Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↓ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1671736 #3358 Kajian Kemampuan Aplikasi Hidromulsa dan GeojuteTerhadap Jumlah Limpasan Permukaan pada Lahan Kering Ciparanje Kendarto, Dwi Rustam
Salma, Nahda Balqis
NP, Sophia Dwiratna
Amaru, Kharistya
Herwanto, Totok
Bafdal, Nurpilihan
Lahan kering untuk pertanian pada umumnya berada di daerah lereng dan perbukitan dengan kondisi tanah yang peka terhadap pergerusan tanah akibat limpasan permukaan. Salah satu upaya konservasi pada lahan kering berlereng untuk mengurangi limpasan permukaan adalah dengan penggunaan aplikasi hidromulsa dan geojute. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan aplikasi hidromulsa dan geojute pada budidaya jagung terhadap jumlah limpasan permukaan. Penelitian ini dilakukan di Lahan Kering Ciparanje, Jatinangor. Perlakuan yang digunakan diantaranya plot A dengan menggunakan geojute mesh 5 cm dan hidromulsa, plot B dengan menggunakan geojute mesh 3 cm dan hidromulsa, plot C menggunakan hidromulsa tanpa geojute, dan plot D sebagai kontrol tanpa menggunakan geojute maupun hidromulsa. Pengamatan limpasan permukaan dilakukan setiap kejadian hujan. Metode yang digunakan deskriptif dengan analisis regresi dan uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi hidromulsa dengan geojute mesh 5 cm dapat menurunkan limpasan permukaan paling optimal sebesar 66,39%, tetapi aplikasi hidromulsa tanpa penggunaan geojute menghasilkan jumlah limpasan permukaan yang tinggi.
Teknik Tanah dan Air limpasan permukaan; hidromulsa; geojute; lahan kering. 2022-01-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22560 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol15n2.10
1671735 #3358 AUDIT ENERGI PADA BERBAGAI JENIS INDUSTRI TAHU BERDASARKAN TEKNOLOGI PEMASAKANNYA Markumningsih, Sri
Purwantana, Bambang
Sutiarso, Lilik
Berdasarkan teknologi pemasakannya cara penggunaan energi selama ini pada beberapa jenis industri tahu disinyalir belum efisien. Penelitian dilakukan pada 4 produsen tahu yang masing-masing menggunakan teknologi pemasakan berbeda, yaitu; tungku tunggal, tungku ganda, ketel uap horizontal, dan ketel uap vertikal. Metoda deskriptif analisis digunakan untuk mengkaji rasio masukan-luaran energi. Energi masukan adalah tenaga kerja manusia, energi bahan bakar, energi yang sudah terbentuk, dan energi bahan, sedang energi luaran adalah energi tahu, dan energi ampas tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total input energi tertinggi sebesar 19.005,05 kJ/kg tahu terjadi pada ketel uap vertikal dan terrendah sebesar 6.026,80 kJ/ kg tahu pada tungku tunggal. Tingginya konsumsi energi untuk mengoperasikan ketel uap vertikal terjadi karena ia bekerja di bawah kapasitas normal. Kata kunci : audit energi, industri tahu, ketel uap, tungku
2012-01-01 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6352 buka_link ↗ Highlight_link
1671734 #3358 KAJIAN EKSTRAKSI ANTOSIANIN KULIT TERUNG JEPANG (Solanum melongena L.) Diniyah, Nurud
Susanto, Tri
Nisa, Fithri Choirun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis terung dan konsentrasi HCl dalam etanol terhadap kualitas fisik dan kimia pigmen antosianin kulit terung. Penelitian ini disusun dengan menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor yaitu jenis terung (T), Kopek dan Kraigi dan konsentrasi HCl dalam etanol (P) 0,50 N; 1,00 N; dan 1,50 N dengan ulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji lanjut BNT α = 5 %. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode “ Multiple Attribute”. Perlakuan terbaik antosianin kulit terung diperoleh dari jenis terung Kopek dan konsentrasi HCl dalam etanol 1,00 N dengan karakteristik nilai pH 1,03; total antosianin 0,56 (mg/ml); rendemen antosianin 15,28x10-3 %; tingkat kecerahan (L*) 31,60; intensitas warna merah (a+) 33,50; dan sisa residu etanol 1,16 %. Kata kunci: Ekstraksi, Antosianin, Terung, Etanol
2014-07-21 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4803 buka_link ↗ Highlight_link
1671733 #3358 Potensi Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) sebagai Pewarna Alami Wiyono, Andi Eko
Amilia, Winda
Shasabillah, Retha Talia
Mulyana, Rifqoh Anggarani
Pramesti, Vinka Oktavia
Singkong merupakan salah satu bahan hasil pertanian yang keberadaannya melimpah di Indonesia. Potensi pengolahan singkong sangat besar seiring dengan perkembangan industri dan menyisakan limbah berupa daun singkong yang pemanfaatannya masih terbatas. Limbah daun singkong berpotensi sebagai pewarna alami karena daun singkong mengandung pigmen alami yakni klorofil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik daun singkong pada perlakuan blanching dan untuk mengetahui karakteristik ekstrak daun singkong dengan penambahan basa MgCO3. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium dengan pengulangan tiga kali. Data hasil penelitian terkait daun singkong dianalisis dengan analisis regresi linier menggunakan Microsoft excel 2010, sedangkan data hasil ekstrak daun singkong penambahan basa disajikan dalam tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH antara 4,9-5,8. Nilai warna L tertinggi pada perlakuan blanching 1 menit dengan nilai 54,2 dan nilai terendah pada perlakuan blanching 3 menit yaitu 51,5. Nilai warna a tertinggi pada perlakuan blanching 1 menit yaitu -22,7 dan nilai terendah pada blanching 3 menit -19,3. Nilai warna b tertinggi pada blanching 3 menit 21,6 dan nilai terendah pada blanching 2 menit yaitu 16,3. Kadar klorofil pada perlakuan blanching 1 menit 24,64 mg/g, blanching 2 menit 23,01 mg/g, blanching 3 menit 20,67 mg/g. Nilai pH ekstrak daun singkong dengan penambahan basa MgCO3 adalah 7,7 dan hasil  warna L 53,4; warna a -22,9; dan warna b 19,4. Total klorofil ekstrak daun singkong dengan penambahan basa sebesar 22,047 mg/g. Perlakuan blanching berpengaruh terhadap pH, warna L, warna a, warna b, dan total klorofil.
teknologi pertanian; teknologi industri pertanian basa, blanching; klorofil; singkong; pewarna alami 2023-04-16 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/44304 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol17n1.4
1671732 #3358 Pengaruh Komposisi Jerami Padi dan Kayu Sengon terhadap Kualitas Biopelet sebagai Sumber Energi Alternatif Rozalia, Rozalia
Romli, Muhammad
Pari, Gustan
Biopelet adalah bahan bakar alternatif terbarukan yang dibuat dari biomassa pertanian. Jerami padi merupakan biomassa pertanian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biopelet, namun memiliki nilai kalor yang relatif rendah. Oleh karena itu, diperlukan kombinasi dengan biomassa lain yang memiliki nilai kalor yang lebih tinggi, seperti serbuk gergaji kayu sengon, untuk meningkatkan kualitas dan energi biopelet yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi bahan baku biomassa untuk menghasilkan biopelet yang baik dari campuran jerami padi dan serbuk gergaji kayu sengon. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode pengempaan pada suhu 200 oC dengan ukuran sampel 40 mesh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu komposisi (% bobot) campuran bahan baku jerami:serbuk gergaji kayu sengon, yaitu jerami padi saja (A), 25:75 (AB1), 50:50 (AB2), 75:25 (AB3), dan serbuk gergaji kayu sengon saja (B). Faktor kedua adalah variasi waktu pengempaan (10, 15, dan 20 menit). Kualitas biopelet akan diuji sesuai persyaratan SNI 8675:2018. Penelitian memperlihatkan bahwa biopelet terbaik dihasilkan oleh campuran jerami:serbuk gergaji kayu sengon 25:75 (AB1) dengan waktu pengempaan 20 menit. Biopelet yang dihasilkan memiliki karakteristik densitas 1.00 g/cm3, kadar air 0.09%, kadar abu 5.5%, nilai kalor 23.3 MJ/kg, dengan laju konsumsi pembakaran biopelet 0.52 g/detik.
Environment technology Biopelet; laju konsumsi pembakaran; nilai kalor Renewable Energy 2026-04-29 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/66924 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol20n1.18
1671731 #3358 RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA PROTOTIPE MESIN PERONTOK SORGUM Yusuf, Asep
Sudaryanto, Sudaryanto
K. Sugandi, Wahyu
Selama ini, hasil penyosohan biji sorgum menggunakan mesin penyosoh biji sorgum masih meninggalkan masalah berupa kulit biji yang ikut terolah, sehingga setelah proses penyosohan selesai perlu dilakukan proses pemisahan kulit biji dari biji sorgum hasil penyosohan. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang bangun prototipe Mesin Perontok Sorgum untuk menghasilkan biji sorgum yang bersih dan siap disosoh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa, yaitu kegiatan merancang bangun mesin perontok sorgum. Mesin perontok sorgum berhasil dirancang bangun dengan komponen utama terdiri dari: hopper, rangka, blower, ruang perontokkan, motor penggerak, saluran pengeluaran kotoran, saluran pengeluaran malai, saluran pengeluaran biji dan roda. Spesifikasi mesin yaitu panjang 160 cm, lebar 95 cm, tinggi 124 cm, kapasiatas aktual mesin yaitu 151,84 kg/jam dan penggeraknya motor diesel 8 HP. Data hasil pengujian mesin perontok beban isi yaitu kecepatan putar silinder 636 rpm, kecepan aliran udara 3,4 m/detik dan tingkat kebisingan 94,6 dB.Kata Kunci: Rancang Bangun, Mesin Perontok sorgum, Sorgum
2016-10-31 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/8824 buka_link ↗ Highlight_link
1671730 #3358 PENGGUNAAN TRANSFORMASI NDVI (NORMALIZED DEFFERENCE VEGETATION INDEX) UNTUK IDENTIFIKASI SUHU PERMUKAAN LAHAN PADA CITRA SATELIT LANDSAT TM ”STUDI KASUS DI SUB DAS CISANGKUY KABUPATEN BANDUNG” Sujani, Ade Retno
Kendarto, Dwi Rustam
Informasi suhu sangat penting bagi para perencana wilayah dalam menganalisis potensi ketersediaan air, perencanaan kalender tanam, kekeringan dan sebagainya. Informasi suhu permukaan sering kali masih berupa data titik, artinya informasi tersebut diperoleh pada suatu stasiun (satu lokasi) yang mewakili suatu wilayah. Informasi suhu secara spasial sering kali juga diturunkan dari informasi titik (data stasiun) dengan model interpolasi menjadi kontur suhu. Padahal informasi suhu adalah informasi spasial yang secara dinamik setiap lokasi mempunyai nilai yang mencerminkan nilai temparetur lokasi tersebut. Namun jika pemetaan secara langsung itu dilakukan akan membutuhkan waktu dan biaya yang sangat besar. Oleh sebab itu perlu kiranya dicari suatu metode yang memungkinkan dapat menggambarkan distribusi suhu yang handal dengan efisien. Penginderaan jauh sebagai suatu ilmu yang dapat menggambarkan informasi kebumian secara baik memungkinkan digunakan sebagai suatu metode pemetaan distribusi suhu permukaan.Perkembangan penginderaan jauh dan teknologi satelit memungkinkan memperoleh informasi yang handal dalam memetakan suatu informasi. Informasi suhu permukaan merupakan salah satu hasil interaksi antara intensitas sinar matahari dengan karakteristik lahan. Interaksi intensitas sinar matahari dan karakteristik lahan digunakan sebagai metode untuk identifikasi suhu permukaan. Identifikasi informasi karakteristik lahan yang handal dalam remote sensing adalah penggunaan transformasi NDVI (Normalized Vegetation Index). Oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan NDVI untuk indentifikasi suhu permukaan. Hasil NDVI dikonversi menjadi suhu permukaan. Analisis kesalahan digunakan untuk menguji kehandalan metode ini melalui data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NDVI mampu digunakan sebagai cara untuk identifikasi suhu permukaan. Kesalahan yang terjadi antara suhu permukaan hasil NDVI dengan data lapangan adalah 1,76. Kata kunci : Suhu permukaan, Penginderaan jauh, Citra Satelit Landsat TM, NDVI (Normalized Defference Vigetation Index)
2014-12-23 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4861 buka_link ↗ Highlight_link
1671729 #3358 Back Matter Team, Teknotan Editorial
Tidak ada deskripsi
2023-12-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/52129 buka_link ↗ Highlight_link
1671728 #3358 Pengaruh Water Stress Treatment Pada Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Tomat (Solanum lycoperscium.L) di Wilayah Tropis Ciptaningtyas, Drupadi
Kurniati, Dian
Ulfah, Nizar
Aditia, Rizqi
Bafdal, Nurpilihan
Banyak penelitian mengungkapkan bahwa aplikasi water stress treatment di wilayah subtropis dapat digunakan untuk memproduksi tomat berkualitas tinggi, meskipun fenomena tersebut selalu diikuti dengan melambatnya pertumbuhan dan menurunnya produktivitas tanaman tomat. Penelitian terdahulu mengenai water stress treatment selalu dilakukan di wilayah subtropis di dalam greenhouse berteknologi tinggi, oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian mengenai hal yang sama di wilayah tropis di dalam greenhouse tradisional. Penelitian ini dimulai dengan melakukan penanaman buah tomat pada dua kondisi yaitu stress dengan kelembaban media tanam sekitar 60% (P2) dan 40% (P3) serta kondisi kontrol sekitar 80% (P1). Pertumbuhan tanaman diukur berdasarkan diameter batang dan stem elongation rate, sedangkan produktivitas diukur berdasarkan yield, jumlah buah, dan massa buah rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi water stress treatment pada tanaman tomat di wilayah tropis di dalam greenhouse tradisional memiliki hasil yang tidak terlalu berbeda dengan penelitian di wilayah subtropis di dalam greenhouse berteknologi tinggi. Tanaman P1 memiliki pertumbuhan dan produktivitas paling tinggi, sedangkan tanaman P2 dan P3 mengalami penurunan pertumbuhan dan produktivitas, masing masing sebesar 36.25% dan 23.48% pada P2 dan 39.78% dan 48.18% pada P3.Kata kunci: water stress, tomat, pertumbuhan, produktivitas
Lingkungan dan Bangunan Pertanian 2017-10-26 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/13220 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol11n2.4
1671727 #3358 PENENTUAN KONDISI OPTIMUM FORMULA DAN GAYA TEKAN TERHADAP SIFAT TABLET EFFERVESCEN BUAH MARKISA -, Ansar
Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh formula dangayatekan terhadap sifat tablet effervescen sari buah. Penelitian dilakukan dengan menvariasi formula dangayatekan. Variasi formula terdiri dari kombinasi rasio asam sitrat dan natrium bikarbonat (1:3, 1:2, 1:1, 3:1, 2:1, dan 2:3 w/w), sedangkan variasi gaya tekan adalah 1000, 2000, 3000, 4000, dan 5000 N. Sifat tablet yang dievaluasi adalah tekstur dan kelarutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwagayatekan berpengaruh secara signifikan (α > 0,05) terhadap kekerasan dan kelarutan tablet effervescen. Variasi formula tidak berpengaruh secara signifikan (α < 0,05) terhadap tekstur dan kelarutan tablet effervescen. Tablet  effervescen buah markisa yang memiliki karakteristik yang baik diperoleh pada formula rasio asam sitrat dengan natrium bikarbonat 1:2 w/w dengangayatekan 3000 N. Kata kunci: Formula, Kompresi, Tablet effervescent
2014-12-23 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4997 buka_link ↗ Highlight_link
1671726 #3358 Pengaruh Penambahan Minyak Kenari (Canarium Vulgare Sp) terhadap Kualitas Kimia Dodol Kulit Pisang Djasibani, Hemy Ratmas
Lobo, Anita T. Dimu
Botahala, Loth
Duka, Febby S.
Minyak kenari merupakan salah satu minyak nabati yang memiliki kandungan lemak sebesar 65,15% sehingga dapat digunakan pada industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan proporsi minyak kenari (Canarium vulgare sp) dalam meningkatkan kualitas kimia dodol kulit pisang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (Empat) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan sehingga memperoleh 12 (dua belas) unit percobaan. Parameter yang diamati adalah kadar air (metode oven vakum), Protein (metode mikro Kjeldahl), kadar abu (metode Tanur), kadar karbohidrat (metode Luff Schoorl), kadar lemak (metode Soxhlet), kadar serat (metode Gravimetri) Hasil penelitian menunjukkan penambahan minyak kenari dalam pembuatan dodol kulit pisang berkontribusi terhadap kadar air, protein, lemak, karbohidrat, serat dan abu. Sedangkan proporsi minyak kenari yang terbaik adalah kadar air 13,67% (perlakuan D), protein 3,65% (perlakuan D), Karbohidrat 71,53% (perlakuan D), lemak 9,50% (perlakuan D), abu 1,11% (perlakuan A), serat 1,10% (perlakuan A).
Teknologi Pengolahan Pangan minyak kenari, kulit pisang, dodol, kimia, organoleptik 2024-12-27 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/58699 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol18n3.8
1671725 #3358 Pengaruh Peningkatan Kapasitas Tahap Esterifikasi Minyak Kemiri Sunan (Reutalis trisperma) sebagai Bahan Baku Produksi Biodiesel Saputra, Eki Dwiyan
Nurjanah, Sarifah
Haryono, Haryono
Kramadibrata, Ade Moetangad
Mardawati, Efri
Daradjat, Wahyu
Handarto, Handarto
Herwanto, Totok
Rosalinda, S.
Saukat, Muhammad
Prijatna, Dedy
Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil menjadi permasalahan utama yang sedang terjadi. Biodiesel merupakan energi terbarukan berasal dari minyak nabati yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kemiri sunan (Reutalis trisperma) merupakan salah satu tanaman yang bisa digunakan menjadi bahan baku pembuatan biodiesel. Karena nilai FFA yang tinggi menyebabkan reaksi esterifikasi harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan kapasitas terhadap mutu dan rendemen dari minyak kemiri sunan hasil esterifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan korelasi regresi dengan nilai determinan terbaik. Esterifikasi dilakukan dengan menggunakan lima perlakuan kapasitas yaitu A = 200 mL; B = 400 mL; C = 600 mL; D = 800 mL; dan E = 1000 mL. Parameter mutu yang diuji pada penelitian ini adalah rendemen, densitas, viskositas kinematik, bilangan asam dan FFA, kadar air, indeks bias, dan warna. Hasil penelitian menunjukan peningkatan kapasitas pada proses esterifikasi mempengaruhi mutu minyak. Perlakuan E merupakan hasil terbaik yang diperoleh, karena memiliki nilai terbaik pada 5 parameter dari 8 parameter keseluruhan. Perolehan nilai rendemen, bilangan asam, FFA, densitas, viskositas kinematik, indeks bias dan warna (oHUE) pada perlakuan E secara berturut adalah 82,04%, 2,9702 mg-KOH/g-minyak, 4,61%, 0,9486 g/cm3, 4,94 mm2/s, 0,9939%, 0,0008951, dan 87,47991 (Yellow Red).
teknik pengolahan hasil pertanian biodiesel; kemiri sunan; esterifikasi; peningkatan kapasitas 2019-12-31 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/18345 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol13n2.4
1671724 #3358 PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA DAN MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK FRUIT LEATHER MANGGIS Marta, Herlina
Pembuatan fruit leather manggis membutuhkan kadar sukrosa dan maizena yang tepat, agar dihasilkan fruit leather manggis yang mempunyai karakteristik baik dan disukai panelis. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan, yaitu; kombinasi konsentrasi gula 10, 15, dan 20 % b/b, dan konsentrasi pati maizena 1 dan 2 % b/b.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara 20 persen sukrosa dan 2 persen pati jagung menghasilkan efek terbaik terhadap fruit leather manggis. Berdasarkan skala hedonic (nilai 1 tidak disukai, nilai 5 disukai), maka nilai kesukaan berturut-turut terhadap warna adalah 2.75 (biasa); aroma 3,00 (biasa); tekstur 4,59 (agak suka); rasa 4,08 (agak suka). Semua nilai diperoleh pada  kadar air 13,81 persen, kadar gula total 40,82 persen, nilai pH 4,45 dan modulus elastisitas 1,03. Kata kunci: Sukrosa, Maizena, Manggis, Fruit Leather, Karakteristik
2011-09-01 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6310 buka_link ↗ Highlight_link
1671723 #3358 Pengendali Model Prediktif Terdistribusi untuk Meningkatkan Ketahanan dan Efisiensi Rantai Pasok Gula Semut Wangsaputra, Rachmawati
Sa'idah, Nur Faizatus
Pangestuti, Monika Windiana
Dalam keberjalanannya, sistem rantai pasok Gula Semut menghadapi perubahan level permintaan, tidak sama dengan level permintaan saat perencanaan.  Kemampuan sistem rantai pasok dalam  memenuhi keinginan pelanggan dan tetap efisien dalam situasi permintaan yang berubah-ubah merupakan titik penting menjaga ketahanan rantai pasok.   Metoda Pengendali Model Prediktif Terdistribusi (PMPT) dan Colaborative Planning Forecasting dan Replenishment (CPFR) berpotensi menangani perubahan level permintaan terutama yang bersifat fluktuatif.   Objek penelitian adalah rantai pasok Gula Semut PT Binar Dini Mandiri Indonesia (PT BDMI), berlokasi di kabupaten Banyumas; penghasil kelapa terbesar di provinsi Jawa Tengah.  PT BDMI sering mengalami kerugian karena tidak mampu memenuhi permintaan saat terjadi perubahan.  Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana mengimplementasikan CPFR dan PMPT sehingga kinerja ketahanan dan efisiensi kerja rantai pasok meningkat.  Metodologi meliputi: rumusan masalah, pengelolaan berdasarkan  CPFR dan PMPT, pengujian menggunakan 4 skenario, analisis, kesimpulan.  Pengolahan data dilakukan menggunakan MATLAB 2025 dan Excel Solver.  Ukuran kinerja ketahanan adalah tingkat pemenuhan permintaan sedangkan untuk efisiensi adalah ongkos pengadaan dan ongkos simpan.  Hasil menunjukkan skenario-0 memiliki ukuran kinerja tertinggi dari sisi ketahanan karena  rantai pasok dirancang berdasarkan kemampuan awal, sedang  pada skenario 1-2-3, semakin fluktuatif perubahan  permintaan, kinerja ketahanan  dan efisiensi akan menurun.  Kuantifikasinya perbandingan antar penggunaan PMPT dan tidak menunjukkan bahwa  PMPT memberikan tingkat ketahanan lebih tinggi yang tidak menggunakan PMPT.  PMPT dapat meningkatkan  ketahanan sekitar 9,9 % dan efisiensi kerja sebesar 1,2 % untuk  rantai pasok tetapi saat  perubahan permintaan sangat fluktuatif, tingkat pemenuhan permintaan mulai turun.  PMPT menunjukkan kemampuan  menghadapi perubahan dan juga tetap menjaga efisiensi.  Kesimpulan metoda PMPT terbukti memang  lebih dapat fleksibel menangani fluktuasi demand.
Department of Logistics Gula semut; kolaborasi; rantai pasok; CPFR; teori kontrol; pengendali model prediktif terdistribusi Control Theory 2025-12-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63954 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol19n3.15
1671722 #3358 ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI MINYAK ATSIRI DI KABUPATEN TASIKMALAYA JAWA BARAT(STUDI KASUS KOMODITAS MINYAK NILAM) Purnomo, Dwi
Pada penelitian dilakukan proses penelaahan mendalam yang akan dijadikan bahan pertimbangan pengambilan kebijakan serta digunakan untuk penentuan instrumen kebijakan bagi pengembangan agroindustri minyak nilam di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga September 2006. Berdasarkan analisis Borda, disimpulkan urutan prioritas pengembangan kebijakan pengembangan agroindustri minyak nilam di Kabupaten Tasikmalaya adalah sebagi berikut : 1) Peningkatan kualitas sumber daya manusia, 2) Pembenahan kelembagaan petani, 3) Ektensifikasi dan intensifikasi lahan budidaya tanaman nilam, 4) Pengembangan teknologi tepat guna sehingga menghasilkan produk dengan standar internasional, 4) Peningkatan koordinasi kebijakan pembangunan agroindustri minyak nilam dengan regulasi dan sistem informasi yang terpadu, 5) Peningkatan permodalan dan investasi, 6) Fasilitasi pendirian pabrik distilasi/pemurnian berskala industri, 7) Pengembangan klaster agroindustri minyak nilam dan 8) Peningkatan peran fasilitasi pemerintah dalam mempromosikan minyak nilam Kabupaten Tasikmalaya di pasar internasional.Kata kunci: Agroindustri minyak nilam, strategi, kebijakan, komoditas unggulan,
2014-12-15 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4812 buka_link ↗ Highlight_link
1671721 #3358 Aplikasi Deteksi Penyakit pada Daun Tomat Berbasis Android Menggunakan Model Terlatih Tensorflow Lite Natbais, Yuyun Hana
Umbu, Ari Bangkit Sanjaya
Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum Mill) merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh di seluruh wilayah Indonesia sehingga sering dibudidayakan. Salah satu tantangan dalam budidaya tomat yaitu penyakit daun. Penyakit daun dapat menyebabkan turunnya kualitas dan kuantitas buah tomat yang dihasilkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis melakukan perancangan aplikasi deteksi penyakit daun tomat dengan menggunakan Convolutional Neural Network (CNN). Dalam penelitian ini penyakit daun tomat diklasifikasikan menjadi sembilan jenis penyakit. Image processing dilakukan dengan mengimplementasikan Algoritma Machine Learning. Datasheet jenis dan gambar penyakit daun tomat diambil dari Kaggle Competition page. Web Teachable Machine digunakan untuk melatih model menjadi Tensorflow lite. Selanjutnya dibangun menjadi aplikasi android dengan basis bahasa pemrograman Java menggunakan Android Studio. Aplikasi yang berhasil dibangun diberi nama Tomato Leaf Disease. Aplikasi ini dapat mendeteksi gambar yang berasal dari galeri maupun hasil tangkapan kamera. Berdasarkan hasil uji coba, aplikasi yang dibangun dapat mengidentifikasi penyakit daun dengan baik. Tingkat akurasi sangat bergantung pada spesifikasi kamera, sudut pengambilan gambar, dan pencahayaan saat pengambilan gambar.
android; deteksi penyakit; teachable machine; tensorflow lite; tomat 2023-08-03 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/45700 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol17n2.1
1671720 #3358 AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK TEH PUTIH (CAMELIA SINENSIS) TERHADAP JAMUR CANDIDA ALBICANS Widyasanti, Asri
Marpaung, David S.
Nurjanah, Sarifah
Teh putih merupakan jenis teh yang masih terdengar asing, terutama apabila dibandingkan dengan popularitas teh hitam dan teh hijau. Hal tersebut mendasari perlunya dilakukan penggalian potensi teh putih agar dapat dimanfaatkan menjadi produk olahan selain minuman di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi antijamur dari ekstrak teh putih terhadap jamur Candida albicans. Teh putih didapatkan di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Ciwidey, Jawa Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan analisis deksriptif. Uji potensi antijamur ekstrak teh putih dilakukan dengan metode difusi agar pada medium Potatos Dexstrose Agar (PDA) dengan menggunakan paper disc. Setiap paper disc direndam pada ekstrak teh putih dengan konsentrasi 22%, 24%, 26% dan 28% (b/v). Diameter daya hambat yang dihasilkan pada ekstrak teh putih pelarut n-heksana adalah sebesar 0,83 - 2,83 mm, ekstrak teh putih dengan pelarut etil asetat adalah 6,16 - 11,33 mm, sedangkan pada ekstrak teh putih dengan pelarut etanol 96% adalah 10,00-16,16 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak teh putih dengan pelarut etanol memiliki daya hambat terbaik sebesar 16,16 mm pada konsentrasi 28% (b/v). Konsentrasi hambat minimum yang diuji menggunakan ekstrak teh putih dengan pelarut n-heksana tidak ditemukan, ekstrak teh putih pelarut etil asetat ditemukan pada konsentrasi 22% (b/v) sebesar 11,33 mm dan pada ekstrak teh putih dengan pelarut  etanol 96% ditemukan pada konsentrasi 22%  (b/v) sebesar 11,50 mm.Kata kunci: aktivitas antijamur, Candida albicans, ekstrak teh putih.
2017-02-24 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/8989 buka_link ↗ Highlight_link
1671719 #3358 KAJIAN PERSEPSI PETANI MENGENAI HAK GUNA AIR IRIGASI DAN KETERSEDIAAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI WANIR, KABUPATEN BANDUNG, PROPINSI JAWA BARAT Anggreiny, Pipiet
Suryadi, Edy
Herwanto, Totok
Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui persepsi petani tentang hak guna dan ketersediaan air irigasi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksplanatori dengan metode survey. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengukuran langsung, pencatatan dokumen, wawancara dan kuesioner.Hasil pengamatan penunjang menunjukkan bahwa Daerah Irigasi Wanir mengalami kekurangan air selama delapan periode. Kekurangan air terjadi selama 21 periode di Saluran Sekunder Cipeujeuh. Hal ini sesuai dengan pengamatan primer dengan kuesioner yang menunjukkan bahwa variabel ketersediaan air dan variabel petani sebagai pemegang hak guna air irigasi, baik dalam mengelola jaringan irigasi maupun dalam kelembagaan berada dalam kondisi sedang. Persentase yang menyatakan variabel ketersediaan air dan variabel kondisi kinerja petani dalam keadaan baik lebih kecil daripada persentase yang menyatakan kinerja petani dalam keadaan buruk. Dampak keberadaan industri berada dalam kondisi sedang sampai buruk. Tidak ada persentase yang menunjukkan bahwa keberadaan industri memberikan pengaruh baik terhadap pertanian. Kata kunci : Hak guna air, Irigasi.
2014-12-23 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4870 buka_link ↗ Highlight_link
1671718 #3358 Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum L.) pada Edible Film Pati Singkong Terhadap Aktivitas Antibakteri Yudha, Welly Kusuma
Putri, Selly Harnesa
Widyasanti, Asri
Plastik merupakan bahan kemasan yang paling populer dan sangat luas penggunaanya. Akan tetapi kemasan plastik mengandung resiko yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, maka dibutuhkan kemasan yang aman dan ramah lingkungan. Kemasan edible film yang dapat menggantikan kemasan plastik karena berbahan dasar pati yang didapat dari umbi-umbian salah satunya, singkong yang memiliki kadar pati lebih dari 72%. Edible film dapat dimodifikasi dengan menambahkan zat antibakteri guna menghambat proses pembusukan produk makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan efektivitas zona hambat yang ditimbulkan edible film pati singkong ekstrak bawang putih. Metode yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap Faktorial, dengan faktor konsentrasi pati singkong dan faktor konsentrasi ekstrak bawang putih. Sampel ekstrak bawang putih diproses dengan metode ekstraksi maserasi lalu dilakukan uji kadar pelarut. Sampel edible film diproses melalui metode solution casting dengan uji karakteristik berupa elongasi dan kuat tarik, kemudian dilakukan pengujian antibakteri dengan metode Kirby-Bauer. Nilai elongasi dan kuat tarik tertinggi berurutan yaitu sebesar 80 % dan 1,354 N/mm2. Nilai uji antibakteri pada bakteri E. coli dan bakteri S.aureus memiliki nilai berurutan yaitu kategori ‘sedang’ dengan nilai terbesar yaitu 6,55 mm dan kategori ‘kuat’ dengan nilai terbesar yaitu 13,52 mm pada kode sampel S3B4. Dari pengujian antibakteri yang dilakukan memiliki pengaruh nyata terhadap aktivitas antibakteri edible film pati singkong ekstrak bawang putih.
Edible film; pati singkong; ekstrak bawang putih; antibakteri. 2024-04-22 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/52870 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol18n1.7
1671717 #3358 Rancang Bangun Pemberi Pakan Ikan Otomatis Prijatna, Dedy
Handarto, Handarto
Andreas, Yoshua
Pemberian pakan ikan pada sistem budidaya ikan umumnya masih dilakukan dengan cara ditaburkan menggunakan tangan yang memyebabkan takaran pakan yang diberikan kurang tepat. Salah inovasi yang dilakukan adalah melalui rancang bangun alat pemberi pakan ikan otomatis. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah melalui pendekatan perancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pemberi pakan ikan otomatis dilengkapi dengan alarm sebagai petanda pakan ikan pada hopper akan habis. Hasil pengujian alat menunjukkan ketepatan pemberian pakan secara otomatis sebesar 95,90%, ketepatan penambahan jumlah pemberian pakan sebesar 99,46% dan banyaknya pellet yang hancur kurang dari 1%.Kata kunci: budidaya, ikan nila, pemberi pakan otomatis, rancang bangun, model
2018-09-20 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/13205 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol12n1.3
Menampilkan 1.441 - 1.460 dari total 1.550.696 data
« Awal ‹ Prev Next › Akhir »