Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↓ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1671576 #8617 Diseminasi Pemetaan Sumber Potensi Limbah Pengolahan Perikanan di Kecamatan Pangandaran ANDHIKAWATI, AULIA
PERMANA, REGA
Pengolahan perikanan merupakan salah satu sumber penghasilan Masyarakat Pangandaran. Pengolahan ikan yang ada di Pangandaran masih berskala kecil berupa kelompok pengolah ikan dan ikatan kegiatan masyarakat. Sisa hasil pengolahan menjadi sumber potensi limbah yang akan berdampak pada lingkungan. Poklaksar menghasilkan olahan ikan asin dan bakso ikan. Limbah yang dihasilkan berupa kepala, jeroan, dan tulang ikan. Sisa limbah hasil  pengolahan yang tidak termanfaatkan secara terus-menerus maka akan menghasilkan limbah yang semakin banyak sehingga perlu pemetaan dasar sebaran kegiatan pengolahan beserta limbah yang dihasilkannya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode survey dan diseminasi hasil pemetaan. Data yang telah dihimpun dari 8 Poklahsar dan 1 IKM yang ada di kecamatan Pangandaran dijadikan basis pembuatan peta sumber dan potensi limbah hasil perikanan Kabupaten Pangandaran. Pemetaan sumber potensi limbah ini memuat informasi letak Poklahsar, jenis olahannya, jenis limbah padat yang diproduksi dan juga volume produksinya setiap bulan. Poklahsar dan IKM memproduksi ikan asin jambal roti dan bakso ikan. Jenis ikan yang digunakan berupa ikan manyung, ikan gabus, ikan tiga waja, dan ikan teri. Limbah padat yang dihasilkan berupa jeroan dan kepala ikan. Rata-rata volume produksi limbah yang dihasilkan dari keseluruhan pokhlasar lebih dari 20 kg/bulan. Limbah yang dihasilkan masih tergolong cukup tinggi.
2024-02-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/53153 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i1.53153
1671575 #8617 Eskalasi Pengetahuan Bahan Pakan dan Formulasi Ransum Ternak Ruminansia Bagi Peternak Milenial di Jawa Barat Christi, Raden Febrianto
Islami, Romi Zamhir
Febrianto, Firman
Sudrajat, Ajat
Pemahaman bahan pakan dan formulasi ransum perlu ditingkatkan pada peternak ruminansia. Semakin mengetahui jenis bahan pakan maka akan tepat pula dalam proses penyusunan ransumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah eskalasi pengetahuan tentang bahan pakan dan formulasi ransum menjadi solusi yang sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia di Jawa Barat. Kegiatan telah dilaksanakan pada bulan November 2024 yang bertempat di Kota Bandung dan diikuti sebanyak 70 peternak milenial dari seluruh perwakilan Kabupaten di Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini diantaranya  tahapan persiapan, penyuluhan dan demonstasi, serta evaluasi pre-test dan post test. Langkah awal yang dilakukan meliputi identifikasi masalah, kajian literatur sebagai dasar pemecahan masalah, serta persiapan terkait perizinan, lokasi, dan jadwal pelaksanaan. Tahap selanjutnya mencakup penyuluhan dan demonstrasi. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kegiatan penyuluhan pada pengertian pakan  100%, bahan pakan ruminansia 100% yang semula 92,85%, penggolongan nutrien pakan 100% semula 85,71%,  kebutuhan nutrien pakan 93,33% semula 35% dan teknik formulasi ransum 93,33% semula 35,71%.  Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap bahan pakan dan formulasi ransum ternak ruminansai pada peternak milenial di Jawa Barat mulai pengertian pakan, bahan pakan, penggolongan nutrien pakan, penggunaan kebutuhan nutrien pokok dan teknik formulasi ransum.
bahan pakan, formulasi ransum, ruminansia, peternak milenial 2025-02-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60409 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.60409
1671574 #8617 Prevent Stunting by Cultivating Native Chickens in Banyusidi Village Rasminati, Nur
S.Pt.,M.Pt., IPP., ir. Ajat Sudrajat
Utomo, Setyo
Purwani, Tyastuti
Pusparatri, Allycia Ayu
Ismail, Fazhana
Dayugo Hamlet is one of the hamlets in Banyusidi village which is included in the area of District, Magelang Regency. The number of couples of childbearing age is 70 people with the number of children under five years old (Toddlers) is 23 people. of that number, 5 children under five will experience stunting in 2024. The purpose of this activity is to overcome stunting by improving parenting and increasing understanding of the importance of nutrition for through the consumption of chicken eggs. Therefore, the solution offered is awareness for couples of childbearing age about the importance of nutrition for the growth and development of children in the womb until the age of 5 years.  Empowerment of through consumption patterns and deversification of daily menus. Before the activity, a survey will be conducted about the level of awareness of about parenting and the importance of nutrition. The output targets to be achieved are the emergence of awareness to change consumption patterns and parenting patterns (80%), no more stunting toddlers (0%), there is menu deversification  and toddlers made from free-range chicken eggs.  The activity began with awareness through AMT (Achievment Motivation Training) for pregnant women and mothers with toddlers with indications of stunting. Then training on optimizing the maintenance of free-range chickens, egg processing training and toddlers. The results of the evaluation of the activities carried out through the questionnaire showed that 90% of the participants understood and realized the need for regular consumption of eggs and vegetables and toddlers, and 80% of participants actively participated in the use of yards for vegetable plants and 100% were present in making processed eggs and vegetables and toddlers. The number of stunted toddlers in Dayugo hamlet, which at the beginning of the activity amounted to 5 children, was successfully reduced to 0 children, meaning that the activities carried out were able to provide benefits and could reduce the number of stunted toddlers.
animal production Eggs; parenting style; consumption patterns; stunting; Dayugo. nativ chicken 2025-08-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65701 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.65701
1671573 #8617 Pengembangan Wirausaha Makanan Sehat di Masa Pandemi Covid 19 Melalui Produk Olahan Daging Gumilar, Jajang
Azzahra, Alifia Bintang
Satria, Matthew
Hamdani, Nasyabila
Farahdewi, Raden Yasyva
Kamilah, Zirly Yusriani
Nurhaliza, Khansa Alifa
Pandemi Covid 19 telah berlangsung hampir satu tahun di Negara 2Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Republik Indonesia. Indonesia. Masyarakat terdampak secara langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung dirasakan oleh usaha kecil dan mikro yang bergerak dibidang pengolahan dan penjualan produk makanan. Pendapatan usaha mereka mengalami penurunan selama pandemi Covid 19 ini, karena saat ini banyak masyarakat yang khawatir apabila membeli makanan dari luar rumah, padahal makanan bukan jalur penularan virus. Tujuan PPM ini adalah untuk membrikan edukasi bagi usaha kecil dan mikro mengenai pentingnya memproduksi makanan sehat dengan memperhatikan aspek higienitas dan sanitasi dengan baik, serta memahami proses pengolahan produk pangan khususnya produk olahan dari daging. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dengan cara Webinar dengan pelaku usaha kecil mikro yang bergerak dalam pegolahan pangan. Hasil PPM menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pengetahuan mengenai makanan sehat, cara memproduksi makanan sehat secara higiene, dan cara mengolah produk berbahan baku daging dengan benar.
wirausaha, makanan sehat, pandemi covid, olahan daging 2021-08-07 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/32541 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i2.32541
1671572 #8617 Diversifikasi dan Kandungan Gizi Produk Olahan Hasil Perikanan Laut di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia Sugiharto, Fuad Tri
Junianto, Junianto
Produk olahan hasil perikanan laut di Malaysia memiliki cita rasa yang khas sesuai dengan lidah masyarakat lokal dan terjamin sesuai standar yang berlaku guna menciptakan hasil olahan yang bermutu dan berkualitas. Dalam hal ini, Kota Kinabalu merupakan jantung perekonomian sektor perikanan di negara bagian Sabah, Malaysia. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kandungan gizi dan melakukan diversifikasi terhadap berbagai macam produk olahan hasil perikanan laut yang terdapat di Kota Kinabalu. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat lima produk olahan yang telah diidentifikasi, menggunakan metode survei dan data sekunder yang berasal dari studi kepustakaan lainnya. Keropok lekor adalah produk yang memiliki kandungan gizi paling banyak dan beragam, diikuti oleh Belacan, Cincalok, Budu, dan Fish Sauce. Setiap produk olahan tersebut memiliki kandungan gizi yang berbeda dan keunikan tersendiri pada proses pembuatannya, sehingga penting untuk memahami dan mengidentifikasi kandungan gizi masing-masing produk untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat
Fisheries Product Technology Belacan, Budu, Fish Sauce, Cincalok, Keropok Lekor Fishery Product Development Technology 2024-12-31 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/52614 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i2.52614
1671571 #8617 Improvement of Sheep Reproductive Performance in Livestock Groups Through Flushing Applications Locally Sourced in Banyusidi Village Utomo, Setyo
Sudrajat, Ajat
Rasminati, Nur
Nugroh0, Bambang
Community Partnership Service activities have been carried out in the Abita Farm sheep business group and the Berkah Makmur livestock group, Banyusidi village, district, Magelang from May to November 2025. The problem in these two groups is the low reproductive efficiency, namely giving birth 2 times in 2 years, which should be 3 times in 2 years for sheep.  The solution to this problem is the use of egg yolks mixed with MOL (Local Micro Organisms) rice as feed flushing, rice MOL making, making a reproductive calendar and flushing techniques. The methods applied are awareness, training, flushing application, evaluation of flushing results and making MOL and mentoring. Flushing technology is applied using egg yolks mixed with MOL given as additional feed to prospective and non-pregnant sheep for 10 days with a dose of 7ml of egg yolk mixed with 5 ml of MOL/head/day, then observation of growth and the onset of bile.  Livestock that are greedy are mated by nature.  The results achieved in the Abita Farm group after 10 days of flushing sheep with an average age of 2.2 years showed that 50% were fertile and immediately mated naturally, while the body weight gain was relatively fixed.  In the Berkah Makmur group with an average age of 2.15 years, 55% experienced lustfulness and an increase in body weight of 189.25 g/day.  The average level of satisfaction of participants showed 22% satisfied and 78% very satisfied with the results of flushing and the ability to apply in sheep farming. To ensure the sustainability of this activity, it is coordinated with the Magelang Regency Livestock and Fisheries Office. It was concluded that the provision of flushing of mixed egg yolk-MOL feed precisely ensures good growth and growth, especially in sheep that are only given forage.
animal production Flushing feed, sheep, egg yolk, MOL, Banyusidi sheep 2026-02-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/66799 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.66799
1671570 #8617 Pengolahan Sampah Dapur di Lapas Narkotika Kelas II A Nusakambangan Menjadi Pupuk Organik Cair Untuk Mendukung Keberlanjutan Pangan Prasetyo, Prasetyo
Rahayu, Sri
Setyaningrum, Agustinah
Widiyastuti, Titin
Tugiyanti, Elly
Lingkungan di sekitar lapas perlu dijaga kebersihannya terutama dalam pengelolaan sampah dapur agar dapat meningkatkan status kesehatan warga binaanya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga binaan dalam mengelola sampah dapur. Sasaran pengabdian ini adalah warga binaan sejumlah 20 orang. Sampah dapur dapat diubah menjadi pupuk organik cair (POC), yang kemudian dapat digunakan untuk memupuk tanaman di sekitar lapas seperti sayuran, kacang-kacangan dan aneka tanaman untuk mendukung program keberlanjutan pangan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah identifikasi masalah, sosialisasi, praktik demonstrasi dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa informasi tentang POC 65% pernah di dengar oleh peserta sebelumnya. Manfaat POC hanya diketahui oleh 50% peserta. Sebanyak 55% peserta mengetahui cara aplikasi POC pada tanaman, namun hanya 20% peserta yang mengetahui cara membuat POC. Setelah dilakukan pengabdian sebanyak 100% peserta mengaku tertarik dan sebanyak 90% peserta dapat membuat POC. Disimpulkan bahwa warga lapas Narkotika Nusakambangan tertarik membuat POC dan sebagian besar dapat membuatnya setelah dilakukan pengabdian dengan kualitas POC yang baik.
Bioteknologi; Limbah Peternakan Nusakambangan; keberlanjutan pangan; sampah dapur; pupuk organik cair; warga binaan 2025-08-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64226 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.64226
1671569 #8617 Penyuluhan Pentingnya Green Belt dan Penanaman Mangrove di Muara Gembong Kabupaten Bekasi Herawati, Heti
hasan, zahidah
Sahidin, Asep
Nurruhwati, Isni
Hamdani, Herman
Aprliniani, Izza Mahdiana
Dewanti, Lantun Paradhita
AbstrakKecamatan Muara Gembong yang berlokasi di Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah yang terkena dampak abrasi. Terdapat tiga desa yang terancam hilang oleh abrasi yaitu Desa Pantai Bahagia, Pantai Mekar dan Pantai Bakti. Abrasi yang terjadi di Muara Gembong juga diakibatkan oleh konversi hutan mangrove menjadi tambak oleh nelayan sekitar. Potensi bahaya yang terdapat di Kecamatan Muara Gembong tidak hanya dari abrasi, tetapi juga limpasan air dari hulu, karena daerah tersebut merupakan muara Sungai Citarum. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan penyuluhan mengenai green belt dan penanaman mangrove perlu untuk dilakukan. Membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya fungsi mangrove terhadap keberadaan dan kelestarian wilayah mereka dapat mempermudah pelaksaanaan kegiatan dan pasca kegiatan rehabilitasi mangrove. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk memberikan penyuluhan guna membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya green belt dan melakukan penanaman mangrove sebagai pembekalan teknis dan persiapan sumberdaya manusia untuk keberlanjutan pelestarian mangrove di Kecamatan Muara Gembong.
Perikanan mangrove, abrasi, green belt Mangrove 2022-02-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37813 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i1.37813
1671568 #8617 Edukasi Gemarikan dan Pengenalan Produk Olahan Ikan di SDN 2 Karangjaladri, Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Akbarsyah, Nora
Thirafi, Luthfi
Fauzan, Farisadri
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan kuliah kerja nyata (KKN-PPM Integratif) dilaksanakan di bulan Januari 2023. Sasaran yang dituju yaitu siswa sekolah dasar yang ada di desa Karangjaladri yang pada kegiatan kali ini diwakili oleh siswa siswi kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Karangjaladri yang berjumlah 36 orang. Kegiatan dilakukan  melalui beberapa tahapan, yaitu: presentasi materi gemar makan ikan, mini games berupa tanya  jawab terkait materi yang telah disampaikan, pembagian makanan hasil olahan ikan. Kegiatan KKN-PPM integratif ini berhasil memberikan  pemahaman kepada siswa-siswa SD tentang pentingnya mengkonsumsi ikan dan makanan  olahan ikan sebagai makanan dengan nilai gizi yang tinggi.
Perikanan; Gizi Masyarakat Anak-anak, Peningkatan Gizi, Diversifikasi Produk, Perikanan, Pesisir 2023-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48411 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i1.48411
1671567 #8617 Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Kawasan Pesisir Pangandaran Menuju Generasi Indonesia Merdeka Stunting dan Mandiri Finansial Akbarsyah, Nora
Thirafi, Luthfi
Khoirunnisa, Khoirunnisa
Stunting  causes various problems for children, such as suboptimal intelligence, susceptibility to disease, and low productivity. One area still experiencing these problems is Pangandaran Regency, with a stunting  prevalence rate reaching 20% by 2023. This program aims to increase awareness among housewives regarding the importance of fulfilling children's nutrition and good financial management to prevent stunting . The activity was carried out in Kondangjajar Village using a survei and knowledge transfer method. The survei was conducted by interviewing 20 respondents consisting of representatives of cadres from all integrated health posts (Posyandu) in Kondangjajar Village. The activity was divided into several stages: presentations on nutrition and financial literacy, demonstrations of making fish nuggets, and the distribution of cooking equipment to support PMT (Food and Nutritional Supplement) preparations. The survei results showed that most respondents were aged 31-40 years, with the majority of household incomes ranging from Rp. 500,000 to Rp. 1,500,000. Initial results from this activity indicate increased awareness among mothers and integrated health post (Posyandu) cadres regarding the importance of financial literacy in reducing stunting . Furthermore, participants were able to successfully replicate the process of making fish nuggets. Overall, the initial results of this activity indicate a positive reception from participants, as evidenced by the high level of enthusiasm and numerous questions. However, this activity needs to be complemented by ongoing mentoring regarding financial behavior and the provision of assertive communication materials between mothers and children to support daily eating patterns.
Sosiologi Masyarakat Pesisir Stunting, Financial Literacy, Pangandaran 2025-08-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64386 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.64386
1671566 #8617 Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan melalui Optimalisasi Lahan Pekarangan dengan Pemeliharaan Ayam Sentul di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran Pramudawardhani, Ken Chandra
Yogaswara, Auratu Syadiah
Alghifari, Ibnu
Safitri, Ananda Angel
Mutaqin, Bambang Kholiq
Rahmawati, Ade
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran, dengan tujuan meningkatkan konsumsi protein hewani dan mencegah stunting pada keluarga yang memiliki balita terindikasi kurang gizi. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya frekuensi konsumsi protein hewani serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya ternak. Kegiatan dilakukan melalui metode partisipatif yang meliputi observasi, wawancara, serta pendampingan langsung terhadap dua keluarga dengan balita terindikasi stunting. Setiap keluarga menerima enam ekor ayam Sentul (lima betina dan satu jantan), disertai dengan bantuan renovasi kandang, penyediaan kandang baru, serta pelatihan manajemen pemeliharaan ayam. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa keluarga sasaran diharapkan memanfaatkan telur ayam hasil pemeliharaan untuk konsumsi keluarga, yang menandakan peningkatan keberagaman pangan dan kemandirian gizi rumah tangga. Program ini juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan ayam lokal sebagai sumber protein hewani berkelanjutan. Kegiatan ini mendukung strategi nasional percepatan penurunan stunting dan memperkuat ketahanan pangan pedesaan berbasis sumber daya lokal.
2026-02-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68036 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.68036
1671565 #8617 PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI PAKAN IKAN DI DESA AWISURAT KECAMATAN TANJUNGSARI, SUMEDANG, JAWA BARAT Andriani, Yuli
Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Awisurat Tanjungsari Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pakan ikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020 dengan penerapan protokol kesehatan karena dalam masa pandemi Covid19. Berdasarkan hasil survei, warga di sekitar Desa Awisurat memiliki potensi limbah organik dari kegiatan domestik, pertanian dan rumah makan yang  dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Selain itu hampir setiap warga memiliki aktifitas bertani dan budidaya ikan, sehingga kemampuan membuat pakan ikan akan mendukung kegiatan tersebut. Tujuan jangka panjang kegiatan ini adalah masyarakat dapat memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pakan ikan agar tidak mencemari lingkungan,  menguatkan ketahanan pangan rumah tangga dan menambah penghasilan. Metode yang dilakukan pada program ini meliputi : survei dan observasi lapangan, sosialisasi, penyiapan alat bahan dan materi, penyuluhan pembuatan pakan ikan dan pendampingan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran adalah warga Desa Awisurat yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu rumah tangga. Tahap pertama masyarakat diberikan penyuluhan mengenai potensi pemanfaatan limbah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan atau ternak. Setelah dilakukan pemilihan bahan baku pakan selanjutnya dilakukan praktek pembuatan pakan ikan dengan tambahan tepung limbah rumah tangga. Respon peserta penyuluhan terhadap kegiatan ini sangat baik, dilihat dari kehadiran yang mencapai 100% walaupun sedang dalam kondisi pandemi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Awisurat dapat memahami cara mengolah limbah rumah tangga menjadi pakan ikan dan dapat memproduksi pakan ikan secara mandiri.
Budidaya Perikanan Limbah Rumah Tangga, Budidaya, Perikanan, Pakan, Mandiri Pakan Ikan 2021-02-03 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29584 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i1.29584
1671564 #8617 Edukasi Pengukuran Dimensi Utama Kapal Penangkap Ikan Guna Mendukung Pendataan Perikanan di Kabupaten Pangandaran Apriliani, Izza Mahdiana
Rizal, Achmad
Dewanti, Lantun Paradhita
Putra, Pringgo KDNYP
Aktivitas perikanan tangkap perlu dilakukan pendataan sebagai sumber informasi. Selain itu, keakuratan data perikanan merupakan salah satu komponen penting dalam upaya membangun sektor perikanan tangkap dan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus bagi pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam mengetahui pengukuran dasar kapal perikanan guna menunjang pendataan perikanan yang lebih baik. Khalayak sasaran pada kegiatan ini yaitu pihak Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan serta Pangkalan Pendaratan Ikan Cikidang Kabupaten Pangandaran. Penyampaian edukasi pentingnya pengukuran dimensi utama kapal dilakukan dengan metode penyampaian secara langsung melalui webinar. Berdasarkan kegiatan edukasi secara keseluruhan, baik dalam bentuk ceramah maupun diskusi disimpulkan bahwa peserta memahami mengenai dimensi utama kapal perikanan. Serta adanya peningkatan pemahaman pentingnya pengukuran yang sesuai dalam proses pendataan perikanan sebagai sumber data penting di Kabupaten Pangandaran.
dimensi utama; kapal perikanan; ukuran kapal 2022-02-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37791 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i1.37791
1671563 #8617 Penyuluhan Pemanfaatan Ekosistem Mangrove Sebagai Kawasan Ekowisata Oleh Masyarakat Di Desa Cijulang Pangandaran zallesa, sheila
Secara ekologis, hutan mangrove berfungsi untuk melindungi dan melestarikan kawasan pesisir. Secara sosial, hutan mangrove berfungsi untuk melestarikan adanya keterkaitan hubungan sosial dengan masyarakat setempat karena banyak masyarakat yang membutuhkan mangrove sebagai tempat mencari ikan, kepiting, udang, dll. Selain itu, secara ekonomi, hutan mangrove dapat dijadikan pengembangan ekowisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pemahaman masyarakat sekitar tentang fungsi dan manfaat ekosistem mangrove yang juga bisa memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar dari pemanfaatan ekosistem mangrove tersebut. Kegiatan ini dilakukan di desa cijulang di kawasan ekosistem mangrove nusawiru. Sasaran dari kegiatan ini adalah khalayak masyarakat setempat khususnya kelompok penggiat mangrove, kelompok nelayan, aparat desa dan ibu ibu PKK. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi dan penyuluhan dari fungsi dan manfaat dari ekosistem mangrove kemudian pemaparan materi terkait digital marketing serta pembuatan infografis mangrove dan petunjuk arah jalan ke lokasi wisata mangrove nusawiru. Harapannya dari kegiatan ini masyarakat bisa memanfaatkan ekosistem mangrove dengan maksimal dan tetap menjaga kelestariannya, selain itu juga masyarakat bisa memasarkan dan mempromosikan wisata mangrove serta produk hasil olahan masyarakat dengan digital marketing.
mangrove, cijulang, nusawiru, ekowisata, pangandaran 2023-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/46145 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i1.46145
1671562 #8617 Penyuluhan Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Hasil Sampingan Ikan untuk Penanganan Stunting di Desa Batukaras Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Andhikawati, Aulia
Ismiraj, Muhammad Rifqi
Nurhamsyah, Donny
Wulansari, Asri
Diversifikasi pangan lokal memiliki peran penting dalam upaya penanganan stunting di Indonesia. Beberapa masalah yang ditemukan adalah rendahnya variasi makanan yang tersedia dalam penanganan stunting. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader posyandu tentang pemanfaatan hasil sampingan produk perikanan sebagai bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Metode partisipatif diterapkan melalui diskusi interaktif dalam penyampaian materi. Materi yang diberikan mencakup pengertian dari stunting, manfaat diversifikasi pangan lokal terhadap penanganan stunting. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memberikan partisipasi yang aktif dan diiringi dengan peningkatan pemahaman yang signifikan. Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara nilai pre-test dan post-test dengan p-value sebesar 0.00071 (p < 0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pemahaman kader posyandu untuk memanfaatkan potensi pangan lokal dalam meningkatkan varian menu Pemberian PMT.
diversifikasi pangan; kader posyandu; pemberian makanan tambahan; partisipatif; produk perikanan 2024-12-31 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60351 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i2.60351
1671561 #8617 Pelatihan Teknik Hidroponik Fooder Sebagai Pakan Ternak Di Kalangan Ibu Rumah Tangga Desa Cisempur Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Christi, S.Pt., M.S., IPM, Ir. Raden Febrianto
Hijauan adalah jenis makanan untuk ternak ruminansia yang kualitas nutriennya bergantung kepada unsur hara tanah. Nutrien yang terkandung dalam hijauan kualitasnya terkadang tidak mencukupi untuk kebutuhan ternak karena keberagaman hasil. Hidroponik fodder merupakan salah satu bentuk teknologi yang bisa digunakan untuk penyediaan hijauan pakan melalui penanaman hijauan pakan dengan cara sistem hidroponik tanpa melibatkan media tanah tetapi menggunakan bahan yang lain  seperti air yang bermineral tinggi, serat, sabut kelapa, serbuk kayu dan pecahan batu. Tujuan kegiatan ini adalah menerapkan dan menambah wawasan tentang pembuatan sistem hidroponik fodder di kalangan peternak melalui peranan ibu rumah tangga di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah memberikan ceramah mengenai hidroponik fodder, diskusi dan tanya jawab, dan praktik kegiatan bercocok tanam secara hidroponik fodder. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan di kalangan peternak melalui peran ibu rumah tangga mengenai teknologi hidroponik fodder serta dapat mengaplikasinya dalam pembuatan media hidroponik fodder.Kata kunci : Penerapan, Hidroponik fodder, Pakan, ibu rumah tangga, Cisempur
2021-02-03 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31889 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i1.31889
1671560 #8617 Penyuluhan dan Aksi Coastal Clean Up dalam Rangka World Ocean Day 2022 di Pantai Timur Pangandaran Akbarsyah, Nora
Masrina, Dwi
Permana, Rega
Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Andhikawati, Aulia
Thirafi, Luthfi
Sebagai upaya untuk membantu menanggulangi permasalahan sampah di Kabupaten Pangandaran khususnya di wilayah wisata Pantai Pangandaran, PSDKU Unpad di Pangandaran bekerjasama dengan NGO “CLEAR Community Indonesia” menggelar kegiatan coastal clean-up. Pada kegiatan PPM ini dilakukan dua agenda. Agenda pertama yaitu penyuluhan mengenai dampak pencemaran dan pengelolaan sampah plastik oleh perwakilan dari NGO “CLEAR Community Indonesia”. Agenda kedua yaitu memunguti sampah plastik di sepanjang Pantai Timur Pangandaran. Dari kegiatan aksi langsung berupa pemungutan sampah ditemukan bahwa kharakteristik sampah di pesisir Pantai Pangandaran adalah bungkus plastik makanan, sedotan, botol, dan tutup plastik yang merupakan limbah rumah tangga dan industri rumah makan.
Sampah; Pantai Timur; Pangandaran; Coastal Clean-up 2022-08-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41241 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i2.41241
1671559 #8617 Penerapan Kesehatan Pada Sapi Perah Melalui Upaya Pemberian Obat Cacing Di Wilayah Kecamatan Sukaresmi Anggota Koperasi Peternak Sapi Cianjur Utara Christi, Raden Febrianto
Salman, Lia Budimulyati
Suharwanto, Dwi
Edianingsih, Primiani
Sudrajat, Ajat
Kesehatan merupakan aspek penting untuk peternakan sapi perah karena dapat mempengaruhi performa produksi susu. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini ditujukan untuk peternak sapi perah di Kecamatan Sukaresmi yang merupakan anggota Koperasi Peternak Sapi (KPS) Cianjur Utara. Metode dalam kegiatan ini adalah secara langsung dengan pemberian obat cacing kepada sapi induk laktasi, sapi pejantan dan pedet secara oral atau melalui mulut. Pemberian 40 mL untuk sapi dewasa dan anak sapi 20 mL setengah dari ternak sapi perah dewasa. Banyak kendala yang dihadapi oleh peternak rakyat berkaitan dengan masalah kesehatan khususnya kejadian cacingan yang berdampak kepada individu ternak. Permasalahan tersebut juga diakibatkan dengan kurangan pemahaman tentang pencegahan penyakit yang terjadi sebagai bentuk dari manajemen kesehatan. Penyelenggaraan diskusi serta aplikasi pemberian obat cacing mampu diterima oleh peternak sapi perah kecamatan sukaresmi anggota koperasi peternak sapi cianjur utara guna untuk menunjang kesehatan. Kajian pengetahuan yang diberikan melalui pemberian obat cacing mampu diterima dan diaplikasi dengan baik oleh peternak dibantu petugas kesehatan hewan
kesehatan, sapi perah, obat cacing, KPS Cianjur 2024-02-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/52187 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i1.52187
1671558 #8617 Pemberdayaan Kelompok Bank Sampah Geulis Terhadap Pengolahan Feses Domba dan Limbah Plastik Sebagai Upaya Penanganan Limbah Berkelanjutan di Cijulang Pangandaran Wulansari, Asri
Mayasari, Novi
Firmansyah, Indra
Maulana, Yasin Pradana
Febrianto, Firman
Ismiraj, Muhammad Rifqi
Kegiatan ini bertujuan untuk berkontribusi dalam pemberdayaan Kelompok Bank Sampah Geulis di Desa Cijulang, Pangandaran, melalui pendekatan terpadu yang mengombinasikan pengolahan kotoran domba dan daur ulang sampah anorganik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan dengan melatih peserta untuk mengubah kotoran domba menjadi pupuk organik serta memanfaatkan botol plastik sebagai wadah media tanam. Kegiatan PPM ini dilaksanakan melalui 3 tahapan yang terdiri atas identifikasi permasalahan di bank sampah, kegiatan sosialisasi yang terdiri atas pemaparan materi melalui metode ceramah, demonstrasi langsung, dan survei penilaian pre-dan post-test untuk mengukur dampak dari kegiatan dan diakhiri dengan tahap terakhir yang memuat program integrasi peternakan dan bank sampah disertai survei kepuasan. Analisis statistik hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, dengan nilai p sebesar t < 0,001, menegaskan efektivitas program. Selain itu, 80% peserta menyatakan kepuasan terhadap komponen praktis dan edukatif program. Keberhasilan pertumbuhan berbagai tanaman menggunakan media tanam berbasis pupuk kotoran domba membuktikan bahwa material ini berpotensi menjadi alternatif pupuk yang berkelanjutan. Inisiatif ini memberikan model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat diterapkan secara luas, menawarkan manfaat ekologis dan ekonomi, serta memberikan wawasan untuk pengembangan praktik berkelanjutan di kalangan masyarakat lokal.
Pengelolaan sampah berkelanjutan, Pemberdayaan komunitas, Pupuk kotoran domba, Daur ulang plastik, Pelestarian lingkungan. 2025-02-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60802 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.60802
1671557 #8617 Eskalasi Pengetahuan Perkandangan Sapi Perah di Kelompok Ternak Mitra Amanah Pagerageung Tasikmalaya Christi, Raden Febrianto
Suryanah, Sari
Salimah, Aldena Bina
Suharwanto, Dwi
Sudrajat, Ajat
Tujuan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan kepada peternak sapi perah tentang perkandangannya. Kegiatan pengabdian ini telah melalui serangkaian kegiatan di lokasi dan diikuti oleh peternak sapi perah yang masuk pada anggota kelompok mitra amanah Kecamatan Pageurageung Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini dibagi menjadi 5 tahapan yaitu 1) Evaluasi awal kegiatan tentang materi yang diberikan 2) Penjelasan materi kecukupan kebutuhan pakan berdasarkan hasil analisis bahan pakan 3) Diskusi atau tanya jawab. 5) evaluasi akhir kegiatan terhadap materi yang sudah disampaikan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan perkandangan pada peserta setelah diberikan kegiatan pematerian. Jenis tipe kandang yang digunakan di kelompok adalah kandang koloni dewasa dan kandang pedet. Fungsi peran kandang untuk melindungi ternak dari luar serta memberikan kenyamanan terhadap ternak. Ukuran kandang koloni dengan menunjang pada kebutuhan individu ternak. Suhu dan kelembapan yang harus ideal agar menghasilkan performa yang optimal. Perbedaan peternakan skala rakyat dan modern yang dilihat dari kepemilikan lahan yang berpengaruh terhadap jumlah ternak yang dipelihara serta bahan penyusun kandang.  Oleh karena itu, perlu pendampingan terhadap penerapan kajian materi yang telah diberikan dalam manajemen pemeliharaan sapi perah di kelompok tersebut.
perkandangan, sapi perah, mitra amanah, pagerageung, tasikmalaya 2025-08-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65618 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.65618
Menampilkan 1.601 - 1.620 dari total 1.550.696 data