| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671556 | #8617 | Capacity Building for Animal Science Students in Judging Aspects of Garut Sheep Contests |
Nurmeidiansyah, An An Heriyadi, Denie Alhuur, Ken Ratu gharizah |
Livestock evaluation is an inseparable component of the selection process. Students enrolled in study programs related to animal science must have a good command of the key aspects that serve as important criteria in livestock judging. This issue becomes particularly relevant, given the fact that many students often still experience confusion when they are directly involved applied practice as livestock evaluators or judges. This factual condition indicates they need for capacity-building programs that are not only educational, but also practical and applicable in the operational practice. One simple and effective method of information delivery is through socialization activities, followed by discussions and applied practice. This Community Service Activity (PKM) was conducted at the Faculty of Animal Science, Universitas Padjadjaran, targeting students who participated in the Indonesian Animal Science Student Scientific Meeting (TIMPI) on September 3, 2023. Based on the results of the pretest and posttest, it was revealed that prior to the delivery of the material (socialization), some participants already possessed knowledge and understanding of sheep judging; however, the majority of participants lacked knowledge and understanding regarding the distinctive characteristics of Garut sheep and sheep age estimation. Overall, this activity successfully improved participants knowledge and understanding of the aspects used as criteria in livestock evaluation, particularly those related to judging, the distinctive characteristics of Garut sheep, and sheep age estimation. Nevertheless, despite the observed improvement in knowledge and understanding, continuous mentoring is still required to prepare students to become the next generation of judges in livestock contests within their respective regions.
|
Produksi Ternak; Ternak Ruminansia Kecil; Domba Garut Key words: judging, capacity building, socialization, animal science students. | 2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/69436 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.69436 |
| 1671555 | #8617 | Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi Berbasis Tanaman Tebu Untuk Ternak Ruminansia Di Desa Pilangsari Kabupaten Majalengka |
Christi, Raden Febrianto Salman, Lia Budimulyati Sudrajat, Ajat |
Pakan hijauan merupakan makanan yang diberikan untuk ternak ruminansia yang ketersediaanya terbatas. Keterbatasan tersebut perlu mencari alternatif untuk menanggulangi ketersediaan tersebut dengan pembuatan pakan fermentasi. Tebu merupakan salah satu jenis tanaman yang limbahnya sangat potensial sebagai pakan ternak. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan limbah tebu dengan cara  pengolahan fermentasi untuk pakan ternak ruminansia. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu observasi lapangan, studi literatur, penyuluhan, demonstrasi. Penyuluhan telah dilakukan di Desa Pilangsari Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka yang dihadiri oleh 20 orang peserta yang terdiri atas berbagai kelompok umur, lalu dilanjutkan dengan demonstrasi. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan praktek pembuatan pakan fermentasi dengan memanfaatkan limbah tanaman tebu. Kesimpulan bahwa pelatihan memberikan peningkatan pengetahuan dan praktek pembuatan pakan fermentasi dalam proses silase guna peningkatan perekonomian masyarakat.
|
Kata kunci : pelatihan, pakan, fermentasi, tebu, pilangsari | 2023-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/44140 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i1.44140 |
| 1671554 | #8617 | Pemetaan Kondisi Sumber Protein Asal Ternak di Dusun Balengbeng Desa Margacinta Pangandaran |
Safitri, Ananda Angel Yogaswara, Auratu Syadiah Rahmawati, Ade Mutaqin, Bambang Kholiq |
Pengabdian pada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk memetakan kondisi pemerataan pemenuhan gizi sumber protein hewani.Pemetaan ini dilakukan guna memperoleh data sumber protein asal ternak yang potensial memenuhi kebutuhan gizi dalam menurunkan prevalensi stunting di Dusun Balengbeng, Desa Margacinta, Pangandaran. Metode penelitian melibatkan survei dan wawancara dengan masyarakat untuk mendapatkan data terkait konsumsi protein hewani dan kepemilikan ternak. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memelihara ternak dalam skala kecil, dengan domba sebagai ternak dominan. Peternakan berkontribusi pada ekonomi lokal dan konsumsi gizi masyarakat, meskipun distribusi protein hewani masih tidak merata. Kesimpulan penelitian ini merekomendasikan intervensi berbasis kebutuhan lokal untuk meningkatkan pemenuhan gizi dan menurunkan angka prevalensi stunting di Dusun Balengbeng, Desa Margacinta Pangandaran.
|
2024-12-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60138 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i2.60138 | |
| 1671553 | #8617 | Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Pembuatan Mie Berbahan Dasar Tepung Ikan Sebagai Menu Pangan Bergizi di Desa Batukaras |
Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Andhikawati, Aulia Ismiraj, Muhammad Rifqi Nurhamsyah, Donny Wulansari, Asri |
Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan berbasis protein hewani yang mudah diakses oleh masyarakat. Pemanfaatan ikan sebagai bahan pangan bernilai gizi tinggi memiliki potensi besar dalam mendukung program Pemberian Makanan Tambahan, salah satunya melalui inovasi mie berbahan dasar tepung ikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader posyandu dalam pengolahan tepung ikan serta pembuatan mie ikan sebagai alternatif pangan bergizi. Pelatihan dilaksanakan di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dengan pendekatan partisipatif dan demonstratif. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test berbasis skala Likert serta dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta, terutama dalam aspek manfaat gizi, keamanan penggunaan tepung ikan, serta teknik pembuatan mie ikan. Dengan meningkatnya keterampilan kader posyandu dalam mengolah bahan pangan lokal, program ini diharapkan dapat mendukung diversifikasi pangan berbasis ikan serta memberikan solusi bagi peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
|
diversifikasi produk pangan; edukasi pangan; perikanan; gizi masyarakat; kader kesehatan | 2025-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61288 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.61288 |
| 1671552 | #8617 | Peningkatan Kesadaran Ketahanan Pangan Melalui Implementasi Urban farming pada Siswa SD Negeri Mekarsari, Jatinangor |
Mayasari, Ph.D, Novi Firmansyah, Indra Ismiraj, Muhammad Rifqi Wulansari, Asri |
Ketahanan pangan merupakan isu global yang semakin penting di tengah perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan keterbatasan lahan pertanian. Urban farming, sebagai pendekatan bercocok tanam di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan ruang terbatas, diperkenalkan melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ketahanan pangan melalui implementasi urban farming pada siswa kelas 4 SD Negeri Mekarsari, Jatinangor. Metode yang digunakan mencakup tiga tahap: edukasi, praktik urban farming dengan teknik hidroponik, dan evaluasi berbasis permainan. Tahap edukasi meliputi penyampaian materi ketahanan pangan dan pentingnya gizi seimbang, sedangkan tahap praktik melibatkan siswa dalam menanam sayuran menggunakan media hidroponik. Evaluasi dilakukan untuk menilai pemahaman siswa melalui kuis dan permainan interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep ketahanan pangan dan urban farming. Praktik hidroponik berhasil diterapkan dengan tingkat kepuasan siswa mencapai 100%. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Diharapkan, pengalaman ini mampu mendorong siswa untuk mengadopsi urban farming sebagai solusi berkelanjutan di lingkungan rumah mereka.
|
Urban Farming; Lingkungan; Ketahanan Pangan Urban farming, Hidroponik, Ketahanan Pangan, Edukasi, Siswa SD | 2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/63358 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.63358 |
| 1671551 | #8617 | Penyuluhan Perhitungan Harga Pokok Penjualan Komoditas Pertanian dan Perikanan pada Aliansi Perempuan Peduli Lingkungan Sumedang (APPeLS) Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang |
Rizal, Achmad Apriliani, Izza Mahdiana Suryana, Asep Agus Handaka |
Pengetahuan terhadap perhitungan harga pokok penjualan merupakan keterampilan utama yang harus dimiliki oleh setiap pengelola usaha mikro maupun makro. Keterampilan perhitungan biaya pokok produksi dan harga jual dapat membentuk suatu kepastian mengenai alur keuangan yang ada dalam suatu usaha. Alur keuangan ini penting diketahui sehingga estimasi terhadap keuntungan dapat diketahui dengan akurat. Kegiatan penyuluhan dilakukan kepada Aliansi Perempuan Peduli Lingkungan Sumbedang (APPeLS) Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kelompok APPeLS memiliki keterampilan usaha dalam menghasilkan produk olahan pertanian dan perikanan yang memiliki nilai jual. Setidaknya lebih dari 80% dari indikator capaian keberhasilan telah terpenuhi dengan baik. Anggota kelompok APPeLS telah mengetahui teknik perhitungan biaya produksi dan harga pokok penjualan dengan baik. Luaran yang berhasil mereka dapatkan berupa daftar harga produk penjualan dan buku laporan keuangan usaha. Besar harapan mereka untuk dapat menggunakan keterampilan tersebut dalam mengembangkan usaha yang telah mereka lakukan serta memperjelas transparansi pemasukan pendapatan bagi mereka. Adanya pembekalan ini menstimulus antusiasme kelompok APPeLS untuk mengembangkan usaha yang mereka lakukan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi keluarga mereka.
|
2021-08-07 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/33819 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i2.33819 | |
| 1671550 | #8617 | Peningkatan Kapasitas Para Ibu di Pesisir Pangandaran Menuju Generasi Indonesia Merdeka Stunting dan Mandiri Finansial 2025 (Studi di Desa kondangjajar Kabupaten Pangandaran) |
Akbarsyah, Nora Thirafi, Luthfi Khoirunnisa, Khoirunnisa |
Desa Kondangjajar Kabupaten Pangandaran merupakan satu dari banyak desa di Indonesia yang masih mengalami permasalahan stunting. Kondisi masyarakat desa yang masih hidup di bawah standar kesejahteraan menjadi salah satu penyebab munculnya kasus stunting. Minimnya literasi mengenai asupan gizi dan pola asuh anak juga meningkatkan potensi stunting di desa ini. Sulitnya para ibu berkomunikasi dengan anak perihal makanan bergizi semakin menyulitkan tugas para ibu di desa ini dalam memastikan asupan makanan bagi anak-anaknya. Berangkat dari hal tersebut tim melaksanakan sosialisasi mengenai komunikasi asertif dan asupan gizi anak sebagai upaya mendukung pengentasan stunting di desa ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kondangjajar ini yaitu dengan memberikan edukasi mengenai komunikasi asertif ibu terhadap anak dan juga pemenuhan gizi anak melalui konsumsi ikan. Adapun rata-rata konsumsi ikan mingguan keluarga di Desa Kondangjajar adalah 3 hari perminggu. Keluarga yang mempunyai tingkat pendidikan yang lebih tinggi mengonsumsi ikan lebih sering dari keluarga yang mempunyai tingkat pendidikan lebih rendah.
|
Sosiologi Masyarakat Pesisir Gizi, Kesehatan, Komunikasi Asertif, Pangandaran, Rumah Tangga, Stunting | 2024-12-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/59902 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i2.59902 |
| 1671549 | #8617 | Rumah Garam Daur Ulang Atasi Impor Garam dan Solusi Banjir Rob di Pantura, Jawa Barat |
nurdjaman, Susanna - Radjawane, Ivonne M Taofiqurohman, Ankiq - Khoirunnisa, Qonitah Hudzaifah, Hudzaifah Wulandari, Suci Septian, Adhi Umaro, Dimaz Akbar |
Wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat masih menghadapi dua permasalahan utama, yaitu ketergantungan pada impor garam akibat produksi lokal yang terbatas serta ancaman banjir rob yang merusak infrastruktur dan mengganggu mata pencaharian. Untuk menjawab hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini memperkenalkan Recycle Salt House, fasilitas produksi garam yang dibangun dari botol plastik bekas sebagai solusi berbiaya rendah dan ramah lingkungan. Desain bertingkat memungkinkan rumah garam tetap berfungsi saat banjir rob sekaligus mendukung pengelolaan limbah plastik. Melalui kegiatan sosialisasi, persiapan, pelatihan, dan pendampingan, program ini berhasil membangun rumah garam di Desa Bungko Lor, Kabupaten Cirebon, yang telah menghasilkan garam pada uji coba awal. Keterlibatan KUD Mina Jaka Bhakti dan pemuda pesisir menunjukkan potensi program ini dalam meningkatkan produksi garam lokal, memberdayakan masyarakat, serta mendukung keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir.
|
oseanografi, ilmu kelautan rumah garam, botol plastik, Pantura, banjir rob, pengabdian masyarakat. garam | 2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/67550 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.67550 |
| 1671548 | #8617 | Pemetaan Jaringan Komunikasi Ekonomi Non Ekstraktif Di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dan Aplikasi Bussiness Model Canvas | Mutaqin, Bambang Kholiq |
Komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Komunikasi yang terbentuk antar individu dan kelompok akhirnya membentuk suatu jaringan. Komunikasi yang dilakukan pada dunia bisnis dikenal pula dengan komunikasi ekonomi. Jaringan komunikasi ekonomi pada masyarakat dapat terbentuk karena interaksi yang terjadi pada usaha yang mereka lakukan. Model usaha yang terjadi di masyarakat dapat pula dibentuk modelnya dalam bentuk Bussines Model Canvas untuk mengetahui elemen-elemen yang terjadi paa usaha tersebut.Usaha Non ekstraktif yang ada di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran perlu diidentifikasi jaringan komunikasi dan model usahanya agar dapat dikembangkan menjadi usaha yang lebih baik lagi. Metode yang dilakukan adalah analisis jaringan komunikasi dan penggunaan model Bussines Model Canvas. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada umumnya usaha non ekstraktif di Desa Cintaratu belum terbentuk jaringan komunikasinya. Jarinngan komunikasi baru terbentuk di kelompok KWT Binangkit, dengan aktor dan hubs nya adalah Ibu Tati. Business Model BUMDes Desa Cintaratu memiliki value saling menguntungkan, mempermudah, dan fasilitatif bagi konsumen, channel melalui komunitaas, dan direct selling. Revenue Streams dari presentase bagi hasil dan penyewaan toko. Key Activities berupa penyewaan kantin dan penanaman modal. Key Resources terdiri dari karyawan, perlengkapan, dan fasilitas usaha, Key Partnerships bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, Kontraktor, Unpad, Toko peralatan, Karang Taruna, Kompepar, Bank BRI, Cost Structures yang ada adalah baiay investasi, modal kerja, dan operasional value
|
2020-08-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28648 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v1i1.28648 | |
| 1671547 | #8617 | Peningkatan Pengetahuan Jenis-Jenis Penyakit Pada Kambing Perah di Kelompok Ternak Azkia Raya dan Gotong Royong Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat |
Christi, Raden Febrianto Setiawan, Rangga Gharizah Alhuur, Ken Ratu |
Penyakit pada ternak merupakan suatu hal yang tidak ingin terjadi karena dapat merugikan peternak . Ternak yang terkena penyakit dapat menyebabkan penurunan performa produksinya. Kambing perah salah satu jenis ternak penghasil susu yang sangat rentan terhadap penyakit. Penyakit yang umum terjadi pada kambing diantaranya mastitis, mulut dan kuku, serta bloat.  Tujuan kegiatan ini adalah menerapkan dan menambah wawasan tentang  jenis penyakit pada kambing perah di kalangan peternak Azkia Raya dan Gotong  Royong di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah melalui ceramah mengenai penyakit pada kambing perah, diskusi dan tanya jawab, dan praktik menentukan karakteristik penyakit melalui ilustrasi gambar secara virtual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan di kalangan peternak mengenai jenis penyakit pada kambing perah  serta dapat mengenal dan menentukan melalui ilustrasi gambar secara virtual. Penyakit mastitis paling banyak dikenali oleh peternak karena dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi bila dibandingkan dengan jenis penyakit lainnya.
|
Peningkatan, Penyakit, Kambing perah, Kelompok ternak, Bandung Barat | 2022-02-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37617 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i1.37617 |
| 1671546 | #8617 | Menumbuhkan Kesadaran Literasi Keuangan Pada Anak Usia Dini Melalui Sosialisasi Literasi Keuangan di SDN 2 dan SDN 4 Desa Karangjaladri Kabupaten Pangandaran |
Thirafi, Luthfi Akbarsyah, Nora Fauzan, Farisadri |
Desa Karangjaladri Kabupaten Pangandaran merupakan daerah yang dihuni oleh banyak keluarga nelayan. Ketidakpastian hasil tangkap menjadikan tingkat kesejahteraan mereka cukup rendah. Salah satu pengetahuan yang dapat berguna bagi keluarga nelayan tersebut adalah literasi keuangan. Sayangnya nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat dengan literasi keuangan yang rendah. Kebanyakan upaya terkait hal ini menyasar orang dewasa saja. Disisi lain penanaman literasi keuangan sejak dini sangat penting untuk dilakukan mengingat pada usia dini anak-anak mampu merekam pengetahuan dengan baik dan menjadikannya kebiasaan pada saat dewasa. Sosialisasi literasi keuangan di SDN 2 dan SDN 4 Karangjaladri merupakan kegiatan untuk melengkapi upaya peningkatan literasi keuangan keluarga nelayan di Kabupaten Pangandaran. Diharapkan di masa mendatang akan terbentuk keluarga nelayan yang cakap dan bijaksana dalam mengelola keuangan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraannya.
|
2023-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48315 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i2.48315 | |
| 1671545 | #8617 | Penguatan UMKM Desa Wisata melalui Branding dan Pemasaran Digital: Program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Cibanten |
Aji Sabda, Galang Ikhwan Rahman, Azizul Alifya, Tofa Waluyo |
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) tahun 2025 di Desa Cibanten, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran dilaksanakan untuk memperkuat kesiapan UMKM desa dalam mendukung pengembangan desa wisata melalui peningkatan kualitas komunikasi nilai produk dan promosi berbasis digital. Program ini berangkat dari temuan awal berupa ketidakkonsistenan kemasan dan pelabelan, lemahnya identitas merek, promosi digital yang masih sporadis, serta kolaborasi UMKM yang belum terorganisir. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui pemetaan kebutuhan, pendokumentasian UMKM sebagai bahan konten, dan workshop penguatan kapasitas pada 30 Oktober 2025 di Balai Desa yang diikuti sekitar ±60 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai elemen minimum branding dan pelabelan, tersusunnya rancangan awal identitas/kemasan, serta tersedianya aset konten promosi (foto/video) sebagai modal awal pemasaran digital. Selain itu, program memunculkan inisiasi penguatan kolaborasi UMKM dan wacana peran kelembagaan desa untuk menjaga keberlanjutan promosi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan UMKM melalui branding dan pemasaran digital efektif diposisikan sebagai pembangunan sistem minimum yang menghubungkan potensi wisata dengan nilai tambah ekonomi lokal, namun memerlukan pendampingan lanjutan agar dampaknya berkelanjutan.
|
2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/69085 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.69085 | |
| 1671544 | #8617 | Peningkatan Kesadaran Masyarakat Pesisir Pangandaran dalam Menangani Dampak Sampah di Lingkungan Pesisir |
Rizal, Achmad Apriliani, Izza Mahdiana Permana, Rega |
Kabupaten Pangandaran yang merupakan salah satu daerah tujuan pariwisata populer di Provinsi Jawa Barat, memiliki potensi pencemaran tinggi. Terlebih lagi statusnya sebagai daerah wisata yang mendatangkan wisatawan baik dari lokal maupun internasional sehingga probabilitas buangan sampah yang dihasilkan menjadi lebih besar. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk tetap memperhatikan pengelolaan sampah yang baik disamping memaksimalkan pengembangan potensi ekonomi di Kabupaten Pangandaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan kali ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga pesisir Kabupaten Pangandaran akan dampak dan bahaya sampah di wilayah pesisir. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk paparan materi dan diskusi panel. Pemaparan materi dilakukan di Gedung Balai Desa Pananjung pada bulan September dengan khalayak sasaran ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Materi pemaparan meliputi latar belakang kondisi existing permasalahan sampah yang ada di Pangandaran, dampak sampah terhadap wilayah pesisir dan laut diikuti dengan alternatif pengelolaan sampah yang dapat dilakukan oleh ibu-ibu setempat. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan kesadaran, dilihat dari sesi panel diskusi yang menunjukan keaktifan para peserta dalam memberikan pertanyaan dan menjawab kuis yang telah disiapkan oleh tim. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian ini memberikan pengetahuan dan wawasan bagi warga pesisir agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
|
Ilmu Lingkungan, Ilmu Perikanan Dampak Lingkungan, Kesadaran Lingkungan, Masyarakat Pesisir, Pengelolaan Sampah, Wilayah Pesisir | 2021-02-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31163 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i1.31163 |
| 1671543 | #8617 | KESEHATAN LINGKUNGAN DAN MANUSIA DI MASA PANDEMI COVID-19: STUDI KASUS DESA CIBODAS, MAJALAYA, JAWA BARAT |
Purba, Noir P Faizal, Ibnu Mulyani, Putri Gita |
COVID-19 terdeteksi di Indonesia pada tahun 2020, dan merupakan awal pandemi di Indonesia yang ditandai dengan penyebaran virus tersebut ke seluruh daerah. Pandemic COVID-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas manusia. Selain itu, dampak lainnya adalah adanya degradasi lingkungan. Kegiatan survey dan monitoring dilakukan pada Bulan November-Desember 2021 dengan melibatkan 12 mahasiswa serta satu asisten pendamping. Setiap hari, surveyor/observer melakukan pengamatan di tempat umum seperti sekolah, kantor pemerintahan, pasar, kafe dan toko. Kegiatan yang diamati meliputi pengamatan kondisi lingkungan, kebiasaan masyarakat terhadap protokol kesehatan, serta pola hidup sehat. Hasil pemantauan 3M adalah berkisar lebih dari 60% warga Desa Cibodas kurang memperhatikan protokol kesehatan yang ada. kasus COVID-19 yang rendah di Desa Cibodas menjadi alasan utama kenapa kepedulian terhadap pemakaian masker menurun. Disisi lain, menjaga jarak dan fasilitas mencuci tangan di Desa Cibodas sudah sangat baik. pola hidup sehat sudah dilakukan di Desa Cibodas antara lain melalui olahraga rutin, senam sehat, bersepeda, dan kejuaraan olah raga seperti badminton dan volley ball. Salah satu acara yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan senam sehat. Sampah di cibodas masih sama aja jenisnya. Sekarang tambah ada sampah masker selama covid ini. Untuk sampah bekas vaksin seperti jarum dan bekas medis lainnya biasanya dibawa lagi.
|
health; environment Cibodas, Sampah, Covid-19, Lingkungan, Kesehatan | 2022-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41120 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i2.41120 |
| 1671542 | #8617 | Pemanfaatan Wortel dan Kangkung pada Pembuatan Mie sebagai Diversifikasi Olahan Pangan Rumah Tangga di Lingkungan Perkotaan Yogyakarta |
Sari, Yuli Perwita Sudrajat, Ajat Sambodo, Reo |
Noodles are much loved by the public and if product diversification is carried out, it can increase the nutritional content of the noodles. This service aims to provide knowledge about the processing of noodles given a mixture of carrots and kale in Patehan, Keraton, Yogyakarta City. This service has been carried out and attended by 20 participants. The method of implementation by providing education and practice directly. The implementation stage began with providing socialization and delivery of material on the use of carrots and kale in making noodles and ended with a question and answer session for participants and resource persons. Furthermore, the practice of making noodles by participants was carried out. The results of the service showed that participants' knowledge increased and could use carrots and kale for noodle making ingredients well and could produce healthy noodle products that are rich in nutrients. Noodle-making training using carrots and kale can improve the knowledge and skills of residents of Patehan, Keraton, Yogykarta. Keywords: Noodles, carrot, kale, diversification, Yogyakarta City
|
Agriculture science Noodles, carrot, kale, diversification, Yogyakarta City integrated farming system | 2024-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/51066 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i1.51066 |
| 1671541 | #8617 | Optimalisasi Teknologi Penanganan Hasil Perikanan: Penyuluhan dan Diskusi di Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang |
Rostini, Iis Dewanti, Lantun Paradhita Apriliani, Izza Mahdiana |
Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan khususnya budidaya ikan, namun pengembangan sektor ini masih belum optimal. Salah satu upaya yang tengah dilaksanakan adalah pembentukan kelompok budidaya ikan dan penerapan sistem biofloc dalam budidaya ikan. Kelompok budidaya ini nantinya sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan, memberikan pendampingan, dan memotivasi masyarakat setempat dalam menghasilkan produk perikanan yang memenuhi standar kualitas nasional Indonesia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pemahaman masyarakat tentang teknologi penanganan hasil perikanan, mulai dari proses panen hingga distribusi ikan dalam kondisi hidup atau segar kepada konsumen. Metode yang diterapkan adalah penyuluhan dan diskusi mengenai penanganan ikan hidup dan segar kepada anggota kelompok pembudidaya ikan di Desa Sindangsari. Peserta penyuluhan menunjukkan antusiasme yang tinggi dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan. Kegiatan ini bersifat interaktif, memungkinkan peserta untuk berdiskusi dan bertanya jika ada hal yang belum dipahami. Para peserta berkomitmen untuk menerapkan teknik penanganan ikan sesuai dengan materi yang diajarkan. Pembinaan dan pendampingan lebih lanjut sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan usaha perikanan di Desa Sindangsari.
|
budidaya ikan, bioflok, penanganan ikan, kualitas produk, teknologi perikanan, pendampingan, keberlanjutan usaha. | 2025-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60737 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.60737 |
| 1671540 | #8617 | Pengenalan Bisnis Digital untuk Pemasaran Hasil Produk Peternakan pada Peternak Rakyat di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunung Pati Semarang |
Wahyuni, Nur Maulida Pratama, Anugrah Robby Shihah, Hanna Dzawish |
Program pengabdian ini bertujuan memperkenalkan konsep bisnis digital sebagai sarana pemasaran produk peternakan kepada peternak rakyat di Kelurahan Pakintelan, Gunungpati, Semarang. Tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan akses informasi, rendahnya keterampilan digital, dan ketergantungan pada metode pemasaran konvensional. Melalui pendekatan edukatif yang melibatkan penyuluhan, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab serta kuisioner, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya transformasi digital, pengenalan platform seperti WhatsApp Business, Instagram, dan Facebook, serta keterampilan praktis dalam membuat konten promosi produk peternakan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama yaitu pemahaman konsep bisnis digital, sikap terhadap penggunaan media sosial untuk bisnis, dan keinginan untuk mencoba usaha digital. Antusiasme tinggi peserta selama diskusi menunjukkan motivasi mereka untuk menerapkan strategi pemasaran digital sederhana. Program ini juga mendukung integrasi antara kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi. Dampak yang diharapkan meliputi tumbuhnya kesadaran digital di kalangan peternak rakyat, peningkatan keterampilan promosi online, serta motivasi yang kuat untuk mengelola usaha peternakan secara mandiri dan responsif terhadap perkembangan zaman digital.
|
2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65925 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.65925 | |
| 1671539 | #8617 | Studi Media Penyuluhan Mangrove Dalam Pengabdian Kepada Masyarakat di Pesisir Kabupaten Pangandaran |
Apriliani, Izza Mahdiana Arief, Mochamad Candra Wirawan Nurruhwati, Isni Dewanti, Lantun Paradhita Herawati, Heti |
Media penyuluhan merupakan faktor penting dalam proses transfer pengetahuan bagi masyarakat sasaran. Pemilihan media harus dilakukan dengan tepat untuk memastikan informasi dapat diterima secara efektif. Studi media penyuluhan ini dilakukan untuk melihat kebutuhan penyuluhan dalam pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan peningkatan kesadaran akan pentingnya kawasan mangrove. Hasil studi menunjukkan bahwa lebih dari 90% masyarakat sasaran telah mengenal mangrove dengan 70% lebih mengenal jenis bakau atau Rhizopora. Namun untuk mengenal spesifik jenis mangrove lainnya masih diperlukan media informasi. Media informasi yang penting di kawasan mangrove yaitu berupa papan informasi (59%), lebih lanjut perlu dilakukannya pengembangan informasi mangrove berbasis digital.
|
konservasi; Avicennia; rehabilitasi; ekowisata; edukasi | 2023-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/44275 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i1.44275 |
| 1671538 | #8617 | Peningkatan Pemahaman Tatalaksana Pemeliharaan Induk Domba Bagi Peternak di Desa Bangunkarya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran |
Yuniarti, Endah Ismiraj, Muhammad Rifqi Mutaqin, Bambang Kholiq Natari, Sari Usih |
Desa Bangunkarya merupakan desa yang terletak di Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Desa ini memiliki potensi pertanian dan peternakan. Sebagian penduduk di Desa Bangunkarya berprofesi sebagai petani, buruh tani, dan peternak. Proses identifikasi masalah dilaksanakan bersama pihak desa dan peternak guna menemukan kendala terkait pemeliharaan induk domba bunting hingga melahirkan. Tatalaksana pemeliharaan induk domba berperan penting dalam kesuksesan budidaya domba. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan diskusi kelompok dimana target peserta adalah peternak. Sebanyak 30 orang peternak hadir pada penyuluhan terkait tatalaksana pemeliharaan ternak. Materi yang disampaikan pada penyuluhan ini meliputi perawatan induk bunting, bantuan saat induk melahirkan, perawatan anak domba baru lahir, pemberian kolostrum, dan penanganan saat anak menolak menyusu atau induk yang tidak mau menyusui. Hasil dari program pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta dibandingkan dengan sebelum dilakukan kegiatan penyuluhan.
|
domba; induk domba; pembibitan; pemeliharaan induk domba; reproduksi | 2024-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/52927 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i1.52927 |
| 1671537 | #8617 | Enhancing Dental Health Awareness Among Santri Through the Role of Livestock Farming Families and Local Entrepreneurs in Supporting Sustainable Tourism in Pangandaran |
Nurhamsyah, Donny Mutaqin, Bambang Kholiq Maziyya, Nur Supriat, Didin Fitri, Siti Yuyun Rahayu |
Increasing awareness of oral health among students at Pondok Pesantren Asy-Syujaa’iyyah in Cintaratu Village, Pangandaran, is essential for supporting sustainable tourism development. Children from farming families and local business owners often have limited access to dental services, leading to common issues such as cavities and gum problems. This community service initiative aims to enhance students' understanding of the importance of oral health through education and free dental check-ups. The program involved 111 students, 63.1% of whom were female, and 72% were under the age of 15. Interactive education was delivered through group discussions, which effectively increased participants’ knowledge of proper dental hygiene and the importance of a healthy diet. The results of the dental check-ups revealed that 41% of students had cavities, with some reporting pain. These findings underscore the need for ongoing education and regular check-ups to prevent more serious dental health issues. This program not only raises awareness of proper dental care but also fosters a generation that is more conscious of their oral health. This, in turn, supports sustainable tourism in Pangandaran, where improved public health can enhance the region’s appeal and create a more welcoming environment for both tourists and local communities.
|
Sustainable tourism, Oral health awareness, Empowering farming communities, Supporting local businesses, Public health | 2025-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61124 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.61124 |