Hasil Scrape Artikel 1.550.696 Paper

ID ↓ ID URL Judul Penulis Deskripsi / Abstrak Subjek / Kata Kunci Tanggal Link Identifier
1671096 #5875 PENGARUH SUBSTITUSI ADITIF MOLASES DENGAN LUMPUR KECAP PADA ENSILASE TANAMAN JAGUNG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM DOMBA GARUT JANTAN Sanjaya, Renaldi
Dhalika, Tidi
Hidayat, Rahmat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi aditif molases dengan lumpur kecap pada ensilase tanaman jagung terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum Domba Garut jantan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian ransum mengandung 70 % silase tanaman jagung pada berbagai substitusi molases dengan lumpur kecap dan 30 % konsentrat, yaitu P0 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% molases serta 30% konsentrat, P1 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan  3,75% molases dan 1,25% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P2 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 2,5% molases dan 2,5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P3 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 1,25% molases dan 3,75% lumpur kecap serta 30% konsentrat dan P4 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, tiap perlakuan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa substitusi aditif molases dengan lumpur kecap sampai taraf 5 % pada ensilase tanaman jagung tidak memberikan pengaruh  terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum pada Domba Garut jantan.
2021-01-06 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31548 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i4.31548
1671095 #5875 PENGARUH PEMBERIAN NEW PROBIOTIK HERYAKI TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KONVERSI PAKAN PADA AYAM BROILER Majid, Wildan Nasrul
Saefulhadjar, Deny
Supratman, Hery
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum yang ditambah New Probiotik Heryaki dengan berbagai dosis terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan, serta mengetahui perlakuan mana yang menghasilkan pertambahan bobot badan tertinggi dan konversi pakan terendah pada ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2021 di Dusun Seklok, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang. Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 100 ekor ayam broiler strain Cobbs. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan P0 (Ransum basal/kontrol), P1 (Ransum basal ditambah 0,3% New Probiotik Heryaki), P2 (Ransum basal ditambah 0,6% New Probiotik Heryaki), dan P3 (Ransum basal ditambah 0,9% New Probiotik Heryaki). Setiap perlakuan memilki 5 ulangan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan New Probiotik Heryaki dengan berbagai dosis tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan.Kata Kunci: Broiler, konversi pakan, New Probiotik Heryaki, pertambahan bobot badan.
2022-08-15 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41132 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i2.41132
1671094 #5875 PENGARUH LAMA ENSILASE TEBON JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK HERYAKI POWDER TERHADAP KANDUNGAN NUTRISI Ramadhan, S.Pt, Dr. Rahmad Fani
Silase tebon jagung salah satupakanpengganti hijauansegaryang digunakan oleh peternakdi Indonesiauntuk pakan ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruhlama ensilase tebon jagung dengan pengambahanprobiotik Heryakipowderterhadap kualitasnutrisisilase tebon jagung yaitu bahan kering (BK) protein kasar (PK)dan serat kasar (SK).Penelitian dilakukan di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari lama silase 7, 14, 21, dan 28 hari. Tebon jagung diinokulasi dengan probiotik Heryakipowder sebanyak0,5%. Hasil penelitian menunjukkan kualitas nutrisi seperti CP dan CF berbeda nyata pada semua perlakuan dimana hasil terbaik pada lama ensilase 28 hari dengan nilai masing-masing sebesar 13,78% dan 20,89%. Penambahan probiotik heryaki powder sebanyak 0,5% dengan lama silase 28 hari dapat meningkatkan kualitas nutrisi silase tebon jagung.
Silase, tebon jangung, probiotik, heryaki powder. 2024-01-29 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48699 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i4.48699
1671093 #5875 KADAR KOLESTEROL, UREA, KREATININ DARAH DAN KOLESTEROL TELUR AYAM SENTUL DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU YANG DISUPLEMENTASI Cu DAN Zn Nurazizah, Nai
Nabila, Abidah Ishma
Adriani, Lovita
Widjastuti, Tuti
Latipudin, Diding
The research was conducted to know the effect of noni fruit extract supplemented by Cu and Zn on blood cholesterol and  egg yolk cholesterol, creatinin, and blood urea nitrogen of sentul chicken. The research was done from August until October 2019. Samples test was held in Physiology and Biochemistry Laboratory, Animal Husbandry Faculty, Padjadjaran University, Sumedang. The methods used experimental with a Completely Randomized Design (CRD) and the effect of treatment using Analysis of  Varience (ANOVA) followed by Orthogonal Polynomial. The treatment consisted of five kind with five repetitions, those are to =  without adding noni fruit extract and  Cu, Zn , t1= Ration + 60 mg/kg extract noni fruit suplemented Cu 0,06 mg and Zn 1,5 mg, t2= Ration+ 180 mg/kg extract fruit noni suplemented Cu 0,18 mg and Zn 3,0 m, t3= Ration + 240 mg/kg extract fruit noni suplemented Cu 0,24 mg and Zn 4,5 mg, t4= Ration + 360 mg/kg extract fruit noni suplemented Cu 0,36 and Zn 6,0 mg. The result showed that the effect of giving 360 mg/kg noni extract suplemented Cu 0,36 and Zn 6,0 mg was significant effect  decreasing blood cholesterol levet but non significant  decreasing egg yolk cholesterol, creatinin, and blood urea nitrogen levels of Sentul Chicken. Keywords:  noni fruit extract, cholesterol, urea, creatinin, blood, egg yolk              cholesterol, sentul chicken, mineral Cu and ZnThe research was conducted to know the effect of noni fruit extract supplemented by Cu and Zn on blood cholesterol and  egg yolk cholesterol, creatinin, and blood urea nitrogen of sentul chicken. The research was done from August until October 2019. Samples test was held in Physiology and Biochemistry Laboratory, Animal Husbandry Faculty, Padjadjaran University, Sumedang. The methods used experimental with a Completely Randomized Design (CRD) and the effect of treatment using Analysis of  Varience (ANOVA) followed by Orthogonal Polynomial. The treatment consisted of five kind with five repetitions, those are to =  without adding noni fruit extract and  Cu, Zn , t1= Ration + 60 mg/kg extract noni fruit suplemented Cu 0,06 mg and Zn 1,5 mg, t2= Ration+ 180 mg/kg extract fruit noni suplemented Cu 0,18 mg and Zn 3,0 m, t3= Ration + 240 mg/kg extract fruit noni suplemented Cu 0,24 mg and Zn 4,5 mg, t4= Ration + 360 mg/kg extract fruit noni suplemented Cu 0,36 and Zn 6,0 mg. The result showed that the effect of giving 360 mg/kg noni extract suplemented Cu 0,36 and Zn 6,0 mg was significant effect  decreasing blood cholesterol levet but non significant  decreasing egg yolk cholesterol, creatinin, and blood urea nitrogen levels of Sentul Chicken. Keywords:  noni fruit extract, cholesterol, urea, creatinin, blood, egg yolk              cholesterol, sentul chicken, mineral Cu and Zn
2020-03-22 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/25833 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i1.25833
1671092 #5875 KUALITAS FISIK PAKAN PELLET BERBAHAN AMPAS SAGU DENGAN PENAMBAHAN INDIGOFERA MENGGUNAKAN LEVEL TEPUNG TAPIOKA YANG BERBEDA Harahap, Anwar Efendi
Zain, Wieda Nurwidada Haritsah
Fauzi, Ahmad
Solfan, Bakhendri
This study aims to determine the physical quality of water content, specific gravit, stack angle, pile density, pile compaction density, and collision resistance pellet product with sago pulp utilization and indigofera leaves. This research used CRD Factorial. Factor A consist of 5 treatments  A4 = 40% Sago Pulp (SP) + 60% Indigofera Leaves (IL), A3 = 30% SP + 70% IL, A2 = 20% (SP) + 80% (IL), A1 = 10% (SP) + 90%, (IL),  A0 = 100% (IL) and Factor B consisting of 2 treatments B1 = 5% Tapioca Flour B2 = 10% Tapioca Flour with 3 replications each. The results showed that the interaction between sago pulp feed ingredients with the addition of indigofera leaves used adhesive material at different levels. It was concluded that the combination of sago and indigofera dregs (40% SP + 60% IL) levels can improve the quality of pellets in terms of density, pile angle, and pellet stack density
2022-01-24 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/30589 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i2.30589
1671091 #5875 PENGARUH SUPLEMENTASI FEED ADDITIVE TERHADAP KONVERSI RANSUM PEDET SAPI PERANAKAN FRIES HOLLAND JANTAN AYUNITA, ELSA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi feed additive terhadap konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan dan konversi ransum pedet sapi peranakan Fries Holland jantan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok ulangan berdasarkan umur. Enam belas ekor pedet sapi peranakan Fries Holland jantan dialokasikan ke dalam 4 perlakuan percobaan, yaitu P0 = tidak diberi feed additive, P1 = 0,5 mL feed additive, P2 = 1 mL feed additive, dan P3 = 1,5 mL feed additive. Hasil menunjukkan bahwa suplementasi feed additive tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Kesimpulan, suplementasi feed additive tidak memberikan pengaruh terhadap konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan dan konversi ransum pedet sapi peranakan Fries Holland jantan.Kata Kunci : Feed additive, pedet, konsumsi,  pertambahan bobot badan, konversi ransum
Feed additive, calves, consumption, average daily gain, feed conversion ratio 2023-04-05 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41155 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i4.41155
1671090 #5875 EVALUASI KUALITAS FISIK SILASE AMPAS TAHU DENGAN PENAMBAHAN AMPAS TEH Sinaga, Desi Maria
Rais, Harfina
Tingginya jumlah limbah ampas teh di Indonesia menjadi salah satu masalah yang harus diselesaikan. Pengolahan ampas teh menjadi pakan merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah industri hingga saat ini. Ruminansia yang mengonsumsi ampas tahu cukup tinggi sebagai sumber protein nabati, namun masalah penyimpanan dikarenakan tingginya kadar air ampas tahu sering menjadi masalah. Pengolahan menjadi silase salah satu upaya dalam pengawetan ampas tahu. Selain itu, penggunaan aditif sering menjadi pilihan oleh peternak untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas silase. Limbah ampas teh yang saat ini banyak dimanfaatkan di Indonesia dalam berbagai bidang, termasuk dunia peternakan. Penggunaan ampas teh juga dimanfaatkan sebagai aditif pakan. Penelitian ini ampas teh dimanfaatkan sebagai aditif pada silase ampas tahu. Kemudian, diamati kualitas fisik silase ampas tahu setelah adanya penambahan aditif ampas teh. Berdasarkan hasil penelitian penambahan ampas teh tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas fisik silase ampas tahu. Perlu dilakukan penelitian lanjut terhadap penggunaan proteksi dengan bahan berprotein tinggi.
tea dregs, fermentation, silage, waste 2024-07-24 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/53920 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i2.53920
1671089 #5875 Peluang Usaha Pengadaan Lumpur Sawit sebagai Bahan Pakan Ruminansia di Jawa Barat Taher, Solehudin
Jawa Barat merupakan propinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia yang berdampak pada tingginya kebutuhan pangan salah satunya adalah daging sehingga dibutuhkan peningkatan populasi ternak untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun hal ini dibatasi oleh berkurangnya lahan untuk hijauan dan semakin meningkatnya harga bahan pakan sehingga perlu dicari bahan pakan alternatif. Lumpur sawit merupakan salah satu limbah perkebunan yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Pengadaan lumpur sawit dari luar pulau jawa dapat dilakukan dikarenakan Jawa Barat termasuk propinsi dengan produksi kelapa sawit yang rendah. Hasil kajian menunjukkan bahwa peluang usaha pengadaan lumpur sawit di Jawa Barat sangat besar berdasarkan asumsi penggunaan untuk hewan ruminansia (sapi potong, domba, kambing) dan rendahnya produksi kelapa sawit di Jawa Barat.
2022-02-07 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37515 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i3.37515
1671088 #5875 The Effect of Addition of Various Media Substrates of Local Microorganisms (MOL) to Nutrient Content and Cyanide Acid Level Anaerobic Fermentation of Cassava Peels (Manihot utilissima) Septian, Mohamad Haris
ABSTRAK  Keterbatasan hijauan pakan menyebabkan perlunya pakan alternatif untuk memenuhi kebutuhan ternak, salah satu pakan alternatif yang dapat digunakan adalah kulit singkong terfermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai media substrat mikroorganisme lokal (MOL) terhadap kandungan nutrien dan asam sianida fermentasi anaerobik kulit singkong. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Desember 2022 di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tidar, Laboratorium CV. Chemmix, Bantul, Yogyakarta, dan di Laboratorium Institut Pertanian Bogor. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap. Kulit singkong diberi 4 perlakuan dan 5 ulangan, yang terdiri dari (P0) kulit singkong + 1% Effective micro-organism EM4 1%; (P1) kulit singkong + 1% MOL1; (P2) kulit singkong + 1% MOL2; (P3) kulit singkong + MOL3; dan (P4) kulit singkong + MOL4. Data dari hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam, jika hasilnya berbeda nyata dilanjutkan menggunakan uji Dunnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai MOL memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kasar dan HCN, namun tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap kadar air dan abu pada fermentasi kulit singkong.   Kata Kunci: Kulit singkong, air cucian beras, air rebusan kedelai, air limbah ampas tahu   ABSTRACT Limited forage causes the need for alternative feed to meet the needs of livestock, one of the alternative feeds that can be used is fermented cassava peels. This study aimed to determine the effect of adding various media substrates of local microorganisms (MOL) on the nutrient and cyanide acid content of cassava peels anaerobic fermentation. The research was conducted in September-December 2022 at the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Tidar University, CV. Chemmix Laboratory, Bantul, Yogyakarta, Bogor Agricultural Institute Laboratory. The study used a completely Randomize Method. Cassava peels were given 4 treatments and 5 replications, namely (P0) cassava peels + 1% EM4; (P1) cassava peels + 1% MOL1; (P2) cassava peels + 1% MOL 2; (P3) cassava peels + 1% MOL3. Data were analyzed using a Completely Randomized Design (CRD) and continued with the Dunnet test. The results showed that the addition of MOL had a significant effect (P<0.05) on crude protein content and HCN content but had no significant effect (P>0.05) on water content and ash content in the anaerobic fermentation of cassava peels.  Keywords: Cassava peels, rice-washing water, soybean-boiled water, tofu wastewater
Cassava peels; rice-washing water; soybean-boiled water; tofu wastewater; 2023-07-21 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/46470 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i1.46470
1671087 #5875 RESPON FISIOLOGIS SAPI BALI (BOS JAVANICUS) YANG DIPELIHARA PADA BERBAGAI LINGKUNGAN TERMAL DI INDONESIA: SEBUAH META-ANALISIS Azzahra, Tiara Alifia
Rachmadani, Fairuz Najla
Saputra, Rifky Adi
Rusdi, Rusdi
Lisanti, Elsa
Sapi Bali merupakan salah satu jenis sapi lokal asli Indonesia yang banyak diternakkan. Sapi Bali banyak disenangi karena memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh sapi lokal lainnya, seperti daya adaptasi yang tinggi, tidak selektif pakan, serta memiliki karkas yang tinggi, dan juga nilai produktif yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon fisiologis sapi bali yang dipelihara pada berbagai lingkungan termal di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meta-analisis, data sekunder yang didapat kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui respon fisiologis sapi pada cekaman termal. Berdasarkan pada hasil analisis diketahui bahwa berdasarkan pada nilai THI dapat diketahui bahwa sapi bali yang dipelihara pada berbagai lingkungan dan wilayah di Indonesia memiliki kisaran tingkat stres paling rendah adalah tidak terjadi stres dan paling tinggi adalah stres sedang. Sapi bali yang dipelihara pada lingkungan dataran tinggi menunjukkan tidak terjadi stress, sebab pada sapi bali menemukan zona nyamannya dalam melakukan termoregulasi. Sedangkan, ketika mengalami cekaman panas, sapi bali akan melakukan usaha pengeluaran panas dengan meningkatkan laju respirasinya. Selain itu, kondisi tempat pemeliharaan seperti adanya naungan juga dapat meringankan beban panas yang diterima oleh sapi Bali.
Cekaman Panas; Fisiologi; Sapi Bali 2025-01-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/55477 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i4.55477
1671086 #5875 PENGARUH PEMBERIAN RASIO RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Matt) DAN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) PADA SAAT KEMARAU TERHADAP TINGKAT STRES DOMBA DI BPPTDK MARGAWATI GARUT Nazhari, Salsabilla
Kamil, Kurnia A.
Permana, Ronnie
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rasio rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) dan Kaliandra (Calliandra calothyrsus) pada saat kemarau terhadap tingkat stres Domba Garut. Penelitian ini dilaksanakan di BPPTDK Margawati Garut dan Analisis darah di Multitest Lab, Bandung pada tanggal 2 Januari 2020 sampai 16 Januari 2020. yang Objek dalam penelitian ini adalah 25 ekor Domba Garut dengan bobot badan 20-40 kg yang diambil secara acak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yang diulang sebanyak lima kali. Perlakuan berupa P0= Tanpa perlakuan, P1= 100% Rumput Gajah, P2= 75% Rumput Gajah + 25% Calliandra calothyrsus, P3= 50% Rumput Gajah + 50% Calliandra calothyrsus, dan P4= 25% Rumput Gajah + 75% Calliandra calothyrsus. Data analisis dengan uji sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rasio Rrumput Oodot dan Kka   liandra berpengaruh tidak nyata (P> 0,05) jumlah neutrofil, jumlah limfosit, maupun rasio neutrophil dan limfosit pada Domba Garut, namun ternyata domba-domba di BPPTDK Margawati Garut mengalami rendahnya jumlah neutrofil (neutropenia).
2020-07-16 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28575 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i2.28575
1671085 #5875 Pengaruh Dosis Inokulum dan Lama Fermentasi oleh Bacillus subtilis Terhadap Kandungan Nutrien Tepung Bulu Ayam Wahyuni, Tri
Prestiani, Neni
Rusmana, Denny
Hasbuna, Abun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis inokulum dan lama fermentasi oleh Bacillus subtilis yang menghasilkan kandungan nutrien tepung bulu ayam terbaik. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola tersarang. Terdiri dari faktor A yaitu dosis inokulum dan faktor B yaitu lama fermentasi. Perlakuan terdiri atas dosis inokulum Bacillus subtilis (D1: 2,5%, D2: 5%, dan D3: 7,5% v/b tepung bulu ayam) dan lama fermentasi (L1: 1 hari, L2: 3 hari dan L3: 5 hari) dengan 3 kali ulangan. Data hasil penelitian diuji menggunakan metode sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan. Hasil penelitian menunjukkan dosis inokulum dan lama fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan bahan organik tepung bulu ayam, namun berpengaruh nyata terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar tepung bulu ayam. Dosis inokulum Bacillus subtilis 5% dan lama fermentasi 3 hari menghasilkan kandungan bahan organik dan protein kasar terbaik yaitu 98,17% dan 85,23% (D2L2). Kemudian, dosis inokulum Bacillus subtilis 5% dan lama fermentasi 5 hari menghasilkan kandungan serat kasar terbaik yaitu 0,33% (D2L3), serta dosis inokulum Bacillus subtilis 7,5% dan lama fermentasi 5 hari menghasilkan kandungan lemak kasar terbaik yaitu 8,75% (D3L3).
tepung bulu ayam, fermentasi, Bacillus subtilis, kandungan nutrien 2023-11-11 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/49792 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i3.49792
1671084 #5875 THE EFFECT OF FEEDING TANNIN-PROTECTED FISH MEAL ON THE INCREASE OF BODY WEIGHT AND BODY SIZE OF LOCAL SHEEP Rohimat, agung
Protein protection using tannins is expected to increase utilization efficiency protein in ruminants. .This research aims to determine the effect of adding tannin-protected fish meal to the ration on the growth of body weight and body size of local sheep. The method used was an experiment with a Completely Randomized Design (CRD) followed by the Duncan test. There were four ration treatments and five replications. P0 = Basal feed (80% field grass + 20% tofu dregs), P1 = Basal feed + 4% fish meal, P2 = Basal feed + 2% tannin-protected fish meal, P3 = Basal feed + 4% tannin-protected fish meal. The result of statistical analysis concluded that adding tannin-protected fish meal for a period of 42 days had no significant effect on increasing body weight and body size of local sheep. Keywords : sheep, fish meal, tannin, body weight, body size
sheep; fish meal; tannin; body weight; body size 2025-07-31 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/57925 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v7i2.57925
1671083 #5875 PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK FERMENTASI TERHADAP KADAR LIGNIN DAN SELULOSA SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) Nisa, Zahra Khairun
Ayuningsih, Budi
Susilawati, Iin
Silase merupakan pengawetan hijauan secara basah. Dedak fermentasi dapat digunakan sebagai starter untuk mempercepat proses fermentasi pembuatan silase. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak fermentasi terhadap kadar lignin dan selulosa pada silase rumput gajah. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Ternak Mekar Jaya dan Laboratorium Nutrisi Ruminansia dan Kimia Makanan pada bulan November 2019 sampai Januari 2020. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 6 ulangan.  Perlakuan terdiri atas P1 (1% dedak fermentasi), P2 (3% dedak fermentasi), dan P3 (5% dedak fermentasi).  Hasil penelitian menunjukan bahwa pengggunaan berbagai dosis dedak fermentasi dalam pembuatan silase rumput gajah mempengaruhi kadar lignin dan kadar selulosa silase.  Penggunaan dosis dedak fermentasi 5% menghasilkan kadar lignin silase rumput gajah paling rendah (3,29%) dengan kadar selulosa terendah (32,91%) sedangkan dosis 1% menghasilkan kadar selulosa paling tinggi (40,42%) dengan kadar lignin tertinggi (4,87%).
2020-09-25 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/30289 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i3.30289
1671082 #5875 Review: Penanganan Pengeringan dan Pergudangan Bahan Baku Jagung untuk Pakan Unggas Nabila, Tissiana Irca
Artikel ini dibuat untuk membahas produksi jagung di Indonesia. Indonesia diketahui masih sering impor jagung untuk memenuhi kebutuhannya. Padahal, berdasar data tahun 2020 oleh Kementan RI menyatakan bahwa angka produksi jagung sudah memenuhi kebutuhan. Namun, banyak industri pakan yang masih mengimpor bahan baku jagung dari luar karena produksi jagung lokal belum memenuhi standar kualitas. Hal ini disebabkan oleh beberapa masalah, seperti proses pengeringan dan metode penyimpanan yang kurang baik. Proses pengeringan yang baik akan mengeringkan jagung hingga kadar airnya 14%. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat alat pengering sederhana untuk mengeringkan jagung pada musim penghujan. Kemudian, metode penyimpanan yang baik dapat dilakukan dengan pembuatan silo untuk mencegah kerusakan bahan baku sehingga jagung kering yang disimpan akan lebih awet. Pada peternak mandiri juga dapat diadakan program pembentukan silo pada sentra produksi jagung untuk bersama.
2022-07-14 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37575 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i1.37575
1671081 #5875 KARAKTERISTIK FISIK LIMBAH PADAT PEMBUATAN TEPUNG AREN (Arenga pinnata Merr) HASIL FERMENTASI ANAEROB DENGAN ADITIF MOLASES, LUMPUR KECAP DAN UREA ., Alamsyari
., Mansyur
Hernaman, Iman
Susilawati, Iin
Indriani, Nyimas Popi
Islami, Romi Zamhir
Dhalika, Tidi
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif terhadap karakteristik fisik limbah padat pembuatan tepung aren hasil fermentasi anaerob. Penelitian silakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acaak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P1 = 5% molasses, P2 5% lumpur kecap, P3 = 1% urea, P4 = 5% molasses + 1% urea, P5 = 5% lumpur kecap + 1% urea. Data yang terkumpula dilakukan analisis dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukan bahwa perlakuan memberikan pengaruh terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa, dengan penggunaan molasses sebanyak 5% memberikan hasil yang terbaik. Kesimpulan, penggunaan molasses 5% memberikan karakteristik fisik terbaik pada fermentasi anaerob pada limbah padat pembuatan tepung aren.
2019-12-29 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/25424 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v1i1.25424
1671080 #5875 POTENSI KULIT DURIAN (Durio zibethinus) SEBAGAI BAHAN PAKAN ALTERNATIF Hernaman, Iman
Agustina, Sri
Rahmat, Dedi
vKulit durian merupakan limbah dari perkebunan durian. Limbah ini masih memiliki potensi sebagai pakan ruminansia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi kulit durian sebagai pakan ruminansia. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi melalui analsis data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan analisis proposi kulit durian dalam buah durian,kemudian dilakukan analisis proksimat dan fraksi serat. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan melihat data statistik. Hasil menunjukkan bahwa kulit durian memiliki proporsi sebesar 69,16% dari buah durian dengan potensi setahun sebesar 62.379,8693 ton bahan kering (BK). Kulit durian memiliki kandungan serat kasar sebesar 33,87% dengan kandungan lignin yang tinggi, yaitu 12,11%. Kulit durian dapat menyediakan bahan pakan sebagai sumber serat untuk ruminansia sebanyak 18.781 satuan ternak (ST). Kesimpulan kulit durian berpotensi sebagai bahan pakan sumber serat bagi ruminansia.
2022-01-04 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35677 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i1.35677
1671079 #5875 THE EFFECT OF MIXED CROPPING OF Brachiaria decumbens WITH THREE DIFFERENT TYPES OF LEGUMES IN ULTISOL SOILS ON CP, CFib, Ca AND P CONTENT OF GRASS Fitriansa, Arini Nur
Putri, Dina Syafira
Mustafa, Herryawan Kemal
Indriani, Nyimas Popi
Research on mixed cultivation of Brachiaria decumbens grass with three different types of legumes on ultisol soils on the PK, SK, Ca, and P content of grass was carried out from April to July 2022 at the Experimental Garden of Animal Food Crops Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Padjadjaran University. The purpose of this study was to determine the effect of mixed cultivation of Brachiaria decumbens grass with three different types of legumes on ultisol soils on the PK, SK, Ca, and P content of grass. The study was conducted for 3 months with an experimental method using a randomized block design (RAK) with 4 treatments and 6 replications. This experiment consisted of P0 = Brachiaria decumbens grass, P1 = Brachiaria decumbens grass + Arachis pintoi grass, P2 = Brachiaria decumbens grass + Canavalia gladiata legume, P3 = Brachiaria decumbens grass + Centrosema pubescens legume. The results showed that the mixed cropping treatment of Brachiaria decumbens grass with three types of legumes significantly affected the PK, SK, and P content of the grass, but did not significantly differ on the Ca content of the grass. Mixed cultivation of Brachiaria decumbens grass with sword koro beans (Canavalia gladiata) resulted in the highest average crude protein content and the lowest crude fiber, namely 12% and 23.32%, respectively. Planting a mixture of Brachiaria decumbens grass with Arachis pintoi produced the highest average phosphorus content of 0.57%.
Mixed Crops, CP, CFib, Ca, P 2022-09-13 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41336 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i3.41336
1671078 #5875 PRODUKSI TELUR PUYUH FUNGSIONAL BERBASIS BAHAN PAKAN LIMBAH IKAN DAN LIMBAH NANAS Khairisa, Mutiara Amalina
Pemanfaatan limbah ikan dapat dikombinasikan dengan limbah nanas  yang memiliki enzim bromelin, tersedia secara melimpah untuk dibuat menjadi bahan pakan ternak berupa tepung limbah ikan (TLI).  Riset ini dilakukan untuk mengevaluasi formulasi ransum puyuh berbasis tepung limbah ikan untuk menghasilkan telur puyuh fungsional sebagai sumber protein hewani dengan harga yang terjangkau. Riset ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang empat kali, yaitu: P0 = Ransum  kontrol tanpa TLI , P1=  2% TLI dalam ransum, P2 = 4% TLI dalam ransum, dan P3 =  6% TLI dalam ransum. Data dianalisis menggunakan Uji Ragam (ANOVA) dengan Uji Jarak Berganda Duncan.  Hasil menunjukkan bahwa penggunaaan TLI dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, produksi telur, konversi ransum dan mortalitas  terhadap ransum kontrol (P0) selama riset empat minggu.  Sedangkan konversi ransum P3 nyata lebih kecil (P<0.05) dibandingkan P2. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ransum perlakuan P3 secara rerata menghasilkan performa puyuh petelur terbaik, sehingga substitusi tepung limbah ikan sampai dengan 6% mampu menggantikan tepung ikan komersil, akan tetapi belum mampu meningkatkan protein dan menurunkan kolesterol telur puyuh
Bromelin, Limbah Ikan, Limbah Nanas, Puyuh 2024-05-02 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/51668 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i1.51668
1671077 #5875 PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BURAHOL (Stelechocarpus burahol) DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT ORGAN DALAM AYAM BROILER Mistiani, Serli
Kamil, Kurnia A.
Rusmana, Denny
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian ekstrak daun burahol (Stelechocarpus burahol) dalam ransum terhadap bobot organ dalam ayam broiler. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental dengan rancangan percobaan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah sebagai berikut: Perlakuan P0 berupa pemberian tanpa penambahan ekstrak daun burahol dalam ransum sebagai kontrol, P1= Pakan basal + 0,15% ekstrak daun burahol, P2= Pakan basal + 0,30% ekstrak daun burahol dan P3= Pakan basal + 0,45% ekstrak daun burahol. Peubah yang diamati adalah bobot jantung, bobot  hati, bobot proventrikulus, bobot ventrikulus dan bobot usus halus ayam broiler. Data hasil penelitian diolah menggunakan analisis ragam. Data hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P > 0.05) terhadap bobot jantung, bobot hati, bobot ventrikulus, bobot proventrikulus, dan bobot usus halus ayam broiler.
2020-03-22 oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/26669 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i1.26669
Menampilkan 2.081 - 2.100 dari total 1.550.696 data
« Awal ‹ Prev Next › Akhir »