Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↓ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1671796 #5605 Identifikasi Fasa dan Informasi Kristal Nanopartikel Oksida Spinel CuCr2O4 Memanfaatkan Analisis XRD Berbasis Metode Rietveld Refinement Kurniawan, Budhy
Nanopartikel spinel oksida CuCr2O4 memiliki sejumlah sifat fisika dan kimia yang telah diaplikasikan dalam beragam sektor teknologi. Proses produksi dari material CuCr2O4 yang memanfaatkan reaksi termal yang umumnya lebih rendah dibandingkan tingkat ketahanan termal dari material CuCr2O4 yakni di suhu 1.000oC. Penelitian ini berusaha untuk menguji pengaruh suhu sintering yang berada di 1.000oC sebagai rentang suhu uji terhadap kontributor struktur di skala kristal. Metode sintesis dalam memproduksi material yakni sol-gel serta karakterisasi untuk mengungkap informasi kristal yakni difraksi sinar X (XRD) dengan metode analisa Rietveld Refinement. Diketahui bahwa eksistensi ganda dari dua struktur kristal CuCr2O4 muncul, dengan dominasi berasal dari struktur β2-CuCr2O4. Impuritas yang berasal dari komponen lain yakni CuCrO2 juga dapat dideteksi dengan fraksi volume yang tidak dominan dibandingkan komponen utama pada β2-CuCr2O4.
2024-02-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/50693 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i1.50693
1671795 #5605 Identifikasi Material dengan Tomografi Muon Kosmik Menggunakan Detektor Berbasis CMOS Memanfaatkan Webcam Nurawan, Muhammad Rizky
Alfafian, Dhio
Saufi, Akhmad
Baihaqi, Rafif Tri Adi
Mulyana, Cukup
Riveli, Nowo
Partikel muon (μ) adalah partikel elementer yang dihasilkan oleh sinar kosmik ketika menembus ke permukaan bumi dan dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Muon memiliki muatan negatif seperti halnya elektron dengan massa 207 kali dari massa elektron atau 105,7 MeV/c2. Waktu hidup muon sekitar 1.5 μs (proper time) bergerak dengan kecepatan 0.994c. Sekitar 10.000 muon mencapai setiap meter persegi permukaan bumi setiap menit. Keberadaan muon dapat dimanfaatkan dalam kehidupan, untuk mendiagnosa lokasi keberadaan sebuah objek ditempat yang tersembunyi. Prinsipnya sama seperti halnya sinar X, dengan prinsip mengolah citra dapat dimanfaatkan untuk diagnosa kondisi tulang, gigi serta organ tubuh yang lain. Permasalahannya untuk memanfaatkan muon di berbagai macam sektor kehidupan adalah alat detektornya memerlukan teknologi yang canggih, biaya yang besar. Untuk mengatasi permasalahan ini, kami memiliki gagasan untuk membuat alat pendeteksi muon dengan prinsip dan teknologi yang relatif sederhana sehingga dengan mudah dapat dilakukan oleh siapapun. Prinsip kerjanya Muon ditangkap oleh sensor CMOS, interaksi antara sensor CMOS dengan muon mengeksitasi energi elektron yang menghasilkan arus listrik kemudian di konversi ke tegangan , dengan menggunakan perangkat lunak Python hasil tangkapan citra muon oleh CMOS diolah sehingga memberikan informasi tentang intensitas, dan frekuensi (jumlah muon yang menumbuk per satuan luas/per satuan waktutertentu).
2018-08-10 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/19710 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i2.19710
1671794 #5605 Effect of Calcination Temperature on the Crystallite Sizes and Stability of ZnO Nanoparticles Synthesized via Green Method Using Eucalyptus (Melaleuca leucadendra) Leaf Extract Cahyani, Intan Sophia
Nurmalasari, Devi
Panatarani, Camellia
Synthesis of zinc oxide (ZnO) nanoparticles is a growing research field with wide applications in electronic equipment. pharmaceuticals. optics. and food packaging. This study aims to investigate the effect of calcination temperature on the cristallite size and stablity of ZnO nanoparticles synthesized by the sol-gel method with and without the addition of eucalyptus leaf extract (Melaleuca leucadendra). The calcination process was carried out at temperatures of 400°C, 600°C, and 800°C. Sample characteristics were observed using XRF, FTIR, XRD, PSA, ZETA, and PL. XRD characterization showed that all samples had a hexagonal wurtzite crystal structure, with increasing temperature resulting in higher crystallinity and larger crystallite sizes, reaching 78.71 nm at 800°C for the sample without extract and 32.81 nm for the sample with extract. PSA analysis showed that the particles with extract had a more uniform size distribution, especially at 800°C. The zeta potential values ranged from -43mV to -57mV, indicating good colloidal stability. UV-Vis spectra showed that the energy of the exclusion band (Eg) increased with temperature, with the highest value (3.52eV) in the sample without extract at 800°C. These results indicate that the calcination temperature plays a crucial role in improving the crystal quality and particle stability. Meanwhile, the addition of eucalyptus leaf extract acts as a natural stabilizing agent that helps reduce crystal defects. Keywords: ZnO nanoparticles, calcination temperature, eucalyptus leaf extract, crystal size, particle stability
2025-08-05 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64982 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i2.64982
1671793 #5605 Identifikasi Kedalaman Lapisan Tanah Keras Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis (Studi Kasus: Jalan Perdana Kota Pontianak) Masudi, Masudi
Nurhasanah, Nurhasanah
Muhardi, Muhardi
Identifikasi sebaran nilai tahanan jenis telah dilakukan di Jalan Perdana, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kedalaman lapisan tanah keras pada area lahan gambut. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger. Penelitian ini mengaplikasikan 4 lintasan dengan panjang masing-masing 160 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran nilai tahanan jenis pada lintasan 1 sebesar 1,89 – 120 Ωm,  pada lintasan 2 sebesar 1,38 – 140 Ωm, pada lintasan 3 sebesar 2,39 – 132 Ωm, dan pada lintasan 4 sebesar 1,15 – 101 Ωm. Berdasarkan batas antara lapisan tanah gambut dengan lapisan tanah keras, kedalaman lapisan keras berada di bawah lapisan gambut yang dinterpretasi sebagai lapisan lempung berpasir dan diprediksi berada pada kedalaman 3,5 – 12,4 meter.
2021-02-27 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31227 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i1.31227
1671792 #5605 Pengaruh Penambahan Nanopartikel ZnO Terhadap Morfologi Nanokomposit TiO2/ZnO Safriani, Lusi
Septyani, Adelia
Aprilia, Annisa
Lapisan fotoanoda yang pada umumnya berupa material semikonduktor oksida merupakan bagian penting pada sel surya tersensitasi dye. Fotoanoda memfasilitasi transfer elektron dari dye sensitizer ke sirkuit luar dan injeksi elektron dari dye sensitizer. Fotoanoda sebaiknya memiliki luar permukaan dan pori  yang tinggi sehingga dapat menampung kapasitas dye sensitizer dengan optimal. Untuk meningkatkan fungsi fotoanoda berbasis TiO2, dapat dilakukan dengan menambahkan nanopartikel ZnO. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel tidak mengubah struktur masing-masing komponen, ZnO memiliki struktur hexagonal wurtzite sedangkan TiO2 memiliki struktur tetragonal pada fasa anatase. Morfologi permukaan nanopartikel ZnO, TiO2 dan nanokomposit TiO2/ZnO cukup homogen dengan partikel berbentuk sferis. Penambahan nanopartikel ZnO mempengaruhi luas permukaan spesifik dan volume pori nanokomposit TiO2/ZnO. Dibandingkan dengan luas permukaan spesifik dan volume pori TiO2, penambahan nanopartikel ZnO meningkatkan luas permukaan spesifik sebesar 68% dan volume pori-pori spesifik menjadi tiga kali volume pori-pori TiO2.
2022-08-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41201 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i2.41201
1671791 #5605 Pengkajian Intensitas Sinar Radiasi Ultra Violet (UV) Terhadap Mata, Siku dan Betis Pekerja Pengelasan X dan Y di Kota Samarinda Zunaida, Yuyun -
Pengelasan adalah jenis pekerjaan yang bertujuan untuk menyambungkan logam yangdidefinisikan sebagai salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam tambahan untuk menghasilkan sambungan yang dilanjutkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh paparan sinar radiasi UV terhadap pekerja pengelasan danmengetahui nilai intensitas paparan sinar radiasi UV yang diterima pekerja pengelasan.Penelitian ini dilakukan pengambilan data secara primer. Dengan parameter waktu yang digunakan 2 jam dan 4 jam. Dan jarak pengukuran 30 cm dan 100 cm pada 2 orang pekerja las. Kata Kunci : Pengelasan, Radiasi UV, UV meter
2024-08-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/51399 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i2.51399
1671790 #5605 Pengaruh Ukuran Butir Briket Campuran Sekam Padi dengan Serbuk Kayu Jati terhadap Emisi Karbon Monoksida (CO) dan Laju Pembakaran Suryaningsih, Sri
Nurhilal, Otong
Affandi, Komala Affiyanti
Salah satu bahan bakar alternatif yang dapat digunakan dalam pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia adalah briket dari limbah biomassa. Dalam pemanfaatannya, briket dapat menghasilkan emisi karbon monoksida yang berbahaya bagi kesehatan manusia yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna carbon dengan oksigen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui emisi karbon monoksida (CO) dan laju pembakaran dari briket campuran sekam padi dengan serbuk gergaji kayu jati dan pengaruhnya terhadap ukuran butir briket. Metodologi penelitian meliputi pengeringan bahan, karbonisasi bahan, penghalusan dan penyaringan bahan 40 mesh (420 µm), 60 mesh (250 µm), dan 100 mesh (149 µm), pencetakan dan pengepresan briket, serta pengeringan briket. Selanjutnya dilakukan pengujian emisi karbon monoksida dan laju pembakaran pada briket. Hasil emisi karbon monoksida (CO) semakin berkurang ketika ukuran butir yang dimiliki briket yang semakin kasar. Variasi pencampuran bahan sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati pada perbandingan 50:50 dengan ukuran butir 40 mesh menghasilkan emisi karbon (CO) paling rendah sebesar 509 ppm / sekon. Semakin kasar ukuran butir briket maka laju pembakaran yang dihasilkan semakin cepat dan briket semakin cepat habis terbakar, namun nilai kalor yang dihasilkan masih rendah berkisar antara 3.420 – 4.889 kal/gr. Laju pembakaran yang paling tinggi terdapat pada sampel briket campuran sekam padi dengan serbuk gergaji kayu jati pada perbandingan 50:50 dengan ukuran butir briket 40 mesh adalah sebesar 0,0138 gram / sekon.
2018-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15377 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i1.15377
1671789 #5605 Analisis Data Misi Luar Angkasa Kepler untuk Menentukan Jenis Eksoplanet dan Rekonstruksi Bentuk Orbitnya Noviatri, Nira
Riveli, Nowo
Adiperdana, Budi
Penelitian ini telah mengklasifikasikan jenis eksoplanet dan merekonstruksi bentuk orbitnya berdasarkan data hasil observasi dari Misi Luar Angkasa Kepler yang menggunakan metode deteksi transit fotometri. Data yang digunakan mencakup parameter fisik seperti radius planet, periode orbit, durasi transit, eksentrisitas, dan sumbu semi-mayor. Dalam penelitian ini, metode klasifikasi berbasis Bayesian Inference dengan model Gaussian Naive Bayes (GNB) diterapkan untuk meningkatkan akurasi klasifikasi jenis eksoplanet dibandingkan pendekatan konvensional berbasis metode teori radius. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa model GNB memiliki performa yang tinggi dengan nilai F1-Score > 0,89 pada seluruh kelas planet (Terrestrial, Super-Earth, Neptunian, dan Jovian), serta akurasi sempurna pada tipe Jovian. Selain itu, dilakukan rekonstruksi orbit eksoplanet untuk memvisualisas- ikan lintasan elipsnya serta mengevaluasi parameter eksentrisitas dan stabilitas orbit. Kesimpulannya, metode Gaussian Naive Bayes lebih efektif dibandingkan metode konvensional teori radius.
2026-02-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68496 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v10i1.68496
1671788 #5605 Pengaruh Volume Larutan Metilamonium Timbal Iodida (CH3NH3PbI3) terhadap Kinerja Sel-Surya Perovskite Struktur Mesopori Tanpa Lapisan Transpor Hole (HTL-Free) Berbasis Karbon Bahtiar, Ayi
Sartika, Yuli
Pembuatan modul sel-surya perovskite dengan sturuktur tanpa lapisan transpor hole (PSC HTL-free) berbasis karbon memerlukan informasi nilai rasio optimum antara volume larutan metilamonium timbal iodida (MAPbI3) sebagai lapisan aktif perovskite terhadap luas area aktif sel-surya. Dalam penelitian ini, telah dilakukan studi variasi volume larutan MAPbI3 yang diinfiltrasikan ke dalam lapisan mesopori sel-surya perovskite HTL-free dengan struktur gelas/FTO/TiO2/ZrO2/perovskite/Karbon. Variasi volume larutan MAPbI3 yang digunakan adalah 5 mL, 10 mL, 15 mL dan 20 mL, dengan tujuan untuk memperoleh nilai rasio optimum dari volume larutan MAPbI3 dengan luas area aktif PSC HTL-free berbasis karbon. Pembuatan dan pengukuran kinerja sel-surya dilakukan pada temperatur ruang dengan kelembaban udara yang tinggi  di atas 80%. Luas area aktif sel surya adalah 1,5 cm2. Sumber cahaya yang digunakan dalam pengukuran karakteristik arus-tegangan sel-surya adalah LED putih dengan intensitas 100 mW/cm2. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai rapat-arus hubung-singkat (JSC) dan efisiensi konversi daya (PCE) sangat dipengaruhi oleh volume larutan MAPbI3, sedangkan nilai tegangan hubung-terbuka (VOC) dan faktor pengisi (FF) hampir sama untuk semua variasi volume larutan MAPbI3. Nilai PCE maksimum 2,63 % diperoleh untuk volume larutan 15 mL, sehingga rasio optimum untuk pengembangan modul PSC HTL-free dengan luas area aktif yang besar adalah 10 mL/cm2.
2019-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22598 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i2.22598
1671787 #5605 Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Gunung Semeru Pasca Erupsi tahun 2022 Ayu Anggraeni, Firdha Kusuma
Putri, Orchida Zhafirah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa material-material limpasan yang dibawa oleh Gunung Semeru untuk mengetahui gambaran struktur bawah permukaan setelah erupsi tahun 2022. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif yang dihasilakan dari pengamatan melalui Oasis Montaj. Mencari nilai bouguer kemudian dipisahkan menjadi nilai anomali regional dan anomali residual menggunakan Filter Butterworth. Hasil pengolahan data Gunung Semeru di kabupaten Lumajang diperoleh dengan penggambaran pola Anomali Bouguer Lengkap. Kemudian dipetakan ke dalam kontur dengan software surfer. Anomali Bouguer lengkap gunung semeru dengan sebaran anomali berkisar antara +128,7 sampai +277,9 mGal. Anomali paling rendah ditunjukkan dengan warna biru tua dan anomali tinggi ditunjukkan dengan warna ungu muda. Selanjutnya melakukan slicing anomali residual yang bertujuan untuk mengetahui struktur bawah permukaan menggunakan lintasan. Hasil slicing anomali residual berkisar antara -4,2 sampai 2,4 mGal. Pemodelan inversi 2D didapatkan melalui data langsung hasil slicing yang berupa data koordinat x dan y serta data gravitasi yang selanjutnya diolah menggunakan ZondGM2D. Parameter yang cocok observasi (Go) yang digambarkan dengan lingkaran kecil dan komputasi (Gc) yang digambarkan dengan garis lurus.
2023-02-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40885 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i1.40885
1671786 #5605 Desain dan Pemodelan Sistem Pembangkit Listrik Berbasis Polisi Tidur (studi pengaruh variasi kecepatan kendaraan terhadap respon speed bump model massa-pegas-peredam) Setianto, Setianto
Kin Men, Liu
Abdurrochman, Andri
Polisi tidur biasanya digunakan untuk mengontrol kecepatan kendaraan dan juga berfungsi sebagai keamanan pejalan kaki. Dalam makalah ini kami mengusulkan desain dan pemodelan sebuah polisi tidur yang dapat menghasilkan energi listrik hingga beberapa ratus watt. Mekanisme gerakan kendaraan yang melewati polisi tidur memungkinkan gerakan naik dan turun yang akan diubah menjadi energi listrik oleh generator. Dalam makalah ini akan dibahas mekanisme respon kecepatan turun speed bump terhadap variasi kecepatan kendaraan dengan cara pemodelan fisik dan simulasinya. Kecepatan turun maksimum yang dihasilkan dari desain speed bump ini kurang lebih 2,3 m/s ketika sebuah kendaraan melewati prototipe ini dengan kecepatan rata-rata 5 km/jam
2017-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/10901 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v1i01.10901
1671785 #5605 Zonasi Kerentanan Pergerakan Tanah Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah Christalianingsih, Fathunajah Elsha
Kecamatan Tirtomoyo merupakan salah satu kecamatan dengan jumlah kejadian tanag longsor yang besar dibandingkan dengan kecamatan lain yang berada di Kabupaten Wonogiri. Banyaknya kejadian tersebut membuat penting untuk dilakukan penelitian guna memetakan zona kerentanan pergerakan tanah pada Kecamatan Tirtomoyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada metode skoring dan pembobotan dari beberapa parameter seperti FFD, kemiringan lereng, dan kekuatan batuan. Dari beberapa parameter tersebut didapatkan parameter keluaran berupa peta zona kerentanan pergerakan tanah di Kecamatan Tirtomoyo. Daerah dengan zona kerentanan tanah yang tinggi berada di Desa Hargorejo, Desa Sidoharjo, Desa Genengharjo, Desa Hargosari, dan Desa Sukoharjo. Beberapa desa tersebut juga memiliki persentase jumlah penduduk yang padat. Persentase jumlah penduduk yang tinggi dengan kerentanan pergerakan tanah yang tinggi dikhawatirkan akan menibulkan kerugian dan korban jiwa yang besar jika terjadi bencana tanah longsor. Sehingga diharapkan dilakukan mitigasi bencana pada daerah-daerah yang rentan.
2024-08-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/52317 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i2.52317
1671784 #5605 Analisis Penurunan Muka Tanah DKI Jakarta dengan Metode Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DINSAR) I Putu Pudja, Cyntia,
Penurunan muka tanah di DKI Jakarta dipengaruhi oleh beberapa faktorutama, antara lain jumlah bangunan yang meningkatkan beban permukaan tanah, masih banyak masyarakatnya yang memanfaatkan sumber air tanah sebagai sumber pokok air bersih, serta struktur geologi yang didominasi dengan aluvial. Sehingga penurunan muka tanah di DKI Jakarta relatif terus-menerus terjadi. Untuk mengetahui penurunan muka tanah ini digunakan metode penginderaan jarak jauh, yakni metode DifferentialInterferometry Synthetic Apertur Radar (DInSAR) yang memanfaatkan citra satelitdata radar (SAR Sentinel-1A) pada tahun 2016 dan 2017. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai penurunan rata-rata di kota administrasi DKI Jakarta pada tahun 2016 cukup signifikan jika dibandingkan pada tahun 2017.
2018-08-10 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/19712 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i2.19712
1671783 #5605 Sifat Fotokatalitik Serbuk ZnO terdoping Aluminium dalam Mendegradasi Larutan Metil Biru APRILIA, ANNISA
Pengujian sifat fotokatalitik serbuk nano ZnO terdoping Aluminium dalam mendegradasi larutan metil biru (MB) telah berhasil dilakukan. Sifat fotokatalitik serbuk ZnO terdoping Al dikaitkan dengan karakteristik fotoluminesensi, morfologi serbuk dan struktur kristal. Serbuk ZnO tanpa doping turut diuji struktur-morfologinya beserta sifat fotokatalitik sebagai pembanding.  Senyawa dopan yang digunakan adalah Al(NO3)3 dengan konsentrasi 0,5% massa terhadap senyawa prekursor Zn(CH3COOH)2.2H2O. Diketahui bahwa penambahan dopan Al dapat mereduksi ukuran partikel dan ukuran kristal yang memiliki orientasi bidang (002). Selain itu, berdasarkan hasil pencitraan SEM (scanning electron microscope), terdapat perbedaan morfologi serbuk akibat penambahan aluminium. Pada serbuk ZnO terdoping Al, terbentuk morfologi berupa kepingan yang kemungkinan merupakan penumpukan serbuk berukuran nano. Berdasarkan pengujian karakteristik fotoluminesensi diketahui bahwa terjadi penurunan intensitas emisi (fotoluminesensi) pada sampel ZnO terdoping Al.  Penurunan intensitas fotoluminesensi tersebut dapat dikaitkan dengan berkurangnya peristiwa rekombinasi pasangan elekton dan hole. Pasangan elektron dan hole yang akhirnya menjadi pembawa muatan bebas kemudian akan bereaksi dengan OH dan juga oksigen yang akhirnya membentuk hidroksil radikal. Hidroksil radikal inilah yang selanjutnya akan memutus ikatan metil biru di dalam air. Hal ini turut menjelaskan sifat fotokatalitik pada sampel ZnO terdoping Al 0,5 %massa yang ternyata memiliki laju kinetik degradasi yang lebih besar dibandingkan dengan ZnO.
2020-02-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26143 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i1.26143
1671782 #5605 Synoptic and Mesoscale Analysis of Extreme Rainfall Event in Cilacap Meteorological Station, Indonesia on December 7, 2018 Prasetyo, Suwignyo
Kurniawan, Wahyu
Rumahorbo, Inlim Ravijai
The highest rainfall for the last five years (2016-2020) was recorded at 199.5 mm in twenty-four hours at the Cilacap Meteorological Station. This study examines the dynamics of the atmosphere with a focus on the synoptic scale and the mesoscale analysis. This is done because high rainfall with a long duration is usually caused by clouds that grow due to wider-scale atmospheric circulation rather than only being influenced by local-scale convection. The outbreaks of cold air masses from the Asian highlands that propagates across the equator is the main cause on the synoptic scale. In addition, a fairly strong wind speed from the south supports convergence and triggers deep convective clouds by increasing the advection of warm air in the southern part of Java Island, especially in this case the Cilacap area. Meso-scale analysis was carried out using numerical simulations to estimate rainfall spatially and using Himawari-8 satellite imagery. Numerical simulations carried out using the Weather Research and Forecasting model with adjustments to certain parameterization schemes have not been able to estimate rainfall well enough with underestimated values compared to the observation data. Based on Himawari-8 satellite imagery, it is clearly observed that the cloud formed is a mesoscale convective cloud system with a life span of more than six hours. The cloud growth is quite massive, which is indicated by the cloud top temperature value is lower than -80℃ in the mature phase. Thus, the resulting rainfall includes extreme rain, resulting in flooding in parts of Cilacap.
2021-08-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31258 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i2.31258
1671781 #5605 Tsunami Wave Height Modelling Using COMCOT Software Based on Maximum Earthquake Scenario in Bali Island Faiza, Nida Nur
Fatimah, Rizkahana
Haryanto, Yosafat Donni
Bahasa Indonesia memiliki potensi bahaya tsunami tertinggi, menempati urutan pertama dari 265 negara. Pulau Bali merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang dikategorikan sebagai wilayah rawan tsunami karena keberadaan Java Megathrust di segmen selatan Bali, yang memiliki magnitudo maksimum hingga M 9,0, yang dapat memicu tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan tinggi gelombang tsunami dan waktu tiba gelombang berdasarkan skenario gempa maksimum di zona megathrust Bali selatan. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak COMCOT (Cornell Multi-grid Coupled Tsunami Model). Data yang digunakan dalam pemodelan tsunami terdiri dari data parameter gempa dari Global CMT Catalogue, serta data batimetri dan topografi dari GEBCO, BATNAS, dan DEMNAS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tsunami yang ditimbulkan dapat mencapai ketinggian maksimum hingga 18 meter di Bali selatan. Dari titik-titik tide gauge yang telah dibuat, titik yang terletak di lokasi Nusa Penida menunjukkan amplitudo maksimum hingga 5 meter. Selain itu, simulasi perambatan gelombang tsunami juga menunjukkan bahwa gelombang tsunami membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit untuk mencapai daratan pantai selatan Bali dan Nusa Penida pascagempa. Oleh karena itu, diperlukan sistem peringatan dini yang cepat dan pembuatan jalur evakuasi yang efektif untuk mengurangi risiko dan dampak tsunami di Pulau Bali.
2025-08-05 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60751 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i2.60751
1671780 #5605 Dental Hypnosis Monitoring Device Malik, Nada Qisthina
Fauzan, Naufal Hilmi
Putri, Adiyana
Abdurrochman, Andri
Dental hypnosis monitoring device merupakan suatu alat yang berfungsi untuk memantau kondisi kesadaran seorang pasien kesehatan gigi pada saat terhipnosis. Pada dunia kedokteran gigi khususnya bagi seorang dokter yang menggunakan metode dental hypnosis berguna untuk menenangkan pasien bahkandapat menjadi pengganti anastesi. Alat ini dapat membantu dokter gigi dalam praktek dengan metode dental hypnosis karena dapat memantau kesadaran pasienyang sedang di hypnosis.  Alat ini mengetahui kondisi kesadaran pasien berdasarkan frekuensi gelombang otak pasien yang dideteksi menggunakan elektroda. Frekuensi gelombang otak yang didefinisikan sebagai tanda bahwa seorang pasien berada pada kondisi terhipnosis berada pada rentang 3-10 Hz atau berada pada jangkah gelombang thetadan alpha. Indikasi kondisi terhypnosis dinyatakan dengan warna hijau, diluar itu dinyatakan dengan led berwarna merah.
2019-01-29 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20620 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i1.20620
1671779 #5605 Identifikasi Bidang Gelincir Berdasarkan Parameter Fisika Batuan (Studi Kasus: Daerah Rawan Longsor Di Jalan Kereta Api Km 110, Purwakarta) Santoso, Budy
Wijatmoko, Bambang
Supriyana, Eddy
AbstrakJalan Kereta Api Km 110, Purwakarta, Jawa Barat adalah salah satu lokasi yang rawan pergerakan tanah. Salah satu faktor yang menyebabkan gerakan tanah di lokasi ini adalah adanya bidang gelincir yang berada di bawah permukaan tanah. Gerakan tanah di lokasi ini merupakan gerakan tanah lama yang aktif kembali karena dipicu oleh infiltrasi air hujan. Secara geologi daerah penelitian termasuk dalam Formasi Subang, terdiri dari: batulempung, breksi dan batupasir. Batulempung merupakan lapisan kedap air, apabila terdapat infiltrasi air hujan, maka air tidak dapat diserap oleh lapisan batuan tersebut, tetapi akan mengalir ke arah bawah lereng. Batulempung yang terkena air akan mengubah sifat kekerasan batulempung menjadi licin, sehingga permukaan batulempung tersebut dapat berfungsi sebagai bidang gelincir. Berdasarkan hasil pengukuran resistivitas, data pengeboran dan analisis laboratorium mekanika tanah, Batulempung memiliki nilai resistivitas: 1 - 5 Ohm.m, permeabilitas: 5,39x10-7 cm/detik dan porositas: 54,99 %.Kata kunci:  bidang gelincir,  permeabilitas,  porositas,  resistivitas.
2020-08-01 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27579 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i2.27579
1671778 #5605 Studi Komputasi Efek Sonofisika dari Gelembung Mikro terhadap Deformasi Lapisan Logam -, David -
Faizal, Ferry
Hidayat, Sahrul
Siklus kavitasi terjadi ketika gelembung mikro diberikan paparan gelombang ultrasonik, yang merupakan fase pengembangan, osilasi, dan pecahnya gelembung di zat cair. Saat pecah, gelembung mikro akan menghasilkan efek sonofisika berupa tekanan dan suhu yang tinggi, yang dapat digunakan untuk mendefromasi permukaan bahan. Telah dilakukan simulasi berdasarkan model dinamika gelembung Rayleigh–Plesset untuk menginvestigasi pengaruh jari-jari awal gelembung terhadap efek sonofisika yang dihasilkan, dan dampaknya terhadap deformasi lapisan logam. Hasil simulasi menyatakan bahwa gelembung dengan jari-jari awal yang kecil memiliki siklus osilasi yang lebih intens dan menghasilkan efek sonofisika yang lebih besar, sehingga memiliki efektivitas yang lebih tinggi untuk mendeformasi lapisan logam.
2022-02-07 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37102 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i1.37102
1671777 #5605 Identifikasi Mesoscale Convective Complex (MCC) pada Kejadian Hujan Sangat Lebat di Lombok Barat (Studi Kasus 1 Mei 2021) Intan Sari, Juliani
Saputra, Muhammad Reza
Mesoscale Convective Complex (MCC) merupakan fenomena penting dan berdampak serius pada keakuratan model numerik operasional. Identifikasi MCC berdasarkan kriteria oleh Maddox (1980) dilakukan untuk mengetahui adanya fenomena MCC saat kejadian hujan sangat lebat pada 1 Mei 2021, yang dapat menjadi penyebab tingginya curah hujan pada kejadian tersebut. Penelitian ini mengambil lokasi di daerah yang terdampak banjir saat kejadian hujan sangat lebat 1 Mei 2021, yaitu di Kabupaten Lombok Barat dengan koordinat area 7° s/d 10° LS dan 114° s/d 117° BT. Data yang digunakan meliputi data satelit Himawari-8 kanal IR dan I2. Pola pertumbuhan awan, diamati dengan menggunakan Colored Enhanced Infrared (EIRc). Nilai CAPE didapatkan dengan mengolah data satelit yang menampilkan kontur nilai CAPE. CAPE yang cukup tinggi menunjukkan kondisi atmosfer yang labil dan dapat turut mendukung perkembangan MCC. Syarat suhu puncak awan terpenuhi mecapai 4 jam sebelum fenomena MCC didefinisikan terjadi. Sementara pada fase pembentukannya, nilai eksentrisitas, luasan selimut awan, serta luasan suhu puncak awan terpenuhi jauh melebihi syarat yang digunakan. MCC melingkupi wilayah Lombok terjadi pada sore hari mulai pukul 10.00 UTC selama 7 jam.
2023-08-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/44589 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.44589
Menampilkan 1.381 - 1.400 dari total 1.550.696 data