Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↓ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1671816 #5605 Rancang Bangun Alat Deteksi Tanah Longsor Berbasis IoT dengan NodeMCU ESP8266 dan MPU6050 Utama, Rosa Mega
Sucahyo, Imam
Yantidewi, Meta
Tanah longsor adalah suatu proses geologi yang disebabkan oleh adanya perpindahan masa batuan maupun tanah. Secara umum tanah longsor disebabkan oleh kondisi geografis berupa pegunungan dan lereng serta curah hujan tinggi sehingga menyebabkan tanah menjadi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat deteksi tanah longsor dengan menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler dan MPU6050 sebagai sensor sehingga mampu mendeteksi percepatan bumi pada sumbu x, y, dan z dan kemiringan tanah. Alat deteksi tanah longsor ini berbasis Internet of Thing (IoT) sehinggga memungkinkan percepatan bumi dan kemiringan tanah dapat dipantau secara real-time. Alat ini dihubungkan dengan aplikasi yang dibuat menggunakan layanan cloud pada real-time database firebase dan MIT APP Inventor untuk membangun aplikasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alat dan aplikasi deteksi tanah longsor dapat bekerja sesuai dengan rancangan yaitu dapat menampilkan percepatan pergerakan dan kemiringan tanah secara real-time dan dapat menyampaikan status kondisi yaitu aman, wapada dan awas  dengan rata-rata error sebesar 0,419%.
2022-08-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40054 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i2.40054
1671815 #5605 Identification of Variations in Gravity Anomaly Values in the Geothermal Distribution Area of the Rantau Dedap Region, South Sumatra Leni, Arezzo Fabio Fentola Parinus Frezo
Alamsyah, Sultan Nanda
Azzahra, Istiqoma
This study identifies gravity anomaly values using the gravity method in the Geothermal distribution area of the Rantau Dedap area, anomaly data obtained from the TOPEX satellite. This study is located at coordinates 103.275⁰- 103.6917⁰ East Longitude and 3.9052⁰- 4.2876⁰ South Latitude. Free air and topographic anomaly data obtained were 625 data points along with topographic data. This study aims to support previous study with different methods and aims to support study data, especially in the field of geophysical exploration in looking at the subsurface geological structure of this region based on variations in gravity anomaly values. The Simple Bouguer Anomaly (SBA) obtained was in the range -37.2827 mGal to 34.4800 mGal. The Complete Bouguer Anomaly (CBA) value is -37.0843 mGal to 34.6802 mGal. The estimated value obtained is not too different from the Simple Bouguer Anomaly value so it produces the same contour pattern. Meanwhile, the Regional Anomaly obtained has a value of -36.8 mGal to 39.7 mGal and the Residual Anomaly value range is -16.1 mGal to 9.2 mGal. In the residual anomaly map, it can be seen that the anomaly values are positive and negative, this affects several things such as rock density, position and size of the rocks that produce the anomaly. Based on the results of variations in the magnitude of the gravity anomaly obtained, the results obtained are in very good agreement with the geological conditions of the study area.
2024-02-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/50650 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i1.50650
1671814 #5605 Analisis Kesuburan Tanah dan Residu Pemupukan pada Tanah dengan Menggunakan Metode Kemagnetan Batuan Almiati, Restu
Agustin, Eleonora
Unsur yang selalu ada dalam tanah adalah unsur besi (Fe) yang merupakan salah satu unsur magnetik. Ukuran tanah tersebut memiliki unsur magnetik ditunjukkan dengan nilai suseptibilitas magnetik. Suseptibilitas magnetik merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam metode kemagnetan batuan. Dalam penelitian ini akan dilihat perubahan nilai suseptibilitas magnetik dan variasi sifat mineral magnetik dalam tanah (XRD dan SEM-EDX) serta parameter lainnya meliputi pH, konduktivitas dan struktur tanah. Hal ini dapat memberikan informasi mengenai kesuburan tanah dikhususkan tanah lahan sawah yang dianggap sudah terdegradasi, jika dibandingkan dengan tanah hutan yang dianggap subur dan alami.Dari penelitian ini dapat dikatakan bahwa tanah hutan masih subur dan alami karena didominasi mineral magnetik magnetite (Fe3O4), pH netral, konduktivitas cukup besar dan berstruktur remah. Sedangkan tanah dari sawah dapat dikatakan sudah terdegradasi karena didominasi mineral magnetik pyrhotite (Fe7S8) yang diduga dari pemupukan dan titanohaematite (Fe2O3-FeTiO3) yang diduga menyebabkan tanah menjadi sangat basa. Selain itu pH tanah sawah netral cenderung basa, konduktivitas kecil dan struktur tanahnya remah. Adanya unsur Na dan Ca pada tanah sawah diduga merupakan sisa dari pemupukan.Kata kunci: kemagnetan batuan, suseptibilitas magnetik, mineral magnetik, kesuburan tanah.
2017-07-02 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/14414 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i02.14414
1671813 #5605 Synthesis of Paraffin-Based Phase Change Material (PCM) Composites with Expanded Graphite as a Cooling System for Solar Panels Azka, Muhamad Fauzan
Hidayat, Sahrul
Gultom, Noto Susanto
Setianto, Setianto
Nurhilal, Otong
The increase in the surface temperature of solar panels can reduce their efficiency. This issue can be mitigated through the implementation of cooling systems. One of the currently developed cooling methods involves the use of phase change materials (PCMs). Paraffin is the most commonly used PCM for solar panel cooling systems due to its melting point, which falls within the operating temperature range of solar panels. However, paraffin has a drawback in the form of low thermal conductivity. To overcome this limitation, paraffin is often composited with materials possessing high thermal conductivity, such as graphite. Graphite can also be expanded to alter its mechanical and thermal properties. The expansion of graphite using a solution of H₂SO₄ and K₂S₂O₈ can increase its surface area to 15.669 m²/g and 201.945 m²/g for 5% and 10% solid–liquid variation ratios, respectively. The addition of expanded graphite (EG) can also enhance the thermal conductivity of the PCM to 0.31 W/mK, 0.37 W/mK, and 0.44 W/mK with 5 wt%, 10 wt%, and 15 wt% EG additions, respectively. The paraffin-based PCM cooling system can reduce the average surface temperature by 15.36% and increase the overall efficiency by 0.3%. A PCM cooling system composed of paraffin and expanded graphite (95%/5%) can lower the average surface temperature by 20.32% and increase total efficiency by 0.4%. The PCM system with a 90%/10% paraffin-EG composition can reduce the surface temperature by 32.44% and enhance total efficiency by 1.2%. Meanwhile, the 85%/15% paraffin-EG cooling system achieves a temperature reduction of 32.52% and a total efficiency improvement of 1.27% compared to the system without cooling.
2026-02-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68644 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v10i1.68644
1671812 #5605 Uji Keakuratan Data GFS menggunakan Model WRF-ARW pada Siklon Tropis Flamboyan Dewi Ariyanti, Rahmatia
Sugihartati, Fatimah Mega
Retharanita, Winda
Agus Winarso, Paulus
Siklon Tropis dapat menyebabkan cuaca buruk berupa angin kencang, gelombang tinggimaupun hujan lebat. Keberadaan siklon tropis dapat diprakirakan menggunakan data GlobalForecast System (GFS) yang diolah dengan model Weather Research Forcasting-Advance Research WRF (WRF -ARW). Uji keakuratan data GFSperlu dilakukan salah satunya terhadapsiklon tropis Flamboyan agar dapat digunakan sebagai acuan dalam memprediksi keberadaan siklon tropis kedepannya. Hasil analisis tanggal 28 April 2018 pukul 12.00 UTC menunjukkan nilai suhu permukaan laut (SPL) di sekitar wilayah pembentukan siklon tropis bernilai 29 – 30oC dan terjadi penurunan tekanan permukaan mencapai 1000 mb pada tanggal 29 April 2018 00.00 UTC. Kelembaban udara bernilai 80 – 100% pada lapisan 850 mb, lapisan 700 mb bernilai 70 - 100% dan lapisan 500 mb bernilai 60 – 90%. Streamline lapisan 925 mb menunjukkan adanya pusaran angin searah jarum jam yang mengindikasikan adanya siklon tropis. Vortisitas dan divergensi lapisan 850 mb bernilai negatif 20 – 60 x10-5s-1 dan negatif 15 – 30 x10-5s-1 serta lapisan 500 mb bernilai negatif 20 – 50 x10-5s-1 dan negatif 15 – 25 x 10-5s-1. Suhu puncak awan di wilayah siklon tropis kurang dari -40oC mengindikasikan adanya awan Cumulonimbus. Hal tersebut sesuai dengan syarat pertumbuhan siklon tropis sehingga data GFS dinyatakan akurat dalam memprediksi kehadiran siklon tropis Flamboyan.
2019-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/23149 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i2.23149
1671811 #5605 Characteristics of Graphene Like Material Synthesized from Coconut Shell Charcoal Powder using Solid State Method Najati, Baiq Lisna
Fitrilawati, Norman Syakir,
We synthesized graphene like material from coconut shell charcoal powder (CSP) using solid-state method followed by exfoliation using H2SO4. In the synthesis, CSP was mixed with KOH in a ratio of 1:5 followed by heating at a temperature of 850ºC for 1 hour to obtain Coconut Shell Graphitization (CSG). The synthesized CSG was then exfoliated for 1 hour using ultrasonication in H2SO4 which was referred as Coconut Shell Graphitization_Exfoliated (CSG_E). The infrared spectra  results of the two products showed the presence of C-C, C=C, C-O-C, C-O-OH groups which are characteristics of reduced graphene oxide (rGO). The Raman spectroscopy results show that the synthesized materials have D and G bands with  ID/IG ratio of 0.98-0.96, that indicates the presence of impurities in the form of an oxide group on the graphene surface. Decomposition analysis using the help of the Lorentz Function show that the XRD pattern of the synthesized material have graphene structure at 2θ = 26.59º, and the rGO structure at 13.88º, and 19.09º with its 2nd order at 42.89º. The measurement results indicate that the synthesized materials are rGO. The data analysis shows that CSG consists of 83.09% rGO and 16.91% graphene, after exfoliation the rGO content of CSG_E rises to 87.27%
2023-02-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40655 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i1.40655
1671810 #5605 Voice Interaction Robot Medika Menggunakan Teknologi Natural Language Processing (NLP) Dan Chatbot Berbasis Deep Learning Rahmi, Anita Sofia
Revolution 4.0 telah mengubah perkembangan teknologi kesehatan, terutama selama pandemi COVID-19, dengan pengembangan robot dan kecerdasan buatan untuk membantu tenaga medis memberikan perawatan pasien. Dalam meningkatkan interaksi antara pasien dengan robot, baik konsultasi maupun percakapan dasar diperlukan sistem komunikasi yang baik. Sehingga diperlukannya metode machine learning yang dapat memahami dan memproses bahasa manusia yaitu Natural Language Processing (NLP) dengan dasar komunikasi voice chatbot. Tahapan yang dilakukan dalam pengolahan data adalah filtering data, speech-to-text, chatbot, dan text-to-speech. Model dilatih dengan parameter uji coba sebanyak 5 jenis untuk diklasifikasi menggunakan metode kombinasi Convolution Neural Network (CNN) dan Long Short-term Memory (LSTM). Hasil dari pengujian menggunakan metode Convolution Neural Network (CNN) dapat bekerja lebih baik dengan menghasilkan tingkat akurasi sebesar 97,56% dan nilai keberhasilannya mencapai 85.56%.
2024-08-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/51953 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i2.51953
1671809 #5605 Karakteristik Optik dan Kristal Nanopartikel Magnetit Saragi, Togar
Permana, B
Saputri, M
Safriani, L
Rahayu, Risdiana, Iman
Oksida besi, nanopartikel magnetit (Fe3O4), memiliki sifat yang berbeda dan lebih menarik daripada material bulk-nya. Selain itu, material ini dapat diaplikasikan secara lebih luas dan efektif pada ukuran nanometernya seperti ferrofluids, media penyimpanan data, pigmen warna, dan katalis. Pada penelitian ini telah berhasil dikarakterisasi sifat optik dan struktur kristal dari nanopartikel magnetit dengan menggunakan teknik Spektroskopi UV-Vis dan teknik difraksi sinar-X. Karakterisasi material nanopartikel magnetit berdasarkan variasi suhu sintering, 80°C dan 1100°C. Berdasarkan hasil karakterisasi UV-Vis diperoleh bahwa energi-gap dari nanopartikel Fe3O4 ini berada pada rentang energi-gap semikonduktor, 0-3 eV. Berdasarkan hasil karakterisasi XRD diperoleh bahwa Variasi suhu sintering menyebabkan berubahan struktur kristal oksida besi yang diperoleh, yaitu magnetit (Fe3O4) dengan struktur kubik pada suhu 80oC, dan hematit (α-Fe2O3) dengan struktur hexagonal pada suhu 1100°C, sesuai dengan data JCPDS
2018-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15438 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i1.15438
1671808 #5605 Trend Curah Hujan Ekstrem Harian Berdasarkan Data PERSIANN-CCS di Kepulauan Bangka Belitung fadholi, akhmad
Curah hujan ekstrem di Kepulauan Bangka Belitung memiliki dampak banjir sehingga perlu adanya kajian terkait trend kejadian curah hujan ekstrem. Namun, belum cukupnya data observasi lapangan membuat pemanfaatan data curah hujan berbasis satelit perlu dilakukan. Data curah hujan satelit dari Precipitation Estimation from Remotely Sensed Information using Artificial Neural Networks (PERSIANN) - Cloud Classification System (CCS) yang merupakan data curah hujan berbasis satelit dengan resolusi spasialterbaik saat ini yaitu 0.04o. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi trend kejadian curah hujan ekstrem di Kepulauan Bangka Belitung menggunakan data PERSIAN-CCS dan analisisnya. Metode penentuan threshold ekstrem dengan Persentil 95, 98, dan 99, serta threshold 50 mm dan 100 mm seperti yang digunakan oleh BMKG. Beberapa threshold tersebut digunakan untuk menentukan jumlah kejadian curah hujan ekstrem tiap tahunnya. Regresi linear digunakan untuk menentukan slope sebagai trend naik atau turun. Mann-Kendal Test digunakan dalam penentuan signifikansi laju trend dari nilai slope. Hasil pengolahan data pada menunjukkan trend kenaikan signifikan kejadian curah hujan ekstrem Persentil 95 berkisar antara 3 - 11 kali perdekade, Persentil 98 dengan kisaran 2 - 6 kali, dan Persentil 99 dengan kisaran 1 - 4 kali. Kejadian curah hujan ≥ 50 mm naik signifikan antara 3 - 14 kali perdekade dan curah hujan ≥ 100 mm naik signifikan antara 1 - 3 kali. Kejadian mendominasi hampir seluruh Pulau Bangka dan sebagian Pulau Belitung. Pemetaan trend kenaikan signifikan untuk kejadian curah hujan ≥ 50 mm hampir sama dengan Persentil 95, sedangkan ≥ 100 mm memiliki pola yang hampir sama dengan Persentil 99.Kata kunci: Trend, Curah Hujan Ekstrem, PERSIANN-CCS, Kepulauan Bangka Belitung
2020-02-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/24731 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i1.24731
1671807 #5605 Microzonation of Cisarua District using Horizontal Vertical Spectral Ratio Fattah, Erlangga Ibrahim
The Bandung region is part of the framework of the Indonesian tectonic system, namely the tectonic plate meeting zone, where the Indo Autralia plate is infiltrated under the Eurasian plate in a convergent manner. The subduction process produces an effect in the form of an active fault geological structure in the Bandung area. One of these active faults is the Lembang Fault, which has a length of ± 29 kilometers and a shear acceleration of 3 to 5.5 millimeters per year. The microtremor measurement method is a passive geophysical method that utilizes natural subsurface vibrations so that it can provide dominant frequency data and amplification factors for soil layers. Based on the results of seismic susceptibility research using microtremor measurements using the HVSR method in the Lembang Fault zone in Cisarua Sub-District, it can be seen that the distribution of the dominant frequency values tends to be influenced by lithology and topography. In the research area, it is known to have a dominant frequency value that varies due to the different types of lithological units. In general, the dominant frequency ranges from 1-3 Hz because it is dominated by tuff sand and tuff pumice, and areas composed of volcanic breccias have a dominant frequency value between 3-6 Hz. Meanwhile, the amplification factor value will be influenced by rock deformation and weathering. The area that has a very high amplification factor value is in the southeast of the study area with an A0 value greater than 5. This indicates that the area is composed of a layer of thick and not dense tuff sand.
2021-08-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31533 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i2.31533
1671806 #5605 Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Gas CO berbasis Nirkabel RF untuk Pemantauan Kondisi Pencemaran Udara Suryaningsih, Sri
Yuda Mindara, Jajat
Hidayat, Sahrul
Chaerunnisa, Irmha
Pencemaran gas karbon monoksida sebagai gas buang menigkat setiap tahun seiring dengan penigkatan jumlah pengguna kendaraan bermotor. Karbon monoksida memberi dampak yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia bahkan berujung kematian. Pada penelitian ini telah diciptakan sebuah alat ukur gas CO dengan menggunakan sensor gas CO MQ-9 guna mendeteksi dan mengukur konsentrasi gas CO di udara. Perangkat ini menggunakan teknologi nirkabel RF sehingga dapat digunakan dari jarak jauh dan tidak membahayakan peneliti dari menghirup gas. Pengujian awal dilakukan dengan membandingkan besaran nilai yang dihasilkan alat ini dengan gas CO berkonsentrasi 0 – 1000 ppm. Dari hasil pengujian tersebut didapat tingkat kesalahan kalibrasi sebesar 22,83%. Perangkat yang telah dikalibrasi kemudian diuji di lokasi yang berbeda untuk mendeteksi dan mengukur jumlah gas CO di lokasi tersebut. Hasil pengujian di beberapa lokasi, didapat data konsentrasi gas CO sebesar 1,89 ppm pada daerah yang tidak berpotensi adanya polusi dan 103,35 ppm pada daerah yang berpotensi adanya polusi.
2017-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10905 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i01.10905
1671805 #5605 The effect of calcination temperature on ZnO crystals based on emission spectrum from photoluminescence characterization Aprilia, Annisa
Askariyya, Javida
Riveli, Nowo
Safriani, Lusi
Fitrilawati, Fitrilawati
This study synthesized ZnO powder using the sol-gel method to investigate its optical properties. ZnO samples were calcined at 150°C, 300°C, and 450°C under nitrogen (N₂) flow. TGA/DTA analysis showed that most solvent residues or impurities were decomposed at 450°C. This result is supported by the XRD results, which showed an increase in the degree of crystallinity with increasing temperature. At the same time, the hexagonal wurtzite structure of ZnO gel remained intact after calcination. SEM-EDS analysis revealed agglomerated morphology and a disproportionate Zn:O ratio in all samples, with excess Zn atoms. This is probably attributed to the presence of interstitial Zn defects. The photoluminescence spectrum showed higher intensity in the UV region compared to the visible range, indicating good crystallinity. The blue shift in the emission with increasing temperature stated the presence of several different defects in the material. In particular, the green emission associated with oxygen vacancies is absent for the sample calcinated at 450°C. This result confirms that higher calcination temperature reduces defects and increases crystallinity
2025-02-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60621 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i1.60621
1671804 #5605 Penentuan Daerah Rawan Bencana Sambaran Petir di Wilayah Kabupaten dan Kota Bandung Jawa Barat Susanto, Erwan
Petir merupakan salah satu fenomena alam yang sangat berbahaya karena besarnya energi yang dikeluarkan setiap kali petir menyambar bisa mencapai jutaan volt. Besarnya energi tersebut dapat menghancurkan apa saja yang disambarnya. Kejadian petir, khususnya petir tipe CGselalu bersinggungan dengan aktivitas manusia sehingga tidak jarang petir menyebabkan kerugian material atau bahkan menyebabkan kematian. Kabupaten dan Kota Bandung merupakan pusat pemerintahan dari Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang sangat padat sehingga harus mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi untuk meminimalisir kerugian yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan data petir tipe CG (Cloud to Ground) tahun 2017 hasil rekaman sensor Lightning Detector BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah yang rawan terhadap bencana sambaran petir di Kabupaten dan Kota Bandung. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi informasi bagi pemerintah dan masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten dan  Kota Bandung untuk mengantisipasi bencana sambaran petir. Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial dengan metode classtering. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 4 kecamatan yang  rawan bencanaa sambaran petir yaitu Kecamataan Lembang, Cisarua, Cipeundeuy dan Cikalong Wetan.
2018-08-10 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/19728 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i2.19728
1671803 #5605 Pengaruh Penambahan Material Spiro-TAD dan Spiro-TPD Sebagai Hole Transport Material Pada Karakteristik DSSC Safriani, Lusi
Primawati, Winna Prasita
Nurazizah, Euis Siti
Mulyana, Cukup
Aprilia, Annisa
Dye sensitized solar cells atau DSSC merupakan sel surya yang sedang dikembangkan karena memiliki beberapa kelebihan yaitu biaya fabrikasi yang murah, proses fabrikasi sederhana dan dapat dioperasikan pada intensitas cahaya yang rendah. Akan tetapi, efisiensi DSSC masih jauh lebih rendah dibandingkan sel surya berbasis silikon. Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi DSSC adalah dengan menambahkan lapisan Hole Transport Material (HTM) untuk membantu proses difusi dan transport muatan sehingga didapatkan efisiensi yang lebih baik. Material spiro merupakan material yang memiliki stabilitas yang baik sehingga cocok untuk dijadikan sebagai HTM pada divais sel surya. Dua di antara contoh material spiro adalah Spiro-TAD dan Spiro-TPD. Keduanya memiliki nilai mobilitas hole yang cukup baik. Dalam penelitian ini, DSSC dengan struktur FTO/TiO2/dye-Ru/HTM/mosalyte/Pt/FTO telah berhasil difabrikasi. Selain itu dilakukan pula proses pemanasan sebelum proses perendaman dye-Ru dilakukan dengan tujuan menghilangkan molekul oksigen yang terperangkap pada lapisan mesopori TiO2. Hasil pengukuran rapat arus dan tegangan (J-V) menunjukkan bahwa Power Conversion Efficiency (PCE) tertinggi didapatkan dari DSSC dengan HTM Spiro-TPD yaitu sebesar 2,94%.
2020-02-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26349 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i1.26349
1671802 #5605 Forward Modeling and Seismic Wave Inversion for Amplification Analysis in The Java Subduction Zone Using Python Yudha, Pradipta Kusuma
Yulianto, Agus
This study aims to analyze seismic wave propagation and amplification in the Java subduction zone using a numerical modeling approach. The method integrates forward modeling and seismic inversion within a two-dimensional finite difference framework to simulate wave behavior in heterogeneous subsurface conditions. Secondary data, including seismic velocity, density, and earthquake parameters, are used to construct the subsurface model. The results show that seismic wave propagation is strongly influenced by variations in subsurface properties. High amplification occurs in regions characterized by low shear-wave velocity and thick sediment layers. Quantitatively, amplification exceeds 2.0 in areas with shear-wave velocity below 2000 m/s, while regions with higher velocity (>3000 m/s) exhibit lower amplification values. The application of multi-parameter inversion improves the resolution of subsurface structures and enhances model accuracy. The spatial distribution of amplification identifies zones that are more susceptible to strong ground motion, confirming the dominant role of subsurface heterogeneity in controlling seismic response. This study provides a quantitative and dynamic framework for understanding seismic wave behavior and offers a robust basis for seismic hazard assessment and earthquake risk mitigation in the Java subduction zone
2026-05-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/70212 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v10i2.70212
1671801 #5605 Physical and Thermal Properties of Briquettes from Empty Fruit Bunches and Palm Kernel Shell by Mixing Tapioca Flour and Molasses Rostina, Tintan
Suryaningsih, Sri
West Java has the potential of palm oil wastes such as empty fruit bunches (EFB) and palm kernel shell (PKS) that can be used for fabrication of briquettes as raw materials. Briquette as a solid fuel and as a substitute for fossil fuel must have a good quality to be accepted in the market, such as having a good thermal and good physical properties. This research, reviewing the effect of particle size parameter and the effect of adding adhesive on briquette to heating value, thermal properties and physical properties. Briquettes were determined by using varying EFB and PKS biomass ratios of 50:50 and by adding 7% adhesive from tapioca flour or molasses of the total mass of the briquette. Particle size variations are set for 20 mesh and 40 mesh. The best heating value was found at 5,898 cal/g in the sample briquette by using 40 mesh particle and tapioca flour adhesive. The thermal properties test shown the combustion rate of 0.34 g/minutes and combustion lenght of 111 minutes found in 40 mesh briquette sample by using tapioca flour adhesive. The physical properties test shown the best density value of 0.215 g/cm3 and shattering resistance of 66,23% found in the 40 mesh briquette sample by using tapioca flour adhesive. The best durable value found in sample briquette with 20 mesh particle with tapioca flour adhesive which is 54.35%. The result was indicated that briquette  with 40 mesh particle size and tapioca flour adhesive gives the best result of heating value, thermal properties and physical properties.Keywords: briquette, palm oil, thermal properties, physical properties, tapioca, molasses.
2021-08-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35014 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i2.35014
1671800 #5605 Analisis Kondisi Dinamika Atmosfer Saat Kejadian Hujan Sangat Lebat di Wilayah Sorong (Studi Kasus: 22 - 23 Agustus 2022) Melinda, Shelin
Utami, Siti Najma Nindya
Nuryanto, Nuryanto
Bencana banjir melanda wilayah sorong dan sekitarnya pada tanggal 23 Agustus 2022. Kota Sorong yang mengalami dampak signifikan pada kejadian tersebut, dimana Curah hujan pada saat kejadian berkisar pada >100 mm/hari (sangat Lebat). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab curah hujan yang ekstrim dengan menganalisa kondisi ENSO, MJO, Suhu Permukaan Laut (SST), arah angin dan Citra Satelit Himawari-8. Berdasarkan hasil penelitian penyebab terjadinya curah hujan ekstrim di pengaruhi oleh anomali positif Suhu permukaan laut, ini menandakan kondisi suhu permukaan permukaan laut lebih hangat dari normalnya di sekitar wilayah perairan sorong bagian utara yang menyebabkan peningkatan uap air. Selanjutnya arah angin memiliki pengaruh pada pergerakan arah angin dari arah utara menuju sorong, sehingga adanya pergeseran uap air dari perairan di wilayah utara menuju sorong dan sekitarnya.  Karena pergeseran uap air mengakibatkan adanya pertumbuhan awan konvektif, dapat dilihat dari satelit Himawari-8 dimana suhu puncak awan -80°C yang menyebabkan hujan lebat. Sedangkan untuk kondisi ENSO pada kondisi La Nina Lemah dan MJO pada fase 2, sehingga kedua variabel tersebut memiliki pengaruh yang tidak signifikan pada kondisi curah hujan sangat lebat di Sorong.
2023-08-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43424 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.43424
1671799 #5605 Penentuan Kurva Kalibrasi untuk Estimasi Viskositas Polydimethyl Siloxane (PDMS) Fauza, Anna Niska
Ardi, Atikah
Novianti, Ressa Muhripah
Kartasasmita, Arif
Norman Syakir,, Wasaludin,
Fitrilawati, Risdiana,
Polydimethylsiloxane (PDMS) (CH3)3SiO-[Si(CH3)2O]n-Si(CH3) yang dikenal juga sebagai silicone oil merupakan salah satu cairan pengganti vitreous humour pada bedah vitreoretinal yang banyak dipakai. Dalam aplikasinya dibutuhkan PDMS dengan berbagai tingkat viskositas agar tidak terjadi emulsifikasi pada vitreous humour. Viskositas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai tegangan permukaan yang berperan untuk menjaga bentuk PDMS ketika diinjeksikan pada mata. Semakin besar nilai viskositas maka akan semakin besar pula tegangan permukaan yang dihasilkan. Pada PDMS dengan viskositas tinggi lebih sulit terjadi emulsifikasi dibandingkan dengan PDMS dengan viskositas rendah. Ketika terdapat substansi lain yang tercampur kedalam PDMS setelah diinjeksikan kemata, maka dapat terjadi penurunan tegangan permukaan PDMS dan terjadi emulsifikasi. Oleh karena itu diperlukan teknik pengukuran viskositas dalam rentang yang cukup lebar agar PDMS dapat disintesis dengan berbagai tingkat kekentalan. Salah satu cara penentuan viskositas adalah melalui kurva kalibrasi yang didapat melalui metode ekstrapolasi. Dalam penelitian ini akan dilaporkan hasil eksperimen pembuatan kurva kalibrasi untuk penentuan nilai viskositas Polydimethylsiloxane (PDMS) dengan teknik pengenceran. Gel PDMS masing-masing dilarutkan dengan pelarut kloroform dan pelarut toluene dengan berbagai konsentrasi. Pengenceran tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan  beberapa titik ekstrapolasi guna menghasilkan kurva kalibrasi. Hasil kurva kalibrasi yang didapat dipakai untuk menentukan nilai viskositas dari beberapa PDMS hasil sintesis.
2019-01-29 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/16519 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i1.16519
1671798 #5605 Highly Oriented Cubic Crystalline Perovskite Thin Film of Methylammonium Lead Bromide Bahtiar, Ayi
Organic-inorganic lead halide perovskite materials have been intensively developed for variety optoelectronic applications including solar cells, light-emitting diode and photodetection due to their excellent properties including bandgap tunability, long charge carrier diffusion length, and outstanding optoelectronic merits. Recently, perovskite methylammonium lead bromide (CH3NH3PbBr3 or MAPbBr3) has intensively studied for X-Ray detectors due to high stability against temperature and humidity and also has high X-Ray coefficient attenuation. Most of the perovskite-based optoelectronic devices are using thin films, whose their stability are highly depending on thin film morphology, including grain boundaries and crystal orientation. Morphological control, therefore, plays a significant role to produce high quality perovskite thin films. Thin films perovskite MAPbBr3 were prepared using spin-coating technique at room tempperature with 70% relative humidity. Its absorption spectra was measured using UV-Vis spectroscopy, its crystal structure using X-Ray Diffraction and morphology of thin films using Scanning Electron Microscopy (SEM). The optical bandgap of MAPbBr3 thin film is 2.23 eV derived from its absorption spectrum. The film is very stable against humidity confirmed by unchange of its absorption spectrum after 24 hours stored at room temperature with 70% relative humidity. The film shows cubic crystal structure with lattice constant 5.99 Å and high highly oriented in x-axis. The SEM images show cubic crystallites with size larger than 2 micrometer. The morphology of thin film and crystallite size are influenced by adding ethylammonium iodide additive or anti-solvent chlorobenzene treatment.
2020-08-02 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28054 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i2.28054
1671797 #5605 Kajian Pertumbuhan dan Persebaran Awan Hujan pada Saat Banjir Berbasis Data Satelit Himawari-8 (Studi Kasus : Banjir di Kab. Kerinci dan Kota Sungai Penuh 4 Juni 2020) Gusranda, Iqbal
Rosnauli Hutagalung, Maria Octavia,
Aditya Mulya, Nadhilah Humairah Salwa Salsabil,
Telah terjadi banjir besar di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi pada tanggal 4 Juni 2020. Banjir diakibatkan oleh intensitas curah hujan yang tergolong hujan lebat yamg terjadi di wilayah kajian dan sekitarnya. Dampak yang ditimbukan oleh banjir tersebut ialah ribuan rumah terkonfirmasi terendam banjir dan lumpuhnya aktivitas manusia pada kawasan yang terdampak. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengkaji dinamika atmosfer diantaranya kondisi suhu permukaan laut, mean sea level pressure, streamline, jumlah curah hujan, dan data citra satelit Himawari-8 pada tanggal kejadian. Data diolah dalam bentuk grafik dan peta spasial kemudian dilakukan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, hujan lebat yang terjadi di wilayah Kabupatan Kerinci dan Kota Sungai Penuh dipengaruhi oleh suhu permukaan laut, mean sea level pressure, dan streamline yang mendukung terbentuknya awan konvektif. Terjadinya hujan lebat seringkali terkait dengan keberadaan awan Cumulonimbus (Cb). Hal ini dikarenakan awan Cb identik dengan dimensi yang besar serta mengandung banyak partikel presipitasi seperti uap air dan kristal es. Berdasarkan pengamatan awan melalui satelit himawari-8 diketahui bahwa, hampir seluruh awan hujan yang muncul saat tanggal kejadian merupakan awan Cb yang mempunyai nilai suhu puncak awan terendah mencapai nilai -82.5°C.
2022-02-10 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37456 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i1.37456
Menampilkan 1.361 - 1.380 dari total 1.550.696 data
« Awal ‹ Prev Next › Akhir »