| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671976 | #8617 | Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pembentukan Masyarakat Sadar Gizi dan Mandiri Finansial |
Thirafi, Luthfi Akbarsyah, Nora Fauzan, Farisadri |
Sukajaya Village, Pangandaran Regency, is still facing stunting. Various efforts have been made by the integrated health post, but many non-health factors also influence it, such as economic problems and residents who are trapped in pay-later debt. This condition continued until 2023 when 6 children were classified as stunted. This shows the need for other efforts outside of health materials to overcome this problem. The team surveyed the children of housewives in Sukajaya Village to measure their nutritional knowledge and the level of financial literacy of the local community. The results showed that knowledge of nutritional intake was quite good, but the level of financial literacy was still quite low. Based on these facts, the team designed a socialization activity for children's nutrition and basic financial literacy as well as the provision of complementary food assistance for children's nutritional intake which was carried out in Bulakgebang Hamlet. The activity was attended by around 35 mothers who were members of the integrated health post in Bulakgebang Hamlet. Participants now understand the importance of children's nutritional intake and the importance of having priorities in financial management.
|
Child Nutrition, Financial Literation, Pangandaran, Stunting | 2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/67031 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.67031 |
| 1671975 | #8617 | SIKAP PEMBUDIDAYA DALAM PENYULUHAN KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN DI DESA KERTAYASA, KECAMATAN CIJULANG, KABUPATEN PANGANDARAN |
Grandiosa, Roffi Sugandhy, Rioaldi Nugraha, Anggi |
Keberhasilan budidaya air tawar di wilayah Pangandaran sangat tergantung kepada pengetahuan pembudidaya dalam melakukan budidaya ikan yang berkelanjutan.yuluh Salah satu hambatan adalah pengetahuan mengenai kualitas air yang sering kali dituduh sebagai hal yang menyebabkan permasalahan rendahnya produksi budidaya. Pembudidaya di Desa Kertayasa yang tergabung dalam kelompok pembudidaya Kawungsari telah dikenal di Pangandaran sebagai kelompok pembudidaya yang cukup sukses mengembangkan budidaya Gurame dan saat ini telah mengembangkan pula spesies akuakultur lain yakni Pangasius dan Tilapia. Salah satu hambatan utama yakni pengetahuan mengenai akuakultur yang masih kurang terutama tentang manajemen kualitas air. Hal ini sangat mendukung keberhasilan budidaya namun pengetahuan tersebut layak ditingkatkan. Inisiasi untuk melakukan penyuluhan dan mengarahkan pembudidaya sangat direspon positif oleh pembudidaya sehingga saat ini pembudidaya mengetahui mengenai faktor penting dalam kualitas air yakni ammonia, suhu dan pH yang terkait produksi ikan. Selanjutnya, pengetahuan mengenai kualitas air harus diberikan berulangkali terutama dengan focus metoda praktis dalam mempraktekkan alat pengukur kualitas air. Pada akhirnya, keberhasilan budidaya ikan di pedesaan sangat bergantung dengan metoda aplikasi yang baik sehingga dapat memperkuat perkembangan komunitas pembudidaya.
|
Ilmu Perikanan Aquaculture; water quality; community development; Pangandaran | 2020-08-25 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/28863 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v1i1.28863 |
| 1671974 | #8617 | Pengembangan dan peningkatan olahan Opak Berbahan Singkong di Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Sumedang | PRATAMA, ANDRY |
UMKM mempunyai peranan penting dalam perekonomian negara Indonesia, baik dari sisi lapangan kerja yang tercipta maupun dari sisi jumlah usahanya. Kegiatan pengabdian kali ini berfokus pada UMKM yang berbasis pangan, di mana UMKM yang berbasis pangan ini biasanya mempunyai kendala terbesar dalam hal legalitas yaitu belum adanya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara hybrid di Desa Sukajadi Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang dengan mendampingi usaha olahan pangan opak berbasis singkong dengan label merk “OPAK EMAK”. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan tercapainya peningkatan kualitas produksi pada olahan opak singkong. Adanya SOP produksi, tercapainya NIB serta produk yang telah memiliki kemasan dan label produk
|
2022-02-06 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/37121 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i1.37121 | |
| 1671973 | #8617 | Persepsi Kader Posyandu dalam Pemanfaatan By-product Ayam sebagai Inovasi Nutrisi MP-ASI untuk Pencegahan Stunting di Pangandaran |
Wulansari, Asri Ismiraj, Muhammad Rifqi Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Andhikawati, Aulia Nurhamsyah, Donny |
Pemanfaatan by-product ayam sebagai bahan tambahan dalam makanan pendamping ASI (MP-ASI) menjadi salah satu inovasi penting dalam upaya pencegahan stunting. Stunting merupakan bentuk malnutrisi kronis yang tidak hanya mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif dan imunitas anak. Kondisi ini diakibatkan kurangnya asupan gizi yang berkelanjutan saat MPASI, sehingga diperlukan intervensi gizi yang optimal, bernutrisi dan beragam. Sosialisasi melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi kader Posyandu terhadap pemanfaatan by-product ayam, meliputi kulit ayam, hati ayam, dan tulang ayam, sebagai salah satu sumber nutrisi MP-ASI. Sosialisasi dilaksanakan kepada 18 kader Posyandu di Desa Batukaras, Pangandaran. Kegiatan dimulai dengan pengisian pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi yang mencakup kandungan nutrisi dari by-product ayam dan manfaatnya jika dikonsumsi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan by-product ayam seperti pembuatan minyak dari kulit ayam, abon hati ayam, dan kaldu tulang ayam. Sesi diakhiri dengan diskusi interaktif dan pengisian post-test untuk mengukur perubahan persepsi kader setelah kegiatan sosialisasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan penerimaan kader terhadap pemanfaatan by-product ayam dalam MP-ASI. Rata-rata skor post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test, terutama dalam persepsi tentang manfaat kulit ayam, hati ayam, dan tulang ayam sebagai sumber gizi yang berpotensi mencegah stunting. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan kesadaran kader akan pentingnya diversifikasi sumber nutrisi lokal melalui pemanfaatan by-product ayam yang ekonomis dan bernutrisi tinggi. Edukasi lanjutan dan penyebarluasan informasi mengenai pemanfaatan by-product ayam diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.
|
by-product ayam, Inovasi Nutrisi, Kader Posyandu, MP-ASI, Stunting | 2024-12-31 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60370 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i2.60370 |
| 1671972 | #8617 | Membangun Ketahanan Pangan Dengan Kreasi Rasa: Edukasi dan Praktik Bercocok Tanam di Desa Cikeruh |
Mayasari, Ph.D, Novi Firmansyah, Indra Lathifa, Aghisna Dwi Ismiraj, Muhammad Rifqi Wulansari, Asri |
Ketahanan pangan merupakan elemen fundamental dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Namun, tantangan seperti kurangnya konsumsi makanan bergizi dan ketergantungan pada pangan olahan masih menjadi isu utama di Desa Cikeruh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang ketahanan pangan melalui edukasi teori dan praktik bercocok tanam. Program ini dilaksanakan di SDN Cikeruh 2 dengan melibatkan siswa kelas 6. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, penanaman tomat dan tauge, serta games interaktif untuk evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang pentingnya diversifikasi pangan sebesar 80%. Program ini memberikan dampak signifikan pada sikap siswa terhadap konsumsi makanan bergizi dan pemanfaatan lahan kecil. Temuan ini menunjukkan potensi besar untuk mengintegrasikan edukasi ketahanan pangan ke dalam kurikulum sekolah.
|
Ketahanan pangan; edukasi dini Ketahanan pangan, Edukasi, Diversifikasi pangan, Bercocok tanam, Anak usia sekolah. | 2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61848 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.61848 |
| 1671971 | #8617 | Peningkatan Ketahanan Pangan Perkotaan melalui Pelatihan Budikdamber dengan Sistem Filter Tenggelam pada Program “Buruan SAE” Kota Bandung |
Suryadi, Ibnu Bangkit Bioshina Yustiati, Ayi Sugandhy, Rioaldi Khaerunissa, Nadia Sukahati, Dewi Widuri Diani, Ahmad Fikry |
Ketahanan pangan perkotaan menghadapi berbagai tantangan, terutama pada kawasan dengan keterbatasan lahan dan kepadatan penduduk yang tinggi. Pemerintah Kota Bandung mengembangkan program Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis) untuk mendorong kemandirian pangan melalui urban farming. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi pangan ikan dan sayuran skala rumah tangga melalui teknik Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) yang dikombinasikan dengan filter tenggelam untuk meningkatkan kualitas air dan kelangsungan hidup ikan. Program dilaksanakan pada dua kelompok Buruan SAE dengan melibatkan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi, praktik perakitan, dan pendampingan monitoring. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai akuakultur perkotaan, kemampuan merakit Budikdamber secara mandiri, serta mendorong pemanfaatan teknologi sederhana untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga.
|
2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/68479 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.68479 | |
| 1671970 | #8617 | Bahan Pakan Sapi Potong di Kelompok Tani Ternak Sapi Potong Putra Nusa Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang Pangandaran |
Dhalika, Tidi Tanuwiria, Ujang Hidayat Ayuningsih, Budi Budiman, Atun Hernaman, Iman Hidayat, Rahmat Tutiyana, Tutiyana Parisi, Salman |
ABSTRAKÂ Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Penyediaan bahan pakan untuk pembuatan ransum merupakan aspek penting dalam sistem produksi sapi potong. Bahan pakan yang dapat dimanfaatkan untuk ransum sapi potong, diantaranya adalah rumput dan legume sebagai pakan utamanya serta pakan konsentrat berupa campuran bahan pakan sumber energi seperti dedak padi, jagung, sorgum dan umbi singkong, sumber protein berupa bungkil kelapa dan sawit, sumber vitamin dan mineral serta pakan imbuhan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pemanfaatan bahan pakan lokal untuk ransum sapi potong di Kelompok Tani Ternak Sapi Potong Putra Nusa Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang Pangandaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan anggota Kelompok Tani Ternak Putra Nusa mengenai bahan pakan untuk sapi potong telah mengalami peningkatan, perubahan pengetahuan ini mendorong minat anggota kelompok untuk mengembangkan sapi potong, semakin tinggi. Pengabdian kepada masyarakat seperti ini perlu dilakukan secara berkesinambungan pada lokasi yang sama dengan materi yang lebih luas sampai periode waktu tertentu sebagai bentuk pendampingan terencana terhadap anggota kelompok agar proses adopsi inovasi dapat berlangsung sesuai dinamika perkembangan pengetahuan dan kebutuhan usaha sapi potong yang dilakukan anggota kelompok tersebut.Kata kunci : Bahan pakan, sapi potong, dan kelompok tani ternak.
|
Ilmu Agrikultur Bahan pakan, sapi potong, dan kelompok tani ternak | 2021-02-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/30883 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i1.30883 |
| 1671969 | #8617 | Perilaku Masyarakat Dalam Penanganan Sampah Di Pasar Oesapa Kota Kupang |
Permana, Ryan Sudrajat Rahayu, Ni Luh C.C. |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam penanganan sampah di Pasar Oesapa Kota Kupang. Penelitian ini yang dilaksanakan  dengan pendekatan  kualitatif. Informan yang digunakan dalam sebanyak 8 orang yang dipilih secara proporsive yang terdiri atas perangkat kelurahan Oesapa dan masyarakat yaitu penjual di Pasar Oesapa.  Yang menjadi  fokus dari penelitian  ini adalah perilaku  masyarakat  yang dilihat  dari pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menangani sampah yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat masih rendah karena masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kegiatan pemilahan maupun pengumpulan  sampah secara aman bagi kesehatan dan lingkungan artinya tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan, sedangkan sikap yang ditunjukan melalui respons masyarakat yang masih kurang  baik terhadap kegiatan  penanganan  sampah karena masyrakat  belum melakukan kewajibannya  untuk melakukan pemilahan sampah antara sampah basah dan sampah kering dan ditempatkan dalam wadah yang berbeda.Ilmu
|
Ilmu Lingkungan | 2022-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/38484 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i2.38484 |
| 1671968 | #8617 | Sosialisasi Pola Penilaian Seltamoun pada Kegiatan Kontes Ternak Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 |
Heriyadi, Denie Nurmeidiansyah, An An Alhuur, Ken Ratu gharizah Ramdani, Diky Indrijani, Heni |
Kendala yang dihadapi dalam penilaian saat kontes domba diantaranya adalah jumlah peserta yang sangat banyak pada waktu yang singkat, untuk itu diperlukan penerapan cara penilaian yang lebih efektif untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi sekaligus menerapkan pola penilaian seltamoun yang lebih efektif diantara para juri maupun peternak sebagai peserta kontes. Kegiatan ini diikuti oleh 123 peserta kontes ternak yang berasal dari kalangan peternak domba di Jawa Barat, para juri, dan seluruh pengunjung acara Kontes Ternak Provinsi Jawa Barat Tahun 2023. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah sosialisasi dan penerapan langsung pola penilaian seltamoun dalam penjurian Kontes Ternak Provinsi Jawa Barat Tahun 2023. Implementasi Metode SeltamoUn oleh Panitia Pelaksana dan Tim Juri dalam judging dan penilaian Domba Garut, terbilang sangat efektif dalam pelaksanaan suatu kontes domba dan hasil yang diperoleh sesuai dengan kualitas domba yang dinilai. Pehamaman masyarakat secara umum mengenai Domba Garut yang berkualitas bertambah dengan adanya transfer ilmu dalam kegiatan sosialisasi ini.
|
Produksi Ternak Seltamoun, penjurian, kontes ternak, Domba Garut | 2023-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/48950 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i2.48950 |
| 1671967 | #8617 | Peningkatan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga di Desa Parigi Kabupaten Pangandaran Melalui Pelatihan Yogurt Susu Kambing |
Yuniarti, Endah Anggraeni, Gina Rahma, Yusri Lutfia Putra, Diega Yanuar Maulild, Deden Yusman |
Pemberdayaan ibu rumah tangga merupakan salah satu upaya penting dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga dan masyarakat. Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki peternakan kambing perah yang cukup potensial, namun pemanfaatannya belum optimal sehingga nilai tambah yang dihasilkan masih rendah. Kegiatan pelatihan pengolahan yogurt susu kambing dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih tahan simpan, bergizi, serta memiliki peluang usaha. Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai manfaat susu kambing dan konsep pangan fungsional, diikuti dengan praktik langsung pembuatan yogurt susu kambing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang terlihat dari perbandingan nilai sebelum dan sesudah pelatihan. Peserta memahami prinsip dasar fermentasi, teknik pengolahan, serta pentingnya sanitasi dalam produksi pangan. Selain itu, seluruh peserta mampu menghasilkan yogurt dengan kualitas yang baik. Hasil pelatihan dengan praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga dalam mengolah pangan lokal serta penguatan keterampilan peserta mengenai ketahanan pangan melalui diversifikasi produk serta peluang usaha rumah tangga.
|
Ketahanan pangan; pelatihan; susu kambing; yoghurt | 2026-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/69511 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v7i1.69511 |
| 1671966 | #8617 | Pelatihan Pengumpulan Sampah Laut Kepada Pengunjung Pantai Pangandaran |
Apriliani, Izza Mahdiana Purba, Noir Primadona Dewanti, Lantun Paradhita Herawati, Heti Faizal, Ibnu |
Monitoring sampah secara kontinu dan global diperlukan untuk mengurangi dampaknya di perairan. Salah satunya monitoring sampah di Pantai Pangandaran yang merupakan salah satu objek wisata andalan di Jawa Barat. Banyaknya jumlah penduduk dan wisatawan menyebabkan sering terdapat sampah hasil buangan dan yang berasal dari daerah lain. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pengunjung Pantai Pangandaran maupun masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap sampah pesisir laut. Khalayak sasaran berupa masyarakat dan wisatawan pantai Pangandaran. Kegiatan dilakukan dengan metode partisipatori yakni memberikan wawasan bagaimana mengumpulkan sampah dengan basis ilmiah sederhana namun dapat dipertanggungjawabkan. Berdasarkan kegiatan pelatihan secara keseluruhan, baik dalam bentuk ceramah/diskusi maupun aksi bersih pantai dapat disimpulkan bahwa khalayak sasaran memahami pentingnya menjaga lingkungan pesisir dan laut. Serta adanya peningkatan skill khalayak sasaran dalam memahami upaya dunia melalui organisasi ICC (International Coastal Clean Up) dengan pengelompokkan sampah yang ada di dalamnya. Para peserta juga dapat mengaplikasikan form tersebut dikarenakan kemudahan untuk mengisi. Dilain hal, diperlukan penerjemahan form tersebut kedalam Bahasa Indonesia agar dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat.
|
lingkungan pesisir, sampah laut, wisatawan, plastik | 2021-02-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31927 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i1.31927 |
| 1671965 | #8617 | PENYULUHAN DALAM PEMANFAATAN IKAN TENGGIRI MENJADI BAKSO IKAN DI DESA CINTARATU, PENGANDARAN |
Andhikawati, Aulia Permana, Rega Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Akbarsyah, Nora |
Luasnya wilayah perairan Indonesia, terutama wilayah Kabupaten Pangandaran, menjadikan hasil perikanan menjadi sektor utama dalam peningkatan nilai ekonomi daerah. Hasil perikanan tangkap di wilayah Jawa Barat sebesar 7.319 ton pada tahun 2020. Hasil perikanan laut sangat berpotensi untukdimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tambah. Pengolahan hasil perikanan yang banyak digemari di Masyarakat yaitu Bakso Ikan. Pengolahan ikan yang dibuat dalam bentuk bakso orang akan lebih tertarik dan juga berminat dalam mengkonsumsinya. Hal ini juga merupakan salah satu tujuan tercapainya salah satu program yang telah dicanangkan oleh pemerintah agar dapat meningkatkan konsumsi daging ikan terhadap masyarakat. Ada empat tahap dalam kegiatan ini yaitu tahap perisiapan, pemberian materi, praktek, dan evaluasi. Hasil kegiatan PPM secara garis besar mencakup beberapa komponen yaitu keberhasilan target jumlah peserta pelatihan, ketercapaian tujuan pelatihan, ketercapaian target materi yang telah direncanakan, kemampuan peserta dalam penguasaan materi, kemampuan peserta dapat dilihat dari penguasaan materi dan keterampilan dalam membuat bakso ikan selama proses penyuluhan berlangsung. Penilaian mengenai dapat di lihat pada Gambar 1. Peserta cukup memahami materi yang diberikan. Ada sebanyak 66% peserta yang paham dengan sangat baik dan paham dengan baik.
|
2022-08-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/41031 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v3i2.41031 | |
| 1671964 | #8617 | Integrasi GIS untuk Analisis Kesesuaian Lahan dan Ketersediaan Air: Mendorong Potensi Peternakan Domba di Desa Bangunjaya, Pangandaran |
Ismiraj, Muhammad Rifqi Millah, Riza Saepul Fadlina, Siti Witanto, Witanto Kuswaryan, Sondi |
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan dan menganalisis kesesuaian lahan dan ketersediaan air untuk peternakan domba di Desa Bangunjaya, Distrik Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, dengan menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (Geo-Information System/GIS). Penelitian ini menggunakan metode superimposisi untuk mengintegrasikan data tutupan lahan yang ada dengan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Pangandaran untuk tahun 2018-2032, menilai kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk peternakan domba. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar Desa Bangunjaya memiliki kondisi topografi dan tanah yang mendukung untuk peternakan domba. Analisis juga mengungkapkan bahwa area-area ini didukung oleh jaringan badan air yang memadai, menjamin ketersediaan air untuk ternak sepanjang tahun. Selain itu, penelitian ini mengakui pentingnya kedekatan dengan jaringan jalan, yang dapat memfasilitasi akses ke pasar dan transportasi barang. Studi ini juga menyoroti kebutuhan kritis untuk praktik pertanian yang berkelanjutan dan perencanaan strategis untuk mengurangi dampak lingkungan yang potensial, terutama di area sensitif. Kesimpulan dari studi ini adalah Desa Bangunjaya memiliki potensi yang signifikan untuk mengembangkan peternakan domba, didukung oleh sumber daya lahan dan air yang menguntungkan. Namun, penekanannya adalah bahwa ekspansi harus berlanjut dengan komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dan konservasi lingkungan.
|
land suitability, water availability, sheep farming, GIS, sustainable agriculture, environmental impact, Bangunjaya Village | 2024-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/52367 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v5i1.52367 |
| 1671963 | #8617 | Pendampingan Usaha Pemberdaya Good Agricultural Practices “Lidi Kelapa” Melalui Peningkatan Business Sustainability dan Business System Information Pada UMKM Sapua Craft Kab.Pangandaran |
Sitio, Nurul Mardhiah Kurniawati, Linda Thirafi, Luthfi Fauzan, Farisadri |
Produksi kelapa yang optimal memerlukan teknik budidaya yang tepat, namun sering kali terhambat oleh kurangnya pengetahuan petani.Di Kabupaten Pangandaran, UMKM Sapua Craft membuat berbagai produk kerajinan tangan dengan lidi kelapa. Pencatatan keuangan, pembayaran, dan pemasaran masih dilakukan secara manual, yang menghambat efisiensi operasi. Untuk meningkatkan efisiensi operasional Sapua Craft, penelitian ini mengeksplorasi berbagai platform digitalisasi sistem informasi dan keberlanjutan bisnis. Dalam penelitian ini, observasi lapangan dan wawancara dilakukan dengan pemilik usaha kecil dan menengah (UMKM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-commerce dan aplikasi buka warung bermanfaat karena mempermudah pencatatan keuangan, memperluas jalur pemasaran, dan meningkatkan diversifikasi produk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan teknologi dapat membawa perubahan positif dalam operasional UMKM Sapua Craft.
|
Kelapa; UMKM; digitalisasi; Sapua Craft; E-commerce | 2025-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60809 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.60809 |
| 1671962 | #8617 | Pelatihan Kecukupan Kebutuhan Nutrisi Sapi Perah Periode Laktasi dan Kering Kandang Di Kelompok Mitra Amanah Pagerageung Tasikmalaya |
Christi, Raden Febrianto Suharwanto, Dwi Suryanah, Sari Salimah, Aldena Bina Sudrajat, Ajat |
Sapi perah adalah ternak yang dapat menghasilkan produksi susu dan bagian dari sumber gizi Masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Produksi susu yang dihasilkan dari seekor sapi perah sangat tergantung kepada aspek lingkungan salah satunya manajemen pakan. Periode yang diperhatikan adalah laktasi dan kering kandang. Tujuan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan peternak dalam mengetahui serta mengevaluasi kebutuhan nutrisi sapi perah periode laktasi dan kering kandang. Kegiatan ini diikuti oleh peternak sapi perah yang masuk pada anggota kelompok mitra amanah Kecamatan Pageurageung Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini dibagi menjadi 5 tahapan yaitu 1) Pengisian pre-test yang wajib dikerjakan oleh setiap individu tentang materi yang akan diberikan tentang pengetahuan dan evaluasi kebutuhan kecukupan ransum sapi perah periode laktasi dan kering kandang. 2) Penjelasan materi kecukupan kebutuhan pakan berdasarkan hasil analisis bahan pakan 3) Diskusi atau tanya jawab. 5) Pengisian post-test terhadap peserta individu untuk mengetahui sejauhmana pemahaman materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa pre test mengenai kecukupan nutrien pakan sapi menghasilkan persentase nilai sedikit sehingga setelah kegiatan pematerian selesai nilai post test meningkat. Kegiatan pelatihan evaluasi kecukupan nutrien pakan sapi perah periode laktasi dan kering kandang mampu memberikan respon positif serta meningkatkan pengetahuan di tingkat peternak.
|
nutrisi, sapi perah, laktasi, kering kandang | 2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/65041 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.65041 |
| 1671961 | #8617 | Counseling and Dissemination of Mapping Potential Sources of Processed Waste in Cijulang District, Pangandaran. |
ANDHIKAWATI, AULIA PERMANA, REGA |
Pangandaran has potential for developing multisectoral fisheries and marine science, such as marine tourism, aquaculture, marine culture, fishing, and fishery processing. The increase of fishery potential is followed by the development of the fishery product technology which is spread ini every sub district both on a large scale or houshold scale in the form of micro, small, and medium enterprises. The development of fishery based products has the potential to be implemented in Pangandaran. The development of fishery processing activities also indicates an increase in the potential for solid or liquid waste production. In order for fishery processing activities in Pangandaran always sustainable with zero waste principle, structured information is needed. There are three Poklahsar in Parigi District that produce salted fish, nuget, and jambal salted fish. The average total volume of waste is less than 20 kg/ month.
|
Ikan, ikan asin, pengolahan ikan, limbah perikanan, Pangandaran Perikanan | 2023-02-14 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/45109 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v4i1.45109 |
| 1671960 | #8617 | Penyuluhan Dan Pelatihan Analisis Potensi dan Pengolahan Limbah Peternakan Domba Pada Kelompok Peternak Di Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang |
HIDAYATI, YULI ASTUTI Marlina, Eulis Tanti Harlia, Ellin Badruzzaman, Deden Zamzam |
Budidaya ternak domba secara intensif menyebabkan limbah yang dihasilkan terkonsentrasi pada satu tempat, sehingga perlu dilakukan pengolahan agar tidak menimbulkan pencemaran. Limbah ternak domba meliputi feses, urin dan sisa pakan, limbah tersebut mengandung bahan organic dan sejumlah mikroorganisme indigenous. Mikroorganisme ini terdiri dari mikroorganisme pengurai dan mikroorganisme pathogen. Proses pengolahan limbah ternak domba melibatkan mikroorganisme pengurai dan dalam proses penguraian bahan organic limbah menimbulkan panas yang dapat mengurangi dan membunuh mikroorganisme patogen. Penguraian bahan organik limbah melalui proses fermentasi aerob dan mineralisasi menjadi unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Peserta pelatihan adalah bapak-bapak anggota kelompok ternak. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang pengolahan limbah peternakan domba menjadi beberapa produk yang bermanfaat. Hasil identifikasi dan analisis pengetahuan tentang cara beternak domba 56%, jenis limbah yang dihasilkan dari peternakan domba 63%, limbah peternakan domba harus diolah 10%, perubahan feses domba yang ditumpuk menjadi pupuk organic padat 10%, cara mengolah limbah peternakan domba 10%, metode pengolahan limbah secara terpadu 0%, Vermicomposting0%, Ecoenzym 15%, kualitas pupuk organik cair 27%, kualitas pupuk organic padat 30%, setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan pengetahuan tersebut dapat dimengerti 100%.
|
penyuluhan, pelatihan, limbah domba, pengolahan terpadu | 2025-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/60121 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.60121 |
| 1671959 | #8617 | Edukasi Dampak dan Pencegahan Ghost Fishing kepada Nelayan di Pelabuhan Perikanan Cikidang Pangandaran |
Dewanti, Lantun Paradhita Khoerunnisa, Nurani Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Apriliani, Izza Mahdiana Khan, Alexander M. A. |
Pelabuhan Perikanan Cikidang yang terletak di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran, merupakan pusat aktivitas perikanan tangkap dengan berbagai jenis alat tangkap seperti jaring insang hanyut, trammel net, rawai dasar, dan liong bun. Namun, penggunaan alat tangkap ini sering menimbulkan masalah, seperti hilangnya alat tangkap di laut yang berpotensi menyebabkan ghost fishing. Ghost fishing berdampak serius pada ekosistem laut, termasuk kerusakan habitat, penurunan populasi ikan, serta kerugian ekonomi akibat menurunnya hasil tangkapan. Alat tangkap yang ditinggalkan, hilang, dan dibuang (Abandoned, Lost, and Discarded Fishing Gear/ALDFG) bahkan telah diakui sebagai masalah global dengan dampak ekologis dan sosial ekonomi yang signifikan. Pemahaman nelayan di Pelabuhan Perikanan Cikidang mengenai ghost fishing masih minim. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran nelayan tentang dampak dan pencegahan ghost fishing. Pengabdian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi yang bertujuan mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem laut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap edukasi bagi masyarakat nelayan di Pelabuhan Perikanan Cikidang tentang kelestarian sumber daya perikanan.
|
Fishers; fishing gear; fishing port; ghost fishing; fisheries | 2025-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/61314 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i1.61314 |
| 1671958 | #8617 | Pendampingan Pengembangan Peternakan Domba Berbasis Analisis Kesesuaian Lahan: Kestabilan Pondasi, Potensi Erosi, dan Mitigasi Bencana di Desa Bangunjaya |
Ismiraj, Muhammad Rifqi Wulansari, Asri Millah, Riza Saepul Fadlina, Siti Agung, Witanto |
Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membantu masyarakat Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran dalam mendirikan peternakan domba yang terencana dan berkelanjutan. Pendampingan dilakukan melalui analisis kesesuaian lahan yang mencakup tiga aspek utama: kestabilan pondasi, potensi bencana alam, dan potensi erosi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total luas wilayah 1.449,84 Ha, sebagian besar (1.428,70 Ha) memiliki kestabilan pondasi sedang, sedangkan sebagian kecil lainnya (21,13 Ha) memiliki kestabilan pondasi rendah sehingga memerlukan perencanaan konstruksi khusus. Seluruh area desa termasuk dalam kategori risiko bencana alam sedang, terutama terkait ancaman gerakan tanah dan aktivitas seismik, yang mengharuskan integrasi strategi mitigasi bencana dalam perencanaan pembangunan kandang domba. Selain itu, wilayah Desa Bangunjaya juga memiliki dominasi potensi erosi sedang (1.428,71 Ha) dengan sebagian kecil area memiliki potensi erosi tinggi (21,13 Ha), terutama disebabkan oleh kondisi topografi perbukitan hingga pegunungan dengan kemiringan yang curam. Oleh karena itu, direkomendasikan penerapan metode konservasi tanah baik secara vegetatif maupun mekanis. Secara keseluruhan, pendampingan ini menegaskan perlunya integrasi mitigasi bencana dan konservasi lahan dalam upaya mendukung peternakan domba yang aman, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
|
2025-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/62111 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v6i2.62111 | |
| 1671957 | #8617 | Pembekalan Teknik Penjualan Melalui Media Online untuk Hasil Olahan Komoditi Pertanian dan Perikanan pada Aliansi Perempuan Peduli Lingkungan Sumedang (APPeLS) Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang |
Apriliani, Izza Mahdiana Rizal, Achmad Suryana, Asep Agus Handaka |
Peranan ibu rumah tangga dalam keluarga tidak hanya terpaut pada aktivitas rutin yang menjenuhkan. Emansipasi dan kesetaraan gender menjadikan seorang ibu rumah tangga dapat ikut berperan aktif dalam membantu penguatan ekonomi keluarganya. Aktifitas-aktifitas positif yang dapat menghasilkan keuntungan dapat dikerjakan oleh ibu rumah tangga di waktu-waktu senggang mereka. Hal inilah yang terlihat dari Aliansi Perempuan Peduli Lingkungan Sumedang (APPeLS) yang memiliki keterampilan usaha dalam membuat produk olahan pertanian dan perikanan yang memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan. Namun demikian, kurangnya pengetahuan mengenai teknik pemasaran dan penjualan menjadi batu sandungan bagi kelompok pemberdayaan perempuan APPeLS dalam mengembangkan usahanya. Era digitalisasi yang terjadi pada zaman ini mempermudah proses-proses pemasaran dan penjualan produk secara online. Penguasaan penggunaan teknologi pemasaran dengan media online menjadi suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh kelompok APPeLS. Pembekalan mengenai teknik penjualan melalui media online untuk hasil olahan komoditi pertanian dan perikanan pada kelompok APPeLS, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sukabumi telah berhasil dilaksanakan. Setidaknya lebih dari 80% indikator capaian keberhasilan telah terpenuhi. Melalui pembekalan ini, antusiasme peserta kelompom APPeLS dalam mengembangkan penjualan dan pemasaran produk penjualannya secara online tumbuh dengan baik. Mereka memiliki harapan yang besar untuk dapat segera mengaplikasikan keterampilan baru yang mereka miliki untuk dapat mengembangkan pemasaran dan penjualan produk olahan perikanan mereka untuk dapat mendatangkan penghasilan outcome yang lebih produktif.
|
digitalisasi; pemasaran; pemberdayaan perempuan; produk olahan | 2021-08-07 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/34475 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/fjcs.v2i2.34475 |