| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671896 | #7423 | PERKEMBANGAN DAN POLA STRUKTUR PERTUMBUHAN EKONOMI SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN SOLOK SELATAN |
Putri, Olga Yuliana Syahrial, Syahrial Leovita, Angelia |
AbstrakMenentukan pembangunan pertanian yang strategis dalam pemulihan ekonomi memerlukan penetapan sektor pertanian yang menjadi komoditas unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Solok Selatan dan 2) menganalisis pola struktur perekonomian sektor pertanian Kabupaten Solok Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah Indeks Diversitas Entropi dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan komoditas sektor pertanian di Kabupaten Solok Selatan tidak merata dan tidak berkembang. Ditinjau dari pola strukturnya, terdapat 36% komoditas sektor pertanian masuk pada Kuadaran I, 10% masuk pada Kuadran II, serta 29% komoditas masuk Kudran III dan 25% pada Kuadran IV. Perlu adanya penelitian lebih lanjut agar bisa memutuskan komoditas sektor pertanian sehingga membantu pemerintah dalam memilih upaya pengembangan komoditas sektor pertanian yang lebih unggul.Kata kunci: Perkembangan Wilayah, Sektor Pertanian.AbstractDetermining strategic agricultural development in economic recovery requires the determination of the agricultural sector as a leading commodity. This study aims to 1) analyze the development of the agricultural sector in South Solok Regency 2) analyze the pattern of the economic structure of the agricultural sector in South Solok Regency. The method used in this research is descriptive quantitative. The data analysis technique used is the Entropy Diversity Index and the Klassen Typology. The results showed that the agricultural sector commodities in South Solok Regency were not evenly distributed and did not develop. Judging from the structural pattern, there are 36 percent of agricultural sector commodities in Quadrant I, 10 percent commodities in Quadrant II, and 29 percent of commodities in Quadrant III and 25 commodities percent in Quadrant IV. So that further research is needed in order to be able to decide on agricultural sector commodities so as to assist the government in choosing efforts to develop superior agricultural sector commodities.Keywords: Agricultural Sector, Regional Development.
|
Agribisnis | 2023-03-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41572 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v7i2.41572 |
| 1671895 | #7423 | ANALISA DAYA SAING DAN PELUANG EKSPOR WORTEL DI KELOMPOK TANI KATATA, PANGALENGAN, JAWA BARAT |
Budiman, Arief Trimo, Lucyana Suminartika, Eti Fatimah, Sri |
ABSTRAKKomoditas wortel telah lama menjadi andalan produksi salahsatu kelompok tani Katata yang beradadi Pangalengan, Jawa Barat. Produksinya memiliki kualitas dan kuantitas yang tidak hanya baikdalam pemenuhan lokal saja, namun juga terhadap pemenuhan Ekspor. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mendapatkan pengatahuan daya saing dan peluang ekspor dari dampak kebijakanpemerintah pada usahatani wortel di Kelompok Tani Katata. Penelitian dilakukan di Kelompok TaniKatata, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Data dianalisis dengan Policy Analysis Matrix (PAM),untuk menghitung keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif dan dampak kebijakan pemerintahdengan menggunakan harga aktual dan harga bayangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwapengusahaan wortel di Kelompok Tani Katata memiliki keunggulan kompetitif karena nilai PCRsebesar 0,062 atau PCR kurang dari satu (PCR < 1). Hal yang sama menunjukkan bahwa wortelmemiliki keunggulan komparatif dengan nilai DRC 0,060 atau DRC kurang dari satu (DRC < 1).Kebijakan pemerintah dinilai menghambat ekspor output dan adanya proteksi terhadap input lokaldibuktikan dengan nilai NPCO dan NPCI yang kurang dari satu. Secara keseluruhan kebijakanpemerintah yang berlaku saat ini masih belum mendukung dalam hal pengembangan danpeningkatan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif pengusahaan komoditas wortel diKelompok Tani Katata.Kata kunci: daya saing, wortel, ekspor, Policy Analysis Matrix (PAM)ABSTRACTCarrot commodity has been each mainstay production belong to Katata’s farmer group inPangalengan, West Java since long time ago. Their production have good quality and quantitywhich have potential for locally and export. The main of this research is to know the competitivenessand impact of government policy of the commodities carrots (case study Katata, subdistrictPangalengan, county level Bandung).Policy Analysis Matrix (PAM) is the method to analyze data ofthis research to measure the comparative advantage, competitive advantage, and impact ofgovernment policy using actual price and estimation price.The result indicate that carrost in Katatahave a competitive advantage because PCR value of 0.062 or PCR of less than one (PCR < 1).Itsalso indicate that carrot has a comparative advantage with the value of the DRC 0.060 or DRC lessthan a (DRC < 1).The government policy is rated to inhibit the outpur export and protection againtslocale input by the value of an NPCO and NPCI is less than one.Overall the policy is still notsupporting development and improvement comparative advantage and competitive advantage forcarrot business in Katata.Keywords: competitiveness, carrots, export, Policy Analysis Matrix (PAM)
|
2019-07-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15077 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i1.15077 | |
| 1671894 | #7423 | MENDORONG KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI: TANTANGAN SOSIAL EKONOMI DI KABUPATEN TASIKMALAYA |
Nugraha, Adi Kurnia, Ganjar |
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan natara faktor sosial ekonomi dan kinerja usahatani serta kontribusinya terhadap pemenuhan pengaluaran rumah tangga petani padi di Kabupaten Tasikmalaya. Survei melibatkan 258 responden yang dipilih secara acak di empat kecamatan produsen padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mengelola lahan sempit, yang meyebabkan rendahnya efisiensi dan profitabilitas usahatani akibat keterbatasan skala ekonomi. Struktur usia petani yang didomonasi kelompok usia tua (>40 tahun) dan tingkat pendidikan yang rendah menjadi penghambat adopsi teknologi dan inovasi. Kontribusi usahatani terhadap pemenuhan kebutuhan rumah tangga masih terbatas, terutama bagi petani dengan lahan kecil. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan redistribusi lahan, peningkatan akses terhadap teknologi, pelatihan pertanian, dan regenerasi petani muda untuk memperkuat keberlanjutan sektor pertanian.Kata kunci: usahatani padi, faktor sosial ekonomi, efisiensi, profitabilitas, keberlanjutan.AbstractThis study aims to anlalyze the relatinship between socio-economic factors and farm performance, as well as their contribution to meeting household expenditures among paddy farmers in Tasikmalaya Regency. The survey involved 258 randomly selected respondents from four rice-producing districts. The findings reveal that the majority of farmers operate on small plots of land, resulting in low farming efficiency and profitability due to limited economies of scale. The age structure of farmers, dominated by those over 40 years old, and the low level of education hinder the adoption of technology and innovations. The contribution of rice farming to meeting household needs remains limited, particularly for farmers with small landholdings. These findings highlight the need for policies focusing onland redistribution, improved access to technology, agricultural training, and the regeneration of younger farmers to enhance the sustainability of the agricultural sector.Keywords: paddy farming, socio-economic factors, efficiency, profitability, sustainability.
|
2025-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61536 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v9i2.61536 | |
| 1671893 | #7423 | KAJIAN SOSIAL LINGKUNGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN BERDASARKAN ISPO DI PTPN VIII TAMBAKSARI SUBANG JAWA BARAT |
Sihombing, Prisman Andri Lesmana Ernah, Ernah |
ABSTRAK.Kelapa sawit adalah komoditas yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, hal ini dikarenakan tingginya permintaan pasar international akan minyak nabati. Fenomena ini menimbulkan dampak negatif pada aspek sosial dan lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dikenal dengan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) standard, yaitu prinsip dan kriteria untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang dibuat sebagai bentuk perwujudan peraturan perundang – undangan dan dukungan Pemerintah Republik Indonesia untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. PTPN VIII Kebun Tambaksari adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah menerapkan standard ISPO dalam pengelolaan perkebunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pemenuhan aspek sosial dan lingkungan perkebunan kelapa sawit berdasarkan ISPO di PTPN VIII Tambaksari Subang Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskrptif kualitatif. Hasil survey menunjukkan bahwa PTPN VIII Tambaksari telah memenuhi hampir semua indikator aspek sosial dan lingkungan sebagaimana yang tercantum dalam Prinsip ISPO.Kata Kunci: Kelapa Sawit, ISPO, Keberlanjutan, PerkebunanABSTRACTPalm oil is the most cultivated commodity in Indonesia, this is due to the high international market demand for vegetable oil. This phenomenon has a negative impact on social and environmental aspects. To overcome this, the government issued a policy known as the Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) standard, namely the principles and criteria for oil palm plantations in Indonesia which were made as a manifestation of legislation and the support of the Government of the Republic of Indonesia to realize oil palm plantations that sustainable and environmentally friendly. PTPN VIII Tambaksari Gardens is one of the oil palm plantation companies that has implemented the ISPO standard in managing their plantations. This study aims to examine the extent of fulfillment of the social and environmental aspects of oil palm plantations based on ISPO at Tambaksari Subang VIII West Java. The research method used is qualitative descriptive analysis. The survey results show that PTPN VIII Tambaksari has fulfilled almost all indicators of social and environmental aspects as stated in the ISPO Principles.Keywords: Palm Oil, ISPO, Sustainability, Estate
|
2018-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20665 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i2.20665 | |
| 1671892 | #7423 | KEY FACTORS DETERMINING RELATIONSHIP MARKETING IN THE FOOD E-COMMERCE NETWORK: A BUSINESS-TO-BUSINESS SERVICE PERSPECTIVE |
Utami, Hesty Nurul Alamanda, Dini Turipanam |
AbstrakDiskusi mengenai paradigma bisnis dan pemasaran telah diteliti dengan mengubah fokus dari fokus terhadap produk menjadi fokus terhadap pelanggan dengan mengacu pada orientasi logika dominasi layanan. Perkembangan teknologi digital seperti internet dan media sosial telah mempengaruhi praktek bisnis dan pemasaran dalam melakukan praktek bisnis online, seperti contohnya e-commerce, termasuk di dalamnya bisnis makanan. Studi ini mengeksplorasi mengenai faktor – faktor yang menentukan hubungan pemasaran di dalam jaringan bisnis e-commerce makanan. Metode penelitian induktif digunakan dalam studi ini, dan data dianalisis dengan menggunakan analisis data tematik berdasarkan hasil wawancara mendalam yang dilakukan dengan berbagai pelaku bisnis yang terlibat di dalam rantai e-commerce makanan. Hasil penelitian menunjukkan tujuh elemen kritis yang akan menentukan kesuksesan hubungan pemasaran di dalam jaringan bisnis e-commerce makanan: komitmen, komunikasi, kepercayaan, koordinasi, reputasi, profesionalisme, dan risiko di dalam hubungan. Hasil analisis memberikan dasar lebih lanjut untuk pengembangan hubungan pemasaran di dalam bisnis makanan di dalam menggunakan e-commerce dengan dilandasi logika dominasi layanan sebagai prinsip dasar yang digunakan oleh petani produsen, pedagang, dan pelaku ritel atau pengecer.Kata kunci: hubungan pemasaran, nilai hubungan, logika dominasi layanan, e-commerce makanan, perdagangan antar usaha (perusahaan)AbstractDiscussion about the business and marketing paradigm is observed by shifting the focus from product-focused to customer-focused with service-dominant logic orientation. Digital technology advancement, such as the Internet and social media, has influenced business and marketing practices into online business, such as e-commerce, including food businesses. This study explored the factors determining marketing relationships in the food e-commerce network. An inductive research method was applied, and data were analysed using thematic analysis based on in-depth interviews with various business actors involved in the food e-commerce chain. The results reveal seven critical elements that determine a success relationship marketing in the food e-commerce network: commitment, communication, trust, coordination, reputation, professionalism, and relationship risk. The analysis provides a foundation for further development of relationship marketing in the food businesses on using e-commerce and service-dominant logic as the underlying principle for farmer producers, traders or suppliers, and retailers. Keywords: relationship marketing, relationship value, service-dominant logic, agri-food e-commerce, business-to-business
|
2022-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37354 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v6i2.37354 | |
| 1671891 | #7423 | ANALISIS SOSIO-TEKNIS USAHATANI PADI SAWAH MENGGUNAKAN PRAKTEK PERTANIAN LOKAL DAN MODERN (STUDI KASUS KECAMATAN KIARAPEDES, DESA MEKARJAYA, KABUPATEN PURWAKARTA) |
Arrachman, Nirwan Heryanto, Mahra Arari |
AbstrakUsahatani berdasar pada pengetahuan lokal dan kebiasaan para leluhur saat ini masih dilakukan oleh beberapa petani yang ada di Desa Mekarjaya. Seiring dengan berkembangnya teknologi, usahatani lokal tersebut mulai berangsur-angsur ditinggalkan dan beralih ke usahatani modern. Perubahan usahatani tersebut memicu adanya perubahan aspek sosial dan aspek teknis yang menunjang kegiatan usahatani padi sawah di Desa mekarjaya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi aspek sosial dan aspek teknis pada usahatani lokal, transisi, dan modern, dan mengetahui interaksi struktur sosio-teknis pada usahatani lokal, transisi, dan modern yang ada di Desa Mekarjaya. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang memberikan gambaran mengenai interaksi diantara unsur-unsur yang terlibat dalam usahatani padi sawah dengan menggunakan pendekatan Actor-Network Theory (ANT). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada struktur sosio-teknis usahatani lokal, petani memiliki interaksi yang kuat dengan sesajen dan ritual. Hal ini menandakan petani lokal memiliki interaksi dengan pekarangan desa atau lingkungan alam di sekitarnya. Namun, interaksi ini mengalami pelemahan pada usahatani transisi karena petani transisi mulai meninggalkan ritual tersebut, sehingga interaksi petani dengan lingkungan alam melemah. Pada interaksi struktur sosio-teknis usahatani modern, terjadi pemutusan interaksi antara petani modern dengan lingkungan alam.Kata kunci: usahatani lokal, usahatani modern, sosio-teknis, padi sawahAbstractSome farmers in Mekarjaya Village still practice farming based on local knowledge and customs of their ancestors. This change in farming has also led to changes in the social and technical aspects that support wet-rice farming activities in Mekarjaya Village. The aim of this study is to identify the social and technical aspects of local, transitional, and modern farming, and to determine the interaction of socio-technical structures on local, transitional, and modern farming in Mekarjaya Village. The research design used is descriptive qualitative, which provides an overview of the interactions between the elements involved in wet-rice farming using the Actor-Network Theory (ANT) approach. The study found that in the socio-technical structure of local farming, farmers have strong interactions with offerings and rituals. This suggests that local farmers have a connection with the village yard or the surrounding natural environment. However, this interaction weakened in transitional farming as farmers began to abandon these rituals, resulting in a weakened connection with the natural environment. The modern farming socio-technical structure exhibits a disconnection between farmers and the natural environment.Keywords: local farming, modern farming, socio technique, paddy
|
Sosial Ekonomi Pertanian, Sosiologi Pertanian, Pembangunan Pertanian | 2024-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/53406 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v8i2.53406 |
| 1671890 | #7423 | DINAMIKA SOSIAL KAJI TINDAK PEMBANGUNAN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN, TERINTEGRASI DAN MANIDIRI ENERGI (STUDI KASUS DI DESA PAMALAYAN, KECAMATAN BAYONGBONG, KABUPATEN GARUT) |
Nugraha, Adi Soetraprawata, Demi Heryanto, Mahra Arari |
ABSTRAK Pertanian berkelanjutan dalam tiga dekade terakhir telah menjadi paradigma baru yang memengaruhi arah pembangunan pertanian. Walaupun demikian, praktik-praktik pertanian berkelanjutan memiliki karakter knowledge-intensive dan dinamis sehingga memiliki kecenderungan kegagalan penerapan yang cukup tinggi. Pola program penyuluhan dan diseminasi teknologi pertanian biasanya berdasarkan asumsi linear yang menempatkan petani hanya sebagai ‘pengguna pasif’ teknologi yang dihasilkan oleh para ahli ilmu pertanian. Penelitian ini difokuskan pada analisa interaksi-interaksi antar aktor di dalam program pengembangan pertanian berkelanjutan, terintegrasi dan mandiri energi di Desa Pamalayan, Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menekankan pada kedalaman informasi yang digali. Data primer didapatkan dari proses wawancara mendalam, FGD, dan observasi partisipatif. Bentuk dan perilaku organisasi serta kondisi sosial secara mikro ketika program dijalankan dianalisis dengan menggunakan Actor Oriented Approach. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, salah satu kunci penentu keberhasilan adalah perencanaan dan pelaksanaan program yang menitikberatkan pada aspek social, yang dalam prosesnya dilakukan secara informal. Hal ini masih jarang dilakukan oleh pelaku pembangunan di Indonesia. Konsep partisipatif dalam diseminasi suatu program pada pelaksanaannya seringkali hanya bersifat sementara, dan tidak dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, metode disseminasi dengan pendekatan informal yang mengusung lokalitas dan tingginya tingkat partisipasi tineliti dapat dijadikan contoh untuk program-program pembangunan pertanian dan pedesaan. Kata kunci: dinamika sosial, kaji tindak, keberlanjutan, pertanian terintegrasi ABSTRACT Sustainable agriculture within the last decades has been a new paradigm in agriculture development. However, sustainable agriculture practices are still characterised by knowledge intensive in its dissemination, leading to countless failures. The common dissemination processes apply linear way of thinking in its assumptions, putting farmers as ‘object for development’. This study analyses the interaction among the actors involved in the sustainable, integrated and resilient farming system development in Pamalayan, Garut. The study employs descriptive qualitative approach, focusing on the depth of gained information. Primary data were collected through in-depth interview, FGD, and participant observation. The social condition and form of interaction among related actors were analysed by using Actor Oriented Approach. The results show that the early stage of the dissemination process is one of the key factor in successing the program. This stage was focused in the social aspect of the beneficiaries, which was done through informal approaches. This style of dissemination is seldom to be seen in Indonesia. Participatory concepts are often superficial, neglecting the social sustainability of the programs. Thus, this case shows that paying attention to social aspects and informal dissemination procces play important roles in rural/agricultural development programs. Keywords: social dynamics, action research, sustainability, integrated farming
|
2019-12-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15617 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i2.15617 | |
| 1671889 | #7423 | PENGEMBANGAN DAYA TARIK EKOWISATA KAMPOENG CIHERANG BERDASARKAN PREFERENSI WISATAWAN |
Djuwendah, Endah Saidah, Zumi Yudha, Eka Purna Rahmah, Ulya |
AbstrakEkowisata Kampoeng Ciherang, yang terletak di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi wisatawan terhadap daya tarik Ekowisata Kampoeng Ciherang dan memberikan rekomendasi pengembangan berdasarkan hasil analisis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan survei yang melibatkan 30 responden wisatawan. Responden dipilih secara purposive sampling, yakni wisatawan yang ditemui di lokasi dan bersedia mengisi kuesioner atau diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan memberikan penilaian baik terhadap daya tarik yang ada di destinasi ini, seperti keunikan alam dan fasilitas daya tarik buatan. Namun, aspek fasilitas pendukung dan aksesibilitas masih perlu diperbaiki, terutama kondisi jalan dan ketersediaan transportasi umum. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk meningkatkan promosi digital, memperbaiki fasilitas umum, dan meningkatkan kualitas prasarana. Pengelola juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan masyarakat lokal dan menyusun paket wisata tematik guna meningkatkan daya tarik dan kontribusi ekonomi destinasi ini. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan bagi pengelola destinasi dalam mengoptimalkan potensi ekowisata yang ada.Kata kunci: Ekowisata, Kampoeng Ciherang, preferensi wisatawan.AbstractKampoeng Ciherang Ecotourism, located in Cijambu Village, Tanjungsari District, Sumedang Regency, holds great potential for development as a nature-based tourist destination. This study aims to analyze tourist preferences towards the attractions of Kampoeng Ciherang Ecotourism and provide development recommendations based on the analysis results. The research adopts a descriptive quantitative approach through a survey involving 30 tourist respondents. Respondents were selected through purposive sampling, namely tourists encountered on-site who agreed to complete the questionnaire or participate in an interview. The findings indicate that tourists give positive evaluations of the attractions at this destination, such as the unique natural landscapes and man-made attraction facilities. However, aspects of supporting facilities and accessibility still require improvement, particularly the road conditions and the availability of public transportation. Based on these findings, it is recommended to enhance digital promotion, improve public facilities, and upgrade infrastructure quality. The management is also encouraged to collaborate with the local community and develop thematic tour packages to increase the destination's appeal and economic contribution. This study is expected to provide insights for destination managers to optimize the existing ecotourism potential.Keywords: Ecotourism, Kampoeng Ciherang, tourist preferences.
|
Sosial Ekonomi Pertanian | 2025-07-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/62832 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.62832 |
| 1671888 | #7423 | ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG BERKUNJUNG KE AGROWISATA DENGAN KONSEP EDUFARMING DI PT. JENDELA ALAM PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT |
Arioditha, Gugun Djuwendah, Endah |
Kepuasan pengunjung merupakan salah satu faktor penting yang mendukung perkembanganagrowisata, karena keberlangsungannya ditentukan oleh nilai kepuasan pengunjung yang datangmenikmati wisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengunjungdan tingkat kepuasan pengunjung agrowisata PT. Jendela Alam yang menerapkan konsep edufarming.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung agrowisata PT. Jendela Alam sebagian besar (70persen) berjenis kelamin perempuan berstatus sudah menikah dan berumur antara 30-39 tahun.Tingkat pendidikannya sarjana strata satu (67 persen) dan berprofesi sebagai guru. Informasi tentangobyek wisata pertama kali sebagian besar melalui teman. Umumnya tujuan berkunjung adalah untukstudy tour (47 persen). Alasan pengunjung datang karena program dianggap menarik ( 46 persen).Seluruh pengujung berminat datang kembali ke PT. Jendela Alam. Tingkat kepuasan pengunjungterhadap lokasi, ketersediaan sarana dan prasarana, produk dan pelayanan petugas termasuk kedalamkategori puas.Kata kunci : Analisis kepuasan, kepuasan, pengunjung, kepuasan pengunjung, agrowisata
|
2016-07-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22688 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v1i1.22688 | |
| 1671887 | #7423 | STRATEGI DAN EFEKTIVITAS PEMASARAN OFFLINE STORE DAN ONLINE TERHADAP HASIL PENJUALAN KUE BANGKIT (STUDI KASUS PADA UMKM RUMAH BANGKIT FAFIN DI KOTA SERANG) |
Persalina, Yeni Budiawati, Yeni Widiati, Siti |
AbstrakRumah bangkit Fafin sudah menerapkan strategi pemasaran online, tetapi hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan target dan masih sering terjadi fluktuasi. Selain itu, terjadi persaingan dengan UMKM lain yang aktif memanfaatkan platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan efektivitas pemasaran kue bangkit melalui offline store dan online. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kombinasi sequential exploratory. Dalam menjawab rumusan masalah, digunakan metode kualitatif deskriptif dan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan uji beda (Independent sample T-test). Hasil penelitian menunjukkan terdapat sepuluh alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh rumah bangkit Fafin berdasarkan hasil analisis matriks SWOT. Hasil QSPM strategi prioritas dengan nilai TAS tertinggi yaitu meningkatkan pangsa pasar secara luas melalui digital dan offline. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T-Test, diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil penjualan melalui offline dan online pada produk kue bangkit, dimana nilai rata-rata hasil penjualan offline sebesar 780,25 dan rata-rata hasil penjualan online sebesar 125,67.Kata kunci: Analisis SWOT, Efektivitas, Pemasaran Offline, Pemasaran Online, Strategi Pemasaran.AbstractRumah bangkit Fafin has implemented an online marketing strategy, but the result obtained are not in accordance with the target and fluctuations often occur. In addition, there is competition with other businesses that actively utilize digital platforms. This study aimed to analyze the strategy and effectiveness of marketing kue bangkit through offline stores and online. The research method used is a sequential exploratory combination approach, using qualitative descriptive methods and quantitative descriptive methods using independent sample T-test. The result showed that there are the ten alternative marketing strategies that can be applied by rumah bangkit Fafin based on the result of the SWOT matrix analysis. The QSPM results prioritize strategies with the highest TAS value, namely increasing market share widely through digital and offline. Based on the result of the Independent Sample T-Test it is found that there is a significant difference between offline and online sales results on the kue bangkit, where the average value of offline sales result is 780,25 and the average online sales results is 125,67.Keywords: Effectiveness, Marketing Strategy, Offline Marketing, Online Marketing, SWOT Analysis.
|
Sosial Ekonomi Pertanian, Agribisnis | 2025-12-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65098 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.65098 |
| 1671886 | #7423 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANOMALI PASAR CABAI RAWIT DI KOTA CIREBON |
Dasuki, Wachdijono Chasanah Jaeroni, Akhmad |
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi anomali pasar cabai rawit di Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik pendekatan survei. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja yaitu di Pasar Rakyat Jagasatru, Pasar Kalitanjung dan Pasar Kanoman Kota Cirebon. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Agustus 2019. Adapun populasinya yaitu pedagang cabai rawit, tomat, terasi, garam dan bawang merah, serta petani cabai rawit di sentra produksi. Penentuan besar sampel dilakukan secara sengaja sehingga penarikan sampel berdasarkan quota sampling, yaitu masing-masing sebesar 30 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan instrumen analisis regresi linier berganda dan pengujian hipotesisnya menggunaan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan faktor jumlah produk, harga bawang merah, harga tomat, harga terasi, harga garam, musim dan harga input berpengaruh terhadap anomali pasar cabai rawit di pasar kota Cirebon, sedangkan secara parsial faktor jumlah produk dan harga input yang berpengaruh. Untuk itu disarankan adanya kebijakan percabaian yang dirumuskan oleh pemerintah Kota Cirebon berdasarkan faktor yang berpengaruh secara parsial tersebut. Kata kunci: anomali, cabai rawit, kebijakan.AbstractThis study aims to determine the factors that influence the anomaly of chili market in Cirebon City. The research method used is quantitative using survey approach techniques. The research location was determined intentionally, namely the Jagasatru People's Market, Kalitanjung Market and Kanoman Market. The study was conducted in January to August 2019. The population was traders of chili, tomatoes, shrimp paste, salt and shallots, as well as farmers of chili in the production center. Determination of the size of the sample is done deliberately so that the withdrawal of the sample is based on a quota sampling, which is 30 people each. Data analysis was performed using multiple linear regression analysis instruments, data processing using the SPSS program application and hypothesis testing using the F test and T test. The results showed that the simultaneous factor of the number of products, the price of shallot, the price of tomatoes, the price of shrimp paste, the price of salt, season and input prices affect the anomaly of the chili market in the Cirebon City market, while partially the number of products and input price factors influence. For this reason, it is suggested that a policy of divorce be formulated by the Cirebon city government based on the factors that partially influence it.Keywords: anomaly, chili, policy, price
|
2020-08-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/23681 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v5i1.23681 | |
| 1671885 | #7423 | PREFERENSI KONSUMEN PAKETAN SAYURAN SIAP MASAK DI SAYURYUK.COM KOTA SAMARINDA |
Ramadhani, Recha Rezky Balkis, Siti Mariyah, Mariyah |
AbstrakSayuran siap masak memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga tanpa memerlukan waktu lama dalam proses memasak. Preferensi konsumen menjadi kunci untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan dan membuka peluang bagi industri pangan untuk memenuhi permintaan masyarakat akan sayuran siap masak. Tujuan penelitian untuk menganalisis karakteristik konsumen, proses keputusan pembelian dan preferensi konsumen terhadap paketan sayuran siap masak di Sayuryuk.com. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2023-Januari 2024 di Jl. Pakis Merah 19 Blok D No. 676, Samarinda Utara. Pemilihan responden menggunakan teknik non probability sampling dan penentuan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 66 responden. Preferensi konsumen paketan sayuran siap masak di Sayuryuk.com diukur dari dua indikator dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik konsumen Sayuryuk.com merupakan perempuan, pendidikan terakhir SMA, usia 21-30, berdomisili di Samarinda utara, memiliki pendapatan/bulan Rp1.000.000,00-Rp5.000.000,00. Proses keputusan pembelian dipengaruhi oleh kesadaran akan kesehatan, informasi dari teman atau keluarga, dan pengalaman berbelanja sebelumnya, dengan frekuensi pembelian kurang dari 2 kali dalam sebulan memengaruhi keputusan pembelian. Atribut yang dianggap paling penting adalah kesegaran, sementara atribut kemasan dinilai memiliki kinerja yang sangat baik. Tingkat kepuasan konsumen terhadap paketan sayuran siap masak di Sayuryuk.com sangat puas mencapai 83,78%.Kata kunci: Atribut, kepuasan, konsumen, paketan siap masak, preferensi.AbstractReady to cook vegetables provide convenience in meeting the nutritional needs of families without requiring a lengthy cooking process. Consumer preferences are key to achieving sustainable food resilience and present opportunities for the food industry to meet the demand for ready to cook vegetables in the community. The purpose of the research is to analyze consumer characteristics, purchasing decision process and consumer preferences towards packages of cooked vegetables at Sayuryuk.com. The research conducted from October 2023 to January 2024 at Jl. Pakis Merah 19 Block D No. 676, North Samarinda. Selection of respondents using non-probability sampling techniques and purposive sample determination with a total sample of 66 respondents. The consumer preference for cooked vegetable packages on Sayuryuk.com is measured from two indicators using the Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index methods. (CSI). The results of the research show that the characteristics of the consumer Sayuryuk.com is a woman, high school graduate, aged 21-30, resident in north Samarinda, has a monthly income of Rs 1,000,000,00-Rp5,000,000,00. The purchase decision process is influenced by health awareness, information from friends or family, and previous shopping experience, with the frequency of purchases less than 2 times a month affecting the purchase decision. The attribute that is considered most important is freshness, while the packaging attributes are rated to have excellent performance. The consumer satisfaction rate with the cooked vegetable package at Sayuryuk.com was very satisfied at 83.78%.Keywords: Attribute, Cooked Packages, Customer, Preferences, Satisfaction.
|
Agribisnis | 2025-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56269 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v9i2.56269 |
| 1671884 | #7423 | AGROINDUSTRIALISASI KOPI ARABIKA JAVA PREANGER DI DESA MARGAMULYA KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG |
Djuwendah, Endah Karyani, Tuti Sadeli, Agriani H Kusno, Kuswarini |
ABSTRAKKopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang sudah lama dibudidayakan. Selain berperan dalam penyerapan tenga kerja, Kopi menjadi komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi. Kopi terbaik dari Jawa Barat dikenal dunia internasional sebagai Java Preanger kopi. Kecamatan Pangalengan Kabupaten bandung merupakan salah satu sentra produksi kopi Java preanger yang potensial karena selain terdapat perkebunan kopi di wilayah ini juga berkembang industri pengolahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perkembangan agroindustri Java Preager Coffee di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif dan teknis penelitin studi kasus. Pegumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses agroindustri Java preager coffee yang terdapat di Kecamatan Pangalengan Bandung sudah berjalan dengan baik. Ini terbukti dari adanya perubahan yang terjadi dalam : (1) pertumbuhan dari pelaku usahtani, pengolahan hasil pertanian, distribusi dan input pertanian, (2) perubahan kelembagaan dan keorganisasian dalam hubungannya dengan perusahaan melalui peningkatan koordinasi vertikal dan perubahan dalam komposisi produk, teknologi, perwilayahan dan struktur pasar serta (4) peningkatan nilai tambah.Kata kunci : Agroindustrialisasi, kopi arabica, Java preangerABSTRACTCoffee is one of the leading plantation commodities that has long been cultivated. In addition to playing a role in the absorption of work, coffee is a high-value export commodity. The best coffee from West Java is known internationally as Java Preanger coffee. Pangalengan District, Bandung regency is one of the potential Java preanger coffee production centers because in addition to coffee plantations in the region, the processing industry is also developing. The purpose of this study was to determine the dynamics of the development of Java Preager Coffee agroindustry in Margamulya Village, Pangalengan District, Bandung Regency. This research was conducted using descriptive qualitative design and technical research case studies. Collect data using the method of observation, interviews and literature studies. The results showed that the Java preager coffee agroindustry process in Pangalengan District of Bandung had gone well. This is evident from the changes that occur in: (1) growth of business actors, agricultural product processing, agricultural distribution and input, (2) institutional and organizational changes in their relationship with companies through increased vertical coordination and changes in product composition, technology, territories and market structure and (4) increase in added value.Keywords: Agroindustrialization, arabica coffee, Java preanger
|
2019-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/17860 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i1.17860 | |
| 1671883 | #7423 | PENGARUH INFLASI DAN PDRB TERHADAP NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI JAWA BARAT | Syafa'at, Iin Aulia Syafira |
AbstrakPenelitian ini mengkaji pengaruh inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Jawa Barat selama periode 2018 hingga 2022. Menggunakan data time series dan teknik analisis regresi linear berganda, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan dalam literatur yang sebelumnya belum menyelidiki variabel inflasi dan PDRB secara simultan terhadap NTP Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki arah hubungan negatif, walaupun tidak berpengaruh secara parsial terhadap NTP, mengindikasikan penurunan daya beli dan kesejahteraan petani. Selain itu, PDRB sektor pertanian menunjukkan arah hubungan positif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap NTP, menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi regional tidak secara langsung mengangkat kesejahteraan petani. Uji koefisien determinasi mengindikasikan bahwa model ini menjelaskan 46,7% variabilitas NTP, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menyarankan perlunya kebijakan yang lebih terfokus pada stabilitas harga dan redistribusi keuntungan ekonomi yang lebih adil di antara petani untuk meningkatkan kondisi hidup mereka.Kata kunci: Ekonomi pertanian, inflasi, nilai tukar petani, Jawa Barat, PDRB.AbstractThis study analyzes the impact of inflation and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the Farmer's Exchange Rate (FER) in West Java Province from 2018 to 2022. This study employs time series data and multiple linear regression analysis to address the literature gap regarding the concurrent impacts of inflation and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the Farmer's Exchange Rate (FER) in West Java Province. The research findings demonstrate that inflation exhibits a negative correlation, however it does not exert a partial influence on the NTP, signifying a decline in purchasing power and the welfare of farmers. Furthermore, the GDP of the agricultural sector exhibits a positive correlation yet does not substantially influence the NTP, suggesting that regional economic expansion does not directly enhance farmers' welfare. The coefficient of determination reveals that this model accounts for 46.7% of the NTP variability, with the remainder affected by external factors not included in the model. The findings indicate a necessity for policies that prioritize price stability and equitable allocation of economic benefits among farmers to enhance their living conditions.Keywords: Agricultural economy, inflation, farmer exchange rate, West Java, GRDP.
|
Ekonomi Pertanian | 2025-07-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/59907 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.59907 |
| 1671882 | #7423 | PENGARUH DIMENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (KASUS DI KEDAI KOPI ARMOR, TAMAN HUTAN RAYA DJUANDA, BANDUNG) |
Prasetya, Raihan Kusumo, Rani A. B. |
ABSTRAKPersaingan pasar yang ketat menuntut Kedai Kopi Armor untuk menyusun strategi pemasaran agardapat menciptakan konsumen dan tentunya eksistensi perusahaan. Komunikasi interpersonalmerupakan salah satu faktor yang dapat menciptakan kepuasan konsumen. Tujuan penelitian iniuntuk menganalisis pengaruh kualitas komunikasi interpersonal yang terjalin antara karyawan(barista) dan konsumen terhadap tingkat kepuasan konsumen. Penelitian dilakukan di Kedai KopiArmor Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik survei. Respondendalam penelitian ini berjumlah 94 orang yang diambil dengan teknik acak sederhana. Data dianalisismelalui analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedai kopi armormenerapkan edukasi langsung dari barista ke konsumen melalui komunikasi interpersonal yangmembentuk kepuasan konsumen. Hasil uji regresi menunjukkan secara parsial diketahui bahwavariabel keterbukaan, sikap positif, dan sikap mendukung berpengaruh signifikan terhadap kepuasankonsumen, sementara itu variabel empati dan kesetaraan tidak menunjukkan pengaruh yangsignifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan terdapat pengaruh signifikan antarakomunikasi interpersonal dengan kepuasan konsumen. Karyawan sebagai ujung tombak sebuahperusahaan hendaknya mampu berkomunikasi secara tepat kepada konsumen untuk meningkatkankepuasan konsumen.Kata kunci: pengaruh, komunikasi, interpersonal, kepuasan, konsumenABSTRACTIntense market competition requires Café Armor to develop strategies in order to retain customersand the existence of the company. One of the factors that could affect customer satisfaction isinterpersonal communication. This study aims to analyze the influence of interpersonalcommunication between barista and consumers to the level of customer satisfaction. The study wasconducted at Café Armor Bandung. This research is a quantitative research with survey techniques.Respondents in this study amounted to 94 people taken by simple random sampling. Data wereanalyzed by multiple linier regression analysis. The result showed that Café Armor gave educationand information to their consumers through interpersonal communication that shapes consumersatisfaction. Partial regression analysis results showed that openness, positive and supportiveattitude have a significant effect on customer satisfaction, while empathy and equality have no effecton customer satisfaction. Simultaneously there was significant relation between interpersonalcommunication with customer satisfaction. Employees as the spearhead of a company should beable to communicate properly with consumers in order to increase of customer satisfaction.Keywords: influence, communication, interpersonal, satisfaction, consumers
|
2016-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22705 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v1i2.22705 | |
| 1671881 | #7423 | ANALISIS PENGARUH UNSUR MODAL SOSIAL TERHADAP KEBERHASILAN KELOMPOK WANITA TANI MAMA CERIA DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN |
zahra, mezi hanifah Afrizal, Roni Nefri, John |
Abstrak Kelompok Wanita Tani (KWT) Mama Ceria merupakan penerima Program Bantuan Peningkatan Populasi Ternak di Kabupaten Padang Pariaman. Keberhasilan kelompok ini dipengaruhi oleh unsur modal sosial seperti kepercayaan/trust, jaringan social/network, hubungan timbal balik/reciprocity, dan norma/norm. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh unsur modal sosial secara simultan terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria, dan (2) menganalisis pengaruh parsial terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menitikberatkan pada kelompok tani tanaman pangan dan menyatakan seluruh unsur modal sosial berpengaruh signifikan, penelitian ini menemukan bahwa hanya jaringan sosial dan norma yang berpengaruh signifikan secara parsial. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif melalui pendekatan sensus terhadap 20 anggota kelompok serta dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh unsur modal sosial secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria. Secara parsial, jaringan sosial dan norma memberi kontribusi nyata, terutama dalam hal akses bantuan, pelatihan, kedisiplinan, dan kohesi kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan sosial internal dan eksternal menjadi faktor penentu keberlanjutan kelompok wanita tani di sektor peternakan.Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, Modal Sosial, Keberhasilan Kelompok, Bantuan Ternak.AbstractThe Mama Ceria Women Farmers Group (FWG) is a recipient of the Livestock Population Increase Assistance Program in Padang Pariaman Regency. The success of this group is influenced by social capital elements such as trust, networks, reciprocity, and norm. This study aims to: (1) analyze the influence of social capital elements simultaneously on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group, and (2) analyze the partial influence on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group. In contrast to previous studies that focused on food crop farmer groups and stated that all elements of social capital had a significant influence, this study found that only social networks and norms had a partial significant influence. The study was conducted using a quantitative method through a census approach to 20 group members and analyzed through multiple linear regression using SPSS software. The results of the analysis is all elements of social capital together have a significant influence on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group. Partially, social networks and norms make a real contribution, especially in terms of access to assistance, training, discipline, and group cohesion. These findings confirm that internal and external social forces are determining factors for the sustainability of women farmer groups in the livestock sector.Keywords: Women Farmers Group, Social Capital, Group Success, Livestock Assistance.
|
sosial ekonomi pertanian | 2025-12-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65115 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.65115 |
| 1671880 | #7423 | RESPON PETANI DALAM PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SAYUR SEBAGAI PUPUK KOMPOS PADA KOMODITAS SAYURAN DI DESA CIKIDANG KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT |
Insani, Riyyan Sulistyowati, Dwiwanti Pradiana, Wida |
AbstrakJawa Barat merupakan salah satu daerah penghasil sayuran dan buah-buahan semusim. Salah satu daerah penghasil komoditas sayuran terbesar di Jawa Barat adalah Kabupaten Bandung Barat, khususnya di Desa Cikidang Kecamatan Lembang. Produksi sayuran yang tinggi akan menghasilkan limbah yang tinggi. Biasanya limbah tersebut dibiarkan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya respon petani untuk memanfaatkan limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan, menganalisis indikator yang berhubungan, dan menganalisis indikator apa yang harus ditingkatkan untuk memacu respon petani dalam pemanfaatan limbah organik sayur sebagai pupuk kompos. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan Juli 2020 di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang menggunakan quota sampling. Variabel penelitian terdiri dari karakteristik individu, faktor eksternal dan respon petani. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, korelasi rank spearman, dan Kendall’s W. Hasil penelitian menunjukan bahwa respon petani termasuk kedalam kategori sedang. Indikator yang berhubungan nyata adalah adalah tingkat pendidikan formal, lama berusahatani, dan kegiatan penyuluhan. Indikator yang harus ditingkatkan adalah keterampilan petani. Pada penelitian selanjutnya, diharapkan dapat mengkaji variabel dan indikator baru agar lebih baik dari penelitian ini.AbstractWest Java is one of the producing areas of annual vegetables and fruits. One of the biggest vegetable commodity producing regions in West Java is West Bandung Regency, especially in Cikidang Village, Lembang District. High vegetable production will produce high waste. Usually the waste is left. This is caused by the low response of farmers to utilize the waste. This study aims to describe, analyze related indicators, and analyze what indicators should be improved to stimulate the response of farmers in the utilization of vegetable organic waste as compost. This research was conducted from March to July 2020 in Cikidang Village, Lembang District, West Bandung Regency. The research sample consisted of 30 people using quota sampling. The research variables consisted of individual characteristics, external factors and farmers' responses. Data analysis techniques used were descriptive analysis, Spearman rank correlation, and Kendall's W. The results showed that the response of farmers included in the medium category. Significantly related indicators are the level of formal education, length of work, and extension activities. Indicators that need to be improved are farmers' skills. In the next research, it is expected to be able to study new variables and indicators to be better than this research.
|
2020-08-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28656 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v5i1.28656 | |
| 1671879 | #7423 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR PETANI TANAMAN HORTIKULTURA DI SULAWESI SELATAN |
Hamjaya, Ronal Gunawan Rukmana, Didi Lumoindong, Yopie |
AbstrakSubsektor hortikultura telah berkontribusi secara nyata dalam mendukung perekonomian nasional maupun dalam penyerapan tenaga kerja. Peningkatan produksi tanaman hortikultura khususnya kacang panjang, cabai rawit, dan tomat di Provinsi Sulawesi Selatan tidak dapat menjadi ukuran jika petaninya juga tidak sejahtera. Hal ini dapat dilihat dimana perkembangan nilai tukar petani tanaman hortikultura cenderung fluktuatif setiap tahunnya. Salah satu indikator yang dapat mengukur tingkat kesejahteraan petani adalah nilai tukar petani (NTP). Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh luas lahan, jumlah produksi, harga komoditas kacang panjang, cabai rawit, dan tomat terhadap nilai tukar petani tanaman hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam upaya mendapatkan data yang diperlukan untuk penelitian ini, maka dilakukan pengumpulan data dengan cara melakukan metode studi pustaka. Salah satu cara untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi NTP yakni menggunakan metode regresi linear berganda. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu variabel luas panen, jumlah produksi, harga jual komoditas kacang panjang, cabai rawit, dan tomat secara simultan mempengaruhi nilai tukar petani tanaman hortikultura (NTPH). Kemudian pengujian variabel harga jual komoditas cabai rawit dan tomat secara parsial mempengaruhi NTPH. Saran yang dapat diberikan yaitu kepada pemerintah diharapkan dapat merancang kebijakan yang efektif guna mendorong semangat berusaha tani bagi petani.Kata kunci: nilai tukar petani, hortikultura, kesejahteraan petaniAbstractThe horticulture sub-sector has contributed significantly in supporting the national economy as well as in the absorption of labor. Increased production of horticultural crops, especially long beans, cayenne pepper, and tomatoes in South Sulawesi Province cannot be a measure if the farmers are also not prosperous. It can be seen where the development of horticultural crop farmers' exchange rate tends to fluctuate every year. One indicator that can measure the level of farmer welfare is the farmer's exchange rate (NTP). The objectives to be achieved in this study are to analyze the effect of land area, production amount, commodity prices of long beans, cayenne pepper, and tomatoes on the exchange rate of farmers in the Horticultural Crops Subsector of South Sulawesi Province. In an effort to obtain the data needed for this research, data was collected by means of a literature study method. One way to test the factors that influence NTP is to use the multiple linear regression method. The conclusion of this research is that the variables of harvested area, amount of production, selling price of long beans, cayenne pepper, and tomatoes simultaneously affect the exchange rate of horticultural crops farmers (NTPH). Then the testing of the commodity selling price of cayenne pepper and tomato partially affects NTPH. Suggestions that can be given are that the government is expected to be able to design effective policies to encourage the spirit of farming for farmersKeywords: farmer’s exchange rate, horticulture, farmer welfare
|
2022-07-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/39467 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v7i1.39467 | |
| 1671878 | #7423 | STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BUAH CIPLUKAN (Physalis peruviana) DI WAAIDA FARM, JAWA BARAT |
Akbar Nugraha, Muhammad Kemalvin Ernah, Ernah |
ABSTRAKWaaida Farm merupakan perusahaan pionir agribisnis ciplukan berjenis Physalis peruviana di Indonesia. Waaida Farm mulai fokus untuk membudidayakan ciplukan karena melihat besarnya peluang pasar ciplukan di Indonesia. Namun sejauh ini Waaida Farm baru mampu memenuhi permintaan dari Pulau Jawa disebabkan oleh produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi mengenai strategi pengembangan agribisnis ciplukan berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal yang dapat dilakukan di Waaida Farm. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif kualitatif dan teknik penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi literatur. Dalam menentukan strategi pengembangan yang tepat, diperlukan analisis matriks IFAS, EFAS, IE, SWOT dan QSP. Hasil analisis SWOT menghasilkan lima rumusan strategi yang dapat diterapkan oleh Waaida Farm. Hasil analisis matriks QSP menghasilkan prioritas strategi yang tepat untuk diterapkan oleh Waaida Farm yaitu menginvestasikan profit perusahaan untuk pembelian boks pendingin yang berguna untuk mengatasi kekurangan produksi di periode tertentu dan meningkatkan angka penjualan. Kata kunci: Ciplukan, Strategi Pengembangan Agribisnis, SWOT, QSPM.ABSTRACTWaaida Farm is a pioneer company of agribusiness of Physalis peruviana “ciplukan” in Indonesia. Waaida Farm started its cultivation of “ciplukan” with the considerations of “ciplukan” that has a big market opportunity. However, Waaida Farm could just fulfill the demand from Java so far because of its low production. The object of this research is to give a solution regarding the agribusiness developing strategy of “ciplukan” based on internal and external factors analysis which can be done at Waaida Farm. This research uses descriptive-qualitative design and study case research technique. Data collecting method used in this research is through interview and literature study. In needs to find the right developing strategy, there needs to be a matrix analysis of IFAS, EFAS, IE, SWOT and QSP. The SWOT analysis resulted five strategy formulations that can be implemented at Waaida Farm. The matrix QSP analysis resulted the right priority strategy for Waaida Farm, that is to invest the company’s profit for purchasing cooler boxes to overcome production shortages in certain periods and to increase the number of sales.Keywords: “Ciplukan”, Agribusiness Developing Strategy, SWOT, QSPM.
|
2018-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20664 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i2.20664 | |
| 1671877 | #7423 | KARAKTERISTIK KONSUMEN DAN POLA PERILAKU BERBELANJA PANGAN PREMIUM: STUDI KASUS PADA PEMASARAN PRODUK BERLABEL SEHAT |
Utami, Hesty Nurul Pratiwi, Putri Gita Wiyono, Sulistyodewi Nur |
Konsumsi produk pangan semakin meningkat di kalangan konsumen saat ini karena berbagai alasan terutama kesehatan dan keamanan pangan. Perusahaan produk pangan memperoleh peluang untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar ini dengan menciptakan bebagai inovasi produk pangan berlabel pangan sehat yang dijual dengan harga premium. Penelitian ini melakukan survei kepada konsumen produk pangan tempe premium yang sudah tersertifikasi menunjukkan hasil bahwa target pasar produk tempe sehat ini adalah kelompok dewasa yang sebagian besar secara rutin berbelanja produk ini sebanyak tiga kali dalam satu minggu sehingga dikategorikan sebagai pelanggan setia. Alasan terbanyak pembelian produk tempe premium berlabel sehat ini adalah karena produk dan harga produk tempe ini dinilai berkualitas yang dianggap dapat memberikan manfaat kesehatan saat dikonsumsi, dan harga yang dibayarkan sepadan dengan kualitas yang diterima konsumen. Keputusan pembelian konsumen juga dinilai strategis dan dekat secara lokasi pembelian dengan lokasi pelanggan. Promosi pemasaran yang banyak diterima konsumen adalah karena pemasar memberikan persuasi yang tepat kepada pelanggan membeli produk serta informasi mulut-ke-mulut yang dilakukan pelanggan lain. Penelitian ini memberikan kontribusi keilmuan terkait pemahaman pola perilaku berbelanja produk pangan berlabel premium dan kontribusi praktis terkait strategi bauran pemasaran produk pangan premium berdasarkan karakteristik target pasar.
|
perilaku konsumen, pemasaran pangan, agribisnis | 2025-06-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63512 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.63512 |