| ID ↓ | ID URL | Judul | Penulis | Deskripsi / Abstrak | Subjek / Kata Kunci | Tanggal | Link Identifier |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1671296 | #6375 | ANALISIS KONFLIK WARGA KUTA MANDALIKA DAN INDONESIA TOURISM DEVELOPMENT CORPORATION (ITDC) DALAM PROSES PEMBANGUNAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU ANALISIS KONFLIK URUTAN KEJADIAN DAN ANALOGI PILAR | Jasmisari, Mutiara |
Pembangunan infrastruktur banyak dilakukan di Indonesia saat ini untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Salah satunya pembangunan yang dilakukan adalah pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Namun, dalam proses pembangunannya menyisakan banyak sengketa lahan dan intimidasi terhadap warga sekitar sehingga menimbulkan konflik antara warga warga kuta mandalika dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana konflik tersebut bisa terjadi dengan menggunakan alat bantu analisis konflik urutan kejadian serta analogi pilar. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskripif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga pilar yang menyebabkan konflik terjadi. Pilar tersebut antara lain kurangnya komunikasi yang baik, tempat relokasi warga yg tidak layak, dan penetapan harga kompensasi finansial yang sepihak.
|
Konflik, KEK Mandalika, Analogi Pilar. | 2022-12-15 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/40012 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v4i2.40012 |
| 1671295 | #6375 | HAK PENDIDIKAN BAGI ANAK BERHADAPAN (BERKONFLIK) DENGAN HUKUM |
Putro Ferdiawan, Rachmat Putro Ferdiawan Santoso, Meilanny Budiarti Darwis, Rudi Saprudin |
ABSTRAKKejahatan dapat menjangkit dalam rentang segala usia, terlebih jika itu tindak kejahatan yang dilakukan pada usia anak. Sistem peradilan pidana anak menjadi perhatian khusus bagi aparat penegak hukum, mengingat anak di dalam HAM nasional dan internasional diposisikansebagai kelompok rentan dan diperlakukan istimewa,dan seluruh negara wajib dan memiliki tanggung jawab untuk memastikan pemenuhan hak-hak istimewa tersebut diperoleh setiap anak. Sehubungan dengan pembahasanini, mengenai keterjaminan hak akan akses pendidikan bagi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Sebagaimana kita tahu pendidikan bagi setiap anak, tidak terkecuali bagi anak yang sedang berkonflik dengan hukum atau tinggal di lembaga pemasyarakatan merupakan suatu hal yang penting atau dapat dikatakan investasi bagi anak untuk menjadi bekal mereka menyambut masa depannya. Dalam menyusun karya tulis ini penulis menggunakan metode studi literatur dengan menelaah sumber, yang didalamnya termasuk jurnal, buku, dan web site terkait topik hak pendidikan bagi anak yang berkonflik dengan hukum. Tulisan ini dimaksudkan agar setiap anak terlebih bagi anak yang sedang berkonflik dengan hukum mendapatkan keterjaminan atas hak-haknya karena telah diatur dan berlandaskan hukum yang jelas baik itu oleh hukum nasional maupun internasional.
|
hak anak, anak berhadapan dengan hukum, hak pendidikan, perlindungan anak | 2020-04-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27044 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v2i1.27044 |
| 1671294 | #6375 | REINTEGRASI KRIMINAL REMAJA MENGGUNAKAN COGNITIVE RESTRUCTURING FORM |
Salsabilla, Tiara Hidayat, Eva Nuriyah Santoso, Meilanny Budiarti |
ABSTRAKSetiap remaja memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang, serta terlibat dalam kehidupan bermasyarakat, tak terkecuali narapidana remaja. Setelah melalui berbagai proses hukum dan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan, narapidana remaja diharapkan dapat kembali ke masyarakat dan berbaur, serta mengembangkan dirinya. Namun untuk mantan narapidana mampu melalui proses reintegrasi dengan baik dan tidak menjadi residivis, yaitu terdapat peran penting tentang bagaimana Lembaga Pemasyarakatan dan profesi-profesi di latar koreksional dapat mempersiapkan mantan narapidana remaja dengan baik. Salah satu tool pekerja sosial yang dapat digunakan untuk mempersiapkan narapidana remaja untuk melakukan reintegrasi sosial yaitu Cognitive Restructuring Form (CRF). Melalui metode tersebut, para narapidana remaja akan dilatih untuk dapat mengidentifikasi realita yang dihadapi, emosi yang dirasakan, pikiran-pikiran yang terlibat, serta mengevaluasi dan merespons. Pada artikel ini, melalui metode literature review atau kajian pustaka, penulis berutujuan untuk mengintegrasikan penerapan CRF untuk mempersiapkan narapidana remaja untuk kembali ke masyarakat.
|
Cognitive restructuring form (CRF), kognisi, narapidana remaja, perilaku, reintegrasi | 2021-08-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35148 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v3i2.35148 |
| 1671293 | #6375 | ANALISIS KONFLIK KERUSUHAN ETNIS LAMPUNG DAN BALI BERDASARKAN KONSEP PENAHAPAN KONFLIK |
Azzahra, Farrelia Faijah, Anisa Safaatul Adiansah, Wandi |
Keberagaman menjadi ciri dari kekayaan negeri. Keberagaman tersebut tentu saja menjadi kekuatan, namun tidak bisa dipungkiri, kekayaan juga muncul sebagai ancaman perpecahan. Perpecahan tersebut seringkali dipicu oleh konflik-konflik yang terjadi karena berbagai perbedaan di dalam masyarakat. Konflik tidak bisa dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat oleh karena itu, perlu adanya alat untuk membantu mengurangi dampak buruk dari konflik itu sendiri. Kabupaten Lampung Selatan adalah salah satu kabupaten multikultural. Yang mana di daerah tersebut terdapat keanekaragaman suku dan budaya. Ada beberapa suku yang mendiami kabupaten tersebut seperti suku Lampung, Jawa, Sunda, Bali dan ada beberapa suku Batak oleh karena itu Lampung Selatan sering disebut sebagai kabupaten multikultural. Terdapat beberapa alat yang digunakan untuk menganalisis konflik, salah satunya penahapan konflik yang dikemukakan oleh Nulhaqim. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui penggunaan penahapan konflik sebagai alat untuk melakukan analisis konflik etnis Lampung dan Bali Provinsi Lampung yang berada di bagian selatan pulau Sumatera. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data yang digunakan dalam yakni studi literatur. Hasil penelitian ini adalah terdapat pemicu serta penyebab dari konflik Lampung dan Bali, akibat dari konflik tersebut menyebabkan beberapa kerugian sebagai dampak dari terjadinya konflik. Dalam penanganan kasus konflik Bali dan Lampung ini, terdapat beberapa upaya resolusi konflik yang dilakukan oleh berbagai pihak. Diversity is a characteristic of the country's wealth. This diversity is of course a strength, but it cannot be denied that wealth also appears as a threat to division. These divisions are often triggered by conflicts that occur due to various differences in society. Conflict cannot be separated from social life, therefore, there is a need for tools to help reduce the negative impacts of conflict itself. South Lampung Regency is a multicultural district. In this area there is ethnic and cultural diversity. Several tribes inhabit the district, such as the Lampung, Javanese, Sundanese, Balinese and there are several Batak tribes, therefore South Lampung is often referred to as a multicultural district. There are several tools used to analyze conflict, one of which is conflict phasing proposed by Nulhaqim. The purpose of writing this article is to determine the use of conflict staging as a tool for analyzing the ethnic conflict in Lampung and Bali, Lampung Province, which is in the southern part of the island of Sumatra. This research uses a descriptive qualitative approach. The data used in this research is secondary data with the data collection method used in namely literature study. The results of this research are that there are triggers and causes of the Lampung and Bali conflicts, the consequences of these conflicts cause several losses as a result of the conflict. In handling the Bali and Lampung conflict cases, there were several conflict resolution efforts carried out by various parties.
|
Resolusi Konflik; Konflik Etnis; Analisis Konflik. | 2023-12-17 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/44114 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v5i1.44114 |
| 1671292 | #6375 | LITERATUR REVIEW: ANALISIS RESOLUSI KONFLIK DI INDONESIA | Fitri, Fitri |
Pemicu konflik dapat berupa kepentingan yang berbeda antara pihak-pihak yang berkonflik. Salah satu wujud konflik di Indonesia seperti konflik masyarakat dan perusahaan serta konflik kelas. Penelitian ini merupakan literature review yang berfokus pada resolusi konflik di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan konflik di Indonesia tidak hanya dipicu karena kepentingan namun juga ini menguaai sumber daya alam yang ada. Keterlibatan pemerintah dalam membantu resolusi konflik menjadi penting dalam membuat kebijakan untuk memitigasi dampak konflik. Resolusi konflik di Indonesia berfokus pada negosiasi dan mediasi, namun konflik yang telah melibatkan kekerasan memerlukan intervensi dari pihak ketiga dalam menyelesaiakan konflik tersebut. Conflict triggers can be different interests between conflicting parties. Conflicts in Indonesia include community and corporate conflicts and class conflicts. This research is a literature review that focuses on conflict resolution in Indonesia. The results of the analysis show that conflicts in Indonesia are not only triggered by interests but also the control of existing natural resources. Government involvement in assisting conflict resolution is important in making policies to mitigate the impact of conflict. Conflict resolution in Indonesia focuses on negotiation and mediation, but conflicts that have involved violence require the intervention of a third party to resolve the conflict.
|
2025-02-02 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/54586 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v6i2.54586 | |
| 1671291 | #6375 | MEMAHAMI CYBERBULLYING DI KALANGAN REMAJA | Rusyidi, Binahayati |
ABSTRAKCyberbullying di kalangan remaja merupakan isu yang relatif baru yang saat ini dipandang sebagai sebuah isu global. Masalah tersebut dapat terjadi di negara manapun tanpa memandang tingkat perkembangan sosial-ekonomi suatu wilayah. Cyberbullying menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi psikososial and capaian akademik korban. Artikel ini merupakan kajian literature yang bertujuan mendiskusikan beberapa aspek dasar cyberbullying seperti definisi, tipe-tipe, faktor-faktor resko dan pelindung serta model intervensi cyberbullying. Artikel ini menunjukkan pendefinisian cyberbullying masih terus berkembang seiring dengan tingginya dinaika perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memfasilitasi terjadinya cyberbullying. Cyberbullying terjadi melalui berbagai media dan meliputi beragam bentuk. Faktor-faktor pelindung dan resiko cyberbullying dapat ditemulan di berbagai level mulai dari kondisi dan karakteristik individu, lingkungan pertemanan, dan lingkungan keluarga. Hal ini menggarisbawahi pentingnya penanganan-penanganan yang bersifat multidimensi dalam mengatasi cyberbulling di kalangan remaja. Namun demikian model pencegahan dan intervensi yang cocok untuk cyberbullying belum terbangun dengan baik.
|
definisi cyberbullying, masalah perilaku, tipe-tipe cyberbullying, faktor resiko dan pelindung | 2020-08-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/29118 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v2i2.29118 |
| 1671290 | #6375 | ANALISIS KONFLIK AMBON MENGGUNAKAN PENAHAPAN KONFLIK SIMON FISHER |
Indrawan, Jerry Putri, Ananda Tania |
Di Indonesia, konflik memang sering terjadi dan bukan hal yang baru. Hal tersebut disebabkan karena beragamnya etnis dan agama yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Konflik biasanya disebabkan karena adanya dua situasi atau suasana/keadaan yang saling berhadap-hadapan atau berlawanan, saling bertolak belakang dan memiliki makna yang sangat berbeda, antara individu atau kelompok lain. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah hal yang berkaitan dengan etnis dan agama seperti, Konflik yang terjadi di Maluku tahun 1999. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kronologi konflik Ambon dengan menggunakan penahapan konflik dari Simon Fisher. Penahapan konflik dianggap dapat menunjukkan peningkatan atau penurunan intensitas konflik yang digambarkan dalam skala waktu tertentu. Penahapan konflik digunakan untuk mengidentifikasi pola konflik di awal proses analisis dan membantu merumuskan strategi di akhir proses. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah melalui studi pustaka. Sumber data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, berita online, internet dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis konflik yang terjadi di Maluku tahun 1999. Hasil penelitian ini akan menunjukkan bahwa konflik di Maluku pecah mulanya karena konflik antar etnis kemudian berkembang menjadi konflik agama Islam dan Kristen.
|
2022-02-10 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/36608 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v4i1.36608 | |
| 1671289 | #6375 | MENYOAL RESOLUSI KONFLIK BERDASARKAN PERSPEKTIF TEORI KRITIS | Santoso, Meilanny Budiarti |
Penyelesaian konflik adalah bidang pluralistik dengan beragam orientasi teoritis, karena dipengaruhi oleh konteks praktik dan tujuan spesifiknya. Penelitian ini bertujuan memahami konsepsi resolusi konflik dengan menggunakan perspektif teori kritis sebagai upaya penyelesaian konflik, sehingga netralitas yang dijanjikan dalam setiap praktik resolusi konflik dapat diklarifikasi dalam praktik. Metode deskripsif dan pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori kritis berperan penting dalam menginformasikan operasi pemeliharaan perdamaian dengan menunjukkan bahwa menciptakan perdamaian yang berkelanjutan melibatkan praktisi yang tidak hanya menunjukkan netralitas dari praktisi resolusi konflik ataupun menenangkan pihak-pihak yang bertikai. Resolusi konflik apa pun yang diusahakan oleh praktisi resolusi konflik harus menjamin hak asasi manusia, keadilan sosial dan hak ekonomi pihak-pihak yang berkonflik.
|
konflik, resolusi konflik, teori kritis, pekerjaan sosial | 2023-12-27 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/50919 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v5i2.50919 |
| 1671288 | #6375 | INOVASI SOSIAL BERBASIS ZERO WASTE MELALUI PROGRAM SEKOP SENI UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELOMPOK RENTAN DI DESA SUNTENJAYA, BANDUNG UTARA |
Panjaitan, Boy Presley Munifah, Fadiyah |
Kawasan Bandung Utara merupakan wilayah dengan potensi sumber daya alam yang tinggi, namun menghadapi berbagai persoalan sosial-ekonomi dan lingkungan, seperti kemiskinan, pengangguran, kerentanan kelompok rentan, serta degradasi ekologi akibat praktik pengelolaan sumber daya yang belum berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga AFT Husein Sastranegara menginisiasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui SEKOP SENI (Sentra Kopi Sejahterakan Petani) di Desa Suntenjaya. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis kopi, penguatan kapasitas sosial, serta penerapan prinsip zero waste dan konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dampak Program SEKOP SENI terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, focus group discussion, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek sosial, program meningkatkan kohesi sosial, partisipasi pemuda, serta pemenuhan gizi kelompok rentan. Pada aspek ekonomi, program berhasil menaikkan pendapatan petani kopi dari rata-rata Rp 0–250.000 menjadi Rp 1.750.000 per bulan, menciptakan UMKM berbasis kopi, serta efisiensi biaya energi melalui biogas. Sementara itu, pada aspek lingkungan, program mengimplementasikan prinsip zero waste, mengolah limbah ternak menjadi energi dan pupuk organik, memanfaatkan kulit kopi menjadi cascara, serta menerapkan agroforestri kopi-saninten. Dengan demikian, Program SEKOP SENI menjadi model CSR inovatif yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). The Bandung Utara region has abundant natural resources but faces various socio-economic and environmental challenges, including poverty, unemployment, the vulnerability of marginalized groups, and ecological degradation due to unsustainable resource management practices. In response to these issues, PT Pertamina Patra Niaga AFT Husein Sastranegara initiated a corporate social responsibility (CSR) program called SEKOP SENI (Sentra Kopi Sejahterakan Petani) in Suntenjaya Village. This program is designed to improve community welfare through coffee-based economic empowerment, social capacity strengthening, and the application of zero waste principles and environmental conservation. This study aims to describe the impacts of the SEKOP SENI program on social, economic, and environmental aspects. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, focus group discussions, and document review, and were analyzed thematically using Miles and Huberman’s model. The findings reveal that, socially, the program enhanced community cohesion, youth participation, and nutritional fulfillment for vulnerable groups. Economically, the program increased farmers’ income from an average of Rp 0–250,000 to Rp 1,750,000 per month, developed coffee-based micro and small enterprises, and reduced household energy costs through biogas utilization. Environmentally, the program applied zero waste principles by converting livestock waste into energy and organic fertilizer, processing coffee husks into cascara, and implementing coffee-saninten agroforestry. Thus, the SEKOP SENI program serves as an innovative CSR model contributing to sustainable development and aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs).
|
CSR; pemberdayaan masyarakat; kopi; zero waste; agroforestri; pembangunan berkelanjutan | 2025-10-03 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/66939 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v7i2.66939 |
| 1671287 | #6375 | JURNALISME DAMAI DALAM PEMBERITAAN KONFLIK FRONT PEMBELA ISLAM – PEMERINTAH (Sebuah Studi Analisis Teks Naratif terhadap Konten Talk Show Mata Najwa Terkait Insiden Penembakan Enam Anggota Front Pembela Islam) |
Pakpahan, Dian Puspita Malik, Ichsan Tirta, Djayeng |
Tulisan ini bertujuan menganalisis penerapan kerangka kerja jurnalisme damai pada tayangan talk show Mata Najwa berjudul “Silang Versi FPI – Polisi” dalam menceritakan insiden penembakan enam Laskar FPI. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui analisis teks naratif terhadap struktur, alur, plot, karakter, fungsi, dan nilai. Penelitian menemukan bahwa tayangan Mata Najwa sudah menunjukkan sejumlah karakteristik jurnalisme damai, seperti berfokus pada penderitaan masyarakat, mengajukan penyelesaian masalah melalui cara-cara non kekerasan, dan mengekspos ketidakbenaran dari semua pihak yang bertikai. Meski demikian, di saat yang sama tayangan ini juga menunjukkan sejumlah ciri jurnalisme perang, yakni dengan meminimalisir peran salah satu aktor dalam proses pendefinisian konflik, menghilangkan potongan informasi penting yang dapat memperjelas konteks dan akar permasalahan konflik, serta menyajikan informasi mengenai luka-luka pada tubuh korban secara spekulatif. Tayangan ini menawarkan resolusi konflik berupa penegakan keadilan, peyelesaian masalah tanpa kekerasan, serta penindakan hukum bagi setiap pelaku kekerasan.
|
analisis teks naratif, berita, konflik, Front Pembela Islam, jurnalisme damai. | 2022-12-15 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/38439 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v4i2.38439 |
| 1671286 | #6375 | MEMBANGUN KARAKTER UNTUK MENGATASI KENAKALAN REMAJA MELALUI PENDIDIKAN DENGAN PENDEKATAN TEORI EKOLOGI BRONFENBRENNER |
Aliim, Tahrizi Fathul Darwis, Rudi Saprudin |
Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai proses penerapan implementasi pendidikan karakter di lingkungan dengan fokus pada dampaknya terhadap kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan yang dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut terkait topik ini. Pertama, ditemukan bahwa kenakalan remaja dapat disebabkan oleh lingkungan tempat remaja tersebut tumbuh. Faktor-faktor dalam lingkungan seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat memengaruhi perilaku remaja. Oleh karena itu, implementasi pendidikan karakter di lingkungan menjadi krusial untuk membentuk nilai-nilai positif dan moral yang dapat menanggulangi kenakalan remaja. Kedua, teori ekologi perkembangan Bronfenbrenner  memberikan gambaran yang komprehensif terhadap seluruh sistem dan interaksi yang ada dalam kehidupan remaja. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami konteks ekologis remaja dalam merancang program pendidikan karakter yang efektif. Pendekatan ini memungkinkan penerapan pendidikan karakter yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lingkungan tempat remaja berada. Ketiga, temuan utama penelitian ini adalah bahwa pendidikan karakter dapat diterapkan dalam sistem-sistem ekologi perkembangan, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan memasukkan nilai-nilai karakter dalam setiap aspek kehidupan remaja, diharapkan dapat meningkatkan kualitas moral dan perilaku mereka. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dasar pemikiran bagi pengembangan strategi dan program pendidikan karakter yang lebih efektif dalam mengatasi masalah kenakalan remaja. This research aims to delve deeper into the process of implementing character education in the environment with a focus on its impact on adolescent delinquency. The method used in this study is a literature review with a descriptive qualitative approach. The findings of the research reveal several insights that can contribute to a better understanding of this topic. First, it is found that adolescent delinquency can be caused by the environment in which adolescents grow. Factors in the environment such as family, school, and society can influence adolescent behavior. Therefore, the implementation of character education in the environment is crucial in shaping positive values and morals that can address adolescent delinquency. Second, Bronfenbrenner's ecological development theory provides a comprehensive overview of the entire system and interactions in the lives of adolescents. This research highlights the importance of understanding the ecological context of adolescents in designing effective character education programs. This approach allows the implementation of character education that aligns with the needs and characteristics of the adolescent's environment. Third, the main finding of this research is that character education can be applied in developmental ecological systems, such as family, school, and society. By incorporating character values into every aspect of adolescent life, it is expected to enhance their moral quality and behavior. Thus, this research provides a conceptual basis for the development of more effective strategies and character education programs in addressing adolescent delinquency issues.
|
Pendidikan Karakter, Teori Ekologi Perkembangan Bronfenbrenner, Moral dan Perilaku, Kenakalan Remaja. | 2024-02-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/53285 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v6i1.53285 |
| 1671285 | #6375 | EKSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERGERUS OLEH KEBUTUHAN ZAMAN Studi Analisis Konflik Masyarakat Adat Sunda Wiwitan di Kuningan yang Terusir dari Tanah Adatnya Sendiri dengan Teori Identitas |
Farakhiyah, Rachel Irfan, Maulana |
Pengakuan pemerintah terhadap hukum adat masih setengah hati. Padahal, eksistensi hukum adat memiliki landasan konstitusional yang kuat dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945. Tubrukan antara proyeksi pembangunan dari pemerintah, kepentingan masyarakat umum, beserta hak ulayat dari masyarakat adat, telah menimbulkan gesekan yang sangat rentan akan timbulnya konflik. Seperti halnya yang memicu terjadinya konflik yang memanas di dalam masyarakat sunda wiwitan atas sengketa lahan. Yang mana perlakuan Jaka yang mengklaim tanah adat menjadi tanah milik pribadi sebagai bentuk pelanggaran hukum adat dan kemudian ditambah dengan putusan PN Kuningan yang memanangkan permintaan Jaka atas hak milih tanah adat seluas 224 m2. Putusan PN tersebut dinilai cacat hukum dan tidak memperhatikan asal usul sejarah. Maka hal tersebut menimbulkan berbagai aksi perlawanan dari pihak kubu masyarakat adat Sunda Wiwitan untuk berusaha memperoleh kembali haknya atas tanah adat mereka. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk menjelaskan latarbelakang terjadinya konflik dan pemicu terjadinya konflik dengan menggunakan teori identitas yang nantinya dapat dirumuskan resolusi konflik yang efektif. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu menggunakan studi litelatur yang diperoleh dari jurnal,buku, dan berbagai macam berita. Hingga saat ini konflik yang bergulir belum menemukan kejelasan karena belum terdapat resolusi konflik yang jelas dan masih sampai kepada tahap digagalkannya proses eksekusi tanah adat seluas 224 m2oleh Pengadilan Negri Kuningan. Government recognition of customary law is still half-hearted. In fact, the existence of customary law has a strong constitutional foundation in Article 18B paragraph (2) of the 1945 Constitution. Collisions between projected development from the government, the interests of the general public, along with customary rights from indigenous peoples, have created a very vulnerable friction in the emergence of conflict. As is the case that triggered a heated conflict in Sunda Wiwitan society over land disputes. Which is the treatment of Jaka who claimed customary land to be privately owned as a form of violation of customary law and then added with the Kuningan District Court decision to adopt Jaka's request for customary land rights of 225 m2. The Kuningan District Court ruling was deemed legally flawed and did not pay attention to the origin of history. So this caused various acts of resistance from the sides of the Sunda Wiwitan indigenous people to try to regain their rights to their customary lands. The purpose of writing this article is to explain the background of the occurrence of the conflict and the trigger for the occurrence of conflict by using identity theory which can later be formulated effective conflict resolution. The method used in writing this article is to use litelatur studies obtained from journals, books, and various kinds of news. Until now the rolling conflict has not yet found clarity because there is no clear conflict resolution and is still up to the stage where the process of execution of customary land of 225 m2 was thwarted by the Kuningan District Court.
|
Sunda Wiwitan, sengketa lahan adat, kehilangan identitas adat, hak ulayat | 2019-02-13 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/20892 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v1i1.20892 |
| 1671284 | #6375 | HUBUNGAN PROSES PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS REMAJA DENGAN TAWURAN ANTAR REMAJA |
Rizqi Eko Putra, Muhammad Daffa Apsari, Nurliana Cipta |
Artikel ini membahas tentang hubungan antara proses perkembangan psikologis individu pada tahap remaja dengan kenakalan remaja khususnya tawuran. Kami juga membahas tentang latar belakang remaja melakukan tawuran dan pencegahan yang dapat dilakukan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metodekualitatif dengan menggunakan studi kepustakaaan dengan menggunakan perspektif perkembangan manusia.Remaja merupakan individu berusia 13-21 tahun yang merupakan perlihan dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan pubertas. Pada tahapan ini menunjukkan bahwa proses perkembangan remaja terjadi perubahan baik secara fisik, mental, dan sosial. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa proses perkembangan individu pada tahap remaja berhubungan dengan perilaku tawuran antar remaja. Krisis identitas yang sedang mereka alami merupakan salah satu proses yang menyebabkan mereka masih mencari jawaban atas pertanyaan yang ada tentang masalahnya. Selain itu, kondisi emosional mereka yang belum stabil dan masih meledak-ledak juga faktor yang menyebabkan mereka melakukan tawuran antar pelajar.
|
kenakalan remaja, tawuran pelajar, perkembangan psikologi, perspektif perkembangan, masa remaja. | 2021-01-28 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/31969 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v3i1.31969 |
| 1671283 | #6375 | PENERAPAN INTEGRATED FARMING KETAPANG SEBAGAI INOVASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT PERTAMINA PATRA NIAGA IT TANJUNG WANGI |
Nursyamsi, Fajar Riyanti, Chika Rahina, Angelica Kintani Sekar |
Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan dalam berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. PT Pertamina Patra Niaga IT Tanjung Wangi mengembangkan program inovatif melalui penerapan integrated farming di Ketapang. Konsep integrated farming atau pertanian terpadu ini menggabungkan berbagai sektor pertanian seperti perikanan, peternakan, dan pertanian dalam satu sistem yang saling berkesinambungan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan memberikan pelatihan, fasilitas, dan pendampingan dalam pengelolaan pertanian terpadu. Melalui pendekatan ini, masyarakat lokal tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi yang lebih stabil, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat keterampilan lokal, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Implementasi ini menjadi model inovatif yang dapat direplikasi oleh perusahaan lain dalam pengembangan program CSR yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Corporate Social Responsibility (CSR) programs have become an integral part of business strategy in contributing to sustainable development. PT Pertamina Patra Niaga IT Tanjung Wangi has developed an innovative program through the implementation of integrated farming in Ketapang. The concept of integrated farming combines various agricultural sectors such as fisheries, livestock, and agriculture into one interconnected system. This program aims to improve the welfare of the local community by providing training, facilities, and assistance in managing integrated farming. Through this approach, the local community not only gains more stable economic benefits but also contributes to food security and environmental preservation. This study employs a qualitative descriptive method. The research results show that the program has successfully increased community income, strengthened local skills, and supported environmental sustainability. This implementation serves as an innovative model that can be replicated by other companies in developing sustainable CSR programs focused on community empowerment.
|
Integrated Farming, Program CSR, TJSL, Pemberdayaan Masyarakat. | 2024-09-17 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/57863 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v6i2.57863 |
| 1671282 | #6375 | MODEL PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN |
Mulyana, Nandang Resnawaty, Risna Darwis, Rudy Saprudin |
Anak merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Akan tetapi dalam perkembangannya anak seringkali menjadi korban kekerasan. Kekerasan terhadap anak mempunyai dampak yang sangat luas dan panjang. Anak korban kekerasan akan membawa trauma selama hidupnya. Di sisi lain korban kekerasan semasa kecil mempunyai potensi untuk menjadi pelaku pada masa yang akan dating sewaktu korban tersebut telah dewasa. Trauma yang luas dan panjang ini harus mendapatkan penanganan secara komprehensif. Faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam keluarga. Sementara faktor eksternal adalah faktor yang terjadi diluar lingkungan keluarga. Penanganan terhadap anak korban kekerasan yang komprehensif, sehingga diperlukan adanya model pelayanan sosial bagi anak korban kekerasan. Model pelayanan sosial bagi anak korban kekerasan dapat dilihat dari cakupan dan kesinambungannya, maupun pemberi pelayanan sosial yang diberikan. Jadi dengan demikian untuk mendapatkan pelayanan yang komprehensif bagi anak korban kekerasan diperlukan koordinasi antarlembaga pemberi pelayanan sosial. Penanganan bagi anak korban kekerasan dengan peningkatan koordinasi antarlembaga yang memberikan pelayanan bagi anak korban kekerasan. Koordinasi ini menjadi penting dengan tujuan untuk menghindari pelayanan yang diberikan tumpang tindih. Selain itu juga dengan koordinasi pelayanan sosial yang diberikan akan lebih menyeluruh. Koordinasi juga akan melihat pelayanan yang sudah diberikan serta yang dibutuhkan oleh anak korban kekerasan. Kemudian koordinasi juga dapat melihat pelayanan sosial yang dimiliki oleh masing-masing instansi yang memberikan pelayanan sosial bagi anak korban kekerasan.
|
Kekerasan terhadap anak, model penanganan. | 2019-08-15 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/23241 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v1i2.23241 |
| 1671281 | #6375 | PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DI TENGAH PANDEMI COVID-19 |
Zahara, Sofia Mulyana, Nandang Darwis, Rudi Saprudin |
ABSTRAKSejak pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok, pandemi Virus Corona (Covid-19) telah membuat kepanikan dimana-mana, ratusan ribu manusia terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia akibat dari pandemi ini. Untuk mengantisipasi dampak pandemi yang lebih besar pemerintah mengkampanyekan kepada masyarakat agar lebih sering berkegiatan di dalam rumah untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Situasi tersebut memaksa segala bentuk aktifitas seperti pekerjaan dan pendidikan dilaksanakan di rumah. Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah dan menjadi lebih banyak menggunakan gadget dengan media sosial di dalamnya sebagai sarana pembelajaran, berkomunikasi dengan teman dan menghilangkan kebosanan. Penggunaan media sosial di tengah pandemi ini tentunya menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif terhadap anak yang menggunakan media sosial. Oleh karena itu pendampingan yang diberikan orang tua sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak negatif yang memungkinkan terjadi ketika anak mengakses media sosial di tengah pandemi Covid-19.
|
covid-19, media sosial, peran orang tua, anak | 2021-02-08 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/32143 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v3i1.32143 |
| 1671280 | #6375 | DETERMINASI PASAR BEBAS DALAM MENCIPTAKAN KETIDAKAMANAN EKONOMI NEGARA BERKEMBANG |
Tirta K, Yusuf Fadillah Sudirman, Arfin Sari, Deasy Silvya |
Globalisasi merupakan salah satu peristiwa yang baru dan inheren bersama dengan konsep liberalisasi pasar dan keterbukaan setiap negara. Demikian pula keterkaitan ini tidak lepas dari cara pandang dan logika dari kapitalisme yang haus akan ekspansi akan tanah bernilai rendah. Hal ini terjadi terhadap negara berkembang sebagai entitas global yang berkecimpung dalam integrasi pasar global dengan mengharapkan kompetisi yang setara terhadap negara lain demi terciptanya keamanan ekonomi serta terjaminnya perdamaian. Tujuan dari pembuatan paper ini yaitu memberikan pemahaman sekaligus menjelaskan mekanisme modernisasi serta dampaknya terhadap negara negara berkembang. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pengambilan sumber data berupa studi pustaka seperti menggunakan buku, jurnal, dan laporan sebagai dasar argumentasi sehingga data yang dikeluarkan kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa negara berkembang yang masuk dalam integrasi ekonomi global malah menciptakan ketidakamanan ekonomi karena faktor eksternal, berupa tekanan dari rejim internasional dan negara maju untuk terus mengekspor hasil ekstraksi bahan primer dan menciptakan barang sekunder di negara berkembang. Kesimpulan yang didapat ialah adanya integrasi ekonomi global, negara berkembang tidak bisa meningkatkan dan menciptakan poros dan pondasi ekonomi dalam negeri karena sudah ketergantungan dengan hasil ekstraksi dan ekspor komoditi untuk dibawa ke negara maju.
|
Globalisasi, Kapitalisme, Ketidakamaman, Negara Berkembang. | 2022-12-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/42760 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v4i2.42760 |
| 1671279 | #6375 | RESOLUSI KONFLIK BERBASIS BUDAYA OLEH MASYARAKAT KABUPATEN POSO | Wijaya, Nanang |
ABSTRAK Konflik Poso pecah menjadi salah satu konflik terlama di Indonesia yang menyebabkan kerugian dan korban yang banyak. Segala upaya dilakukan untuk menanggulangi konflik dengan segala upaya resolusi konflik yang dilaksanakan. Selain upaya pemerintah dan aparat keamanan untuk menanggulangi konflik, masyarakat Poso melaksanakan upaya resolusi berbasis budaya. Kehadiran significant others (orang berpengaruh) melaksanakan proses resolusi konflik dengan menggunakan komunitas rumah kata sebagai lembaga melaksanakan resolusi konflik dengan menggunakan kearifan lokal Sintuvu Maroso dan kearifan lokal Tonda Talusi diterima oleh masyarakat yang bertikai.
|
Konflik, Resolusi Konflik, kearifan lokal, Budaya | 2020-04-22 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/27048 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v2i1.27048 |
| 1671278 | #6375 | KOLABORASI MULTI PIHAK PADA PROGRAM KAMPUNG IKLIM DI KABUPATEN CILACAP |
Ramdani, Jaka Resnawaty, Risna |
ABSTRAKProgram Kampung Iklim (PROKLIM) merupakan implementasi CSR dari PT Pertamina yang menggambarkan adanya kolaborasi multipihak dalam pelaksanaannya, antara lain: masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. PROKLIM memiliki tujuan dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang berisiko pada seluruh lapisan masyarakat, untuk mengetahui bentuk kolaborasi multipihak dan implementasi program dilapangan memerlukan pengkajian mendalam. Penelitian ini termasuk jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan dianalisa dalam sudut pandang pembangunan berkelanjutan. Lokasi penelitian meliputi Desa Ujungalang, Desa Panikel, dan Kelurahan Kebonmanis, dengan sasaran informan adalah pelaksana program di tingkat desa dan kelompok rentan. Hasil penelitian menunjukan bahwa PROKLIM (Program Kampung Iklim) sudah memenuhi aspek-aspek dalam pembangunan berkelanjutan yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Akan tetapi pada implementasi program belum menjangkau kelompok-kelompok rentan. Keterlibatan multipihak pada implementasi PROKLIM memiliki peran penting, salah satunya adalah dana CSR Pertamina yang memberikan dukungan berupa pendampingan dan fasilitasi infrastruktur pendukung. Perlunya ada evaluasi terkait implementasi program agar penerima manfaat dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat, sehingga pembangunan berkelanjutan dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat tercapai.
|
Kata kunci: perubahan iklim; kolaborasi; multipihak; CSR; berkelanjutan. | 2021-08-11 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/35152 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v3i2.35152 |
| 1671277 | #6375 | TRADISI PENANAMAN POHON BAGI PENGANTIN DI DESA PASUNG SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL | Widiawati, Riesti |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pola penyelesaian konflik berbasis kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Desa Pasung Klaten. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah desain penelitian kualitatif. Kearifan lokal dikaji sebagai basis dalam penelitian ini, khususnya dalam upaya penyelesaian konflik atau sebagai resolusi konflik pada masyarakat Desa Pasung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam dengan beberapa narasumber, studi literatur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, kearifan lokal yang ada pada masyarakat Desa Pasung dalam pemanfaatan lahan di sekitar persawahan maupun perkebunan berupa penanaman pohon buah nangka maupun pohon munggur menjadi resolusi konflik dalam menyelesaikan sengketa antara pemilik tanah dengan pemerintahan Desa.  Sebab kini masyarakat telah merasakan dampak positif dari adanya kegiatan tersebut yang mengangkat perekonomian masyarakat setempat dan mengubah Desa Pasung dari Desa miskin ekstrem menjadi desa agrowisata yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kemudian munculnya tradisi mewajibkan masyarakat Desa Pasung yang akan menikah untuk menanam pohon sebanyak dua buah menjadi kearifan lokal yang hingga saat ini masih dijaga dan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat. This study aims to identify and examine patterns of conflict resolution based on local wisdom in the life of the people of Pasung Klaten Village. The method used in this research is a qualitative research design. Local wisdom is studied as a basis in this research, especially in efforts to resolve conflicts or as conflict resolution in the Pasung Village community. The data collection technique used in this study was through in-depth interviews with several sources, literature studies, observation, and documentation. The results of this study indicate that the local wisdom that exists in the Pasung Village community in the use of land around rice fields and plantations in the form of planting jackfruit and mulberry trees is a conflict resolution in resolving disputes between landowners and the village government. Because now the community has felt the positive impact of this activity which has lifted the local community's economy and changed Pasung Village from an extreme poor village to an agro-tourism village that has high economic value. Then the emergence of a tradition obliging the people of Pasung Village who are getting married to plant two trees has become local wisdom which is still maintained today and provides benefits to the community's economy.
|
Kata Kunci : Resolusi Konflik, Kearifan lokal, Desa Pasung. | 2023-12-27 | oai:ojs.jurnal.unpad.ic.id:article/47128 buka_link ↗ Highlight_link 10.24198/jkrk.v5i2.47128 |