| ID ↑ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2555 | #57 | Pengembangan The Two-Tier Diagnostic Tes pada Bidang Biologi secara Terkomputersisasi | Suwarto, Suwarto |
AbstrakPenelitian bertujuan mengembangkan tes diagnostik dua tingkat (the two-tier diagnostic test) pada bidang biologi dan mengembangkan program komputer untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Tes disusun melalui tiga fase, yaitu (1) defining the content boundaries; (2) identifying students' misconceptions; dan (3) developing instrument. Pengembangan program komputer terkait dengan soal, siswa, tabel kerja, SQL (Structured Query Language), ketuntasan, dan grade. Tes diagnostik yang dikembangkan ada 3, yaitu tes A, tes B, dan tes C. Responden untuk tes A dan tes B ada 130 siswa dan untuk tes C ada 128 siswa. Analisis statistik dilakukan dengan program iteman versi 3,00. Program komputer yang dikembangkan diujicobakan di SMAN 1 Tawangsari dan SMA Veteran 1 Sukoharjo. Hasil penelitian adalah Tes A terdiri atas 73 butir, dengan rentang kesulitan butir 0,031-0,962, rentang daya beda butir 0,013-1,000 dan reliabilitas 0,871; Tes B terdiri atas 39 butir, dengan rentang kesulitan butir 0,038-0,762, rentang daya beda butir 0,009-0,918 dan reliabilitas 0,768; dan Tes C terdiri atas 79 butir, dengan rentang kesulitan butir 0,102-0,938, daya beda butir 0,029-1,000 dan reliabilitas 0,894. Program komputer untuk mendiagnosis kesulitan belajar telah berfungsi dengan baik.Kata kunci: tes terkomputerisasi
|
2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1079 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v14i2.1079 | |
| 2556 | #57 | Komparasi Standard Setting Metode Group Contrast dan Bookmark pada Mata Pelajaran Akuntansi | Brataningrum, Natalina Premastuti |
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan cut score (batas lulus) ujian nasional mata pelajaran akuntansi dengan menggunakan metode Group Contrast dan Bookmark. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data berupa perangkat UN kompetensi kejuruan teori akuntansi tahun 2009 dan respon peserta dari dokumen sebanyak 8 SMK Bisnis dan Manajemen di wilayah Kota Yogyakarta sebanyak 314 peserta didik. Analisis data butir tes dilakukan secara klasik dengan program microcat Iteman, sedangkan analisis secara modern (Rasch Model) menggunakan program AcerConQuest. Judgment ahli digunakan dalam penentuan cutscore. Cut score yang dihasilkan dengan metode Group Contrast adalah sebesar 63,09 (skala 100) dan dengan metode Bookmark adalah sebesar 68,96 (Respon Probability/RP 0,67) dan 67,36 (RP 0,5). Metode Bookmark relatif lebih akurat dalam menentukan cut score karena butir diungkap parameter indeks kesukarannya kemudian dilakukan analisis kemampuan peserta tes dengan menggunakan model Rasch atau Teori Respon Butir, dan adanya judgment ahli.Kata kunci: batas lulus, metode group contrast, metode bookmark
|
2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1080 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v14i2.1080 | |
| 2557 | #57 | Pengembagan Model Asesmen Kompetensi Siswa SMK dalam Konteks Pembelajaran Berbasis Kerja di Industri | Syahrul, Syahrul |
AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menemukan model asesmen kompetensi siswa SMK dalam konteks pembelajaran berbasis kerja di industri yang valid, praktis, dan efektif. Model asesmen yang dikembangkan diberi nama Model Asesmen Autentik Terintegrasi (Model-AAT), dengan metode mengintegrasikan asesmen teman sejawat dan asesmen unjuk kerja. Subjek penelitian adalah siswa SMK peserta Praktik Kerja Industri (Prakerin), guru pembimbing, dan instruktur pada institusi pasangan (bengkel-bengkel otomotif) di Makassar. Pengembangan Model-AAT ini mengacu pada model pengembangan pendidikan yang dikemukakan Plomp (1997) dengan mengacu pada kriteria kualitas produk pengembangan, yang meliputi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model-AAT memenuhi kriteria valid, efektif, dan praktis, untuk diterapkan pada pembelajaran berbasis kerja di industri; (2) Penerapan Model-AAT memungkinkan guru dan instruktur untuk menilai unjuk kerja siswa dengan lebih objektif; (3) Penerapan ini dapat meningkatkan kerjasama antara sekolah dan dunia industri.Kata kunci: model asesmen kompetensi, siswa smk, pembelajaran berbasis kerja, industri
|
2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1081 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v14i2.1081 | |
| 2558 | #57 | Perbandingan Keefektifan Bentuk Tes Uraian dan Teslet dengan Penerapan Graded Response Model (GRM) | susongko, Purwo |
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan: (1) perbandingan nilai fungsi informasi item pada bentuk tes uraian dan testlet secara empirik dan simulasi, (2) pengaruh banyaknya item dan ukuran sampel terhadap perbandingan nilai fungsi informasi item pada bentuk tes uraian dan testlet secara simulasi, dan (3) keakuratan pemodelan GRM pada bentuk uraian dan testlet. Data empirik diambil dari respons siswa terhadap tes bentuk uraian dan bentuk testlet dari 772 siswa SMA kelas XI yang tersebar di lima SMA di Kabupaten Tegal. Bentuk tes uraian dan testlet bersama-sama diberikan pada siswa pada akhir semester I dan di awal semester II dengan waktu tenggang minimal 1 bulan. Data pada penelitian simulasi dibangkitkan dari parameter item hasil estimasi pada penelitian empirik dengan program WinGen 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara empirik dan simulasi, tes yang disajikan dalam bentuk uraian cenderung memiliki nilai fungsi informasi item yang lebih tinggi dibanding dengan tes yang disajikan dalam bentuk testlet, (2) secara simulasi, ada pengaruh banyaknya item dan ukuran sampel terhadap perbandingan nilai fungsi informasi item pada bentuk tes uraian dan bentuk testlet, dan (3) pemodelan GRM pada bentuk tes uraian dan testlet paling akurat pada kondisi banyaknya item 20 dan ukuran sampel 2000.Kata kunci: keefektifan, bentuk tes, graded response model
|
2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1082 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v14i2.1082 | |
| 2559 | #57 | Penyetaraan Vertikel Model Kredit Parsial Soal Matematika SMP | Sugeng, Sugeng |
AbstrakPenelitian ini bertujuan menemukan ukuran sampel minimum, pengaruh panjang tes, panjang tes anchor minimum, dan metode penyetaraan tes dalam penyetaraan vertikal model kredit parsial soal Matematika SMP menggunakan common-item nonequivalent groups design. Pembangkitan data melibatkan variasi peringkat kelas terhadap ukuran sampel (300; 600; 1000), panjang tes (10; 20), dan distribusi kemampuan (N(0,1), N(1,1)) sebanyak 50 replikasi menggunakan Program WinGen2. Penyetaraan vertikal melibatkan (a) panjang tes anchor 2, 3, 4, 5, dan 8 butir (panjang tes 20 butir); dan (b) panjang tes anchor 2, 3, 4, dan 5 butir (panjang tes 10 butir). Kriteria pengujian keakuratan penyetaraan menggunakan RMSD dan RMSE. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penyetaraan vertikal pada sampel 300 memiliki rata-rata RMSD dan RMSE cukup kecil untuk semua situasi; (2) Keakuratan penyetaraan meningkat seiring meningkatnya panjang tes; (3) Dengan rentang panjang tes anchor 25% sampai 30% untuk butir politomus, penyetaraan vertikal model kredit parsial memerlukan panjang tes anchor minimum 5 untuk panjang tes 20 butir dan 3 untuk panjang tes 10 butir; dan (4) Metode Mean/Mean cenderung lebih akurat, dalam penyetaraan vertikal IRT butir tes Matematika model kredit parsial diikuti Stocking-Lord, Mean/Sigma, dan Haebara.Kata kunci: penyetaraan vertikal, model kredit parsial, tes anchor, kalibrasi, RMSD, RMSE
|
2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1083 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v14i2.1083 | |
| 2560 | #57 | Bias Item Tes Keterampilan Proses Sains Pola Divergen dan Modifikasinya sebagai Tes Kreativitas | Subali, Bambang |
AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui bias item tes keterampilan proses sains pola divergen dan modifikasinya sebagai tes kreativitas biologi SMA untuk assessment for learning. Penelitian menggunakan intrumen keterampilan proses sains pola divergen untuk biologi SMA (Bambang Subali, 2009). Dua dari enam instrumen pengukur keterampilan proses sains tersebut dimodifikasi menjadi instrumen pengukur kreativitas keterampilan proses sains dan diujikan pada 1095 peserta didik. Penskoran dalam skala politomus dan dianalisis menurut Partial Credit Model 1-PL dengan program QUEST. Analisis bias didasarkan faktor gender, lokasi, dan jenjang kelas. Hasil pengukuran menunjukkan, dengan kriteria mean INFIT MNSQ 1,0 ± 0,0 tes fit dengan model. Berdasarkan kriteria batas INFIT MNSQ 0,77 - 1,30 seluruh item fit dengan model. Hasil penyelidikan bias ternyata sebagian item bias, baik dari segi gender, lokasi, atau jenjang kelas.Kata kunci: alat ukur keterampilan proses sains pola divergen, alat ukur kreativitas keterampilan proses sains, bias item, PCM-1PL
|
2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1084 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v14i2.1084 | |
| 2561 | #57 | MODEL PENSKORAN PARTIAL CREDIT PADA BUTIR MULTIPLE TRUE-FALSE BIDANG FISIKA | Wasis, Wasis |
Tujuan penelitian ini menghasilkan model penskoran politomus untuk respons butir multiple true-false, sehingga dapat mengestimasi secara lebih akurat kemampuan di bidang fisika. Pengembangan penskoran menggunakan Four-D model dan diuji akurasinya melalui penelitian empiris dan simulasi. Penelitian empiris menggunakan 15 butir multiple true-false yang diambil dari soal UMPTN tahun 1996-2006 dan dikenakan pada 410 mahasiswa baru FMIPA Universitas Negeri Surabaya angkatan tahun 2007. Respons peserta tes diskor dengan tiga model partial credit (PCM I; II; dan III) dan secara dikotomus. Hasil penskoran dianalisis dengan program Quest untuk mendapat-kan estimasi tingkat kesukaran butir (δ) dan estimasi ke-mampuan peserta (θ) untuk menentukan nilai fungsi informasi tes dan kesalahan baku estimasi. Penelitian simulasi mengguna-kan data bangkitan berdasarkan parameter empiris (δ dan θ) memakai program statistik SAS dan akurasi estimasinya di-analisis dengan metode root mean squared error (RMSE). Hasil penelitian ini menunjukkan: (i) Penskoran PCM dengan pem-bobotan mampu mengestimasi kemampuan lebih akurat di-bandingkan tanpa pembobotan maupun secara dikotomus; (ii) Semakin banyak jumlah kategori dalam penskoran partial credit, semakin akurat. Kata kunci: model penskoran partial credit, butir multiple true-false ____________________________________________________________THE PARTIAL CREDIT SCORING MODEL FOR THE MULTIPLE TRUE-FALSE BUTIRS IN PHYSICS Abstract This study is an attempt to overcome the weaknesses. This study aims to produce a polytomous scoring model for responses to multiple true-false butirs in order to get a more accurate estimation of abilities in physics. It adopts the Four-D model and its accuracy is assessed through empirical and simulation studies. The empirical study employed 15 multiple true-false butirs taken from the New Students Entrance Test of State University the year of 1996–2006. It administered to 410 new students enrolled in 2007 of Faculty of Mathematics and Science of Surabaya State University. The testees' responses were scored using the partial credit model (PCM) I; II; and III and also dichotomously scored. The results of the four scoring models were analyzed using the Quest program to obtain the estimation of the butir difficulty level (δ) and that of the testees' abilities (θ). The generating of the simulation data used the SAS statistical program and the estimation accuracy was analyzed by using the root mean squared error (RMSE) method. The results of the study show the following: (i) The scoring with the partial credit model with weighting is capable of estimating abilities more accurate than without weighting and dichotomous scoring; (ii) The more the number of the categories in the partial credit scoring is, the more accurate the result of the ability estimation.Keywords: partial credit model scoring, multiple true-false butir
|
model penskoran partial credit butir multiple true-false | 2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1085 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i1.1085 |
| 2562 | #57 | PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN KEBUTUHAN PERKEMBANGAN UNTUK PENYUSUNAN KURIKULUM DAN EVALUASI PROGRAM BK | Barus, Gendon |
Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan instrumen asesmen kebutuhan peserta didik, disebut Invantori Kebutuhan Perkembangan Murid (IKPM). Penelitian mengikuti model Plomp (1999) dengan lima fase. Reliabilitas instrumen diestimasi dengan teknik Alpha Cronbach, validitas isi diperiksa oleh pakar dan telaah praktisi melalui FGD. Validitas empirik dan kecocokan model pengukuran dibuktikan dengan analisis faktor konfirmatori (CFA) dengan program Lisrel 8.30. Telaah praktisi melibatkan 60 orang guru kelas V dan VI SD dalam dua tahap FGD, sedangkan uji coba empirik dan implementasi melibatkan murid kelas V dan VI. Hasil penelitian pengembang-an ini adalah: 1) IKPM dapat digunakan untuk menghimpun data kebutuhan perkembangan sebagai dasar penyusunan kurikulum bimbingan dan melaksanakan evaluasi program, bimbingan dan alat ukur evaluasi program bimbingan klasikal di sekolah dasar dan 2) teridentifikasi butir-butir kebutuhan per-kembangan murid yang intens dan sangat intens untuk dipenuhi melalui layanan bimbingan klasikal.Kata kunci: instrumen asesmen kebutuhan, kurikulum bimbingan, instrument evaluasi program BK ______________________________________________________________DEVELOPMENT OF DEVELOPMENTAL NEEDS ASSESSMENT INSTRUMENT FOR CURRICULUM ARRANGEMENT AND EVALUATION OF BK PROGRAM Abstract The goal of this research is to produce a developmental needs assessment instrument, called Student's Developmental Needs Inventory, which can be use to reveal the needs of students in elementary school. The research method follows the model of Research and Development (R & D) by Plomp (1999) with five phases. The instrument which is developed in this study guidance and counseling (Bimbingan Konseling, BK) in elementary school. Instrument reliability is estimated using by Alpha Cronbach technique, it content validity is checked by experts judgment and practitioner's assessment with FGD technique. Furthermore, empirical validity and the goodness of fit measurement model was measured with Confirmatory Factor Analysis (CFA) through the application of Lisrel 8.30 program. However, try out of test and implementation involves students of grade five and six elementary schools. The results of this research: (1) the instrument can be used to gathering data of developmental needs as based of guidance curriculum arrangement and to conduct program evaluation in elementary school, and (2) there are several items of student's developmental needs that needs to be fullfiled through classical guidance services.Key words: needs assessment instrument, guidance curriculum, program evaluation instrument of guidance and counseling
|
instrumen asesmen kebutuhan kurikulum bimbingan instrument evaluasi program BK | 2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1086 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i1.1086 |
| 2563 | #57 | PENGEMBANGAN COMPUTERIZED ADAPTIVE TESTING (CAT) DENGAN ALGORITMA LOGIKA FUZZY | Haryanto, Haryanto |
Penelitian ini bertujuan menghasilkan: (1) model sistem inferensi dalam mengambil keputusan untuk memilih butir-butir tes yang tepat bagi siswa, (2) perangkat lunak Computerized Adaptive Testing (CAT) dengan algoritma logika fuzzy dalam mendeskripsikan kemampuan siswa. Penelitian dengan pen-dekatan Research and Development (R & D), terdiri atas dua bagian yaitu: (1) pengembangan program CAT, (2) pengujian program CAT pada siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta kelas XII sebagai sampel, pada mata pelajaran Matematika dengan pokok bahasan Notasi sigma, barisan dan deret. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan angket dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan program CAT: (1) mudah digunakan, tampilan interaktif, memiliki sistem keamanan, mudah diakses, dan mengacu standar kekinian, (2) dapat mengenali tiga macam pengguna saat proses login, (3) memiliki tiga macam basis data, (4) memiliki sembilan menu utama, (5) menggunakan model sistem inferensi algoritma logika fuzzy, (6) model tampilan program CAT, (7) dapat bekerja sesuai dengan fungsi dan jenis pengguna, dan (8) mampu mengelola: (a) bank soal, (b) mengemas butir-butir tes secara otomatis sesuai dengan kemampuan siswa, (c) pilihan jawaban dimunculkan secara acak, dan (d) menyimpan rekaman hasil tes secara individu maupun bersama-sama.Kata kunci: program CAT, bank soal______________________________________________________________DEVELOPING A COMPUTERIZED-ADAPTIVE TESTING WITH FUZZY LOGIC ALGORITHMAbstract The development of the Computerized-Adaptive Testing (CAT) aimed to investigate: 1) the performance of inference system in making decision to select the appropriate test items for the students, and 2) the performance of CAT program using fuzzy logic algorithm in describing the competence of students. This research and development (R&D) consists of two parts: (1) developing the CAT, (2) tested testing the CAT on mathematics at the topics of Sigma notation, sequence and series. Data were collected through observation, documentation and questionnaire and analyzed using quantitative descriptive technique. The result showed that: (1) the CAT user friendly, interactive, secure, accessible, and current and (2) able to recognize three types of users while logging-in three types of data bases, that nine options on the main menu it is able to work properly according to the function and the type of users, and administrered the bank and organize test items automatically, based on students' competence, randomize the answer in the options, and record the result of the test simultaneously and individually.Keywords: CAT program
|
program CAT bank soal | 2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1087 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i1.1087 |
| 2564 | #57 | PENGEMBANGAN MODEL ASSESSMENT FOR LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP | Mansyur, Mansyur |
Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan cara mengembangkan model assessment for learning pada pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model Hopkins & Clark. Subjek uji coba adalah 20 orang guru matematika dan 199 orang siswa kelas VII SMPN 13 dan SMPN 27 Makasar. Analisis data dilakukan dua tahap dan secara kualitatif dan kuantitatif. Ujicoba model AfL meng-gunakan repeated measures analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model assessment for learning yang dikembangkan memiliki lima karakteristik utama. pembelajaran lebih memberikan rasa keadilan bagi semua siswa, dan cocok diterapkan untuk semua mata pelajaran. Beberapa temuan dalam penelitian ini yaitu: (1) informasi yang diperoleh melalui penggunaan Model-AfL akurat dan sesuai dengan kebutuhan nyata siswa dan (2) penerapan Model-AfL dalam pembelajaran matematika me-ningkatkan motivasi, kepercayaan diri, kesadaran diri siswa, perilaku siswa selama pembelajaran, dan kemampuan siswa terhadap matematika; dan (3) kemajuan belajar siswa ditampil-kan melalui profil individu dan profil kelas. Kata kunci: asesmen, asesmen formatif, assessment for learning, pendidikan matematika, pembelajaran______________________________________________________________ DEVELOPMENT OF AN ASSESSMENT-FOR-LEARNING MODEL IN MATHEMATICS LEARNING IN JUNIOR HIGH SCHOOLS Abstract This study aimed to develop an assessment-for-learning (AfL) model in mathematics learning. This was a research and development study using the Hopkins & Clark model. The tryout subjects consisted of 20 mathematics teachers and 199 Year VII students of SMPN 13 and SMPN 27 Makasar. The data were analyzed in two stages by means of quantitative and qualitative techniques. The tryout of the AfL model used a repeated measures analysis. The results show that the developed AfL model has five main characteristics. The model provides all students with fairness and is appropriate for all subjects. Some research findings show that: (1) information obtained through the application of the AfL model is accurate and relevant to the students' real needs; (2) the application of the AfL model in mathematics learning improves students' motivation, self-confidence, self-awareness, behaviors during the learning process, and competence in mathematics; and (3) students' learning progress is presented through the individual and class profiles.Keywords: assessment, formative assessment, assessment for learning, mathematics education, and learning
|
asesmen asesmen formatif assessment for learning pendidikan matematika pembelajaran | 2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1088 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i1.1088 |
| 2565 | #57 | KARAKTERISTIK BUTIR SOAL ULANGAN KENAIKAN KELAS SEBAGAI PERSIAPAN BANK SOAL BAHASA INGGRIS | Pancoro, Nur Hidayanto |
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rintisan bank soal Bahasa Inggris SMP kelas VIII pada tingkat provinsi dengan memperhatikan (1) karakteristik soal Ulangan Kenaikan Kelas (UKK); (2) karakteristik butir-butir soal; (3) jumlah butir soal yang memenuhi standar. Metode yang digunakan adalah pengembangan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sam-pel sebanyak 6554 respon siswa (lembar jawab). Perangkat tes dianalisis kesesuaian indikatornya dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang telah ditentukan, serta ditelaah secara kualitatif oleh ahli berdasarkan kriteria kons-truksi, bahasa dan materi. Respons siswa dianalisis secara kuantitatif dengan Iteman 3.00, dan Bilog MG 3.0 3 PL untuk mendapatkan informasi tentang tingkat kesulitan, daya beda, pseudoguessing, serta informasi butir. Bank soal yang dihasilkan masuk kategori baik dilihat dari (1) Hasil analisis kualitatif dari 150 butir soal, sebanyak 105 butir soal (70%) dinyatakan baik. (2) Hasil analisis kuantitatif dengan program Iteman 3.00 diperoleh 115 butir soal tergolong baik. (3) Analisis dengan Bilog MG 3 PL 77 butir soal (66,96%) masuk kategori baik.Kata kunci: bank soal, tingkat kesulitan, daya beda, pseudo guessing, expert judgment, informasi butir dan tes______________________________________________________________THE ITEM CHARACTERISTICS OF THE FINAL SEMESTER TEST AS A PREPARATION FOR ENGLISH ITEM BANKAbstract This research aims at developing a pilot english test item bank of the 2nd grade junior high school based on: (1) the characterisctics of test items for final semester test; (2) the total number of test items for the 2nd grade junior high school in Yogyakarta Special Province. This descriptive quantitative research used 6554 samples of students' answer sheets in 2009 and also employs expert judgment to review the construct, language, as well as the materials of the questions. Students' responses were also analyzed by using Iteman 3.00, Bilog MG 3.0 3 PL. The result of qualitative analysis with expert judgment which shows that 105 out of the 150 test items are categorized as "good", and the other are "bad". The quantitative analysis with Iteman 3.00 shows that 115 out of the 150 test items are categorized as "good" and the quantitative analysis with Bilog MG 3.00 3 PLshows that 67% test items are categorized as good.Keywords: item bank, level of difficulty, discrimination index, pseudoguessing, expert judgment, item and test information function
|
bank soal tingkat kesulitan daya beda pseudo guessing expert judgment ... | 2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1089 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i1.1089 |
| 2566 | #57 | STUDI SIMULASI MENGGUNAKAN FUZZY C-MEANS DALAM MENGKLASIFIKASI KONSTRUK TES | Rukli, Rukli |
Tulisan ini memperkenalkan metode fuzzy c-means dalam mengklasifikasi konstruk tes. Untuk memverifikasi sifat unidimensional suatu tes biasanya menggunakan analisis faktor sebagai bagian dari statistik parametrik dengan beberapa persyaratan yang ketat sedangkan metode fuzzy c-means termasuk metode heuristik yang tidak memerlukan persyaratan yang ketat. Studi simulasi penelitian ini menggunakan dua metode yakni analisis faktor menggunakan program SPSS dan fuzzy c-means menggunakan program Matlab. Data simulasi menggunakan tipe data dikotomi dan politomi yang dibangkitkan lewat prog-ram Microsoft Office Excel dengan desain 2 kategori, yakni: tiga butir soal dengan banyak peserta tes 10, dan 30 butir soal dengan banyak peserta tes 100. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode fuzzy c-means lebih memberikan gambaran pengelompokan secara deskriptif dan dinamis pada semua desain yang telah dibuat dalam memverifikasi unidimensional pada suatu tes.Kata kunci: fuzzy c-means, analisis faktor, unidimensional_____________________________________________________________SIMULATION STUDY USING FUZZY C-MEANS FOR CLASIFYING TEST CONSTRUCTIONAbstract This paper introduces the fuzzy c-means method for classifying the test constructs. To verify the unidimensional a test typically uses factor analysis as part of parametric statistics with some strict requirements, while fuzzy c-means methods including method heuristic that do not require strict require-ments. Simulation comparison between the method of factor analysis using SPSS program and fuzzy c-means methods using Matlab. Simulation data using data type dichotomy and politomus generated through Microsoft Office Excel programs each with a number of 3 items using the number of participants 10 tests, while the number of 30 test items using the number as many as 100 participants. The simulation results show that the fuzzy c-means method provides a more descriptive and dyna-mic grouping of all the designs that have been made in verifying the unidimensional as a test.Keywords: fuzzy c-means, factor analysis, unidimensional
|
fuzzy c-means analisis faktor unidimensional | 2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1090 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i1.1090 |
| 2567 | #57 | PENGUKURAN GATRA SOSIAL BUDAYA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR | Yuliawati, Sri |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan fenomena sosial budaya secara empirik. Metode yang digunakan adalah survai data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan Fokus Group Discussion (FGD) sumber data adalah pejabat pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pemuda di Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gatra sosial budaya dapat memperkuat ketahanan nasional masyarakat NTT untuk berpacu bersama daerah lainnya di Indonesia. Di propinsi NTT, gatra "Sosial Budaya" termasuk kategori cukup tangguh, gatra "Kerukunan Sosial" dan "Perilaku Sosial" sangat tangguh, gatra "Pendidikan" dan "Kesehatan" termasuk dalam kategori kurang tangguh, "Penya-kit Sosial" dan "Ketertiban Sosial" termasuk dalam kategori tangguh, Indikator "Keluarga" dan "Pemberdayaan Perem-puan" dalam kategori cukup tangguh.Kata kunci: Pengukuran, Gatra Sosial Budaya, Nusa Tenggara Timur (NTT)______________________________________________________________ MEASUREMENT OF SOCIOCULTURAL DIMENSIONS IN THE PROVINCE OF EAST NUSA TENGGARAAbstract This study aimed to investigate socioclutural conditions and phenomena empirically. The data were collected through observations, interviews, and Focus Group Discussion (FGD). The data sources included government officials, traditional leaders, religious figures, community leaders, and youth in the Province of East Nusa Tenggara (ENT). The findings show that sociocultural dimensions are capable of strengthening the national endurance of the ENT society to go along together with other provinces in Indonesia. In the province of ENT, the sociocultural dimensions are moderately strong, the dimensions of social cohesion and behaviors are very strong, the dimensions of education and health are not strong, the dimensions of social pathology and order are strong, and the indicators of family and women's empowerment are moderately strong.Keywords: measurement, sociocultural dimensions, East Nusa Tenggara (ENT) SimakBaca secara fonetik
|
Pengukuran Gatra Sosial Budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) | 2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1091 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i1.1091 |
| 2568 | #57 | TRANSFORMASI MADRASAH DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL | Supaat, Supaat |
Undang-undang No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pen-didikan Nasional mengamanatkan madrasah ditransformasi dari lembaga pendidikan agama menjadi sekolah yang berciri agama Islam. Pada status yang baru madrasah harus bekerja keras memenuhi tuntutan stakeholders. Penelitian tentang transformasi Madrasah Aliyah (MA) ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian adalah ada enam masalah yang diidentifikasi yaitu (1) kapasitas manajemen, (2) kurikulum, (3) keterbatasan SDM, (4) orientasi akademik, (5) ujian nasional, (6) otonomi daerah. Secara kelembagaan, MA ada tiga tipe, yaitu MA Plus, MA Salf Tafaqqubfiddin, dan MA dengan pembelajaran ke-agamaan lebih banyak. Ada tiga model yang diaplikasikan yaitu institusional sebagai model utama, model sain terintegrasi, dan model manajemen terpadu. Penerapan model tersebut perlu memperhatikan kesesuaian karakter, konteks, dan setting MA.Kata kunci: transformasi, madrasah, pendidikan Islam, tipologi model ______________________________________________________________TRANSFORMATION OF MADRASAH IN NATIONAL EDUCATION SYSTEM Abstract According to 1989 Education System Act No. 2, and 1990 Government Regulation No. 28, Madrassas as edu-cational institutions have transform from educational religion to "Schools Characterized by the Islamic teachings". With this new status, the madrassas entered into a new phase of struggle, from their legal status into meeting the needs and the expectations of their stakeholders. In case of implementation of its transformation, the result of this qualitative – phenol-menology approach, there were identified six problems of MA: (1) management capacity, (2) curriculum, (3) limited human resources, (4) academic orientation and science dichotomy (5) national examination, and (6) local government autonomy. Institutionally there are three major types of MA: (1) MA plus, (2) MA Salaf – Tafaqquh fiddin, (3) MA enriched with religious teachings. Based on the problems identified and the types of MA put into consideration, three models are offered as the results of social action study, i.e. (1) institutional model – streaming model, (2) integrated science model, and (3) integrated management model. The result of this study is methodologically idiographic, and the compatibility of these models depend upon the appropriateness of the characters, context and setting of an MA.Keywords: transformation, madrasah, Islamic education, tipology, model
|
transformasi madrasah pendidikan Islam tipologi model | 2013-01-11 | oai:journal.uny.ac.id:article/1092 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i1.1092 |
| 2569 | #57 | MANAJEMEN SERTIFIKASI JALUR PORTOFOLIO BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG | Indarti, Indarti |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sertifikasi jalur portofolio bagi guru Sekolah Dasar di Kota Semarang. Peneliti-an ini menggunakan pendekatan kualitatif, dilaksanakan di Di-nas Pendidikan Kota Semarang. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pen-didikan, kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi proses pembelajar-an, penelusuran dokumen perencanaan pembelajaran dan por-tofolio. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis kualititatif melalui langkah pengumpulan, penyajian, reduksi, dan penarik-an kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peren-canaan sertifikasi jalur portofolio tidak berjalan dengan baik, dari aspek sosialisasi prosedur tidak tuntas dan data tidak valid, (2) Pengorganisasian sertifikasi jalur portofolio tidak berjalan dengan baik, dari aspek penyusunan dan verifikasi dokumen portofolio tidak sesuai dengan buku panduan, (3) Pelaksanaan sertifikasi guru jalur portofolio tidak berjalan dengan baik, (4) Pengawasan sertifikasi jalur portofolio tidak berjalan dengan baik. Kata Kunci: manajemen, sertifikasi guru, profesi ______________________________________________________________THE MANAGEMENT OF THE CERTIFICATION THROUGH THE PORTFOLIO SYSTEM FOR ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS IN SEMARANG CITY Abstract This study aims to investigate the planning, organizing, actuating and controlling functions in the certification through the portfolio system for elementary school teachers in Sema-rang City. This study employed the qualitative approach, con-ducted in the Office of Education of Semarang City. The research subjects consisted of the Head of the Educator and Educational Personnel Section in the Office of Education, principals, and teachers. The data collecting techniques included interviews, observations, and document tracing. The data were collected through interviews, supported by observations on learning processes and tracing documents of lesson plans and portfolio. The collected data were analyzed using the qualitative technique involving steps of collection, display, reduction, and conclusion drawing. The results of the study are as follows: (1) the planning of the portfolio system certification does not run well; from the aspect of socialization, procedures are income-plete and the data are invalid, (2) organization of portfolio system certification does not run well; from the aspects of portfolio preparation and verification, the documents are not in accordance with the guide books, (3) the actuation of the portfolio system certification does not run well, (4) the control of the portfolio system certification does not run well.Keywords: management, teacher certification, profession
|
manajemen sertifikasi guru profesi | 2013-01-12 | oai:journal.uny.ac.id:article/1094 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i2.1094 |
| 2570 | #57 | PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENDETEKSI MISKONSEPSI KESETIMBANGAN KIMIA PADA PESERTA DIDIK SMA | Salirawati, Das |
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan meng-hasilkan produk berupa Instrumen Pendeteksi Miskonsepsi Ke-setimbangan Kimia (IPMKK) pada peserta didik kelas XI SMA dengan uji kualitas IPMKKK berdasarkan expert judgment melalui Forum Group Discussion (FGD) dilanjutkan analisis Teori Res-pons Butir (TRB) tiga parameter dan uji fisibilitas penggunaan IPMKK. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model prosedural mengadaptasi prosedur pengembang-an Borg & Gall. Hasil analisis kebutuhan (need assessment) dan kaji pustaka dipilih materi pokok kesetimbangan kimia dan instrumen berbentuk tes pilihan ganda dengan alasan setengah-terbuka. Simpulan hasil penelitian ini adalah telah berhasil di-kembangkan IPMKK pada peserta didik kelas XI SMA. Hasil uji fisibilitas menunjukkan bahwa guru-guru kimia SMA tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan IPMKK dan dapat mengikuti cara menganalisis data dengan mudah. IPMKK yang diterapkan di lapangan dapat mendeteksi terjadinya miskonsepsi kimia, yaitu miskonsepsi tipe Mi-1 sebesar 13,84% dan tipe Mi-2 sebesar 18,43% untuk tingkat Provinsi DIY.Kata kunci: pengembangan instrumen, miskonsepsi, kesetimbangan kimia______________________________________________________________DEVELOPMENT OF A DETECTING INSTRUMENT CHEMICAL EQUILIBRIUM MISCONCEPTION OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTSAbstract This research is aimed at developing a product in the form of a Chemical Equilibrium Misconception Detecting Instrument or IPMKK for Grade XI senior high school students to investigate the quality of IPMKK based on the expert judgment using the Focus Group Discussion (FGD), continued with an analysis using the three-parameter Item Response Theory (IRT) and the feasibility of IPMKK imple-mentation in the field. This research was a research and development study using the procedural model, adapted from Borg & Gall model. The development of the product began by conducting the needs assessment and the literature review to choose a chemical equilibrium and multiple choice test with half-open reason as the instrument to be developed. Findings suggest that this research succeeds in developing a Chemical Equilibrium Misconception Detecting Instrument (IPMKK) for Grade XI senior high school students. The feasibility test suggests that Senior High School chemistry teachers do not have difficulty in implementing the instrument and can conduct the data analysis easily. The implementation of the instrument in the DIY province detected that there was M1i-1 chemistry misconception by 13.84% Mi-1 and Mi-2 by 18.43%.Keywords: instrument development, misconception, chemical equilibrium
|
pengembangan instrumen miskonsepsi kesetimbangan kimia | 2013-01-12 | oai:journal.uny.ac.id:article/1095 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i2.1095 |
| 2571 | #57 | PENGEMBANGAN ASESMEN ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN REALISTIK DI SEKOLAH DASAR | Setiani, Fatimah |
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menemukan asesmen alternatif yang valid, praktis dan efektif berlandaskan pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik di Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini merupakan peneli-tian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan pendidikan dari Plomp dengan mengacu pada kriteria kualitas produk pengembangan yang dikemukakan Nieveen, yang melipu-ti kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil peneliti-an ini adalah seperangkat penilaian dalam pembelajaran mate-matika dengan pendekatan realistik. Hasil uji coba, menunjuk-kan bahwa asesmen alternatif telah memenuhi kriteria kevalid-an, kepraktisan, dan keefektifan. Kevalidan asesmen alternatif beserta perangkat asesmen yang digunakan termasuk dalam kategori sangat baik. Kepraktisan dan keefektifan asesmen alter-natif beserta seluruh perangkat asesmen yang digunakan dalam pelaksanaan asesmen di dalam kelas termasuk kategori sangat praktis dan efektif. Ketercapaian keefektifan asesmen alternatif berdasarkan proses dan hasil pembelajaran cenderung mening-kat dengan kategori baik. Demikian juga respons siswa dan guru terhadap penerapan asesmen alternatif yang cenderung positif.Kata kunci: asesmen alternatif, pendekatan realistik________________________________________________ DEVELOPING ALTERNATIVE ASSESMENT IN MATHEMATICS LEARNING USING THE REALISTIC APPROACH IN ELEMENTARY SCHOOLSAbstract This study aimed to develop and generate a valid, practical and effective alternative assessment based on the principle of mathematics learning using the realistic approach in elementary schools (Sekolah Dasar, SD). This study was a research and development study which referred to the model of educational development by Plomp based on the criteria of product quality proposed by Nieveen, including the criteria of validity, practicality, and effectiveness. This study produced a set of assessment in mathematics learning using realistic approach. Based on the result of the tryout, the generated alternative assessment has fulfilled the criteria of validity, practicality, and effectiveness. The validity of alternative assessment and its assessment sets are in very good category. The result of the testing shows that the alternative assessment is very practical and effective, in terms of the learning process and learning achievement which tend to improve toward the good category. The response of students and teachers towards the implementation of this alternative assessment is also positive.Keywords: alternative assessment, realistic approach
|
asesmen alternatif pendekatan realistik | 2013-01-12 | oai:journal.uny.ac.id:article/1096 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i2.1096 |
| 2572 | #57 | EVALUASI KINERJA GURU FISIKA, BIOLOGI DAN KIMIA SMA YANG SUDAH LULUS SERTIFIKASI |
Yusrizal, Yusrizal S, Soewarno Fitri, Zarlaida |
Penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan instrumen evaluasi kinerja guru yang valid dan reliabel, (2) mengevaluasi kinerja guru Fisika, Biologi, dan Kimia SMA yang sudah terser-tifikasi/menerima tunjangan profesi. Populasi penelitian yaitu seluruh guru Fisika, Biologi dan Kimia SMA tersertifikasi/pene-rima tunjangan profesi yang berada di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie. Validitas konstruk instrumen yang dikembangkan dibuktikan melalui analisis fak-tor, dan reliabilitasnya diestimasi dengan rumus alpha Cron-bach. Analisis tingkat kinerja ditentukan dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan: (1) instrumen yang dikembang-kan terdiri atas 33 butir pernyataan, dan memiliki koefisien reliabilitas konsistensi internal sebesar 0,953; (2) kinerja guru Fisika, Biologi, dan Kimia SMA yang sudah lulus sertifikasi dan sudah menerima tunjangan belum seluruhnya berkinerja tinggi; (3) kinerja guru Kimia relatif lebih baik dari pada kinerja guru Biologi dan guru Fisika. Kata kunci: evaluasi, kinerja guru, validitas, reliabilitas ______________________________________________________________AN EVALUATION OF THE PERFORMANCE OF CERTIFIED SCIENCE TEACHERS (PHYSICS, CHEMISTRY AND BIOLOGY) OF SENIOR HIGH SCHOOLS AbstractThis study was aimed at (1) developing a valid and reliable performance evaluation instruments for teachers, and (2) evaluating the level of Physics, Biology and Chemistry teachers of senior high schools who have been certified and received theprofession allowance. The population of this study included all certified Physics, Biology and Chemistry teachers of senior high schools who have received profession allowance in Banda Aceh, Aceh Besar, and Pidie. The construct validity of the instrument developed was assessed through factor analysis, and the reliability was estimated by using Cronbach's Alpha formula. The level of teachers'performance was analyzed by the percentage. The result of the research shows that (1) the instrument developed consists of 33 items, and has an internal consistency reliability coefficient of 0,953, (2) not all certified high school teachers who have received profession allowance and teach Physics, Biology and Chemistry show high performance, and (3) the performance of Chemistry teachers is relatively higher than that of Physics and Biology teachers. Keywords: evaluation, teachers' performance, validity, reliability
|
2013-01-12 | oai:journal.uny.ac.id:article/1097 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i2.1097 | |
| 2573 | #57 | ESTIMASI PARAMETER INTEGRASI SOSIAL SUKU TIONGHOA-JAWA DI YOGYAKARTA DAN SURAKARTA: PENGEMBANGAN HYBRID MODEL | Haryono, Bagus |
Penelitian ini bertujuan mengembangkan hybrid model Integrasi Sosial pada 333 responden suku Tionghoa-Jawa di YK dan SKA. Hybrid model di YK, SKA, YK-SKA dengan LISREL 8.80 ditemukan 7, 8 dan 6 jumlah pengaruh dengan t signifikan. Namun structural model di YK lebih baik, dibandingkan SKA ataupun YK-SKA dalam menjelaskan Simpati sebesar (79%); (56%) dan (64%), Aksi (94%); (59%) dan (79%), dan Integrasi Sosial (90%); (75% ) dan (83%). Pengaruh Simpati paling kuat (0,68) menentukan Integrasi Sosial, diikuti oleh SES (0,60), Pen-didikan Nilai Demokrasi/PND (0,33) dan Aksi (0,31). Pengaruh Simpati (0,78), PND (0,75) dan Aksi (0,46) terkuat di YK. SES terkuat pengaruhnya di SKA (0,73). Overall measurement model di YK-SKA ditemukan fit, valid dan reliabel sebagai indikator multidimensi. Multi-factors within construct error covariance measure-ment model di YK (ketika mengukur Integrasi Sosial), sedangkan di SKA (ketika mengukur PND dan Aksi). Kata kunci: estimasi parameter, integrasi sosial, hybrid model______________________________________________________________THE ESTIMATION ON THE PARAMETERS OF SOCIAL INTEGRATION OF CHINESE-JAVANESE ETHNIC GROUPS IN YOGYAKARTA AND SURAKARTA: THE DEVELOPMENT OF A HYBRID MODEL Abstract This study aims to develop a hybrid model of social integration on 333 respondents of Chinese-Javanese in YK and SKA. The hybrid model in YK, SKA, and YK-SKA using LISREL 8.80 found 7, 8, and 6 effects with significant t. The structural model in YK, SKA and YK-SKA explains Sympathy as much as 79%, 56%, and 64%, Action (94%, 59%, 79%), and Social Integration (90%, 75%, 83%). The strongest effect of Sympathy (0.68) determines Social Integration, followed by SES (0.60), Democratic Value Education (0.33), and Action (0.31). The total effects of Sympathy (0.78), DVE (0.75), and Action (0.46) on Social Integration are the strongest in YK and SES on Social Integration is the strongest in SKA (0.73). The overall measurement model in YK-SKA is found to be fit, valid, and reliable as indicators of multidimension. The multi-factors within construct error covariance measurement are found in YK (when measuring Sosial Integration) and SKA (when measuing DVE and Action)Keywords: parameter estimation, social integration, hybrid model
|
estimasi parameter integrasi sosial hybrid model | 2013-01-12 | oai:journal.uny.ac.id:article/1098 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i2.1098 |
| 2574 | #57 | DIAGNOSIS KESALAHAN SISWA BERBASIS PENSKORAN POLITOMUS MODEL PARTIAL CREDIT PADA MATEMATIKA | Isgiyanto, Awal |
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan informasi diagnostik dari kesalahan jawaban peserta pada Ujian Nasional (UN) Matematika. Informasi diagnostik yang ditemukan meli-puti atribut yang mendasari butir soal, ketidaktuntasan atribut, dan jenis kesalahan yang dilakukan oleh peserta. Penelitian ini merupakan diagnosis post-hoc, yang digambarkan sebagai pende-katan retrofitting. Analisis butir soal dan respons butir pada UN mata pelajaran matematika untuk menemukan informasi diag-nostik pada kategori isi, proses, dan keterampilan siswa SMP di Bantul Yogyakarta 2007/2008. Hasil penelitian (1) atribut yang mendasari butir soal pada matematika ada 47 atribut, meliputi 4 atribut isi, 36 atribut proses, dan 7 atribut keterampilan, (2) ketidaktuntasan atribut isi, proses, dan keterampilan yang ter-tinggi pada geometri dan pengukuran, (3) jenis kesalahan ter-tinggi pada bilangan, aljabar, dan geometri dan pengukuran adalah kesalahan konsep, dan jenis kesalahan tertinggi pada sta-tistika dan peluang adalah kesalahan interpretasi bahasa, dan (4) penemuan informasi diagnostik data UN Matematika dapat dilakukan melalui mekanisme identifikasi atribut, pengembang-an rubrik penskoran politomus, perhitungan ketidaktuntasan atribut, dan diagnosis kesalahan peserta tes.Kata kunci: diagnostik, matematika, partial credit model______________________________________________________________A DIAGNOSIS OF STUDENTS' MISTAKES BASED ON POLYTOMOUS SCORNG PARTIAL CREDIT MODELS IN MATHEMATICS Abstract This study aims to reveal diagnostic information from the participants' incorrect answers in the National Examination (NE) of Mathematics. The diagnostic information includes the attributes underlying test items, the attribute exhaustiveness, and the types of mistakes that the participants made. This study was a post-hoc diagnostic study, described as the retrofitting approach. The analysis of test items and item responses in the NE of Mathematics aimed to reveal the diagnostic information in the Junior High School students' content, process, and skill categories. The results are that (1) there are 47 attributes underlying the mathematics test items, consisting of 4 content attributes, 36 process attributes, and 7 skill attributes, (2) the highest inexhaustiveness of the content, process, and skill attributes is in the topics of geometry and measurement, (3) most mistakes in the topics of numbers, algebra, geometry, and measurement are those of concepts, and most mistakes in statistics and probability are those of language interpretation, and (4) the findings of diagnostic information in the data on the NE of Mathematics can be revealed through the mechanism of identifying the attributes, developing a polytomous scoring rubric, finding out the attribute inexhaustiveness, and diagnosing mistakes the test participants.Keywords: diagnosis, mathematics, partial credit model
|
diagnostik matematika partial credit model | 2013-01-12 | oai:journal.uny.ac.id:article/1099 buka_link ↗ Highlight_link 10.21831/pep.v15i2.1099 |