| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671116 | #5875 | EVALUASI KUALITAS PAKAN TERHADAP INDEKS PERFORMA AYAM RAS PEDAGING DI SULAWESI SELATAN | Amin, Sapta Priyana |
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pakan ayam ras pedaging para peternak kemitraan terhadap indeks performa yang dibedakan berdasarkan jenis kandang, musim, dan ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian menggunakan data sekunder dari  PT. BSB yang melakukan kemitraan ayam ras pedaging di 4 kabupaten yaitu Barru, Bone, Jeneponto dan Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data performa 280 peternak kemitraan selama 3 tahun dari tahun 2019, 2020, dan 2021. Data hasil pengujian mutu pakan dari laboratorium BPMKP Cikole Jawa Barat, pabrik pakan dan Fakultas Peternakan Universitas Hassanudin Makassar. Variabel yang diamati adalah kesesuaian hasil uji pakan periode prestarter (BR0), starter (BR1) dan finisher (BR2), bobot badan, umur panen, konsumsi pakan, mortalitas, feed convertion ratio (FCR), dan indeks performa (IP). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika berbeda nyata diuji dengan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrisi dari ketiga jenis pakan yang digunakan oleh peternak mitra sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Jenis kandang, musim, dan ketinggian tempat berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan, bobot badan, FCR, dan mortalitas ayam ras pedaging. Kesimpulan dari penelitian ini adalah IP kandang close house 351,93 ± 24,24 lebih tinggi dibanding kandang open house 320,62 ± 21,18. Kata kunci : close house, indeks performa, open house, pakan ayam ras pedaging
|
2023-08-09 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/46766 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i2.46766 | |
| 1671115 | #5875 | The effect of fermentation water spinach (ipomoea aquatica forsk.) Flour on performance super native chicken grower phase |
Silitonga, Lisnawaty Yuanita, Iis Pudjirahayu, Asri ma'rifah, siti Siburian, Rusmayanti |
The aim of the study was to determine the effect of water spinach fermentation (Ipomoea aquatica Forsk.) on the performance and Income Over Feed Cost (IOFC) of super native chickens in at grower phase. The material used water spinach flour which was fermented anaerobically for 14 days then mixed in the diets. The research treatment used super free-range chicken aged 4-8 weeks, EM4, and granulated sugar. The rations consisted of ground corn, fine bran, palm kernel cake, tofu dregs, fish meal, minerals and fermented water spinach flour. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 6 replications, each replication containing 4 free-range chickens in the grower phase of 4 weeks old. P0 (basal diet without fermented water spinach flour). P1 (basal diet with 3% fermented water spinach flour), P2 (basal diet with 6% fermented water spinach flour), P3 (basal diet with 9% fermented water spinach flour). Parameters observed included ration consumption (g), body weight gain (g), ration conversion, final body weight (g), Income Over Feed Cost (IOFC), and mortality. The results of the analysis showed that the provision of fermented water spinach flour was not significantly different from ration consumption, body weight gain, feed conversion ration, and final body weight. The use of fermented water spinach flour up to 9% in the growt of super native chickens being quite good due to the increasing by feed intake, body weight gain, final final weight, and low feed conversi ration. The best level of using fermented water spinach flour on the Income Over Feed Cost (IOFC) of super native chickens in the grower phase is in the P2 treatment, which 6% could be provides greater benefits than other treatments. Percentage mortality was low. Key words : Super chicken grower phase, fermented water, spinach flour
|
2025-01-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/58931 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i4.58931 | |
| 1671114 | #5875 | PENGARUH PEMBERIAN TIMBAL(Pb) DALAM AIR MINUM DAN DEDAK DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI RANSUM, BOBOT BADAN DAN KONVERSI RANSUM PADA ITIK MASA TUMBUH AKHIR | Kamil, Kurnia A. |
Tingginya polusi cemaran logam berat seperti timbal (Pb) mempengaruhi buruknya kualitas air lingkungan sehingga memberikan andil terhadap bidang peternakan khususnya performan itik. Teknologi yang bisa dikembangkan untuk mereduksi kadar logam berat timbal pada unggas khususnya itik yaitu antara lain dengan cara pemberian fitat dalam ransum karena fitat mampu mengikat logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan dan konversi ransum pada itik Cihateup yang diberi perlakuan timbal (Pb) dalam air minum dan kandungan fitat dalam ransum. Sebanyak 64 ekor itik dengan ulangan 4 kali digunakan pada penelitian ini. Adapun rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 4 x 4. Faktor pertama adalah kadar timbal yang diberikan dalam air minum dengan tingkat 0 (R0), 30 (R1), 60(R2) dan 90 (R3) ppm. Faktor kedua adalah kandungan dedak dalam ransum dengan masing-masing 0, 15, 30 dan 45%. Persentase dedak ini akan menentukan pula kadar fitat yang dikandung oleh perlakuan ransum sehingga tiap ransum perlakuan berturut-turut mempunyai fitat 0,88; 1,22; 1,50; dan 1,59%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kandungan dedak sampai 30% tergolong optimal untuk meningkatkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan, sedangkan konversi ransum yang optimal diperoleh pada perlakuan dedak 15% dalam ransum.Kata Kunci: itik, timbal, Â performans
|
2020-07-16 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28572 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i2.28572 | |
| 1671113 | #5875 | PENGARUH PERBEDAAN MEDIA PERTUMBUHAN MIKROORGANISME LOKAL SEBAGAI INOKULAN DALAM FERMENTASI KULIT SINGKONG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, KECERNAAN BAHAN ORGANIK, DAN pH RUMEN SECARA IN VITRO | Septian, Mohamad Haris |
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai kecernaan bahan kering (KcBK), nilai kecernaan bahan organik (KcBO), dan nilai pH rumen yang diuji secara in vitro dalam fermentasi anaerob kulit singkong dengan biostarter Mikroorganisme Lokal (MOL) dari media pertumbuhan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan meliputi P0 (1 kg kulit singkong + 1% EM4 + 3% molases), P1 (1 kg kulit singkong + 1% MOL1 + 3% molases), P2 (1 kg kulit singkong + 1% MOL2 + 3% molases), P3 (1 kg kulit singkong + 1% MOL3 + 3% molases). Data dianalisis menggunakan analylis of variance (ANOVA). Fermentasi anaerob kulit singkong dengan penambahan berbagai biostarter MOL memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai KcBK, nilai KcBO dan nilai pH cairan rumen secara in vitro. Nilai rerata pada P0, P1, P2, dan P3 masing-masing untuk KcBK adalah 60,38%; 59,43%; 54,94%; 54,41%; untuk KcBO adalah 64,03%; 63,23%; 58,78%; 58,69%; dan untuk pH cairan rumen adalah 6,71; 6,62; 6,58; 6,63. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunakan berbagai biostarter MOL dapat digunakan untuk menggantikan biostarter komersil EM4 dalam proses fermentasi kulit singkong. Kata kunci: fermentasi kulit singkong, MOL   ABSTRACT The study aims to identify the Digestibility of Dry Matter (KcBK), Organic Matter Digestibility (KcBO) values, and rumen pH values tested in vitro in anaerobic fermentation of cassava peels with Indigenous Microorganisms (MOL) biostarter from different growth media. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications including P0 (1 kg of cassava peel + 1% EM4 + 3% molasses), P1 (1 kg of cassava peel + 1% IMO1 + 3% molasses), P2 (1 kg of cassava peel + 1% IMO2 + 3% molasses), P3 (1 kg of cassava peel + 1% IMO3 + 3% molasses). The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Anaerobic fermentation of cassava peels with the addition of various IMO biostarters gave not significantly different results (P>0.05) on KcBK values, KcBO values, and rumen fluid pH values in vitro. The average scores at P0, P1, P2, and P3 for KcBK were 60.38%; 59.43%; 54.94%; 54.41%; for KcBO were 64.03%; 63.23%; 58.78%; 58.69%; and for rumen fluid pH were 6.71; 6.62; 6.58; 6,63. The results of the study concluded that the use of various IMO biostarters can be used to replace the commercial EM4 biostarter in the cassava peel fermentation process. Keywords: cassava peel fermentation, IMO
|
mikroorganisme lokal; kulit singkong; dedak fermentasi | 2023-11-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48892 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i3.48892 |
| 1671112 | #5875 | Pengaruh Pemberian Limbah Buah Durian Fermentasi dengan Trichoderma sp. dalam Ransum terhadap Performa Ayam Petelur |
Yuniar, Dhea Alfita Saefulhadjar, Deny Ramadhan, Rahmad Fani |
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek dan dosis dari penggunaan limbah buah durian fermentasi dengan Trichoderma sp. pada ransum terhadap performa ayam petelur. Penelitian dilakukan selama 28 hari dengan ayam petelur strain Lohmann Brown berumur 38 minggu berjumlah 40 ekor. Perlakuan pada penelitian terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, meliputi P0 (ransum tanpa mengandung limbah buah durian fermentasi (LBDF)), P1 (ransum dengan 5% LBDF), P2 (ransum dengan 10% LBDF), P3 (ransum dengan 15% LBDF), dan P4 (ransum dengan 20% LBDF). Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah performa pada ayam petelur yang meliputi, konsumsi ransum, produksi telur, bobot telur, dan konversi ransum. Hasil analisis statistik memberikan hasil bahwa pemberian limbah buah durian yang difermentasi dengan Trichoderma sp. memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi telur dan konsumsi ransum, serta tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot telur dan konversi ransum. Penggunaaan LBDF pada ransum sebesar 5% (P1) memberikan pengaruh terbaik dalam performa pada ayam petelur.
|
durian fruit waste, fermentation, Trichoderma sp., laying hens | 2025-08-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/64476 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v7i2.64476 |
| 1671111 | #5875 | PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK FERMENTASI TERHADAP KUALITAS FISIK DAN pH SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) |
Aglazziyah, Hansa Ayuningsih, Budi Khairani, Lizah |
Silase merupakan pengawetan hijauan pakan ternak melalui fermentasi anaerob sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama dan memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak fermentasi terhadap kualitas fisik dan pH silase rumput gajah cv. Hawaii. Penelitian dilaksanakan pada 3 November 2019 – 15 Januari 2020 di kelompok ternak Mekar Jaya, Dusun Cikangkung RT 01 RW 03, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran serta Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas P1 (penggunaan 1% dedak fermentasi), P2 (penggunaan 3% dedak fermentasi), dan P3 (penggunaan 5% dedak fermentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dedak fermentasi dengan berbagai dosis mempengaruhi warna dan aroma silase, namun tidak mempengaruhi tekstur dan pH silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Penggunaan dedak fermentasi dosis 5% menghasilkan silase dengan kategori terbaik yaitu mempunyai warna hijau kekuningan dan aroma asam fermentasi.
|
2020-09-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/30290 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i3.30290 | |
| 1671110 | #5875 | PENGARUH PEMBERIAN GIBERELIN (GA3) PADA BENIH TANAMAN PAKAN HIJAUAN Corchorus aestuans TERHADAP WAKTU BERKECAMBAH DAN JUMLAH KECAMBAH PADA KULTUR JARINGAN | Nelvin, NELVIN |
Tanaman Corchorus aestuans merupakan tanaman pakan dan memiliki kandungan anti-inflamasi yang berfungsi sebagai obat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh giberelin terhadap waktu berkecambah dan jumlah kecambah pada tanaman Corchorus aestuans menggunakan metode kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu P0 = kontrol (tanpa pemberian giberelin), P1 = 100 ppm, P2 = 200 ppm, P3 = 300 ppm, P4 = 400 ppm. Setiap perlakuan diulang 4 kali yang menghasilkan 20 unit percobaan. Data hasil penelitian diolah menggunakan analisis sidik ragam dan menggunakan uji lanjut jarak berganda Duncan sebagai uji lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian giberelin (GA3) berpengaruh nyata pada waktu berkecambah dengan waktu tercepat mulai terbentuk kecambah 8 HST pada perlakuan 300 ppm, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah kecambah.
|
Corchorus aestuans, giberelin, dormansi, kultur jaringan, zat pengatur tumbuh. | 2022-07-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/39899 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i1.39899 |
| 1671109 | #5875 | DAMPAK PEMBERIAN TEPUNG BAWAH PUTIH TERHADAP PROFIL LIPID LIVER DAN PLASMA DARAH PUYUH YANG MENGALAMI CEKAMAN PANAS |
Sahara, Eli Sandi, Sofia Sari, Meisji Liana |
Temperatur yang tinggi penyebabkan penurunan fungsi fisiologis dan metabolisme nutrien, sehingga berdampak terhadap penurunan produksi dan pengaturan panas tubuh. Penambahan bahan alamiah seperti tepung bawang putih merupakan salah satu teknik untuk menanggulangi dampak buruk stres panas tersebut. Dua ratus ekor puyuh berjenis kelamin betina, dengan rata-rata berat badan 124,52±4,13 g, berumur 12 minggu, telah digunakaan dalam percobaan ini, untuk mengkaji dampak penambahan tepung bawang putih dalam ransum terhadap profil lipid liver dan plasma darah puyuh. Sampel ternak puyuh dibagi kedalam empat group perlakuan, masing-masing 50 ekor. Perlakuan percobaan, terdiri dari kelompok puyuh dengan penambahan tepung bawang putih masing- masing 5, 30, 55 dan 80 g/kg ransum. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung bawang putih mampu menurunkan profil lipid tapi tetap meningkatkan HDL meskipun dalam keadaan stress panas. Tepung bawang putih memiliki peran penting dalam mencegah perubahan metabolisme lipid secara berlebihan, sehingga secara keseluruhan mampu menurunkan lipid, tapi transportasi lipid ke liver tetap dipertahankan melalui peran HDL.
|
2019-12-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/25426 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v1i1.25426 | |
| 1671108 | #5875 | PENGARUH PROTEKSI PROTEIN BUNGKIL KEDELAI DENGAN CAIRAN BATANG PISANG TERHADAP KONSENTRASI AMONIA DAN UNDEGRADED DIETARY PROTEIN (UDP) PADA RUMEN DOMBA (IN VITRO) | Tanuwiria, Ujang Hidayat |
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh proteksi protein bungkil kedelai oleh cairan batang pisang terhadap konsentrasi amonia dan Undegraded Dietary Protein (UDP) (in vitro). Penelitian dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan disusun seperti berikut: T0 (bungkil kedelai+tanin 0%), T1 (bungkil kedelai+tanin 0,5%), T2 (bungkil kedelai+tanin 1%), T3 (bungkil kedelai+tanin 1,5%). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan uji Polinomial Ortogonal dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proteksi tanin cairan batang pisang pada bungkil kedelai menurunkan konsentrasi amonia mengikuti persamaan y=6,267-11,27x+16x2-6,2x3(R2=0,803) dan meningkatkan UDP mengikuti persamaan y=29,224+17,025x(R2=0,955). Konsentrasi amonia terendah dihasilkan oleh T1 (bungkil kedelai+0,5% tanin) dan kandungan Undegraded Dietary Protein tertinggi dihasilkan oleh T3 (bungkil kedelai+1,5% tanin).Kata kunci: Bungkil Kedelai, Tanin, Amonia, Undegraded Dietary Protein, Proteksi Protein, Cairan Batang  Pisang, In Vitro
|
2021-03-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35996 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i1.35996 | |
| 1671107 | #5875 | Prospects Of Development Of Sorghum As Ruminant Feed-In Indonesia |
Korima, Inge Mansyur, Mansyur Setiyatwan, Hendi |
Sorghum plants can be developed in Indonesia as feed for ruminants. This is due to agro-ecological conditions that can be tolerant of land conditions in Indonesia. Dry land can be used for the growth of sorghum because sorghum is a cereal with low water content. The harvest method can be carried out at the age of 85 days to 90 days, due to the high content of organic matter, dry matter, and crude protein. By-products of sorghum or sorghum waste in the form of leaves and stems can be used as forage for ruminants. Antinutrient substances in sorghum can be processed with silage technology to maintain nutrients, feed reserves for a long time, and increase digestibility in the rumen of ruminants to increase feed efficiency.
|
Sorghum; Silage; Ruminants | 2022-09-15 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40352 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i3.40352 |
| 1671106 | #5875 | DENSITAS DAN UJI LIGNIN FRAKSI POLLARD |
Rosani, Urip Hernaman, Iman |
Pollard adalah bahan pakan yang berasal dari hasil ikutan penggilingan biji gandum menjadi tepung terigu. Dalam proses penggilingan menghasilkan fraksi-fraksi di dalam pollard tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui densitas dan uji lignin pada masing-masing fraksi pollard. Proses fraksinasi pollar menggunakan Siever Shaker dengan mesh 10, 20, 30, 40 dan 50 lalu diukur proporsinya, densitas, dan uji lignin menggunakan larutan phloroglucinol. Pembacaan kandungan lignin berdasarkan warna dengan menggunakan aplikasi Color Grab. Data hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukan bahwa terdapat perbedaan prosentase dari fraksi pollard dengan prosentase tertinggi diperoleh pada fraksi mesh 50 yaitu sebanyak 29,14%. Semakin tinggi mesh atau kerapatan saringan menghasilkan densitas yang semakin tinggi pula. Densitas tertinggi pada fraksi mesh 50 sebesar 357,11 g/l. Perubahan warna untuk masing-masing fraksi relatif sama dengan nilai warna merah antara 151-162. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pollard memiliki fraksi dengan prosentase yang berbeda-beda dan setiap fraksi memiliki kandungan lignin yang rendah.
|
fraksi, densitas, pollard, phloroglucinol, lignin | 2024-07-08 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/49974 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i2.49974 |
| 1671105 | #5875 | PENGARUH SUBSTITUSI ADITIF MOLASES DENGAN LUMPUR KECAP PADA ENSILASE TANAMAN JAGUNG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM DOMBA GARUT JANTAN | Sanjaya, Renaldi |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi aditif molases dengan lumpur kecap pada ensilase tanaman jagung terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum Domba Garut jantan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian ransum mengandung 70 % silase tanaman jagung pada berbagai substitusi molases dengan lumpur kecap dan 30 % konsentrat, yaitu P0 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% molases serta 30% konsentrat, P1 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 3,75% molases dan 1,25% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P2 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 2,5% molases dan 2,5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P3 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 1,25% molases dan 3,75% lumpur kecap serta 30% konsentrat dan P4 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, tiap perlakuan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa substitusi aditif molases dengan lumpur kecap sampai taraf 5 % pada ensilase tanaman jagung tidak memberikan pengaruh  terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum pada Domba Garut jantan.
|
2022-01-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29916 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i3.29916 | |
| 1671104 | #5875 | DINAMIKA JAGUNG LOKAL YANG DISERAP PABRIK PAKAN TAHUN 2019 - 2021 | Pradityo, Puguh Susilo |
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dinamika serapan jagung lokal di pabrik pakan tahun 2019-2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif menggunakan.Analisis regresi digunakan untuk membuat model estimasi pemanfaatan jagung lokal (Y). Variabel yang diamati adalah produksi jagung lokal (X1), kapasitas silo (X2), produksi pakan unggas (X3), harga jagung lokal yang diterima oleh pabrik pakan (X4), harga jagung dunia (X5), kadar air jagung (X6), stok jagung pabrik pakan (X7), dan kecukupan jagung (X8) dari 83 perusahaan pabrik pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian jagung lokal oleh pabrik pakan adalah 6.659 ribu ton (2019), 6.662 ribu ton (20200, dan 6.163 ribu ton (2021). Kecukupan jagung lokal untuk mendukung produksi pakan unggas pada tahun 2019 adalah 47 hari, pada tahun 2020 adalah 52 hari, dan pada tahun 2021 adalah 40 hari. Model terbaik untuk pemanfaatan jagung lokal adalah Y = 9200 + 0,754 X3 - 0,332 X5 + 0,394X7 (R2 = 0.707). Variabel yang mempengaruhi penyerapan jagung lokal adalah produksi pakan unggas, harga jagung dunia, dan stok jagung pabrik pakan.
|
Jagung, pakan, serapan, unggas | 2023-07-21 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/46993 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i1.46993 |
| 1671103 | #5875 | Identifikasi Kecukupan Mineral Mikro Selenium dan Zinc pada Pakan Sapi Perah Awal Laktasi di Koperasi Sarono Makmur, Sleman, Yogyakarta |
Anam, Moh Sofiul Agus, Ali Widyobroto, Budi Prasetyo Gunawan, Gunawan Astuti, Andriyani |
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan dan kecukupan mineral mikro selenium (Se) dan zinc (Zn) dalam pakan sapi perah pada fase awal laktasi di Koperasi Sarono Makmur, Sleman, Yogyakarta. Dilakukan pengambilan sampel bahan pakan berupa hijauan dan konsentrat yang digunakan sebagai pakan dari 24 ekor sapi perah awal laktasi (days in milk <100 hari). Mineral mikro dianalisis menggunakan instrumen inductively coupled plasma mass spectrometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Se dalam bahan pakan hijauan berkisar antara 0,03-0,20 mg/kg BK (bahan kering), sedangkan Se dalam bahan pakan konsentrat berkisar antara 0,16-0,64 mg/kg BK. Kandungan Zn dalam hijauan berkisar antara 12,75-33,10 mg/kg BK, sedangkan Zn dalam konsentrat berkisar antara 35,50-73,50 mg/kg BK. Kandungan Se dan Zn dalam ransum masing-masing yaitu 0,16 dan 28,93 mg/kg BK. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kandungan mineral mikro Se dan Zn pada berbagai jenis bahan pakan hijauan dan konsentrat di Koperasi Sarono Makmur, Sleman, Yogyakarta menunjukkan nilai yang bervariasi. Selain itu, kadar Se dan Zn dalam ransum masih berada di bawah standar yang direkomendasikan untuk sapi perah laktasi. Oleh karena itu, suplementasi mineral tersebut perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas pakan dan mendukung kesehatan serta produktivitas sapi perah awal laktasi.
|
kecukupan, pakan, sapi perah, selenium, zinc | 2024-11-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56487 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i3.56487 |
| 1671102 | #5875 | STUDI POTENSI EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) YANG DI SUPLEMENTASI MINERAL TEMBAGA DAN SENG TERHADAP PEMANFAATAN RANSUM AYAM SENTUL |
Abdullah, Maulanan Yusuf Muhammad, Afif Asmara, Indrawati Yudha Widjastuti, Tuti Setiyatwan, Hendi |
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) yang di suplemetasi mineral tembaga dan seng terhadap imbangan efisiensi protein, kecernaan bahan kering, bahan organik, protein pada ayam Sentul. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0 (ransum basal), P1 (P0 + ekstrak kulit manggis (EKM) 60 mg/kg + CuSO4 0,3 mg/kg + ZnO 2,4 mg/kg), P2 (P0 + EKM 120 mg/kg + CuSO4 0,6 mg/kg + ZnO 4,8 mg/kg) P3 (P0 + EKM 180 mg/kg + CuSO4 0,9 mg/kg + ZnO 7,2 mg/kg), dan P4 (P0 + EKM 240 mg/kg + CuSO4 1,2 mg/kg + ZnO 9,6 mg/kg). Data dianalisis mengunakan Analisis Ragam dan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak kulit manggis nyata meningkatkan nilai imbangan efisiensi protein, kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein pada ayam Sentul. Disimpulkan bahwa penambahan ekstrak kulit manggis 120 mg/kg ransum yang di suplementasi CuSO4 0,6 mg/kg ransum dan ZnO 4,8 mg/kg ransum menghasilkan nilai imbangan efisiensi protein 1,61, kecernaan bahan kering 75,11% , bahan organik 78,64% dan protein 75,34%.
|
2020-03-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26670 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i1.26670 | |
| 1671101 | #5875 | The Effect of Irradiation Methods on Biomass Yield on Mix of Corn (zea mays) and Mung Bean (Vigna radiata) with Hydroponic system |
Susilawati, Iin Khairani, Lizah |
The objectives of this research was to find effect of irradiation methods on the production of biomass fresh weight, leaf and root dry weight on combination of mung bean and corn with hydroponic system. This research was design with experimental method using Completely Randomized Design  with 2 treatmens and 9 replications. The observed of P1 = irradiation method with the sunlight for  12 hours and P2 = irradiation method with LED grow light 7. watt for  16 hours. Parameters observed were biomass fresh weight,  leaf and root dry weight Data were analyzed using of two samples Independent T-tes. The result showed that biomass fresh weight and leaf dry weight of irradiation with LED  higher  than irradiation with the sunlight,  the average’s 3155,844 g/m2, and 55,14 g/m2, but no significant effect on dry weight of root.
|
mung bean, corn, hydroponic, irradiation, biomass. | 2023-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/47880 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i2.47880 |
| 1671100 | #5875 | Pengaruh Pemberian Gula Aren dan Gula Pasir Terhadap Kualitas Silase daun Singkong |
Nur Huda, Alfahri Sobriyan Falah, Reo Radius |
Limbah daun singkong bisa dijadikan alternatif sebagai ketersediaan bahan pakan karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap kualitas silase daun singkong yang baik dengan penambahan zat aditif yang berbeda dan level yang berbeda. Materi dalam penelitian ini berupa daun singkong ( Manihot esculent crantz ) , zat aditif (gula pasir dan gula aren), EM-4 (Effective Microorganism-4). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan ulangan 4 kali. Perlakuan terdiri dari P0 sebagai kontrol, P1 = gula pasir 5%, P2 = gula Aren 5%, P3 = gula Pasir 10%, P4 = gula Aren 10% dengan lama simpan 21 hari. Variabel yang diamati adalah Uji Organoleptik (warna,aroma,tekstur), nilai pH, kadar udara (%), dan bahan kering (%). Analisis data yang dipakai Analisis Varians (ANOVA) bila hasil analisis ragam menunjukkan pengaruh nyata yang dilakukan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan pemberian aditif gula aren memberikan pengaruh terhadap warna, tekstur aroma dan pH silase daun singkong, namun tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap kadar air dan bahan kering. Pemberian aditif gula aren sampai sampai level 10% dinilai mampu meningkatkan kualitas silase.
|
daun singkong, silase, gula aren, gula pasir | 2025-06-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61945 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v7i1.61945 |
| 1671099 | #5875 | PENGARUH PEMBERIAN MOLASES PADA ENSILASE CAMPURAN KULIT NENAS DAN TONGKOL JAGUNG TERHADAP NILAI PH DAN KONSENTRASI ASAM LAKTAT |
Putri, Sarfina Nadilah Budiman, Atun Dhalika, Tidi |
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian molases pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung terhadap nilai pH dan konsentrasi asam laktat. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan pada penelitian ini adalah persentase pemberian aditif pada ensilage campuran kulit nenas dan tongkol jagung, yaitu P1 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung tanpa penambahan molases), P2 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 1% molases), P3 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 2 % molases), P4 (ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung dengan pemberian 3 % molases), setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diukur untuk melihat respon percobaan adalah nilai pH dan konsentrasi asam laktat dari silase yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian molases pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung tidak memberikan pengaruh terhadap nilai pH dan konsentrasi asam laktat. Persentase pemberian molases sampai 3 % pada ensilase campuran kulit nanas dan tongkol jagung menghasilkan nilai pH antara 3,32 – 3,44 dengan konsentrasi asam laktat antara 2,61 – 2,81%. Kata Kunci : ensilase, kimia pakan
|
2020-09-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29914 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i3.29914 | |
| 1671098 | #5875 | META-ANALISIS: PENGARUH SUBSTITUSI JAGUNG DENGAN BAHAN PAKAL LOKAL TERHADAP KUALITAS DAGING AYAM PEDAGING | Adli, Danung Nur |
Upaya efisiensi pakan perlu dilakukan apabila ditinjau dari aspek tersebut. Salah satu upaya adalah mengganti bahan baku pakan utama seperti jagung, dan bungkil kedelai dengan bahan baku pakan lokal. penelitian ini menggunakan teknik meta-analisis untuk mengintegrasikan 75 data dari sembilan jurnal yang mengandung informasi penggantian jagung dengan bahan baku lokal. Teknik meta-analisis diawali dengan pengumpulan data dari beberapa publikasi ilmiah yang mengandung data kadar tanin dan kualitas silase. Selanjutnya data tersebut ditabulasi dalam bentuk database dengan bantuan microsoft excel, dalam proses tabulasi ini satuan dari setiap data disamakan, setelah itu data ditabulasi dan dianalisis menggunakan comprehensive meta-anaysis ver3. Pengaruh penggatian jagung pada kualitas daging ayam pedaging juga tidak signifikan, hal ini dapat dilihat pada kandungan persentase karkas, bobot karkas, dan kolesterol dagingyang tidak berbeda antara silase yang di substitusi jagung dan tidak disubtitusi jagung. Namun untuk AIC terdapat indikasi penurunan jumlah kolesterol dalam daging dengan adanya penggantian jagung dalam bahan pakan (0,05 < P < 0,1). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggantian jagung tidak meningkatkan kualitas daging, namun penggantian jagung mampu menjaga kualitas daging dari proses pembusukan yang terlalu tinggi.
|
2022-07-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26716 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i4.26716 | |
| 1671097 | #5875 | PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina) DALAM RANSUM TERHADAP GAMBARAN HEMATOLOGIS PADA AYAM PETELUR FASE AFKIR | Firdaus, Rizal Faturrohman |
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung daun Afrika dalam ransum pada ayam petelur terhadap hematologinya. 20 ekor ayam petelur strain Hy-line yang berumur 110 minggu ditempatkan di kandang baterai dan diberi pakan dengan kandungan protein kasar 16-18% sebanyak 120 gram per hari. Mereka juga diberi air minum adlibitum. Studi ini dilakukan menggunakan metode eksperimental yang dirancang dengan racangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yang diulang sebanyak lima kali. Perlakuan yang diberikan pada ransum adalah suplementasi tepung daun Afrika pada level P0: 0% (kontrol), P1: 1%, P2: 2%, dan P3: 3%. Variabel hematologis yang diukur termasuk eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan leukosit. Analisis Sidik Ragam kemudian digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan leukosit ayam petelur tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) oleh pemberian tepung daun Afrika dalam ransum sebesar 0%, 1%, 2%, dan 3%. Kesimpulannya, pemberian tepung daun Afrika sampai 3% tidak mempengaruhi profil hematologi ayam petelur.Kata Kunci: ayam petelur, tepung daun Afrika, hematologi, ransum
|
2026-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/57239 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v7i3.57239 |