| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671996 | #5790 | PENDUGAAN KETERDAPATAN AKIFER AIRTANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI SUB-DAS CISATANG - KABUPATEN CIANJUR |
Mardiana, Undang Endyana, Cipta |
Geoelectric measurements committed in an attempt to obtain the presence, depth, thickness, number and spread of the aquifer. From the interpretation of Schlumberger geoelectric method (Sounding) acquired seven units of lithology, three units are classified as permeable layer, and four units as impermeable layers. The layer that functions as the aquifer has a resistivity value between 200-400 Ωm which is interpreted as a breccia with component-gravel gravel unit, 100-200 Ωm which is interpreted as breccia matrix supported by granule-sized components peble unit, and 50-100 Ωm which is interpreted as breccia matrix supported with gravel-sized component unit. Distribution of the three rocks in the study area is dominated by a nearly breccia grain supported. While units with resistivity values above 400 Ωm and under 50 Ωm interpeted as an impermeable layer-semipermeable. Faults that developed in the study area has direction a northwest-southeast. Those fault caused the fracture system that developed on volcanic deposits in this area. Therefore the zone bounded by two faults are thought to have better porosity values as the aquifer is supported by fracture with a higher intensity in surrounding area.
|
2014-08-01 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/8366 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v12i2.8366 | |
| 1671995 | #5790 | ANALISIS GEOMEKANIKA FORMASI HALANG DI DAERAH STRUKTUR GEOLOGI SEKITAR SUNGAI CITAAL, KUNINGAN, JAWA BARAT | -, Zufialdi Zakaria |
Lithology at research area consist of sandstone, claystone and brecia which include to Halang Formation. Structure of geology is sinistral strike-slip fault with relative strike to southwest - northeast. Geomechanic analysis given a number of Rock Mass Rating and Slope Mass rating as follows: Rock mass rating is 55 to 66. RMR to foundation is 48 to 50. Description of class number is 3 (III), its mean fair rock.Slope mass rating given number of slope angle which is suggested to stable slope, as follows: According to Laubscher (1975) SMR is 55o. According to Hall (1985) SMR is 56.20o to 63.35o. According to Orr (1992) SMR is 64.49o to 71.71o . Environmental management is preventive effort of impact which attend with foundation design according to allowable bearing capacity and / or choice the architecture of building to safety. Monitoring can be conducted to condition of building (house, bridge, drainage etc.)
|
Geomechanics, RMR, SMR | 2006-01-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/8110 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v4i1.8110 |
| 1671994 | #5790 | JENIS LONGSORAN BERDASARKAN BIDANG DISKONTINUITAS PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK ASMI, KALIMANTAN TENGAH |
Akbar, Faisal Sophian, Raden Irvan Muslim, Dicky Manullang, Sahala |
Kehadiran struktur geologi pada lereng tambang terbuka merupakan kerugian yang dapat menjadikan lereng tidak stabil atau rentan longsor. Analisis kinematik untuk lereng tambang terbuka merupakan salah satu aspek yang penting terhadap pengaruh struktur geologi dalam meminimalisir terjadinya tanah longsor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi tipe longsoran pada lereng penelitian. Metode yang dilakukan yaitu dengan pengumpulan data sekunder, observasi lapangan, dan analisis kinematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng daerah penelitian disusun oleh material batuan sedimen berupa batupasir, batulempung, batulanau, batulempung karbonan, dan batubara. Struktur geologi yang berkembang berupa kekar dan dua buah sesar normal yang berdekatan serta memiliki strike/dip 317°E/74° dan N 296°E/35°. Akibat dari perbedaan nilai strike/dip tersebut menyebabkan sesar normal saling berpotongan yang dapat menjadi penyebab longsoran. Dengan demikian, lereng daerah penelitian memiliki potensi tipe longsoran baji sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penambangan selanjutnya.Kata kunci : analisis kinematik, kestabilan Lereng, struktur geologi
|
2020-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27598 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v18i2.27598 | |
| 1671993 | #5790 | TINJAUAN KETERDAPATAN BATUAN ULTRAMAFIK DALAM KOMPLEK OFIOLIT CILETUH DI DAERAH CILETUH, JAWA BARAT |
Hutabarat, Johanes -, Ismawan |
Ultramafic rock is defined as rock with a color index of more than 70, and most have good characteristics as igneous plutonic and metamorphic rocks. Ultramafic rocks in the area Ciletuh revealed in outcrops scattered as "pockets" (enclaves) in Ciletuh formation, with the tendency of azimuth northeast trending ± southwest, which gives the impression of intrusion body, or as blocks of exotic in Ciletuh Formation. Rock composed of peridotite and serpentinite of massive to foliated; associated with gabbro, basalt pillow structure. Association of peridotite-serpentinite with gabbro, basalt structure of the pillow, giving the impression that the rock may represent parts of the set ophiolite. Based on occurences in the field, where the body is suspected origin of ultramafic rocks in the ophiolite complex Ciletuh speculated a continuous sheet relicts oceanic crust that is emplaced above microcontinent. Part sheet becomes incomplete (dismembered) during emplacement, and then buried (burial) by next geological events (possible sedimentation process produces Formation Ciletuh) that largely hides covered by ofiolitic, and leaving only the ultramafic body which spread in most Ciletuh areas at West Java.
|
2015-12-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/8408 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v13i3.8408 | |
| 1671992 | #5790 | ZONASI PALEONTOLOGI CEKUNGAN KUTAI BAGIAN BAWAH, DAERAH BALIKPAPAN DAN SEKITARNYA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR |
-, Yuyun Yuniardi -, Rahmat Fakhrudin -, Lia Jurnaliah |
Fossil of Foraminifera, Nannoplankton, and Pollen were got into rock sample in lower Kutai Basyn and very interesting to do research. Paleontology zone were made for deliniation of rocks formation in lower Kutai Basyn. Paleontology zone divided into three part : Foraminifera zone, Pollen zone, and Nannoplankton zone.
|
Kutai Basyn, Fossil, Paleontology Zones | 2010-08-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/8250 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v8i2.8250 |
| 1671991 | #5790 | TIPE ENDAPAN MINERAL PADA BATUAN METAMORF KUBAH BAYAH, BANTEN |
KHOLIS, NUR. Patonah, Aton. Barkah, Mochamad. Nursiyam |
Penelitian ini dilakukan di daerah Kubah Bayah, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik, jenis, asosiasi mineral ubahan, mineral logam, dan tipe endapan mineral pada batuan induk berupa batuan metamorf. Petrografi dan mineragrafi adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil petrografi, didapatkan 6 jenis batuan metamorf, yaitu sekis klorit, sekis biotit klorit, sekis muskvoit klorit, sekis biotit muskovit klorit, sekis garnet biotit muskovit klorit, dan sekis aktinolit klorit sebagai batuan induk. Berdasarkan hasil identifikasi mineral ubahan dan asosiasinya, alterasi daerah penelitian dibagi ke dalam 2 zona mineral alterasi, yaitu zona epidot – klorit ± kuarsa yang termasuk ke dalam tipe alterasi propilitik dan zona serisit ± pirit yang termasuk ke dalam tipe alterasi filik. Selanjutnya, hasil mineragrafi, menunjukkan bahwa terdapat 2 asosiasi mineralisasi logam bijih, yaitu pos-metamorfik dan sin-metamorfik. Mineral penyusun asosiasi mineralisasi pos-metamorfik terdiri atas pirit, kalkopirit, sfalerit, bornit, kovelit, dan hematit, sedangkan mineral penyusun asosiasi mineralisasi sin-metamorfik terdiri atas pirit. Selain itu, juga teridentifikasi mineral logam berharga berupa emas pada asosiasi mineral pos-metamorfik. Berdasarkan karakteristik di atas, maka tipe endapan yang terbentuk di daerah penelitian adalah didominasi oleh tipe endapan hidrotermal yaitu endapan epitermal sulfidasi menengah. Namun, sebagian kecil juga hadir, diduga sebagai endapan orogenik yang dicirikan oleh urat-urat paralel foliasi yang diisi oleh kuarsa sekunder, klorit sekunder, mineral lempung sekunder, dan mineral opak dan mineralisasi berupa mineral pirit yang terbentuk mengikuti foliasi pada mineral klorit.Kata kunci: Kubah Bayah, Zona alterasi – mineralisasi, batuan metamorf, epitermal sulfidasi menengah This research was conducted in the Bayah Dome area, Cihara District, Lebak Regency, Banten Province, with the aim of identifying the characteristics, types, associations of alteration minerals, metallic minerals, and types of metallic mineral deposits in metamorphic – hosted rocks. Petrography and mineragraphy are the methods used in this study. Based on the petrographic results, 6 types of metamorphic rocks were obtained, namely chlorite schist, chlorite biotite schist, chlorite muscovite schist, chlorite muscovite biotite schist, chlorite muscovite biotite garnet schist, and chlorite actinolite schist as the host rock. Based on the identification of alteration minerals and their associations, the alteration of the study area is divided into 2 zones of alteration minerals, namely the epidote - chlorite ± quartz alteration mineral zone which belongs to the propylitic alteration type and the sericite ± pyrite alteration mineral zone which belongs to the phyllic alteration type. Furthermore, mineragraphic results show that there are 2 ore metal mineralization associations, namely post-metamorphic and syn-metamorphic. The constituent minerals of the post-metamorphic mineralization association consist of pyrite, chalcopyrite, sphalerite, bornite, covellite and hematite, while the constituent minerals of the syn-metamorphic mineralization association consist of pyrite. In addition, valuable metal minerals in the form of gold were also identified in the post-metamorphic mineral association. Based on the above characteristics, the type of deposits formed in the study area is dominated by medium sulfidation epithermal deposits. However, a small part is also present, presumably as orogenic deposits characterized by foliation parallel veins filled with secondary quartz, secondary chlorite, secondary clay minerals, and opaque minerals and mineralization in the form of pyrite minerals formed following foliation on chlorite minerals.Keywords: Bayah Dome, Alteration-mineralization type, Metamorphic-hosted rock, Intermediate sulfide ephitermal
|
2024-04-26 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48948 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v22i1.48948 | |
| 1671990 | #5790 | FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUGAMPING FORMASI KALIPUCANG DAERAH KARANGNUNGGAL, TASIKMALAYA JAWA BARAT |
Kotarumalos, Sitti Hafsa Abdurrokhim, . Sendjaja, Yoga A. |
Penelitian ini membahas fasies batugamping dan lingkungan pengendapan Formasi Kalipucang berumur Miosen Tengah, dan tersingkap di Karangnunggal, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pengelompokkan fasies batugamping ini berdasarkan pada tekstur batuan dan komposisi skeletal (bioclast). Fasies batugamping Formasi Kalipucang dapat dikelompokkan menjadi 7 fasies, yaitu: (1) batugamping packstone berkomposisi dominan alga, (2) batugamping rudstone, (3) batugamping packstone berkomposisi dominan foraminifera, (4) batugamping wackestone – packstone berkomposisi foraminifera, (5) batugamping grainstone berkomposisi alga, (6) batugamping grainstone berkomposisi foramifera, dan (7) batugamping packstone berkomposisi coral. Batugamping Formasi Kalipucang ini diinterpretasikan diendapkan dalam lingkungan foreslope–deep shelf margin and barrier– shelf lagoon pada sebuah paparan yang terisolasi dari endapan volkanik.Kata kunci: batugamping, fasies, lingkungan pengendapan, Formasi Kalipucang, Tasikmalaya, Jawa Barat
|
2018-05-18 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/16773 buka_link ↗ Highlight_link | |
| 1671989 | #5790 | STRUKTUR SESAR DI PULAU JAWA BAGIAN BARAT BERDASARKAN HASIL INTERPRETASI GEOLOGI | -, Iyan Haryanto |
There are four major fault lines pattern that developed in Tertiary sedimentary rocks in the Western Part of Java Island, that are the east-west, north-south, northwest-southeast and northeast-southwest. Fault structures with the east-west direction generally existed as a reverse fault and as the main fault patterns that control the distribution of rocks on the surface. Regionally, together with structural folds, these fault structures has formed the thrust fold belt structure. The other faults direction, generally known as the secondary faults that formed simultaneously with the thrust fold belt structure. These faulst are generally as strike slip fault or oblique faults that are transtensional or transpressional. This fault pattern is formed when a horizontal force strength differences in each segment. From the Compilation of the fold structures data, faults and the stratigraphy, it can be concluded that the geological structure developed in Tertiary sedimentary rocks in the western part of Java Island, began formed at late Tertiary, under the main compressional system, which is north-south trending.
|
thrust folds, oblique, transtensional, transpressional, compressional | 2013-04-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/8283 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v11i1.8283 |
| 1671988 | #5790 | STUDI BATUGAMPING BERDASARKAN KANDUNGAN FORAMINIFERA BESAR DI DAERAH CIRACAP, KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT, INDONESIA |
Silalahi, Natha Nuel Pratiwi, Santi Dwi Patonah, Aton |
Daerah penelitian secara geografis terletak pada koordinat 106°28'0“ BT - 106°30′30” BT dan 7°18'30“ LS - 7°21′0” LS, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Fokus penelitian ini adalah Batugamping Formasi Cibodas di daerah Ciracap dengan menggunakan analisis foraminifera bentonik besar dengan tujuan untuk menganalisis korelasi antara jenis batugamping dengan kelimpahan foraminifera besar. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan, termasuk pengukuran penampang, dan analisis petrografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua litologi yang berbeda yang ditemukan pada Formasi Cibodas, yaitu Packstone dan Grainstone. Selain itu, dari hasil pengamatan petrografi, ditemukan 12 spesies foraminifera besar yang dapat diidentifikasi. Setelah dilakukan penarikan umur, didapatkan umur batugamping Formasi Cibodas berada pada kisaran Tf3-Th (Miosen Akhir-Pliosen Awal). Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa kelimpahan foraminifera secara signifikan lebih tinggi pada batugamping packstone dibandingkan dengan grainstone. Packstone terbentuk di lingkungan yang tenang dan berenergi rendah, dengan kandungan lumpur yang cukup banyak. Lumpur ini kaya akan nutrisi, sehingga mendukung kehidupan dan pelestarian foraminifera besar sedangkan grainstone terbentuk di lingkungan energi tinggi dengan arus dan gelombang kuat yang menghambat akumulasi lumpur serta kurang mendukung untuk pelestarian foraminifera bentonik besar. Lingkungan pengendapan berada di zona terumbu hingga dasar laut.Kata Kunci: Ciracap, Cibodas, Foraminifera Besar, Packstone, Grainstone, Terumbu
|
2025-04-30 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/62890 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v23i1.62890 | |
| 1671987 | #5790 | OSTRACODA MIOSEN DARI FORMASI CIMANDIRI, SUKABUMI, JAWA BARAT |
FAUZIELLY, LILI Winantris, . Jurnaliah, Lia Solihin, . Fitriani, Ria |
ABSTRAKLima belas spesies fosil ostracoda berumur Miosen dari Formasi Cimandiri telah dianalisis dari 6 conto sedimen yang berasal dari penampang stratigrafi lintasan S. Cimerang, Sukabumi. Analisis mikrofosil secara kuantitatif , memperlihatkan ostracoda Miosen tersebar pada litologi batulempung. Ostracoda yang melimpah pada lintasan ini adalah Hemicytheridea ornata, Cytherella hemipuncta, Hemicytheridea reticulata, Cytherelloidea excavata, Cyherella javaseanse, and Keijella carrirei.Berdasarkan kumpulan ostracoda, diketahui bahwa lingkungan pengendapan daerah penelitian adalah laut dangkal.Kata kunci: Ostracoda, Miosen, Cimandiri, Lingkungan Pengendapan, Batulempung.ABSTRACTFifteen species of fossil Ostracoda are describe from six sediment samples from Middle Miocene Cimandiri Formation, Sukabumi, West Java define from geological measure section profile Cimerang River. Microfossil Analysis based on quantitatively method, the distribution of Miocene Ostracoda be discovered in claystone lithology. Abundant ostracods are Hemicytheridea ornata, Cytherella hemipuncta, Hemicytheridea reticulata, Cytherelloidea excavata, Cyherella javaseanse, and Keijella carrirei. Based on the distribution of Ostracoda, it is known that the depositional environment of the study area is shallow sea.Keyword: Ostracoda, Miocene, Cimandiri, Depositional Environment, Claystone.
|
2019-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/22735 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v17i2.22735 | |
| 1671986 | #5790 | LINGKUNGAN PENGENDAPAN SATUAN BATULEMPUNG SISIPAN BATUPASIR PADA FORMASI KEREK DAERAH JUWANGI DAN SEKITARNYA, BERDASARKAN KARAKTERISTIK LITOLOGI, ANALISIS STRUKTUR SEDIMEN, DAN KANDUNGAN FOSIL BENTONIK |
Morina, Hana Syafri, Ildrem Jurnaliah, Lia |
The research area is located in the Juwangi, Grobogan District, Central Java Province. Geographically located between 110o 44’ 19,536” BT – 110o 49’ 19,5384” BT dan 7o 13’ 53,2704” LS – 7o 8’ 53,2716” LS. Research using the method geological surface mapping. Determination of depositional environment unit based on the characteristic of lithology, sedimentary structures, and benthic foraminiferal. Based on the characteristic of lithology, this unit composed of mudstone and sandstone. Mudstone has a consideralable thickness, as sandstones insert. Sedimentary structures that are found in the form of parallel lamination and cross lamination shows that its transport medium is water. Benthic foraminiferal analysis result indicate that the bathymetry zone is outer neritic. So it can be estimated that the depositional environment of this unit are in the shallow marine.
|
2014-12-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/8375 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v12i3.8375 | |
| 1671985 | #5790 | ANALISIS KIMIA BATUAN BASEMEN GRANITOID DI SUB CEKUNGAN JAMBI, SUMATRA SELATAN BERDASARKAN DATA DARI SUMUR JSB-3, JSB-4 DAN JSB-6 | -, Euis Tintin Yuningsih |
Research area located at Jambi sub basin, the northern part of South Sumatra Basin formed during Tertiary. The propose of the research is to determine petrological characteristics of pre-Tertiary basement rock based on major oxides analysis from the granitoid basement rock in research area with AAS method (Atomic Absorption Spectrophotometry) so the petrogenesis could be determined including kinds and characteristics of parent magma. Chemical rock analysis confirm the lithology of granitoid basement in Jambi sub basin are intermediate – acid magmas, calc-alkaline, medium – high K, metalluminous, subduction-related (orogen) at active continental margin. Granitoid at JSB-4 and JSB-6 shows magnetite series and I type. This Mesozoic granitoid probably as extension from the Thailand and Burma granite province, that underline the fact that there has been a history of subduction-related magmatism along Southwestern edge of Sundaland since earliest Mesozoic times.
|
granitoid, calc-alkaline, metalluminous, orogen, magnetite series, I-type | 2016-04-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/8120 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v4i2.8120 |
| 1671984 | #5790 | Optimasi Lereng Highwall Tambang Batu Bara Terbuka Asam Asam Pit "X" Berdasarkan Mohr-Coulomb Failure Criterion |
Prajnanta, Aditya Bayu Sihombing, Felix M.H. Wusqa, Urwatul Risyana, Teten Bramantyo, Prima Laksana |
Kestabilan lereng merupakan aspek yang perlu diperhatikan dalam tambang batubara terbuka Asam Asam untuk mencegah terjadinya kelongsoran. Kestabilan lereng dapat dipelajari menggunakan analisis kesetimbangan batas yang didasarkan dari teori Mohr–Coulomb Failure Criterion untuk mengetahui respons dari material batuan terhadap suatu gaya yang diberikan. Dari analisa tersebut tingkat kestabilan di lereng pertambangan dapat dikuantifikasi dengan mengukur nilai faktor keamanan (FK) dari sebuah lereng. Pada penelitian ini, penulis melakukan analisis kestabilan lereng pada tiga desain lereng highwall tambang batu Bara terbuka Asam Asam di Pit “X” yang dioperasikan oleh PT. Arutmin Indonesia, dengan bantuan perangkat lunak Geostudio SLOPE/W dan metode perhitungan nilai kesetimbangan batas Morgenstern–Price. Analisis pada ketiga lereng menunjukkan bahwa faktor keamanan dari desain lereng masih relatif tinggi dibanding standar perusahaan, sehingga penulis dapat memberi rekomendasi berupa optimasi desain. Optimasi desain lereng tambang bertujuan untuk mengurangi jumlah material yang tidak diinginkan namun masih memperhatikan nilai standar faktor keamanan dari tiap lereng. Penulis menemukan bahwa memungkinkan dilakukan optimasi dari ketiga lereng dengan mengurangi lebar bench tiap lereng dari 10 meter menjadi 7 meter, sehingga pengurangan lebar bench membuat sudut keseluruhan masing-masing lereng menjadi semakin tegak dengan kenaikan sudut sebesar 4o. Dengan dilakukannya optimasi, maka pihak perusahaan dapat mengurangi jumlah material yang tidak diinginkan dalam proses pengupasan, sehingga dapat mengurangi waktu dan biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan ekstraksi batu bara.
|
2021-01-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29901 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/bsc.v18i3.29901 | |
| 1671983 | #8617 | Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Yoghurt Susu Kambing di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran | Yuniarti, Endah |
Peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu upaya untuk mendukung perkembangan ekonomi masyarakat. Hal ini dilakukan mengingat bahwa wilayah ini dijadikan sebagai kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Pangandaran dan perguruan tinggi PSDKU Universitas Padjadjaran, sehingga memiliki potensi besar untuk perkembangan ekonomi masyarakat. Perkembangan ekonomi maysarakat harus didukung dengan adanya sumber daya alam yang memadai dan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang yoghurt diharapkan mampu menjadi stimulasi untuk lebih kreatif dalam mengolah sumber daya alam agar menjadi peluang usaha masyarakat. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara luring ini dilaksanakan di gedung kampus PSDKU Unpad Pangandaran. Penyuluhan dengan metode ceramah dan FGD ini membahas seputar pengertian yoghurt, bahan yang digunakan dalam membuat yoghurt, cara pembuatan dan penyimpanan yoghurt, manfaat yoghurt, serta hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam proses pembuatannya. Berdasarkan hasil evaluasi melalui kuesioner, pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan setelah mengikuti penyuluhan rata-rata sebesar 42% dibandingkan dengan kondisi sebelum mengikuti penyuluhan. Selain itu, hasil review terhadap materi yang disampaikan menunjukkan rata-rata 86% jawaban peserta sudah benar. Dengan demikian, penyuluhan yang dilaksanakan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang yoghurt telah tercapai dengan baik.
|
yoghurt; susu kambing; pengetahuan masyarakat; peluang usaha; Pangandaran | 2021-08-07 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/32548 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i2.32548 |
| 1671982 | #8617 | Analisis Kualitas Air Dan Perilaku Masyarakat Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Liliba Kota Kupang | Putra, Ryan Sudrajat Permana |
Daerah aliran sungai (DAS) Liliba merupaan salah satu sub DAS yang melewati Kota Kupang yang rentan dengan penurunan kualitas air yang disebabkan oleh aktivitas domestik, industri kecil dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi eksisting fisik dan kimia perairan Kali Liliba dan menganalisis kualitas perairan Kali Liliba serta mengidentifikasi persepsi masyarakat di dalam mengelola Daerah Aliran Sungai Kali Liliba. Penelitian dilaksanakan dengan mengukur langsung beberapa parameter kualitas air seperti Fisik (Suhu, TSS, TDS), Kimia (pH, DO, COD BOD), Biologi (Fecal Coliform dan Total Coliform) dan mendistribusikan kuisioner kepada warga yang tinggal di sempadan sungai di Sub DAS Kali Liliba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada parameter Total Coliform di Lokasi Jembatan Petuk (Stasiun 3) di sub DAS Liliba telah melebihi ambang batas yang ditetapkan sesuai dengan PP No.22 Tahun 2021. Parameter parameter Suhu, TDS, TSS, pH, Oksigen terlarut (DO), BOD, COD dan Fecal Coliform konsentrasi masing-masing parameternya masih dibawah baku mutu yang ditetapkan dalam PP No.22 Tahun 2021. Analisa status kualitas air dengan mengunakan STORET. Hasil analisis menunjukkan bahwa sub DAS Liliba dikategorikan tercemar ringan dengan skor -5. Sumber pencemar di Daerah Aliran Sungai Liliba umumnya berasal dari sampah, limbah cair buangan baik dari septik maupun greywater, buangan limbah industri tahu, dan limbah pertanian dan peternakan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 70,6% masyarakat langsung membuang limbah domestik ke sungai tanpa melewati proses pengolahan. Kata kunci: DAS Kali Liliba, Kualitas Air, STORET, Perilaku masyarakat
|
2023-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/43800 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i1.43800 | |
| 1671981 | #8617 | Pendampingan Kelompok Peternak Sadar Wisata terkait Pengembangan Daerah Wisata Curug Ciparakan sesuai Standar Keselamatan |
Nurhamsyah, Donny Ismiraj, Muhammad Rifqi Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Yuniarti, Endah |
Pendampingan kelompok peternak sadar wisata di Curug Ciparakan merupakan upaya strategis untuk meningkatkan standar keselamatan pada kegiatan wisata yang dilakukan oleh wisatawan. Kelompok peternak berperan sebagai pengelola, mendapatkan pelatihan pertolongan pertama, dan membantu dalam pengembangan branding dan promosi wisata. Pendampingan ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan para pengelola wisata, menciptakan lingkungan yang aman, dan potensi menghasilkan peningkatan kunjungan wisatawan. Prosedur evakuasi darurat, pelatihan pertolongan pertama, pengembangan sistem peringatan, dan pengadaan peralatan keselamatan menjadi fokus pendampingan. Penerapan SOP keselamatan dan integrasi dengan instansi terkait membantu menciptakan lingkungan wisata yang terkelola dengan baik. Kolaborasi dengan institusi pendidikan, dinas terkait dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi hal yang harus dilakukan untuk membuka peluang pengembangan pelayanan inovatif dan meningkatkan pengetahuan keselamatan wisatawan. Pada pendampingan ini dilakukan simulasi, penggunaan teknologi, dan pemanfaatan alat-alat di sekitar lokasi wisata yang dapat digunakan untuk memberikan pertolongan pertama jika terdapat wisatawan yang mengalami kecelakaan. Kesimpulannya bahwa pendampingan ini bukan hanya meningkatkan kewaspadaan kepada pengelola, tetapi juga menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat setempat.Kata Kunci: Pelatihan Pertolongan Pertama, Wisata, Kelompok Peternak Sadar Wisata, Curug Ciparakan, Pangandaran
|
2024-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/53224 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i1.53224 | |
| 1671980 | #8617 | Peningkatan Kesadaran Risiko Hipertensi pada Keluarga Petani dan Peternak di Pangandaran melalui Edukasi dan Pemeriksaan Tekanan Darah Rutin |
Maziyya, Nur Wulansari, Asri Nurhamsyah, Donny Ismiraj, Muhammad Rifqi |
Hipertensi yang dikenal sebagai "silent killer," menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan prevalensi mencapai 34,1%. Di Kecamatan Cijulang, Pangandaran, dengan karakteristik wilayah pesisir dan non-pesisir, masalah hipertensi terutama pada perempuan menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran istri petani dan peternak di Cijulang mengenai hipertensi melalui kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah secara langsung.Kegiatan ini dilaksanakan pada Februari 2023 dengan melibatkan 33 peserta. Penyuluhan mencakup informasi mengenai penyebab, dampak, gejala, serta pencegahan hipertensi, dengan fokus pada pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab interaktif dan pemeriksaan tekanan darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan 87,9% peserta memiliki hipertensi, dengan beberapa di antaranya mengalami hipertensi berat (200/120 mmHg).Antusiasme peserta terlihat melalui keaktifan dalam sesi diskusi, dengan pertanyaan seputar pengelolaan hipertensi, pola makan, serta pentingnya pengobatan yang teratur. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan hipertensi melalui perubahan gaya hidup, seperti pengurangan konsumsi garam dan peningkatan aktivitas fisik.Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hipertensi, tetapi juga menyoroti kebutuhan akan intervensi berkelanjutan, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang menggabungkan edukasi dan pemeriksaan langsung memiliki potensi besar untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan yang signifikan dalam masyarakat.
|
Hipertensi, Edukasi kesehatan, Keperawatan Pariwisata, Masyarakat pesisir | 2025-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61081 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.61081 |
| 1671979 | #8617 | Initiating Hypertension Prevention Based on the Health Belief Model among Coastal Fishing Communities in Pangandaran |
Maziyya, Nur Febrianto, Firman Sri Wijayanti, Lady Ayu |
Fishermen are a population at high risk for hypertension due to heavy physical activity, high sodium dietary patterns, and limited access to healthcare services. Bojongsalawe is a coastal hamlet located in Parigi, Pangandaran, where the majority of the residents work as fishermen. This community service activity aimed to conduct blood pressure screening and provide health education about hypertension risk of fishermen in Bojongsalawe Hamlet. The methods used included direct blood pressure measurement and health counseling following the screening. A total of 20 fishermen participated in the activity. The screening results showed that one person had hypertension, while the other 19 had normal blood pressure. The participants showed great enthusiasm throughout the activity. The education provided covered understanding of risk factors, signs and symptoms, hypertension complications, and prevention strategies. Subjective evaluation results indicated that this activity was effective in increasing early awareness of hypertension and the importance of early detection among fishermen. Simple screening activities accompanied by health education can serve as promotive and preventive efforts that are beneficial in controlling hypertension in coastal communities, particularly among fishermen.
|
2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65844 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.65844 | |
| 1671978 | #8617 | PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KAMBING PERAH PASCA PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) MELALUI BERBAGAI UPAYA MANFAAT OLAHAN TANAMAN HERBAL FITOFARMAKA |
Christi, Raden Febrianto Suharwanto, Dwi Ismiraj, Muhamad Rifqi Salman, Lia Budimulyati |
Daun papaya jepang dan kunyit merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki sejumlah senyawa diantaranya antimikrobia. Senyawa antimikrobia banyak digunakan untuk meningkatkan performa ternak pasca penyakit. Pengabdian ini bertuuan untuk memberikan pengetahuan tentang pengolahan dan praktek pembuatan dari berbagai macam tanaman herbal di Kelompok Ternak Kambing Perah Azkia Raya Desa Mandalamukti Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat. Pengabdian ini telah dilaksanakan dan diikuti oleh peserta berjumlah 25 peternak. Metode pelaksanaan dengan cara memberikan edukasi dan praktik secara langsung. Tahapan pelaksanaan dimulai dengan sebaran kuisioner pre test sebelum kegiatan, pemaparan materi pengenalan herbal, penyebaran kuisioner post test kepada peserta dan diakhiri dengan sesi tanya jawab peserta dan narasumber. Selanjutnya dilakukan pengenalan tanaman herbal seperti daun papaya jepang dan kunyit yang  bisa  diberikan dengan  potensi  ketersediaan diwilayahnya, edukasi yang diberikan adalah praktek pembuatan infusa cairan herbal daun papaya jepang dan kunyit. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan pengolahan berbagai tanaman herbal dari daun papaya jepang serta kunyit dapat meningkat di tingkat peternak berdasarkan post test dan praktik secara langsung, sehingga diharapkan dengan edukasi tersebut masyarakat Di Kelompok Kambing Perah Azkia Raya dapat membuatnya sebagai upaya untuk meningkatkan performa produktivitasnya pasca tertular penyakit.
|
2023-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/46180 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i2.46180 | |
| 1671977 | #8617 | Pendampingan Pengembangan Peternakan Domba Berkelanjutan Berbasis Analisis Morfologi Wilayah dan Stabilitas Lereng di Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran |
Ismiraj, Muhammad Rifqi Wulansari, Asri Millah, Riza Saepul Fadlina, Siti Agung, Witanto Daud, Andre Rivianda Kuswaryan, Sondi |
Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, memiliki potensi besar untuk pengembangan peternakan domba dan produksi pakan ternak, didukung oleh kondisi geografis perbukitan dengan lereng sedang yang mendominasi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk membantu masyarakat desa dalam merencanakan pengembangan peternakan domba yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek morfologi wilayah dan stabilitas lereng. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, diskusi dengan masyarakat, dan analisis peta serta data geospasial menggunakan ESRI ArcGIS PRO versi 10.3. Hasil analisis menunjukkan bahwa 95,77% wilayah kecamatan merupakan lereng sedang dengan kemiringan 15%-25%, yang cocok untuk aktivitas pertanian dan peternakan dengan risiko erosi tanah yang dapat dikelola melalui praktik pengelolaan lahan yang tepat. Area dengan kemiringan rendah (2%-15%) seluas 21,13 hektar ideal untuk pembangunan infrastruktur peternakan, sementara area dengan kemiringan lebih curam (25%-40%) memerlukan pengelolaan hati-hati untuk mencegah risiko longsor. Pengembangan peternakan domba di Desa Bangunjaya menawarkan manfaat ekonomi berupa diversifikasi pendapatan dan ketahanan pangan, manfaat lingkungan melalui praktik pertanian berkelanjutan, serta dampak sosial dengan meningkatkan keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat. Rekomendasi yang diberikan meliputi perencanaan partisipatif, penyediaan pelatihan, pemanfaatan teknologi geospasial, dan pembangunan kemitraan strategis. Desa Bangunjaya berpotensi menjadi model pengembangan peternakan domba yang berhasil, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.
|
2024-12-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/59218 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i2.59218 |