| ID ā | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671836 | #5605 | Desain Kalorimeter Bomb Biomassa dengan Metode Oksigen Dinamik |
Nurhilal, Otong Setianto, Setianto Suhanda, Anda |
Kandungan energi biomassa dapat diukur dengan kalorimeter bomb. Efektifitas kerja kalorimeter bomb ditentukan oleh proses terjadinya pembakaran sampel secara sempurna. Untuk menghasilkan pembakaran sempurna dibutuhkan tekanan yang cukup di dalam bomb kalorimeter tersebut. Cara konvensional adalah dengan memberikan oksigen secara statis hingga tercapai kondisi tekanan sekitar 30 atm. Cara non konvensional adalah dengan memberikan oksigen kedalam bomb secara kontinu (dinamis) hingga mencapai debit tertentu yang optimal. Pada penelitian ini telah dirancang kalorimeter bomb dengan sistem input oksigen secara kontinu. Untuk pencatatan perubahan temperatur air pada kalorimeter bomb digunakan sensor temperatur berbasis mikrokontroler arduino uno. Variasi debit oksigen yang diberikan adalah 3 liter/menit, 5 liter/menit dan 7 liter/menit. Sampel biomassa yang digunakan untuk pengujian adalah biobriket kulit kopi, biobriket tempurung kelapa dan biobriket kayu kaliandra. Hasil pengujian ketiga jenis biobriket tersebut diperoleh nilai kalor untuk kulit kopi, tempurung kelapa dan kayu kaliandra masing-masing adalah 3555,1 kal/gram, 3717,4 kal/gram dan 4085,8 kal/gram pada debit oksigen 7 liter/menit. Nilai kalor hasil pengujian ini mendekati nilai kalor ketiga jenis biobriket yang diuji dengan kalorimeter bomb standar.
|
2017-07-24 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15355 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v1i02.15355 | |
| 1671835 | #5605 | Advancing Aviation Meteorology: Airport Visibility Prediction Using Random Forest Regressor On Integrated Metar Parameters |
Kharisma, Adilaksa Fadhillah, Muhammad Haryanto, Yosafat Donni |
To provide accurate and reliable visibility information in support of aviation safety at Soekarno-Hatta International Airport, a visibility prediction system was developed using the Random Forest Regressor algorithm based on 2024 METAR data. Visibility is a critical parameter for flight safety, particularly under adverse weather conditions. The dataset includes wind direction and speed, temperature, dew point, air pressure, weather phenomena, and cloud parameters that were numerically encoded. After preprocessing and quality control, the data was input into a Random Forest model optimized using Grid Search. Evaluation results show strong predictive performance with an R² value of 0.8736, MAE of 607.45 m, and RMSE of 772.29 m. Feature importance analysis identified haze, temperature, and mist as the most influential factors affecting visibility. These findings demonstrate that integrating meteorological observational data with machine learning approaches can provide accurate visibility predictions to support aviation operational decision-making.
|
2025-08-05 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65464 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v9i2.65464 | |
| 1671834 | #5605 | Studi Perbandingan Tingkat Kecerahan Langit Dengan Menggunakan Kamera Smartphone dan Sky Quality Meter berbantuan Tracker |
Baiddiun, Ruslin Zainal Pramudya, Yudhiakto Okimustava, Okimustava |
Pengukuran kecerahan langit memiliki daya tarik yang sangat besar bagi astronom pemula. Berbagai metode dan cara digunakan dalam menentukan tingkat kecerahan langit. Langit yang gelap dengan benda-benda langit yang jelas terlihat merupakan kondisi langit yang cerah. Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta selama 8 malam, pada malam Bulan tidak tampak di ufuk. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan SQM (Sky Quality Meter) dan kamera Smartphone berbantuan Software Tracker. Dalam penelitian ini, penggunaan SQM (Sky Quality Meter) merupakan pembanding dari data yang dihasilkan oleh gambar dari Smartphone yang ekstrak dengan menggunakan Software Tracker. Data kedua alat ukur tersebut berbeda, hal ini dapat dilihat dari perbedaan hasil keluaran data yang dihasilkan, pada SQM (sky Quality Meter) memiliki data keluaran berupa MPSAS (mag/arcsec2) sedangkan pada Software Tracker, data keluaran berupa luminance (cd/m2). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kecerahan langit yang ditunjukan berdasarkan data SQM adalah tingkat gelapnya malam, sedangkan pada kamera Smartphone berbantuan Software Tracker menghasilkan nilai Luminance (cd/m2) menunjukan tingkat pencahayaan yang ada pada wilayah yang diamati.
|
2021-03-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31187 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v5i1.31187 | |
| 1671833 | #5605 | Pemanfaatan Arang Aktif Eceng Gondok Untuk Material Elektroda Superkapasitor |
Nurhilal, Otong Nisa Putri, Lola Oktalita |
Arang aktif dari eceng gondok telah dikarakterisasi untuk elektroda superkapasitor. Proses aktivasi dilakukan dengan ZnCl2 30% dengan perbandingan massa serbuk eceng gondok dengan ZnCl2 1:3 dan proses karbonisasi eceng gondok dilakukan pada suhu 800°C selama 1 jam. Arang aktif selanjutnya dibuat elektroda dan dilakukan uji elektrokimia dengan elektrolit H2SO4 dengan variasi konsentrasi 1M, 2M dan 3M. Arang aktif yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy ā Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX); X-Ray Diffraction (XRD), dan Four Point Probe (FPP) untuk menentukan nilai konduktivitas, sedangkan kinerja dari elektroda superkapasitor dikarakterisasi menggunakan Cyclic Voltammetry untuk menentukan nilai kapasitansi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa komposisi arang aktif eceng gondok dengan persentase massa karbon 48,22% dengan persentase atomic yaitu 73,24% dengan permukaan sampel heterogen, memiliki struktur atom berbentuk amorf dan derajat kristalinitas arang aktif eceng gondok sebesar 15,93% serta nilai konduktivitas sebesar 4,59 S/m. Nilai kapasitansi yang didapatkan berdasarkan variasi elektrolit H2SO4 1M, 2M dan 3M yaitu 8,85 F/g, 12,80 F/g dan 15,98 F/g. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi elektrolit H2SO4 yang diberikan maka nilai kapasitansi superkapasitor yang dihasilkan juga semakin besar
|
2022-08-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/39913 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v6i2.39913 | |
| 1671832 | #5605 | IDENTIFIKASI STRUKTUR SESAR MENGGUNAKAN DATA ANOMALI BOUGUER DAERAH SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR | Tazali, Muhammad Januar |
Berdasarkan peta geologi lembar Samarinda, Samarinda memiliki struktur sesar, antiklinorium dan sinklinorium Samarinda, sehingga perlu dilakukan identifikasi kedudukannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur sesar daerah Samarinda menggunakan data Anomali Bouguer Bureau Gravimetrique International (BGI). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Bureau Gravimetrique International (BGI), data dianalisis sehingga diperoleh kontur anomali bouguer lengkap dan di filter sehingga diperoleh anomali regional dan anaomli residu dalam bentuk kontur. Residu anomali dibuat bagian yaitu AB, CD dan dimodelkan dalam 2D menggunakan Grav2Dc, kemudian diinterpretasi sehingga diperoleh struktur geologi. Hasil penelitian berdasarkan model 2D struktur sesar naik yang berarah barat laut ke tenggara pada bagian AB berjarak berjarak 19,2 km dengan nilai anomali residu antara -6,06 mGal sampai 11,8 mGal, dan bagian CD pada jarak 18 km dengan nilai anomali residu -3,52 mGal sampai 4,2 mGal.Kata Kunci : Anomali Bouguer, Sesar, Bagian.
|
2024-08-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/53055 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v8i2.53055 | |
| 1671831 | #5605 | Eksperimen Pengkondisian Brine di Lingkungan Basa pada Skala Lab Untuk Pencegahan Silica Scaling di Sumur Injeksi Pada Kolam Penampungan di PLTP Dieng Jawa Tengah |
Mulyana, Cukup Ramdani, R Riveli, Nowo |
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berdominasiĀ air di Dieng memiliki permasalahan dengan pengendapan silika (silica scaling), yang terjadiĀ ketika brine keluar dari separator untuk diinjeksikan kembali ke perut bumi. Endapan silika menyumbat rekahan batuan tempat jalur lewatnya air, akibatnya kebutuhan debit airĀ sumber panas bumi terganggu. Konsentrasi silika terlarut dalam brine di PLTP Dieng 1400 mg/L, ketika terjadi penengendapan silika kinerja PLTP terganggu ditandai dengan menurunnya daya pembangkit yang dihasilkan.Ā Penanggulangan yang selama ini dilakukan adalah menampung terlebih dahuluĀ brine di kolam penampungan, membiarkannya untuk beberapa lama agar silikanya mengendap baru di injeksikan ke perut bumi. Tulisan ini melaporkan hasil penelitian perlakuan terhadap sampel brine yang diambil dari lapangan di PLTP Dieng dalam keadaan basa yang dilakukan di laboratorium. Tujuannya adalah mendapatkan pada kondisi pH berapa silika akan efektip mengendap yang kemudian kelarutannya tetap stabil. Selain itu dicari jenis inhibitor basa apa yang terbilang efektip untuk perlakuan ini. Langkah eksperimen yang dilakukan adalah mengambil sampel brine yang berada di Dieng. Pertama dilakukan pembuatan larutan kerja dari hasil pengenceran natrium metasilika yang diperlukan untuk pembuatan kurva standar absorbansi terhadap konsentrasi silika terlarut. Selanjutnya dilakukan pembuatan sampel brine dengan beberapa pengenceran dan diuji kandungan silika terlarutnya. Langkah berikutnya dilakukan pengkondisian lingkungan basa untuk brine yaitu dengan menambahkan basa kuat NaOH dan KOH untukeberapa nilai pH. Selanjutnya diukur kembali sifat kelarutan silikanya sebagai fungsi waktu. kemudian dilakukan pengujian dengan larutan reagen molibdosilikat, larutan HCl dan larutan asam oksalat. Konsentrasi silika d dalam sampel birne diperoleh melalui pengukuran absorbansi dengan menggunakan spektrofotometer UV/Vis pada panjang gelombang 410 nm. Berdasarkan hasil penelitian konsentrasi silika yang dalam brine yang keluar dari separator berkisar antara 1312,42 mg/L - 1330,89 mg/L. Kemudian dari hasil pengkondisian lingkungan basa diĀ pH 9, NaOH dapat menurunkan konsentrasi silikaĀ 49,12 %,Ā sedangkan pengkondisian lingkungan basa dengan KOH di nilai pH 9,5 dapat menurunkan konsentrasi silika 18,84 %.
|
2018-01-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15342 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v2i1.15342 | |
| 1671830 | #5605 | Studi proses sintesis serbuk nano ZnO beserta karakterisasi |
Afrilia, Choiry Ghina Aprilia, Annisa Safriani, Lusi Bahtiar, Ayi Hanavi, Davi Putri |
Studi pembuatan beserta karakterisasi serbuk ZnO berukuran sub-nano telah berhasil dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk membuat lapisan tipis ZnO yang berasal dari serbuk ZnO yang disintesis menggunakan metode sol-gel pada bersuhu rendah (150°C). Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses pencucian ketika sintesis, yang berkaitan dengan keberhasilan dalam pembentukan kristal ZnO pada temperatur rendah. Untuk mengetahui sifat optik, morfologi serta struktur dari serbuk ZnO, dilakukan beberapa karakterisasi menggunakan spektroskopi UV-Vis, spektroskopi FTIR, spektroskopi fotoluminesensi (PL), scanning electron microscopy (SEM), tunnelling electron microscopy (TEM) dan difraksi sinar-X (XRD). Berdasarkan spektrum absorbansi dan fotoluminesensi, energi gap nanopartikel ZnO sekitar 3,25 eV. Puncak emisi yang teramati pada panjang gelombang daerah ultra-violet (381 nm) berkaitan dengan nilai energi gap. Sedangkan puncak emisi pada daerah hijau-kuning menunjukkan defect berupa oxygen vacancy dan surface trap. Hasil karakterisasi FTIR, ikatan Zn-O telah terbentuk dan mendominasi, meskipun masih adanya keberadaan gugus karbonil yakni ikatan C=O dan ikatan C-O. Hal tersebut kemungkinan besar berkaitan dengan proses pemanasan yang hanya mencapai 150°C. Sedangkan, kemurnian tinggi dimiliki film tipis yang ditandai dengan ketidakberadaannya gugus karbonil pada spektrum FTIR dan hanya menyisakan gugus Zn-O saja. Berdasarkan karakterisasi SEM dalam bentuk film tipis, ukuran partikel yang dapat teramati berkisar 50 nm. Sedangkan berdasarkan hasil pengukuran menggunakan TEM pada serbuk ZnO, ukuran partikel terkecil berkisar 15 nm. Berdasarkan hasil karakterisasi XRD, serbuk nano dan lapisan tipis ZnO memiliki struktur kristal hexagonal wurtzite. Berdasarkan dari hasil penelitian ini diketahui bahwa proses sintesis dengan pemanasan suhu rendah dapat menghasilkan serbuk ZnO berukuran nano, yang selanjutnya dapat dibuat dalam bentuk lapisan tipis ataupun sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
|
2019-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/23063 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v3i2.23063 | |
| 1671829 | #5605 | Analisis Sifat Fisis Tanah pada Stabilitas Tanah Lempung dengan Penambahan Kapur Tohor (CaO) |
Sipangkar, Shela Octavia Yoza Fendriani, Mardian Peslinof, |
Tanah lempung kurang baik dijadikan tanah dasar pembangunan jalan sehingga perlu distabilisasi dengan kapur agar memperbaiki sifat fisis tanah lempung. Tujuan penelitian yaitu melakukan Pengujian Sifat Fisis Tanah Lempung dengan variasi penambahan kapur, melakukan analisis terhadap hasil uji sifat fisis tanah lempung dengan penambahan kapur tohor (CaO) dan melakukan analisis stabilitas tanah lempung berdasarkan uji sifat fisis tanah yang dilakukan. Metode penelitian adalah metode eksperimen pengujian laboratorium meliputi pengujian konsistensi atterberg, pengujian berat jenis dan analisa saringan. Hasil penelitian adalah tanah tanpa campuran memiliki indeks plastisitas, berat jenis dan analisa saringan secara berturut sebesar yaitu 14,48%, 2,57gr/cc dan 98,34%, tanah dengan campuran kapur 2,5% memiliki indeks plastisitas dan berat jenis sebesar 12,54% dan 2,72gr/cc, tanah dengan campuran kapur 5% memiliki indeks plastisitas dan berat jenis sebesar 10,81% dan 2,75gr/cc, tanah dengan campuran kapur 7,5% memiliki indeks plastisitas dan berat jenis sebesar 8,62% dan 2,77gr/cc, tanah dengan campuran kapur 10% memiliki indeks plastisitas dan berat jenis sebesar 5,51% dan 2,78 gr/cc, tanah dengan campuran kapur 12,54% memiliki indeks plastisitas dan berat jenis sebesar 3,83% dan 2,79gr/cc , tanah dengan campuran kapur 15% memiliki indeks plastisitas dan berat jenis sebesar 1,92% dan 2,81gr/cc. Kesimpulan penelitian bahwa semakin besar persen penambahan kapur tohor (CaO) maka akan semakin besar nilai berat jenis dan batas plastis tanah lempung sedangkan untuk nilai batas cair dan indeks plastisitasnya semakin menurun. Stabilitas tanah lempung akan semakin stabil jika persentase penambahan kapur tohor (CaO) semakin besar.
|
2023-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/42070 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v7i1.42070 | |
| 1671828 | #5605 | Energi Total Keadaan Eksitasi Atom Litium dengan Metode Variasi |
Kin Men, Liu Setianto, Setianto |
Atom Litium adalah suatu atom yang mempunyai 3 buah elektron pada kulitnya. Pada keadaan eksitasi, satu elektron menduduki orbital 1s dan dua elektron lainnya menduduki orbital 2s. Fungsi gelombang total keadaan eksitasi ditentukan melalui ekspansi determinan Slater. Hamiltonian total merupakan gabungan dari Hamiltonian masing-masing elektron dan suku interaksi di antara ketiga elektron bersangkutan. Dengan diperolehnya fungsi gelombang total dan Hamiltonian total, maka energi total keadaan eksitasi Ā atom Litium dapat ditentukan. Perhitungan dilakukan dengan metode variasi dan diperoleh
|
2017-01-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10912 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v1i01.10912 | |
| 1671827 | #5605 | Pengembangan Sensor Fluoresensi Berbasis Carbon Quantum Dots dalam Deteksi Bakteri Escherichia Coli |
Bahtiar, Ayi Sahara, Cici Citria Aulia Ramadhani, Putri Zahra Oktaviani, Anisa Aulia, Azfa Salsabil, Siti Aldora |
Carbon Quantum Dots (CQDs) adalah nanomaterial yang memiliki sifat fluoresensi yang unik. CQDs telah digunakan dalam berbagai aplikasi sensor, termasuk deteksi senyawa organik, logam berat, dan berbagai jenis mikroorganisme. Keunggulan CQDs terletak pada kemampuannya dalam berfluoresensi yang sangat sensitif dan spesifik ketika berinteraksi dengan target tertentu. Dalam penelitian ini, CQDs disintesis menggunakan metode hidotermal, dengan asam sitrat sebagai sumber karbon dan urea sebagai sumber dopan nitrogen. Doping nitrogen berfungsi untuk meningkatkan intensitas fluorosesnsi dari CQDs. Selanjutnya, CQDs hasil sintesis dikonjugasikan dengan peptida cecropin P1 dan digunakan untuk mendeteksi bakteri Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli merupakan salah satu mikroorganisme patogen yang dapat menularkan berbagai penyakit bila masuk tubuh manusia melalui makanan dan minuman, salah satunya adalah diare. Hasil pengukuran spektrum fotoluminisensi menunjukkan bahwa CQDs mampu mendeteksi bakteri Escherichia coli, dimana intensitas flurosensi CQDs berkurang seiring meningkatnya penambahan volume bakteri yang diberikan. Konjugasi cecropin P1 pada CQDs mampu meningkatkan sensitivitas CQDs 2 (dua) kali lebih tinggi dalam mendeteksi bakteri Escherichia coli, dibandingkan dengan CQDs saja. Hasil penelitian ini menawarkan alternatif biosensor untuk mendeteksi bakteri Escherichia coli yang lebih sensitif dan cepat.
|
2025-02-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56631 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v9i1.56631 | |
| 1671826 | #5605 | Pengujian Konsentrator Cahaya Tipe Fixed-Mirror Distributed Focus (FMDF) dengan Penerima Berbahan Besi |
Putera, Dimas Panglima Nurhilal, Otong |
Konsentrator cahaya adalah salah satu perangkat kolektor yang mampu mengkonsentrasikan cahaya pada satu titik melalui proses pemantulan dari cermin cekung/parabola. Salah satu tipe konsentrator adalah tipe Fixed-Mirror Distributed Focus (FMDF). FMDF adalah kolektor cahaya dengan posisi dan sudut reflektor tetap. Adapun penerima akan bergerak mengikuti pergerakan titik fokus yang dihasilkan reflektor. Pada penelitian ini telah dibuat FMDF dengan diameter lingkaran parabola 56 cm dan kedalaman 15 cm. Sebagai reflektor digunakan cermin datar dengan ukuran 2 x 2 cm yang ditempelkan pada permukaan parabola. Cahaya yang digunakan berasal dari lampu incandesent 275 Watt yang diatur intesitasnya dengan dimmer. Dalam pengujian alat FMDF dilakukan tiga variasi waktu lamanya penyinaran yaitu 5 menit, 10 menit dan 15 menit untuk setiap sudut datang dan intensitas cahaya. Dari hasil pengujian diperoleh nilai temperatur tertinggi untuk masing-masing variasi waktu sebesar 40,2°C, 41,2°C, dan 42,1°C pada intenitas 2100 lux dengan sudut datang cahaya tegak lurus terhadap permukaan FMDF. Dari hasil perhitungan efisiensi diperoleh nilai efisiensi menurun dengan lamanya penyinaran dan meningkatnya intensitas.
|
2018-08-10 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/19713 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v2i2.19713 | |
| 1671825 | #5605 | Pemanfaatan Eceng Gondok sebagai Adsorben Pb Asetat | Nurhilal, otong |
Eceng gondok (EG) merupakan jenis tanaman yang tumbuh dengan cepat dan dianggap sebagai gulma. EG mengandung sekitar 70% lignoselulosa yang bisa dimanfaatkan untuk bahan arang aktif. Pada penelitian ini EG telah dibuat sebagai arang aktif melalui proses karbonisasi pada temperatur 400oC dan aktivasi dengan aktivator ZnCl2 30%. Karakterisasi yang dilakukan yaitu uji proksimasi dan uji luas permukaan dengan metode BET. Arang aktif yang dihasilkan digunakan sebagai adsorben larutan Pb asetat buatan. Dari hasil pengujian proksimasi diperoleh kadar karbon terikat 37,79 %. Morfologi arang aktif setelah diaktivasi memiliki volume pori sebesar 0,055 cc/g dan luas permukaan spesifik sebesar104,32 m2/g. Pengukuran adsorben limbah Pb asetat dilakukan dengan mencampurkan arang aktif ke dalam larutan Pb asetat dengan variasi konsentrasi 4 ppm, 8 ppm, dan 12 ppm. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan konsentrasi larutan Pb asetat mengalami pengurangan setelah dicampurkan dengan arang aktif. Pada arang aktif 0,5 gram penurunan terbesar terjadi pada konsentrasi limbah Pb asetat 12 ppm dengan waktu kontak selama 20 menit, konsentrasi larutan Pb asetat berkurang menjadi 0,59 ppm dengan persentase larutan Pb asetat yang terserap sebesar 23,75 %. Sementara pada arang aktif 0,8 gram penurunan terbesar terjadi pada konsentrasi limbah Pb asetat 12 ppm dengan waktu kontak selama 30 menit, konsentrasi larutan Pb asetat berkurang menjadi 0,73 ppm dengan persentase larutan Pb asetat yang terserap sebesar 27,69 %.
|
2020-02-18 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26150 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v4i1.26150 | |
| 1671824 | #5605 | Pemetaan Tingkat Kerawananan Banjir Di Kota Jambi Menggunakan Metode Scoring Dan Overlay Berbasis Sistem Informasi Geografis |
Pryastuti, Lusiani -, Rustan MZ, Nasri |
ABSTRAKPenelitian ini mengenai pemetaan kerawanan banjir di Kota Jambi pada tahun 2019 menggunakan metode scoring dan overlay dengan bantuan software Arc Gis. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir dan persebaran lokasi serta luasan daerah rawan banjirnya. Dalam penelitian ini menggunakan lima parameter penyebab kerawanan banjir, diantaranya parameter kemiringan lahan atau kelerengan, parameter ketinggian lahan, parameter penggunaan lahan, parameter jenis tanah, serta parameter curah hujan Kota Jambi pada tahun 2019. Adapun untukĀ tingkat kerawanan banjirnya dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kategori cukup rawan, kategori rawan, dan kategori sangat rawan. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah sebagian besar Kota Jambi dapat dikatakan bahwa tingkat kerawanan banjirnya berada di kategori rawan, sedangkan untuk wilayah yang di dominasi cukup aman terhadap banjir adalah Kecamatan Jambi Selatan. Luasan wilayah banjir untuk kategori sangat rawan adalahĀ sekitar 3909,46 Ha, untuk kategori rawan sekitar 9254,82 Ha, sedangkan kategori cukup rawan atau dapat dikatakan cukup aman terjadi bencana banjir adalah sekitar 2849,14 Ha.Kata kunci : Banjir, Scoring, Overlay, SIGĀ ABSTRACTThis research is about mapping flood insecurity in Jambi City in 2019 using scoring and overlay method with the help of Arc Gis software. In this study aims to find out the level of flood insecurity and the distribution of locations and areas prone to flooding. In this study, we used five parameters that cause flood insecurity, including land slope or marbles parameters, land level parameters, land use parameters, soil type parameters, and jambi city rainfall parameters in 2019. As for the level of flood insecurity is divided into three categories, namely the category is quite vulnerable, the category is vulnerable, and the category is very vulnerable. The result obtained in this study is that most of Jambi city can be said that the level of flood insecurity is in the category of vulnerable, while for areas that are dominated quite safely against flooding is South Jambi District. The area of flood area for the category of very vulnerable is about 3909,46 Ha, for the category of prone about 9254,82 Ha, while the category is quite vulnerable or can be said to be quite safe flood disaster is about 2849,14 Ha.Key Word : Flood, Scoring, GIS
|
2021-08-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/32860 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v5i2.32860 | |
| 1671823 | #5605 | Crystal Structure and Optical Property of Perovskite FAPbBr3 Single Crystals Synthesized by using Anti-Solvent Assisted Vapor Crystallization Method |
Sugandi, Adinda Sugandi Apriliani Nur Bahtiar, Ayi |
Perovskite formamidinium lead tribromide or FAPbBr3 single crystal has been intensively developed as a material for γ-ray detectors, which are very necessary in medical diagnostics in Positron Emission Tomography (PET) radio nuclear devices, in order to obtain high resolution and contrast images to accurately diagnose patient illnesses. This is because FAPbBr3 has high Z, low defect density, high mobility-lifetime (µāĻ) product, is stable against γ-ray exposure, and can be synthesized in the form of large-dimensional single crystals and low-cost films. In this work, FAPbBr3 single crystals were synthesized using the AVC (Anti-solvent assisted Vapor Crystallization) method. The FAPbBr3 crystal has dimension of 5 mm x 5 mm x 3 mm, a single cubic crystal structure and a gap energy of 2.10 eV. The XPS results show that all bonds originating from the constituent elements of the FAPbBr3 crystal are clearly observed. However, a single peak originating from O1s at 531.10 eV is clearly observed, indicating that the FAPbBr3 had undergone oxidation. Optimization of the synthesis methos is needed to prevent oxygen penetration into the crystal.
|
2025-08-05 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63613 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v9i2.63613 | |
| 1671822 | #5605 | Desain Sistem Kontrol Laju Aliran Massa Sprayer Menggunakan Pulse Width Modulation |
Alfath, Muhammad Adam Suroto, Bambang Joko |
Telah dibuat sistem kontroler laju aliran massa dari sprayer menggunakan metode pulse width modulation. PWM digunakan sebagai sinyal kontrol solenoid valve dimana didapatkan hasil bahwa pengaturan nilai frekuensi dan duty cycle untuk aktuator dapat mengendalikan keluaran aliran massa sprayer secara presisi. Dalam percobaan didapatkan bahwa perubahan duty cycle untuk frekuensi tetap berbanding lurus terhadap laju aliran massa output sprayer dengan koefisien determinasi R2=1,00
|
2019-01-29 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20621 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v3i1.20621 | |
| 1671821 | #5605 | Sistem Monitor Sinyal Partial Discharge (PD) Online Berbasis Teknologi Field Programmable Gate Array (FPGA) Untuk Kabel Listrik Tegangan Tinggi Menggunakan Pembangkit Pulsa Pico Sebagai PD Simulator | Emilliano, Emilliano |
Makalah ini berkontribusi untuk merancang sistem akuisisi data berkecepatan tinggi yang menggabungkan Teknologi FPGA komersial (ML405) dengan ADC dalam PIC mikrokontroler 16F877A yang memiliki resolusi 8 bit, resolusi pengambilan sampel 20 MS / s. Alat ini telah dikembangkan dan berhasil diuji di laboratorium. Sistem ini memungkinkan pengukuran dan penghitungan langsung sinyal transien dari generator pulsa Pico sebagai simulator sinyal Partial Discharge di lokasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah metode konvensional sistem deteksi Online Partial Discharge tidak dapat mendeteksi sinyal Partial Discharge lebih dari 5 Km dari gardu induk. Penelitian ini mengembangkan metode sistem deteksi Partial Discharge yang tidak konvensional dengan menggunakan sensor probe magnetik untuk mendeteksi sinyal Partial Discharge kabel bawah tanah Tegangan Tinggi (kabel XLPE ā Cross Linked Polyethylene Insulation) dari atas tanah dengan jarak tak terbatas. Keuntungan dari sistem ini adalah dapat dengan mudah digunakan dan menghitung sinyal Partial Discharge tanpa menggunakan osiloskop dan Komputer. Dalam pelaksanaan tes di laboratorium untuk rangkaian deteksi, ditunjukkan bahwa ia dapat mendeteksi sejumlah impuls dari Simulator Partial Discharge yang menggunakan Pembangkit Pulsa Pico dengan cukup akurat. Konsep ini akan digunakan di masa depan untuk mendeteksi sinyal Partial Discharge yang sesungguhnya yang dihasilkan oleh kabel bawah tanah berdaya tinggi di lapangan.Ā Kata kunci: Deteksi Partial Discharge, Teknologi FPGA, Kabel XLPE, Kabel Bawah Tanah Tegangan Tinggi, Pembangkit Pulsa Pico, Sistem Monitor Sinyal PD, PIC Mikrokontroller
|
2020-08-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28298 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v4i2.28298 | |
| 1671820 | #5605 | Uji Filtrasi Model Polutan Methylen Blue Menggunakan Membran Kulit Telur |
Fitrilawati, Fitri Gita Maulida, Yasmin Fauziah, Syakir, Norman |
Membran filtrasi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk pengolahan air limbah dengan prinsip pemisahan dan pemurnian air. Pada makalah ini dilaporkan hasil uji filtrasi model polutan Methylene Blue (MB) menggunakan membran sel telur (ES, Eggshell) yang diperoleh dari cangkang telur yang direndam dalam larutan asam asetat. Ā Pada uji filtrasi, 5 mg/L larutan MB dilewatkan membran dengan bantuan tekanan sebesar 3,4 atm. Hasil uji berupa volume permeat yang mengalir melalui membran dan penurunan konsentrasi permeat dibandingkan dengan konsentrasi MB awal. Konsentrasi permeat hasil filtrasi ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis melalui pengukuran penurunan absorbansi. Hasil pengujian menunjukkan molekul MB dapat dipisahkan dari air dengan menggunakan tiga lembar membran ES dengan nilai permeabilitas 3,64x10Ėāµ darcy dan nilai koefisien rejeksi rata-rata sebesar 30,6% .
|
2022-02-08 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37883 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v6i1.37883 | |
| 1671819 | #5605 | Pengaruh Nilai Kalor Terhadap Lamanya Waktu Pembakaran Briket Bioarang Biji Alpukat dan Biji Durian |
Tampubolon, Sonia Jumiati, Ety Lubis, Ridwan Yusuf |
Kebutuhan masyarakat yang terus meningkat sesuai dengan taraf hidup mereka, minyak pemanas (BBM) menempati posisi yang sangat utama dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional. Minyak bumi menjadi semakin terbatas seiring bertambahnya populasi karena semakin banyak orang menggunakannya untuk tujuan yang berbeda. Briket bioarang adalah bahan bakar alternative yang dibuat dari biomassa yang dapat memperbesar seperti limbah pertanian, kayu, atau biji-bijian. Penelitian ini berfokus pada penggunaan biji alpukat dan biji durian sebagai bahan baku briket bioarang. Riset ini bertujuan (i) untuk mengetahui pengaruh nilai kalor terhadap biji alpukat dan biji durian. (ii) Untuk mengetahui lamanya waktu pembakaran. Variasi komposisi biji alpukat dan biji durian yang diteliti adalah sampel A (25%:75%), sampel B (35%:65%), sampel C (75%:25%), sampel D (65%:35%). Dengan parameter nilai kalor dan laju pembakaran. KarakteristikĀ briketĀ bioarangĀ yangĀ diperolehĀ antaraĀ lainĀ : nilai calorimeter adalah 7036,63 kal/g - 7277,15 kal/g. Nilai laju pembakaran adalah 1,13g/menit - 1,47 g/menit. Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Kata kunci: briket, biji alpukat, biji durian, dan damar
|
2023-08-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/45890 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.45890 | |
| 1671818 | #5605 | Fabrikasi Sel Surya Tersensitisasi Dye dengan ZnO Nanorod sebagai Fotoanoda dan Material Spiro sebagai Hole Transport Material (HTM) |
Nurida, Afifah Chintia, Ayunita Sakkyananda, Sheila Aprilia, Annisa Susilawati, Tuti Mulyana, Cukup Safriani, Lusi |
Dalam penelitian ini, kombinasi antara oksida logam ZnO nanorod dan TiO2 mesopori telah berhasil digunakan sebagai fotoanoda pada sel surya tersensitisasi warna. Selain itu, untuk meningkatkan difusi muatan di dalam sel, digunakan spiro-TPD (N,Nā- Bis-(3-methylphenyl)-N,Nā-bis(phenyl)-9,9ā-spirobifluorene) sebagai lapisan penghantar hole (HTM-hole transport material). Lapisan tipis ZnO dengan/tanpa aluminium (ZnO:Al seed layer (0 wt%, 0,5 wt% dan 1 wt%)) digunakan sebagai seed layer (lapisan penumbuh) dan dideposisikan di atas substrat FTO menggunakan teknik spin coating. Kemudian, ZnO nanorod ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al seed layer menggunakan metode self-assembly dengan merendam FTO/ZnO:Al dalam larutan prekursor pada suhu 100°C selama 150 menit menggunakan oven elektrik. ZnO nanorod yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM, dan hasil pengukurannya memperlihatkan bahwa Ā ZnO nanorod yang ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al (0,5 wt%) memiliki diameter rata ā rata yang terkecil sebesar 123 nm dan estimasi panjang sekitar 1,11 μm. Hasil spektrum XRD memperlihatkan bahwa seluruh sampel ZnO nanorod memiliki struktur heksagonal wurtzite dengan orientasi bidang hkl (002), dan memiliki ukuran bulir sekitar 15-25 nm. Kombinasi ZnO nanorod dan TiO2 mesopori digunakan sebagai fotoanoda pada DSSC dengan struktur FTO/ZnO:Al/ZnO nanorod/TiO2/ruthenizer 535-bis TBA-dye/Spiro-TPD/ mosalit/Pt/FTO.Ā Efisiensi tertinggi yang berhasil dicapai adalah 0,46% di bawah penyinaran 30 mW/cm2 dengan menggunakan ZnO:Al seed layer (0,5 wt%).
|
2017-07-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/11195 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v1i02.11195 | |
| 1671817 | #5605 | Pembuatan Komposit Katoda Karbon Berpori-Sulfur dari Eceng Gondok | Nurhilal, otong |
Eceng gondok merupakan gulma yang mengandung lignoselulosa yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon berpori. Karbon berpori bisa dimanfaatkan dalam banyak aplikasi salah satunya adalah untuk komposit katoda pada baterai. Dalam komposit katoda, karbon berpori berperan sebagai matrik untuk meningkatkan kontak elektrik dengan bahan aktif baterai. Oleh karenanya matrik tersebut harus memiliki konduktivitas yang tinggi. Dalam aplikasi baterai litium sulfur karbon berpori digunakan untuk matrik sulfur yang memiliki konduktivitas yang rendah. Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan karbon berpori dari limbah eceng gondok dengan suhu karbonisasi 400Ā dan aktivator KOH 30%. Selanjutnya karbon berpori digunakan untuk komposit katoda sulphur/karbon pada baterai litium sulfur. Komposit dibuat dengan perbandingan karbon berpori dan sulfur 1:3, yang di panaskan pada suhu 155Ā selama 15 jam, serta di-anneling pada suhu 300Ā selama 0,5 jam. Hasil pengujian menunjukkan luas permukaan karbon berpori sebesar 62,53 /g, total volume 0,054 cc/g, konduktivitas sebesar 2,403 x 102 S/m, dan kandungan sulfur pada komposit sebesar 7,6%.
|
2021-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27820 buka_link ā Highlight_link 10.24198/jiif.v5i1.27820 |