Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↓ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1672276 #5605 Pengaruh Laju Aliran Udara Terhadap Konsentrasi Gas Mampu Bakar dan Daya Gasifikasi Nurhilal, Otong
Faizal, Ferry
Poetra, Harry
Pada penelitian ini telah dianalisa CH4, CO dan H2 sebagai unsur dominan pada gas hasil gasifikasi dari sekam padi dan bonggol jagung. Tipe gasifikator yang digunakan adalah tipe updraft dengan udara sebagai medium gasifikasi dengan variasi laju udara 1-5 m/s. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan sensor MQ2, MQ4 dan MQ8. Banyaknya bahan biomassa yang digunakan untuk 1 kali proses gasifikasi adalah 1 kg. Berdasarkan data hasil pengukuran temperatur gasifikasi tertinggi mencapai 866 ˚C dengan laju aliran udara 4,8 m/s. Untuk nilai konsentrasi rata-rata CH4, CO dan H2  tertinggi untuk bonggol masing masing adalah 3791,4 ppm, 8959,4 ppm, dan 8267,1 ppm dengan laju aliran udara 5m/s. Untuk sekam padi diperoleh nilai rata-rata konsentrasi masing-masing adalah 6728 ppm 7497 ppm, dan 7617 ppm pada 3 m/s. Nilai daya terbesar untuk bonggol jagung adalah 11,6 kW pada laju aliran 5 m/s dan  sekam padi adalah 2,51 kW pada laju aliran 3 m/s.
2019-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22600 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v3i2.22600
1672275 #5605 Peningkatan Laju Disolusi dan Kelarutan Gliklazid menggunakan Teknik Nano-Confined Coamorphus (NCCA) dari Kokristal ke Keadaan Koamorf Gozali, Dolih
Rusdinana, Taofik
Purwanto, Aris
Gliklazid salah satu obat hipoglikemik generasi kedua golongan sulfonilurea yang digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2, yang memiliki kelarutan dalam air yang sangat rendah. Salah satu cara untuk meningkatkannya menggunakan metode kokristal dan menggunakan mikrosfer silika mesopori (MSM) yang memiliki luas permukaan besar untuk membentuk obat gliklazid amorf dan koamorf, meningkatkan profil disolusi suatu senyawa dengan meningkatkan luas permukaan kontak antara gliklazid dan media disolusi yang digunakan.Pemilihan koformer dilakukan dengancarain silico, energy yangmenunjukkan ikatan paling kecil dipilih sebagai koformernya, selanjutnya kokristal dibuat dengan cara solvent evaporator pada rasio (1:1, 2:1, 1:2). Pembuatan MSM digunakan natrium silika (Na2SiO3) yang berubah menjadi silika (SiO2) dengan metode high pressure homogenize,digunakan tween 80 dan span 80 sebagai surfaktan untuk pembentuk emulsi. Pemilihan koformer dengan cara in silico,menunjukkan interaksi gliklazid-nikotinamid yang menghasilkan energi ikatan paling kecil (E = -2,38 kkal/mol). Material mesopori diperoleh volume pori 0,332 cm3/g, diameter pori 8,9 nm, luas permukaan 155,478 m2/g dan ukuran partikel 0,993 µm. Hasil kelarutan dan disolusi kokristal, gliklazid amorf dan sistem NCA terjadi peningkatan yang signifikan. Pemilihan koformer dengan carain silicoyang paling bagus adalah nikotinamid. Kokristal, amorf dan sistem NCA dengan metode yang digunakan dapat meningkatkan kelarutan dan profil disolusi. Kenaikan kelarutan sistem NCA media aquades naik 2,3 kali, media HCL pH 1,2 naik 2,7 kali dan media dapar fosfat pH 6,8 naik 1,6 kali dari gliklazid murni
2021-02-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/32219 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i1.32219
1672274 #5605 Study of Chemical Structure and Electrical Properties of Nitrogen-Doped Activated Carbon from Candlenut Shell (Aleurites Moluccana) Hidayat, Sahrul
Mudaim, Sarifah
-, Risdiana
Li-Sulfur batteries have a high theoretical energy density of 1300 Ah/kg which is about 3 times of commercial lithium ion batteries today. It has several problem in application, especially low electrical conductivity (5x10-30 S/cm) and the swelled volume  during the charge/discharge process due to the formation of polysulfide. The solution of this problem is binded the Sulfur particles in porous carbon host. Binder Carbon/Sulfur will increase electrical conductivity while preventing swell the volume of Sulfur during the charge/discharge. In this paper, the nitrogen doped of activated carbon from candlenut shell was investigated for host material of carbon. The chemical structure and electrical conductivity of activated carbon doped nitrogen was studied. The synthesis of activated carbon was carried out by the pyrolysis process at 700°C and then activated by impregnation process for 24 hours using KOH as activator. The pyrolysis process is followed by nitrogen doped using NH3 as a source of nitrogen. The weight ratio of carbon and NH3 is 1:3 using 10% and 25% of NH3 concentrations. The sample was then heated in a furnace at 850°C for 3 hours. The results of BET characterization can be determined the surface area of activated carbon from candlenut shell around 681 m2/g. The process of nitrogen doping of activated carbon has been carried out successfully proved by the presence of C-N functional groups through FTIR analysis. Based on the results of SEM-EDX analysis, the nitrogen content in activated carbon is around 0.52% and 0.34% for NH3 concentration of 25% and 10% respectively. The electrical conductivity of nitrogen doped activated carbon is around 2,31 x 102 S/cm and 2,03 x 102 S/cm for NH3 concentration of 25% and 10% respectively.
2022-08-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41015 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v6i2.41015
1672273 #5605 Performance Analysis of Aluminum Sulfate (Alum) as a Lead-Acid Battery Electrolyte Sidik, Rizky Permana
Baterai lead-acid telah menjadi salah satu sumber energi yang paling umum digunakan pada kendaraan. Baterai lead-acid diletakkan dekat mesin pada kendaraan, sehingga akan terpengaruh oleh kenaikkan suhu selama penggunaan. Baterai ini menggunakan elektrolit berupa larutan asam sulfat yang bersifat korosif, sehingga berbahaya bila terjadi kontak dengan lingkungan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terkait optimasi tawas (Al2(SO4)3) sebagai elektrolit alternatif baterai lead-acid. Penggunaan tawas sebagai elektrolit akan mengubah karakteristik baterai seperti tegangan, kapasitas, dan berat jenis. Penelitian ini terdiri dari pembuatan larutan, uji TDS, uji pH, uji charge-discharge dan uji berat jenis. Terdapat 6 variasi larutan yaitu larutan tawas (35%; 50% dan 100%) dan larutan tawas 50% dengan penambahan H2SO4 (5%, 10%, dan 15%). Molaritas optimal larutan tawas yang dapat digunakan adalah 2 M. Konduktivitas listrik larutan meningkat seiring peningkatan kadar tawas dan asam sulfat (H2SO4), Sementara pH larutan menurun. Kapasitas terbesar terjadi pada baterai dengan kadar tawas 50% yaitu 0,05 Ah dan dengan penambahan asam sulfat (H2SO4)15% yaitu 0,52 Ah. Larutan tawas mengalami penurunan berat jenis sebesar 0,0013 setiap kenaikan 1 derajat celcius, sedangkan  larutan tawas dengan penambahan asam sulfat (H2SO4) mengalami penurunan sebesar 0,0012.
2024-02-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48610 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i1.48610
1672272 #5605 Investigasi Experimental Konduktivitas Panas pada Berbagai Logam Wuryanti, Sri
Iriani, Purwinda
Teknologi material dibutuhkan untuk meningkatkan performance suatu alat, terutama alat-alat mekanik dan listrik. Salah satu penerapannya yakni pada HE, pipa-pipa distribusi uap, furnace, tangki pemanas dan sebagainya. Nilai konduktivitas yang kecil biasanya digunakan untuk bahan isolator, sedangkan nilai  yang besar untuk konduktor. Konduktivitas panas pada setiap material mempunyai nilai yang berbeda-beda dan pada umumnya bahan padat lebih tinggi daripada cairan. Jumlah laju perpindahan panas mempunyai nilai yang  tinggi, apabila  nilai konduktivitas panasnya besar. Untuk dapat mengukur nilai konduktivitas panas diperlukan alat pengukuran yang representatif dan disini akan dibuat rangkaian peralatan yang terdiri dari Joulemeter, thermometer digital dan powersupply. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai konduktivitas panas untuk alumunium 74,829 W/m oC sampai 160,348 W/m oC, baja 61,862 W/m oC sampai 83,987 W/m oC, besi 64,619 W/m oC sampai 85,924 W/m oC, untuk besi tempa  41,143 W/m oC sampai 74,253 W/m oC dan seng 57,094  W/m oC sampai 80,289 W/m oC.
2018-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/14467 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i1.14467
1672271 #5605 Desain dan Simulasi Switching Magnet untuk Akselerator Siklotron DECY-13 Darojat, Della Djahrotun
Riveli, Nowo
Adiperdana, Budi
Taufik, Taufik
Switching magnet merupakan komponen dalam sistem beamline pada  akselerator yang berfungsi untuk mengalihkan lintasan berkas partikel menuju target yang berbeda dengan sudut defleksi tertentu. Prinsip kerjanya bergantung pada interaksi antara medan magnet statis dan momentum partikel bermuatan, sehingga memungkinkan pengendalian arah berkas secara presisi. Penelitian ini bertujuan merancang switching magnet untuk beamline siklotron DECY-13 milik PRTA-BRIN, dengan spesifikasi proton berenergi 13 MeV dan target defleksi 15°. Desain awal mengadaptasi geometri magnet dari siklotron CS-30 yang memiliki energi 26 MeV, sehingga diperlukan penyesuaian arus pada konfigurasi kumparan agar kompatibel dengan sistem DECY-13. Simulasi distribusi medan magnet dilakukan menggunakan CST EM Studio berbasis metode elemen hingga (Finite Element Method) untuk menentukan karakteristik medan magnet yang dibutuhkan. Berdasarkan perhitungan teoritis, medan efektif sebesar 0,265 T diperlukan untuk mencapai defleksi 15°, sementara hasil simulasi menunjukkan medan efektif senilai 0,267 T pada arus 25 A. Selanjutnya dilakukan simulasi lintasan partikel menggunakan CST Particle Studio dengan metode Leapfrog, menghasilkan sudut defleksi sebesar 15,86° dan 15,98° untuk lintasan sepanjang 0,68 m dan 0,86 m. Sebagai pembanding, metode Runge–Kutta orde 4 (RK4) menghasilkan defleksi 14,99° dan 15,00° pada kondisi medan yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa desain yang dibuat mampu mengarahkan partikel sesuai target secara efektif.Kata kunci : Switching magnet, Defleksi berkas proton, Metode Elemen Hingga (FEM), Integrasi Leapfrog, Metode Runge–Kutta orde 4
2026-02-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68494 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v10i1.68494
1672270 #5605 Kinerja Metode Elektroflotasi pada Pengolahan Air Limbah Pewarna Tekstil Dispersi ST, MT, Haryono
Air limbah tekstil mengandung berbagai jenis senyawa polutan yang bersifat racun, dapat terdekomposisi menjadi senyawa karsinogenik dan mutagenik, dan sulit terurai secara alami. Oleh karena itu, pembuangan air limbah tekstil di atas batas maksimal baku mutu ke lingkungan akan menimbulkan banyak dampak negatif terhadap ekosistem di lingkungan. Industri tekstil memanfaatkan sekitar 2/3 total produk pewarna. Dan pada proses produksi tekstil, sekitar 10-15% dari penggunaa zat warna tersebut terbuang sebagai air limbah. Zat warna dispersi merupakan salah satu jenis pewarna sintetik yang relatif luas dimanfaat di industri tekstil, khususnya pada produksi tekstil jenis poliester dan poliamida. Zat warna dispersi tersebut bersifat tidak larut dalam air dan memiliki ketahanan kimia relatif tinggi. Salah satu metode yang sesuai diterapkan untuk mengolah air limbah pewarna tekstil dispersi tersebut adalah elektroflotasi. Elektroflotasi bekerja dengan prinsip dasar sebagai sel elektrolisis. Kinerja elektroflotasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah beda potensial listrik dan lama waktu elektroflotasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh beda potensial listrik dan lama proses terhadap kinerja metode elektroflotasi pada pengolahan air limbah pewarna tekstil dispersi. Pada penelitian ini, kinerja elektroflotasi diukur berdasarkan kemampuan metode tersebut dalam menurunkan nilai COD (Chemical Oxygen Demand) dan tingkat warna dari air limbah tekstil yang diolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi elektroflotasi terbaik dicapai pada penggunaan beda potensial listrik sebesar 12 V dan waktu elektroflotasi selama 60 menit. Pada kondisi elektroflotasi terbaik tersebut, nilai COD dan tingkat warna dari air limbah tekstil dapat diturunkan dengan derajat pembuangan berturut-turut sebesar 88,9% dan 93,3%.
2021-08-12 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/33108 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v5i2.33108
1672269 #5605 Identifikasi Zona Akuifer Menggunakan Metode Resistivitas-DC di Daerah Kipas Lava Pegunungan Malabar Kabupaten Bandung Jawa-Barat Harja, Asep
Ayu Aprilia, Berliana
Dini Fitriani, Kusnahadi Susanto,
Daerah Haruman memiliki kondisi air yang cukup melimpah saat musim hujan maupun musim kemarau yang ditandai dengan perkebunan yang cukup subur. Maka dari itu, dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi zona akuifer berdasarkan persebaran nilai resistivitas batuan. Selain itu, untuk melihat kemenerusan akuifer dilakukan pengukuran saat musim hujan. Metode yang digunakan adalah metode resistivitas DC dengan konfigurasi Schlumberger. Hasil penelitian telah menunjukkan terdapat tiga lapisan di daerah penelitian, yaitu lapisan akuiklud, akuifer, dan akuifug. Lapisan yang memiliki nilai resistivitas rendah dibawah 20 Ωm yang diidentifikasikan sebagai lapisan akuiklud. Lapisan ini mampu menyimpan air tetapi tidak dapat meloloskan air. Lapisan batuan dengan nilai resistivitas pada rentang 20 Ωm – 100 Ωm merupakan kelompok batuan resistivitas menengah yang diidentifikasikan sebagai akuifer yang bersifat permeable. Lapisan batuan yang memiliki nilai resistivitas di atas 100 Ωm diindikasikan sebagai batuan breksi vulkanik yang bersifat akuifug atau tidak dapat menyimpan maupun meloloskan air (impermeable). Dengan tidak adanya lapisan akuifug di atas lapisan akuifer, maka diperkirakan akuifer pada daerah penelitan merupakan akuifer dangkal yang bersifat bebas (Unconfined Aquifer) dengan kedalaman kurang dari 40 meter. Kata kunci: metode geolistrik, resistivitas, akuifer
2023-02-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43216 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i1.43216
1672268 #5605 Inovasi Teknologi Cerdas Gelombang Audiosonik dan Ultrasonik Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Serta Ketahanan Tanaman Padi Terhadap Hama dan Penyakit Nur Vendi, Bergas Frenli
Dwiputra, Muhammad Fadila
Rahayu, Septiani
Rosita, Eneng Tuti
Angelina, Marsella
Dewi, Vira Kusuma
Serangan hama dan penyakit pada tanaman padi dapat menyebabkan penurunan produktivitas beras yang dapat memicu terjadinya krisis pangan. Penggunaan gelombang audiosonik dan ultrasonik diketahui dapat menjadi salah satu alternatif dalam memicu pertumbuhan serta tindakan preventif terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dirancang sebuah inovasi teknologi yang memanfaatkan gelombang suara berbasis IoT dan artificial intelligence. Pembuatan perangkat dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya perencanaan dan perancangan prototipe, pembuatan perangkat, penambahan fitur monitoring, pengembangan aplikasi android, pengembangan web server, pembuatan rangka dan integrasi modul GSM, yang diakhiri dengan uji fungsional serta uji teknologi. Dalam perancangannya, prototipe memadukan komponen-komponen seperti Arduino MegaR32560built-in wi-fi, sparkfun MP3 player shield, amplifier, speaker audiosonik dan ultrasonik, ESP36-Cam, modul GSM, serta LCDdisplay. Hasil yang didapat berupa perangkat fungsional TASER-2P yang dapat memacu pertumbuhan tanaman melalui mekanisme buka tutup stomata serta mengendalikan hama tikus sawah dan wereng. TASER-2P memiliki berbagai fitur seperti optimasi pertumbuhan, usir hama, dan induksi resistensi yang terintegrasi dalam satu kesatuan alat. Selain itu, terdapat fitur monitoring yang terhubung dengan AI dan aplikasi android.
2025-08-21 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65418 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v9i2.65418
1672267 #5605 Analisis Metode Waktu Peluruhan Gempa Bumi Susulan Berdasarkan Studi Kasus Gempa Bumi Pasaman Barat 25 Februari 2022 Faiza, Nida Nur
Wibowo, Anov Mukti
Fatimah, Rizkahana
Studi kasus penelitian ini adalah gempa signifikan di daerah Pasaman Barat dengan kekuatan M6,1 yang terjadi pada tanggal 25 Februari 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu peluruhan gempa Pasaman serta menentukan metode statistik yang paling sesuai untuk mendapatkan prediksi waktu peluruhan gempa bumi susulan di wilayah Pasaman. Data yang digunakan merupakan gempa dalam rentang koordinat 0,35°LU - 0,05°LS dan 99,8°BT – 100,2°BT dengan parameter kedalaman kurang dari 50 km yang terjadi pada tanggal 25 Februari  hingga 3 Maret 2022. Analisis menggunakan metode Omori, Mogi I, Mogi II, dan Utsu menghasilkan waktu peluruhan gempa susulan selama 24 hari, 24 hari, 10 hari, dan 23 hari. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode statistik yang paling tepat untuk penentuan waktu peluruhan gempa bumi di wilayah Pasaman Barat yaitu Metode Omori dan Mogi I.
2024-08-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/55079 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v8i2.55079
1672266 #5605 Charge-Discharge Model Superkapasitor RGO dalam Sistem Elektrolit KCl Unmu Dzujah, Diyan
Marcelina, Vika
Syakir, Norman
Bahtiar, Ayi
Fitrilawati, F
Reduced Graphene Oxide (RGO) memiliki potensi aplikasi sebagai elektroda superkapasitor. Dalam penelitian ini dikaji karakteristik charge-discharge dari sistem superkapasitor RGO yang menggunakan larutan KCl sebagai elektrolit. Film tipis Graphene Oxide (GO) dibuat dengan teknik solution casting di atas substrat glass/ITO dari dispersi GO dalam akuades dengan konsentrasi 1 mg/ml. Untuk mendapatkan film RGO maka film GO yang telah dibuat direduksi secara termal di atas hotplate pada suhu 200ď‚°C selama 1 jam untuk mengurangi kadar oksigen pada film tersebut. Model superkapasitor terdiri dari film RGO sebagai working electrode dan platina sebagai counter electrode, serta larutan KCL dengan konsentrasi 1 Molar sebagai elektrolit. Pengujian charge-discharge dilakukan pada berbagai macam arus discharge.
2018-01-30 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/15407 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v2i1.15407
1672265 #5605 Pengaruh Tekanan Pembriketan Terhadap Karakteristik Mekanik Dan Karakteristik Pembakaran Pada Briket Campuran Sekam Padi Dan Bonggol Jagung SURYANINGSIH, SRI
Penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif lebih effisien dengan cara dikonversi dalam bentuk  padatan berupa briket. Untuk memenuhi standar pemasaran briket harus memiliki kualitas yang baik dari segi ketahanan dan pembakaran, karena itu penting untuk membuat briket lokal dari arang sekam padi dan bonggol jagung yang memiliki kekuatan mekanis dan karakteristik pembakaran yang baik yang setara dengan standar briket nasional.  Proses pembuatan briket diawali dengan pengumpulan arang sekam padi dan bonggol jagung yang kemudian dihancurkan sampai ukuran tertentu untuk kemudian dicampur dengan perekat berupa tapioka seberat6 % dari berat bahan briket. Komposisi yang digunakan adalah 50% arang sekam padi dan 50% arang bonggol jagung. Variasi tekanan yang digunakan pada pembuatan  briket, adalah 15 kg / cm2, 35 kg / cm2, 55 kg / cm2 dan 75 kg / cm2. Briket yang terbentuk kemudian diuji dengan uji kuat tekan dan uji pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tekanan pada pembuatan briket akan menaikan nilai kekuatan mekanik dan memperlambat waktu pembakaran, namun penambahan tekanan mencapai titik maksimal pada nilai 75 kg/cm2 , sebesar 0,28 kg/cm2 dan lama waktu pembakaran adalah 129 menit dengan laju pembakaran adalah 0,3488 g/menit. Kata Kunci : Sekam Padi, Bongkol Jagung, Tekanan Pembriketan, Laju Pembakaran
2020-02-18 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26140 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v4i1.26140
1672264 #5605 Identifikasi Korosivitas Tanah Menggunakan Metode Resistivitas Wenner-4 Pin Santoso, Budy
Wijatmoko, Bambang
Penelitian korosivitas tanah telah dilakukan di kilang minyak Balikpapan, Kalimantan Timur. Lokasi peneitian ini berada di dekat laut sehingga tanah dilokasi tersebut memiliki potensi korosif. Pada area kilang minyak terdapat pipa maupun struktur penyangga bangunan yang terbuat dari logam yang ditanam dalam tanah. Infrastruktur tersebut sangat riskan terhadap korosi. Korosi di industri migas harus dikendalikan karena dapat menurunkan kemampuan suatu bahan (logam) dalam menerima beban, sehingga berdampak pada keamanan dan keselamatan kerja. Salah satu metode geofisika untuk mengidentifikasi korosivitas tanah yaitu Metode Resistivitas Wenner 4 pin. Metode  ini merupakan metode pengujian resistivitas tanah yang telah terstandarisasi internasional berdasarkan  American Society for Testing and Materials (ASTM-G57). Dalam pegukuran korosivits tanah, spasi antar elektroda yang digunakan : 1 – 15 m, dengan kedalaman yang dapat dideteksi mulai kedalaman : 0 – 2 m, 2 – 3,5 m, 3,5 – 6,5 m, 6,5 – 8 m dan 8 – 10 m.Kata kunci: korosivitas  tanah,  resistivitas, Wenner-4 pin
2023-08-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43976 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jiif.v7i2.43976
1672263 #3358 PENGARUH IMBANGAN TEPUNG SORGUM DENGAN TEPUNG MASA JAGUNG (MASA FLOUR) TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK TORTILLA CHIPS Suntari, Ike Dewi
Hudaya, Saripah
Miranti, Mira
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar imbangan yang tepat antara tepung sorgum dengan tepung masa jagung sehingga dihasilkan tortilla chips dengan karakteristik inderawi yang disukai. Metode penelitian yang digunakan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yang diulang 6 kali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan sorgum dengan tepung masa jagung memberikan perbedaan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, kadar protein, daya serap minyak, warna, kerenyahan, kenampakan dan kekerasan tetapi tidak memberikan perbedaan pengaruh yang nyata terhadap rasa dan aroma tortilla chips. Perlakuan terbaik adalah imbangan tepung sorgum dengan masa jagung 40%:60% dengan karakteristik kadar air 3,60%, kadar protein 8,64%, daya serap minyak 12,14%, kadar pati 69,43%, skor kesukaan terhadap warna 3,27 (biasa), aroma 3,33 (biasa), kerenyahan 3,70 (biasa), kenampakan 3,13 (biasa), serta  kekerasan 1050,83 gf. Kata kunci: Tepung sorgum, Tepung masa jagung, Tortilla chips
2014-12-17 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4851 buka_link ↗ Highlight_link
1672262 #3358 Ekstraksi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia (Christm) Swingle) dengan Perbedaan Waktu Pengeringan Putri, Farinissa Deliana
Nurjanah, Sarifah
Widyasanti, Asri
Nuranjani, Farah
Kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Christm) Swingle) merupakan bagian dari buah jeruk nipis yang minim dimanfaatkan. Adanya kandungan minyak atsiri di dalamnya dapat menjadi nilai jual yang tinggi untuk kulit jeruk nipis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi optimum dari bahan berdasarkan lama waktu pengeringan terhadap rendemen yang dihasilkan. Pengeringan dilakukan dengan cara kering angin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan analisis deskriptif dengan variabel bebas adalah kondisi bahan baku yaitu segar, kering angin 1 hari, kering angin 2 hari, kering angin 3 hari, dan kering angin 4 hari. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali. Ekstraksi dilakukan dengan metode hidrodistilasi selama 4 jam dan rasio pelarut 1:9 (b/v). Pengujian dilakukan terhadap kadar air bahan, nilai rendemen, warna, densitas, indeks bias, dan GC-MS. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi bahan kering angin selama 4 hari memberikan nilai rata - rata rendemen yang paling tinggi yaitu 3,42% dengan warna dan nilai rata – rata densitas yang memenuhi standar ISO 3519:2005 yaitu warna bening kekuningan dan 0,862 g/cm2.  Nilai indeks bias minyak atsiri kulit jeruk nipis berkisar antara 1,472 – 1,473 dan hasil GC-MS yang menunjukkan terdapat 3 senyawa komponen utama yaitu limonene (40,44%), β-Pinene (23,59%), dan citral (6,93%).
Kulit jeruk nipis; kering angin; hidrodistilasi; rendemen. 2023-12-19 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/47962 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol17n3.7
1672261 #3358 Uji Aktivitas Antijamur pada Minyak Nilam Hasil Destilasi dan Fraksinasi Terhadap Jamur C. Albicans dan T. Mentagrophytes Setyaningrum, Prisilia Ratna
Nurjanah, Sarifah
Widyasanti, Asri
Zain, Sudaryanto
Senyawa patchouli alcohol (PA) pada minyak nilam diduga memiliki fungsi sebagai agen antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksinasi pada aktivitas antijamur miyak nilam. Minyak nilam yang diujikan: minyak nilam tanpa fraksinasi (100; Kadar PA: 35,28%), minyak nilam fraksi 2 (F2; Kadar PA: 25,62%), minyak nilam fraksi 7 (F7; Kadar PA: 34,86%), dan minyak nilam fraksi 8 (F8; Kadar PA: 54,59%). Minyak nilam ini diujikan pada Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan metode difusi agar yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil kemudian dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dan diuji lanjut dengan Uji Dunnet dan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan keempat jenis minyak nilam memiliki aktivitas antijamur terhadap kedua jenis jamur. Pada jamur C. albicans, DDH (diameter daya hambat) terluas pada ukuran 9,24 mm (F8) dan DDH terkecil senilai 5,89 mm (F2). Pada jamur T. mentagrophytes, DDH terluasnya adalah 7,70 mm (F8). DDH terkecilnya senilai 6,18 mm (F2). Dari hasil dapat dilihat bahwa fraksinasi minyak memengaruhi aktivitas antijamur, dimana ukuran DDH yang dihasilkan berbanding lurus dengan kadar patchouli alcohol dari minyak tersebut. Sehingga, minyak nilam dengan aktivitas antijamur terbaik adalah minyak nilam dengan kadar PA tertinggi, yaitu minyak nilam fraksi 8.Kata kunci : antijamur, fraksinasi, minyak nilam, patchouli alcohol.
2017-07-27 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/11243 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol11n1.9
1672260 #3358 KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L ) DALAM RANGKA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT MANGGIS DI KECAMATAN PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA Mardawati, Efri
Filianty, Fitry
Marta, Herlina
Kulit manggis merupakan cangkang yang dibuang oleh konsumen atau dapat disebut sebagai limbah hasil pertanian. Kulit buah Manggis diketahui mengandung senyawa xanthone sebagai antioksidan, antiproliferativ, dan antimikrobial yang tidak ditemui pada buah-buahan lainnya Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji kandungan dan aktivitas antioksidan yang terdapat dalam kulit buah manggis yang ada di Kabupeten Tasikmalaya yang merupakan salah satu sentra produksi manggis di Indonesia, sehingga dapat menambah sumber antioksidan alami yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan manusia.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh ekstrak kasar kulit mangggis yang mengandung antioksidan dengan rendemen ekstraksi serta aktivitas antioksidan yang tertinggi dari tiga pelarut yang digunakan yaitu pelarut methanol, etanol dan etil asetat. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode dpph Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif atau explanatory research. Percobaan terdiri dari 3 perlakuan pelarut yang diulang sebanyak tiga kali.Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak kulit manggis memiliki antioksidan sangat kuat  hal ini dibuktikan pada semua fraksi pelarut baik fraksi methanol, etanol dan etil asetat yang memiliki EC50 kurang dari 50. dan aktivitasnya lebih besar jika dibandingkan dengan antioksidan yang menjadi balangko. Fraksi Metanol mempunyai nilai EC50 yang lebih kecil  yatiu 8,00 mg/L, berarti mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih besar dibanding dengan fraksi etanol dengan nilai EC50 sebesar 9,26 mg/L dan etit asetat yang memberikan nilai EC50 sebesar 29,48 mg/L. Berdasarkan hasil penghitungan nilai rendemen ekstrak kasar antioksidan yang dihasilkan terlihat bahwa pada fraksi methanol memiliki nilai rendemen yang terbesar yaitu 22,27% kemudian diikuti oleh fraksi etanol (18,99%) dan etil asetat (11,54) Kata kunci : Kulit Manggis, Anti oksidan, Xanthone, Metode DPPH
2014-12-23 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/4888 buka_link ↗ Highlight_link
1672259 #3358 Pengembangan Sistem Klasifikasi Non-Destruktif Pembusukan Buah Salak Berbasis Sensor Warna dan Aroma Fahrurozi, Muh
Ushada, Mirwan
Mulyani, Yun Prihantina
Pemanfaatan teknologi dalam industri pertanian di Indonesia secara umum masih sangat minim khususnya di kalangan petani buah salak. Hal ini menyebabkan hasil produksi kurang optimal terutama pada proses pemisahan buah berdasarkan kualitas. Secara visual, kulit buah salak matang umumnya tidak mudah berubah warna, namun seringkali daging di dalamnya sudah mulai membusuk. Akibatnya, petani harus menyiapkan tenaga tambahan untuk melakukan pemilahan buah, yang mana hal ini sangat tidak efisien dan efektif. Untuk mempermudah, teknologi otomasi dapat digunakan dengan sistem kalibrasi sensor. Penelitian ini memperkenalkan metode baru untuk deteksi dini pembusukan buah salak, berdasarkan warna dan kandungan gas (amonia) tanpa kontak fisik langsung dengan buah. Prinsip dan Praktik Rekayasa Sistem dipilih sebagai metode pengembangan sistem, dan decision tree sebagai model algoritmanya. Sebanyak 60 kumpulan data yang digunakan untuk melatih dua kelas sistem yaitu matang dan busuk, dan 30 kumpulan data digunakan untuk menguji sistem. Hasil pengujian kemudian dievaluasi dengan confusion matrix. Hasil uji menunjukkan bahwa sistem mempunyai nilai presisi untuk prediksi salak busuk sebesar 88%, recall sebesar 93%, serta tingkat akurasi sebesar 90%. Oleh karena itu, secara evaluasi kinerja, performa sistem yang dibuat cukup handal dalam mendeteksi dini kebusukan buah salak secara non destruktif. Berdasarkan tingkat kriteria ROC Curve, performansi sistem berada di antara kriteria excellent dan good classification.
Teknik Sistem; Teknologi Industri Pertanian; Teknik Mesin dan Industri Deteksi dini; kalibrasi sensor; kebusukan buah; klasifikasi kualitas; teknologi pertanian; teknologi otomasi. 2024-12-09 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56499 buka_link ↗ Highlight_link
1672258 #3358 Analisis Kriteria dan Bobot untuk Penentuan Lokasi Jalan Pertanian di Provinsi Jambi Daulay, Asnelly Ridha
Jalan pertanian sangat dibutuhkan untuk lalu lintas pengangkutan sarana produksi pertanian dan hasil panen. Namun, proses seleksi lokasi untuk pembangunan jalan tersebut dilakukan secara subjektif, tanpa kriteria  yang baku dan kerap dilatari kepentingan politis. Penelitian ini bertujuan menggali kondisi eksisting pembangunan jalan pertanian di Provinsi Jambi, termasuk gambaran partisipasi masyarakat untuk merawat jalan tersebut, serta menyusun kriteria dan bobotnya masing-masing untuk penentuan lokasi pembangunan jalan pertanian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, serta studi pakar. Data-data ini kemudian dianalisis menggunakan Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan masalah utama terkait jalan pertanian di Provinsi Jambi yaitu konstruksi model, perawatan, pemanfaatan, konektivitas, pendanaan, alih fungsi lahan pertanian, daya tahan, dan pola pengerjaan jalan pertanian. Terdapat 4 kriteria yang dikembangkan sebagai pertimbangan dalam menentukan lokasi jalan pertanian dengan bobot masing-masing sebagai berikut: lokasi (0,23), kelembagaan/kelompok tani (0,36), kualifikasi kebun/sawah (0,24) dan sharing perawatan jalan pertanian (0,17).
lingkungan dan bangunan pertanian alih fungsi lahan; fasilitas produksi; jalan pertanian; partisipasi masyarakat 2019-08-02 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/19734 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jt.vol13n1.3
1672257 #3358 PENGKAJIAN PENGGUNAAN POWER THRESHER TERHADAP MUTU GABAH DAN BERAS DI KABUPATEN KARAWANG Rachman, Adetiya
Histifarina, Dian
Pengaruh proses perontokan padi dengan cara konvensional dan mekanik  terhadap kualitas gabah dan beras perlu diidentifikasi. Metode penelitian deskriptif dilakukan dengan. pendekatan “Participatory on farm Research”. Aplikasi teknologi perontokan yang dilakukan meliputi cara petani, dan alat perontok mekanik/power thresher. Hasil Pengkajian menunjukkan kualitas gabah dan beras yang dihasilkan power thresher tidak berbeda nyata dengan cara perontokan gebot yang biasa dilakukan petani. Kualitas beras yang dihasilkan memenuhi SNI 6128 2008 tentang beras yang menunjukkan kualitas beras standar mutu kelas III, yaitu memenuhi standar mutu beras pada beras kepala minimum 78 persen dan pada beras patah maksimum 20 persen. Kata kunci: Pascapanen padi, Perontokan, Power thresher, Mutu gabah dan beras
2011-09-01 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/6305 buka_link ↗ Highlight_link
Menampilkan 901 - 920 dari total 1.550.696 data