| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671076 | #5875 | STATUS IMUNITAS AYAM RAS PETELUR YANG DIBERI KITOSAN IRADIASI | Lubis, Dede Randian |
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kitosan iradiasi terhadap status imunitas ayam ras petelur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Januari 2020 di peternakan ayam petelur Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pengujian sampel darah dilakukan di Laboratorium Fisiologi Ternak dan Biokimia Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan uji polynomial orthogonal. Terdapat 50 ekor ayam ras petelur fase layer sebagai objek penelitian dengan 5 jenis perlakuan yaitu P0 = tanpa pemberian kitosan, P1 = diberi kitosan 150 ppm, P2 = diberi kitosan 200 ppm, P3 = diberi kitosan 250 ppm dan P4 = diberi kitosan 300 ppm. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu sel darah putih/leukosit (limfosit dan neutrofil) dan protein darah (protein total, albumin dan globulin) ayam ras petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kitosan iradiasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah sel leukosit, limfosit dan neutrofil. Begitupula dengan pengaruh kitosan iradiasi terhadap kadar protein darah (protein total, albumin dan globulin), yang secara umum berbeda nyata (P<0,05). Namun terdapat inkonsistensi pengaruh kitosan pada masing-masing parameter protein darah, baik protein total, albumin maupun globulin.Kata kunci : ayam petelur; kitosan iradiasi; leukosit; protein darah
|
2022-01-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29238 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i2.29238 | |
| 1671075 | #5875 | Dampak Pelarangan Antibiotic Growth Promoters (AGP) Dalam Pakan Terhadap Produksi Dan Mortalitas Ayam Pedaging: Studi Kasus Di Farm Peternak Ayam Ras Pedaging Di Kabupaten Kuningan | Affandi, Aan |
Pada tahun 2017 pemerintah mengeluarkan peraturan terkait pelarangan Antibiotic Growth Promoters (AGP) dalam pakan. Untuk mengetahui dampak aturan tersebut terhadap peternak dilakukan penelitian di perusahaan peternakan di Kabupaten Kuningan yang memiliki mitra peternak. Penelitian mengambil data produksi dari peternak ayam pedaging meliputi data rataan berat badan, feed intake (FI), feed convertion ratio (FCR), persentase kematian (mortalitas), indeks prestasi peternak (IP) dan efisiensi pakan (EP). Data diperoleh dari tiap siklus produksi dengan data sampel dari hasil produksi beberapa peternak. Data produksi dengan pemberian pakan mengandung AGP dari tahun 2013 sampai 2016, sedangkan data produksi ayam pedaging dengan pemberian pakan Non AGP meliputi tahun 2018 dan 2019. Pakan yang digunakan oleh peternak dari mulai pemeliharaan DOC sampai panen umur 30 meliputi pakan starter 3 jenis pakan starter AGP dan 3 jenis pakan starter Non AGP.Hasil uji t dengan SPSS menunjukan bahwa produksi ayam pedaging meliputi bobot badan (BW), feed intake (FI), feed conversion ratio (FCR) dengan pemberian pakan AGP signifikan lebih baik dari pakan tanpa AGP (P<0,05), sedangkan dan mortalitas tidak signifikan (P>0,05). Indeks performa (IP) peternak pada ayam pedaging dengan penambahan pakan AGP signifikan lebih baik dari ayam pedaging dengan pemberian pakan Non AGP (P<0,05).Kata kunci: AGP, non AGP, uji t
|
AGP; non AGP; t-test | 2024-05-26 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/51273 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i1.51273 |
| 1671074 | #5875 | Pengaruh Berbagai Jenis Bakteri Asam Laktat (BAL) Terhadap Kecernaan Fraksi Serat dan Degradasi Bahan Kering Pelepah Sawit Terfermentasi | Rohmat, Nazla Nadifah Banafsaj |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi pelepah sawit dengan menggunakan berbagai jenis bakteri asam laktat (BAL) yaitu Lactobacillus plantarum dan Pediococcus pentosaceus terhadap degradasi bahan kering (DBK) dan kecernaan fraksi serat (NDF dan ADF) secara in vitro. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P1 (fermentasi pelepah sawit tanpa penambahan BAL), P2 (fermentasi pelepah sawit dengan L. plantarum), P3 (fermentasi pelepah sawit dengan P. pentosaceus) dan P4 (fermentasi pelepah sawit dengan kombinasi L. plantarum dan P. pentosaceus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi menggunakan berbagai jenis BAL berpengaruh terhadap nilai DBK, kecernaan NDF dan kecernaan ADF. Perlakuan fermentasi pelepah sawit dengan kombinasi L. plantarum dan P. pentosaceus menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan degradasi DBK, kecernaan NDF dan kecernaan ADF. Fermentasi pelepah sawit dengan kombinasi L. plantarum dan P. pentosaceus menghasilkan nilai DBK sebesar 41,10%, kecernaan NDF sebesar 18,01%, dan kecernaan ADF sebesar 16,10%.
|
Fermentasi; pelepah sawit; BAL; DBK; kecernaan fraksi serat | 2024-11-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/55588 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i3.55588 |
| 1671073 | #5875 | APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR HASIL BIOKONVERSI LALAT Hermetia illucens TERHADAP KANDUNGAN KALSIUM (Ca) DAN FOSFOR (P) RUMPUT Panicum maximum cv. Mombasa | Zamhir, Romi |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair hasil biokonversi lalat Hermetia illucens terhadap kandungan kalsium (Ca) dan Fosfor (P) rumput Panicum maximum cv. Mombasa. Penelitian ini berlangsung dari November 2019 sampai Januari 2020, bertempat di Laboratorium Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran serta analisis Ca dan P di Laboratorium Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Objek penelitian terdiri dari 24 sampel rumput Panicum maximum cv. Mombasa. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) enam perlakuan dan empat ulangan. P0= 0 mL, P1= 30 mL, P2= 60 mL, P3= 90 mL, P4= 120mL, dan P5= 150 mL pupuk organik cair hasil biokonversi lalat Hermetia illucens. Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik cair hasil biokonversi lalat Hermetia illucens tidak berpengaruh nyata terhadap kadungan kalsium (Ca) dan berpengaruh terhadap kandungan Fosfor (P) rumput Panicum maximum cv. Mombasa.@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; mso-pagination:none; text-autospace:none; font-size:11.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0021;}p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText {mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-link:"Body Text Char"; margin:0cm; mso-pagination:none; text-autospace:none; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0021;}span.BodyTextChar {mso-style-name:"Body Text Char"; mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-locked:yes; mso-style-link:"Body Text"; mso-ansi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0021;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; mso-pagination:none; text-autospace:none;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
|
2022-07-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37407 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i4.37407 | |
| 1671072 | #5875 | Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus spina-christi L.) dalam Ransum terhadap Jumlah Eritrosit, Kadar Hemoglobin, dan Nilai Hematokrit Puyuh Padjadjaran | SHOLIHAH, NAFILA NI`AMILLAH |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun bidara dalam ransum terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit darah Puyuh Padjadjaran. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan masing-masing perlakuan terdapat empat ulangan, yaitu P0 = Ransum basal tanpa ekstrak daun bidara, P1 = Ransum basal + 0,05% ekstrak daun bidara, P2 = Ransum basal + 0,1% ekstrak daun bidara, P3 = Ransum basal + 0,15% ekstrak daun bidara, dan P4 = Ransum basal + 0,2% ekstrak daun bidara. Data dianalisis menggunakan Uji Sidik Ragam (ANOVA) dengan Uji Lanjut Jarak Berganda Duncan dan Uji Lanjut Polinomial Ortogonal. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun bidara dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar hemoglobin, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah eritrosit dan nilai hematokrit Puyuh Padjadjaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pemberian ekstrak daun bidara dengan dosis 0,1% dalam ransum mampu meningkatkan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit darah Puyuh Padjadjaran yang optimal dan dalam kisaran normal.
|
Ekstrak Daun Bidara; Jumlah Eritrosit; Kadar Hemoglobin; Nilai Hematokrit; Puyuh Padjadjaran | 2023-08-10 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/45961 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i2.45961 |
| 1671071 | #5875 | Pemberian Pupuk NPK Terhadap pH Tanah, Berat Kering, dan Pertumbuhan Tanaman Dengdek Poek (Corchorus Aestuans) | Kusumawardana, Sisca Fahira |
Dengdek poek atau Corchorus aestuans dapat dimanfaatkan oleh peternak sebagai feed additive yang mengandung zat antioksidan, anti-inflamasi, spasmolitik, dan antimikroba yang berperan sebagai antibiotik. Tujuan dilakukannya penelitian ini agar mengetahui bagaimana pengaruh pupuk NPK terhadap pH tanah, berat kering, dan pertumbuhan tanaman dengdek poek (Corchorus aestuans) Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dan analisis media tanam di Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada bulan Februari – juli 2024. Metode Rancangan Acak Lengkap digunakan pada penelitian ini yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P1=tanpa pemberian pupuk NPK P2 = 200 kg/ha NPK, P3 = 400 kg/ha NPK, dan P4 = 600 kg/ha NPK. NPK yang digunakan mengandung N= 16%, P= 16% dan K= 16%. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan sidik ragam dan menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Berbeda nyata terhadap pH tanah, namun tidak berbeda nyata terhadap berat kering, tinggi tanaman dan jumlah daun C. aestuans. Dosis terbaik dilihat dari pH tanah, berat kering, dan pertumbuhan tanaman Corchorus aestuans adalah 400 kg/ha (P3).
|
2025-06-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/56830 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v7i1.56830 | |
| 1671070 | #5875 | PENGEMBANGAN PRODUK TELUR AYAM ARAB SILVER ( Silver Brakel Kriel) RENDAH LEMAK DAN KOLESTEROL DENGAN PEMBERIAN KITOSAN MURNI DALAM RANSUM |
Sahara, Eli Sandi, Sofia Yosi, Fitra |
Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan telur ayam rendah lemak dan kolesterol. Penelitian menggunakan kitosan sebagai perlakuan ransum. Ternak yang digunakan sebagai objek penelitian adalah ayam Arab umur 4,5 bulan atau awal bertelur.  Penelitian terdiri dari 6 perlakuan yaitu : R0 (Ransum Kontrol tanpa Kitosan), R1 (Ransum + Kitosan 0,5%), R2 (Ransum + Kitosan 1%), R3 (Ransum + Kitosan 1,5%), R4 (Ransum + Kitosan 2%), R5 (Ransum + Kitosan 2,5%). Penelitian dilakukan selama 7 minggu. Parameter yang diukur adalah: kadar lemak telur, kadar protein telur dan kolesterol total telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kitosan mampu menurunkan kadar lemak dan kolesterol total telur ayam Arab, sedangkan kadar protein telur menunjukkan peningkatan sesuai peningkatan dosis kitosan yang diberikan, tapi belum signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kitosan dengan dosis 2% paling efektif dalam menurunkan kadar kolesterol telur ayam Arab sampai 33,3% di bawah kontrol
|
2020-09-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29530 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i3.29530 | |
| 1671069 | #5875 | Nilai Nutrien dan Kecukupan WSC Berbagai Hijauan Sebagai Sumber Pakan Silase |
Rodiallah, Muhamad Harahap, Anwar Efendi Ali, Arsyadi Adelina, Triani Mucra, Dewi Ananda Solfan, Bakhendri Juliantoni, Jepri Misrianti, Restu Irawati, Evi Saleh, Eniza Mulia, Fungki Firma Noviana, Riskia |
Cultivation of forages from graminae and legumes is an alternative source of fiber feed to meet basic living needs and ruminant livestock production. This research aims to assess the nutritional and WSC content of various forages as indicators and considerations in making silage. The research used a completely randomized design with 5 treatments with 4 replications. Regarding the treatment of forage types, namely A = elephant grass; B = Gama Umami; C= Mexican Grass; D= Odot grass; D = Indigofera beans. The research parameters are crude protein (%), crude fat (%), dry matter (%), ash, crude fiber (%), water-soluble carbohydrates (%), and NDF and ADF content (%). The results showed that different types of forage had a significant effect (P<0.05) on the nutritional value and WSC content. The research conclusion was that Indigofera legumes and odot grass had the highest WSC content, namely 4.59% and 4.49%. Furthermore, indigofera legumes and odot grass also produce the lowest NDF and ADF values compared to other treatments, so they have the potential to be used as raw materials for making silage to support the availability of ruminant feed
|
nutrient, forage,WSC, legume | 2024-01-29 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/50525 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i4.50525 |
| 1671068 | #5875 | PENGARUH DOSIS VERMIKOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN Corchorus aestuans | Darmayanti, Tris |
Salah satu upaya mengurangi kerusakan ekosistem akibat limbah peternakan yaitu dengan cara pengelolaan limbah menjadi vermikompos. Vermikompos adalah pupuk organik yang kaya akan unsur hara yang dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi hijauan. Corchorus aestuans yang ditemukan di daerah Purwakarta dengan nama lokal Dengdek Poék, merupakan keluarga Tiliaceae. C. aestuans mengandung senyawa antiinflamasi yang digunakan sebagai obat alami untuk peradangan. Fokus penelitian adalah bagaimana dosis vermikompos mempengaruhi pertumbuhan dan produksi hijauan C. aestuans. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2024 di lahan penelitian Laboratorium Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, sementara analisis tanah dan pupuk di Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat total 20 sampel. Perlakuan yang dilakukan adalah P1 = 0 t/ha, P2 = 7,5 t/ha, P3 = 15 t/ha, P4 = 22,5 t/ha, P5 = 30 t/ha. Data penelitian dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian memberikan pengaruh nyata terhadap berat segar dan berat kering hijauan C. aestuans, namun memberikan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi dan jumlah daun C. aestuans. Dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis vermikompos berpengaruh terhadap produksi hijauan C. aestuans.
|
2026-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/57180 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v7i3.57180 | |
| 1671067 | #5875 | PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KADAR AIR, SIFAT FISIK, DAN ORGANOLEPTIK BEKATUL BERAS MERAH |
Septian, Mohamad Haris Bayuaji, Pradipta Sihite, Mikael Aeni, Rizqi Nurul Romadhon, Wisnu |
ABSTRAK Bekatul beras merah merupakan produk samping dari proses penggilingan padi beras merah yang potensial dijadikan sebagai pakan penguat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap sifat fisik bekatul beras merah. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang dihasilkan diuji menggunakan analisis ragam dan jika ada perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Penelitian terdiri dari 5 perlakuan berupa lama penyimpanan yaittu 0, 1, 2, 3, 4 pekan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Pengujian yang dilakukan adalah kadar air, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan metode banting, berat jenis, dan sifat organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa lama penyimpanan nyata (P<0,05) meningkatkan kadar air, menurunkan nilai kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan metode banting, tetapi tidak memengaruhi (P>0,05) berat jenis. Perubahan warna terjadi pada pekan keempat, perubahan bau mulai terjadi pada pekan ketiga, perubahan tekstur dengan adanya gumpalan pada pekan ketiga, serangan serangga pada pekan keempat, tetapi tidak terdeteksi adanya jamur yang terlihat secara kasat mata hingga pekan keempat. Kesimpulan, lama penyimpanan dapat menyebabkan perubahan sifat fisik dan organoleptik bekatul beras merah.Kata kunci: bekatul beras merah, penyimpanan, sifat fisik ABSTRACT Brown rice polish is a by-product from brown rice grinding which is potential to be used as concentrate feed. This research was aimed to find out the effect of storage duration on physical properties of brown rice polish. This research used experimental of Completely Randomized Design (CRD). Data collected was analyzed using analysis of variance and continued by Duncan’s test if the results was significant. This research contained 5 treatments storage duration which are 0, 1, 2, 3, and 4 weeks. Each treatment was replicated by 5 times. The properties tested were water content, bulk density, compacted bulk density, thrown compacted bulk density, specific gravity, and organoleptic properties. The result showed that storage duration was significantly (P<0.05) increased water content, decrease bulk density, compacted bulk density, thrown compacted bulk density while specific gravity was not affected (P>0.05). The color was changed in the fourth week, the scent was changed in in the third week, the texture shown by clotting occur in the third week, presence of insect in the fourth week while there was no presence of fungus seen even in the fourth week. It is concluded that storage duration changed the physical and organoleptic properties of brown rice polish. Keywords: Brown rice polish, storage duration, physical properties, organoleptic properties
|
2021-01-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29995 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i4.29995 | |
| 1671066 | #5875 | PENGARUH PEMBERIAN MEDIA NUTRISI YANG BERBEDA TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, EFISIENSI PAKAN DAN DAYA HIDUP ULAT JERMAN (Zophobas morio) |
Rohman, Fadhli Saefulhadjar, Deny Sinaga, Sauland |
ABSTRAKUlat jerman merupakan larva dari kumbang Zophobas morio yang saat ini banyak dibudidayakan di Indonesia. Ulat jerman banyak dimanfaatkan sebagai pakan untuk beberapa hewan peliharaan seperti burung kicau, sugar glider, dan berbagai macam reptile. Percobaan ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3600 ekor ulat jerman terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan, sehingga di dapat 18 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdiri atas 200 ekor ulat Jerman. Perlakuan tersebut di antaranya P1 = dedak, P2 = pollard, dan P3 = onggok. Data hasil pengamatan dianalisis ragam dan perbedaan antara perlakuan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Berdasarkan analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian media nutrisi berbeda nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum dan daya hidup ulat Jerman. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa pollard merupakan media nutrisi terbaik bagi pertumbuhan ulat Jerman.Kata kunci : Ulat Jerman, media nutrisi, dedak, pollard, onggok, bobot badan, konsumsi efisiensi pakan
|
Ulat Jerman, media nutrisi, dedak, pollard, onggok, bobot badan, konsumsi efisiensi pakan | 2022-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40519 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i2.40519 |
| 1671065 | #5875 | Profil Lipid Darah Ayam Ras Petelur yang di beri Kitosan Iradiasi |
Siregar, Rajali Hotlan Latipudin, Diding Mushawwir, Andi |
Research on cholesterol and triglyceride levels in blood of laying hens adminestered chitosan irradiated was carried out in August to September at the laying chicken farm in Sukarapih Village, Sukasari District, Sumedang Regency, West Java. Blood sample was analyzed at the Laboratory of Animal Physiology and Biochemistry of the Faculty of Animal Husbandry, Padjadjaran University, Jatinangor District, Sumedang Regency, West Java. This research was conducted to determine the effect of chitosan irradiation on cholesterol levels and triglyceride levels blood plasma of layer chicken. The research used an experimental method with orthogonal polynomial test. There were 50 laying hens phase layer as research object, five types of treatment, P0 = laying hens without Chitosan, P1 = laying hens with granting Chitosan 150 ppm, P2 = laying hens with granting Chitosan 200 ppm, P3 = laying hens with granting Chitosan 250 ppm, and P4 = laying hens with granting Chitosan 300 ppm. . Based on the statistic analysis result showed that administration of chitosan was significantly different (p <0.05) for cholesterol and triglyceride levels and 250 ppm was the most optimal way to reduce cholesterol and triglyceride levels.Keywords: Â Â Â Â Â Laying hen, chitosan irradiation, cholesterol, triglyceride
|
2020-03-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/25707 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i1.25707 | |
| 1671064 | #5875 | PENGARUH LUMPUR KECAP PADA ENSILASE CAMPURAN LIMBAH SAYURAN DAN TONGKOL JAGUNG TERHADAP KANDUNGAN ZAT MAKANAN SILASE YANG DIHASILKAN | DHALIKA, TIDI |
Penelitan bertujuan untuk mengetahui pengaruh imbuhan lumpur kecap pada ensilase campuran limbah sayuran dan tongkol jagung terhadap kandungan zat makanan dalam silase yang dihasilkan. Bahan yang digunakan adalah limbah sawi hijau, kubis, kulit dan tongkol jagung, serta lumpur kecap. Penelitian dilakukan dengan metode experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan, yaitu penggunaan imbuhan lumpur kecap sebanyak 0%, 2%, 4%; dan 6% pada ensilase campuran limbah sayuran dan tongkol jagung, setiap perlakuan diulang 5 (lima) kali. Peubah yang diukur adalah kandungan zat makanan meliputi bahan kering, bahan organik, serat kasar dan lignin dari silase yang dihasilkan, data diuji dengan sidik ragam dan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan imbuhan lumpur kecap sampai 6 % pada ensilase campuran limbah sayuran dan tongkol jagung memberikan pengaruh terhadap kandungan zat makanan silase yang dihasilkan, dan penggunaan imbuhan lumpur kecap antara 4 – 6 % dapat menghasilkan bahan kering dan bahan organik tertinggi yaitu 27,60 % dan 71,49 %, dan serat kasar dan lignin paling rendah, sebesar 19,60 % dan 6,33 %.Kata Kunci :Lumpur kecap, limbah sayuran, tongkol jagung, zat makanan, dan silase.
|
2022-01-12 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35920 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i1.35920 | |
| 1671063 | #5875 | The.Effect.of.Giving.Noni.Fruit.Extract.Microcapsules (Morinda.Citrifolia L.) as.Feed Additive on Blood Cholesterol and Triglyceride Levels in Sentul Chicken | Rindiany, Clarisa |
The purpose of this research was to determine the effect of microcapsules of noni fruit extract as a feed additive to replace AGP on blood cholesterol and triglyceride levels in Sentul chickens.. The research was done from April until July 2022. The method used experimental with a Completely Randomized Design (CRD) and the effect of treatment was using Analysis of Variance then followed by Duncan test. The treatments consisted of 5 types with 4 repetitions, those are P0 = Basal feed that did not contain microcapsules of noni fruit extract, P1 = Basal feed + 50 mg/kg zinc bacitracin, P2 = Basal feed + 125 mg/kg noni fruit extract microcapsules, P3 = Basal feed + 250 mg/kg noni fruit extract microcapsules, and P4 = Basal feed + 375 mg/kg noni fruit extract microcapsules. Samples test was held in Physiology and Biochemistry Laboratory, Animal Husbandry, University of Padjadjaran. The observed variables were blood cholesterol and triglyceride levels. The results showed that the effect of giving noni fruit extract microcapsules non significant effect (P>0.05) on reducing blood cholesterol levels, but was significant (P<0.05) on reducing blood triglyceride levels. The conclusion of the research that giving of noni fruit extract microcapsules as a feed additive with levels of 125 mg/kg could replace AGP in reduce blood triglyceride levels, but could not decrease blood cholesterol levels in Sentul chickens.
|
microcapsule of noni fruit extract, blood cholesterol, blood triglyceride | 2023-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41997 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v4i4.41997 |
| 1671062 | #5875 | KUALITAS SILASE RUMPUT PAKCHONG YANG DIBERI DEDAK FERMENTASI BERDASARKAN NILAI PH, BAHAN KERING, FLEIGH, DAN LEMAK KASARNYA | Septian, Mohamad Haris |
ABSTRAK  Silase telah banyak dikenal sebagai penerapan teknologi tepat guna untuk mengawetkan hijauan pakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak fermentasi yang terhadap nilai bahan kering, pH, Fleigh, dan lemak kasar. Materi yang digunakan yaitu dedak fermentasi dan rumput Pakchong. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan.  Perlakuan yang digunakan meliputi P0 = 0% dedak fermentasi (tanpa penambahan), P1 = 0,5% dedak fermentasi, P2 = 1% dedak fermentasi, P3 = 1,5% dedak fermentasi. Parameter yang diamati adalah nilai bahan kering, pH, Fleigh, dan lemak kasar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dedak fermentasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap terhadap nilai bahan kering, pH, Fleigh, dan lemak kasar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian dedak fermentasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap parameter yang diamati. Semua perlakuan menghasilkan silase dengan kualitas sangat baik berdasarkan nilai Fleighnya.   ABSTRACT Silage has been widely known as an appropriate application of technology for preserving forage. The research aims to determine the effect of using fermented bran on dry matter values, pH, Fleigh, and crude fat. The materials used are fermented bran and Pakchong grass. The research was carried out experimentally using a completely randomized design with four treatments and five replications. The treatments used include P0 = 0% fermented bran (without addition), P1 = 0.5% fermented bran, P2 = 1% fermented bran, and P3 = 1.5% fermented bran. The parameters observed were dry matter, pH, Fleigh, and crude fat values. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that the fermented bran treatment had no significant effect (P>0.05) on the dry matter, pH, Fleigh, and crude fat values. This research concludes that the administration of different fermented bran did not affect the observed parameters. All treatments produce silages of very good quality based on the Fleigh value.
|
dedak fermentasi, silase, rumput Pakchong | 2024-07-24 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/55051 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i2.55051 |
| 1671061 | #5875 | ANALISIS BIBLIOMETRIK PERKEMBANGAN PENELITIAN FEED ADDITIVE PADA TERNAK RUMINANSIA DENGAN VOSVIEWER | Rosani, Urip |
Tujuan penelitian ini mengetahui perkembangan penelitian tentang penggunaan feed additive pada ternak ruminansia dari tahun 2000 – 2021 berdasarkan kata kunci pada scopus. Data penelitian ini merupakan publikasi internasional yang diambil dari scopus (www.scopus.com) menggunakan aplikasi Publish or Perish 7 dengan kata kunci “feed additive ruminant” dalam rentang waktu 20 tahun terakhir mulai 2000 sampai 2021. Tren perkembangan publikasi dan kebaruan dianalisis dengan aplikasi VOSviewer version 1.6.17. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 32 artikel yang ditemukan. Mulai tahun 2020 terdapat peningkatan publikasi dengan topik penggunaan feed additive pada ternak ruminansia sebanyak 8 artikel (25%) dan tahun 2021 sebanyak 4 artikel (12,5%). Penggunaan feed additive pada ternak ruminansia terdiri dari 3 kelompok besar penelitian yang sering dilakukan dan banyak diteliti yaitu feed addivive, ruminant dan microbial feed additive. Pada kelompok feed addtidive penggunaan cobalt carbonate, sodium selenat, brown algae, essential oil, aromatic plant, dan cellulolitic exogenous enzyme. Kelompok ruminant terdapat penggunaan brown algae, cobalt carbonate, sodium selenat, algal derived, asparagous racemesus, dan citrullus. Selanjutnya pada kelompok microbial feed additive penggunaan live yeast product.
|
2022-02-07 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35992 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v3i3.35992 | |
| 1671060 | #5875 | Pengolahan Jerami Jagung untuk Pakan Ternak | WAHYUDIN, WAHYUDIN |
Kendala utama dari jerami jagung ialah dari pengolahan yang belum optimal sehingga belum dapat dioptimalkan dalam pengguanaan jerami jagung sebagai pakan ternak namun dengan adanya pengolahan seperti pembuatan silase dan hay maka jerami jagung ini dapat dioptimalkan sebagai pakan ternak. Dengan adanya pengolahan tersebut maka dapat membatu bagi para peternak dalam mengatasi ketersedian pakan di musim pengkering. Tulisan ini membahas pemanfaatan jerami jagung untuk subtitusi pakan ternak ruminansia, dengan besarnya peluang peningkatan ekonomi semua bagian dari pohon jagung dapat dimanfaatkan seperti jerami jagung dapat menjadi biomas tanaman menjadi pakan ternak yang bergizi dan dapat disimpan dengan waktu yang lama seperti hay dan silase
|
2023-07-21 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/38874 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i1.38874 | |
| 1671059 | #5875 | PRODUCTION of AROMATIC BRAN USING LIQUID ORGANIC SUPPLEMENT of COW MANURE EFFECTS ON LACTIC ACID, pH, DRY MATTER LOSS and FLEIGH VALUE (NF) | Suryadi, Annisa Suci Ghifaryz |
This study aims to determine the effect of different doses of liquid organic supplements made cow manure added to rice bran to produce aromatic rice bran with the best values in terms of lactic acid, pH, dry matter loss, and Fleigh Value (NF). The research was conducted from May - June 2024 at the Ruminant Nutrition and Animal Feed Chemistry Laboratory, Faculty of Animal Science, Padjadjaran University. This experimental study employed a Completely Randomized Design with 3 treatments and 6 replications, P0 = 1 kilogram of bran + 300 grams of molasses, P1 = 1 kilogram of bran + 200 grams of molasses + 100 mL of SOC, and P2 = 1 kilogram of bran + 100 grams of molasses + 200 mL of SOC. Data analysis was using Analysis of Variance (ANOVA) and Duncan’s Multiple Range Test. The results showed that the use of cow manure SOC affected the pH, lactic acid content, and dry matter loss of aromatic rice bran, but did not affect the Fleigh Value (FV). The application of SOC with a dose of 100 grams of molasses + 200 mL SOC produced high lactic acid (21.12%), the lowest pH value (4.52), dry matter loss (8.21%), and a Fleigh value of (167.59%).
|
aromatic bran, SOC, Cow feces, Fermentation | 2025-01-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/57523 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v6i4.57523 |
| 1671058 | #5875 | KONSEP BAHAN PAKAN PENGGANTI BEKATUL DALAM PAKAN ITIK HIBRIDA DENGAN TEPUNG BONGGOL PISANG (Musa paradiciasa L.) TERHADAP PENINGKATAN PERSENTASE KARKAS, ORGAN DALAM, DAN LEMAK ABDOMINAL |
Sjofjan, Osfar Adli, Danung Nur Muflikhien, Farela Adhana |
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase karkas, organ dalam, dan lemak abdominal itik pedaging. Materi penelitian adalah 100 ekor itik pedaging tanpa dibedakan jenis kelaminnya (umur 20 hari) dengan strain (Peking x Khaki Campbell) dengan rataan bobot badan yang digunakan adalah 410,52 ± 95,25 g dengan koefisien keragaman sebesar 23,20 %. Metode dalam penelitian ini adalah percobaan lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan 4 kali ulangan. Masing-masing ulangan 5 ekor itik pedaging. Perlakuan yang digunakan adalah P0: 10 % bekatul, P1: 7,5 % + 2,5 % tepung bonggol pisang, P2: 5 % + 5 % tepung bonggol pisang, P3: 2,5 % + 7,5 % tepung bonggol pisang dan P4: 10 % tepung bonggol pisang. Variabel meliputi persentase karkas (dada, paha, sayap dan punggung), organ dalam (hati, jantung, limpa dan gizzard) dan persentase lemak abdominal. Data dianalisis menggunakan analisis kovarian (ancova). Apabila hasil penelitian menunjukan perbedaan nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s. Hasil menunjukan bahwa tepung bonggol pisang memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkass, dan lemak abdominal tetapi memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase gizzard. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung bonggol pisang sebagai pengganti bekatul sampai dengan 10 % dalam pakan memberikan hasil positif terhadap penampilan persentase karkas, serta mampu menguarangi kandungan lemak abdominal
|
2020-07-16 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28561 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v2i2.28561 | |
| 1671057 | #5875 | MEDIA TUMBUH LARVA BLACK SOLDIER FLY DENGAN PENAMBAHAN SUMBER OMEGA 3 DAPAT MENINGKATKAN PRODUKSI MAGGOT, KANDUNGAN NUTRISI, DAN BILANGAN IOD TEPUNG MAGGOT | montesqrit, montesqrit |
Studi ini mengevaluasi dampak penambahan bahan sumber omega 3 pada media pertumbuhan larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) terhadap produksi larva BSF, kandungan nutrisi dan bilangan iod tepung maggot. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan sumber omega 3 pada media pertumbuhan larva BSF memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap produksi larva BSF, kandungan lemak kasar dan bilangan iod tepung maggot, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kandungan bahan kering dan protein kasar tepung maggot. Kandungan lemak kasar tepung maggot lebih tinggi pada media pertumbuhan dengan tambahan krokot dan minyak ikan, namun bilangan iod sangat signifikan tinggi pada tepung maggot yang dihasilkan dengan media pertumbuhan dengan penambahan tanaman krokot. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan tanaman krokot sebagai sumber omega 3 pada media pertumbuhan larva BSF memberikan pengaruh terbaik terhadap produksi dan kandungan nutrisi maggot BSF.
|
BSF, Bilangan Iod, Kandungan Nutrisi, Media Pertumbuhan, Sumber Omega 3 | 2023-11-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/50155 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jnttip.v5i3.50155 |