| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671756 | #3358 | PENGGUNAAN BUDGET MODEL UNTUK MERANCANG IRIGASI KALENDER TANAMAN JAGUNG PADA TANAH TEKSTUR LEMPUNG BERPASIR UNTUK DAERAH IKLIM PALEMBANG | Momon Sodik Imanudin, Bakri dan |
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan air tanaman lahan kering serta penjadwalan irigasi. Sebagai indikator tanaman, digunakan tanaman jagung ntuk simulasi komputer. Data iklim harian diambil dari Stasiun Kenten Palembang. Neraca air di bawah zona akan dianalisis menggunakan bantuan model komputer BUDGET. Jenis tanah adalah ultisol adalah dengan tekstur tanah lempung liat berpasir di bagian atas dan di lapisan bawah adalah liat. Beberapa skenario diuji pada musim peralihan, musim basah dan kering. Hasil analisis model komputer menunjukkan bahwa tanaman jagung pada musim hujan tidak memerlukan irigasi. Untuk periode peralihan (Maret sampai Mei) diperlukan irigasi di fase pembungaan, dengan total kebutuhan air 76, 5 mm. Analisis di musim kemarau (Mei-Juli) diperlukan 198 mm air irigasi. Penjadwalan aplikasi irigasi adalah sebanyak 9 kali dengan interval setiap 7 - hari pada masa 10 hari pertumbuhan awal, tengah dan akhir. Kata kunci: hemat air, tanaman jagung, irigasi kalender, model BUDGET
|
2012-05-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6333 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1671755 | #3358 | Modifikasi Pati Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) dengan Dual Annealing dan Heat Moisture Treatment |
Subroto, Edy Supriyadi, Yadi Indiarto, Rossi Huda, Syamsul |
Umbi gadung adalah komoditas pangan lokal yang dapat digunakan sebagai sumber pati, namun pati gadung memiliki stabilitas yang rendah sehingga di perlukan modifiikasi untuk memperbaiki sifat fungsional dan stabilitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik pati gadung termodifikasi dual annealing (ANN), dual heat moisture treatment (HMT), dan kombinasi annealing dan HMT (ANN+HMT) yang memiliki sifat fungsional, amilografi, dan fisikokimia yang lebih baik. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan modifikasi dual HMT, dual Annealing maupun kombinasi ANN + HMT berpengaruh terhadap sifat fungional dan amilografi pati gadung. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan dalam sifat amilografi, termasuk suhu awal gelatinisasi, viskositas pasta panas, viskositas pasta dingin, dan breakdown viscosity pada pati gadung yang telah dimodifikasi. Namun, modifikasi ini juga menyebabkan penurunan kecerahan warna pada pati hasil modifikasi dual HMT dan kombinasi ANN + HMT. Modifikasi dual HMT merupakan perlakuan terbaik yang menunjukkan kestabilan pada suhu tinggi. Perlakuan ini ditandai dengan penurunan viskositas breakdown sebesar 74,22 kali. Selain itu, modifikasi dual HMT ini juga meningkatkan nilai swelling volume sebesar 1,29 kali, dan nilai KPA pada modifikasi dual HMT meningkat sebesar 1,71 kali daripada pati gadung alami. Dengan demikian modifikasi dual HMT efektif memperbaiki sifat fungsional dan stabilitas pati gadung.
|
amilografi, annealing; heat moisture treatment; modifikasi pati; pati gadung | 2025-08-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63270 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol19n2.3 |
| 1671754 | #3358 | A SWOT Analysis of the Hydroponics Entrepreneurship as Sustainable Income in Covid-19 Pandemic Adaptation | Pardede, Glenn |
The COVID-19 pandemic made us adapt to changes. One kind of adaptation that provides opportunities is hydroponics entrepreneurship as sustainable income generation. The sustainability context in this research is about how impactful hydroponics is with regard to economic, social and environmental aspects. This study aims to give a comprehensive understanding of the potential of hydroponics entrepreneurship, located in urban areas of Indonesia, as sustainable income generation. The research is a qualitative study that was conducted in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi. The data collection was conducted through literature review and in-depth interviews with 25 respondents. The literature review aims to give an understanding of the sustainability context while the interview focused on the Strength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT) analysis of hydroponics entrepreneurship activity. The findings of the interview show that the quality of hydroponics products and customer responsiveness in the two study areas may become the strengths of hydroponics. Meanwhile, the efficiency of production and innovation turn out as the weaknesses of the activities. Furthermore, the hydroponics grower can find opportunities in political, social, technological, and legal aspects, but they should be aware of the economic and environmental threats. In conclusion, hydroponics is a promising sector for income generation in the two study areas but considering both helpful aspects such as quality, customer responsive, technology, political environment, social condition, and legalization and harmful factors such as efficiency, innovation, economic condition, and environment are essential for the hydroponics growers.
|
Teknologi Pertanian Hydroponic Ekonomi pertanian | 2022-08-19 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/39731 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol16n2.5 |
| 1671753 | #3358 | Tahanan Draft Tanah Spesifik Beberapa Bajak Singkal di Tanah Sawah | Kramadibrata, Ade Moetangad |
Reaksi tanah terhadap tiga permukaan kerja bajak singkal ketika beroperasi pada kondisi tanah sawah telah diprediksi dengan menggunakan formula Kisu dan pada saat yang sama diukur secara actual di lapangan untuk mengetahui tahanan draft tanah spesifiknya. Bajak singkal yang digunakan adalah lanyam kecil Cidaun, lanyam besar Ciamis (keduanya seluruhnya terbuat dari kayu) dan bajak Bujul (singkal besinya didukung oleh kayu) – dinyatakan di sini sebagai P1, P2 dan P3. Bajak-bajak ini secara bergiliran ditarik oleh seekor kerbau berbobot dinamik 23,44 kN dengan kecepatan tarik 0,48 m/s pada kedalaman 10 cm. Sebuah dynamometer terkalibrasi berkapasitas 549,36 N/cm2 terpasang di titik tarik pada palang tarik kerbau digunakan untuk mengukur tahanan draft tanah actual. Hasil pendugaan Formula Kisu menunjukan rata-rata tahanan draft tanah spesifik untuk P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 1,2542; 1,2123 dan 1,2548 N/cm2. Sedang data aktual yang diukur pada P1, P2 dan P3 berturut-turut menunjukan tahanan draft tanah spesifik 1,3705; 1,239 dan 1,3885 N/cm2. Data ini membuktikan bahwa perolehan data prediksi dan data aktual masih berada di dalam interval yang dapat diterima pada nilai maksimum 4 N/cm2. Walau terdapat perbedaan nyata antara data prediksi dan data aktual, namun besaran ini masih berada dalam batas maksimum tahanan draft tanah hewan yang memiliki gaya tarik 0,4709 kN pada kecepatan tarik 0,48 m/det atau daya maksimum sekitar 0,226 kW. Kata kunci: tahanan draft tanah spesifik, bajak tradisional, hewan tarik, tanah sawah
|
2013-05-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6372 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1671752 | #3358 | MODIFIKASI MODEL HIDROGRAF ALIRAN PERMUKAAN WOODING UNTUK DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DAERAH TROPIS |
-, Wagiono Bafdal, Nurpilihan Bermanakusumah, Ramdhon Asdak, Chay |
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model hidrograf debit aliran permukaan yang dimodifikasi dari model Wooding, untuk kejadian hujan di daerah tropis, luas DAS yang lebih besar dan diharapkan lebih baik tingkat ketelitiannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Desember 2004.Percobaan kalibrasi model telah dilakukan pada plot percobaan berbentuk ellips dengan panjang sumbu pendek 2,0 m dan sumbu panjang 3,0 mdi Jatinangor untuk memperoleh parameter yang akan memberikan estimasi hasil hidrograf terbaik, dan validasi model untuk menguji keandalan model pada skala DAS di sub DAS Cigulung seluas 36,8 km2 dan sub DAS Cikapundung Maribaya seluas 76,7 km2.          Hasil kalibrasi plot percobaan mendapatkan η (koefisien detention) terpakai sebesar - 0,5 dan pengujian keandalan model definitif menunjukkan hidrograf debit aliran permukaan yang dihitung dengan menggunakan model definitip tidak berbeda nyata pada tingkat kepercayaan 95% terhadap hidrograf debit aliran permukaan hasil pengukuran lapangan. Sedangkan analisa sensitivitas menunjukkan perubahan luas DAS dan intensitas hujan akan berpengaruh terhadap hasil perhitungan debit aliran permukaan model. Kata kunci: Hidrograf aliran permukaan
|
2014-12-17 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4823 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1671751 | #3358 | Karakteristik dan Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Daun Actinodaphne borneensis Terhadap Mikroorganise Penyebab Karies Gigi |
Rizqullah, Muhammad Akmal Purba, Farida Fitriani Kusuma, Irawan Wijaya Kuspradini, Harlinda |
Pencarian bahan alami sebagai alternatif pengobatan terhadap infeksi penyebab karies gigi terus dilakukan, salah satunya yaitu menggunakan minyak atsiri. Actinodaphne borneensis merupakan spesies tumbuhan hutan penghasil minyak atsiri dari famili Lauraceae yang tersebar luas di hutan Borneo khususnya Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik minyak atsiri daun A. borneensis yang dihasilkan dan mengetahui potensi aktivitas antimikroba terhadap bakteri dan jamur penyebab karies gigi. Minyak atsiri daun A. borneensis diisolasi dengan distilasi water and steam distillation. Minyak atsiri yang diperoleh diuji sifat fisik dan dilakukan identifikasi senyawa penyusunnya menggunakan GC-MS. Aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi uji 100%, 10% dan 1%. Empat mikroorganisme uji yang digunakan antara lain bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, Streptococcus sobrinus dan jamur Candida albicans. Hasil karakteristik minyak atsiri yang dihasilkan menunjukkan rendemen sebesar 0,1507%, berwarna kuning, nilai indeks bias 1,441 dan larut dalam alkohol 1:2,4 bagian. Berdasarkan hasil analisis GC-MS menunjukkan komponen kimia penyusun minyak atsiri yang mendominasi diantaranya spathulenol, β-ocimene, (+)-aromadendren, D-limonene dan epiglobulol. Aktivitas antimikroba tumbuhan A. borneensis berpotensi dapat menghambat pertumbuhan S. aureus, S. mutans, S. sobrinus dan C. albicans, dengan zona hambat masing-masing 15,11, 19,78, 20,56, dan 16,77 mm.
|
teknologi pengolahan hasil pertanian Actinodaphne borneensis, Antimikroba, Lauraceae, Karakterisitik, Minyak Atsiri Bioaktivitas Produk Hasil Hutan | 2023-08-15 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/44444 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jtvol17n2.6 |
| 1671750 | #3358 | Pengolahan Alang-Alang (Imperata Cylindrica) Sebagai Bahan Baku Furfural Melalui Pretreatment Pemanasan Resistive |
Hendrawan, Yusuf Yosua, Yosua Ulfa, Siti Mariyah |
Pada kajian ini, penulis bermaksud untuk mengetahui pengaruh proses pretreatment resistive heating pada proses pembuatan furfural dari bahan alang-alang dan juga untuk mengetahui karakter furfural yang dihasilkan. Rancangan percobaan terdiri dari 2 faktor, faktor 1 yaitu konsentrasi NaOH (0,01; 0,05; 0,09 M) dan faktor 2 yaitu suhu pretreatment (65, 75, 85 °C). Hasil penelitian menunjukan bahwa pretreatment pemanasan resistive dapat menghasilkan rendemen furfural yang lebih banyak dibanding dengan rendemen tanpa pretreatment dan juga konsentrasi NaOH dan suhu pretreatment berpengaruh terhadap jumlah rendemen furfural hasil hidrolisis. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan suhu pemanasan 65°C dengan konsentrasi NaOH 0,01 M, yaitu didapatkan rata-rata rendemen furfural sebanyak 7,34%. Karakterisasi melalui pengukuran massa jenis, kromotografi lapis tipis (KLT), spektrofotometri UV-Vis, spektrofotometri FTIR, dan gas chromatography (GC) menunjukan bahwa karakter furfural yang didapat memiliki kemiripan dengan furfural standar.Kata kunci: Alang-alang, Furfural, Pretreatment, Resistive, Lignoselulosa
|
2019-04-05 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20628 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol12n2.1 | |
| 1671749 | #3358 | KARAKTERISTIK MINYAK AKAR WANGI (VETIVER OIL) DARI TANAMAN AKAR WANGI (Vetiveria zizanoides) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI LOGAM TIMBAL |
Sumiarsa, Dadan Herwanto, Totok Pratama, M. Reyhan |
Tanaman akar wangi (V. zizanioides) merupakan salah satu tanaman pemulih lahan (fitoremediasi) tercemar logam berat, juga penghasil minyak atsiri, vetiver oil. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh penyerapan logam berat Pb terhadap komposisi minyak akar wangi. Tanaman akar wangi ditanam pada media tanah yang ditambah logam Pb artifisial dengan konsentrasi 0 (kontrol), 200, 800, dan 3200 ppm. Setelah 5 bulan penanaman  dilakukan analisis Pb yang terakumulasi pada bagian akar dan shoot menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Bagian akar tanaman dilakukan hidrodistilasi, dan komposisi minyak akar wangi dianalisis dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman akar wangi dapat tumbuh pada media tanah yang mengandung 200, 800, 3200 mg Pb/kg dan kontrol. Rendemen minyak akar wangi masing-masing perlakuan adalah 0,33, 0,40, dan 0,33 % dan 0,22 %. Hasil analisis komposisi minyak akar wangi menunjukkan komposisi seskuiterpen hidrokarbon meningkat dengan bertambahnya konsentrasi Pb di media, sebaliknya untuk seskuiterpen teroksigenasi menurun. Kata kunci : Akar wangi, Minyak atsiri, Timbal
|
2014-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/5169 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1671748 | #3358 | Pengaruh Pengeringan dan Pengecilan Ukuran terhadap Sifat Bubuk Stevia rebaudiana |
Yudhistira, Bara Pratiwi, Herlis Atmaka, Windi |
Kebutuhan gula tebu atau sukrosa sebagai pemanis terus meningkat, kebutuhan gula nasional hanya mampu dipenuhi sekitar 40%, sisanya mengandalkan impor. Gula tebu memiliki kekurangan dengan nilai kalori yang tinggi. Stevia merupakan alternatif pemanis rendah kalori, dan mempunyai 300 kali tingkat kemanisan dari gula sukrosa. Pengeringan dan pengecilan ukuran merupakan proses pendahuluan dari daun stevia. Tahapan penelitian dilakukan dengan 2 tahap, yitu pertama pengeringan, dengan cabinet dryer yang dilakukan dengan variasi suhu pengeringan K1 (50 oC), K2 (60 oC), K3 (70 oC), dan K4 (80 oC) kemudian dilakukan uji kadar air dan total padatan terlarut, sampel terbaik yaitu K4 (pengeringan suhu 80 oC) dengan kadar air terendah yaitu 5,87% dan total padatan terlarut tertinggi yaitu 8,73. Sampel terbaik kemudian dilanjutkan prosesnya ke tahap 2 yaitu pengecilan ukuran pada variasi M1 (60 mesh), M2 (80 mesh) dan M3 (100 mesh), kemudian dilakukan analisis persen rendemen, kadar abu, daya serap air, kadar steviosida dan kadar gula total bubuk daun stevia. One way Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk analisis hasil penelitian dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada α = 0,05. Sampel terbaik yaitu M3 (ukuran partikel 100 mesh) dengan % rendemen sebesar 39,68%, kadar abu sebesar 10,34%, daya serap air sebesar 63,64%, kadar steviosida 7,28% dan kadar gula total 7,83%.
|
Pascapanen dan Teknologi proses Stevia rebaudiana; steviosida; pengeringan; pengecilan ukuran; pemanis | 2025-12-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/62568 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol19n3.6 |
| 1671747 | #3358 | Prediction Model of Basal Stem Rot (BSR) Based on Ganoderma Boninense Using UV/Vis Diffuse Reflectance Spectroscopy |
Iqbal, Zaqlul Mahmudah, Lutfi Susilo, Bambang |
Basal Stem Rot (BSR) disease was considered as the most destructive disease in oil palm tree. Ganoderma boninense. fungi causing BSR on oil palm tree, could release cell wall degrading enzymes (CWDE) which responsible to degrade polysaccharide on oil palm tree cell wall such as cellulose and lignin into reducing sugar. In this research optical measurement using UV/Vis Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS) was utilized to qualify and quantify BSR level based on its reducing sugar. Several stages were conducted to qualify and quantify reducing sugar comprising sample preparation, spectral data acquisition and chemometrics analysis. Health Stem (HS) and Infected Stem (IS) were prepared. The two stem condition were dried and powdered separately then mixed into 5 mixtures from both stems (100% HS, 75% HS + 25% IS + 50% HS + 50% IS, 25% HS +75% IS and 100% IS) and duplicated to produce 10 total sample. Reducing sugar was measured for each sample. Other than that, spectrum acquisition data was conducted using UV/Vis DRS. In the final stage, chemometrics analysis was performed where reducing sugar was set as response and spectral data was set as predictor. The result showed that Principal Component Analysis (PCA) could well classify 4 group of mixtures. While for quantitative analysis, Partial Least Square (PLS) and Support Vector Machine Regresion (SVR) were used to develop prediction model of reducing sugar. PLS showed low performance with the highest R2 val and R2 cal accounting for 0.218 and 0.019 and RMSEC and RMSECV were 0.019 and 0.023, respectively. Besides, SVMR using first derivative savitzky-golay (DG1) preprocessing showed high R2 cal and R2 val accounting for 0.823 and 0.701 with RMSEC and RMSECV were 0.012 and 0.028, respectively.
|
Teknologi Pertanian Basal Stem Rot, reducing sugar, UV/Vis DRS, chemometrics biosistem | 2021-12-15 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/36286 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol15n2.1 |
| 1671746 | #3358 | PEMIPIL JAGUNG SEMI MEKANIS KAPASITAS SKALA MENENGAH | rin, Tam |
Alat pemipil jagung telah berkembang di Indonesia mulai dari alat pemipil jagung sangat sederhana sampai alat pemipil jagung mekanis. Namun alat pemipil jagung dengan kapasitas skala menengah belum berkembang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis 2 rancangan alat pemipil jagung dengan kapasitas skala menengah dan mengembangkan rancangan alat pemipil baru. Penelitian dilakukan dengan cara membandingkan 2 rancangan alat pemipil jagung dengan kapasitas skala menengah. Hasil analisis menunjukkan bahwa alat yang lebih berat dengan kontruksi lebih lebar akan lebih stabil dan alat yang dioperasikan dengan posisi jongkok akan lebih cepat lelah dari pada dioperasikan pada posisi berdiri. Persentase biji jagung terpipil lebih baik dengan ruang pemipil yang elastis. Hasil pemipilan diperoleh 98,2 % jagung baik dan 1,48 % jagung rusak. Beban tarik untuk mengoperasikan 1-4 bonggol jagung di dalam ruang pemipil adalah 5,58-10,76 kg gaya. Kapasitas pemipilan 80,8 kg jagung tongkol per jam. Kata kunci : jagung, alat pemipil jagung, tenaga operasi, kapasitas dan jagung rusak
|
2012-09-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6342 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1671745 | #3358 | ANALISIS ERGONOMI DAN ANALISIS BIAYA EKSTRAKTOR SARI BUAH JAMBU BIJI |
Herwanto, Totok Saukat, Muhammad Fauzi, Irfan |
Ekstraktor sari buah jambu telah dirancang untuk meratifikasi 53.200 ton produksi tahunan jambu Indonesia yang kurang termanfaatkan. Namun analisis rancangan ergonomik dan biayanya belum terungkap. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mengungkap kinerja ergonomik dan biayanya. Hasil dari aspect antropomeri menunjukkan bahwa ekstraktor ini sesuai dengan standar antropomerik operasi untuk operator setinggi 162 cm yang memiliki nilai indeks angkat (NIA) lebih dari satu (NIA >1). Namun dengan nilai kebisingan antara 89,87-91,58 db ekstraktor ini tidak memenuhi syarat standar. Sebaliknya, analisis biayanya menunjukkan bahwa ekstraktor ini secara ekonomis wajar dengan nilai NPV, IRR, dan BCR berturut-turut Rp 16.251.680,51; 34,77%, dan 1,23, di mana waktu pengembalian investasi tercapai pada tahun ketiga. Kata kunci: ekstraktor jus jambu, analisis ergonomik dan biaya
|
2014-08-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4793 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1671744 | #3358 | Kajian Proses Penyeduhan Teh Herbal Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Kayu Manis (Cinnamomum cassia) sebagai Minuman Fungsional |
Filianty, Fitry Ilmi, Inta Nur Yarlina, Vira Putri |
Produk teh herbal telah berkembang di kalangan masyarakat karena dapat meningkatkan kesehatan. Daun kelor (Moringa oleifera) dan kayu manis (Cinnamomum cassia) menjadi kandidat bahan teh herbal yang memiliki senyawa metabolit sekunder. Faktor yang mempengaruhi banyaknya metabolit sekunder yaitu rasio, suhu, dan lama penyeduhan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) yang dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada p-value 5% dan uji GLM EM MEANS menggunakan SPSS untuk melihat simple effect dari setiap taraf perlakuan pada interaksi faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik nutrisi bahan baku serta mengevaluasi rasio, suhu, dan lama penyeduhan pada seduhan teh herbal daun kelor-kayu manis yang menghasilkan kadar fenolik total tertinggi. Variabel yang digunakan yaitu rasio daun kelor : kayu manis (100:0; 25:75; 50:50; 75;25; dan 0:100), suhu penyeduhan (60oC; 80oC; dan 100oC), dan lama penyeduhan (5 dan 10 menit). Nutrisi yang terkandung dalam daun kelor dan kayu manis dapat berpotensi sebagai bahan yang memiliki nilai fungsional. Hasil skrining fitokimia secara kualitatif daun kelor yang diekstrak dengan aquades terdeteksi adanya alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin, sedangkan pada kayu manis tidak terdeteksi alkaloid. Kadar fenolik seduhan teh berkisar antara 5,42-8,81 mg GAE/g bahan. Perlakuan seduhan teh herbal daun kelor-kayu manis terbaik diperoleh pada rasio 50 : 50 yang diseduh dengan suhu 80°C selama 10 menit menghasilkan kadar fenolik total tertinggi sebesar 8,81±0,03 mg GAE/g bahan.
|
teknik pengolahan hasil pertanian Cinnamomum cassia; fitokimia; kadar total fenolik; karakteristik nutrisi, Moringa oleifera; teh herbal | 2022-12-27 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/42224 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol16n3.4 |
| 1671743 | #3358 | Perbandingan Hasil Teknik Ekstraksi Minyak Sacha Inchi: Pelarut Heksan dengan Metode Enzim dan Asam |
Nurhadi, Bambang Maharani, Rizkika Army Pangawikan, Aldila Din Rustandi, Tantan Filianty, Fitry |
Sacha inchi merupakan tanaman merambat yang mengandung banyak minyak setiap kepingnya dengan kandungan lemak tak jenuh yang tinggi. Untuk mendapatkan minyak dari sacha inchi dapat digunakan lima perlakuan yang berbeda, yaitu metode pelarut heksana yang akan digunakan sebagai kontrol, enzim bromelin, enzim bromelin dengan ultrasonik, asam, dan asam dengan ultrasonik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pengaruh dari hasil perolehan minyak dan kualitas dari masing-masing sampel. Hasil rendemen sampel minyak sacha inchi yang diekstraksi dengan heksan, bromelin, bromelin dan ultrasonik, penambahan asam, dan asam dengan gelombang ultrasonik berdasarkan berat simplisia adalah 29,64%; 24,11%; 28,77%; 19,76%; 23,48% dan berdasarkan berat lemak adalah 56,37%; 45,85%; 54,71%; 37,59%; 44,67%. Sampel sacha inchi yang diekstraksi menggunakan gelombang ultrasonik bromelain memiliki rendemen 98,54% jika dibandingkan dengan rendemen kontrol. Semua sampel memiliki warna yang terang dan cenderung kuning. Hasil bilangan peroksida minyak sacha inchi yang diekstrak dengan heksana, enzim bromelain, enzim bromelain dan ultrasonik, penambahan asam, dan asam dengan ultrasonik adalah 3,42; 2,61; 5,48; 7,74; 12,41 m-eqOâ‚‚/kg dan hasil bilangan yodium adalah 67,84; 73,59; 70,64; 66,95; 64,59, gI2 /100g. Sampel minyak sacha inchi yang diekstraksi menggunakan enzim bromelain berbantuan gelombang ultrasonik memiliki omega-3 sebesar 52,15 g/100g dan omega-6 sebesar 34,05 g/100g.
|
Asam klorida; enzim bromelin; minyak sacha inchi; teknik ekstraksi Alternatif Ekstraksi Minyak Tanpa Pelarut Heksana | 2026-04-27 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/62857 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol20n1.9 |
| 1671742 | #3358 | SIFAT FUNGSIONAL DAN REOLOGI TEPUNG JAGUNG NIKSTAMAL SERTA APLIKASINYA PADA PEMBUATAN BAHAN DASAR MAKANAN PENDAMPING ASI |
Marta, Herlina Dan, Sugiyono Haryanto, Bambang |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sifat fungsional dan reologi tepung jagung nikstamal dan pengaplikasian tepung jagung nisktamal tersebut dalam pembuatan bahan dasar Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Biji jagung diberi perlakuan nikstamalisasi menggunakan berbagai tingkat konsentrasi kapur (0 %, 0,25 % dan 0,5 %) dan lama pemasakan (0, 5, 10, 15 dan 20 menit). Konsentrasi kapur dan lama pemasakan secara signifikan (p ≤ 0,05) memengaruhi sifat fungsional dan reologi tepung jagung. Semakin tinggi konsentrasi kapur, maka swelling volume, solubility, kapasitas penyerapan air dan kekuatan gel semakin menurun. Profil gelatinisasi memperlihatkan bahwa viskositas puncak, breakdown dan setback tepung jagung semakin menurun dengan semakin meningkatnya konsentrasi kapur. Semakin meningkat kapasitas penyerapan air, maka semakin meningkat swelling volume, solubility, kekuatan gel dan viskositas puncak, sebaliknya semakin menurun wettability tepung jagung. Bahan dasar MP-ASI yang dibuat dari tepung jagung nikstamal memiliki komponen nutrisi makro sesuai dengan standar dan memiliki kapasitas penyerapan air yang lebih rendah dan densitas kamba yang lebih tinggi dibandingkan bahan dasar MP-ASI dari tepung jagung non-nikstamal. Bahan dasar MP-ASI berbahan baku tepung jagung nikstamal memiliki daya cerna protein 87,36 % (bk) dan daya cerna pati 81,07 % (bk). Karakteristik sensori bahan dasar MP-ASI berbahan baku tepung jagung nikstamal tidak berbeda secara nyata dengan bahan dasar MP-ASI komersial kecuali kehalusan. Kata kunci: nikstamalisasi, tepung jagung, sifat fungsional, sifat reologi, MP-ASI
|
2013-09-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6382 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1671741 | #3358 | REKAYASA BERAS ANALOG BERBAHAN BAKU NON BERAS |
-, Marsetio Nurhadi, Bambang Hudaya, Saripah |
Beras analog adalah beras yang dibuat dari bahan bukan beras, tersusun dari serealia bukan beras, kacang-kacangan dan umbi-umbian dengan komposisi gizi mendekati beras. Pada penelitian ini bahan yang digunakan berasal dari jagung, sorgum, kedelai, kacang hijau, singkong, dan garut.Penelitian dilakukan melalui metode eksperimnetal dengan perlakuan 7 formula beras analog yaitu : F1 = Garut-Kedelai-Jagung (72 : 5,5 : 22,5), F2 = Garut-Kedelai-K.Hijau (80 : 10 : 10), F3 = Garut-Kedelai-Jagung (55,5 : 10 : 34,5), F4 = Singkong-Kedelai-Jagung (67,8 : 22,2 : 10), F5 = Singkong-Kedelai-K.Hijau (71 : 10 : 19), F6 = Sorgum-Garut-K. Hijau (76 : 10 : 14), dan F7 = Sorgum-Garut-K. Hijau (10 : 14,6 : 75,4). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Keteknikan Pengolahan Pangan Jurusan Teknologi Industri Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras analog mentah yang disusun dari Singkong-Kedelai-Jagung (67,8 : 22,2 : 10) merupakan formula terbaik walaupun tingkat kesukaan terhadap warna antara agak suka - suka, aroma antara agak suka – kurang suka, dan tekstur antara agak suka – biasa. Setelah dmasak menjadi nasi, tingkat kesukaan tersebut mengalami kenaikan. Hanya saja, kesukaan terhadap teksturnya ternyata masih lebih rendah dibanding dengan formula beras analog yang disusun dari formula F5 (singkong kedelai-kacang hijau = 71 : 10 : 19). Beras analog (F4) ini mengandung energi 347 Kalori, protein 6,06 %, lebih rendah dari protein beras sebesar 7,4 %, lemak 0,61 %, serat kasar 5,19 %. Asam amino pembatasnya adalah metionin dan sistin. Secara fisika, beras analog masih berbentuk silinder (seperti pelet/pakan ikan). Kata kunci: Beras analog, Formula, Sifat fisika dan kimia, Nilai kesukaan
|
2014-12-17 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4832 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1671740 | #3358 | Karakterisasi Fisikokimia dan Stabilitas Emulsi Pickering Menggunakan Tepung dan Pati Ganyong Termodifikasi Dry-Heat sebagai Emulsifier |
Restiana, Resti Cahyana, Yana |
Ganyong sebagai sumber karbohidrat berbasis pangan lokal berpotensi sebagai partikel penstabil emulsi pickering. Sifat tepung dan pati ganyong yang ramah lingkungan berpotensi sebagai pickering. Pemanfaatan tepung dan pati ganyong sebagai pickering masih memiliki keterbatasan pada sifat fisikokimia dan stabilitas. Penelitian ini mengamati karakteristik fisikokimia dan kestabilan tepung serta pati ganyong termodifikasi dengan metode dry heat (DH). Pengamatan dilakukan terhadap potensial zeta, sudut kontak, distribusi ukuran, indeks emulsi, indeks creaming dan kemampuan mengikat minyak: tepung dan pati ganyong termodifikasi. Hasil menunjukkan partikel tepung dan pati ganyong termodifikasi dan alami cenderung mudah teragregasi dengan ukuran partikel 1,17-1,41 µm dengan keberagaman partikel. Tepung dan pati ganyong alami, dan termodifikasi tergolong hidrofilik sudut kontak kurang dari 90o. Tepung ganyong dengan modifikasi dry heat, dan alami berpotensi sebagai emulsi pickering.
|
Food science pemanasan kering; ganyong; karakteristik fisikokimia; pickering; kestabilan emulsi Food technology | 2023-12-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/47639 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol17n3.3 |
| 1671739 | #3358 | Aplikasi Pulsed Electric Field (PEF) Sistem Kontinyu pada Sari Tebu Hijau (Saccharum officinarum L.) (Kajian Tegangan dan Frekuensi PEF) |
Indriani, Dina Wahyu Sumarlan, Sumardi Hadi Cahyanti, Riska Novia Mulyadi, Arie Febrianto Barunawati, Nunun |
Sari tebu hijau merupakan diversifikasi produk olahan tebu hijau. Pada proses pastuerisasi sari tebu hijau dapat dilakukan dengan dua cara yaitu termal dan nontermal. Kandungan tertinggi pada sari tebu yaitu gula sebesar 75-92 %, bila dipanaskan dengan metode termal adanya ion OH- akan terjadi proses dekomposisi diawali dengan pembentukan asam organik (asam laktat) diikuti senyawa kompleks yang akhirnya dapat menghasilkan warna coklat. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan alternatif pengolahan sari tebu hijau nontermal. Salah satu pengolahan nontermal menggunakan Pulsed Electric Field (PEF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tegangan dan frekuensi PEF terhadap kualitas sari tebu hijau, serta untuk mengetahui kombinasi tegangan dan frekuensi PEF yang paling tepat agar dihasilkan kualitas sari tebu hijau yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan (< 40 kV) dan frekuensi (< 40 kHz) yang rendah pada perlakuan PEF tidak berpengaruh signifikan terhadap total mikroba, total padatan terlarut, total gula, viskositas dan warna pada sari tebu hijau. Perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu perlakuan PEF menggunakan tegangan 40 kV dan frekuensi 40 kHz. Hasil perlakuan terbaik pada pengujian TPC pada perlakuan PEF tegangan 40 kV dengan frekuensi 40 kHz yaitu 87,48 % dengan total mikroba 8,5 x 106 cfu/ml. Penurunan total mikroba pada tegangan 40 kV dan frekuensi 40 kHz sebesar 0,9 log cycle, dengan karakteristik pH yaitu 5,83, total padatan terlarut (TPT) sebesar 13,4 derajat Brix, viskositas sebesar 5 Cp, warna kecerahan (L*) sebesar 23,55, kemerahan (a*) sebesar 7, kekuningan (b*) sebesar 7,3, dan total gula sebesar 12,24 %.Kata Kunci: Frekuensi, Pulsed Electric Field (PEF), Sari tebu hijau, Tegangan, emerging processing
|
energi dan elektrifikasi pertanian | 2017-07-27 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/11225 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol11n1.5 |
| 1671738 | #3358 | SISTEM PAKAR FUZZY PENENTUAN DAN PENIGKATAN KUALITAS MANGGIS | Purnomo, Dwi |
Komoditas manggis (Garcinnia mangostana Linn.) merupakan salah satu komoditas buah eksotik mempunyai nilai ekonomis tinggi terutama untuk ekspor dan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor unggulan. Faktor yang paling menentukan terhadap keberhasilan produk manggis untuk diterima di pasar adalah faktor kualitas. Pasar Internasional memiliki tuntutan kualitas yang sangat baik sementara untuk kualitas dibawahnya diperuntukkan bagi pasar lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu sistem pakar dalam penentuan kualitas manggis serta menentukan strategi perbaikan proses untuk meningkatkan kualitas manggis agar sesuai dengan tuntutan pasar. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei hingga juli 2008. Studi kasus dilakukan di Gapoktan Athamukti, Puspahyang Tasikmalaya dan dilakukan melalui dua tahapan, yaitu penentuan kualitas manggis dan strategi peningkatan kualitas manggis. Kedua tahapan tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik Sistem Pakar Fuzzy (Fuzzy Expert System). Yang membedakan keduanya adalah metode FIS yang digunakan, untuk penentuan kualitas manggis digunakan metode FIS Mamdani, hal tersebut dilakukan karena baik input maupun output merupakan himpunan fuzzy. Sedangkan untuk tahapan penentuan strategi peningkatan kualitas menggunakan metode FIS Sugeno karena outputnya mempunyai nilai tunggal (crisp). Fungsi keanggotaan yang digunakan adalah Triangular Fuzzy Number (TFN). Kata kunci : Manggis, Kualitas, Strategi, Fuzzy Expert System, Fuzzy Inference System, Mamdani, Sugeno
|
2014-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4884 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1671737 | #3358 | Front Matter | Team, Teknotan Editorial |
Tidak ada deskripsi
|
2024-08-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/57490 buka_link ↗ Highlight_link |