahra, Fatimah Melani, Ana |
AbstrakCombine Harvester merupakan teknologi pertanian memiliki fungsi seperti alat pemanenan dan perontokan padi dan dikendalikan manusia sebagai operator. Kehadiran Combine Harvester ini diharapkan memaksimalkan hasil produktivitas dan mengurangi kerugian hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani dalam penggunaan Combine Harvester dan menganalisis pengaruh faktor karakteristik petani, kondisi sosial budaya, dan dukungan stakeholder terhadap persepsi petani dalam penggunaan Combine Harvester di Desa Jambak Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan Maret 2025. Penentuan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan total sampel 78 petani. Teknik analisis data berupa analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani dalam penggunaan Combine Harvester berada di kriteria Sangat Baik dengan skor 87%. Faktor karakteristik petani, kondisi sosial budaya, dan dukungan stakeholder secara simultan berpengaruh signifikan. Secara parsial, variabel pengalaman usahatani dengan nilai 0,042 < 0,05 memiliki pengaruh terhadap persepsi petani dan variabel penerimaan petani dengan nilai 0,004 < 0,05 memiliki pengaruh terhadap persepsi petani. Variabel umur, tingkat pendidikan, bantuan alat mesin pertanian, perubahan sistem pertanian, kelembagaan petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan pemerintah desa tidak berpengaruh secara signifikan terhadap persepsi petani.Kata kunci: Combine harvester, persepsi, petani padi.AbstractCombine harvester is a type of human-operated agricultural machinery that has threshing and harvesting tools among its functions. This combine harvester is expected to boost productivity and reduce crop losses. This research will look at how farmers in Jambak Village, Cikedung District, Indramayu Regency, see the use of combine harvesters and the effects of farmer traits, sociocultural conditions, and stakeholder support. In 2025, the investigation was carried out in February and March. The sample, which comprised 78 farmers, was selected using simple random sampling. Descriptive analysis and multiple linear regression analysis are examples of data analysis approaches. With an 87% score, the results demonstrated that farmers had a highly positive opinion of the usage of combine harvesters. An examination of factors impacting farmers' views reveals that socio-cultural contexts, farmer traits, and stakeholder support all have a major impact at the same time. The results indicated that farmers' views were moderately impacted by the variables of farmer income (0.004 < 0.05) and farming experience (0.042 < 0.05). Farmers' mood is not significantly impacted by factors such as age, education level, aid agricultural machinery, changes in agricultural systems, farmer institutions, farmer associations, agricultural extension personnel, or village government.Keywords: Combine harvester, perception, rice farmers.
|
Sosiologi Pertanian | 2025-07-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/62520 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.62520 |
| 1671938 | #7423 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) DI KABUPATEN INDRAMAYU |
Ambarsari, Wiwik Ismadi, Vitus D. Y. B. Setiadi, Agus |
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan hasil padipada tingkat petani di Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Februari sampaiAgustus 2014 di Kecamatan Sliyeg, Lelea, dan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Penelitian inidilakukan dengan pendekatan survei, menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampelpetani padi dilakukan secara multistage purposive sampling berjumlah 120 orang pada periode2012/2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor harga benih, harga pupuk, harga pestisida,upah tenaga kerja, dan sewa lahan secara serempak berpengaruh nyata terhadap penerimaan hasil padidi tingkat petani pada musim tanam pertama dan kedua; faktor harga benih, upah tenaga kerja, dansewa lahan secara parsial berpengaruh nyata pada penerimaan hasil padi di tingkat petani pada musimtanam pertama dan faktor-faktor dari harga benih, harga pestisida, dan upah tenaga kerja secara parsialberpengaruh nyata terhadap penerimaan hasil padi di tingkat petani pada musim tanam kedua.Kata kunci : faktor-faktor produksi, hasil padi
|
2016-07-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22687 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v1i1.22687 | |
| 1671937 | #7423 | ANALISIS POLA KEMITRAAN PERTANIAN SAYURAN HIDROPONIK DI CV TERAS BUDIDAYA INOVASI KOTA BEKASI |
Fatihah, Amelia Nur bakar, Abu Budiandrian, Bayu |
AbstrakUsahatani hidroponik merupakan inovasi pertanian modern yang efisien dan relevan diterapkan di wilayah perkotaan seperti Bekasi. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga, biaya produksi tinggi, dan keterbatasan teknis petani menghambat keberlanjutan usaha. Tujuan dari penelitian ni adalah untuk menganalisis pola kemitraan antara CV Teras Budidaya Inovasi dan petani mitra serta mengevaluasi pendapatan petani dalam kemitraan tersebut. Menggunakan pendekatan mix methods, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi dari mitra dan sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang diterapkan termasuk dalam skema Kerja Sama Operasional Agribisnis (KOA), di mana perusahaan menyediakan input, pendampingan teknis, dan akses pasar, sedangkan petani melaksanakan proses budidaya. Pola ini didasarkan pada prinsip saling percaya dan pembagian peran yang adil. Analisis pendapatan menunjukkan seluruh petani mitra memperoleh keuntungan bersih, seperti Maura Farm yang meraih Rp12.040.612 per satu bulan produksi. Implikasi praktis dari temuan ini menunjukkan bahwa model kemitraan KOA dapat meningkatkan efisiensi dan pendapatan petani. Secara teoritis, hasil ini memperkuat konsep agribisnis inklusif, di mana kolaborasi antara petani dan perusahaan menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha pertanian perkotaan.Kata kunci: Usahatani Hidroponik, Kemitraan Agribisnis, Pendapatan Petani, Pola KOA. Abstract Hydroponic vegetable farming is a modern and efficient agricultural innovation, well-suited for urban areas such as Bekasi City. However, challenges such as price fluctuations, high production costs, and limited technical capacity among farmers hinder the sustainability of this business. This study aims to analyze the partnership model between CV Teras Budidaya Inovasi and its partner farmers, as well as assess farmers' income levels within the partnership. A mixed-methods approach was employed, combining primary data collected through observation and interviews with secondary data from company documentation, official statistics, and supporting literature. The informants included four partner farmers and one company representative, selected purposively. The findings indicate that the implemented partnership follows the Agribusiness Operational Cooperation (KOA) model, where the company provides production inputs, technical guidance, and marketing support, while farmers focus on cultivation. This model is built on mutual trust and a fair division of roles. Income analysis shows that all partner farmers gained net profits, such as Maura Farm, which earned IDR 12,040,612 in one production cycle. The practical contribution of this study highlights that the KOA model enhances farming efficiency and income. Theoretically, it reinforces the concept of inclusive agribusiness, where collaboration is key to sustaining urban farming initiatives.Keywords: Hydroponic Farming, Agribusiness Partnership, Farmer Income, KOA Model.
|
2025-12-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65246 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.65246 |