| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1670856 | #6191 | Pengaruh perendaman cuka sari apel terhadap stabilitas warna dan kekuatan fleksural basis gigi tiruan nilon termoplastikThe effect of apple cider vinegar immersion on the colour stability and flexural strength of the thermoplastic nylon denture base |
Jannah, Miftah Khul Zulkarnain, Mohammad |
Pendahuluan: Nilon termoplastik adalah material basis gigi tiruan yang terbuat dari resin poliamida yang perlu dibersihkan secara berkala. Cuka sari apel dan Val-clean digunakan sebagai bahan pembersih gigi tiruan, namun bahan tersebut dapat mempengaruhi sifat fisis dan mekanis seperti stabilitas warna dan kekuatan fleksural. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh perendaman cuka sari apel konsentrasi 5% terhadap stabilitas warna dan kekuatan fleksural basis gigi tiruan nilon termoplastik. Metode: Jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan post-test-only control group design. Jumlah sampel terdiri dari 48 dengan ukuran sampel 20x3 mm untuk uji stabilitas warna dan 65x10x3±0,1 mm untuk uji kekuatan fleksural dan terbagi menjadi enam kelompok sampel. Stabilitas warna diukur menggunakan colorimeter dan kekuatan fleksural menggunakan Universal Testing Machine. Analisis data menggunakan uji ANOVA. Hasil: Stabilitas warna menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan p=0,124 (p>0,05) antara kelompok perendaman cuka sari apel konsentrasi 5%, Val-clean, dan akuades selama 4 hari, sedangkan kelompok perendaman cuka sari apel konsentrasi 5%, Val-clean, dan akuades selama 8 hari menunjukkan ada pengaruh yang signifikan p=0,035 (p<0,05). Uji ANOVA terhadap kekuatan fleksural menunjukkan ada pengaruh yang signifikan p=0,001 (p<0,05) antara kelompok perendaman cuka sari apel konsentrasi 5%, Val-clean, dan akuades selama 4 hari dan 8 hari. Simpulan: Perendaman cuka sari apel tidak disarankan untuk bahan pembersih basis gigi tiruan nilon termoplastik karena dapat menyebabkan perubahan warna dan dapat menurunkan kekuatan fleksural.Kata kunci: nilon termoplastik; cuka apel 5%; stabilitas warna; kekuatan fleksural ABSTRACT Introduction: Thermoplastic nylon is a denture base material made of polyamide resin that needs to be cleaned regu-larly. Apple cider vinegar and Val-clean are used as denture cleaning agents, but they can affect physical and mechanical properties such as colour stability and flexural strength. The purpose of this study was to analyse the effect of immersion in 5% of apple cider vinegar on the colour stability and flexural strength of thermoplastic nylon denture bases. Methods: This research was an experimental laboratory with a post-test-only control group design. Forty-eight samples were fabricated with the size of 20x3 mm for colour stability test and 65x10x3±0.1 mm for flexural strength test, then divided into six sample groups. Colour stability was measured using a colourimeter and flexural strength using a Universal Testing Machine. Data analysis was performed with an ANOVA test. Results: After four days of immersion, colour stability showed no significant effect (p=0.124; p>0.05) between the 5% apple cider vinegar immersion group, Val-clean, and distilled water. While after eight days of immersion, the 5% apple cider vinegar immersion group, Val-clean, and distilled water showed a significant effect (p=0.035; p<0.05). ANOVA test on flexural strength showed a significant effect (p=0.001; p<0.05) between groups of 5% apple cider vinegar immersion, Val-clean, and distilled water after four and eight days of immersion. Conclusions: Thermoplastic nylon denture base is not recommended to be immersed in apple cider vinegar for cleaning because it can cause discolouration and reduce flexural strength.Keywords: thermoplastic nylon; 5% apple cider vinegar; colour stability; flexural strength
|
nilon termoplastik; cuka apel 5%; stabilitas warna; kekuatan fleksural; thermoplastic nylon; 5% apple cider vinegar; colour stability; flexural strength | 2022-02-27 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/33156 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v6i1.33156 |
| 1670855 | #6191 | Oral health care value in disadvantage areas of south lampung regency, lampung province: Study Observational |
Al Risky, Sava Zubaedah, Cucu Hamdani, Ardena Maulidia |
ABSTRACTIntroduction: Dental and oral health is one of the parts that must be kept clean, because through these tissues various microorganisms can enter. Oral health care plays an important role in maintaining a person's well-being and quality of life. In some underdeveloped areas such as South Lampung Regency, Lampung Province, efforts to maintain oral health are still a serious problem for the region, so it is necessary to know the value of maintaining oral health in the community. Methods: This research is a descriptive study using a questionnaire survey method. The sampling technique of this study used a simple random sampling method, with a total of 97 adult respondents who had settled in South Lampung Regency, Lampung Province and were willing to be research subjects. This research instrument is a questionnaire with a total of 41 questions that have passed the validity and reliability tests.  Results: The value of oral health maintenance in the good category was 47.3%, the community was in the good category in the dimension of oral health maintenance actions as much as 50.5% and the statement of distance from oral health services which stated that it was close was 10.3%. The low dimensions of the oral health maintenance value variable are due to factors of education level and socio-economic conditions and which play a role in the community of disadvantaged areas of South Lampung Regency, Lampung Province regarding the importance of oral health maintenance, as well as the absence of affordable and easily accessible health facilities for the community. Conclusion: The value of maintaining oral health of the people of South Lampung Regency, Lampung Province obtained a value of 36.03%, and fell into the low category.KEYWORDS: Oral health, health knowledge, attitudes, practice, dental care, health services accessibility, public healthNilai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat daerah tertinggal kabupaten lampung selatan, provinsi lampung: Studi observasionalABSTRAKPendahuluan: Kesehatan Gigi dan mulut harus dipertahankan tingkat kebersihannya, karena melalui jaringan ini berbagai macam mikroorganisme dapat masuk ke dalam tubuh. Perawatan kebersihan gigi dan mulut berperan penting dalam menjaga kesejahteraan dan kualitas hidup seseorang. Beberapa wilayah tertinggal seperti Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, upaya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. Metode: penelitian deskriptif dengan metode survei kuisioner dan metode simple random sampling, dengan responden sejumlah 97 orang dewasa yang telah menetap di Kabupaten Lampung Selatan dan bersedia sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan total 41 butir pertanyaan yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas. Hasil: Nilai manfaat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kategori rendah 47,03%, masyarakat dalam kategori rendah pada dimensi tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut 50,5% dan pernyataan jarak pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang menyatakan dekat 10,3%. Rendahnya dimensi pada variabel nilai pemeliharan kesehatan gigi dan mulut tersebut dikarenakan faktor tingkat pendidikan, kondisi sosial ekonomi, tidak adanya fasilitas kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses bagi masyarakat. Simpulan: Nilai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung sebesar 36,03%, dan masuk kedalam kategori rendah.KATA KUNCI: Kesehatan gigi dan mulut, pengetahuan, sikap, dan praktik kesehatan, pelayanan perawatan gigi, aksesibilitas pelayanan kesehatan, kesehatan masyarakat
|
Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, daerah tertinggal, lampung selatan, Oral health maintenance, disadvantage areas, south lampung | 2026-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/69333 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v10i1.69333 |
| 1670854 | #6191 | Perilaku kesehatan gigi dan mulut anak stunting usia 36-60 bulan melalui bullet journal pada masa pandemi COVID-19 Oral health behavior overview of stunting children aged 36-60 months through bullet journals during the COVID-19 pandemic |
Diyanata, Denis Endah Yani, Ristya Widi Sulistiyani, Sulistiyani |
ABSTRAKPendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting yang harus diperhatikan, terutama pada anak stunting yang memerlukan perhatian lebih dikarenakan memiliki tingkat kesadaran yang kurang, rentan terhadap penyakit, dan tingkat intelektual yang rendah dibandingkan anak gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kesehatan gigi dan mulut anak stunting usia 36-60 bulan melalui bullet journal pada masa pandemi COVID-19. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu anak stunting usia 36-60 bulan dari desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember sebanyak 73 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Responden tersebut akan diberikan sebuah bullet journal yang berisi perilaku dasar kesehatan gigi dan mulut. Tingkat perilaku pada penelitian ini dikategorikan menjadi tiga yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil: Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu 35 responden (48%) termasuk kategori rendah, 29 responden (40%) termasuk kategori sedang, dan 9 responden (12%) termasuk kategori tinggi. Simpulan: Sebagian besar responden memiliki tingkat perilaku yang rendah.Kata kunci: bullet journal; kesehatan gigi dan mulut; stunting; tingkat perilakuABSTRACTIntroduction: Dental and oral health is an important thing that must be considered, especially for stunting children who need more attention because they have a low level of awareness, are susceptible to disease and have a low intellectual level compared to children with balanced nutrition. The objective of this study was to describe oral health behavior and oral health of stunting children aged 36-60 months through a bullet journal during the COVID-19 pandemic. Methods: This research was a descriptive research with ccross-sectional. The study population was stunting children aged 36-60 months from Panduman village, Jelbuk District, Jember Regency as many as 73 respondents. The sampling technique used was total sampling. The respondent will be given a bullet journal containing basic dental and oral health behaviors. The level of behavior in this study was categorized into three, namely low, medium, and high. Results: The results obtained from this study were 35 respondents (48%) in the low category, 29 respondents (40%) in the medium category, and 9 respondents (12%) in the high category. Conclusion: Most of the respondents have a low level of behavior.Keywords: bullet journal; dental and oral health; level of behavior; stunting
|
bullet Journal; kesehatan gigi dan mulut; stunting; tingkat perilaku;bullet journal; dental and oral health; level of behavior; stunting | 2022-10-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40273 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v6i3.40273 |
| 1670853 | #6191 | Frekuensi kelainan dento skeletal dengan penanganan bedah ortognatik dan osteodistraksi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung tahun 2012-2017 |
Nafisa, Arina Sani Yuza, Abel Tasman Sadputranto, Seto Adiantoro |
Pendahuluan: Kelainan dento skeletal adalah kelainan pada gigi geligi yang berdampak pada gangguan fungsi rahang, hubungan gigi dan penampilan wajah. Pada kelainan dento skeletal penggunaan alat ortodontik memiliki keterbatasan dalam mengoreksinya sehingga dibutuhkan perawatan bedah. Bedah ortognatik dan osteodistraksi merupakan pilihan perawatan yang dapat dijalani.. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran serta jumlah kelainan dento skeletal dengan penanganan bedah ortognatik dan osteodistraksi di SMF Bedah Mulut dan Maksilofasial pada periode 2012 – 2017. Metode: Jenis penelitian adalah dekriptif retrospektif. Sampel penelitian adalah rekam medis pasien kasus kelainan dento skeletal dengan penanganan bedah ortognatik dan osteodistraksi di SMF Bedah Mulut dan Maksilofasial RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode tahun 2012 – 2017 yang dipilih dengan pendekatan purposive sampling. Hasil: Kelainan dento skeletal dengan jumlah kasus penanganan bedah ortognatik paling banyak terjadi pada tahun 2017, berjumlah 19 kasus. Jumlah kasus penanganan osteodistraksi paling banyak terjadi pada tahun 2017, sebanyak 2 kasus. Teknik pembedahan ortognatik yang paling sering digunakan adalah kombinasi Le Fort 1 dan BSSO yaitu sebanyak 64,11% sedangkan untuk teknik pembedahan osteodistraksi yang paling sering digunakan adalah teknik distraksi maksila sebanyak 50%. Simpulan: Pasien kelainan dento skeletal pada RSUP Hasan Sadikin periode 2012 -2017 yang ditangani dengan bedah ortognati sebanyak 39 orang (24%) dan sebanyak 4 orang (2,5%) ditangani dengan osteodistraksi.Kata kunci: Kelainan dento skeletal, bedah ortognatik, bedah osteodistraksi.
|
2018-10-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/21446 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v2i2.21446 | |
| 1670852 | #6191 | Effect of edible coating on thermoplastic nylon denture base after soaking in distilled water and green tea on water absorption: Study observational |
Rafly, Muhammad Wahyuni, Siti |
ABSTRACTIntroduction: Thermoplastic nylon is public favorite denture base material because it has excellent aesthetic, low solubility and high flexibility but has drawback, high water absorption which can reduce the resistance of nylon used as denture base. Edible coating is natural polymer coating material and can be good alternative because of it’s barrier against external elements. This study aims to determine the effect of edible coating on thermoplastic nylon denture base after soaking in distilled water and green tea on water absorption. Methods: The research design was experimental laboratory with post-test only control group design. The research sample was cylindrical thermoplastic nylon with diameter 40 ± 1 mm and thickness 2 ± 1 mm based on ISO 20795-1 specifications. Water absorption was measured using the formula m2-m3/V (ISO/DIS 4049), analyzed by univariate test and Levene's test. Results: The mean value of water absorption in the sample group immersed in distilled water (A) 4.88 ± 0.34 g/mm3, with edible coating (B) 3.80 ± 0.37 g/ mm3, the sample group soaked in green tea (C) was 4.43 ± 0.18 g/mm3 and with edible coating (D) was 3.58 ± 0.39 g/mm3. Then the data were analyzed using One-way ANOVA test with p-value = 0.0001 (significancy at p <0.05). Conclusion: The results showed that there was significant effect of edible coating on thermoplastic nylon denture base after soaking in distilled water and green tea on water absorption. KEY WORDS: denture base, thermoplastic nylon, water absorption, edible coating, green teaPengaruh pelapisan edible coating pada basis gigi tiruan nilon termoplastik setelah direndam dalam akuades dan teh hijau terhadap penyerapan air: Studi eksperimentalABSTRAK Pendahuluan: Nilon termoplastik merupakan bahan dasar gigi tiruan yang banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki nilai estetika yang baik, kelarutan rendah dan tinggi fleksibilitas namun memiliki kekurangan yaitu daya serap airnya yang tinggi. Penyerapan air tinggi akan mempengaruhi sifat dan struktur nilon sehingga menurunkan ketahanan nilon yang digunakan sebagai basis gigi tiruan. Edible coating merupakan bahan pelapis polimer alami dan dapat menjadi alternatif yang baik karena dapat berfungsi sebagai penahan terhadap unsur luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan edible coating pada basis gigi tiruan nilon termoplastik setelah direndam akuades dan teh hijau terhadap penyerapan air. Metode: Rancangan penelitian adalah eksperimental laboratoris post-test only control group design. Sampel penelitian nilon termoplastik berbentuk silindris dengan ukuran diameter 40 ± 1 mm dan ketebalan 2 ± 1 mm berdasarkan spesifikasi ISO 20795-1. Penyerapan air diukur menggunakan rumus m2-m3/V (ISO/DIS 4049). Nilai penyerapan air dianalisis dengan uji univariat dan uji levene. Hasil: Nilai rerata penyerapan air kelompok sampel yang direndam dalam akuades (A) adalah 4,88 ± 0,34 μg/mm3, dan dilapisi edible coating (B) adalah 3,80 ± 0,37 μg/mm3, kelompok sampel direndam dalam teh hijau (C) adalah 4,43 ± 0,18 μg/mm3 dan dilapisi edible coating (D) adalah 3,58 ± 0,39 μg/mm3. Lalu data dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA dengan nilai p=0,0001 (signifikansi pada p<0,05). Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan akibat pelapisan edible coating pada basis gigi tiruan nilon termoplastik setelah direndam dalam akuades dan teh hijau terhadap penyerapan airKATA KUNCI: basis gigi tiruan, nilon termoplastik, penyerapan air, edible coating, teh hijau
|
basis gigi tiruan, nilon termoplastik, penyerapan air, edible coating, teh hijau, denture base, thermoplastic nylon, water absorption, edible coating, green tea | 2023-08-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48084 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v7i2.48084 |
| 1670851 | #6191 | Perbedaan flow saliva anak usia 11-12 tahun dengan risiko karies tinggi dan rendah |
Nurhasanah, Disa Ratna Aripin, Dudi Rizali, Ervin |
Pendahulan: Mulut merupakan rongga fungsional yang menjadi pintu awal masuknya makanan ke dalam tubuh, didalamnya terdapat cairan kompleks yaitu saliva. Cairan yang kompleks ini diproduksi dan disekresikan oleh kelenjar saliva. Hasil produksi kelenjar saliva dapat membantu kestabilan lingkungan di sekitar rongga mulut. Rongga mulut saliva disekresikan sebanyak 0.5 – 1.5 liter/hari melalui duktus pada kelenjar saliva. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data mengenai perbedaan flow saliva pada anak usia 11-12 tahun dengan risiko karies tinggi dan rendah di Sekolah Dasar Cikawari Kabupaten Bandung. Metode: Jenis penelitian analitik observasional secara cross sectional. Variabel penelitian adalah saliva, flow saliva, karies. Populasi dan sampel penelitian adalah anak usia 11-12 tahun yang hadir di sekolah tempat penelitian. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Cikawari Kabupaten Bandung pada bulan Desember tahun 2015. Hasil: Hasil uji perbandingan dengan menggunakan independent sample t-test menunjukkan nilai mean pada kelompok risiko karies tinggi sebesar 0,302 dengan standar deviasi 0,200 dan nilai mean pada kelompok risiko karies rendah sebesar 0,512 dengan standar deviasi 0,270. P-value sebesar 0.015 < 0,05. Simpulan: Terdapat perbedaan flow saliva tanpa stimulasi pada anak usia 11-12 tahun dengan risiko karies tinggi dan rendah di SDN Cikawari Kabupaten Bandung.Kata kunci: Saliva, flow saliva, karies gigi
|
Saliva, flow saliva, karies gigi | 2017-10-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22521 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v1i1.22521 |
| 1670850 | #6191 | Differences in the use of super red dragon fruit extract and disclosing solution on plaque index using the HI BOGI application: cross-sectional study |
Fadillah, Rina Putri Noer Rahmani, Hasna Fasya Yuslianti, Euis Reni Pribadi, Ari Prayogo |
ABSTRACT Introduction: Oral health has an important role in a person's health, however, low public awareness of dental and oral health causes high cases of dental and oral disease in Indonesia, one of which is plaque buildup and caries. Plaque index assessment can be a measuring tool for dental and oral hygiene, namely Patient Hygiene Performance (PHP) by giving a disclosing solution which can stain dental plaque. Disclosing solution, a current synthetic chemical, has an unpleasant taste, sometimes causing allergic reactions, and has the potential to be carcinogenic, so alternatives are needed. Among alternatives of natural materials which can be used is dragon fruit juice, as it has natural anthocyanin content and can help color the plaque. The aim of this research was to determine differences in using synthetic disclosing solution and dragon fruit juice on plaque index using the Halo Indonesia with Dentists (HI BOGI) application. Methods: This type of research was cross-sectional. Technique Cluster random sampling used in this research involved 84 junior high school students in Cimahi (a city in West Java). Results: This research showed that the PHP index through the HI BOGI application obtained a greater average plaque index value when using disclosing solution, namely 1.437, compared to dragon fruit juice, namely 0.907, with p value = 0.000 (significance atp<0,05). Conclusion: There are significant differences between plaque index measurements using synthetic disclosing solution and red dragon fruit juice using the HI BOGI application for junior high school students in Cimahi.KEYWORDS: index place,disclosing solution, dragon fruit juice, HI BOGI.Perbedaan indeks plak memakai ekstrak buah naga dan disclosing solution dengan menggunakan aplikasi HI BOGI: studi cross-sectionalABSTRAKPendahuluan: Kesehatan mulut memiliki peranan penting dalam kesehatan seseorang, namun rendahnya kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut menyebabkan tingginya kasus penyakit gigi dan mulut di Indonesia, salah satunya penumpukan plak dan menimbulkan karies. Penilaian indeks plak dapat menjadi alat ukur kebersihan gigi dan mulut, salah satunya adalah Patient Hygiene Performance (PHP) dengan pemberian disclosing solution yang mampu mewarnai plak gigi. Disclosing solution kimia sintetis saat ini memiliki rasa yang kurang enak, kadang menimbulkan reaksi alergi, serta berpotensi karsinogenik sehingga diperlukan alternatif pengganti. Di antara alternatif bahan alam yang dapat digunakan adalah sari buah naga, dengan adanya kandungan alami antosianin dan dapat membantu mewarnai plak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan disclosing solution sintetis dan sari buah naga terhadap indeks plak dengan menggunakan aplikasi Halo Indonesia Bersama Dokter Gigi (HI BOGI). Metode: Jenis penelitian ini adalah cross-sectional. Teknik cluster random sampling digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan siswa/i SMP di Kota Cimahi sebanyak 84 orang. Hasil: Penelitian ini menunjukkan indeks PHP melalui aplikasi HI BOGI didapat nilai rerata indeks plak pada menggunakan disclosing solution lebih besar yaitu 1,437 dibanding sari buah naga yaitu 0,907, dengan nilai p = 0,000 (signifikasi pada p<0,05). Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengukuran indeks plak menggunakan disclosing solution sintesis dan sari buah naga merah dengan memakai aplikasi HI BOGI pada siswa/i SMP di Kota Cimahi.KATA KUNCI: Indeks plak, disclosing solution, sari buah naga, HI BOGI.
|
index place,disclosing solution, dragon fruit juice, HI BOGI, Indeks plak, disclosing solution, sari buah naga, HI BOGI | 2024-02-29 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/51176 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/pjdrs.v8i1.51176 |
| 1670849 | #7423 | KEY FACTORS DETERMINING RELATIONSHIP MARKETING IN THE FOOD E-COMMERCE NETWORK: A BUSINESS-TO-BUSINESS SERVICE PERSPECTIVE |
Utami, Hesty Nurul Alamanda, Dini Turipanam |
AbstrakDiskusi mengenai paradigma bisnis dan pemasaran telah diteliti dengan mengubah fokus dari fokus terhadap produk menjadi fokus terhadap pelanggan dengan mengacu pada orientasi logika dominasi layanan. Perkembangan teknologi digital seperti internet dan media sosial telah mempengaruhi praktek bisnis dan pemasaran dalam melakukan praktek bisnis online, seperti contohnya e-commerce, termasuk di dalamnya bisnis makanan. Studi ini mengeksplorasi mengenai faktor – faktor yang menentukan hubungan pemasaran di dalam jaringan bisnis e-commerce makanan. Metode penelitian induktif digunakan dalam studi ini, dan data dianalisis dengan menggunakan analisis data tematik berdasarkan hasil wawancara mendalam yang dilakukan dengan berbagai pelaku bisnis yang terlibat di dalam rantai e-commerce makanan. Hasil penelitian menunjukkan tujuh elemen kritis yang akan menentukan kesuksesan hubungan pemasaran di dalam jaringan bisnis e-commerce makanan: komitmen, komunikasi, kepercayaan, koordinasi, reputasi, profesionalisme, dan risiko di dalam hubungan. Hasil analisis memberikan dasar lebih lanjut untuk pengembangan hubungan pemasaran di dalam bisnis makanan di dalam menggunakan e-commerce dengan dilandasi logika dominasi layanan sebagai prinsip dasar yang digunakan oleh petani produsen, pedagang, dan pelaku ritel atau pengecer.Kata kunci: hubungan pemasaran, nilai hubungan, logika dominasi layanan, e-commerce makanan, perdagangan antar usaha (perusahaan)AbstractDiscussion about the business and marketing paradigm is observed by shifting the focus from product-focused to customer-focused with service-dominant logic orientation. Digital technology advancement, such as the Internet and social media, has influenced business and marketing practices into online business, such as e-commerce, including food businesses. This study explored the factors determining marketing relationships in the food e-commerce network. An inductive research method was applied, and data were analysed using thematic analysis based on in-depth interviews with various business actors involved in the food e-commerce chain. The results reveal seven critical elements that determine a success relationship marketing in the food e-commerce network: commitment, communication, trust, coordination, reputation, professionalism, and relationship risk. The analysis provides a foundation for further development of relationship marketing in the food businesses on using e-commerce and service-dominant logic as the underlying principle for farmer producers, traders or suppliers, and retailers. Keywords: relationship marketing, relationship value, service-dominant logic, agri-food e-commerce, business-to-business
|
2022-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37354 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v6i2.37354 | |
| 1670848 | #7423 | ANALISIS SOSIO-TEKNIS USAHATANI PADI SAWAH MENGGUNAKAN PRAKTEK PERTANIAN LOKAL DAN MODERN (STUDI KASUS KECAMATAN KIARAPEDES, DESA MEKARJAYA, KABUPATEN PURWAKARTA) |
Arrachman, Nirwan Heryanto, Mahra Arari |
AbstrakUsahatani berdasar pada pengetahuan lokal dan kebiasaan para leluhur saat ini masih dilakukan oleh beberapa petani yang ada di Desa Mekarjaya. Seiring dengan berkembangnya teknologi, usahatani lokal tersebut mulai berangsur-angsur ditinggalkan dan beralih ke usahatani modern. Perubahan usahatani tersebut memicu adanya perubahan aspek sosial dan aspek teknis yang menunjang kegiatan usahatani padi sawah di Desa mekarjaya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi aspek sosial dan aspek teknis pada usahatani lokal, transisi, dan modern, dan mengetahui interaksi struktur sosio-teknis pada usahatani lokal, transisi, dan modern yang ada di Desa Mekarjaya. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang memberikan gambaran mengenai interaksi diantara unsur-unsur yang terlibat dalam usahatani padi sawah dengan menggunakan pendekatan Actor-Network Theory (ANT). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada struktur sosio-teknis usahatani lokal, petani memiliki interaksi yang kuat dengan sesajen dan ritual. Hal ini menandakan petani lokal memiliki interaksi dengan pekarangan desa atau lingkungan alam di sekitarnya. Namun, interaksi ini mengalami pelemahan pada usahatani transisi karena petani transisi mulai meninggalkan ritual tersebut, sehingga interaksi petani dengan lingkungan alam melemah. Pada interaksi struktur sosio-teknis usahatani modern, terjadi pemutusan interaksi antara petani modern dengan lingkungan alam.Kata kunci: usahatani lokal, usahatani modern, sosio-teknis, padi sawahAbstractSome farmers in Mekarjaya Village still practice farming based on local knowledge and customs of their ancestors. This change in farming has also led to changes in the social and technical aspects that support wet-rice farming activities in Mekarjaya Village. The aim of this study is to identify the social and technical aspects of local, transitional, and modern farming, and to determine the interaction of socio-technical structures on local, transitional, and modern farming in Mekarjaya Village. The research design used is descriptive qualitative, which provides an overview of the interactions between the elements involved in wet-rice farming using the Actor-Network Theory (ANT) approach. The study found that in the socio-technical structure of local farming, farmers have strong interactions with offerings and rituals. This suggests that local farmers have a connection with the village yard or the surrounding natural environment. However, this interaction weakened in transitional farming as farmers began to abandon these rituals, resulting in a weakened connection with the natural environment. The modern farming socio-technical structure exhibits a disconnection between farmers and the natural environment.Keywords: local farming, modern farming, socio technique, paddy
|
Sosial Ekonomi Pertanian, Sosiologi Pertanian, Pembangunan Pertanian | 2024-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/53406 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v8i2.53406 |
| 1670847 | #7423 | DINAMIKA SOSIAL KAJI TINDAK PEMBANGUNAN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN, TERINTEGRASI DAN MANIDIRI ENERGI (STUDI KASUS DI DESA PAMALAYAN, KECAMATAN BAYONGBONG, KABUPATEN GARUT) |
Nugraha, Adi Soetraprawata, Demi Heryanto, Mahra Arari |
ABSTRAK Pertanian berkelanjutan dalam tiga dekade terakhir telah menjadi paradigma baru yang memengaruhi arah pembangunan pertanian. Walaupun demikian, praktik-praktik pertanian berkelanjutan memiliki karakter knowledge-intensive dan dinamis sehingga memiliki kecenderungan kegagalan penerapan yang cukup tinggi. Pola program penyuluhan dan diseminasi teknologi pertanian biasanya berdasarkan asumsi linear yang menempatkan petani hanya sebagai ‘pengguna pasif’ teknologi yang dihasilkan oleh para ahli ilmu pertanian. Penelitian ini difokuskan pada analisa interaksi-interaksi antar aktor di dalam program pengembangan pertanian berkelanjutan, terintegrasi dan mandiri energi di Desa Pamalayan, Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menekankan pada kedalaman informasi yang digali. Data primer didapatkan dari proses wawancara mendalam, FGD, dan observasi partisipatif. Bentuk dan perilaku organisasi serta kondisi sosial secara mikro ketika program dijalankan dianalisis dengan menggunakan Actor Oriented Approach. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, salah satu kunci penentu keberhasilan adalah perencanaan dan pelaksanaan program yang menitikberatkan pada aspek social, yang dalam prosesnya dilakukan secara informal. Hal ini masih jarang dilakukan oleh pelaku pembangunan di Indonesia. Konsep partisipatif dalam diseminasi suatu program pada pelaksanaannya seringkali hanya bersifat sementara, dan tidak dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, metode disseminasi dengan pendekatan informal yang mengusung lokalitas dan tingginya tingkat partisipasi tineliti dapat dijadikan contoh untuk program-program pembangunan pertanian dan pedesaan. Kata kunci: dinamika sosial, kaji tindak, keberlanjutan, pertanian terintegrasi ABSTRACT Sustainable agriculture within the last decades has been a new paradigm in agriculture development. However, sustainable agriculture practices are still characterised by knowledge intensive in its dissemination, leading to countless failures. The common dissemination processes apply linear way of thinking in its assumptions, putting farmers as ‘object for development’. This study analyses the interaction among the actors involved in the sustainable, integrated and resilient farming system development in Pamalayan, Garut. The study employs descriptive qualitative approach, focusing on the depth of gained information. Primary data were collected through in-depth interview, FGD, and participant observation. The social condition and form of interaction among related actors were analysed by using Actor Oriented Approach. The results show that the early stage of the dissemination process is one of the key factor in successing the program. This stage was focused in the social aspect of the beneficiaries, which was done through informal approaches. This style of dissemination is seldom to be seen in Indonesia. Participatory concepts are often superficial, neglecting the social sustainability of the programs. Thus, this case shows that paying attention to social aspects and informal dissemination procces play important roles in rural/agricultural development programs. Keywords: social dynamics, action research, sustainability, integrated farming
|
2019-12-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15617 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v2i2.15617 | |
| 1670846 | #7423 | PENGEMBANGAN DAYA TARIK EKOWISATA KAMPOENG CIHERANG BERDASARKAN PREFERENSI WISATAWAN |
Djuwendah, Endah Saidah, Zumi Yudha, Eka Purna Rahmah, Ulya |
AbstrakEkowisata Kampoeng Ciherang, yang terletak di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi wisatawan terhadap daya tarik Ekowisata Kampoeng Ciherang dan memberikan rekomendasi pengembangan berdasarkan hasil analisis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan survei yang melibatkan 30 responden wisatawan. Responden dipilih secara purposive sampling, yakni wisatawan yang ditemui di lokasi dan bersedia mengisi kuesioner atau diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan memberikan penilaian baik terhadap daya tarik yang ada di destinasi ini, seperti keunikan alam dan fasilitas daya tarik buatan. Namun, aspek fasilitas pendukung dan aksesibilitas masih perlu diperbaiki, terutama kondisi jalan dan ketersediaan transportasi umum. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk meningkatkan promosi digital, memperbaiki fasilitas umum, dan meningkatkan kualitas prasarana. Pengelola juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan masyarakat lokal dan menyusun paket wisata tematik guna meningkatkan daya tarik dan kontribusi ekonomi destinasi ini. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan bagi pengelola destinasi dalam mengoptimalkan potensi ekowisata yang ada.Kata kunci: Ekowisata, Kampoeng Ciherang, preferensi wisatawan.AbstractKampoeng Ciherang Ecotourism, located in Cijambu Village, Tanjungsari District, Sumedang Regency, holds great potential for development as a nature-based tourist destination. This study aims to analyze tourist preferences towards the attractions of Kampoeng Ciherang Ecotourism and provide development recommendations based on the analysis results. The research adopts a descriptive quantitative approach through a survey involving 30 tourist respondents. Respondents were selected through purposive sampling, namely tourists encountered on-site who agreed to complete the questionnaire or participate in an interview. The findings indicate that tourists give positive evaluations of the attractions at this destination, such as the unique natural landscapes and man-made attraction facilities. However, aspects of supporting facilities and accessibility still require improvement, particularly the road conditions and the availability of public transportation. Based on these findings, it is recommended to enhance digital promotion, improve public facilities, and upgrade infrastructure quality. The management is also encouraged to collaborate with the local community and develop thematic tour packages to increase the destination's appeal and economic contribution. This study is expected to provide insights for destination managers to optimize the existing ecotourism potential.Keywords: Ecotourism, Kampoeng Ciherang, tourist preferences.
|
Sosial Ekonomi Pertanian | 2025-07-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/62832 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.62832 |
| 1670845 | #7423 | ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG BERKUNJUNG KE AGROWISATA DENGAN KONSEP EDUFARMING DI PT. JENDELA ALAM PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT |
Arioditha, Gugun Djuwendah, Endah |
Kepuasan pengunjung merupakan salah satu faktor penting yang mendukung perkembanganagrowisata, karena keberlangsungannya ditentukan oleh nilai kepuasan pengunjung yang datangmenikmati wisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengunjungdan tingkat kepuasan pengunjung agrowisata PT. Jendela Alam yang menerapkan konsep edufarming.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung agrowisata PT. Jendela Alam sebagian besar (70persen) berjenis kelamin perempuan berstatus sudah menikah dan berumur antara 30-39 tahun.Tingkat pendidikannya sarjana strata satu (67 persen) dan berprofesi sebagai guru. Informasi tentangobyek wisata pertama kali sebagian besar melalui teman. Umumnya tujuan berkunjung adalah untukstudy tour (47 persen). Alasan pengunjung datang karena program dianggap menarik ( 46 persen).Seluruh pengujung berminat datang kembali ke PT. Jendela Alam. Tingkat kepuasan pengunjungterhadap lokasi, ketersediaan sarana dan prasarana, produk dan pelayanan petugas termasuk kedalamkategori puas.Kata kunci : Analisis kepuasan, kepuasan, pengunjung, kepuasan pengunjung, agrowisata
|
2016-07-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22688 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v1i1.22688 | |
| 1670844 | #7423 | STRATEGI DAN EFEKTIVITAS PEMASARAN OFFLINE STORE DAN ONLINE TERHADAP HASIL PENJUALAN KUE BANGKIT (STUDI KASUS PADA UMKM RUMAH BANGKIT FAFIN DI KOTA SERANG) |
Persalina, Yeni Budiawati, Yeni Widiati, Siti |
AbstrakRumah bangkit Fafin sudah menerapkan strategi pemasaran online, tetapi hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan target dan masih sering terjadi fluktuasi. Selain itu, terjadi persaingan dengan UMKM lain yang aktif memanfaatkan platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan efektivitas pemasaran kue bangkit melalui offline store dan online. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kombinasi sequential exploratory. Dalam menjawab rumusan masalah, digunakan metode kualitatif deskriptif dan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan uji beda (Independent sample T-test). Hasil penelitian menunjukkan terdapat sepuluh alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh rumah bangkit Fafin berdasarkan hasil analisis matriks SWOT. Hasil QSPM strategi prioritas dengan nilai TAS tertinggi yaitu meningkatkan pangsa pasar secara luas melalui digital dan offline. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T-Test, diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil penjualan melalui offline dan online pada produk kue bangkit, dimana nilai rata-rata hasil penjualan offline sebesar 780,25 dan rata-rata hasil penjualan online sebesar 125,67.Kata kunci: Analisis SWOT, Efektivitas, Pemasaran Offline, Pemasaran Online, Strategi Pemasaran.AbstractRumah bangkit Fafin has implemented an online marketing strategy, but the result obtained are not in accordance with the target and fluctuations often occur. In addition, there is competition with other businesses that actively utilize digital platforms. This study aimed to analyze the strategy and effectiveness of marketing kue bangkit through offline stores and online. The research method used is a sequential exploratory combination approach, using qualitative descriptive methods and quantitative descriptive methods using independent sample T-test. The result showed that there are the ten alternative marketing strategies that can be applied by rumah bangkit Fafin based on the result of the SWOT matrix analysis. The QSPM results prioritize strategies with the highest TAS value, namely increasing market share widely through digital and offline. Based on the result of the Independent Sample T-Test it is found that there is a significant difference between offline and online sales results on the kue bangkit, where the average value of offline sales result is 780,25 and the average online sales results is 125,67.Keywords: Effectiveness, Marketing Strategy, Offline Marketing, Online Marketing, SWOT Analysis.
|
Sosial Ekonomi Pertanian, Agribisnis | 2025-12-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65098 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.65098 |
| 1670843 | #7423 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR PETANI TANAMAN HORTIKULTURA DI SULAWESI SELATAN |
Hamjaya, Ronal Gunawan Rukmana, Didi Lumoindong, Yopie |
AbstrakSubsektor hortikultura telah berkontribusi secara nyata dalam mendukung perekonomian nasional maupun dalam penyerapan tenaga kerja. Peningkatan produksi tanaman hortikultura khususnya kacang panjang, cabai rawit, dan tomat di Provinsi Sulawesi Selatan tidak dapat menjadi ukuran jika petaninya juga tidak sejahtera. Hal ini dapat dilihat dimana perkembangan nilai tukar petani tanaman hortikultura cenderung fluktuatif setiap tahunnya. Salah satu indikator yang dapat mengukur tingkat kesejahteraan petani adalah nilai tukar petani (NTP). Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh luas lahan, jumlah produksi, harga komoditas kacang panjang, cabai rawit, dan tomat terhadap nilai tukar petani tanaman hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam upaya mendapatkan data yang diperlukan untuk penelitian ini, maka dilakukan pengumpulan data dengan cara melakukan metode studi pustaka. Salah satu cara untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi NTP yakni menggunakan metode regresi linear berganda. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu variabel luas panen, jumlah produksi, harga jual komoditas kacang panjang, cabai rawit, dan tomat secara simultan mempengaruhi nilai tukar petani tanaman hortikultura (NTPH). Kemudian pengujian variabel harga jual komoditas cabai rawit dan tomat secara parsial mempengaruhi NTPH. Saran yang dapat diberikan yaitu kepada pemerintah diharapkan dapat merancang kebijakan yang efektif guna mendorong semangat berusaha tani bagi petani.Kata kunci: nilai tukar petani, hortikultura, kesejahteraan petaniAbstractThe horticulture sub-sector has contributed significantly in supporting the national economy as well as in the absorption of labor. Increased production of horticultural crops, especially long beans, cayenne pepper, and tomatoes in South Sulawesi Province cannot be a measure if the farmers are also not prosperous. It can be seen where the development of horticultural crop farmers' exchange rate tends to fluctuate every year. One indicator that can measure the level of farmer welfare is the farmer's exchange rate (NTP). The objectives to be achieved in this study are to analyze the effect of land area, production amount, commodity prices of long beans, cayenne pepper, and tomatoes on the exchange rate of farmers in the Horticultural Crops Subsector of South Sulawesi Province. In an effort to obtain the data needed for this research, data was collected by means of a literature study method. One way to test the factors that influence NTP is to use the multiple linear regression method. The conclusion of this research is that the variables of harvested area, amount of production, selling price of long beans, cayenne pepper, and tomatoes simultaneously affect the exchange rate of horticultural crops farmers (NTPH). Then the testing of the commodity selling price of cayenne pepper and tomato partially affects NTPH. Suggestions that can be given are that the government is expected to be able to design effective policies to encourage the spirit of farming for farmersKeywords: farmer’s exchange rate, horticulture, farmer welfare
|
2022-07-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/39467 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v7i1.39467 | |
| 1670842 | #7423 | PREFERENSI KONSUMEN PAKETAN SAYURAN SIAP MASAK DI SAYURYUK.COM KOTA SAMARINDA |
Ramadhani, Recha Rezky Balkis, Siti Mariyah, Mariyah |
AbstrakSayuran siap masak memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga tanpa memerlukan waktu lama dalam proses memasak. Preferensi konsumen menjadi kunci untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan dan membuka peluang bagi industri pangan untuk memenuhi permintaan masyarakat akan sayuran siap masak. Tujuan penelitian untuk menganalisis karakteristik konsumen, proses keputusan pembelian dan preferensi konsumen terhadap paketan sayuran siap masak di Sayuryuk.com. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2023-Januari 2024 di Jl. Pakis Merah 19 Blok D No. 676, Samarinda Utara. Pemilihan responden menggunakan teknik non probability sampling dan penentuan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 66 responden. Preferensi konsumen paketan sayuran siap masak di Sayuryuk.com diukur dari dua indikator dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik konsumen Sayuryuk.com merupakan perempuan, pendidikan terakhir SMA, usia 21-30, berdomisili di Samarinda utara, memiliki pendapatan/bulan Rp1.000.000,00-Rp5.000.000,00. Proses keputusan pembelian dipengaruhi oleh kesadaran akan kesehatan, informasi dari teman atau keluarga, dan pengalaman berbelanja sebelumnya, dengan frekuensi pembelian kurang dari 2 kali dalam sebulan memengaruhi keputusan pembelian. Atribut yang dianggap paling penting adalah kesegaran, sementara atribut kemasan dinilai memiliki kinerja yang sangat baik. Tingkat kepuasan konsumen terhadap paketan sayuran siap masak di Sayuryuk.com sangat puas mencapai 83,78%.Kata kunci: Atribut, kepuasan, konsumen, paketan siap masak, preferensi.AbstractReady to cook vegetables provide convenience in meeting the nutritional needs of families without requiring a lengthy cooking process. Consumer preferences are key to achieving sustainable food resilience and present opportunities for the food industry to meet the demand for ready to cook vegetables in the community. The purpose of the research is to analyze consumer characteristics, purchasing decision process and consumer preferences towards packages of cooked vegetables at Sayuryuk.com. The research conducted from October 2023 to January 2024 at Jl. Pakis Merah 19 Block D No. 676, North Samarinda. Selection of respondents using non-probability sampling techniques and purposive sample determination with a total sample of 66 respondents. The consumer preference for cooked vegetable packages on Sayuryuk.com is measured from two indicators using the Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index methods. (CSI). The results of the research show that the characteristics of the consumer Sayuryuk.com is a woman, high school graduate, aged 21-30, resident in north Samarinda, has a monthly income of Rs 1,000,000,00-Rp5,000,000,00. The purchase decision process is influenced by health awareness, information from friends or family, and previous shopping experience, with the frequency of purchases less than 2 times a month affecting the purchase decision. The attribute that is considered most important is freshness, while the packaging attributes are rated to have excellent performance. The consumer satisfaction rate with the cooked vegetable package at Sayuryuk.com was very satisfied at 83.78%.Keywords: Attribute, Cooked Packages, Customer, Preferences, Satisfaction.
|
Agribisnis | 2025-02-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56269 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v9i2.56269 |
| 1670841 | #7423 | AGROINDUSTRIALISASI KOPI ARABIKA JAVA PREANGER DI DESA MARGAMULYA KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG |
Djuwendah, Endah Karyani, Tuti Sadeli, Agriani H Kusno, Kuswarini |
ABSTRAKKopi merupakan salah satu komoditas perkebunan  unggulan yang sudah lama dibudidayakan. Selain berperan dalam penyerapan tenga kerja, Kopi menjadi komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi. Kopi terbaik dari Jawa Barat dikenal dunia internasional sebagai Java Preanger kopi. Kecamatan Pangalengan Kabupaten bandung merupakan salah satu sentra produksi kopi Java preanger yang potensial karena selain terdapat perkebunan kopi di wilayah ini juga berkembang   industri pengolahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perkembangan agroindustri Java Preager Coffee di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif dan teknis penelitin studi kasus. Pegumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses agroindustri Java preager coffee yang terdapat di Kecamatan Pangalengan Bandung sudah berjalan dengan baik. Ini terbukti dari adanya perubahan yang terjadi dalam : (1) pertumbuhan dari pelaku usahtani, pengolahan hasil pertanian, distribusi dan input pertanian, (2) perubahan kelembagaan dan keorganisasian dalam hubungannya dengan perusahaan melalui peningkatan koordinasi vertikal dan perubahan dalam komposisi produk, teknologi, perwilayahan dan struktur pasar serta (4) peningkatan nilai tambah.Kata kunci : Agroindustrialisasi, kopi arabica, Java preangerABSTRACTCoffee is one of the leading plantation commodities that has long been cultivated. In addition to playing a role in the absorption of work, coffee is a high-value export commodity. The best coffee from West Java is known internationally as Java Preanger coffee. Pangalengan District, Bandung regency is one of the potential Java preanger coffee production centers because in addition to coffee plantations in the region, the processing industry is also developing. The purpose of this study was to determine the dynamics of the development of Java Preager Coffee agroindustry in Margamulya Village, Pangalengan District, Bandung Regency. This research was conducted using descriptive qualitative design and technical research case studies. Collect data using the method of observation, interviews and literature studies. The results showed that the Java preager coffee agroindustry process in Pangalengan District of Bandung had gone well. This is evident from the changes that occur in: (1) growth of business actors, agricultural product processing, agricultural distribution and input, (2) institutional and organizational changes in their relationship with companies through increased vertical coordination and changes in product composition, technology, territories and market structure and (4) increase in added value.Keywords: Agroindustrialization, arabica coffee, Java preanger
|
2019-12-04 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/17860 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v3i1.17860 | |
| 1670840 | #7423 | PENGARUH INFLASI DAN PDRB TERHADAP NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI JAWA BARAT | Syafa'at, Iin Aulia Syafira |
AbstrakPenelitian ini mengkaji pengaruh inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Jawa Barat selama periode 2018 hingga 2022. Menggunakan data time series dan teknik analisis regresi linear berganda, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan dalam literatur yang sebelumnya belum menyelidiki variabel inflasi dan PDRB secara simultan terhadap NTP Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki arah hubungan negatif, walaupun tidak berpengaruh secara parsial terhadap NTP, mengindikasikan penurunan daya beli dan kesejahteraan petani. Selain itu, PDRB sektor pertanian menunjukkan arah hubungan positif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap NTP, menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi regional tidak secara langsung mengangkat kesejahteraan petani. Uji koefisien determinasi mengindikasikan bahwa model ini menjelaskan 46,7% variabilitas NTP, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menyarankan perlunya kebijakan yang lebih terfokus pada stabilitas harga dan redistribusi keuntungan ekonomi yang lebih adil di antara petani untuk meningkatkan kondisi hidup mereka.Kata kunci: Ekonomi pertanian, inflasi, nilai tukar petani, Jawa Barat, PDRB.AbstractThis study analyzes the impact of inflation and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the Farmer's Exchange Rate (FER) in West Java Province from 2018 to 2022. This study employs time series data and multiple linear regression analysis to address the literature gap regarding the concurrent impacts of inflation and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the Farmer's Exchange Rate (FER) in West Java Province. The research findings demonstrate that inflation exhibits a negative correlation, however it does not exert a partial influence on the NTP, signifying a decline in purchasing power and the welfare of farmers. Furthermore, the GDP of the agricultural sector exhibits a positive correlation yet does not substantially influence the NTP, suggesting that regional economic expansion does not directly enhance farmers' welfare. The coefficient of determination reveals that this model accounts for 46.7% of the NTP variability, with the remainder affected by external factors not included in the model. The findings indicate a necessity for policies that prioritize price stability and equitable allocation of economic benefits among farmers to enhance their living conditions.Keywords: Agricultural economy, inflation, farmer exchange rate, West Java, GRDP.
|
Ekonomi Pertanian | 2025-07-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/59907 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i1.59907 |
| 1670839 | #7423 | PENGARUH DIMENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (KASUS DI KEDAI KOPI ARMOR, TAMAN HUTAN RAYA DJUANDA, BANDUNG) |
Prasetya, Raihan Kusumo, Rani A. B. |
ABSTRAKPersaingan pasar yang ketat menuntut Kedai Kopi Armor untuk menyusun strategi pemasaran agardapat menciptakan konsumen dan tentunya eksistensi perusahaan. Komunikasi interpersonalmerupakan salah satu faktor yang dapat menciptakan kepuasan konsumen. Tujuan penelitian iniuntuk menganalisis pengaruh kualitas komunikasi interpersonal yang terjalin antara karyawan(barista) dan konsumen terhadap tingkat kepuasan konsumen. Penelitian dilakukan di Kedai KopiArmor Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik survei. Respondendalam penelitian ini berjumlah 94 orang yang diambil dengan teknik acak sederhana. Data dianalisismelalui analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedai kopi armormenerapkan edukasi langsung dari barista ke konsumen melalui komunikasi interpersonal yangmembentuk kepuasan konsumen. Hasil uji regresi menunjukkan secara parsial diketahui bahwavariabel keterbukaan, sikap positif, dan sikap mendukung berpengaruh signifikan terhadap kepuasankonsumen, sementara itu variabel empati dan kesetaraan tidak menunjukkan pengaruh yangsignifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan terdapat pengaruh signifikan antarakomunikasi interpersonal dengan kepuasan konsumen. Karyawan sebagai ujung tombak sebuahperusahaan hendaknya mampu berkomunikasi secara tepat kepada konsumen untuk meningkatkankepuasan konsumen.Kata kunci: pengaruh, komunikasi, interpersonal, kepuasan, konsumenABSTRACTIntense market competition requires Café Armor to develop strategies in order to retain customersand the existence of the company. One of the factors that could affect customer satisfaction isinterpersonal communication. This study aims to analyze the influence of interpersonalcommunication between barista and consumers to the level of customer satisfaction. The study wasconducted at Café Armor Bandung. This research is a quantitative research with survey techniques.Respondents in this study amounted to 94 people taken by simple random sampling. Data wereanalyzed by multiple linier regression analysis. The result showed that Café Armor gave educationand information to their consumers through interpersonal communication that shapes consumersatisfaction. Partial regression analysis results showed that openness, positive and supportiveattitude have a significant effect on customer satisfaction, while empathy and equality have no effecton customer satisfaction. Simultaneously there was significant relation between interpersonalcommunication with customer satisfaction. Employees as the spearhead of a company should beable to communicate properly with consumers in order to increase of customer satisfaction.Keywords: influence, communication, interpersonal, satisfaction, consumers
|
2016-12-23 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22705 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v1i2.22705 | |
| 1670838 | #7423 | ANALISIS PENGARUH UNSUR MODAL SOSIAL TERHADAP KEBERHASILAN KELOMPOK WANITA TANI MAMA CERIA DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN |
zahra, mezi hanifah Afrizal, Roni Nefri, John |
Abstrak Kelompok Wanita Tani (KWT) Mama Ceria merupakan penerima Program Bantuan Peningkatan Populasi Ternak di Kabupaten Padang Pariaman. Keberhasilan kelompok ini dipengaruhi oleh unsur modal sosial seperti kepercayaan/trust, jaringan social/network, hubungan timbal balik/reciprocity, dan norma/norm. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh unsur modal sosial secara simultan terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria, dan (2) menganalisis pengaruh parsial terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menitikberatkan pada kelompok tani tanaman pangan dan menyatakan seluruh unsur modal sosial berpengaruh signifikan, penelitian ini menemukan bahwa hanya jaringan sosial dan norma yang berpengaruh signifikan secara parsial. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif melalui pendekatan sensus terhadap 20 anggota kelompok serta dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh unsur modal sosial secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan KWT Mama Ceria. Secara parsial, jaringan sosial dan norma memberi kontribusi nyata, terutama dalam hal akses bantuan, pelatihan, kedisiplinan, dan kohesi kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan sosial internal dan eksternal menjadi faktor penentu keberlanjutan kelompok wanita tani di sektor peternakan.Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, Modal Sosial, Keberhasilan Kelompok, Bantuan Ternak.AbstractThe Mama Ceria Women Farmers Group (FWG) is a recipient of the Livestock Population Increase Assistance Program in Padang Pariaman Regency. The success of this group is influenced by social capital elements such as trust, networks, reciprocity, and norm. This study aims to: (1) analyze the influence of social capital elements simultaneously on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group, and (2) analyze the partial influence on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group. In contrast to previous studies that focused on food crop farmer groups and stated that all elements of social capital had a significant influence, this study found that only social networks and norms had a partial significant influence. The study was conducted using a quantitative method through a census approach to 20 group members and analyzed through multiple linear regression using SPSS software. The results of the analysis is all elements of social capital together have a significant influence on the success of the Mama Ceria Women Farmers Group. Partially, social networks and norms make a real contribution, especially in terms of access to assistance, training, discipline, and group cohesion. These findings confirm that internal and external social forces are determining factors for the sustainability of women farmer groups in the livestock sector.Keywords: Women Farmers Group, Social Capital, Group Success, Livestock Assistance.
|
sosial ekonomi pertanian | 2025-12-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65115 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v10i2.65115 |
| 1670837 | #7423 | RESPON PETANI DALAM PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SAYUR SEBAGAI PUPUK KOMPOS PADA KOMODITAS SAYURAN DI DESA CIKIDANG KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT |
Insani, Riyyan Sulistyowati, Dwiwanti Pradiana, Wida |
AbstrakJawa Barat merupakan salah satu daerah penghasil sayuran dan buah-buahan semusim. Salah satu daerah penghasil komoditas sayuran terbesar di Jawa Barat adalah Kabupaten Bandung Barat, khususnya di Desa Cikidang Kecamatan Lembang. Produksi sayuran yang tinggi akan menghasilkan limbah yang tinggi. Biasanya limbah tersebut dibiarkan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya respon petani untuk memanfaatkan limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan, menganalisis indikator yang berhubungan, dan menganalisis indikator apa yang harus ditingkatkan untuk memacu respon petani dalam pemanfaatan limbah organik sayur sebagai pupuk kompos. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan Juli 2020 di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang menggunakan quota sampling. Variabel penelitian terdiri dari karakteristik individu, faktor eksternal dan respon petani. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, korelasi rank spearman, dan Kendall’s W. Hasil penelitian menunjukan bahwa respon petani termasuk kedalam kategori sedang. Indikator yang berhubungan nyata adalah adalah tingkat pendidikan formal, lama berusahatani, dan kegiatan penyuluhan. Indikator yang harus ditingkatkan adalah keterampilan petani. Pada penelitian selanjutnya, diharapkan dapat mengkaji variabel dan indikator baru agar lebih baik dari penelitian ini.AbstractWest Java is one of the producing areas of annual vegetables and fruits. One of the biggest vegetable commodity producing regions in West Java is West Bandung Regency, especially in Cikidang Village, Lembang District. High vegetable production will produce high waste. Usually the waste is left. This is caused by the low response of farmers to utilize the waste. This study aims to describe, analyze related indicators, and analyze what indicators should be improved to stimulate the response of farmers in the utilization of vegetable organic waste as compost. This research was conducted from March to July 2020 in Cikidang Village, Lembang District, West Bandung Regency. The research sample consisted of 30 people using quota sampling. The research variables consisted of individual characteristics, external factors and farmers' responses. Data analysis techniques used were descriptive analysis, Spearman rank correlation, and Kendall's W. The results showed that the response of farmers included in the medium category. Significantly related indicators are the level of formal education, length of work, and extension activities. Indicators that need to be improved are farmers' skills. In the next research, it is expected to be able to study new variables and indicators to be better than this research.
|
2020-08-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28656 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/agricore.v5i1.28656 |